Penulis Topik: Re: Hadist shahih tidak mungkin bertentangan dgn Al-Qur'an  (Dibaca 28652 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Mat.Peci

  • Jr. Member
  • **
  • Tulisan: 90
  • Reputasi: 1
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Hadist shahih tidak mungkin bertentangan dgn Al-Qur'an
« pada: Januari 02, 2010, 12:14:26 am »
Assalamu alaikum bro.. Wah wah wah..1 lagi aksi gunting tambel hadits. Ckckckck.. Kalo hadits bertentangan sama al quran, Maka LIAT SANAD DAN MATANNYA. jangan hadits belum kelar maen fatwa semaunye. Misalnya hadits yg panjngnya 1 lembar, maka akan jadi 2 lembar jika dgn sanad dan matannya. Termasuk waktu kejadian nya, kapan turunnya dll. Naah ntu cuma muhaddits yg paling ngarti (liat topik tentang hadits by @calon_akhwat)..Skarang ta kasi contoh gampang. Ada ayat 'sungguh akan ku isi neraka jahanam dgn seluruh jin dan manusia'..Berarti aku, kamu en si albani muhadits sempalan abad ini yg tanpa sanad masuk neraka juga dong? Hehehe.. Afwan, hanya contoh. En bnyk ayat brtentangan yg mngatakan bahwa Allah memasukkan hamba2nya yg sholeh kdalam surga. Apa al quran di anggap palsu? Alquran diperluin tafsir utk memahaminya. En hadits diperluin sanad dan matannya yg dipahamin muhaddits..

Mat.Peci

  • Jr. Member
  • **
  • Tulisan: 90
  • Reputasi: 1
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Hadist shahih tidak mungkin bertentangan dgn Al-Qur'an
« Jawab #1 pada: Januari 02, 2010, 12:20:57 am »
Mengenai hadits bahwa mayit disiksa karena tangis keluarganya, itu adalah untuk kafir, karena riwayat shahih Bukhari pun menyebut bahwa Nabi saw menangis ketika putrinya wafat, dan Rasul saw menyaksikan wanita yg menangisi sebuah kuburan dan Rasul saw hanya lewat dan berkata : Bertakwalah pada Allah dan Tabahlah (Shahih Bukhari) Menunjukkan menangisi yg wafat boleh dalam islam, yg dilarang adalah mengamuk dg menjambak rambut dan merobek baju dan marah atas takdir sperti yg dilakukan org jahiliyah waktu itu.
Dan ucapan bahwa orang yg mati itu tersiksa karena tangis keluarganya telah disangkal oleh dua hadits shahih Bukhari diatas, bahkan diperjelas oleh Ummulmukminin Aisyah ra yg berkata : Demi Allah, tidaklah orang mukmin disiksa dikubur karena tangis keluarganya, tapi orang kafir disiksa dikubur dengan tangis keluarganya, cukuplah bagi kalian Alqur'an yg menjelaskan bahwa kalian tidak akan menanggung dosa orang lain (SHahih Bukhari Bab Jenazah).
berikut lafadnya :
وَاللَّهِ مَا حَدَّثَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ لَيُعَذِّبُ الْمُؤْمِنَ بِبُكَاءِ أَهْلِهِ عَلَيْهِ وَلَكِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ لَيَزِيدُ الْكَافِرَ عَذَابًا بِبُكَاءِ أَهْلِهِ عَلَيْهِ وَقَالَتْ حَسْبُكُمْ الْقُرْآنُ
{ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى }

