Penulis Topik: feeling and thinking...  (Dibaca 8538 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

lehrerin

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 683
  • Reputasi: 10
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
feeling and thinking...
« pada: Maret 11, 2010, 10:19:08 am »
Diam termangu di sudut kolam
Sang putri memandang ikan berenang
Sekali-kali tangannya menjangkau ikan
Namun ikan selalu lincah menjauhi

Putri, ada apa denganmu?
Kutatap dari sini, terlihat resah
Air muka yang dulu ceria lenyaplah
Ada apa ini?

Apakah ada hubungannya dengan surat itu?
Putri... lekaslah membalas, dia sudah menantimu
Apa lagi yang hendak kau tunggu?
[/color]
B-)

lehrerin

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 683
  • Reputasi: 10
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
Re: feeling and thinking...
« Jawab #1 pada: Maret 12, 2010, 11:22:43 am »
Mengapa terperanjat?
Terkaget-kaget membaca karya ini
Kau sendiri yang mengajariku semua
Untuk berani bersuara, lantang berteriak

Aku adalah tulisanku
Sebuah produksi kata tanpa batas
Jangan kungkung otakku
Apalagi menyuruh membungkam mulut

Saudara, zamanmu bukan zamanku
Meski beda, aku ada karenamu
Terima kasih atas semuanya
Pelajaran kemandirian, kejujuran, dan keberanian

__________________________
For them, who make us stronger..
 Wir lieben Ihnen :)





« Edit Terakhir: Maret 12, 2010, 11:25:51 am oleh lehrerin »

lehrerin

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 683
  • Reputasi: 10
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
Re: feeling and thinking...
« Jawab #2 pada: Maret 30, 2010, 01:55:37 pm »


Sahabat…
Jadilah mentari dalam hati dan genggaman
Yang selalu menghangatkan hari
Menyinari relung hati yang samar
Kau selalu disana
Menyapa pagi dengan sapuan sinar

Sahabat...
Tetaplah menjadi mentari pagi yang selalu setia
Menerangi langit hati ini 

lehrerin

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 683
  • Reputasi: 10
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
Re: feeling and thinking...
« Jawab #3 pada: April 18, 2010, 12:22:07 am »
Puisi-puisi ini pernah sy posting di forum lain dan beberapa di notes FB.. sngaja di-repost.. khawatir web disana bermasalah dan data2 ini ilang.. jd sngaja di copy kemari

Aku larut dalam bisu
Mulut terkunci
Tanganpun terbelenggu
Mati rasa

Ketika tatapanmu mulai menjauh
Saat senyummu mulai sirna
Kala sapamu mulai lenyap
Akupun malah bersorak

Bertepuk
Berlonjak
Ber ber ber...
Sulit aku ungkapkan rasa ini

Ehmmm... tapi hanya ada satu hal
Satu hal yang ingin kuungkapkan
Terima Kasih atas kepongahan itu

INGINKU, INGINMU

Aku ingin ke kanan!
Tidak! kau harus berjalan lurus ke depan
Ke kanan! Aku bersikeras dengan mauku
Bila kau melangkah lurus, kau pasti cepat sampai

Huft.. tolong jangan atur2 aku
Aku lelah, selama ini apa pedulimu
Kau selalu lama mengambil keputusan
Begini saja, aku ke kanan, dan kau lurus

Bila Dia mengizinkan kita pasti akan bertemu kembali
Bertatap muka disana
Di alam yang indah damai itu

Jantung ini berdegup kencang
Terasa aliran darah mengalir begitu cepat
Malah napas ini naik turun tak keruan
Layaknya pompa air merk Dragon

Uups... aku merasakan kembali rasa ini
Rasa yang dulu pernah menyiksaku
Membuat diri ini jatuh sedalam mungkin
Sedalam jurang, ralat mungkin sedalam palung

Aneh... kali ini aku tak merasa merana
Malah merasa kebal bahkan mati rasa
Bingung? Marah? ehmm entah apalah itu
Rasanya aku kuat, pasti, HARUS


Aku kagum dengannya
Dengan beliau yang telah memberiku banyak pelajaran
Aku bersimpati padanya
Kepada beliau yang telah mengajarkanku untuk tetap tangguh

Saat kertas ini bersih murni
Tak ternoda dari tinta
Beliau mengajarkan kami tentang semua
Tentang hidup, tentang arti pembelajaran
Kertaspun segera penuh akan coretan
Akan polesan kuas yang kugambar

