Penulis Topik: "mana tafsir ulamanya??"  (Dibaca 27515 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: "mana tafsir ulamanya??"
« Jawab #30 pada: Desember 14, 2008, 11:32:38 pm »
seberapa banyak ayat yg dimansukh?
mungkin jumlahnya atau berapa persennya?


sebenarnya maksud anda bertanya seperti ini mengajak debat kusir atau bagaimana ? saya sudah menebak, kalau saya katakan banyak, anda akan bertanya, ayat qur'an kok dihapus..kenapa saya menebak seperti ini ? bisa dibaca pada kalimat anda yang ini..

Kutip
kira kira saja menurut mas fahmi ?


maaf mas yant, bukan saya tidak bisa menjawab. tapi saya ngga suka diskusi yang tidak argumentatif...kalau memang anda mau mengatakan "ayat qur'an kok dihapus" dan tidak menyetujui nasikh mansukh, silahkan kemukakan argumen anda. tidak perlu berbelit-belit.

yant_138

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 195
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: "mana tafsir ulamanya??"
« Jawab #31 pada: Desember 17, 2008, 03:55:59 pm »
terimakasih tebakan anda jitu, dari satu sisi.
sebenarnya saya mau nambahi biar banyak.
biar yg baca juga bisa menjadikan ilmu perbandingan. dan bisa memilih. ini contohnya:
kalau menurut hadits dan diterangkan oleh yusuf qardhawi : kalau di neraka nanti bisa pindah. kecuali yg syirik. maksud bisa pindah ialah tidak kekal di neraka alias cuma sebentar.
ini sesuai ayat al quran, tetapi........

bila hal tersebut dipercayai oleh kita yg mengaku muslim maka,
ayat yg dimansukh bisa sampai 40 ayat bahkan lebih...( ini baru karena ini ) neraka dan kekal, tdk bisa pindah, fasik terhadap ayat juga kekal.
sombong terhadap ayat juga kekal. kafir terhadap ayat juga kekal. munafik juga kekal. berdosa dan diliputi dosa juga kekal. dhol juga kekal. riba berhenti juga kekal. ditebus tdk bisa. didoakan juga tidak bisa.

kalau sdh ada perbandingan spt ini maka siapapun boleh pilih, mau ikut hadits ... neraka sementara boleh atau hadits Allah, neraka kekal juga boleh.

kalau menurut hadits umumnya maka ayat yg dimansukh memang sangat banyak. maaf ya. gitu aja kok marah. nanti kalau yg di mansukh kurang bisa saya tambahi. tapi saya kasih bandingannya.


fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: "mana tafsir ulamanya??"
« Jawab #32 pada: Desember 18, 2008, 06:08:15 am »
@ atas

saya sih ngga marah. cuma apa anda ngga ada rasa malu ; dari dulu isi postingan anda tidak ada yang argumentatif, minimal di mata saya. dan analisis andapun sangat dangkal. dengan analisis anda yang dangkal, anda mudah sekali membuat kesimpulan. ditambah lagi, "tabungan ilmu" anda sama sekali tidak memenuhi standar untuk membuat kesimpulan semacam itu.

mengenai ayat yang mansukh menurut pemaparan (singkat) anda, silahkan disebutkan ayat apa saja yang di mansukh.

anda melihat metode nasikh mansukh hanya dengan pembacaan singkat terhadap teori ini. makanya anda 'nyleneh', tidak argumentatif pula. coba anda sedikit tengok teori ushul fiqh ; ada yang namanya metode jama' ( pengumpulan ). tidak selamanya ayat yang ( kelihatan ) bertentangan yang satunya harus di mansukh. apakah ayat mansukh untuk ayat yang bertentangan ? no...no...yang (kelihatan) bertentangan salah satu metode yang dipakai adalah dengan menjama'. anda juga tidak melihat kaidah : isti'mal al-dalil khairun min ihmalihi

Kutip
kalau sdh ada perbandingan spt ini maka siapapun boleh pilih, mau ikut hadits ... neraka sementara boleh atau hadits Allah, neraka kekal juga boleh.

anda menulis seperti ini hanya akan ditertawakan orang mas. orang yang belajar ushul fiqh yang masih amatirpun akan tertawa dengan tulisan anda. hehehe, saya sudah berkali-kali diskusi dengan anda, tp tetap saja, dengan modal seadanya, mudah membuat kesimpulan. mau dibantah seperti apapun, anda tidak akan berubah. meneliti ulangpun tidak. jadi apa gunanya ?