Mat.Peci

  • Jr. Member
  • **
  • Tulisan: 90
  • Reputasi: 1
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Hadist shahih tidak mungkin bertentangan dgn Al-Qur'an
« Jawab #2 pada: Januari 02, 2010, 12:28:06 am »
LIAT BEDANYA : Ummulmukminin Aisyah ra yg berkata : Demi Allah, tidaklah orang mukmin disiksa dikubur karena tangis keluarganya, tapi orang kafir disiksa dikubur dengan tangis keluarganya, cukuplah bagi kalian Alqur'an yg menjelaskan bahwa kalian tidak akan menanggung dosa orang lain (SHahih Bukhari Bab Jenazah). DENGAN :"Sesungguhnya mayit akan disiksa disebabkan tangisan dari keluarganya." (INI MAEN POTONG HADITS, GUNTING TAMBEL. LICIK MIRIP MILISIONARIS NASRANI YG MERANGIN MUSLIM) kita ahlussunnah waljamaah mempunyai sanad, bila saya bicara fatwa Imam Bukhari, saya mempunyai sanad guru kepada Imam Bukhari,
bila saya berbicara fatwa Imam Nawawi, saya mempunyai sanad guru kepada Imam Nawawi, bila saya berbicara fatwa Imam Syafii, maka saya mempunyai sanad Guru kepada Imam Syafii.
demikianlah kita ahlussunnah waljamaah, kita tak bersanad kepada buku, kita mempunyai sanad guru, boleh saja dibantu oleh Buku buku, namun acuan utama adalah pada guru yg mempunyai sanad.
kasihan mereka mereka yg keluar dari ahlussunnah waljamaah karena berimamkan buku,
agama mereka sebatas buku buku, iman mereka tergantung buku, dan akidah mereka adalah pada buku buku.
jauh berbeda dengan ahlussunnah waljamaah, kita tahu siapa Imam Nawawi, Imam Nawawi bertawassul pada nabi saw, Imam nawawi mengagungkan Rasul saw, beliau membuat shalawat yg dipenuhi salam pada nabi Muhammad saw,
ia memperbolehkan tabarruk dan ziarah kubur, demikianlah para ulama ahlussunnah waljamaah.
Sabda Rasulullah saw : "Sungguh sebesar besar kejahatan muslimin pada muslimin lainnya, adalah yg bertanya tentang hal yg tidak diharamkan atas muslimin, menjadi diharamkan atas mereka karena ia mempermasalahkannya" (shahih Muslim hadits no.2358)
nd: dari aye, hamba yang penuh dosa, dari guru ku http://majelisrasulullah.org..Saudaraku, mari kita membenahi akidah umat muslim :)

Mat.Peci

  • Jr. Member
  • **
  • Tulisan: 90
  • Reputasi: 1
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Hadist shahih tidak mungkin bertentangan dgn Al-Qur'an
« Jawab #3 pada: Januari 02, 2010, 12:48:42 am »
Saudaraku yg kumuliakan,
Istighatsah adalah Sunnah Muhammad saw, dan menentangnya adalah murtad.
mengenai Oknum yg salah dalam menjalankan ibadah, maka itu tidak membuat sunnah menjadi batil, sebagaimana orang orang wahabi pun di saudi arabia menghardik orang yg berdoa menghadap makam Rasul saw dg vonis syirik, menunjukkan betapa dangkalnya mereka terhadap Syariah dan sunnah, karena Rasul saw pun sering berziarah ke Makam Baqi sebagaimana riwayat shahih Bukhari dan lainnya dan Rasul saw menghadap makam mereka dan berdoa, demikian pula shalat jenazah yg jelas jelas menghadap mayyit, namun entah apa yg merasuki otak para wahabi itu sehingga hal hal seperti itu tidak terlintas difikirannya.
berikut dalil Istighatsah :

Mat.Peci

  • Jr. Member
  • **
  • Tulisan: 90
  • Reputasi: 1
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Hadist shahih tidak mungkin bertentangan dgn Al-Qur'an
« Jawab #4 pada: Januari 02, 2010, 12:51:42 am »
ISTIGHATSAH
Istighatsah adalah memanggil nama seseorang untuk meminta pertolongannya, untuk sebagian kelompok muslimin hal ini langsung di vonis syirik, namun vonis mereka itu hanyalah karena kedangkalan pemahamannya terhadap syariah islam, pada hakekatnya memanggil nama seseorang untuk meminta pertolongannya adalah hal yg diperbolehkan selama ia seorang Muslim, Mukmin, Shalih dan diyakini mempunyai manzilah di sisi Allah swt, tak pula terikat ia masih hidup atau telah wafat, karena bila seseorang mengatakan ada perbedaan dalam kehidupan dan kematian atas manfaat dan mudharrat maka justru dirisaukan ia dalam kemusyrikan yg nyata, karena seluruh manfaat dan mudharrat berasal dari Allah swt, maka kehidupan dan kematian tak bisa membuat batas dari manfaat dan mudharrat kecuali dengan izin Allah swt, ketika seseorang berkata bahwa orang mati tak bisa memberi manfaat, dan orang hidup bisa memberi manfaat, maka ia dirisaukan telah jatuh dalam kekufuran karena menganggap kehidupan adalah sumber manfaat dan kematian adalah mustahilnya manfaat, padahal manfaat dan mudharrat itu dari Allah, dan kekuasaan Allah tidak bisa dibatasi dengan kehidupan atau kematian.
Sama saja ketika seorang berkata bahwa hanya dokter lah yg bisa menyembuhkan dan tak mungkin kesembuhan datang dari selain dokter, maka ia telah membatasi Kodrat Allah swt untuk memberikan kesembuhan, yg bisa saja lewat dokter, namun tak mustahil dari petani, atau bahkan sembuh dengan sendirinya.
Terkadang kita tak menyadari bahwa kita lebih banyak mengambil manfaat dalam kehidupan ini dari mereka yg telah mati daripada yg masih hidup, sungguh peradaban manusia, tuntunan ibadah, tuntunan kehidupan, modernisasi dlsb, kesemua para pelopornya telah wafat, dan kita masih terus mengambil manfaat dari mereka, muslim dan non muslim, seperti teori Einstein dan teori2 lainnya, kita masih mengambil manfaat dari yg mati hingga kini, dari ilmu mereka, dari kekuatan mereka, dari jabatan mereka, dari perjuangan mereka, Cuma bedanya kalau mereka ini kita ambil manfaatnya berupa ilmunya, namun para shalihin, para wali dan muqarrabien kita mengambil manfaat dari imannya dan amal shalihnya, dan ketaatannya kepada Allah.

