Penulis Topik: Mari beramal shaleh  (Dibaca 26412 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

arif budiman

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.392
  • Reputasi: 71
  • Jenis kelamin: Pria
  • My little angels
    • Lihat Profil
Re:Mari beramal shaleh
« Jawab #30 pada: Desember 11, 2009, 08:54:39 pm »
Kutip
mereka yang memakai jilbab, berjenggot dan celana cungkring
memahami hal tersebut sebagai syariah yang mereka laksanakan sebagai manifestasi keimanan mereka
menifestasi keimanan ? sebagai syariah ? ha..ha..ha.. begitukah cara berfikir anda --- apa kalo kagak berjilbab, berjenggot ato cingkrang = tidak beriman/kafir ?. jangan2 anda kagak tahu yg namanya beriman ?
tolong beritau saya pengertian beriman menurut anda

kalo bicara masalah perintah atau larangan, maka dengan sendirinya kita sedang berbicara masalah hukum, tahukah anda siapakah pemilik hukum dimuka bumi ini ? dan siapa pula yg berhak menetapkannya ?

jadi salah besar kalau anda mengatakan itu masalah khilafiyah yg tak ada ujung pangkalnya dan hanya menimbulkan perpecahan dikalangan umat.

Kayaknya anda semakin jauh deh dengan AQ, sampai2 anda beranggapan ada manusia yg bisa menetapkan huklum ?
siapa yang bilang masalah khilafiyah yg tak ada ujung pangkalnya dan hanya menimbulkan perpecahan dikalangan umat ya?  :-/
saya khan cuma menyampaikan bahwa saya tidak punya kapasitas sebagai fakih untuk membahas masalah khilafiyah..

Allah yang menetapkan hukum, rasulullah menyampaikan hukum2 tersebut melalui lisan dan perbuatan beliau, kemudian sahabat mencontohnya, lalu ulama setelahnya menafsirkannya melalui metode yang bisa dipertanggungjawabkan, selanjutnya kita belajar melalui penafsiran2 tsb.. anda mau menambahkan atau mau menyanggah?

saya ga bilang orang berjenggot/bercelana cungkring/berjilbab dijamin akan masuk surga.. tapi jika mereka melakukannya karena mentaati syariat setelah belajar melalui tafsir Al-Quran dan Hadits.. anda mau bilang bahwa apa yang mereka lakukan sia2 belaka?
atau kalo saya balik tanya, apakah orang yang berjenggot/bercelana cungkring/berjilbab akan masuk neraka karena mereka telah berjenggot/bercelana cungkring/berjilbab dimana tidak ada perintahnya dalam agama? apa jawab anda?


Sangat mengherankan kalau keimanan seseorang dimanifestasikan dengan jilbab, jenggot dan celana cingkrang.

biarawati juga berjilbab bukan ? pendeta2 kristen ortodoks jenggotnya rata2 0,5 meter ? berimankah mereka ?
mas.. biarawati berjilbab, tapi mereka menyembah Allah yang Esa ga?
pendeta kristen ortodoks jenggotnya panjang, tapi niat mereka karena meneladani rasulullah ga?
tentu saya paham bahwa manifestasi keimanan tidak berhenti hanya pada memakai jilbab, jenggot dan celana cingkrang.
hanya saja saya heran kenapa anda sinis sekali pada mereka yang berjilbab, berjenggot dan bercelana cingkrang.
apakah anda tidak pernah liat wanita berjilbab yang terjun membantu korban bencana alam?
atau apakah anda tidak pernah liat pria berjenggot yang dakwahnya menginspirasi banyak orang untuk berbuat baik?
atau apakah anda tidak pernah bertemu dengan pria bercelana cungkring yang supel dan suka menolong?

subhanallah, banyak2lah membaca AQ saudaraku agar kita tidak mudah terombang-ambing dalam kekalutan agama.
syukron atas nasehatnya bro..  :)
semoga saudaraku juga dibukakan matanya bahwa tidak semua orang yang berjilbab/berjenggot/bercelana cungkring adalah manusia jumud yang merasa sudah cukup membuktikan keimanan dan keislamannya hanya dengan memakai simbol2 agama

Salaam,
Wassalamu'alaikum warahmatullah

koboy56

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 46
  • Reputasi: -4
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Mari beramal shaleh
« Jawab #31 pada: Desember 12, 2009, 08:53:27 pm »
Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu.(QS 17:14)

Saya tidak yakin anda2 tahu apa yg dimaksud Allah dengan amal shaleh, apa kriterianya suatu amal disebut dengan shaleh, berikan juga beberepa contohnya sekalian ?

Silahkan kang, jangan malu2 ...

