Penulis Topik: Ketegangan yang telah usai tapi…..  (Dibaca 3496 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

drai

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.604
  • Reputasi: 7
  • "masih selalu bahagia"
    • Lihat Profil
Ketegangan yang telah usai tapi…..
« pada: Desember 18, 2009, 03:45:30 pm »
Ketegangan yang telah usai tapi…..

Hari jum’at hari terakhir ujian tengah semester dengan mata kuliyah terakhir yang diujikan adalah Bahasa Arab. Beberapa saat setelah bel berbunyi dosen yang mengajar Bahasa Arab pun datang. Sebelum beliau membagikan soal-soal yang diujikan, beliau berkata pada semua mahasiswa yang hadir, yang diucapkannya kurang lebih sebagai berikut:

”akhi, soalnya kurang nih… biasanya yang hadir tidak sebanyak ini?”.

 Akhirnya beliau memutuskan siapa yang tidak kebagian soal konsekwensinya moto kopi sendiri sekalipun ada mahasiswa yang dengan suka rela mengalah pergi menkopi soal ujian. Lucunya, ada satu mahasiswa yang tadinya duduk di belakang karena takut tidak kabagian soal langsung berpindah ke bangku paling depan, coba kalau setiap hari ada mahasiswa yang berebut duduk di bangku paling depan….

Ikhwan yang dirahmati Allah, tulisan ini ditujukan untuk para mahasiswa yang sedang menunaikan bagian dari jihadnya menuntut ilmu dan tidak terlambat bagi mereka yang sedang menikmati detik-detik terakhir masa perkuliyahannya.

Dakwah, bagian dari satu jurusan yang muliya dari jurusan-jurusan ilmu agama yang telah ada.  Begitu muliyannya pekerjaan dakwah sampai-sampai Allah subhanahu wata’ala berfirman:

"Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang berdakwah (menyeru) kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (Fushilat (41): 33).

Sekedar mengingatkan, apakah hadir perkuliyahan sekedar mendapatkan ijazah?, apakah hadir di perkuliyahan sekedar mencari nilai A?, atau bahkan apakah hadir di bangku kuliyah sekedar mencari jodoh?, sungguh sayang jika demikian terjadi, tidak ada kata terlambat untuk membuang jauh-jauh keinginan itu. Meluruskan niat, kuatkan tekad dan yakini bahwa menuntut ilmu adalah bagian dari jihad. Sebagaimana Imam Adz Dzahabi berkata:

“Barang siapa yang berkata bahwa menuntut ilmu bukan bagian dari jihad, maka ia hilang akalnya”.

Akhi, hawa nafsu apa yang membuat kita malsa menuntut ilmu?, berikut adalah di antara tujuan dari pentingnya menuntut ilmu.

1. Tarbiyah ruhiyah

Jika kita mau membaca sirah nabawiyyah, akan ada beribu-ribu faidah bahkan lebih hikmah yang dapat kita ambil. Satu di antaranya adalah bagaimana kegigihan rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dalam mentarbiyah para sababatnya. Kurang lebih 23 tahun para sahabat dibina jiwanya yang akhirnya  mampu membentuk pribadi-pribadi yang tangguh, mampu bertahan dalam setiap kondisinya tetap di atas konsekwensi dalam dakwahnya rela mati demi kejayaan islam.

Mana bisa dikatakan tarbiyah ruhiyah jika kuliah hadir ketika menjelang ujian saja?, mana bisa dikatakan tarbiyah ruhiyah, hadir di perkuliyahan sekedar mengisi blanko kosong absensi?, mana bisa dikatakan tarbiyah ruhiyah jika hadir di perkuliyahan hanya berdoa “bismika Allahumma ahya maamuutu”. Tidak demikian akhi,…

Akan benar sebuah perkuliyahan dikatakan sebagai bagian dari tarbiyah ruhiyyah jika, mahasiswa tidak datang terlambat, senantiasa mengusahakan dirinya duduk di bangku terdepan dan tidak mengantuk di kelas. Saudaraku, memang berat cobaan yang dihadapi para penuntut ilmu, tapi sadarilah bahwa keutamaannya melebihi yang lainnya.

