Penulis Topik: Re: Hadist shahih tidak mungkin bertentangan dgn Al-Qur'an  (Dibaca 30864 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Mat.Peci

  • Jr. Member
  • **
  • Tulisan: 90
  • Reputasi: 1
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Hadist shahih tidak mungkin bertentangan dgn Al-Qur'an
« Jawab #30 pada: Januari 06, 2010, 12:47:28 am »
Hayyakumullah.. semoga Allah menyambut  dengan segala anugerah Nya swt.., @arman, @arif budiman, @tobil ..en aq :">

Tobil

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 301
  • Reputasi: -2
    • Lihat Profil
Re: Hadist shahih tidak mungkin bertentangan dgn Al-Qur'an
« Jawab #31 pada: Januari 06, 2010, 08:06:57 am »
Kutip dari: Mat.Peci
+ uuuuupppppp klo bisa langsung buat apa berwasilah.
Apa anda kagak PD yg langsung minta pada Allah..
- kalau anda terlalu narcis mau langsung silahkan.  Nggak mau brwasilah jg silahkan, tidak ada yg mengharamkan. Nabi dan sahabat  justru mengajarkannya (liat hadits diatas)
Minta yang lebih dekat sajalah ......... gak bodoh amat nyari yang bisa jadi wasilah, gak bayar lagi ... dan yg penting pasti dikabulkan.
lebih baik dibilang narcis drpd bodoh.

coba anda katakan wasilah siapa yg bisa menjamin dikabulkannya doa kita ?

Kutip
+ uuuuupppppp klo bisa langsung buat apa berwasilah.
Apa anda kagak PD yg langsung minta pada Allah..
- kalau anda terlalu narcis mau langsung silahkan.  Nggak mau brwasilah jg silahkan, tidak ada yg mengharamkan. Nabi dan sahabat  justru mengajarkannya (liat hadits diatas)
bukankah Allah lebih dekat dr siapapun di bumi ini, kenapa mesti pake penghubung.--------------> lebay .. deeeeh.

Kutip
+ ayatnya kan jelas :
...Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku,...(QS 2:186)
-  iya ayat jelas. Bukan brarti brperantara ntu dilarang. Allah tidak berfirman aku tidak mengabulkan doa org yg berwasilah..
masalahnya juga jelas - kagak PD --> jadinya kagak praktis, bertele2, makan ongkos lagi nyari2 yg bisa jadi wasilah, naif... naif.

Kutip
+ siapa yang pak pos yang dapat mengirim pahala ?
+ ckikikikik.. Prtanya'an yg aneh
aneeeeeh ?, lho katanya ngirim pahala --------> apa bisa nyampe kalo kagak ada yang ngirim -----------------------> tolong dipikir baek2 deh. masak aneh.

Kutip
+ sorry alm. orangtua saya jauh hrs naik pesawat, mendingan uangnya diberikan kepada kaum duafa lebih bermanfaat bagi mereka.
- maaf sblumnya aye blm tau kalo beliau udh alm. Bukannya lebih baik uangnya diberikan kpd kaum duafa dgn di niatkan pahalanya utk alm.org tua? Nabi saw mngatakan 'boleh' (liat hadits2 pd bab ziarah dan pahala utk mayit)

masalahnya bukan boleh atau tidak, it's big wrong, tapi masalahnya dipastikan tidak akan nyampe, ini ayatnya :

...Ia mendapat pahala dari yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya... (QS 2:286)

Jadi kalo pahala ato dosa bisa dioper2 kan dr satu orang ke orang lain, maka saya akan mengambil alih semua dosa ibu saya.

Kutip
+ soal doa apa lebih afdol klo di kuburan ? apa ada dalilnya di AQ
- apa hadits belum cukup dijadikan dalil? alquran dan hadits adlh pedoman islam. Alquran adlh perintah en hadits adlh sunnah.
apapun kata anda tetap tidak logis ........ diulangi tidak logis.. gis..gis..gis, coba anda bandingkan dengan doa di Mesjid, kalo saya pilih doa di mesjid.

Jadi nabi kagak akan pernah bicara yg tidak logis deh....oke. cappeeeek deh.