Salaam,

maf kalo gitu tolong mas tobil jelasin apa yang dimaksud dengan amal shaleh dan kriterianya suatu amal disebut dengan shaleh dan tolong kasi contohya,biar saya yang bodoh ini dan lemah hafalan dapat mengetahui apa itu amal shaleh?


@---> buat BUNG MASUD HASYIM, BUNG YAN_138, BUNG ARMAN, BUNG ARIF BUDIMAN....mohon di maklumi aja dech komentar BUNG TOBIL ini....agknya dia ini mungkin banyak amal sholehnya...harap maklum...


koboy56

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 46
  • Reputasi: -4
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Mari beramal shaleh
« Jawab #32 pada: Desember 12, 2009, 09:55:12 pm »
@ bung Tobil --> bung tobil..mungkin saya ingin mencoba memahami dan berpendapat maksud anda membuat judul " MARI BERAMAL SHALEH "
supaya agk nyambung dengan judulnya...menurut pendapat saya ( mohon koreksi kalau ada yg salah ) :

* maksud bung tobil ini mengharapkan agar kita semua lebih banyak berbuat amal shaleh...karena sebagai muslim yg baik janganlah hanya membanggakan cara berpakaian islami saja..dan jg hal2 yg berkenaan  dengan : shalat, zikir, puasa,membaca Alqur'an saja...tapi harus diimbangi dengan berbuat kebaikan dalam kontek amal shaleh ini...kira2 begitu kali yah..maksud bung tobil..

saya ada perumpamaan seperti ini  :
seyogyanya kita jgn hanya sekedar jadi muslim yang gagah ( hanya untuk diri sendiri )...tapi seharusnya jadilah muslim yang perkasa ( bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain jg )...
* muslim yang gagah ---> rajin shalatnya, rajin puasanya, rajin baca alqur'annya, kuat jg Zikirnya.
                         bagus penampilan pakaian islaminya...tetapi tidak diimbangi dengan banyak
                         berbuat amal shaleh..

* muslim yang perkasa -> menjalankan shalat,puasa, baca alqur'an,jg berzikir..
                         tetapi jg diimbangi dengan banyak
                         berbuat amal shaleh..antara lain : nasehat-menasehati dalam kebaikan dan
                         kesabaran,menolong sesama manusia,dermawan,tidak sombong,tidak pelit dengan
                         ilmu yg kita miliki,dsb...

mungkinkah ini maksud bung Tobill...???
mohon komentarnya....harap maklum...
                         





yant_138

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 195
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re:Mari beramal shaleh
« Jawab #33 pada: Desember 13, 2009, 09:54:53 pm »
contoh amal sholeh ( kalau tahu ilmunya )

Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan
3/137

ternyata jalan jalan dan memperhatikan termasuk amal sholeh.

tapi sebelum itu, ya shalat, ya puasa, ya belajar , ya dzikir, ya zakat

Arman

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 269
  • Reputasi: 5
    • Lihat Profil
Re:Mari beramal shaleh
« Jawab #34 pada: Desember 23, 2009, 02:41:28 pm »
Sedikit pemahaman ana tentang Amal Shaleh

Amal Shaleh adalah amal yang dilakukan hanya untuk sekedar mengharap keridhloan Allah semata (ikhlas),
baik amal yang berhubungan dengan Allah SWT (hablum minalloh) maupun amal yang berhubungan
dengan manusia (hablum minannas).

Amal-amal itu bisa mencakup berbagai macam ibadah, mu'amalah, iman, nadzar, perjanjian dan
tindakan apa pun.
Adapun sebagai penunjang terbentuknya amal shaleh yaitu diantaranya niat, ilmu (sesuai syariat)
dan ikhlas.
Ketiganya itu adalah suatu ikatan yg tak dapat dipisahkan dalam membentuk suatu amalan baik menuju
terbentuknya amal shaleh, karena amal tanpa niat adalah suatu ketololan, niat tanpa ikhlas adalah
ri'ya, dan amal tanpa ilmu adalah sia-sia.

Jadi, bagaimana suatu amalan bisa disebut dengan amal shaleh ?

Ana ambil contoh amalan sholat yang biasa kita kerjakan sehari semalam, apakah amalan sholat kita itu
bisa masuk kedalam kategori amalan shaleh atau belum, dan disitulah kenapa kita harus menghisab diri kita,
lalu kriteria apa saja yang bisa menyebabkan amal ibadah yang 5 waktu ini bisa mencapai tahapan amal shaleh,
yaitu :

1. Janabah (mandi junub), mandi junub ini adalah salah satu syarat syahnnya shalat, jadi..
   sudah benarkah atau sudah sesuai dengan sunnah Rosul kah mandi junub kita?

2. Niat, apakah niat shalat kita itu sudah ikhlas hanya untuk mencari keridhloan Allah semata atau hanya sekedar
   untuk menjalankan kewajiban saja?