 

yant_138

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 195
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: "mana tafsir ulamanya??"
« Jawab #33 pada: Januari 03, 2009, 09:05:56 am »
kalau menurut saya pribadi maka saya memilih
kitab yg tdk ada keraguan padanya.
dialah sirotul mustaqim.
yg setiap ayat ayatnya setara dan saling menguatkan.
isinya sunnah orang terdahulu, disunnahkan pada nabi Muhammad.
Tiada perubahan pada sunnah ALLAH.
maka tdk ada yg dimansukh.

cuma saya membandingkan antara ilmu yg tersebar dikalangan orang islam
dgn yg ada dalam kitab yg tdk meragukan itu.

coba anda telaah lagi tulisan ditopik lain.
dari kak mia atau kak akhina ifa, ada yg menyatakan agama islam diturunkan kepada nabi Muhammad dan tdk kepada nabi nabi lain. trus bandingkan dgn al Quran. ( tapi anda _siapa saja _ ragu apa tidak dgn al Qur'an ? )
Atau pertanyaan sederhana ini, dahulu mana agama islam dgn agama lain ?


tentu banyak yg jawab dahulu agama lain baru islam. ( agama Islam adalah agama yg terakhir )
termasuk anak sd.mi, smp mts, sma ma, kuliah umum, kyai ustadz dll menjawab seperti itu termasuk dua kakak diatas.

bandingkan dengan al qur'an cocok apa tidak?
bandingkan dgn doa iftitah saat sholat cocok apa tidak?





fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: "mana tafsir ulamanya??"
« Jawab #34 pada: Maret 12, 2009, 04:06:31 am »
maaf baru sempat baca om yant..

oke lah...kita pedalam pembahasan, sebenarnya apa yg dimaksud kalam allah menurut anda ? jawab.
kapan allah bicara yang pada akhirnya disebut qur'an ? jawab.

kita harus berpijak dari sini untuk mengetahui mustahil atau tidak nasikh mansukh dalam qur'an.


« Edit Terakhir: Maret 12, 2009, 04:08:05 am oleh fahmie ahmad »

yant_138

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 195
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: "mana tafsir ulamanya??"
« Jawab #35 pada: Maret 16, 2009, 08:00:25 pm »
kalam Allah adalah ketentuan Allah.
Al Qur'an diturunkan ke Nabi Muhammad. OK.
Isinya paralel dgn kitab terdahulu. ( Taurat, Injil)
Tdk mengubah kitab terdahulu. Isinya doktrin Ibrahim, milah Ibrahim.
Isinya universal, untuk samawat dan bumi.

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: "mana tafsir ulamanya??"
« Jawab #36 pada: April 02, 2009, 03:47:33 am »
kalam Allah adalah ketentuan Allah.
Al Qur'an diturunkan ke Nabi Muhammad. OK.
Isinya paralel dgn kitab terdahulu. ( Taurat, Injil)
Tdk mengubah kitab terdahulu. Isinya doktrin Ibrahim, milah Ibrahim.
Isinya universal, untuk samawat dan bumi.

tak usah banyak-banyak jawabnya. anda belum menjawab pertanyaan saya yang kedua. kapan Allah befirman yg pada akhirnya disebut al-Qur'an ?

jika yg dimaksud kalam Allah adalah ketetapan allah, maka boleh jadi saya artikan tawqifi, begitukah ?

ohya, kurang satu, apakah yg dimaksud naskh menurut anda ?

jawablah sesingkat mungkin, mas Yant.

yant_138

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 195
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: "mana tafsir ulamanya??"
« Jawab #37 pada: April 30, 2009, 07:14:46 pm »
mungkin yg membuat kita agak jauh pemahamannya adalah pengertian .

saya memandang al Qur'an adalah sofware.
sehingga saya lebih menghargai  isinya.
begitupun dengan rasulallah, saya lebih menghargai isinya ketimbang fisiknya.
dalam al Qur'an banyak taatlah pada Allah dan pada rasulallah, semua rasul berkata seperti itu.
bahkan oleh Muhammad Rasulallah kita tdk boleh membeda bedakan antara para rasul.
cari sendiri ayatnya ya, khan orang pinter.

contoh beda antara software dan hardware ( ttg Al Qur'an )
software : sebelum membaca al Qur'an membaca ( audzubillah..............)
hardware : sebelum membaca al Qur'an berwudlu

hardware ; saat ke wc bila punya hp yg isinya ada al Qur'annya, hpnya tdk boleh dibawa masuk walau dikantongi.
software : boleh bawa masuk asal tdk membaca Al Qur'an
hardware :  saat ke wc bila hapal Qur'an, kepala yg hapal tdk boleh dibawa masuk wc . kepalanya harus ditaruh luar.

walaupun anda hapal al qur'an tapi ragu dgn isi al Qur'an , itu tdk membuat saya kaget.
maaf ya...naskh ? jawab sendiri.