Kutip
+ Setahu saya sih kalo di katholik bisa bertawassul kepada pak pastur, krn pak pastur bisa mewakili tuhan memberi pengampunan dosa.
jadi kalo di islam ada wasilah berarti sama donk dengan katholik ? betul tidak
- yang meleset bukan apa yg kamu ketahui ..tp apa yg tidak km ketahui. Bahwa tawassul ntu sunnah. Nabi saw dan sahabat2 nabi saw bertawassul (liat pd bab tawassul) islam beribadah, agama lain jg bribadah. Yg membedakan adlh cara en keyakinannya.
keyakinan di khatolik ada ada tawassul, anda juga yakin ada tawassul ===> sama bukan ?

Kutip
- ehe, prtanyaan2 km kek prtnyaan2an gue dulu. Ngandelin dalil yg tulisannya kudu ada di al qur'an en gag inget ame hadits, tau deh waktu ntu gue lupa, ga inget, ga tau ..atw ketiganya. Hehehe..
ini bedanya antara saya dengan anda, saya menjadikan AQ sebagai petunjuk, jadi segala sesuatu wajib didasarkan kepada AQ ---> sempurna, praktis, bebas bea, dan tetap dijaga Allah.----------> apa anda kagak percaya ?

Kutip
kalo masalah namanya, ga enak nyebutnya. Ntar dikira promosi lg, hehe.. Malu tp Allah menyebut ulama, wali, nabi rosul.. Misalnya pd ayat..
klo disebutpun saya kagak mungkin berwasilah dengan beliau, cukup langsung saja.

prinsipnya kalo ada yg lebih dekat kenapa lewat yg lebih jauh --> kagak praktis.

Kutip
'..Mengajari dgn perantara kalam' ..dan di artikel sblumnya aq dah nulis 'Allah swt mengenalkan kita pada Iman dan Islam dengan perantara makhluk Nya, yaitu Nabi Muhammad saw sebagai perantara pertama kita kepada Allah swt, lalu perantara kedua adalah para sahabat, lalu perantara ketiga adalah para tabi'in, demikian berpuluh puluh perantara sampai pada guru kita, yg MENGAJARKAN kita islam, shalat, puasa, zakat dll'
Ohh.......... jadi yg dimaksud dengan kalam itu kalam siapa ? apa bukan kalamullah ? ===== ? apa bukan AQ ?

lantas siapa yg diajari ? setahu saya bunyi ayatnya :

"Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. (QS. 96:4)"

saya setuju dengan kata "(manusia)" sebab AQ diturunkan bukan untuk Muhammad saja, tetapi untuk manusia.

hakikinya Allah-lah yg mengajar manusia melalui kalamnya, jadi tawasulnya adalah AQ bukan siapa2, itu sebabnya kita disuruh membaca.... oke.

Masalahnya kan : ada yg menjadikannya petunjuk, ada yg mengingkari dan  adapula dijadikan petunjuk bersama2 dengan kitab yg lain.

itu sebabnya agama ini terpecah2, berfirqoh2, kacau balau saling mengkafirkan satu sama lain.

Padahal jelas petunjukNya di ayat ini :

Kami berfirman: "Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati".(QS 2:38)

Kitab (Al Quraan) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa(QS 2:2)



Salaam,




Mat.Peci

  • Jr. Member
  • **
  • Tulisan: 90
  • Reputasi: 1
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Hadist shahih tidak mungkin bertentangan dgn Al-Qur'an
« Jawab #32 pada: Januari 06, 2010, 09:51:20 pm »
Salaam..

+ Minta yang lebih dekat sajalah.........
 + bukankah Allah lebih dekat dr siapapun di bumi ini, kenapa mesti pake penghubung.--------------> lebay.. deeeeh.

- ya terserah, tinggal pilih bro. Minta langsung ntu perintah. Perintah itu wajib. Wajib adlh jika dikerjakan berpahala, jika ditinggalkan berdosa.  Melalui perantara adlh sunnah. Sunnah adlh bila dikrjakan berpahala dan jika ditinggalkan tidak berdosa. Jadi bukan bid'ah, bukan pula hal yg dilarang (haram)
* diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radiyallahu 'anhu, bersabda Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam : "Sesungguhnya Allah berfirman:
مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقرَّبُ إَلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحَبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَإِنْ سَأَلْنِي َلأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي َلأُعِيْذَنَّهُ.... (رواه البخاري). ..
..Tidaklah ada seorang hamba yang mendekatkan diri kepada-Ku lebih aku sukai daripada melaksanakan apa yang aku wajibkan kepadanya, dan seorang hamba yang terus-menerus mendekatkan diri kepada-Ku dengan MENGERJAKAN YANG SUNNAH-SUNNAH HINGGA AKU MENCINTAINYA....dst ..JIKA DIA MEMINTA KEPADAKU, SUNGGUH PASTI AKAN AKU BERI. Dan jika dia berlindung kepadaKu, sungguh pasti akan Aku lindungi... (HSR. Bukhari)

