Penulis Topik: Haid (Menstruasi)  (Dibaca 87232 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

bangsholeh

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 695
  • Reputasi: -14
  • Jenis kelamin: Pria
  • SoBat, MaLam TaK KaN PeRnAh 24 JaM !!!
    • Lihat Profil
Re: Haid (Menstruasi)
« Jawab #45 pada: September 29, 2007, 12:56:31 am »

- Kapankah wanita yang haid mengetahui bahwa dia sudah suci?
+ Mengetahuinya dengan dua cara, 1. Lendir putih, jika dia dapat melihatnya. 2. Keringnya lubang vagina dari darah, bercak coklat atau kekuning-kuningan, jika dia tidak bisa melihatnya lendir putih tersebut.
apakah apabila salah satunya sudah terjadi maka sudah dihukumi suci? ataukah harus terjadi keduanya baru bisa dikatakan suci?
Iya, jika seorang wanita telah mendapat salah satu dari tanda yang dua itu maka dia sudah suci. Dan tidak perlu menunggu tanda yang lain.

- Bercak coklat, kekuning-kinunganyang keluar dari vagina
+ Jika keluarnya bersambung dengan, sebelom dan sesudahnya maka itu adalah darah haid, apabila keluarnya terpisah, maka itu adalah darah istihadhoh.

apakah ada batas minimal keluarnya lendir putih tsb? bagaimana bila setelah putih keluar cairan kecoklatan lagi? soalnya kemarin pas magrib dah liat "si putih", trus mandi, tapi pas isya malah ada cairan kecoklatan(tapi ga sampai item)& ga berbau seperti darah yg biasa.. ini hukumnya apa? :-/ :-/
Dijawab ya, bang, penting banget nih,,,

Lendir putih adalah pembatas masa haid atau tanda bahwa masa haid pada bulan itu sudah berakhir. Nah apabila seorang wanita telah melihatnya, maka dia telah suci dari masa haidnya pada bulan itu. Kalo ada cairan kecoklatan keluar dari vagina setelah lendir putih tadi, apakah masih dinamakan haid? Tidak akan tetapi dia adalah darah istihadhoh (darah penyakit)

Rizki Amalia

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.002
  • Reputasi: 29
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
Re: Haid (Menstruasi)
« Jawab #46 pada: Oktober 23, 2007, 09:59:36 am »
Syukron katsiron buat penjelasannya..:-):-) sekarang boleh nanya lagi kan? kalau terdapat tempo yg lama antara darah terakhir dg lendir putih tsb, shalat2 dalam waktu tsb harus diganti g?

ctzone

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 20
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • Innallaaha ma'anaa
    • Lihat Profil
    • http://nunoah.multiply.com
Re: Haid (Menstruasi)
« Jawab #47 pada: November 17, 2007, 10:41:12 pm »
Assalaamu'alikum Wr.Wb
Bismillaah Alhamdulillaah Allahumma sholli 'alaa sayyidinaa Muhammad wa 'ala aalihi washahbihi wasallam
Saya baru gabung nih.... >:D<
Mohon maaf ikut nimbrung ...
Dalam Safinatunnajaa dijelaskan bahwa diharamkan bagi wanita haid itu 10 hal:
1.Sholat
2.Thowaf
3.Menyentuh Al-Quram
4.Membawa Al-Quran
5.Diam di dalam masjid
6.Membaca Al-Quran
7.Shaum
8.dithalaq(cerai)
9.Lewat di dalam masjid kalau takut ada darah yang menciprati masjid
10.Haram dialap suka(istimta'a) dari antara dengkul hingga pusar
untuk dalil-dalimya dan penjelasannya insya Allah menyusul....
Mohon maaf bila ada perbedaan dan kesalahan karena untuk masalah ini memang banyak perbedaan pendapat ulama dan Insya Allah akan saya jelaskan dengan keimuan saya sedikit in, karena kitabnya belum dibuka takut dalam penjelasannya berbeda dengan aslinya

Wassalaamu'laikum Wr.Wb

abu_ahmad syafiq

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 599
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • Rumah sederhana tapi penuh cinta
    • Lihat Profil
Re: Haid (Menstruasi)
« Jawab #48 pada: November 18, 2007, 01:11:44 pm »

5.Diam di dalam masjid



untuk yang ini, terdapat kelemahan-kelamahan riwayat hadits yang menjelaskannya. Di antaranya tiga hadits yang diriwayatkan oleh Aiysah radiyallahu 'anha, mauquf(terputus sampai pada beliau), berarti bukan suatu hadits dari nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam. dan status haditsnya dhaif.

Dan ada lagi yang diriwayatkan oleh ibnu ummar pun mauquf juga kepada beliau. Dan setatus haditsnya dhaif.