3. Wudhlu, Shalat tidak akan syah tanpa wudhlu. Bagaimana tata cara wudlu itu sendiri? kita harus memahaminya.

4. Shalat tepat pada waktunya, Nabi SAW bersabda "Assholatu ala waktiha"
   Apakah shalat kita lalai atau memang sudah menjalankannya sesuai sabda Nabi SAW?

5. khusyu, bagaimana tingkat kekhusuan kita dalam shalat?

6. Memahami bacaan shalat, sudahkah kita mengerti dan memahami betul tentang bacaan2 shalat yg terkandung di dalamnya?
 
7. Apa realisasi dari sholat kita terhadap diri kita, keluarga dan lingkungan sekitarnya?

terus...., Apakah Ada lagi yg lainnya?

Jadi sudah jelas dengan melihat salah satu contoh point2 diatas bahwa keterkaitan antara niat, ilmu dan ikhlas itu
tak dapat dipisahkan dalam menunjang keberlangsungan amal menuju amalan shaleh, sehingga Alloh SWT akan menerima amal kita
dan Alloh akan melipat gandakan pahala amal shaleh kita 10x lipat dari amal shaleh yang kita kerjakan seperti yang telah
disampaikan....

Balasan yang diberikan Allah juga tersebut dengan jelas :

Barangsiapa beramal shaleh maka baginya sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan
yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya.
(QS 6:160)


Dan menurut ana janji Allah adalah pasti dan kita harus meyakininya tetapi kita tidak pasti bagi diri sendiri untuk mendapatkan
pahala amal shaleh tsb karena selain adanya unsur yang membentuk suatu amal menjadi amal shaleh yaitu bahwa kita sering
dihinggapi berbagai macam penyakit hati seperti...

- Ri'ya, bobot amal ini akan berkurang karenanya, tidak dapat dikatakan ikhlas kalau dalam hati ini terdapat sifat Ri'ya
  (amal yg kita kerjakan untuk mencari fujian orang atau mencari kedudukan dsb).

- Ujub, merasa diri ini paling benar atau merasa diri ini paling tinggi ilmunya apalagi merasa
  dirinya adalah orang yang paling banyak amalnya daripada yang lain, atau dengan mengata-ngatakan pada lawan bicara
  dengan maksud melemahkan imannya dan juga menyakiti hatinya, maka orang yg demikian itu dapat dikatakan Ujub.

- Munafik, melakukan suatu amal kebajikan bukan karena Allah melainkan hanya karena memiliki perasaan nggak enak sama teman
  atau tetangga, itu termasuk dalam golongan orang yang munafik.

- Takabur (sombong), merasa dirinya yang paling benar walau ilmu yang dimilikinya hanya sedikit, sehingga tidak bisa menerima
  nasehat orang lain karena merasa versinya lah yang benar. Dan apabila ia memiliki harta maka ia merasa bahwa hartanya
  adalah hasil jerih payahnya semata.

- dll dsb yg dpat mengurangi bobot amal kita.

Dan kalau kita melihat point2 di atas, yakinkah kita bisa mendapatkan pahala dari Allah seperti seperti yang Alloh janjikan?

Mungkin jawabannya ada pada diri masing2 (itulah hikmahnya kenapa kita harus menghisab diri sendiri seperti
yang diperintahkan Allah dalam QS 17:14)

jadi menurut ana, kita harus berusaha untuk beramal dengan diiringi niat yang penuh ikhlas bahwa segala sesuatu yang kita
kerjakan atas dasar mencari keridhloan Allah semata, adapun selebihnya bila ada kekurangan kita serahkan segala sesuatunya
kepada Allah SWT dengan harapan Amal kita bisa diterima Allah dan mendapatkan pahala sesuai dengan yang di janjikan Allah SWT.

Afwan, jika ana nggak sempet "mengutip" kalo sebetulnya point2 di atas sudah ada yang menjelaskan sebagian.

Adapaun sedikit pemahaman ini ana sampaikan berdasarkan kesimpulan dari berbagai kajian2 Qur'an yang ana ikuti, diskusi dari
hati ke hati dan sumber bacaan yg pernah ana pelajari, jadi mohon di ma'afkan atau mohon diluruskan jika pemahaman ana
tentang amal shaleh ini tidak mendasar, mohon koreksi jika terdapat suatu kesalahan dan mohon tambahkan jika ada kekurangan,
karena bagi diri ana sendiri, ana pun masih dalam tahap belajar untuk memahaminya.