+ --------------> lebay.. deeeeh.
- ho'oh ..Ckakakakak


- siapa yang pak pos yang dapat mengirim pahala ?
+ ckikikikik.. Prtanya'an yg aneh

- aneeeeeh ?, lho katanya ngirim pahala --------> apa bisa nyampe kalo kagak ada yang ngirim -----------------------> tolong dipikir baek2 deh. masak aneh.
- sori, bukan aneh ..tapi aneh banget! Xexexexexe ===>mari liat MATAN hadits yg ta tulis sblumnya:
Hadits Nabi saw ketika ditanya oleh seorang wanita "ya Rasulullah kalau ibuku telah wafat, kalau aku bershadaqah atas namanya, apakah sampai pahalanya atau tidak?", Rasul menjawab "betul, pahalanya sampai kepada ibumu yang telah wafat jika kau bersedekah atas namanya". Demikian riwayat Shahih Bukhari diriwayatkan didalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari bahwa ini merupakan dalil bahwa seluruh amal - amal ibadah yang dikirimkan kepada yang wafat itu sampai. Demikian pula dalam Syarh Nawawi ala Shahih Muslim
Demikian juga imam 4 mahzab. ===> menurutmu, ketika beliau saw bilang "betul, pahalanya sampai kepada ibumu yang telah wafat jika kau bersedekah atas namanya" lalu si wanita itu bertanya 'emang siapa yg ngirim, kok anda bilang sampe?' <== apa ntu bukan hal yg menggelikan?? (geli kocak, bkn geli jijik -red)
tapi kalo km pnasaran ame jawabannye,


يَوْمَ يَجْمَعُ اللّهُ الرُّسُلَ فَيَقُولُ مَاذَا أُجِبْتُمْ قَالُواْ لاَ عِلْمَ لَنَا إِنَّكَ أَنتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ

'..Allah bertanya (kepada mereka): "Apa jawaban kaummu terhadap (seruan)mu ?". Para rasul menjawab: "Tidak ada pengetahuan kami (tentang itu); sesungguhnya Engkau-lah yang mengetahui perkara yang ghaib".

+ masalahnya bukan boleh atau tidak, it's big wrong, tapi masalahnya dipastikan tidak akan nyampe, ini ayatnya :
...Ia mendapat pahala dari yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya... (QS 2:286)
Jadi kalo pahala ato dosa bisa dioper2 kan dr satu orang ke orang lain, maka saya akan mengambil alih semua dosa ibu saya.
- menanggung dosa atw mengambil alih (oper2) yo BEDA dgn mendoakan dan mengirim pahala sdekah pd si mayit. Jadi bukan diambil dosanya, tapi didoain biar dosa2nya diampunin aka berkurang, brsdekah supaya pahalanya ditambah..