[lihat al masail karya ustadz Hakim bin Amir al Abdat jilid 5, pembahsan yang terkait].

siji

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 3
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • gomu..gomu..gomuuu...
    • Lihat Profil
Re: Haid (Menstruasi)
« Jawab #49 pada: November 22, 2007, 02:40:31 pm »
saya kok baru tahu kalo "si putih" sebagai pembatas akhir masa haid.boleh tahu rujukannya?krn hal ini bagiku masih baru.
dan setahu saya kalo ada darah yg keluar beberapa saat setelah haid berhenti.harus diidentifikasi terlebih dahulu.apakah darah itu warnanya lebih lemah ataukah sama dg warna darah haid sebelumnya...
kalo lebih lemah dari darah haid berarti itu darah istihadloh.kalo warnanya sama itu darah haid.
tapi permasalahannya anda harus mengetahui adat/kebiasaan masa haid haid anda...baik itu jumlah hari ataupun warna darah...

hanyta

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.384
  • Reputasi: 14
  • Jenis kelamin: Wanita
  • smile ^_^
    • Lihat Profil
Re: Haid (Menstruasi)
« Jawab #50 pada: Maret 24, 2008, 03:09:19 pm »
makasi ya bang,,,pelajaran berharga neh,,, ;)

nonee

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 1
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: Haid (Menstruasi)
« Jawab #51 pada: Agustus 21, 2008, 04:11:22 pm »
Ketentuan Hukum Darah Kebiasaan Wanita (haid dan istihadhoh)

assalamualaikum...
mau tanya ttg point :
"- Bercak coklat, kekuning-kinunganyang keluar dari vagina
+ Jika keluarnya bersambung dengan, sebelom dan sesudahnya maka itu adalah darah haid, apabila keluarnya terpisah, maka itu adalah darah istihadhoh"

Bercak coklat yg sy alami, muncul 2 hr stlh ms suci. apakah ini termasuk haid atau istihadhoh? fyi, biasanya dalam siklus haid sy, bercak coklat memang keluar sebelum dan sesudah keluarnya darah.
Selanjutnya, disebutkan jugabahwa jika memang itu adalah istihadhoh, dianjurkan untuk mandi setiap kali mau shalat. Ini agak berat, khususnya untuk waktu shalat zuhur dan ashar, krn pd waktu itu sy masih di kantor.
Apakah hukum mandi utk istihadhoh itu hukumnya wajib/sunnah? bisa sebutkan dalilnya?soheh atau tidak?.
Demikian.

Terimakasih.

layla azzahra

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.590
  • Reputasi: 90
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Ijinkan hamba mencintaiMu dengan cara ini
    • Lihat Profil
Re: Haid (Menstruasi)
« Jawab #52 pada: September 12, 2008, 02:56:15 pm »
Kalo lagi haid boleh tadarus ga?

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: Haid (Menstruasi)
« Jawab #53 pada: September 12, 2008, 08:43:52 pm »
Kalo lagi haid boleh tadarus ga?

haidh khan ga boleh membaca al-qur'an mba. dibolehkan membaca al-qur'an sebagai rukhsah ( keringanan ), seperti orang haidh yang kondisinya sedang menghafal al-qur'an. nah, kalau tidak di baca maka berkemungkinan lupa.

layla azzahra

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.590
  • Reputasi: 90
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Ijinkan hamba mencintaiMu dengan cara ini
    • Lihat Profil
Re: Haid (Menstruasi)
« Jawab #54 pada: September 13, 2008, 04:42:11 am »
haidh khan ga boleh membaca al-qur'an mba. dibolehkan membaca al-qur'an sebagai rukhsah ( keringanan ), seperti orang haidh yang kondisinya sedang menghafal al-qur'an. nah, kalau tidak di baca maka berkemungkinan lupa.
Ooo gitu ya...
Masalahnya saya rancu dengan jawaban2 yang saya dapat sebelumnya.
Ada yang tidak memperbolehkan sama sekali.
Ada yang membolehkan membaca alquran (untuk menjaga hafalan seperti yang mas fahmi contohkan).
Ada yang membolehkan membaca dan memegang alquran dalam bentuk alquran terjemahan  :-??.
(Tetapi semua jawaban itu tidak jelas landasan hukumnya bagi saya).
Makanya bingung....... :-/

BINGUNG !!!

