Penulis Topik: Behind the Scene: Smart Parenting Talkshow  (Dibaca 2405 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

arif budiman

  • Moderator
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.392
  • Reputasi: 71
  • Jenis kelamin: Pria
  • My little angels
    • Lihat Profil
Behind the Scene: Smart Parenting Talkshow
« pada: Maret 10, 2010, 06:47:28 pm »
Ayah dan Bunda tahukah anda, Salah memilih sekolah membuat potensi kecerdasan Buah hati sulit berkembang…

So, jalan keluarnya bagaimana dong..??

Temukan Solusinya di : Smart Parenting TALKSHOW


"Bijak Memilih Sekolah yang Sesuai dengan Potensi Anak dan Cerdas Membangun Kesiapan Anak Masuk Sekolah"


arif budiman

  • Moderator
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.392
  • Reputasi: 71
  • Jenis kelamin: Pria
  • My little angels
    • Lihat Profil
Re: Behind the Scene: Smart Parenting Talkshow
« Jawab #1 pada: Maret 10, 2010, 06:48:15 pm »
Pentingnya Learning How To Learn

by: Arifah Handayani, founder Smart Parenting

Setelah melaksanakan persiapan sampai H-8, dan melakukan banyak diskusi dengan para narasumber dan admin di SP.. Maka saya bisa mengatakan Smart Parenting Talkshow yang akan datang adalah sebuah ajang cari ilmu untuk orang tua yang ingin menambah wawasan tentang Learning How to Learn sesuai potensi otak anak.

Kenapa materi ini harus diembel-embeli tema mencari sekolah dan membangun kesiapan anak sesuai potensi..? Karena jelas di bulan-bulan ini banyak orang tua yang sedang dibingungkan masalah mencari sekolah, dan bingung memutuskan apakah anaknya sudah siap masuk sekolah. Untuk itu di makalah dari Para Narasumber kami minta ada petunjuk dan jawaban untuk masalah tersebut.

Lalu apakah Talkshow ini hanya bagus untuk orang tua yang tengah cari sekolah..?? Saya mendekati para narasumber dan bertanya apa yang akan beliau sampaikan. Ternyata isi kepala para narasumber ini tidak jauh dengan harapan saya. Bu Emmy akan bicara sesuai dengan basic Active dan Fun Learningnya.. <Yang beliau terapkan di Sekolah dan di rumah untuk Homeschooling>. Dan Mba Yanti DP bicara tentang membangun kesiapan anak berdasar teori Brain base Learning Outline-nya. <Yang tengah digarap menjadi buku untuk kalangan PAUD, Orang tua dan Umum>.

Kesimpulan saya, semua akan bicara tentang Learning How to Learn, sesuai basic yang beliau masing-masing geluti. Kalau bicara Learning How to Learn tentu saja bukan cuma orang tua yang tengah cari sekolah butuh.. Bahkan saya sendiri masih meraba-raba dan belajar bagaimana Learning Style 4 anak saya, dan penyelenggaraan pendidikan seperti apa yang akan sesuai dengan mereka. Materi yang juga dibutuhkan terutama oleh para guru dan kalangan yang berhubungan langsung dengan pendidikan anak.

Kemarin saya jumpa Mba Yanti DP di Bintang Bangsaku.. Kebetulan ada Talkshow Bu Melly Kiong, dan ada Mba Irma Sukma Dewi Foundernya SCHEMA Psikologi. Sempat melobi beliau-beliau untuk hadir di Smart Parenting Talkshow.

Alhamdulillah.. Saya pulang dengan beberapa oleh-oleh untuk peserta Smart Parenting Talkshow..

Pertama, saya berhasil merayu Bu Melly Kiong untuk Rawuh jadi Bintang Tamu di Smart Parenting Talkshow 13 Maret.. Insya Allah Beliau akan hadir dan kasih doorprize buku untuk peserta.. Tambah seru kan.. ?? Not to mention diskon Buku Bu Melly buat yg nggak dapat doorprize.. Ini masih nego dengan penerbit biar diskonnya lumayan.. Doain yaa..

Kedua, Mba Yanti ngasih bocoran materi yang akan disampaikan.. Antara lain : Tahap-tahap perkembangan mental dan otak yang harus dicapai anak dan dikenali orang tua sebelum masuk sekolah. Bukan sekedar mampu CALISTUNG. Hal-hal apa yang bisa kita lakukan dirumah untuk membangun kesiapan anak yang bersifat konstruktif dan kontekstual. Bukan sekedar ngajari CALISTUNG.

