Penulis Topik: SHALAT JENAZAH  (Dibaca 25081 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Ibnu Sabiil

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 15
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
SHALAT JENAZAH
« pada: Oktober 08, 2006, 09:10:03 pm »
Ada hal yang jadi pemikiran gue tentang hukum shalat jenazah untuk bayi yang keguguran dalam kandungan seorang ibu (umur kandungan 5 bulan).

Apakah perlu dishalatkan sebagaimana shalat jenazah pada umumnya atai tidak ?  :-?
« Edit Terakhir: Oktober 08, 2006, 10:12:56 pm oleh bangsholeh »

bangsholeh

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 695
  • Reputasi: -14
  • Jenis kelamin: Pria
  • SoBat, MaLam TaK KaN PeRnAh 24 JaM !!!
    • Lihat Profil
Re: SHALAT JENAZAH
« Jawab #1 pada: Desember 03, 2006, 07:54:57 am »
kayaknya sodara kita ini bertanya, adakah kiranya yang bisa menjawab atau memberi solusi?


husni_mubarak

  • Jr. Member
  • **
  • Tulisan: 68
  • Reputasi: 1
  • Jenis kelamin: Pria
  • Gonna be d'great CHIEF (khalifah), is ME
    • Lihat Profil
Re: SHALAT JENAZAH
« Jawab #2 pada: Maret 23, 2007, 12:43:48 am »
Hmmm... dalil sih belum tahu, atau mungkin lupa.

5 bulan, roh telah ditiupkan. Selama janin tersebut pernah hidup, wlo di dalam kandungan, maka sebaiknya (g tau hukum pasti, takut salah) kita menshalatkan.

iwanarifs

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 40
  • Reputasi: 1
  • Jenis kelamin: Pria
  • spidy...
    • Lihat Profil
Re: SHALAT JENAZAH
« Jawab #3 pada: Juni 30, 2007, 01:11:06 am »
Memandikan mayat hukumnya fardhu kifayah (mayat anak-anak atau dewasa) kecuali :
Bayi keguguran yang belum berusia empat bulan. Bayi ini tidak wajib dimandikan tetapi cukup dibalut dengan kain lalu dikuburkan. Adapun jika sudah berusia empat bulan maka mayat bayi dimandikan, dikafani, dishalati dan dikuburkan.
Seorang syahid yang dibunuh demi membela Islam, tidak wajib dimandikan dan tidak wajib dikafani. Dia cukup dishalati dan dikuburkan dengan bajunya. Gugurnya kewajiban mandi dan kafan bila seorang syahid mati di tengah berkecamuknya perang.

arif budiman

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.392
  • Reputasi: 71
  • Jenis kelamin: Pria
  • My little angels
    • Lihat Profil
Re: SHALAT JENAZAH
« Jawab #4 pada: Juli 01, 2007, 10:56:07 pm »
Memandikan mayat hukumnya fardhu kifayah (mayat anak-anak atau dewasa) kecuali :
Bayi keguguran yang belum berusia empat bulan. Bayi ini tidak wajib dimandikan tetapi cukup dibalut dengan kain lalu dikuburkan. Adapun jika sudah berusia empat bulan maka mayat bayi dimandikan, dikafani, dishalati dan dikuburkan.

cantumkan sumber hukumnya dong, supaya yang baca lebih yakin..
bayi dalam kandungan usia 1 bulan hanya berupa embrio dengan ukuran 0,25cm, coba jelaskan bagaimana teknik membalut kain dan menguburkannya?
kalo bayi usia 5 bulan meninggal dalam kandungan dan dokter menggunakan metode kiret untuk membersihkan rahim si ibu, gimana cara memandikan, mengafani dan menguburkan si bayi?

Note:
jika masih dalam kandungan sebenarnya lebih tepat menggunakan istilah "janin/fetus", bukan "bayi"
« Edit Terakhir: Juli 01, 2007, 11:15:48 pm oleh arif budiman »

ritz

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 556
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • No Comment
    • Lihat Profil
    • Reezal`s Blog Sites
Re: SHALAT JENAZAH
« Jawab #5 pada: Juli 01, 2007, 11:18:29 pm »
Untuk yang capable dalam hal fiqh mungkin dapat menjelaskan tentang hal ini sedetail-detailnya berhubung ane juga baru dapet musibah yaitu calon keponakan ane meninggal dunia dalam kandungan (umur kandungan 9 bulan) dan benar apa yang dibilang om arif klo meninggal dalam kandungan biasanya khan yang dikeluar kadang tidak utuh, lalu bagaimana prosesi pengurusan jenazah yang syar`i.