Mat.Peci

  • Jr. Member
  • **
  • Tulisan: 90
  • Reputasi: 1
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Hadist shahih tidak mungkin bertentangan dgn Al-Qur'an
« Jawab #5 pada: Januari 02, 2010, 12:56:44 am »
Rasul saw memperbolehkan Istighatsah, sebagaimana hadits beliau saw : "Sungguh matahari mendekat dihari kiamat hingga keringat sampai setengah telinga, dan sementara mereka dalam keadaan itu mereka ber istighatsah (memanggil nama untuk minta tolong) kepada Adam, lalu mereka beristighatsah kepada Musa, Isa, dan kesemuanya tak mampu berbuat apa apa, lalu mereka beristighatsah kepada Muhammad saw" (Shahih Bukhari hadits no.1405), juga banyak terdapat hadits serupa pada Shahih Muslim hadits no.194, shahih Bukhari hadits no.3162, 3182, 4435, dan banyak lagi hadist2 shahih yg rasul saw menunjukkan ummat manusia ber istighatsah pada para nabi dan rasul, bahkan Riwayat shahih Bukhari dijelaskan bahwa mereka berkata pada Adam, Wahai Adam, sungguh engkau adalah ayah dari semua manusai.. dst.. dst...dan Adam as berkata : "Diriku..diriku.., pergilah pada selainku.., hingga akhirnya mereka ber Istighatsah memanggil manggil Muhammad saw, dan Nabi saw sendiri yg menceritakan ini, dan menunjukkan beliau tak mengharamkan Istighatsah.

Mat.Peci

  • Jr. Member
  • **
  • Tulisan: 90
  • Reputasi: 1
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Hadist shahih tidak mungkin bertentangan dgn Al-Qur'an
« Jawab #6 pada: Januari 02, 2010, 01:03:41 am »
Maka hadits ini jelas jelas merupakan rujukan bagi istighatsah, bahwa Rasul saw menceritakan orang orang ber istighatsah kepada manusia, dan rasul saw tak mengatakannya syirik, namun jelaslah Istighatsah di hari kiamat ternyata hanya untuk Sayyidina Muhammad saw.
Demikian pula diriwayatkan bahwa dihadapan Ibn Abbas ra ada seorang yg keram kakinya, lalu berkata Ibn Abbas ra : "Sebut nama orang yg paling kau cintai..!", maka berkata orang itu dg suara keras.. : "Muhammad..!", maka dalam sekejap hilanglah sakit keramnya (diriwayatkan oleh Imam Hakim, Ibn Sunniy, dan diriwayatkan oleh Imam Tabrani dg sanad hasan) dan riwayat ini pun diriwayatkan oleh Imam Nawawi pada Al Adzkar.
Jelaslah sudah bahwa riwayat ini justru bukan mengatakan musyrik pada orang yg memanggil nama seseorang saat dalam keadaan tersulitkan, justru Ibn Abbas ra yg mengajari hal ini.
Kita bisa melihat kejadian Tsunami di aceh beberapa tahun yg silam, bagaimana air laut yg setinggi 30meter dengan kecepatan 300km dan kekuatannya ratusan juta ton, mereka tak menyentuh masjid tua dan makam makam shalihin, hingga mereka yg lari ke makam shalihin selamat, inilah bukti bahwa Istighatsah dikehendaki oleh Allah swt, karena kalau tidak lalu mengapa Allah jadikan di makam2 shalihin itu terdapat benteng yg tak terlihat membentengi air bah itu, yg itu sebagai isyarat ilahi bahwa demikianlah Allah memuliakan tubuh yg taat pada Nya swt, tubuh tubuh tak bernyawa itu Allah jadikan benteng untuk mereka yg hidup.., tubuh yg tak bernyawa itu Allah jadikan sumber Rahmat dan perlindungan Nya swt kepada mereka mereka yg berlindung dan lari ke makam mereka.
Kesimpulannya : mereka yg lari berlindung pada hamba hamba Allah yg shalih mereka selamat, mereka yg lari ke masjid masjid tua yg bekas tempat sujudnya orang orang shalih maka mereka selamat, mereka yg lari dengan mobilnya tidak selamat, mereka yg lari mencari tim SAR tidak selamat..
Pertanyaannya adalah : kenapa Allah jadikan makam sebagai perantara perlindungan Nya swt?, kenapa bukan orang yg hidup?, kenapa bukan gunung?, kenapa bukan perumahan?.
Jawabannya bahwa Allah mengajari penduduk bumi ini beristighatsah pada shalihin.
Walillahittaufiq
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,
Wallahu a'lam

