Penulis Topik: "mana tafsir ulamanya??"  (Dibaca 26905 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

satria

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 3
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
"mana tafsir ulamanya??"
« pada: Oktober 07, 2006, 09:11:42 pm »
Sesungguhnya tiada penafsir wahyu yang lebih berhak melainkan hanya Rasulullah saw. Siapa pun yang beriman kepada Allah dan hari akhir pasti tidak punya keraguan tentang ini. Dan jelas pula bahwa para ulama salaf adalah orang2 yang dekat dengan wahyu baik dalam ukuran zaman maupun matan.

masalahnya masih banyak yang salah mendudukkan posisi sunnah rasul dan para ulama salaf, jadinya kebenaran quran dan sunnah digeser oleh tafsir dan pemahaman para ulama. mereka didudukkan diatas kitab dan sunnah. seolah-olah antara quran-sunnah dan kita ada hijab yang memisahkan. setiap dibacakan ayat suci, masih ada yang bertanya "mana tafsir ulamanya??" padahal sudah jelas tercantum teksnya dan jelas makna ayat itu disertai hadits rasul, dilengkapi pula dengan sunnah rasul dalam sirah nabawiyah (dan itu pasti datangnya dari  para ulama salaf khan) ...
tetap saja muncul pertanyaan, "mana tafsir ulamanya??", padahal tentu saja dalam memahami susunan kata dan kalimat dalam quran kita merujuk kitab tafsir Ibnu Katsir misalnya. tetap saja, "mana tafsir ulamanya??"

aneh memang umat hari ini. ulama salaf adalah orang yang kita hormati yang kata-katanya didengar dan diikuti. tapi tidak berarti aktualisasi quran dan sunnah rasul harus direduksi oleh teks yang datangnya dari ulama salaf. kalo gak ada teksnya dari ulama salaf, pemahaman islam diluar itu jadi salah...(??) padahal jelas tercantum di quran dan sunnah rasul.

jadinya islam itu seperti agama kristen dan yahudi yang kebenarannya tidak diukur dari kitab suci dan sunnah rasul, tapi dari perkataan rahib-rahib dan alim cendikia mereka.

Pegangan kita ya cuman dua Quran dan Sunnah Rasul, para ulama salaf itu adalah orang-orang yang ditetapkan oleh Allah untuk membantu manusia memahaminya. bukan menghalanginya dan meng-hijab-inya.

wallau a'lam

maaf kalo banyak salah, gimana pendapat sohib2 neh...

PernikMuslim

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.033
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Pria
  • Silahkan hubungi saya, saya akan membantu anda :)
    • Lihat Profil
    • PERNIKMUSLIM.com :: Toko Buku Muslim OnLine PENUH KEJUTAN!! :)
Re: "mana tafsir ulamanya??"
« Jawab #1 pada: Oktober 08, 2006, 07:52:12 pm »
kalo tercantum dalam sunnah dan al-Qur'an pastinya ada ulama salaf yang meriwayatkannya. kenapa? karena Allah sendirilah yang menjaga agama ini.

yang aneh itu kalo gak ada riwayat dari ulama salaf, trus tiba-tiba muncul pendapat begini begitu yang ngakunya dari al-Qur'an dan sunnah (nafsirinnya dari mana? langsung nanya ke Nabi?)

karena ulama salaflah yang paling deket dengan Sahabat dan Nabi, maka yang lebih mengerti tentang islam adalah mereka (dibandingkan kita dan ulama jaman ini)

:)

Allahua'lam

Ibnu Sabiil

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 15
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: "mana tafsir ulamanya??"
« Jawab #2 pada: Oktober 12, 2006, 11:49:29 am »
Siapa-siapa saja yang masuk dalam jajaran ulama "salaf" itu ya ?  :-?

Atau ulama salaf ini hanya sekedar icon saja tetapi tidak bisa dijabarkan siapa-siapa yang masuk dalam kategori tsb ?  :D

PernikMuslim

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.033
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Pria
  • Silahkan hubungi saya, saya akan membantu anda :)
    • Lihat Profil
    • PERNIKMUSLIM.com :: Toko Buku Muslim OnLine PENUH KEJUTAN!! :)
Re: "mana tafsir ulamanya??"
« Jawab #3 pada: Oktober 12, 2006, 10:20:40 pm »
Siapa-siapa saja yang masuk dalam jajaran ulama "salaf" itu ya ?  :-?