* Setiap do'a kaum muslimin bagi setiap muslim akan bermanfaat bagi si mayit. firman Allah Ta'ala,
وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإيمَانِ وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
"..mereka berdoa: "Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang"." (QS. Al Hasyr: 10) Ayat ini menunjukkan bahwa di antara bentuk kemanfaatan yang dapat diberikan oleh orang yang masih hidup kepada orang yang sudah meninggal dunia adalah do'a karena ayat ini mencakup umum, yaitu orang yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal dunia.
*"Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara; shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan ANAK SHALIH YANG MENDOAKAN (ORANG TUANYA)." (HR.Bukhari & Muslim)
* Dari Abu Usaid Malik bin Rabi'ah As-Sa'idi r.a., ia berkata: Ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah saw., tiba-tiba datang seorang laki-laki dari suku Bani Salamah lalu berkata, "Wahai Rasulullah, apakah masih ada sesuatu yang dapat aku lakukan untuk berbakti kepada kedua orang tuaku setelah keduanya wafat?" Beliau bersabda, "Ya, yaitu mendo'akan keduanya, memintakan ampun untuk keduanya, menunaikan janji keduanya setelah mereka tiada, menyambung persaudaraan yang tidak disambung kecuali karena keduanya, dan memuliakan kawan keduanya." (H.R.Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban di dalam Shahihnya)
* Ibnu Majah meriwayatkan :
"Sesungguhnya amal kebaikan yang akan sampai kepada mayit setelah meninggalnya adalah : ilmu yang dia sebarkan, anak shalih yang dia tinggalkan, mushaf yang dia wariskan, masjid yang dia dirikan, rumah yang dipakai para musafir yang telah dia bangun, sungai yang dia alirkan, atau shadaqoh yang dia keluarkan dari hartanya pada saat dia masih hidup dan sehat, semua akan sampai kepadanya setelah dia meninggal".
* Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a katanya: Ketika Rasulullah s.a.w melalui dua buah kubur, baginda bersabda: Ingatlah, sesungguhnya dua mayat ini sedang disiksa, tetapi bukan karena melakukan dosa besar. Seorangnya disiksa karena dulunya dia suka membuat fitnah dan seorang lagi disiksa karena tidak membersihkan dirinya dari air kencingnya. Kemudian baginda meminta pelepah kurma lalu dibelahnya menjadi dua. Setelah itu beliau menanam salah satunya pada kubur yang pertama dan yang satu lagi pada kubur yang kedua sambil bersabda: Semoga pelepah ini boleh meringankan siksanya, selagi ia-nya belum kering. Nomor hadis : 439 (Dalam sahih Muslim)


+ apapun kata anda tetap tidak logis........ diulangi tidak logis.. gis..gis..gis, coba anda bandingkan dengan doa di Mesjid, kalo saya pilih doa di mesjid.
Jadi nabi kagak akan pernah bicara yg tidak logis deh....oke. cappeeeek deh.
- sungguh di pmakaman baqi rasul jg mengulang2, dan..


وَكَذَلِكَ أَنزَلْنَاهُ قُرْآناً عَرَبِيّاً وَصَرَّفْنَا فِيهِ مِنَ الْوَعِيدِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ أَوْ يُحْدِثُ لَهُمْ ذِكْراً

'‎ ..menerangkan dengan berulangkali..'

tolong jangan bilang kalo km nggak percaya dgn Hadits, sebab ntu akan mengakhiri diskusi kita ..oke?

+ cappeeeek deh.
- kalo capek minta dipijitin lagi ame bininye bang! Ckikikikik.. :D

+ keyakinan di khatolik ada ada tawassul, anda juga yakin ada tawassul ===> sama bukan ?
- budha, hindu, tiongowa, konghucu, yahudi, ,katolik dll etc dsb ..berdoa (kcuali atheis kali) Apa menurut mu Doa mereka masing2 sama?

+ ini bedanya antara saya dengan anda, saya menjadikan AQ sebagai petunjuk, jadi segala sesuatu wajib didasarkan kepada AQ ---> sempurna, praktis, bebas bea, dan tetap dijaga Allah.----------> apa anda kagak percaya ?
- yo'i. Itu lah bedanya, hehehe.. :">  Anda hanya menjadikan Alquran sbg petunjuk. Tapi ada yg meleset


كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولاً مِّنكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُم مَّا لَمْ تَكُونُواْ تَعْلَمُونَ

'Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan ni'mat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah (Alquran dan Hadits), serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui' (2:151)


وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ إِلاَّ رِجَالاً نُّوحِي إِلَيْهِمْ فَاسْأَلُواْ أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ

'Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui' (An-Nahl:43)

Arman

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 269
  • Reputasi: 5
    • Lihat Profil
Re: Hadist shahih tidak mungkin bertentangan dgn Al-Qur'an
« Jawab #33 pada: Januari 07, 2010, 09:49:43 am »
Afwan, mau tanya dikit sama Akh Mat.Peci

Jika dalam bab tahlilan disitu dijelaskan masalah hukum2 diperbolehkannya bersedekah oleh keluarga mayit terhadap
pengunjung dengan tujuan pahalanya untuk sang mayit, lalu yg ingin ana tanyakan kapan dan dimana asal muasal tahlilan
itu di adakan? terus siapa yang memulai menyelenggarakannya?
Apakah langsung ada di jaman Rosululloh SAW sendiri atau sesudah wafatnya beliau?
Apabila jawabannya sesudah wafatnya Beliau kenapa bisa terjadi demikian?
padahal sudah terang2an saat itu Beliau membolehkan seorang pemuda untuk bersedekah
mengatas namakan ibunya yang telah wafat tadi.