Mat.Peci

  • Jr. Member
  • **
  • Tulisan: 90
  • Reputasi: 1
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Hadist shahih tidak mungkin bertentangan dgn Al-Qur'an
« Jawab #7 pada: Januari 02, 2010, 01:12:12 am »
Skdar share bro, ada yg ketinggalan, hehe.. :shy 'Ketika telah wafatnya Imam Bukhari, terjadi kekeringan yg berkepanjangan, maka par Ulama, Huffadh dan Muhadditsin dari wilayah samraqand berduyun duyun ke Makam Imam Bukhari, lalu mereka bertawassul pada Imam Bukhari, maka hujanpun turun dengan derasnya hingga 7 malam mereka tertahan dan tak bisa pulang ke samraqand karena derasnya hujan'  (sumber : Tadzkiratul Huffadh dan Siyar A'lamunnubala)

Tobil

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 301
  • Reputasi: -2
    • Lihat Profil
Re: Hadist shahih tidak mungkin bertentangan dgn Al-Qur'an
« Jawab #8 pada: Januari 02, 2010, 08:13:17 am »
Saya punya catatan sbb :

Pertama :

Di dalam surah Al fatihah yg selalu kita baca ada tertulis :

"Hanya kepadaMu kami mengabdi dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan",

ayat ini jelas diajarkan kepada manusia agar selalu memohon pertolongan hanya kepada Allah.

betul tidak ? ...... tolong katakan apa alasan anda jika mengatakan "tidak"

Kedua :

Coba bacalah ayat2 ini :

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.(QS 2:186)

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya,(QS 50:16)

Tolong anda katakan siapakah yang lebih dekat dengan kita selain Allah ?

Ketiga :

Kutip dari: Mat.Peci
Maka hadits ini jelas jelas merupakan rujukan bagi istighatsah, bahwa Rasul saw menceritakan orang orang ber istighatsah kepada manusia, dan rasul saw tak mengatakannya syirik, namun jelaslah Istighatsah di hari kiamat ternyata hanya untuk Sayyidina Muhammad saw.

Tentang orang yg meninggal ini ada ayatnya,

Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati mendengar dan menjadikan orang-orang yang tuli mendengar panggilan, apabila mereka telah berpaling membelakang.(QS 27:80)

Nabi kini sudah tiada dan pasti beliau tidak akan pernah dapat mendengar permohonan apapun dan dari siapapun ? Nah, percayakah anda kepada Allah ?

Saya tidak mengatakan anda syirik tetapi yg jelas anda naif akibat anda kurang membaca AQ, meskipun Allah sudah memerintahkan anda untuk membaca --> iqra' itulah kata Allah ---> cuek ... itulah yg anda lakukan.

Saya selalu tidak habis pikir kalo ada orang yg berdoa melalui si A, B, C dsbnya. padahal telah jelas bagi kita :

1. Allah lebih dekat dari siapapun,
2. Allah mampu mengabulkan permintaan,
3. Allah berjanji untuk mengabulkan permintaan hambanya, asalkan mereka itu memenuhi perintahNya, beriman dan selalu dalam kebenaran.

Nah silahkan sekarang anda nilai sendiri hadistnya atau anda yg salah memahaminya ?