Sejujurnya saya pribadi punya hutang pada anak saya 10 tahun karena sudah membuat dia masuk sekolah sebelum 6 tahun. Hasilnya di kelas 5 menunjukan gejala Kognitif Down shifting.

Saya tanya, masalah kaya begini masuk materi nggak..?? Beliau bilang bisa aja.. kalo waktunya cukup.. atau di sesi dialog interaktif ada pertanyaan semacam ini. Judul babnya memperbaiki kesalahan. Mudah-mudahan tgl 13 Maret ada yang menanyakan materi ini buat saya. Karena saya didaulat teman-teman SP Team untuk jadi moderator, so tidak boleh bertanya. Hiks.. sedih..

Mba Yanti pesan buat peserta tulis pertanyaan pribadi.. kumpulkan ke panitia di meja pendaftaran, lengkap dengan nama dan email/FB-nya..

Ketiga, Mba Irma Sukma Dewi dari SCHEMA Psikologi, berencana bikin AwESOME Learning Workshop untuk anak kelas 3, 4, 5 dan 6 SD, tanggal 14 di Bintang Bangsaku dan 21 Maret di SCHEMA Psikologi Depok.

Cocok banget waktunya. Setelah orang tua di UpGrade lewat Smart Parenting Talkshow, dengan harapan terbuka wawasannya tentang Learning How To Learn sesuai potensi otak anak. Gantian anak-anaknya diajak mengenali potensi otak mereka, lewat kegiatan dan assesment yang membuat mereka Aware seperti apa Learning Style mereka.

Mba Irma, memberi satu tiket AwESOME Learning Gratis untuk Doorprize Smart Parenting Talkshow..<Asyiik..> Buat peserta yang tidak dapat tiket gratis, ada diskon 10% untuk yang mendaftar AwESOME Learning di tanggal 13 Maret, khusus untuk peserta Smart Parenting Talkshow. Tempatnya terbatas buanget loh Cuma 20 orang perkelas workshop, tapi kalo peminat dari Smart Parenting buanyak .. Kita minta bikin kelas ekstra..

Asli, saya sedikit berharap acara ini mewakili bayangan saya tentang Supercampnya Bobby De Porter, Insya Allah anak-anak para SP Crew akan ikut dengan diskon sama 10% thok.. Masih untung peserta yang dapat tiket gratis yaa..

Terakhir saya masih menunggu bocoran materi dari Bu Emmy.. Nanti saya cerita lagi..

Mudah-mudahan yang saya tulis ini tidak sekedar dianggap promosi.. Tapi sungguh ini adalah upaya persuasif untuk merubah paradigma pendidikan anak Indonesia.. Agar semua orang tua segera menyadari bahwa cara belajar untuk seorang Life Long Learner.. tidak selalu sama dengan cara belajar di sekolah pada umumnya.

Maka penting sekali untuk punya informasi tentang Learning How to Learn sesuai dengan potensi otak dan Learning Style anak kita.. Bahkan untuk diri kita sendiri, bukankah untuk mendidik anak menjadi seorang Life Long Learner kita perlu terlebih dulu memastikan diri menjadi teladan utama bagi mereka..??

So.. See You on March 13.. Get Smarter Everyday..

arif budiman

  • Moderator
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.392
  • Reputasi: 71
  • Jenis kelamin: Pria
  • My little angels
    • Lihat Profil
Re: Behind the Scene: Smart Parenting Talkshow
« Jawab #2 pada: Maret 10, 2010, 06:49:45 pm »
Kognitif dan Brain Down Shifting : Penyebab Utamanya adalah Orang Tua dan Sekolah..??

by: Arifah Handayani, founder Smart Parenting

Dua hari kemarin otak saya dipenuhi materi seminar tentang Down Shifting.. Baru hari Jumat, saya dengar Kognitif Down Shifting, di Quality Time Pak Munif “Mengapa Anak Membangkang”, sebagai salah satu sebab pembangkangan anak, terutama saat disuruh orang tua untuk belajar. Hari Sabtu saya dengar lagi Mba Yanti DP bicara tentang Brain Down Shifting akibat materi kognitif dijejalkan ke otak anak dengan cara yang tidak sesuai kinerja otaknya.

Apa sih Kognitif/Brain Down Shifting..??