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.384
  • Reputasi: 47
  • Jenis kelamin: Pria
  • 7 Agustus 2009, 06:50 pm
    • Lihat Profil
Re: Haid (Menstruasi)
« Jawab #55 pada: September 13, 2008, 06:00:07 am »
kLu kasusnya bgini (berdasarkan pengaLaman seorang teman) :

seseorang biasanya M setiap tgL 15, tp pas buLan ramadhan jd Lebih cepat 15 hari, tgL 1 (setengah buLan donk)...tp dia ga yakin apa itu benar2 M ato bukan, sebab warna & baunya Lain seperti biasanya (ga tw beda kya gmna mksudnya)...dia ragu apakah masih boLeh puasa ato ga, sebab dia yakin seharusnya 'datang'nya tgL 15...tp dia jg takut kLu itu emg benar M, sehingga jika puasa & shoLat maLah jd dosa.

apa daLam keadaan seperti itu masih boLeh puasa & mengerjakan ibadah2 Lainnya?

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: Haid (Menstruasi)
« Jawab #56 pada: September 13, 2008, 06:13:04 am »
Ooo gitu ya...
Masalahnya saya rancu dengan jawaban2 yang saya dapat sebelumnya.
Ada yang tidak memperbolehkan sama sekali.
Ada yang membolehkan membaca alquran (untuk menjaga hafalan seperti yang mas fahmi contohkan).
Ada yang membolehkan membaca dan memegang alquran dalam bentuk alquran terjemahan  :-??.
(Tetapi semua jawaban itu tidak jelas landasan hukumnya bagi saya).
Makanya bingung....... :-/


Memang, tentang orang haidh yang membaca qur'an, ulama berbeda pendapat tentang hal ini.

madzhab syafi'i melihat haramnya orang haidh membaca qur'an. sekaligus ini adalah pendapat jumhur ulama. pendapat ini diriwayatkan oleh khattabi dari jama'ah ulama, dan dari ashab syafi'iyah dari 'umar bin khattab, 'ali bin abi thalib jabir bin 'abdullah, zuhri, nakha'i dan selainnya ( lihat majmu' syarah muhadzab juz 2 hal. 179 )

Adapun pendapat yang membolehkan secara mutlak, adalah pendapat dari madzhab maliki, sebagaimana di nuqil oleh abu tayyib, ibnu shabagh, dan selainnya. pendapat ini di rajihkan oleh al-hafidz ibnu mundzir.

dalil kami ( kalangan syafi'iyyah ) tentang keharaman orang haidh membaca mushaf adalah :

1. كان رسول الله – صلى الله عليه وسلم – يُقْرئِنا القرآن ما لم يكن جنبا"

dari 'ali : bahwasanya rasul SAW selalu membacakan al-qur'an selagi beliau tidak junub. hadis ini dirawaytakn oleh tirmidzi dalam sunannya ( 1/274 ). dan komentar beliau akan hadis ini : hasan shahih. kemudian beliau berkata :
وبه قال غير واحد من أهل العلم أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم والتابعين
pendapat ini adalah pendapat sebagian besar sahabat nabi SAW

2. dari 'abdillah bin 'umar :
قال النبي – صلى الله عليه وسلم – "لا تقرأ الحائض ولا الجنب شيئاً من القرآن

nabi SAW berkata : janganlah orang yang haidh dan junub membaca qur'an. hadis ini diriwayatkan oleh tirmidzi ( 131), ibnu majah ( 595 ), dan baihaqi ( 14/89 )

3. hadis riwayat bukhari, diriwayatkan oleh 'aisyah :
كان النبي صلى الله عليه وسلم يتكئ في حجري وأنا حائض ثم يقرأ القرآن

Nabi SAW bersandar di sampingku dan saya sedang haidh, kemudian beliau membaca qur'an.

mengomentari hadis nomer 3 diatas, ibnu hajar dalam fathubari ( lihat 1/204 ) mengutip ibnu daqiq al-'id yang berpendapat bahwa dg hadis tersebut sangat cukup untuk mengatakan bahwa orang yang sedang haidh haram untuk membaca al-qur'an.

berkata imam nawawi dalam majmu' syarah muhadzab :

يحرم على الجنب والحائض والنُّفَسَاء قراءة شيء من القرآن وإنْ قلَّ حتى بعض آية، ولو كان يقرأ في كتاب فقه أو غيره فيه إحتجاج بآية حرم عليه قراءتها

diharamkan bagi orang yang junub dan haidh membaca qur'an. walausedikit sekalipun. dan jika mendapati dalam suatu ayat alqur'an dalam kitab fiqih atau selainnya, maka haram untuk membacanya

kedua hadis yang saya sebutkan ( nomor satu dan dua ) diatas dinilai dha'if oleh sebagian ulama. sehingga mereka pun mengatakan bahwa orang haidh boleh membaca qur'an karena tidak ada dalil yang secara jelas mengharamkan ( karena hadisnya dha'if ).

adapun yang mengharamkan, mereka menqiyaskan dengan orang junub.karena orang haidh persis seperti orang junub ( dalam hal diwajibkannya mandi ), maka diharamkan baginya membaca qur'an. dalam hadis  riwayat 'ali di sebutkan :