Atau ulama salaf ini hanya sekedar icon saja tetapi tidak bisa dijabarkan siapa-siapa yang masuk dalam kategori tsb ?  :D

anta cari tahu aja dulu definisi ulama salaf itu apa. PR oke ;)

aptx

  • Pengunjung
Re: "mana tafsir ulamanya??"
« Jawab #4 pada: Agustus 20, 2007, 11:18:02 am »
Jadi penasaran jumlah ulama salaf. Saya tahu ada buku biografi 60 ulama salaf karya siapa lupa. Jadi apakah total ulama salaf itu berjumlah 60 orang ?

ARCHER

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.080
  • Reputasi: 5
  • Jenis kelamin: Pria
  • Masjid Kampus UGM
    • Lihat Profil
Re: "mana tafsir ulamanya??"
« Jawab #5 pada: Agustus 20, 2007, 01:11:14 pm »
Jadi penasaran jumlah ulama salaf. Saya tahu ada buku biografi 60 ulama salaf karya siapa lupa. Jadi apakah total ulama salaf itu berjumlah 60 orang ?
Jumlah ulama salaf tentunya banyak. Semua shahabat Nabi dengan pimpinan mereka Al-Khulafa'ur Rasyidin.
Kemudia para tabi'in (murid para shahabat). Diantara tokohnya adalah Sa'id ibnu Musayyab, 'Uwah bin Az-Zubair, Ali bin Al-Husain Zainal 'Abidin, Muhammad ibnu Hanafiyyah, 'Ubaidullah bin 'Abdullah bin 'Uthbah bin Mas'ud, Salim bin Abdillah bin 'Umar, Al-Qosim bin Muhammad bin Abi Bakar Ash-Shidiq, Al-Hasan Al-Bashri, Muhammad ibnu Sirrin, Umar bin Abdul Aziz, Muhammad bin Shihab Az-Zuhri, dll.
Atba'ut tabi'in (murid para tabi'in) diantara mereka adalah Malik, A'uzai, Sufyan Ats-Tsauri, Laits bin Sa'ad, dll.
Kemudian murid-murid mereka diantaranya adalah Abdullah ibnu Mubarak, Waki' ibnu Jarrah, Asy-Syafi'i, Yahya bin Sa'id Al-Qoththan, dll.
Kemudian murid-murid mereka seperti Ahmad bin Hambal, Yahya bin Ma'in, Ali ibnu Madini, dll.
Kemudian murid-murid mereka seperti Al-Bukhary, Muslim, Abi Hatim, Abu Zur'ah, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa'i, dll.
Kemudian para ulama setelah mereka yang banyak samapai para ulama zaman ini yang senantiasa mengikuti jejak langkah mereka. Semoga Allah merahmati para ulama yang telah wafat........
Jadi para ulama salaf/terdahulu jumlahnya banyak.

Adapun buku yang berjudul 60 Biografi Ulama Salaf ditulis oleh Syaikh Ahmad Farid.

allahu a'lam

aptx

  • Pengunjung
Re: "mana tafsir ulamanya??"
« Jawab #6 pada: Agustus 20, 2007, 05:17:32 pm »
Terima kasih infonya.
Hmm.. jadi bingung kalau begitu banyak ulama salaf pemahaman ulama salaf yg mana yg diikuti.
Jadi abstrak begini. Kalau ada yg tahu sebenarnya jumlah ulama salaf ada berapa?

ARCHER

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.080
  • Reputasi: 5
  • Jenis kelamin: Pria
  • Masjid Kampus UGM
    • Lihat Profil
Re: "mana tafsir ulamanya??"
« Jawab #7 pada: Agustus 20, 2007, 10:06:39 pm »
Terima kasih infonya.
Hmm.. jadi bingung kalau begitu banyak ulama salaf pemahaman ulama salaf yg mana yg diikuti.
Jadi abstrak begini. Kalau ada yg tahu sebenarnya jumlah ulama salaf ada berapa?