Allohu'alam.
« Edit Terakhir: Desember 23, 2009, 03:07:54 pm oleh Arman »

Tobil

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 301
  • Reputasi: -2
    • Lihat Profil
Re:Mari beramal shaleh
« Jawab #35 pada: Desember 25, 2009, 08:17:23 am »
maaf mas2 saya agak terlambat membalas postingan anda2

Kutip dari: arif budiman
tolong beritau saya pengertian beriman menurut anda
didepan mata anda pasti ada AQ kenapa anda tidak memberitahukan saya saja tentang arti beriman ? kenapa mesti bertanya padahal kitab ada ditangan anda, - kelihatannya ada indikasi AQ kurang menjadi perhatian anda.

Kutip
siapa yang bilang masalah khilafiyah yg tak ada ujung pangkalnya dan hanya menimbulkan perpecahan dikalangan umat ya?
saya yang bilang, benar apa tidak ?

saya pernah melihat di suatu kota bahwa ada 2 mesjid yang letaknya hanya dibatasi dengan jalan satu milik NU dan satu milik muhammadyah ? apa komentar anda tentang ini ? berkah atau musibah ? lalu kenapa ini mesti terjadi apa penyebabnya ? anda pasti tahu bukan kalu sumbernya masalah khilafiyah ?

Kutip
saya ga bilang orang berjenggot/bercelana cungkring/berjilbab dijamin akan masuk surga.. tapi jika mereka melakukannya karena mentaati syariat setelah belajar melalui tafsir Al-Quran dan Hadits.. anda mau bilang bahwa apa yang mereka lakukan sia2 belaka?
atau kalo saya balik tanya, apakah orang yang berjenggot/bercelana cungkring/berjilbab akan masuk neraka karena mereka telah berjenggot/bercelana cungkring/berjilbab dimana tidak ada perintahnya dalam agama? apa jawab anda?
sekali lagi saya katakan syurga dan neraka, dilakukan setelah masing2 ditimbang siapa berat amal baiknya akan ditempatkan di syurga dan sebaliknya, jadi ukurannya adalah amal shaleh bukan yg lain2 ---> itu saja.
anda percaya ?

Kutip
mas.. biarawati berjilbab, tapi mereka menyembah Allah yang Esa ga?
pendeta kristen ortodoks jenggotnya panjang, tapi niat mereka karena meneladani rasulullah ga?
tentu saya paham bahwa manifestasi keimanan tidak berhenti hanya pada memakai jilbab, jenggot dan celana cingkrang.
hanya saja saya heran kenapa anda sinis sekali pada mereka yang berjilbab, berjenggot dan bercelana cingkrang.
apakah anda tidak pernah liat wanita berjilbab yang terjun membantu korban bencana alam?
atau apakah anda tidak pernah liat pria berjenggot yang dakwahnya menginspirasi banyak orang untuk berbuat baik?
atau apakah anda tidak pernah bertemu dengan pria bercelana cungkring yang supel dan suka menolong?
terima kasih anda menjelaskan lebih detail yg menunjukkan bukti bahwa jilbab/jenggot/cingkrang tidak ada kaitannya dengan iman.

Tidak ada yang sinis spt. kata anda, ini saya sampaikan hadistnya :

Bukhari Buku 2, Nomor 0502:
‘Aisyah melaporkan: Utusan Allah (semoga Allah memberkatinya) berkata: Sepuluh perbuatan menurut fitrahnya adalah: mencukur kumis, memelihara jenggot, menggunakan tusuk gigi, mengeluarkan air dari hidung, memotong kuku, mencuci persendian jari, mencabut bulu ketiak, mencukur rambut kemaluan dan membersihkan bagian-bagian tubuh yang pribadi dengan air. Narator berkata: Saya lupa yang kesepuluh, tapi itu mungkin berkumur-kumur.

silahkan anda baca dengan baik, anda akan menemukan bahwa memelihara jenggot adalah fitrah manusia ......... dan bukan hukum atau keyakinan.  fahamkah ?

Sekarang silahkan bandingkan dengan ayat2 injil tentang jenggot dibawah ini :

[Lev 19:27] Kamu dilarang mencukur rambut di pelipis atau memotong jenggotmu.

[Lev 21:5.16] Mereka dilarang mencukur ubun-ubun, begitupula mencukur jenggot, atau melukai kulit mereka.

(2 Samuel 10:5) Ketika hal itu disampaikan David, ia dikirim untuk bertemu dengan mereka, karena mereka sangat malu. Dan raja berkata, “Tetaplah tinggal di Jericho hingga jenggotmu tumbuh, dan kemudian kembalilah.”

yang pasti kalau ada orang nasrani tidak berjenggot pasti kafir, krn mereka mengingkari ayat2 injil, jadi yg berjenggot seharusnya orang kristen.

Jadi yg ingin saya katakan : kalau anda ingin memelihara jenggot atau tidak silahkan saja, tapi jangan dikatakan itu masalah keimanan ? krn kita bukan penganut injil yg menjadikan jenggot sebagai akidah.

jangan jadikan iman kristen menjadi iman islam.