Lalu ada sedikit tambahan juga kebetulan ane berada di luar kota jadi tidak bisa ikut menyolatkan jenazah, apakah bisa ane melakukan sholat ghaib di sini sendiri ?

drai

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.604
  • Reputasi: 7
  • "masih selalu bahagia"
    • Lihat Profil
Re: SHALAT JENAZAH
« Jawab #6 pada: Agustus 15, 2007, 02:19:07 pm »
untuk sholat ghaib tidak terbatas jarak dan tempatnya saudaraku...silahkan antum sholat ghaib ajah... ;;)


bangsholeh

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 695
  • Reputasi: -14
  • Jenis kelamin: Pria
  • SoBat, MaLam TaK KaN PeRnAh 24 JaM !!!
    • Lihat Profil
Re: SHALAT JENAZAH
« Jawab #7 pada: Agustus 16, 2007, 09:31:44 am »
Ada hal yang jadi pemikiran gue tentang hukum shalat jenazah untuk bayi yang keguguran dalam kandungan seorang ibu (umur kandungan 5 bulan).

Apakah perlu dishalatkan sebagaimana shalat jenazah pada umumnya atai tidak ?  :-?

Sehemat pikirku dan sesuai buku yang pernah kubaca, bayi yang mati keguguran 80 hari kebawah tidak perlu di sholatkan, dan bayi yang mati kegururan 90 hari ke atas harus (wajib) disholatkan. Dan apa bila umurnya di antara 80 hari - 90 hari maka tergantung bentuk bayi-nya, kalo bayi-nya mirip manusia maka wajib di sholatkan. dan apa bila tidak menyerupai manusia maka tidak wajib di sholatkan.

z3r0_0x

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 46
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dalam Perjalanan Menuju Akhirat
    • Lihat Profil
Re: SHALAT JENAZAH
« Jawab #8 pada: Agustus 16, 2007, 09:53:30 pm »
Sehemat pikirku dan sesuai buku yang pernah kubaca, bayi yang mati keguguran 80 hari kebawah tidak perlu di sholatkan, dan bayi yang mati kegururan 90 hari ke atas harus (wajib) disholatkan. Dan apa bila umurnya di antara 80 hari - 90 hari maka tergantung bentuk bayi-nya, kalo bayi-nya mirip manusia maka wajib di sholatkan. dan apa bila tidak menyerupai manusia maka tidak wajib di sholatkan.

OOOOwhhh begitu yax

abu_ahmad syafiq

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 599
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • Rumah sederhana tapi penuh cinta
    • Lihat Profil
Re: SHALAT JENAZAH
« Jawab #9 pada: Oktober 06, 2007, 11:07:35 am »
Ada hal yang jadi pemikiran gue tentang hukum shalat jenazah untuk bayi yang keguguran dalam kandungan seorang ibu (umur kandungan 5 bulan).

Apakah perlu dishalatkan sebagaimana shalat jenazah pada umumnya atai tidak ?  :-?

Hmm, imam syafi'i rahimahullahu ta'al dalam kitab al Ummnya dalam bab shalat jenazah bahwa bayi yang belum mengeluarkan suara ketiuka meninggal maka baginya tidak perlu di shalatkan[terjemahan ringkasan kitab al Umm jilid 1 pustaka azzam]

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: SHALAT JENAZAH
« Jawab #10 pada: Februari 18, 2008, 06:10:25 pm »
Boleh saya minta ta'birnya mas ? karena saya lihat di al-um ga ada...apa memang saya yang kurang teliti..saya cuma nemu tentang al-sibyan, itupun pada bab ijtima'uljanazah..berikut kutipannya :
 باب اجتماع الجنائز

‏[‏قَالَ الشَّافِعِيُّ‏]‏ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى‏:‏ لَوْ اجْتَمَعَتْ جَنَائِزُ رِجَالٍ، وَنِسَاءٍ، وَصِبْيَانٍ، وَخَنَاثَى، جُعِلَ الرِّجَالُ مِمَّا يَلِي الْإِمَامَ، وَقُدِّمَ إلَى الْإِمَامِ أَفْضَلُهُمْ ثُمَّ الصِّبْيَانُ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الْخَنَاثَى يَلُونَهُمْ ثُمَّ النِّسَاءُ خَلْفَهُمْ مِمَّا يَلِي الْقِبْلَةَ وَإِنْ تَشَاحَّ وُلاَةُ الْجَنَائِزِ، وَكُنَّ مُخْتَلِفَاتٍ صَلَّى وَلِيُّ الْجِنَازَةِ الَّتِي سَبَقَتْ ثُمَّ إنْ شَاءَ وَلِيُّ سِوَاهَا مِنْ الْجَنَائِزِ اسْتَغْنَى بِتِلْكَ الصَّلاَةِ، وَإِنْ شَاءَ أَعَادَ الصَّلاَةَ عَلَى جِنَازَتِهِ، وَإِنْ تَشَاحُّوا فِي مَوْضِعِ الْجَنَائِزِ فَالسَّابِقُ أَحَقُّ إذَا كَانُوا رِجَالاً، فَإِنْ كُنَّ رِجَالاً، وَنِسَاءً وُضِعَ الرِّجَالُ مِمَّا يَلِي الْإِمَامَ، وَالنِّسَاءُ مِمَّا يَلِي الْقِبْلَةَ، وَلَمْ يُنْظَرْ فِي ذَلِكَ إلَى السَّبْقِ لِأَنَّ مَوْضِعَهُنَّ هَكَذَا، وَكَذَلِكَ الْخُنْثَى، وَلَكِنْ إنْ سَبَقَ، وَلِيُّ الصَّبِيِّ لَمْ يَكُنْ عَلَيْهِ أَنْ يُزِيلَ الصَّبِيَّ مِنْ مَوْضِعِهِ، وَوَضَعَ وَلِيُّ الرَّجُلِ الرَّجُلَ خَلْفَهُ إنْ شَاءَ أَوْ يَذْهَبُ بِهِ إلَى مَوْضِعٍ غَيْرِهِ، فَإِنْ افْتَتَحَ الْمُصَلِّي عَلَى الْجِنَازَةِ الصَّلاَةَ فَكَبَّرَ وَاحِدَةً أَوْ اثْنَتَيْنِ ثُمَّ أُتِيَ بِجِنَازَةٍ أُخْرَى وُضِعَتْ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْ الصَّلاَةِ عَلَى الْجِنَازَةِ الَّتِي كَانَتْ قَبْلَهَا لِأَنَّهُ افْتَتَحَ الصَّلاَةَ يَنْوِي بِهَا غَيْرَ هَذِهِ الْجِنَازَةِ الْمُؤَخَّرَةِ‏