Salaam,





Mat.Peci

  • Jr. Member
  • **
  • Tulisan: 90
  • Reputasi: 1
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Hadist shahih tidak mungkin bertentangan dgn Al-Qur'an
« Jawab #9 pada: Januari 02, 2010, 09:49:10 am »
Alhamdulillah ..Akhirnya ada sobat yg ngajak aye ngobrol di situs dudung. Hehehehe.. :shy trims sobat @tobil. 
Belum lama ni, aye mbeli tivi canggih dgn merk 'anuan' (:sensor) petunjuknya udah ditrjemahin pake bahasa EYD indonesia. Udah ta mbaca berkali-kali tapi ampe skarang aye ga pernah bisa nyari channel salah 1 stasiun tv kesukaan gue, tv anuan (sensor lg) Hehehe.. :shy aye gag mau mbikin bro bete dgn nyeritain detailnya. intinye, saya mendapat nilai 'A' untuk membaca tulisan ..tapi saya mendapat nilai 'E' untuk pemahaman bacaan. kutipan: Saya tidak mengatakan anda tidak memahami bacaan tetapi yg jelas anda naif akibat anda kurang memahami AQ, meskipun Allah sudah memerintahkan anda untuk membaca --> iqra' itulah kata Allah ---> memahami AQ tanpa bimbingan itulah yg anda lakukan (mudah2an tidak). Coba kita search di paman google siapa yg mengatakan 'Jika seseorang belajar dari buku, maka gurunya adalah setan', ntu sbabnya aye tulis 'Alquran diperluin tafsir utk memahaminya. En hadits diperluin sanad dan matannya yg dipahamin muhaddits..'
Jangan karna kita mbaca ayat suci yg udah dibukuin en ktika sampe pada ayat 'Dan (apakah mereka tidak melihat) bumi, bagaimana ia dihamparkan', 'bumi yg datar utk berpijak, ..lalu kita berfatwa ngikutin nafsu dgn mengatakan bahwa BUMI ITU DATAR (bin baz 1910-1999) en yg lebih parah, dgn mngatakan 'yg tidak percaya brarti kafir' ..Dan yg lebih berbahaya lagi ketika membaca ayat lalu sampe ke ayat 'Bunuh lah org kafir dimanapun km temui' ..Wah, yg memahami ayat tanpa dibimbing guru, bakal ada pertumpahan darah nih di indo! Hehehehe.. Astaghfirulloh, mudah2an TIDAK, walopun konon, amroji cs menggunakan ayat itu sbg dalil utk ngebom. Aye ga berani bilang mereka sesat, tp aye yakin bahwa mreka belum memahami Alquran dgn tafsir melalui bimbingan.

Aye ga mau bertele-tele termehek-mehek mbulet njlimet blebet njlelepret, hehehe.. :shy langsung aja ta jawab (diskusi) atas bro @tobil :
1. Udah ta' njawab di atas.
2, udah ta jawab juga diatas, en
3. Juga udah ta jawab diatas. Ckikikikikikik... Afwan bro, jgn dibawa serius kecuali kalo kita brbicara ame guru kite :shy ..Hehe,
Kita tau bahwa hadits adalah penunjang alquran. Sabda beliau adlh wahyu ilahi. Jadi kalo nemuin hadits yg brtentangan dgn alquran ..atw ayat alquran brtentangan dgn ayat alquran yg lainnya, bisa dijawab dgn bagaimana pemahaman tafsirnya.
Kutipan:

Nah silahkan sekarang anda nilai sendiri hadistnya atau anda yg salah memahaminya ?
salaam..
« Edit Terakhir: Januari 02, 2010, 03:29:33 pm oleh Mat.Peci »

Mat.Peci

  • Jr. Member
  • **
  • Tulisan: 90
  • Reputasi: 1
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Hadist shahih tidak mungkin bertentangan dgn Al-Qur'an
« Jawab #10 pada: Januari 02, 2010, 03:47:03 pm »
Utk njawab 'Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati mendengar dan menjadikan orang-orang yang tuli mendengar panggilan, apabila mereka telah berpaling membelakang' (QS 27:80) ~ ..Anda salah memperbesar tulisannye. Entah salah atw belum memahaminya ..atw keduanya. Perhatiin ayat belakangnya, 'APABILA MEREKA TELAH BERPALING MEMBELAKANG' org yg yg brpaling ya org kafir, ayat itu utk org kafir. Sama sperti hadits yg diselewengin maknanya pd hadits ' ..tidaklah orang mukmin disiksa dikubur karena tangis keluarganya' SELANJUTNYA, '..tapi orang kafir disiksa dikubur dengan tangis keluarganya,..Dst' sdangkan tadi kek nya aye udah nulis, '..diperbolehkan selama ia seorang Muslim, Mukmin, Shalih dan diyakini mempunyai manzilah di sisi Allah swt,' *next
« Edit Terakhir: Januari 02, 2010, 03:55:43 pm oleh Mat.Peci »