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم لا يحجبه عن قراءة القرآن إلا الجنابة

bahwa nabi SAW tidak menghalangi orang membaca qur'an terkecuali pada orang yang sedang junub.

dan masih banyak lagi hadis-hadis tentang keharaman orang junub membaca qur'an.

dijawab oleh yang menghalalkan, bahwa penqiyasan orang junub dan haidh adalah qiyas fasid. karena orang junub hanya beberapa saat dan saat itu juga memungkinkan untuk mandi. sedangkan orang haidh memerlukan waktu yang lama agar bisa kembali suci. oleh karena itu jika orang haidh dilarang membaca qur'an, maka sama saja menghalangi dia untuk beribadah dalam jangka waktu yang lama.

bagi saya : mengatakan bahwa orang haidh tidak bisa diqiyaskan dg orang junub juga fasid jika hanya dg alasan masalah ibadah. karena orang haidh pun dilarang shalat yang tentu saja shalat adalah ibadah. bahkan bagi saya sama saja mengatakan, orang haidh dilarang shalat berakibat penyempitan ladang amal bagi si haidh. tentu saja ini tidak masuk akal. karena ketika si haidh tidak melaksanakan shalat/membaca qur'an, itulah ibadah itu sendiri. itulah ibadah, karena dia melaksanakan apa yang sudah dilarang oleh allah.

adapun masalah kebolehan membaca qur'an bagi orang haidh yang sedang menghapal, ini sudah masuk keadaan hajat. bukan hukum asal.

begitu :)  




fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: Haid (Menstruasi)
« Jawab #57 pada: September 13, 2008, 06:23:17 am »
kLu kasusnya bgini (berdasarkan pengaLaman seorang teman) :

seseorang biasanya M setiap tgL 15, tp pas buLan ramadhan jd Lebih cepat 15 hari, tgL 1 (setengah buLan donk)...tp dia ga yakin apa itu benar2 M ato bukan, sebab warna & baunya Lain seperti biasanya (ga tw beda kya gmna mksudnya)...dia ragu apakah masih boLeh puasa ato ga, sebab dia yakin seharusnya 'datang'nya tgL 15...tp dia jg takut kLu itu emg benar M, sehingga jika puasa & shoLat maLah jd dosa.

apa daLam keadaan seperti itu masih boLeh puasa & mengerjakan ibadah2 Lainnya?

M itu apa yaks ? bahasanya roaming kayaknya deh :D

menurut Dr 'ali jum'ah muhamad, dalam bukunya al-din wa al-hayat pada pembahasan al-tharah wa al-nadzafah, fatwa no 48, : darah yang keluar jika bukan pada masa haidh adalah istihadhah. sehingga dibolehkan untuk shalat dan puasa.

catatan : hukum diatas jika si perempuan tidak sedang menjalani terapi atau hal-hal lain yang menyebabkan darahnya keluar lebih cepat.

BINGUNG !!!

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.384
  • Reputasi: 47
  • Jenis kelamin: Pria
  • 7 Agustus 2009, 06:50 pm
    • Lihat Profil
Re: Haid (Menstruasi)
« Jawab #58 pada: September 13, 2008, 06:59:25 am »
catatan : hukum diatas jika si perempuan tidak sedang menjalani terapi atau hal-hal lain yang menyebabkan darahnya keluar lebih cepat.

kLu misaLkan karena metaboLisme tubuh yg berubah karena poLa makan pd saat buLan ramadhan jg berubah, apa itu pengaruh ama si nyonya M shg menyebabkan 'datang'nya Lebih cepat?

layla azzahra

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.590
  • Reputasi: 90
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Ijinkan hamba mencintaiMu dengan cara ini
    • Lihat Profil
Re: Haid (Menstruasi)
« Jawab #59 pada: September 13, 2008, 05:03:52 pm »
bagi saya : mengatakan bahwa orang haidh tidak bisa diqiyaskan dg orang junub juga fasid jika hanya dg alasan masalah ibadah. karena orang haidh pun dilarang shalat yang tentu saja shalat adalah ibadah. bahkan bagi saya sama saja mengatakan, orang haidh dilarang shalat berakibat penyempitan ladang amal bagi si haidh. tentu saja ini tidak masuk akal. karena ketika si haidh tidak melaksanakan shalat/membaca qur'an, itulah ibadah itu sendiri. itulah ibadah, karena dia melaksanakan apa yang sudah dilarang oleh allah.

adapun masalah kebolehan membaca qur'an bagi orang haidh yang sedang menghapal, ini sudah masuk keadaan hajat. bukan hukum asal.

begitu :)  
Mmmmm... Begitu ternyata landasan hukumnya :-?
Syukron katsir akh.
InsyaAlloh ana faham sekarang.