Katanya Kognitif/Brain Down Shifting adalah kondisi menurunnya kinerja otak, akibat perlakuan dari lingkungan sekitar yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan potensi otak. Gejalanya, antara lain, seperti Pak Munif bilang, pembangkangan. Turunnya prestasi dan semangat belajar. Anak tampak murung dan tidak bahagia. Dan sebagainya.

Selama ini kalau bicara tentang kebutuhan otak maka yang ada dipikiran kita adalah mengasah otak secara optimal lewat kegiatan belajar dan mengajar, mengisi memori sebanyak banyaknya dengan data yang harus dihafalkan dan berlatih problem solving lewat materi soal seperti matematika dan fisika yang menuntut otak berputar cepat dan tepat. Semua hal yang saya sebutkan diatas adalah kegiatan sehari-hari anak di sekolah, celakanya di rumah pun anak masih diharuskan oleh orang tua berkutat dengan kegiatan tersebut.

Tanpa pernah menyadari bahwa kegiatan ‘belajar’ itu sering kali dilakukan dengan cara yang tidak sesuai potensi dan kinerja hakiki otak. Lebih sedih lagi ternyata cara di atas tidak selalu berhasil untuk menggali potensi kecerdasan anak. Tak jarang potensi sesungguhnya justru terblokir oleh tehnik penjejalan materi kognisi dengan cara menyedihkan di atas. Padahal otak manusia bekerja dengan begitu luar biasa. Anak belajar lewat semua indera dan gerak tubuhnya secara kontekstual. Melalui metode yang dapat memenuhi kebutuhan potensi spiritual dan emosionalnya.

Wheel of Will.. Setiap orang memiliki semua ini dalam otaknya sebagai modal.. Foto ini milik Bintang Bangsaku..


Anak belajar karena memiliki eagerness to learn, dengan cara yang mereka butuhkan. Bukan dengan digesa dan dijejalkan, itu pemaksaan namanya. Untuk dapat bekerja sesuai potensinya, otak anak membutuhkan rasa aman, nyaman dan bahagia. Itu sebabnya Quantum Learning hadir dengan metode fun and active learning. Bisa anda bayangkan seperti apa kerja otak anak yang tengah menghadapi UN, materi setumpuk harus dihafal. Soal-soal harus dikerjakan. Sedang orang tua di rumah selalu menggesa mereka agar menggunakan semua waktu untuk persiapan UN.

Kondisi Kognitif Down Shifting pernah terjadi pada Netta anak saya. Seorang gadis kecil yang berhasil melalui masa Balitanya dengan cukup sukses, berkat stimulasi yang saya pikir sudah optimal. Kritis berpikir, cukup percaya diri dan mandiri sesuai usia, mampu berbahasa dan bersosialisasi dengan baik, juga lulus Calistung sebelum lima tahun. Tadinya saya pikir dia sudah siap masuk SD.

Seperti yang pernah saya tulis dalam note “Transfer Knowledge di Sekolah dan Eagerness to Learn”. Ternyata kondisi belajar dan mengajar di sekolah tidak sesuai kinerja otak Netta, sehingga prestasi belajarnya di sekolah sama sekali tidak mencerminkan potensi otak yang pernah saya kenali, dan Netta gagal memberi yang terbaik dari dirinya di sekolah. Ditambah tekanan dari saya di rumah untuk memompa prestasinya dengan cara menyedihkan. Di kelas V Netta akhirnya mengalami Kognitif Down Shifting. Males sekolah, sering ngeluh sakit dan benci semua hal tentang sekolah. Prestasinya nge-drop.

Untunglah di saat genting itu saya bertemu dengan Pak Munif dan Mba Yanti DP, yang menginformasikan bahwa sukses dan mengembangkan potensi otak itu tidak melulu tentang pelajaran, dan prestasi belajar di sekolah bukan segalanya. Sayapun berkenalan dengan Brain-base Learning. Yang oleh Mba Yanti DP dikembangkan di Sekolah Bintang Bangsaku menjadi Brain-base Integrated Outline.

Sebuah sistem sekolah PAUD yang menginklusi semua anak, baik yang normal dan sempurna maupun yang berkebutuhan khusus di dalam satu atap, hasilnya luar biasa. Anak normal umur 3 tahun yang di rumah mungkin masih disuapi dan dimandikan, di Sekolah Bintang Bangsaku mampu menjadi Shadow Teacher dan membimbing temannya yang berkebutuhan khusus. Kuncinya menginstall segala sesuatu sesuai kinerja otak.