Tambahan :
kenapa Akh ketika Nabi SAW wafat ana ga pernah denger ada tahlilan untuk Beliau?
sekali lagi afwan, ana ...ortu yang masih awam akan ilmu agama, jika selama ini
ana masih mengikuti tahlilan karena mengikuti tradisi keluarga ana.

Syukron Akh, mohon pencerahannya, :)
Wassalaam,
« Edit Terakhir: Januari 07, 2010, 03:22:43 pm oleh Arman »

Tobil

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 301
  • Reputasi: -2
    • Lihat Profil
Re: Hadist shahih tidak mungkin bertentangan dgn Al-Qur'an
« Jawab #34 pada: Januari 10, 2010, 11:32:23 am »
Kutip dari: Arman
- menanggung dosa atw mengambil alih (oper2) yo BEDA dgn mendoakan dan mengirim pahala sdekah pd si mayit. Jadi bukan diambil dosanya, tapi didoain biar dosa2nya diampunin aka berkurang, brsdekah supaya pahalanya ditambah..
Kalo pahala bisa dikirim ke si mati, maka yg akan terjadi si mati bertambah pahalanya, begitu bukan ? bagaimana mungkin ini terjadi, ada seseorang yg mendapat pahala sementara ia tidak berusaha, dia cuma tidur panjaaaaang,

padahal ayatnya jelas :

..Ia mendapat pahala dari yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya... (QS 2:286)

Lagi pula kalo saya dibolehkan mengirimkan pahala kepada ibu saya, lantas  apa alasannya dosa ibu saya tidak bisa dikirimkan ke saya ?

Kutip
"..mereka berdoa: "Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang"." (QS. Al Hasyr: 10) Ayat ini menunjukkan bahwa di antara bentuk kemanfaatan yang dapat diberikan oleh orang yang masih hidup kepada orang yang sudah meninggal dunia adalah do'a karena ayat ini mencakup umum, yaitu orang yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal dunia.
*"Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara; shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan ANAK SHALIH YANG MENDOAKAN (ORANG TUANYA)." (HR.Bukhari & Muslim)
ini masalah doa, bukan MENGIRIM PAHALA --- jangan dicampur adukkan deh.

Kutip
+ keyakinan di khatolik ada ada tawassul, anda juga yakin ada tawassul ===> sama bukan ?
- budha, hindu, tiongowa, konghucu, yahudi, ,katolik dll etc dsb ..berdoa (kcuali atheis kali) Apa menurut mu Doa mereka masing2 sama?

yang saya tahu kalo sama2 ber-wasilah ya kagak ada bedanya, kecuali kalo berdoa secara langsung.

Apa sih repotnya berdoa langsung kepada Allah, wong Allah sudah bilang "pasti" dikabulkan kenapa harus pake wasilah ? gak praktis.
Emang Allah jauuuuuuuuh jadi perlu pake wasilah ? atau takut kagak dikabulkan ?


Salaam,

Tobil

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 301
  • Reputasi: -2
    • Lihat Profil
Re: Hadist shahih tidak mungkin bertentangan dgn Al-Qur'an
« Jawab #35 pada: Januari 10, 2010, 02:06:53 pm »
Ini ada contoh lagi, dimisalkan saya ingin bertaubat serta ingin Allah mengampuni dosa2 saya, lalu saya bertawassul :

1. kepada Nabi, pertanyaannya apakah nabi (yg sdh wafat) dapat mendengar permintaan saya,

2. kepada Prof. dr. Q. Shihab, pertanyaannya, dapatkah beliau menjamin doa saya dikabulkan ? kalau ya jaminannya apa ?

Lain halnya kalo saya meminta langsung dijamin Allah mengabulkan, jadi kenapa kita gak PD, bukankah Allah sendiri yang berjanji dan mampu mengabulkan permintaan hamba-Nya ?