arif budiman

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.392
  • Reputasi: 71
  • Jenis kelamin: Pria
  • My little angels
    • Lihat Profil
Re: "mana tafsir ulamanya??"
« Jawab #38 pada: April 30, 2009, 07:28:10 pm »
^
hihihi..

ditanya kemana jawabnya kemana..  ;))

kapan Allah befirman yg pada akhirnya disebut al-Qur'an ?
sejak diturunkannya wahyu pertama yang dikenal sebagai surat Al-'Alaq 1-5
bulan ramadhan tahun 610 M (CMIIW)
bener ga?

yant_138

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 195
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: "mana tafsir ulamanya??"
« Jawab #39 pada: Mei 12, 2009, 07:28:45 pm »
hiiiii
kemarin saya ketemu teman, dia tanya ngaji tafsir di mana?
saya jawab ngaji al Qur'an saja.
ganti saya tanya ada berapa ayat Al Qur'an?
biasa jawabnya 6666.
trus saya jawab salah ( bukan tidak benar, tapi salah ) trus saya kasih bukti hitungan dan jumlah ayat Al Qur'an. yg cuma 6236. ( kurang 430 dulu kulakan dimana ya.... )

saya tanya lagi islam sama kristen duluan mana?
eh dia jawab duluan kristen.
padahal pertanyaan yg sama ini kalau saya ajukan ke orang kristen ?
kristen jawab :" duluan islam "

trus akhirnya saya terangkan kalau Ibrahim itu muslim, musa muslim, isa / (yesus??) itu muslim, juga ayat yg menerangkan mereka shalat saya bukakan.

gimana..
susahkan kalau membandingkan ajaran guru,orang tua, kiai, ustadz, dll

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: "mana tafsir ulamanya??"
« Jawab #40 pada: Mei 20, 2009, 01:10:45 am »
mas Yant,

sebaiknya kalau berdiskusi sesuai alur, bukan setiap memposting membawa pembahasan baru. Kalau mau buat pembahasan baru, silahkan anda buat thread baru. Kita akan bahas sampe tuntas disitu.

yant_138

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 195
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: "mana tafsir ulamanya??"
« Jawab #41 pada: Mei 29, 2009, 03:38:23 pm »
ya mas,
dgn mengulas jumlah ayat, sebenarnya saya mau memperjelas, jangan selalu tanya mana tafsir ulamanya. mereka pintar jelas. tapi dimasanya.
kalau kita belajar sebaiknya dari guru yang langsung, sehingga kesalahannya kecil.
yaitu al Qur'an.
dgn mengulas " Sesungguhnya agama disisi Allah adalah islam "
sebagian ulama tidak tahu kalau agama pertama dan terakhir adalah islam.
makanya jangan selalu tanya mana tafsir ulamanya.

kalau sisi luar seperti jumlah ayat tdk tahu dan sisi dalam seperti when agama islam tdk tahu , apa harus selalu percaya ulama?
kalau mau tanya tanya pada ahli dzikri

Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui. 21/7

lihat di situ ahlal dzikri  kalau terjemahnya orang berilmu kan artinya lain.

saya mungkin akan terus begini karena al Qur'an adalah satu kesatuan, banyak ayat serupa, dan memang saling berkait.




laut

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 136
  • Reputasi: -1
  • I love Allah...
    • Lihat Profil
Re: "mana tafsir ulamanya??"
« Jawab #42 pada: Mei 31, 2009, 09:41:58 pm »
kalau kita belajar sebaiknya dari guru yang langsung, sehingga kesalahannya kecil.
yaitu al Qur'an.

Saya termasuk orang awam mas dalam Islam, pertama kali saya baca Al-qur'an saya nggak bisa mengerti sama sekali apa maksud ayat-ayatnya.
Trus saya tanya  guru atau ustadz buat ngejelasin apa yang dimaksud di dalam Al-qur'an itu. Nah, kata Ustadz saya, untuk bisa mengetahui apa2 yang dimaksud oleh Al-qur'an maka kita nggak cukup cuma baca Al-qur'an doank, musti pelajari hadits (seperti yang tertulis dalam kutubusittah), tafsir-tafsir ulama yang muktabar, belajar bahasa Arab dsb supaya kita bisa paham sama apa yang ayat-ayat Al-qur'an itu. 
Saya heran sama mas kok bisa-bisanya langsung mengerti semua ayat yang dimaksud dalam Al-qur'an hanya dengan Al-qur'an saja? tanpa guru lagi.. memang metode belajarnya gimana mas? mungkin bisa di share..
hiiiii
kemarin saya ketemu teman, dia tanya ngaji tafsir di mana?
saya jawab ngaji al Qur'an saja.
ganti saya tanya ada berapa ayat Al Qur'an?
biasa jawabnya 6666.
trus saya jawab salah ( bukan tidak benar, tapi salah ) trus saya kasih bukti hitungan dan jumlah ayat Al Qur'an. yg cuma 6236. ( kurang 430 dulu kulakan dimana ya.... )
oiya mengenai jumlah ayat Al-qur'an yang saya imani adalah 6236 mas bukan yang lain.. ustadz saya dan beberapa ustadz yg saya tanya juga bilang begitu dan kalau saya baca pendahuluan tafsir ibnu katsir di situ tertulis jumlah ayat Al-qur'an itu 6236. Trus di buku2 lain saya juga dapat seperti itu..  emang ada masalah ya mas dengan jumlah ayat Al-qur'an???