Sekolah yang ada saat ini sebagian besar konvensional, boring dan kurang mengobservasi kinerja otak dan mental anak sesuai potensi unik masing-masing individu. Parahnya lagi orang tua di rumah bukannya menambal kekurangan di sekolah dengan memberi kursus atau home base learning yang mengakomodasi kebutuhan otak, malah menjejali anak dengan tambahan pelajaran yang sama dengan sekolah. Diperkeruh dengan pola asuh di rumah yang begitu instruktif. Sampai anak seringkali tak sempat untuk tahu apa sebenarmya yang dibutuhkan dan diinginkannya semua diatur dan diambil alih orang tua.

Tidak heran anak sekarang banyak yang mengalami Down Shifting, celakanya pihak orang tua dan sekolah jarang yang peka mengidentifikasi masalah ini. Kondisi ini bisa diawali kesalahan memilih sekolah <ada kan yang sekolah full day, pulang masih bawa setumpuk PR..??>. Diperparah Orang tua yang tidak mengerti bagaimana seharusnya home base learning yang sesuai potensi dan kinerja otak anak. Bahkan tidak jarang orang tua yang gagal mengenali modalitas belajar anaknya karena kurang informasi tentang fun dan active learning yang mereka butuhkan.

Berangkat dari pemikiran ini maka Smart Parenting Event Organizer berusaha mengangkat materi “Bijak Memilih Sekolah yang Sesuai dengan Potensi Anak dan Cerdas Membangun Kesiapan Anak Masuk Sekolah” Sebagai Event Talkshow perdana. Mengingat waktu masuk sekolah sudah dekat. Begitupun waktu ujian akhir. Kami membayangkan betapa saat ini banyak anak yang tengah tersiksa secara kognitif. Otaknya berteriak. Tiada seorangpun mendengar, karena pikiran semua orang dipenuhi dengan mengejar target nilai UN dan mencari sekolah unggulan untuk next step.

Betulkah sekolah unggulan yang ditargetkan sudah sesuai dengan potensi otak mereka atau justru akan menyiksa lebih parah lewat kelas akselerasi, kelas internasional dan sebagainya yang sering tidak manusiawi. Untuk itu Bu Emmy Soekresno, selaku praktisi Home Schooling dan Kepala Sekolah Jerapah Kecil yang sudah lama menerapkan metode fun and active learning, akan memaparkan seperti apa sekolah yang sesuai dengan potensi kecerdasan anak.

Maka Smart Parents.. Galilah sebanyak mungkin materi yang kita butuhkan untuk tahu seperti apa sebenarnya kinerja otak anak kita, sehingga kita bisa menyadari betapa tidak terukurnya potensi mereka. Begitu Luar biasa, tidak satupun alat di dunia mampu mengukur potensi cerdas anak kita. Tidak juga nilai rapot apalagi UN yang tidak menggunakan penilaian otentik. Dalam even mendatang kami juga akan menghadirkan Mba Yanti DP dan teman-teman dari SCHEMA Psikologi, untuk lebih jelas menggambarkan seperti apa membangun kesiapan belajar sesuai potensi otak anak lewat Brain-base Learning.

Mohon maaf jika even ini baru kami gelar di wilayah Jakarta, semoga teman2 di daerah ada yang mau segera bergerak seperti kami dan berkenan membangun Smart Parenting Event Organizer di daerah masing-masing. Jika di daerah sudah terbentuk Event Organizernya maka kami akan bantu mencarikan Pembicara yang mau berangkat ke daerah anda.

Get Smarter Every day.. !!!

arif budiman

  • Moderator
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.392
  • Reputasi: 71
  • Jenis kelamin: Pria
  • My little angels
    • Lihat Profil
Re: Behind the Scene: Smart Parenting Talkshow
« Jawab #3 pada: Maret 10, 2010, 06:52:17 pm »
Smart Parenting Talkshow : Pencapaian Parsial atau Holistik..??

by: Arifah Handayani, founder Smart Parenting

“Hidup tidak akan mudah untuk orang-orang yang diberiNya ilmu lebih, atau untuk orang-orang yang berniat menebar ilmu bermanfaat. Setiap saat berpikir untuk berbuat lebih banyak. Tiada hari tanpa mumet dan riweh. Prestasi orang-orang ini tercapai kalau sudah melewati sejumlah mumet dan riweh dengan sukses dan ikhlas.”

Serentetan kalimat di atas tertulis saat YMan dengan Mba Yanti DP tentang betapa mumet dan riweh hidup kita akhir-akhir ini. Tanpa terasa lingkungan mengharuskan kita terus bergerak dan tumbuh. Menimbulkan mumet dan riweh yang berkelanjutan. Menurut beliau kalimat yang barusan kutulis adalah komentar tentang masterpiece perjalanan hidup seorang manusia.