Mat.Peci

  • Jr. Member
  • **
  • Tulisan: 90
  • Reputasi: 1
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Hadist shahih tidak mungkin bertentangan dgn Al-Qur'an
« Jawab #11 pada: Januari 02, 2010, 04:07:09 pm »
Kutipan:
'Nabi kini sudah tiada dan pasti beliau tidak akan pernah dapat mendengar permohonan apapun dan dari siapapun'..
Kutipan:

'Saya selalu tidak habis pikir kalo ada orang yg berdoa melalui si A, B, C dsb..'

jawaban:
Sekarang saya punya pertanyaan pendek :
1. bolehkah minta pada teman anda?, pada juragan anda?, pada ayah anda?, pada ibu anda?, pada Lurah?, pada orang kaya?, mengedarkan proposal?, syirik kah?

Lalu kalau si anu diserang ular lalu minta pada tolong pada temannya, tolonglah saya, bantulah saya, selamatkan saya dari kematian.., syirikkah..??
Aduh.. dangkal sekali pemahaman tauhid yg ngajarin ini.
Lalu kalau minta bantuan pada anjing pun boleh, pada ayah boleh, pada ibu boleh, pada teman boleh, demi Allah tiada satupun makhluk yg paling bisa memberi bantuan kepada kita melebihi sayyidina Muhammad.. !

Dan meminta pertolongan Pada utusan Allah hakikatnya minta pertolongan pada Allah..,


Kalau saya minta pertolongan pada polisi bukankah berarti saya minta pertolongan pada Negara..?

Sampai disini semua logika orang yg berakal menerima bolehnya meminta pada makhluk.

2. pertanyaan kedua adalah apakah dalam memberi manfaat dan mudharrat itu ada perbedaan antara hidup dan mati?

Bukankah mudharrat dan manfaat itu milik Allah ?, diberikan Nya kepada siapa yg dikehendaki Nya..?
dangkal sekali pemahaman tauhid tentang ini, bila orang yg sudah mati mutlak tak bisa memberi manfaat maka kekuatan Allah tertutup dengan kematian hamba Nya swt..?
sungguh yg mati adalah tubuh, dan ruh tetap hidup, bahkan jelas jelas Allah swt berfirman : "Jangan sesekali kau katakan bahwa mereka yg wafat di jalan Allah itu wafat, sungguh mereka itu hidup dan diberi rizki oleh Allah swt" (QS Annaml - 82)

Lalu nabi saw mengajari kita minta pada beliau saw :
ketika datangnya seorang buta pada Rasul saw, seraya mengadukan kebutaannya dan minta didoakan agar sembuh, maka Rasul saw menyarankannya agar bersabar, namun orang ini tetap meminta agar Rasul saw berdoa untuk kesembuhannya, maka Rasul saw memerintahkannya untuk berwudhu, lalu shalat dua rakaat, lalu Rasul saw mengajarkan doa ini padanya, ucapkanlah : "Wahai Allah, Aku meminta kepada Mu, dan Menghadap kepada Mu, Demi Nabi Mu Nabi Muhammad, Nabi Pembawa Kasih Sayang, Wahai Muhammad, Sungguh aku menghadap demi dirimu (Muhammad saw), kepada Tuhanku dalam hajatku ini, maka kau kabulkan hajatku, wahai Allah jadikanlah ia memberi syafaat hajatku untukku" (Shahih Ibn Khuzaimah hadits no.1219, Mustadrak ala shahihain hadits no.1180 dan ia berkata hadits ini shahih dg syarat shahihain Imam Bukhari dan Muslim)