Lembar demi lembar berisi banyak catatan
Hingga berjilid-jilid malah
Bila kau bertanya seperti apa isinya
Aku belum tahu jawabnya
Sebab aku masih sibuk mencatat

______________________
Pukul 00.48 WIB status: deep thinking about everything
« Edit Terakhir: April 18, 2010, 12:37:22 am oleh lehrerin »

lehrerin

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 683
  • Reputasi: 10
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
Re: feeling and thinking...
« Jawab #4 pada: April 18, 2010, 12:29:34 am »
re-post lagi :)

Surat Cinta Untuknya :)

--------------------------------------------------------------------------------

Sosok itu sangat dekat denganku
Selalu mewarnai hari-hari indahku
Sungguh bila tak melihatmu sehari saja
Aku akan limbung, dan tak bersemangat

Tahukah kau?
Aku suka parasmu...
Aku luluh dalam kebersamaan ini...
Subhanallah, kau telah melengkapi hidupku
Dengan senyum dan tawa
Membuat hidup ini menjadi lebih hidup

Puji Syukur kupersembahkan kepada-NYA
Yang telah menciptakanmu untukku...
Sayang, terimalah kado ini untukku
Makan ikan yang banyak ya, biar cepat gemuk



ich liebe meine Katze sehr :)

Kembali dirinya berteriak dalam sunyi
Ingin mengejar tapi langkahnya terhenti
Terpenjara dalam hasrat, rasa, dan naluri
Aku sungguh merasakan getaran itu


Dia yang kutemui ternyata lain
Sempurna menjelma menjadi sosok asing
Tak ada lagi keakraban yang tercipta
Lenyap sudah kehangatan terdahulu


Waktunya sekarang tak hanya untukku
Jangan tanya mengapa
Aku sudah tau jawabnya
Ada yang lain di hatinya

__________________________
inspiring from "Cintaku antara Jakarta dan Kuala Lumpur"

:)
« Edit Terakhir: April 18, 2010, 12:39:21 am oleh lehrerin »

lehrerin

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 683
  • Reputasi: 10
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
Re: feeling and thinking...
« Jawab #5 pada: April 18, 2010, 12:49:31 am »
Never stop to yel "Say no to Rokok!" ini sebuah puisi antirokok, smoga jd bahan renungan.

Tuhan Sembilan Senti
By Taufik Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat

siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,


Di sawah petani merokok, di pabrik pekerja merokok, di kantor pegawai

merokok, di kabinet menteri merokok, di reses parlemen anggota DPR

merokok, di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,

hansip-bintara-perwira nongkrong merokok, di perkebunan pemetik buah

kopi merokok, di perahu nelayan penjaring ikan merokok, di pabrik

petasan pemilik modalnya merokok, di pekuburan sebelum masuk kubur

orang merokok,


Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi

perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak

merokok,


Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok, di ruang kepala

sekolah ada guru merokok, di kampus mahasiswa merokok, di ruang kuliah

dosen merokok, di rapat POMG orang tua murid merokok, di perpustakaan

kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok,


Di angkot Kijang penumpang merokok, di bis kota sumpek yang berdiri

yang duduk orang bertanding merokok, di loket penjualan karcis orang

merokok, di kereta api penuh sesak orang festival merokok, di kapal

penyeberangan antar pulau penumpang merokok, di andong Yogya kusirnya

merokok, sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,


Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok,

tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok,


Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,


Di pasar orang merokok, di warung Tegal pengunjung merokok, di

restoran di toko buku orang merokok, di kafe di diskotik para

pengunjung merokok,


Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan abab rokok,

bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur

ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak

rokok,


Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling

menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya.

Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok

di kantor atau di stopan bus, kita ketularan penyakitnya. Nikotin

lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,


Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di

dunia, dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau

itu, bisa ketularan kena,


Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok, di apotik yang antri obat

merokok, di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok, di ruang tunggu

dokter pasien merokok, dan ada juga dokter-dokter merokok,


Istirahat main tenis orang merokok, di pinggir lapangan voli orang

merokok, menyandang raket badminton orang merokok, pemain bola PSSI

sembunyi-sembunyi merokok, panitia pertandingan balap mobil,

pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemis-ngemis mencium

kaki sponsor perusahaan rokok,


Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok, di

dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok, di

ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang

goblok merokok,


Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi orang

perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak

merokok,


Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,


Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat

merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa. Mereka ulama

ahli hisap. Haasaba, yuhaasibu, hisaaban. Bukan ahli hisab ilmu falak,

tapi ahli hisap rokok. Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka

terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih

warnanya, ke mana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung

tasbih 99 butirnya,


Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan

mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang

dengan tangan kiri. Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok

ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?


Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu. Mamnu’ut

tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz. Kyai, ini

ruangan ber-AC penuh. Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al

hawwa’i. Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok. Laa taqtuluu

anfusakum.


Min fadhlik, ya ustadz. 25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan.

15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir

diharamkan. 4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya

rokok diapakan?


Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu ‘alayhimul

khabaaith. Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman

Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada

rokok.


Jadi ini PR untuk para ulama. Tapi jangan karena ustadz ketagihan

rokok, lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan,


Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini. Banyak

yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,

yaitu ujung rokok mereka. Kini mereka berfikir. Biarkan mereka

berfikir. Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang

mulai terbatuk-batuk,


Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah

120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok. Korban penyakit

rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas, lebih

gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat

di bawah korban narkoba,


Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat

berkuasa di negara kita, jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam

kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,

diiklankan dengan indah dan cerdasnya,


Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku’ dan

sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk

dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap

tuhan-tuhan ini,


Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini
:)

lehrerin

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 683
  • Reputasi: 10
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
Re: feeling and thinking...
« Jawab #6 pada: Mei 25, 2010, 01:00:00 am »

Aku tahu, ada perih di hatimu
Ada jarum yang menusuk ulu hatimu
Hempaskan saja sesal itu seluruhnya
Jangan kau sisakan satu sesalpun

Ishbir ya sohib... Ada kami!
Ada generasi kita lainnya
Kami siap untuk terus berteriak lantang
HANCURKAN TIRANI!

Kami memang sudah lama memakai topeng
Memakai karena DIPAKSA!
Muak dengan sistem yang munafik ini
Melihat mereka bersikap seperti boneka manis
Namun dibelakang berubah menjadi serigala ganas

LIHAT SAJA, TIRANI ITU TAK LAMA LAGI TUMBANG

@nextgeneration: MAJU!LAWAN!HANCURKAN TIRANI!!
  special for him: subhanallah.. Sob, anda luar biasa!!!
  terpuruk di satu sisi, blum tentu terpuruk di sisi lain...
   TETAP SEMANGAT, SOB!
___________________________________________________________________________
listening to 'orang pinggiran' ditemani secangkir kopi dengan krim yang banyak ;)


lehrerin

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 683
  • Reputasi: 10
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
Re: feeling and thinking...
« Jawab #7 pada: Juni 20, 2010, 01:36:55 am »
Tak ada sepatah katapun keluar, aku mengungkapkannya dalam hati*
by Fabienne Courtade

Tak ada sepatah katapun keluar, aku mengungkapkannya dalam hati
dalam hatimu yang kumiliki

Halaman-halaman yang ternoda
dari buku catatan aku menutup mata dengan tanganku

Sepertinya, tak seberapa jauh
suara
sayup-sayup
melintasi rasa kantuk
dan tentu saja aromanya yang tercium

membangunkan dalam waktu bersamaan

Aku beserta yang lainnya
semuanya terselubung
dalam aromanya
aku merasakan punggungnya
tersandar pada aspal

dan itu sekali-kali akan menjadi sandaran.

* judul asli : On ne dit pas un mot, je parle à I’intérieur

lehrerin

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 683
  • Reputasi: 10
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
Re: feeling and thinking...
« Jawab #8 pada: Juni 20, 2010, 01:45:16 am »
Pada cinta yang membara aku senantiasa terpana*
by Andrée Chedid


Aku senantiasa terpana
Pada kecipakan air
Pada burung-burung yang berkicau
Kebahagiaan bumi
Aku senantiasa terpana
Pada sebuah cinta
Tak terkalahkan
Selalu hadir
*
Aku senantiasa terpana
Pada cinta
Membara
Yang tak takut
Pada derasnya waktu
Pada banyaknya kematian
Hari-hari yang menumpuk
*
Pada cerminku
Kusam
Masih kutersenyum
Aku senantiasa terpana
Tak ada yang terjadi di sana
Cinta tertanam
Satu kali
Bagi semuanya
Pada cinta yang membara aku senantiasa terpana

*Judul asli : De cet amour ardent je reste émerveillée

lehrerin

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 683
  • Reputasi: 10
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
Re: feeling and thinking...
« Jawab #9 pada: Juni 20, 2010, 01:52:10 am »
Harapan
by Andrée Chedid