Salaam,

Tobil

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 301
  • Reputasi: -2
    • Lihat Profil
Re:Mari beramal shaleh
« Jawab #36 pada: Desember 25, 2009, 08:28:15 am »
Kutip dari: koboy56
* muslim yang gagah ---> rajin shalatnya, rajin puasanya, rajin baca alqur'annya, kuat jg Zikirnya.
                         bagus penampilan pakaian islaminya...tetapi tidak diimbangi dengan banyak
                         berbuat amal shaleh..

* muslim yang perkasa -> menjalankan shalat,puasa, baca alqur'an,jg berzikir..
                         tetapi jg diimbangi dengan banyak
                         berbuat amal shaleh..antara lain : nasehat-menasehati dalam kebaikan dan
                         kesabaran,menolong sesama manusia,dermawan,tidak sombong,tidak pelit dengan
                         ilmu yg kita miliki,dsb...

mungkinkah ini maksud bung Tobill...???
mohon komentarnya....harap maklum...
Intinya yang akan dihisab nanti dihari kiamat adalah iman dan amal shaleh seseorang lain tidak, anda percaya ? kalau tidak, silahkan dibaca AQ.


Salaam,

Tobil

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 301
  • Reputasi: -2
    • Lihat Profil
Re:Mari beramal shaleh
« Jawab #37 pada: Desember 25, 2009, 08:40:11 am »
Kutip dari: yant_138
contoh amal sholeh ( kalau tahu ilmunya )

Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan
3/137

ternyata jalan jalan dan memperhatikan termasuk amal sholeh.

tapi sebelum itu, ya shalat, ya puasa, ya belajar , ya dzikir, ya zakat
bagaimana anda mengatakan "jalan jalan dan memperhatikan termasuk amal sholeh" ----> dimana penilaian shaleh anda berikan kepada amal yg berupa jalan2 dan memperhatikan ?

Harap anda ingat : label shaleh yg diikutkan dalam kata amal, yg akan diberikan balasan bukan hanya sekedar amal.


Salaam,

Tobil

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 301
  • Reputasi: -2
    • Lihat Profil
Re:Mari beramal shaleh
« Jawab #38 pada: Desember 25, 2009, 09:44:16 am »
Kutip dari: Arman
Amal Shaleh adalah amal yang dilakukan hanya untuk sekedar mengharap keridhloan Allah semata (ikhlas),
ridha adalah bagian terpenting bagi suatu amal shaleh, tanpa ridha suatu amal yg seharusnya bernilai shaleh pasti akan kehilangan ke shalehannya.

Kutip
baik amal yang berhubungan dengan Allah SWT (hablum minalloh) maupun amal yang berhubungan
dengan manusia (hablum minannas).
adakah ayat yg mengharuskan kita berbuat baik kepada Allah ?

Allah sama sekali tidak membutuhkan manusia spt. kita, kita dipersilahkan berbuat apa saja, cuma harus diingat semuanya ada balasannya.

Tidak ada paksaan untuk agama; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(QS 2:256)

Kutip
Amal-amal itu bisa mencakup berbagai macam ibadah, mu'amalah, iman, nadzar, perjanjian dan
tindakan apa pun.
Adapun sebagai penunjang terbentuknya amal shaleh yaitu diantaranya niat, ilmu (sesuai syariat)
dan ikhlas.
Ketiganya itu adalah suatu ikatan yg tak dapat dipisahkan dalam membentuk suatu amalan baik menuju
terbentuknya amal shaleh, karena amal tanpa niat adalah suatu ketololan, niat tanpa ikhlas adalah
ri'ya, dan amal tanpa ilmu adalah sia-sia.

Jadi, bagaimana suatu amalan bisa disebut dengan amal shaleh ?
lalu apa artinya kandungan shaleh dalam suatu amal ?

apakah anda akan memasukkan memancing yg sering dilakukan tetangga sebelah saya pada hari minggu, dan tentu saja dengan niat, ke dalam amal shaleh ? lantas dimana batasannya suatu amal disebut dengan amal shaleh.?

Kutip
... Adapaun sedikit pemahaman ini ana sampaikan berdasarkan kesimpulan dari berbagai kajian2 Qur'an yang ana ikuti, diskusi dari
hati ke hati dan sumber bacaan yg pernah ana pelajari, jadi mohon di ma'afkan atau mohon diluruskan jika pemahaman ana
tentang amal shaleh ini tidak mendasar, mohon koreksi jika terdapat suatu kesalahan dan mohon tambahkan jika ada kekurangan,
karena bagi diri ana sendiri, ana pun masih dalam tahap belajar untuk memahaminya.
sebagai seorang muslim yg berhati-hati kita semestinya kita bisa membedakan dengan tajam - setajam sembilu - antara amal biasa dan amal yg shaleh, krn hanya amal shaleh saja yg diberikan balasannya.