Akhi, insya Allah para ulama tersebut satu aqidah satu pemahaman dan satu prinsip. Mereka semua yang telah disebutkan di atas menempuh satu jalan. Jalan yang telah diwarisi dari rasulillah shalallahu 'alaihi wa sallam dan para shahabatnya ridwanullahi jami'an. Yakni AL-JAMAAH. Bukan jalan orang khowarij, bukan jalan orang rafidhoh, bukan jalan orang mu'tazilah, bukan jalan orang murji'ah, bukan jalan orang jahmiyah, bukan jalan orang qodariyah dan bukan pula jalan firqoh-firqoh sempalan lainnya.
Pemahaman mereka sama yaitu berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah Rasulillah shalallahu 'alaihi wa sallam ila fahmi salafush sholih.
Akhi, tidak ada yang ma'shum kecuali rasulullahi shalallahu 'alaihi wa sallam. Oleh karena itu, hendaknya kita mendahulukan ucapan rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam sebelum yang lainnya. Para ulama bisa salah bisa pula benar. Kalau ada pendapat mereka yang sesuai dengan sunnah kita ikuti kalau ada yang menyelisihi sunnah karena udzur maka kita tinggalkan pendapat mereka tanpa mencela mereka dan kita ikuti sunnah.
Kalau ditanya jumlahnya maka jawabannya banyak. Mereka adalah para shahabat, para tabi'in, para tabi'ut tabiin dan ulama yang senantiasa mengikuti jalan mereka?

allahu a'lam

aptx

  • Pengunjung
Re: "mana tafsir ulamanya??"
« Jawab #8 pada: Agustus 21, 2007, 07:07:38 am »
Hm.. kalau begitu tidak ada standarnya ya yg disebut ulama salafus saleh itu. Cukup abstrak juga ya karena jumlahnya saja....

Bagi saya ulama memang dibutuhkan tapi ulama yg konkret (masih hidup) sehingga pendapatnya dapat diketahui dgn jelas (qoth'i).

aptx

  • Pengunjung
Re: "mana tafsir ulamanya??"
« Jawab #9 pada: Agustus 21, 2007, 07:18:00 am »
Sedangkan ulama yg sudah meninggal tentu sulit untuk diketahui pendapatnya (dzon), sehingga semua orang bisa menyitir pendapat mereka untuk kepentingan tertentu. Dan lagi pendapat orang juga selalu berubah.

aptx

  • Pengunjung
Re: "mana tafsir ulamanya??"
« Jawab #10 pada: Agustus 21, 2007, 07:23:37 am »
Misal kitab Imam Malik al Muwatha ada beberapa versi yg isinya berbeda dan semuanya Asli.

Wallahualam

ARCHER

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.080
  • Reputasi: 5
  • Jenis kelamin: Pria
  • Masjid Kampus UGM
    • Lihat Profil
Re: "mana tafsir ulamanya??"
« Jawab #11 pada: Agustus 21, 2007, 01:41:48 pm »
Ya ikhwan, bukan bermaksud untuk membatasi inilah para Imam dan 'ulama pada zaman dan abad ini baik yang masih hidup--mudah-mudahan Allah mengonkohkan mereka dan diberikan umur yang panjang di dalam pembelaan agama-Nya --ataupun yang telah Allah panggil di sisi-Nya--semoga Allah merahmati mereka semua dengan rahmat-Nya yang lapang--, diantaranya:
Asy-Syaikh Al-Muhadist Abdurrahman Al-Mu'alimi Al-Yamani, Asy-Syaikh Al-Muhadist Ahmad Syakir, Samahatusy Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alusy Syaikh, Al-'Alamah Asy-Syaikh Abdullah ibnu Humaid, Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di, Asy-Syaikh Muhammad Amin Asy-Syinqithi, As-Syaikh Hamud bin Abdillah At-Tuwaijiri, Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah ibnu Baz, Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-'utsaimin, Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albany, Asy-Syaikh Abdul Muhsin Al-Abad, Asy-Syaikh Sholih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan, Asy-Syaikh Sholih bin Abdul Aziz Alusy Syaikh, dll.....