Masterpiece yang diharapkan berupa prestasi sebagai pencapaian manusia tersebut dalam melengkapi potongan puzzle bagiannya di alam semesta. Besar kecil potongan puzzle yang diemban sesorang sangat tergantung bagaimana orang itu tumbuh dan mengembangkan pencapaiannya. Apakah sudah cukup holistik atau masih terlalu parsial.

Seorang manusia diciptakan sebagai makhluk pribadi dan sosial. Secara parsial semua manusia melakukan pencapaian prestasi setiap hari, tapi tidak semua manusia mengupayakan pencapaian lewat bersinergi dengan lingkungan sekeliling sehingga pencapaiannya jadi bersifat holistik. Kebanyakan masih sibuk membangun kebaikan untuk diri sendiri, keluarga dan komunitasnya.

Menurut Mba Yanti DP, pencapaian (visi) yang diperoleh setelah melalui (komit) keriwehan (mumet) dan kepolosan hakekat (ikhlas) adalah sebuah masterpiece. Bedanya yang holistik dan parsial terletak pada tujuan jangka panjang dan langkah-langkah dari pencapaian yang dibuat setiap waktu.

Pencapaian parsial, kongkritnya membawa kebaikan, kesejahteraan dan bahagia hanya untuk rumah tangganya, cukup anak-anak sukses, suami senang, rumah teratur rapi dan keluarga harmonis serba kecukupan. Atau dalam konteks saya pribadi di Group Smart Parenting member puas, tambah ilmu dan selesai. Yang hingga hari ini semua sudah on track, terlaksana dengan cukup baik. Meski di sana sini masih terus perlu pembenahan.

Untuk sebagian orang, pencapaian itu sudah cukup banyak. Tapi untuk manusia yang dibekali akal dan kemampuan multi dimensi, benarkah pencapaian itu sudah optimal..?? Sesuai dengan kodrat sejatinya sebagai khalifah di muka bumi. Bukankah kita sama-sama punya kewajiban sebagai warga dunia, anggota sebuah bangsa dan pendidik tunas-tunas baru, generasi penerus untuk perbaikan umat.

Bicara pencapaian holistik dan parsial, secara otomatis saya jadi memikirkan persiapan Smart Parenting Talkshow. Apakah semua yang kami upayakan sudah berada dalam koridor usaha untuk melakukan pencapaian holistik, atau masih terlalu parsial. Apakah tujuan Talkshow ini hanya sekedar jualan ilmu, atau ada nilai lebih dari itu.

Saya dan teman-teman membangun Group Smart Parenting di Facebook. Berbekal cerita sebagai orang tua yang berusaha untuk cerdas, saya menulis pengalaman dan kendala yang saya hadapi dalam mendidik anak. Awalnya saya sempat berpikir, sejauh ini sudah punya cukup bekal sehingga berani banyak berbagi.

Ternyata saya salah. Lewat berbagai seminar, talkshow dan workshop, sedikit demi sedikit ilmu parenting bertambah, seiring dengan kesadaran ternyata so far lebih banyak yang saya belum tahu. Begitulah tabiat otak kita, bila diisi selalu minta lagi, tidak ada istilah kenyang ilmu. Bersama teman admin yang lain, kami pergi ke banyak tempat yang menawarkan ilmu bermanfaat. Kami mengikuti pelajaran dari tokoh-tokoh parenting dan pendidikan yang sudah senior.

Alhamdulillah, hang out kami menghasilkan ilmu. Kami saling mendukung dalam memperbaiki pola asuh di rumah. Tak terasa Group Smart Parenting sudah membuat kami tumbuh. Sayapun menulis setiap pengalaman belajar di Smart Parenting dengan harapan semua Smart Parents yang membaca tulisan saya sadar akan perlunya orang tua terus tumbuh lewat belajar. Karena seperti halnya para Guru orang tua untuk calon manusia multi cerdas yang utuh, sejatinya adalah makhluk yang tidak boleh berhenti belajar. Selalu punya cukup ruang untuk mencari cara paling tepat dalam menerapkam pola asuh di rumah.