AQ sudah memberikan petunjuk lengkap tentang amal shaleh, sayangnya kita sering dibuat hiruk pikuk dalam agama ini, pertentangan satu sama lain, bergolong2an, saling mengkafirkan satu sama lain, sehingga kita melupakan tujuan kita yg sebenarnya ......... menjadi orang yg beriman dan beramal shaleh.


Salaam,

yant_138

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 195
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re:Mari beramal shaleh
« Jawab #39 pada: Desember 26, 2009, 11:54:39 am »
kalau diperintah AQ, ya masuk amal shaleh.
karena ada 7an nya.
terutama 7 annya adalah taqwa/insyaf

Tobil

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 301
  • Reputasi: -2
    • Lihat Profil
Re:Mari beramal shaleh
« Jawab #40 pada: Desember 29, 2009, 11:42:48 am »
Kutip
kalau diperintah AQ, ya masuk amal shaleh.
karena ada 7an nya.
terutama 7 annya adalah taqwa/insyaf
Inilah yg saya katakan diatas seringkali kita tidak berhati2 dalam memilah antara amal dengan amal baik.

Kalau dikatakan berbuat baik seringkali fikiran kita terarah pada perbuatan yg kita lakukan padahal perbuatan itu tidak akan bisa dihitung banyaknya, misalnya kita menolong tetangga kita yg sakit ke rumah sakit.

AQ dengan tegas tidak mengarahkan perbuatan baik ini dr "apa yg dikerjakan" orang tetapi diarahkan "kepada siapa perbuatan itu dilakukan"

ini ayat2nya :

Dan, ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil: Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.(QS 2:83)

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,(QS 4:36)

Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah kepada kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka; dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah  melainkan dengan sesuatu yang benar". Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami.(QS 6:151)

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.(QS 17:23)

Jadi jelas sekali berbuat baik tidaklah di fokuskan kepada apa yg dilakukan tetapi kepada siapa perbuatan itu dilakukan, untuk itu Allah menjanjikan balasanNya :

Dan hanya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik.(QS 53:31)

Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya.(QS 6:160)

Selanjutnya perlu diingat bahwa semua amal yg baik hanyalah ditujukan untuk mencari ke ridhaan Allah dan tidak untuk mengharapkan ucapan terima kasih..

Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.(QS 76:9)

... Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu belanjakan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya,(QS 2:272)

Infaq/sedekah adalah inti dari amal shaleh, jadi ibarat telur kuningnya adalah intinya.

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (kebaikan), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.(QS 3:92)

tentang infaq/sedekah sendiri mendapatkan tempat yg sangat istimewa dihadapan Allah :

Perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan  bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.(QS 2:261)

Ayo mari kita galakkan berinfaq, kalo ada orang dhuafa datang ketempat anda hakikinya mereka tidak meminta uang anda, tetapi .... ya .... tetapi mereka meminta haknya dr Allah yg ada pada kita ... apakah anda mau berkhianat terhadap apa yg diamanahkan Allah.

Sering sekali memang kita berniat berbuat baik kepada kerabat tetapi yg kita terima adalah rasa tidak suka kepada kita, hal ini yg seperti ini tidak perlu kita masalahkan, toh Allah mengetahui apa yg kita niatkan.

Mudah2 an bermanfaat,



Salaam,



Arman

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 269
  • Reputasi: 5
    • Lihat Profil
Re:Mari beramal shaleh
« Jawab #41 pada: Januari 04, 2010, 10:12:19 am »
Afwan tanya Mas Tobil, cuma ingin tahu komentar anda tentang artikel ini,
karena ada kaitannya dengan amal shaleh....

http://www.republika.co.id/berita/37077/Iman_dan_Amal_Shaleh

arif budiman

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.392
  • Reputasi: 71
  • Jenis kelamin: Pria
  • My little angels
    • Lihat Profil
Re:Mari beramal shaleh
« Jawab #42 pada: Januari 04, 2010, 07:01:24 pm »
Kutip dari: arif budiman
tolong beritau saya pengertian beriman menurut anda
didepan mata anda pasti ada AQ kenapa anda tidak memberitahukan saya saja tentang arti beriman ? kenapa mesti bertanya padahal kitab ada ditangan anda, - kelihatannya ada indikasi AQ kurang menjadi perhatian anda.
waduh.. saya khan cuma pengen tau persepsi beriman menurut anda.. kelihatannya ada indikasi anda tipe orang yang suka buru2 men-judge  #:-S
oke deh.. saya duluan.. ini persepsi saya tentang beriman:
secara sederhana, orang yang beriman berarti:
“membenarkan dengan hati” dalam arti menerima segala apa yang dibawa oleh Rasulullah saw selaku pembawa risalah dari Allah SWT.
“Mengikrarkan dengan lisan” dengan mengucapkan dua kalimat syahadat
“Mengamalkan dengan anggota badan” dalam arti mengamalkan risalah yang disampaikan oleh Rasulullah saw.