Mat.Peci

  • Jr. Member
  • **
  • Tulisan: 90
  • Reputasi: 1
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Hadist shahih tidak mungkin bertentangan dgn Al-Qur'an
« Jawab #12 pada: Januari 02, 2010, 04:13:50 pm »
Hadits diatas ini jelas jelas Rasul saw mengajarkan orang buta ini agar berdoa dengan doa tersebut, Rasul saw yg mengajarkan padanya, bukan orang buta itu yg membuat buat doa ini, tapi Rasul saw yg mengajarkannya agar berdoa dengan doa itu, sebagaimana juga Rasul saw mengajarkan ummatnya bershalawat padanya, bersalam padanya.
Adapula pendapat mengatakan tawassul hanya boleh pada yg hidup, pendapat ini ditentang dengan riwayat shahih berikut : "telah datang kepada utsman bin hanif ra seorang yg mengadukan bahwa Utsman bin Affan ra tak memperhatikan kebutuhannya, maka berkatalah Utsman bin Hanif ra : "berwudulah, lalu shalat lah dua rakaat di masjid, lalu berdoalah dg doa : ": "Wahai Allah, Aku meminta kepada Mu, dan Menghadap kepada Mu, Demi Nabi Mu Nabi Muhammad, Nabi Pembawa Kasih Sayang, Wahai Muhammad, Sungguh aku menghadap demi dirimu (Muhammad saw), kepada Tuhanku dalam hajatku ini, maka kau kabulkan hajatku, wahai Allah jadikanlah ia memberi syafaat hajatku untukku" (doa yg sama dg riwayat diatas)", nanti selepas kau lakukan itu maka ikutlah dg ku kesuatu tempat.
Maka orang itupun melakukannya lalu utsman bin hanif ra mengajaknya keluar masjid dan menuju rumah Utsman bin Affan ra, lalu orang itu masuk dan sebelum ia berkata apa apa Utsman bin Affan lebih dulu bertanya padanya : "apa hajatmu?", orang itu menyebutkan hajatnya maka Utsman bin Affan ra memberinya. Dan orang itu keluar menemui Ustman bin Hanif ra dan berkata : "kau bicara apa pada utsman bin affan sampai ia segera mengabulkan hajatku ya..??", maka berkata Utsman bin hanif ra : "aku tak bicara apa2 pada Utsman bin Affan ra tentangmu, Cuma aku menyaksikan Rasul saw mengajarkan doa itu pada orang buta dan sembuh". (Majmu' zawaid Juz 2 hal 279).
Tentunya doa ini dibaca setela wafatnya Rasul saw, dan itu diajarkan oleh Utsman bin hanif dan dikabulkan Allah.
Ucapan : Wahai Muhammad.. dalam doa tawassul itu banyak dipungkiri oleh sebagian saudara saudara kita, mereka berkata kenapa memanggil orang yg sudah mati?, kita menjawabnya : sungguh kita setiap shalat mengucapkan salam pada Nabi saw yg telah wafat : Assalamu alaika ayyuhannabiyyu... (Salam sejahtera atasmu wahai nabi......), dan nabi saw menjawabnya, sebagaimana sabda beliau saw : "tiadalah seseorang bersalam kepadaku, kecuali Allah mengembalikan ruh ku hingga aku menjawab salamnya" (HR Sunan Imam Baihaqiy Alkubra hadits no.10050)

Tobil

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 301
  • Reputasi: -2
    • Lihat Profil
Re: Hadist shahih tidak mungkin bertentangan dgn Al-Qur'an
« Jawab #13 pada: Januari 02, 2010, 05:57:13 pm »
Kutip dari: Mat.Peci
..Wah, yg memahami ayat tanpa dibimbing guru, bakal ada pertumpahan darah nih di indo!
Allah menyuruh kita membaca AQ agar kita tahu, mana yg haq dan mana yg batil, jadi bukan soal bimbing membimbing.

Kutip
Astaghfirulloh, mudah2an TIDAK, walopun konon, amroji cs menggunakan ayat itu sbg dalil utk ngebom. Aye ga berani bilang mereka sesat, tp aye yakin bahwa mreka belum memahami Alquran dgn tafsir melalui bimbingan.
"aye yakin bahwa mreka belum memahami Alquran dgn tafsir melalui bimbingan" --> sama saja nuduh sesat.

Kutip
Utk njawab 'Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati mendengar dan menjadikan orang-orang yang tuli mendengar panggilan, apabila mereka telah berpaling membelakang' (QS 27:80) ~ ..Anda salah memperbesar tulisannye. Entah salah atw belum memahaminya ..atw keduanya. Perhatiin ayat belakangnya, 'APABILA MEREKA TELAH BERPALING MEMBELAKANG' org yg yg brpaling ya org kafir, ayat itu utk org kafir.
bisa kagak anda menjadikan orang mati mendengar ? .............. klo bisa anda hebat deh.