Salaam,

yant_138

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 195
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: Hadist shahih tidak mungkin bertentangan dgn Al-Qur'an
« Jawab #36 pada: Januari 10, 2010, 05:59:59 pm »
ramai ya....
buat mat peci, coba renungkan tentang mati, bandingkan dengan pengertian budha, hindu, krist dan islam anda dan islam tobil.
semoga pembaca dan afala takilun semua mendapat hidayah.
wasilah ada 2 versi wasiilah 5/35 dan washiilah 5/103.
wasiilah yang ini dicari tapi pekerjaan sendiri, sholat puasa zakah dll
washiilah ini dilarang karena penghubung, makelar,

yant_138

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 195
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: Hadist shahih tidak mungkin bertentangan dgn Al-Qur'an
« Jawab #37 pada: Januari 10, 2010, 06:50:37 pm »
yuk belajar berhitung
satu ditambah satu sama dengan dua.
dua itu tidak tiga dan tidak empat.

mati itu dua kali dan hidup itu dua kali....
kalau hidup lebih dari dua kali, berarti ada yang bohong tentang hidup
40/11
Mereka menjawab: "Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?"


coba baca tafsirnya, tentu mereka tetap menafsirkan dua kali, tidak ditambah atau dikurang.

firaun itu mati dan betul betul mati. dia sekarang tidak hidup tentu tidak mendengar dan tidak melihat juga tidak merasakan.
selain itu korban batavia air yg kecebur dilaut juga seperti itu.
atau mati dengan tubuh terbakar ya betul betul mati.

kalau anda ke masjid nabawi, terus masuk roudloh dan " mengucap salam " kepada Nabi ,  seandainya nabi " menjawab salam "
anda pasti anda akan lari............................

siklusnya itu
0. mati saat itu antara tubuh dan nafs belum bergabung kemudian
1. hidup yaitu sesudah jiwa dan raga disatukan oleh ALLAH mulai di rahim ibu
0.. mati lagi yaitu berpisahnya jiwa dan raga. dan
1.. hidup lagi, inilah hidup konkrit dan nyata yang kedua, saat itu  dibangkitkan bareng bareng. baca yassin 52

ayatnya 2/28
Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?

saat dibangkitkan itu mereka yang dulu inkar berkata " saya bersumpah saya cuma mati sehari atau setengah hari "
jadi orang orang yang ingkar itu tidak tidak disiksa sama sekali.

36 yasin /52
Mereka berkata: "Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya).

Ayoo porsi belajar AQ diperbanyak.
kata ALLAH belajar AQ wajib
kata NABI MUHAMMAD belajar AQ wajib
kata bukhari manusia terbaik adalah yang belajar AQ dan mengajar AQ
kata muslim saat hari berbangkit AQ menjadi obat dan penolong.

yant_138

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 195
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: Hadist shahih tidak mungkin bertentangan dgn Al-Qur'an
« Jawab #38 pada: Januari 10, 2010, 06:58:37 pm »
kalau pahala bisa ditransfer kasihan yang mati terakhir, dia tidak dapat transferan dari mana mana.
doa untuk yang mati " Ya ALLAH ampunilah dia dan kasihanilah dia "
bukhari juga manusia
imam mazhab juga manusia,
mereka berkata kalau ada yang lebih kuat hujjahnya pakailah dia ( yg lebih kuat tersebut ).

jangan ngomong " ana khoiru minha ( yg lain bodoh , termasuk wahabi ) " itu perkataan iblis

yant_138

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 195
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: Hadist shahih tidak mungkin bertentangan dgn Al-Qur'an
« Jawab #39 pada: Januari 10, 2010, 08:42:40 pm »
http://forum.dudung.net/index.php/topic,14863.msg208170.html#msg208170

(walaupun saya tdk percaya dikubur ada kehidupan tapi isinya yang lain bagus )

Zuhdi

  • Jr. Member
  • **
  • Tulisan: 91
  • Reputasi: 1
    • Lihat Profil
Re: Hadist shahih tidak mungkin bertentangan dgn Al-Qur'an
« Jawab #40 pada: Januari 10, 2010, 09:45:29 pm »
http://forum.dudung.net/index.php/topic,14863.msg208170.html#msg208170

(walaupun saya tdk percaya dikubur ada kehidupan tapi isinya yang lain bagus )

hati-hati lo mas,,
gak percaya di qubur ada kehidupan bisa sesat,,, :)

yant_138

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 195
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: Hadist shahih tidak mungkin bertentangan dgn Al-Qur'an
« Jawab #41 pada: Januari 11, 2010, 09:39:32 pm »
ah masa iya sih, bisa sesat.
nanti saya akan baya kompas,
kompas kok utara dan selatannya nggak pas sih.
kalau begitu sesat 2x donk. :-/

kalau pakai AQ, insya ALLAH dapat ridhoNYA.