Kulemparkan jangkar harapan
Pada akar-akar kehidupan
*
Dalam gelap gulita
Kutegakkan terang
Kupancangkan obor
Di tepi malam
*
Terang yang bertahan
Obor-obor yang meliuk
Di antara bayang-bayang dan kebarbaran
*
Terang yang lahir kembali
Obor-obor yang berdiri tegak
Tanpa pernah meredup
*
Kutanamkan harapan
Dalam humus hati
Kuangkat semua harapan
Dalam jiwanya yang memberontak

*judul asli : L'espérance

lehrerin

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 683
  • Reputasi: 10
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
Re: feeling and thinking...
« Jawab #10 pada: Juni 26, 2010, 06:58:14 pm »
jangan kau tanyakan,bagaimana perasaan hatiku saat ini
berteman air mata dan sesak di dada kembali menemani sepertiga malamku
ya Allah..ya Rahman..ya Rahim
Hamba hanyalah makhluk papa dengan segala keterbatasan
Sempurna oh sempurna..
Pantaskah daku meraihnya?
Layakkah?
« Edit Terakhir: Juni 27, 2010, 02:57:45 am oleh lehrerin »

lehrerin

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 683
  • Reputasi: 10
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
Re: feeling and thinking...
« Jawab #11 pada: Juli 08, 2010, 11:03:19 pm »
sssrkkk... srrkkk... kkksrrrsss.
gaduh..penuh.. bising
pfuih...
kalian pernah tidak meneteskan air mata dalam keramaian?
kala manusia lain hilir mudik, lalu lalang
tapi justru anda merasa sepi
terjerembab dalam berbagai tanya
banyak tanya yang harus terjawab
apa? bagaimana? untuk apa? mengapa?
Baiklah mungkin jawabnya ada disana
Terselip diantara daun kecoklatan yang berguguran
atau tersembunyi di ranting pohon yang berserakan
Aku mohon petunjukMU, ya Rabb..



helix

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 118
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Wanita
  • homo sapiens juga merupakan homo religius
    • Lihat Profil
Re: feeling and thinking...
« Jawab #12 pada: Juli 11, 2010, 10:35:22 am »
waduh,,,ini mah postingan sendiri,,, aku mau ikutan ah

aku tidak mengenal tanah air selain islam
sama saja bagiku, lembah nil atau pun syam
setiap kali nama allah disebut di suatu negri
aku menganggap seluruh penjuru negri itu adalah tanah airku yang sejati
(Hasan Al Bana)

he2....is it cool??



lehrerin

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 683
  • Reputasi: 10
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
Re: feeling and thinking...
« Jawab #13 pada: Juli 11, 2010, 09:46:35 pm »
waduh,,,ini mah postingan sendiri,,, aku mau ikutan ah

aku tidak mengenal tanah air selain islam
sama saja bagiku, lembah nil atau pun syam
setiap kali nama allah disebut di suatu negri
aku menganggap seluruh penjuru negri itu adalah tanah airku yang sejati
(Hasan Al Bana)

he2....is it cool??



good.. good.. :cool:
heheh.. gpp klo mo nulis puisi disini, puisi sndiri or punya org silahkan posting disini,
kebetulan memang blum ada yang memposting tulisan lain, selain diri saya..
Jangan lupa sertakan sumber bila mengutip tulisan org lain..
Ayo Nulis! :D

lehrerin

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 683
  • Reputasi: 10
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
Re: feeling and thinking...
« Jawab #14 pada: Juli 18, 2010, 09:11:56 pm »

Kita memang telah bersama
Bertahun-tahun menjalin persahabatan
Tapi entahlah... rasanya smua itu tak membekas di hatimu
Rasanya belum mendewasa ..
Bertahun-tahun bersama, namun masih terbentang jarak
Semua pengorbanan rasanya semu
Memang benar...  tak ada kesetiaan abadi di dunia ini, selain
Kesetiaan TUHAN kepada semua makhlukNYA
Baiklah, esok dan seterusnya kita biasa saja

__________________________________________________________________________
SELALU DAN INSYA ALLAH TAK AKAN BERUBAH: SELAIN ALLAH SWT,
HANYA KELUARGA DI HATI SAYA. TITIK!!!


« Edit Terakhir: Juli 18, 2010, 09:15:11 pm oleh lehrerin »