pembahasan inipun tentang siapa yang wjib didahulukan saat mensholati mayat.Yang pertama pria dewasa...anak kecil,dan seterusnya.

saya cek di kitabusholah 'alal janazah ga ada.apa memang CD saya yang kurang lengkap..Coba saya ingin tahu ta'birnya mas...

Ibnu Sabiil

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 15
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: SHALAT JENAZAH
« Jawab #11 pada: Januari 28, 2011, 12:13:56 am »
Hmmm... dalil sih belum tahu, atau mungkin lupa.

5 bulan, roh telah ditiupkan. Selama janin tersebut pernah hidup, wlo di dalam kandungan, maka sebaiknya (g tau hukum pasti, takut salah) kita menshalatkan.
Setuju dengan yang ini, secara umum.

Kalau dalam hadits Bukhari dikatakan 120 hari (+/- 4 bulan lebih 10 hari).

حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ وَهْبٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ
حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوقُ إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَبْعَثُ اللَّهُ إِلَيْهِ مَلَكًا بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ فَيُكْتَبُ عَمَلُهُ وَأَجَلُهُ وَرِزْقُهُ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ ثُمَّ يُنْفَخُ فِيهِ الرُّوحُ فَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُ الْجَنَّةَ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُ النَّارَ
Telah bercerita kepada kami ['Umar bin Hafsh] telah bercerita kepada kami [bapakku] telah bercerita kepada kami [Al A'masy] telah bercerita kepada kami [Zaid bin Wahb] telah bercerita kepada kami ['Abdullah] telah bercerita kepada kami Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dab dialah orang yang jujur dan berita yang dibawanya adalah benar: ""Setiap orang dari kalian telah dikumpulkan dalam penciptaannya ketika berada di dalam perut ibunya selama empat puluh hari kemudian menjadi 'alaqah (segumpal darah) selama itu pula kemudian menjadi mudlghoh (segumpal daging) selama itu pula kemudian Allah mengirim malaikat yang diperintahkan dengan empat ketetapan (dan dikatakan kepadanya), tulislah amalnya, rezekinya, ajalnya dan sengsara dan bahagianya lalu ditiupkan ruh kepadanya. Dan sungguh seseorang akan ada yang beramal dengan amal-amal penghuni neraka hingga tak ada jarak antara dirinya dengan neraka kecuali sejengkal saja lalu dia didahului oleh catatan (ketetapan taqdirnya) hingga dia beramal dengan amalan penghuni surga kemudian masuk surga, dan ada juga seseorang yang beramal dengan amal-amal penghuni surga hingga tak ada jarak antara dirinya dengan surga kecuali sejengkal saja, lalu dia didahului oleh catatan (ketetapan taqdirnya) hingga dia beramal dengan amalan penghuni neraka lalu dia masuk neraka". (HR. Bukhari)


1. 40 hari pertama setelah bertemunya ovum dan sperma
2. 40 hari kedua pembentukan 'alaqah (segumpal darah)
3. 40 hari ketiga pembentukan mudlghoh (segumpal daging)

Dimana pada setelah fase ke-3 (mudlghoh) ini mulai ditiupkannya ruh kepadanya. <= yang membedakan antara sekedar "segumpal daging" dengan makhluk bernyawa.

Maka setelah fase ini, dapat ditentukan hukumnya bagi kasus keguguran tsb, jika dibawah 120 hari tidak perlu dishalatkan dan dikafani, jika sama atau lebih dari 120 hari maka sudah berlaku hukum2 pengurusan jenasah kepada makhluk bernyawa.

CMIIW

Allahu A'lam