Kutip
1. bolehkah minta pada teman anda?, pada juragan anda?, pada ayah anda?, pada ibu anda?, pada Lurah?, pada orang kaya?, mengedarkan proposal?, syirik kah?
klo masalahnya boleh or tidak, minta pada thoghutpun boleh kok kagak ada yg nglarang, betul tidak ?

Kutip
2. pertanyaan kedua adalah apakah dalam memberi manfaat dan mudharrat itu ada perbedaan antara hidup dan mati?
persoalannya bukan manfaat or mudharat. ---> tapi mampukah si mati mengabulkan permintaan kita --> apa anda bisa membuktikan si mati mampu mengabulkan ?  tolong .... tolong.... tolong ...buktikan deh.

Kutip
Hadits diatas ini jelas jelas Rasul saw mengajarkan orang buta ini agar berdoa dengan doa tersebut, Rasul saw yg mengajarkan padanya, bukan orang buta itu yg membuat buat doa ini, ...
Allah juga mengajarkan untuk langsung berdoa kepadanya dan Allah pasti mengabulkan.----> apa anda kagak percaya Allah dekat dan maha mendengar ?
kenapa pake tawassul ?

Sekali lagi baca ayat ini :

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.(QS 2:186)

saya kagak memerlukan tafsir siapapun ayatnya jelas kok. Silahkan anda tafsir klo anda menganggap kagak jelas ?



Salaam,



Mat.Peci

  • Jr. Member
  • **
  • Tulisan: 90
  • Reputasi: 1
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Hadist shahih tidak mungkin bertentangan dgn Al-Qur'an
« Jawab #14 pada: Januari 03, 2010, 01:37:04 am »
Salaam ..Sblumnya, ijinin saya menggunakan kata 'gue', biar kliatan udh akrab. Hehe.. :shy

T: Allah menyuruh kita membaca AQ agar kita tahu, mana yg haq dan mana yg batil, jadi bukan soal bimbing membimbing.
M: Jika tanpa bimbingan, dari mana kita tau mana yg haq dan mana yg batil?

T: "aye yakin bahwa mreka belum memahami Alquran dgn tafsir melalui bimbingan" --> sama saja nuduh sesat.
M: gue nulis belum paham ..bukannye salah paham. Belum makan sama salah makan tentu beda..

T: bisa kagak anda menjadikan orang mati mendengar ?.............. klo bisa anda hebat deh.
M: hehehe.. hehehe.. Anda percaya saya ..atw anda percaya Allah? Kalo Allah, jgn kan org mati bisa ndenger, menghidupkan org mati aja bisa kok. Biar gag nanya lg, ntu ada dlm kisah mukjizat nabi Isa as. Kalo mau info tntang dalilnya, ini ada di bab ruh. Ntar ta kasi dikit uraiannya. Skrg aye dah mulain ngantuk :shy

T: klo masalahnya boleh or tidak, minta pada thoghutpun boleh kok kagak ada yg nglarang, betul tidak ?
M: wah ..Minta pd thoghut ntu bukan aye yg ngomong lhoo.. Hehehe :shy
selama ntu sesuai syariat, boleh. Kalo thoghut jelas bkn syariat. Menjadi kaya raya ntu boleh. Kalo menjadi kaya dari maksiat untuk maksiyat, ya ndak boleh tho? :shy

T: persoalannya bukan manfaat or mudharat. ---> tapi mampukah si mati mengabulkan permintaan kita--> apa anda bisa membuktikan si mati mampu mengabulkan ?tolong.... tolong.... tolong...buktikan deh.
M: wah ..pertanyaan yg sulit. Hehehe.. Skali lg jgn prcaya bhw gue bisa melakukannya. Tp prcayalah bhw Allah maha kuasa atas segala sesuatu. Utk dalilnya,  ada dalam bab ruh. (idem ame yg sblumnya:)

T: kenapa pake tawassul? ..Dst
M: ini ada dlm bab tawassul (idem ame yg atas:)

M: sbnernye gue lebih seneng kalo yg ngebuat topik ini (topik yg judulnye sama ame nyang ni -red) yg hadir en brtanya, koreksi, ralat ..atw diskusi dimari. En gue lebih seneng lagi kalo yg nulis ntu artikel utk hadir dimari. Hehehe.. :shy kalo km tau dimana gue bisa nemuin beliau2, tentu akn gue kunjungin beliau, skdar silaturahmi atw ngeteh bareng mungkin, heehe :shy bukan brarti yg laen ga boleh, untuk  temen2 lain yg mau mosting silahkan, ta' persilahkan.. Hehe :shy