allahu a'lam

di3

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 15
  • Reputasi: 1
    • Lihat Profil
Re: "mana tafsir ulamanya??"
« Jawab #12 pada: Oktober 02, 2007, 03:22:28 pm »
Saya setuju dengan pendapat " mana tafsir ulamanya ...?"

padahal sudah ada di depan kita al qur'an.........
jadi klo kita membahas al qur'an kemuadian tidak ada tafsir ulamanya jadi gak boleh di terusin....????
islam mengajarkan untuk pintar......
tapi dengan pembimbing tentunya......

mengenai orang yang bisa mengungkap keilmuan baru bukan aliran baru yach tapi keilmuan baru yang akan menunjang keilmuan yang sudah ada sebelumnya agar lebih sempurna,,,,di jaman sekarang ini bukannya gak mungkin allah menurunkan orang" seperti para wali kecuali seperti nabi karena tidak akan ada lagi orang seperti nabi,,,,karena melalui orang" seperti itulah allah akan menjaga al qur'an, orang" yang di berikan kelebihan dari manusia biasanya.....jadi orang" seperti itu tidak hanya ada pada jaman dulu saja, karena kata allah swt. akan kujaga keaslian al qur'an sepanjang masa

wassalam........

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: "mana tafsir ulamanya??"
« Jawab #13 pada: Oktober 06, 2008, 05:58:26 am »
hehehe..jadi ingat jamal al-bana, seorang liberalis mesir yang mencela segala bentuk penafsiran. bisa dibaca di bukunya yang berjudul, al-tafsir baina al-qudama wa al-muhaddisin.

kalian=tdak setuju penafsiran
jamal al-bana=tidak setuju penafsiran

jamal al-bana=liberal
kalian=liberal

wah, berarti kalian ini liberal ya dalam pemahaman ini.

dan kalau saya baca thread ini, ternyata alasan jamal al-bana lebih ilmiah dari kalian. hehehe...

yant_138

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 195
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: "mana tafsir ulamanya??"
« Jawab #14 pada: Oktober 08, 2008, 01:04:00 am »
yaaaa jangan langsung gitu donk.....
dipilah-pilah dulu.
kalau yg jelas dan mudah tdk perlu tanya mana tafsir ulamanya.
ulama tdk pasti benar lho, kalau nabi Muhammad dijamin benar. tapi sebelum jadi nabi tdk dijamin, karena belum tahu iman, masih dhol terus dapat petunjuk jadi nabi umur 40 th. saat jadi nabi pun Nabi Muhammad pernah ditegur di abasa dan saat minta anak laki-laki.
Lha ulama jangan di ikuti semuanya. Ulama-ulama juga banyak friksinya , salahnya, terutama kalau mengikuti kepentingan sesaat. banyak contohnya khan.
kalau menurut saya kebenaran bisa datang dari manapun. bukan orangnya/ulamanya yg dinilai tetapi ucapan dan perbuatannya yg dinilai. begitupun dalam menyampaikan ayat-ayat qur'an.
siapapun yg menyampaikan ayat al Qur'an , ayat al Qur'annya pasti benar alhaqqu mirrobbikum.
tapi ayatnya juga harus dibaca lengkap, tdk boleh sengaja memotong.
lah kalau sudah sulit, baru tanyakan tafsir ulamanya. dan tafsir ulama yg lainnya untuk perbandingan.
kalau nggak salah dalam hal keilmuan kita di bukakan sedikit demi sedikit, begitupun dgn al Qur'an.
kalau selalu tanya mana tafsir ulamanya, itu sepertina  ilmu Qur'an sdh mandeq.
padahal Al qur'an berlaku sepanjang zaman dan bila ditulis sampai 7 lautan  bumi belum tamat.
lha apa yg ditulis ulama sdh ada 1 lautan? belum ada khan. berarti masih ada ilmu yg sangat banyaaaaaak sekali yg belum diketahui ulama zaman dulu tetapi ilmu itu sdh ada dalam al qur'an.