saya pernah melihat di suatu kota bahwa ada 2 mesjid yang letaknya hanya dibatasi dengan jalan satu milik NU dan satu milik muhammadyah ? apa komentar anda tentang ini ? berkah atau musibah ? lalu kenapa ini mesti terjadi apa penyebabnya ? anda pasti tahu bukan kalu sumbernya masalah khilafiyah ?
masalah khilafiyah akan selalu ada sampe akhir jaman
Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu (QS Al-Maa'idah [5]: 48)
masalahnya bukan terletak pada khilafiyahnya, tetapi pada orang yang menyikapi khilafiyah tersebut
sebagaimana yang dicontohkan oleh salah satu Imam besar. Imam Syafii yang mensunahkan qunut subuh, suatu saat berkunjung ke tempat Imam Abu Hanifah dan menjadi imam shalat subuh di mesjid lingkungan tersebut, pada saat itu beliau tidak membaca qunut untuk menghormati Imam Abu Hanifah yang berpendapat qunut subuh tidak disyariatkan.
see.. khilafiyah tidak akan berujung perpecahan ketika para pelakunya bisa bijak dalam menyikapinya

Kutip
mas.. biarawati berjilbab, tapi mereka menyembah Allah yang Esa ga?
pendeta kristen ortodoks jenggotnya panjang, tapi niat mereka karena meneladani rasulullah ga?
tentu saya paham bahwa manifestasi keimanan tidak berhenti hanya pada memakai jilbab, jenggot dan celana cingkrang.
hanya saja saya heran kenapa anda sinis sekali pada mereka yang berjilbab, berjenggot dan bercelana cingkrang.
apakah anda tidak pernah liat wanita berjilbab yang terjun membantu korban bencana alam?
atau apakah anda tidak pernah liat pria berjenggot yang dakwahnya menginspirasi banyak orang untuk berbuat baik?
atau apakah anda tidak pernah bertemu dengan pria bercelana cungkring yang supel dan suka menolong?
terima kasih anda menjelaskan lebih detail yg menunjukkan bukti bahwa jilbab/jenggot/cingkrang tidak ada kaitannya dengan iman.
coba pahami apa yang saya sampaikan, jelas ketaatan untuk berjilbab/berjenggot/cingkrang masih ada relevansinya dengan keimanan.
contoh: wanita mengenakan jilbab karena mendengar/membaca ayat "Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."(QS Al-Ahzab [33]: 59) mereka melakukannya karena iman mereka, mereka membenarkannya dengan hati dan mengamalkan perintah tsb, mereka mendengar dan mereka taat; sebagaimana Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat." (Al-Baqarah [2]: 285)
coba sampaikan pengertian beriman menurut anda, supaya saya bisa lebih memahami sudut pandang anda.

Bukhari Buku 2, Nomor 0502:
‘Aisyah melaporkan: Utusan Allah (semoga Allah memberkatinya) berkata: Sepuluh perbuatan menurut fitrahnya adalah: mencukur kumis, memelihara jenggot, menggunakan tusuk gigi, mengeluarkan air dari hidung, memotong kuku, mencuci persendian jari, mencabut bulu ketiak, mencukur rambut kemaluan dan membersihkan bagian-bagian tubuh yang pribadi dengan air. Narator berkata: Saya lupa yang kesepuluh, tapi itu mungkin berkumur-kumur.

silahkan anda baca dengan baik, anda akan menemukan bahwa memelihara jenggot adalah fitrah manusia ......... dan bukan hukum atau keyakinan.  fahamkah ?
Hadits Bukhari 5553 dan Muslim 259:
Diriwayatkan dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda.
"berbedalah dengan orang-orang musyrik (dengan cara) melebatkan jenggot dan memendekkan kumis”
kalo anda memahami hadits ini, tentunya memelihara jenggot tidak hanya semata fitrah, tapi telah menjadi masalah hukum,   
kemudian ketika seseorang mengamalkannya berdasarkah hujjah/argumentasi yang kuat maka itu menjadi sebuah keyakinan bagi ybs,
lalu ketika pendapat anda berhadapan dengan orang2 yang memiliki keyakinan bahwa berjenggot adalah sebuah perintah, maka hal tersebut telah menjadi persoalan khilafiyah..
begitu pula halnya dengan masalah isbal/'celana cingkrang'..
tinggal terserah anda, mau mempertajam masalah khilafiyah yang berpotensi pada perpecahan atau bersikap bijak dengan saling menghormati perbedaan pemahaman yang ada.