Ketika Smart Parenting Group dan Fan Page di Facebook atas izinNya mampu menjaring minat banyak member hingga melewati angka 8000 orang di fan page, saya sebagai founder dan teman-teman admin banyak dimotivasi untuk segera turun ke darat buat kegiatan nyata untuk membangun komunitas yang sesungguhnya. Menggelindingkan bola salju perubahan pola asuh di rumah lewat orang tua yang semakin cerdas. Maka bergeraklah SP Team untuk Talkshow Perdana. Dengan harapan dapat ikut meniupkan nafas baru dalam perbaikan pola asuh anak bangsa.

Tema memilih sekolah dan membangun kesiapan anak masuk sekolah kami pilih sebagai judul perdana karena, banyak orang tua tanpa sadar jadi melakukan pola asuh yang menekan potensi cerdas anak karena kekeliruan paradigma dalam memahami konteks belajar sesuai potensi otak atau belajar sebagaimana tuntutan sekolah dan kurikulum. Sedihnya kemudian anak-anak yang jadi kehilangan kesempatan tumbuh dengan bahagia. Padahal salah satu pokok terpenting ddalam melejitkan potensi anak adalah menjamin mereka tumbuh dengan bahagia.

Apa hubungannya Talkshow ini dengan pencapaian holistik yang dibicarakan..??

Talkshow ini akan menjadi pencapaian holistic bagi kita semua jika, kami SP Team berhasil menghadirkan orang tua dan berbagai kalangan yang terlibat dengan pendidikan anak untuk mendengarkan uraian pembicara dan berdialog interaktif secara positif, hingga terbuka wawasan dan kesadaran untuk tumbuh jadi lebih baik. Orang tua dan guru yang lebih mengerti kebutuhan anak, sesuai potensi otaknya. Dan segera take action untuk menambal yang kurang dan memperbaiki yang belum benar.

Tidak hanya berhenti di situ, kami pun berharap semua peserta yang hadir ikut merasakan hawa perubahan yang ingin kami tiupkan lewat kegiatan ini. Sehingga saat kembali ke lingkungannya, peserta yag sudah satu paradigma dengan kami dapat ikut menularkan semangat baru untuk berubah jadi lebih baik ke lingkungan di sekelilingnya. Sungguh sebuah awal yang penuh harapan demi perbaikan bangsa ini.

Kemarin di tengah segala persiapan yang hari ini masuk H-8, 3 ibu dan 1 ayah di SP Team ambruk terganggu kesehatannya. Otomatis beberapa tugas panitia terutama dalam menyebar info acara di darat <kami berharap kegiatan ini bisa menyentuh kalangan orang tua yang jauh dari internet> jadi tidak optimal. Saya sendiri mulai di protes anak karena sebagai Full Time Mom, jadi terlalu banyak keluar demi persiapan acara mengambil tugas Crew yang ambruk. <Gak jadi holistik kan kalo anak sampai terbengkalai..??>. Semoga Allah SWT memudahkan segala urusan persiapan acara ini untuk SP Crew yang masih bisa mobile.

Kami mengharapkan doa dari Smart Parents sekalian untuk kesehatan dan kekuatan SP Crew yang tengah diberi ujian dan yang masih mobile. Semoga persiapan acara tetap berlangsung sesuai rencana. Lebih dari itu kami akan sangat terbantu jika Smart Parent berkenan meneruskan info acara kepada teman-teman para ortu yang belum tersentuh internet dilingkungannya. Sehingga nafas perubahan yang tengah kita upayakan dapat menyebar ke semua kalangan. Semoga ada jalan dibukakanNya untuk mewujudkan pencapaian holistik seluruh member Smart Parenting lewat acara ini. Kita saling bersinergi menyatukan kekuatan, semoga upaya ini dapat menghasilkan perubahan ke arah yang lebih baik bagi anak bangsa dalam genggaman.

Buat teman-teman di daerah jangan berkecil hati. Begitu pilot project Smart Parenting Talkshow perdana berhasil kami wujudkan di Jakarta. Proposal, cara dan rencana kerja yang kami buat akan kami sebarluaskan untuk teman-teman yang membutuhkan. Begitupun dengan para pembicara. Insya Allah beliau-beliau akan berkenan diundang ke daerah Anda asal waktunya memungkinkan.

Semoga segala sesuatu yang kita lakukan di dunia dapat semakin bermakna, dan memberi nilai lebih bagi diri sendiri dan lingkungan. Semoga kita termasuk manusia yang tidak keberatan untuk sedikit lebih mumet dan riweh demi mewujudkan sebuah pencapaian holistik, dalam rangka memperoleh RidhoNya.


See You on March 13.. Get Smarter Everyday..