Sabda Rasulullah saw kepada Ali bin Abi Thalib: “Demi Allah, sesungguhnya Allah swt menunjuki seseorang dengan (dakwah)mu maka itu lebih bagimu dari unta merah.” (Bukhari, Muslim & Ahmad).

2. Transfer ilmu

Kegigihan para ulama dalam menuntut ilmu sudah seharusnya patut kita contoh. Di tengah keterbatasan fasilitas yang dimilikinya pun tidak menyurutkan semangatnya dalam menggali ilmu. Melawan panasnya gurun sahara dingin ketika datang musim dingin bahkan  terhimpit oleh kemiskinan, akan tetapi demikian tak sekalipun menyurutkan untuk berhenti menuntut ilmu. Terbukti, hadir di tengah-tengah kita karya-karya besarnya  dan kita tinggal menikmatinya.

Sedangkan kita, kelas nyaman, warung makan dekat dan kendaraanpun mendukung, alasan apa lagi yang menjadikan kita malas untuk menuntut ilmu? Baqi al makhlad, rela menyamar sebagi pengemis demi belajar ilmu hadits kepada Imam Ahmad yang waktu itu di boikot oleh penguasa untuk tidak mengajarkan ilmunya, Imam Nawawi yang karena kesibukannya dari syaikh yang satu menuju syaikh yang lainnya dan satu-satunya ikan yang dimilikinya busuk akan tetapi tetap dimakannya, Imam Syafi’i menghabiskan peralatan dapur ibunya demi menulis ilmu-ilmu yang didapatkan.

Saudaraku, kita sekarang ini bebas menuntut ilmu, tidak ada cerita menuntut ilmu menghabiskan peralatan dapur uminya untuk menulis ilmu, tidak ada cerita kelaparan dan tidak ada cerita menyedihkan lainnya sebagaimana ulam aterdahulu dalam menuntut ilmu.



3. Merubah Peradaban

Yang dimaksud adalah, sebuah keadaan tidak akan berubah jika diri kita sendiri yang berubah. Bagai mana mungkin peradaban bisa dirubah sementara diri kita sendiri enggan merubahnya? Cara hidup, cara berpikir bahkan cara menuntut ilmu. Jurusan dakwah, di dalamnya terdapat perangkat-perangkat yang menjadikan landasan-landasan penting untuk meribah peradaban. Bagai mana mungkin peradaban bisa dirubah jika sumber dayanya malas untuk menuntut ilmu? Tidak mungkin saudaraku…

Mulailah saat ini juga, rubah diri kita kemudian orang-orang terdekat kita hingga tujuan tertinggi kita adalah tegaknya syariat Islam di bumi Indonesia kita ini. Kapan lagi, menunggu revolusi atau hanya berpangku tangan berpasrah diri menghadapi kenyataan pahit ini?, tidak demikian…

Allahu akbar!!!

[ide tulisan muncul sehari setelah ujian tengah semester]

By: drai_melin@yahoo.com

« Edit Terakhir: Desember 18, 2009, 04:00:05 pm oleh drai »

ani

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.585
  • Reputasi: 26
  • "Ya Allah kukuhx persaudaraan ini smp kejannahMu"
    • Lihat Profil
Re:
« Jawab #1 pada: Desember 23, 2009, 01:05:19 pm »
Iya kondisi mahasiswa skrg menyedihx n bkn kesel jg dosen mesti byk2 sabar, bayangin coba dosen dah d dlm kelas eh mhsx msh asyk ngobrl diluar, kuliah yg dtg sdkt eh tau2 pas ujian jd byk hmm rasax niatx cuman dpt nilai n lulus aja