wallahu a'lam

Tobil

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 301
  • Reputasi: -2
    • Lihat Profil
Re:Mari beramal shaleh
« Jawab #43 pada: Januari 05, 2010, 06:23:38 am »
Kutip
Afwan tanya Mas Tobil, cuma ingin tahu komentar anda tentang artikel ini,
karena ada kaitannya dengan amal shaleh....

http://www.republika.co.id/berita/37077/Iman_dan_Amal_Shaleh.
Artikel diatas ditujukan kepada kaum pluralis yg beranggapan semua agama itu sama.

statement :

Pernyataan, “semua agama itu benar dan semua orang asalkan beramal shaleh maka dia berhak masuk syurga”.

salah besar, amal shaleh tanpa iman spt. matamorgana :

Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan di dapatinya Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya.(QS 24:39)

sebenarnya assumsinya dalam T ini adalah "saya berbicara dengan orang yg beriman" dan bukan "saya berbicara dengan semua orang baik yang beriman atau tidak" ==> jadi semestinya pertanyaan2 mengenai iman tidak ada lagi, agar diskusinya bisa fukus hanya kepada amal shaleh.



Salaam,


 

Tobil

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 301
  • Reputasi: -2
    • Lihat Profil
Re:Mari beramal shaleh
« Jawab #44 pada: Januari 05, 2010, 07:24:11 am »
Kutip dari: arif budiman
waduh.. saya khan cuma pengen tau persepsi beriman menurut anda.. kelihatannya ada indikasi anda tipe orang yang suka buru2 men-judge
nanti kita buktikan apa tuduhan anda benar.

Kutip
oke deh.. saya duluan.. ini persepsi saya tentang beriman:
secara sederhana, orang yang beriman berarti:
“membenarkan dengan hati” dalam arti menerima segala apa yang dibawa oleh Rasulullah saw selaku pembawa risalah dari Allah SWT.
“Mengikrarkan dengan lisan” dengan mengucapkan dua kalimat syahadat
“Mengamalkan dengan anggota badan” dalam arti mengamalkan risalah yang disampaikan oleh Rasulullah saw.
definisi ini anda ambil dari mana ?? dr AQ - kah ?

Apakah AQ tidak menjelaskan apa ydd : iman ??, sungguh sangat mustahil.

inilah bukti apa yg saya katakan : "kelihatannya ada indikasi AQ kurang menjadi perhatian anda", jadi saya bukan men-judge anda, tetapi kenyataannya memang begitu, seandainya anda lebih banyak membaca anda pasti tahu apa ydd dengan iman ? oke.

Sayang sekali T ini sebenarnya hanya membahas amal shaleh, jadi mohon maaf supaya fokus masalah iman kita diskusikan pada lain kesempatan. sekali lagi mohon maaf ya mas.

Kutip
masalah khilafiyah akan selalu ada sampe akhir jaman
ya benar, penyebabnya jelas ada salah satu pihak yg memulai perselisihan dengan mengada-ada.

Kutip
coba pahami apa yang saya sampaikan, jelas ketaatan untuk berjilbab/berjenggot/cingkrang masih ada relevansinya dengan keimanan.
contoh: wanita mengenakan jilbab karena mendengar/membaca ayat "Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."(QS Al-Ahzab [33]: 59)

tolong anda lihat benar kata yg saya bold, jadi jilbab disarankan dikenakan agar "tidak diganggu". Lagi pula jilbabnya kan harus "seluruh badan" bukan cuma menutup kepala saja, bahkan tidak ada kata menutup kepala.

Itu makanya kalo orang mengatakan jilbab itu menutup kepala, maka yg diambil dasarnya adalah ayat2 injil yg saya post diatas.

coba anda nalar -- kalo jilbab itu suatu keharusan lalu bagaimana anda melihat ayat ini :

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, ...(QS 24:31)

Tolong anda jawab apa yg dilarang dalam ayat diatas ?,  lantas utk apa ayat ini dicantumkan kalau jilbab suatu keharusan bukankah seluruh badan sdh tertutup ?

Kutip
tinggal terserah anda, mau mempertajam masalah khilafiyah yang berpotensi pada perpecahan atau bersikap bijak dengan saling menghormati perbedaan pemahaman yang ada.
setuju tutup sajalah diskusi ini karena OOT-nya sdh terlalu jauh, T ini juga tidak membahas masalah iman.

Mohon kita bisa fokus ke masalah : "Amal shaleh", karena hanya amal shaleh dan iman yg menjadi bekal kita menghadap-Nya.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baiknya makhluk. (QS. 98:7)



Salaam,