Penulis Topik: bleh tyn???  (Dibaca 4913 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

atoy

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 8
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
bleh tyn???
« pada: Maret 02, 2010, 11:02:29 am »
kl saya ad utang puasa ramadhan 2008 tp dibayar 2010 bleh gk?????
dg pertimbangan wktu 2009 sy jg skit?????

wa

  • Pengunjung
Re: bleh tyn???
« Jawab #1 pada: Maret 02, 2010, 01:23:30 pm »
Boleh...

emang antum sakitnya 1 tahun penuh ya......

di bayar secepatnya ya.. dan semoga Allah memudahkan antum dalam menjalankannya

ABU_DARDA

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 15
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: bleh tyn???
« Jawab #2 pada: Juni 21, 2010, 07:05:37 am »
lebih cepat lebih baik :)

drai

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.604
  • Reputasi: 7
  • "masih selalu bahagia"
    • Lihat Profil
Re: bleh tyn???
« Jawab #3 pada: Juni 22, 2010, 08:36:09 pm »
wallahu a'lam...

micah

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 2
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: bleh tyn???
« Jawab #4 pada: Juli 07, 2010, 07:32:42 am »
kalau puasanya wajib, maka tetap wajib di qadha/diganti (bukan boleh/tidak boleh :) ) sampai benar - benar diganti.

namun, setahu saya, kalau terlanjur tertunda dengan jeda setahun/lebih, ada ulama yang berpendapat bahwa yang bersangkutan harus membayar fidyah (denda);
namun ada pula yang tidak berpendapat demikian

wallahua'lam

Ibnu Sabiil

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 15
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: bleh tyn???
« Jawab #5 pada: Januari 28, 2011, 12:51:19 am »
kalau puasanya wajib, maka tetap wajib di qadha/diganti (bukan boleh/tidak boleh :) ) sampai benar - benar diganti.
Sepakat, kewajiban qodho' tidak hilang karena waktu, sebagaimana hutang tidak akan hilang selama belum dilunasi.

Kutip dari: micah
namun, setahu saya, kalau terlanjur tertunda dengan jeda setahun/lebih, ada ulama yang berpendapat bahwa yang bersangkutan harus membayar fidyah (denda);
namun ada pula yang tidak berpendapat demikian

wallahua'lam
Tidak sepakat, karena fidyah hanya bagi yang berat untuk menjalankan puasa. Misal orang yang akan jatuh sakit jika berpuasa, maka baginya bukan qodho' tetapi fidyah karena tidak ada guna baginya qodho puasa jika ybs tidak sanggup melaksanakannya.

Dalilnya ini :

أَيَّاماً مَّعْدُودَاتٍ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْراً فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ وَأَن تَصُومُواْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan114, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS 2:184)


CMIIW