bai de wei setahu saya Ungkapan 6666 adalah gaya bahasa yang diucapkan untuk memeudahkan hafalan. Konotasinya adalah 'alaa wajhittaqrib/pendekatan, bukan tahdid/perhitungan teliti.. Tekanan persoalan ini adalah "gaya bahasa" dan "uslub tablig" bukan perhitungan matematis ilmiah. Oleh karena ini masalah uslub pengajaran, orang boleh saja setuju atau tidak. Yang jelas pernyataan bahwa ini diucapkan ulama tidak benar. Yang benar ini adalah uslub sebagian muballig.
« Edit Terakhir: Juni 03, 2009, 04:58:26 pm oleh laut »

yant_138

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 195
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: "mana tafsir ulamanya??"
« Jawab #43 pada: Juni 07, 2009, 09:07:21 am »
maaf saya juga baru sangat sedikit tahu tentang al Qur'an tapi bila ada yg menyalahi al Qur'an saya tdk rela.

contoh saya belajar:
saya pingin tahu arti kiamat,
saya ketik pada digital Qur'an kata kiamat. ketemukan.
tapi ternyata sa'ah juga diartikan kiamat, maka arti kiamat kurang jelas, maka saya cari perbedaan sa'ah dan kiamat.
ternyata sa'ah adalah terompet 1 sedangkan kiamat adalah terompet 2.
dari sa'ah ( inggrisnya hour) dan kiamat yg ternyata berbeda jauh maka ketik pada al Qur'an digital dgn huruf hijaiyah sa'ah dan kiamat. ketemu kan.
kalau mau lebih jelas maka cari kamus bhs arab inggris dan indonesia .
cari juga dengan sistem penyelidik / ulil albab, what, where, when, who, who them, why, why, why, how.

laut

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 136
  • Reputasi: -1
  • I love Allah...
    • Lihat Profil
Re: "mana tafsir ulamanya??"
« Jawab #44 pada: Juni 17, 2009, 12:49:46 pm »
thanks atas ilmunya  :)...
Saya mau tanya lagi mas...
Dalam ayat pencuri laki2 dan pencuri perempuan, maka potonglah tangan-tangan mereka. (Qs.5/38)
Nah, pemotongan tangan pencuri dalam ayat di atas secara mutlak nama tangan tanpa dijelaskan batasan tangan yang harus dipotong mas. Apakah dari pundak, sikut, dan pergelangan tangan?
jadi bagaimana mas, apakah semua tangannya harus dipotong atau bagaimana?

kemudian
...dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka. (At-taubah:118)
bagaimana cara mas spy bisa tahu tiga orang yang dimaksud dalam ayat itu siapa saja?

Juga mengenai sholat mas... printah tuk mendirikan sholat dalam Qs.9/5,11,18
"...Jika mereka bertaubat dan mendirikan SHOLAT dan menunaikan zakat...". (QS. 9:5)
"Jika mereka bertaubat, mendirikan SHOLAT ...".(QS. 9:11)
"... serta tetap mendirikan SHOLAT...(QS. 9:18)

Nah... untuk mengetahui pengertian sholat itu bagaimana caranya mas? sholat itu kegiatan seperti apa? gerakan2 yang harus dilakukan dalam sholat itu apa saja?
waktu sy search gerakan2 yg dilakukan dalam sholat itu adanya cuman berdiri, rukuk dan sujud. Wallahu a'lam itu aja yg saya dapat di Al-qur'an mas...
Apakah sholat yang mas yakini cuma gerakan berdiri, rukuk, dan sujud? atau bagaimana?
trus bagaimana menurut mas sholat yang dilakukan umat muslim hari ini yang membaca bacaan setiap gerakan sholat. kemudian gerakan takbirotul ihram sampai salam yang begitu teratur itu prakteknya kan nggak dijabarkan di Al-qur'an tapi dalam As-sunnah, apakah itu salah menurut mas? 

dan ini yang trakhir...
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. 17:1)
bagaimana cara mas mengetahui siapakah yang dimaksud HAMBANYA dalam ayat di atas?

Syukron sebelumnya...mohon penjelasannya!!! :)