Tobil

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 301
  • Reputasi: -2
    • Lihat Profil
Re: Hadist shahih tidak mungkin bertentangan dgn Al-Qur'an
« Jawab #42 pada: Januari 12, 2010, 06:36:00 am »
Kutip dari: Mat.Peci
Hadits Nabi saw ketika ditanya oleh seorang wanita "ya Rasulullah kalau ibuku telah wafat, kalau aku bershadaqah atas namanya, apakah sampai pahalanya atau tidak?", Rasul menjawab "betul, pahalanya sampai kepada ibumu yang telah wafat jika kau bersedekah atas namanya". Demikian riwayat Shahih Bukhari diriwayatkan didalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari bahwa ini merupakan dalil bahwa seluruh amal - amal ibadah yang dikirimkan kepada yang wafat itu sampai. Demikian pula dalam Syarh Nawawi ala Shahih Muslim
Allah dengan tegas mengatakan :

dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.(QS 53:39)

Ibu saya yg telah wafat sudah pasti tidak dapat mengusahakan apapun, nah ........... bagaimana mungkin ibu saya bisa mendapatkan pahalanya, kalo beliau tidak mengusahakannya sendiri ?

Kalo anda2 percaya sama AQ, semestinya anda tidak menganggap pahala spt. SMS bisa dikirim ke siapa aja dan dijamin nyampe ?

Kalo kita berharap mendapatkan syurga ----> kenapa tidak sekarang bertaubat dan berbuat amal shaleh, yah ..... selagi ada kesempatan, amal shaleh bukan saja menambah pahala tetapi juga menghapus dosa,

Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.(QS 29:7)

jadi ...... kenapa kagak sekarang mumpung kesempatan.

Kita mendapatkan syurga semata2 krn kehendak dan usaha kita sendiri, sebaliknya neraka juga krn kehendak dan usaha kita sendiri. titik.

Lagian klo pahala bisa dikirim, mestinya dosa juga bisa dikirim ke orang lain.


Salaam,

Tobil

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 301
  • Reputasi: -2
    • Lihat Profil
Re: Hadist shahih tidak mungkin bertentangan dgn Al-Qur'an
« Jawab #43 pada: Januari 12, 2010, 06:45:31 am »
Kutip dari: yant_138
wasilah ada 2 versi wasiilah 5/35 dan washiilah 5/103.
wasiilah yang ini dicari tapi pekerjaan sendiri, sholat puasa zakah dll
washiilah ini dilarang karena penghubung, makelar,
Sayang sekali ayat ini terjemahannya diselewengkan, padahal sebenarnya apa kata Allah tentang wasilah , ini ayatnya :

Allah sekali-kali tidak pernah mensyariatkan adanya bahiirah, saaibah, washiilah dan haam. Akan tetapi orang-orang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah, dan kebanyakan mereka tidak mengerti.(QS 5:103)

mudah2 an menjadi pengetahuan kita semua,



Salaam,

Tobil

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 301
  • Reputasi: -2
    • Lihat Profil
Re: Hadist shahih tidak mungkin bertentangan dgn Al-Qur'an
« Jawab #44 pada: Januari 12, 2010, 06:57:12 am »
Kutip
kalau pahala bisa ditransfer kasihan yang mati terakhir, dia tidak dapat transferan dari mana mana.
doa untuk yang mati " Ya ALLAH ampunilah dia dan kasihanilah dia "
bukhari juga manusia
imam mazhab juga manusia,
mereka berkata kalau ada yang lebih kuat hujjahnya pakailah dia ( yg lebih kuat tersebut ).
Ayat ini lebih siip kalo kita berbicara masalah hujjah :

Katakanlah: "Allah mempunyai hujjah yang jelas lagi kuat; maka jika Dia menghendaki, pasti Dia memberi petunjuk kepada kamu semuanya".(QS 6:149)

itu sebabnya Allah menyuruh hamba-Nya mengikuti AQ dan melarang mengikuti pemumpin selainNya, sayangnya tidak banyak yg mau berfikir, ini ayatnya :

Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran.(QS 7:3)


Salaam,