Penulis Topik: Mari beramal shaleh  (Dibaca 25722 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

koboy56

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 46
  • Reputasi: -4
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Mari beramal shaleh
« Jawab #15 pada: November 29, 2009, 10:58:11 am »

ayat berikut menunjukkan ke arah itu :

Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya.(QS 6:160)

Kali ini saya ingin mengajak anda untuk mengenal apa yg dimaksud dengan amal baik menurut AQ agar utk selanjutnya apa yg kita lakukan dapat lebih efektif lebih terukur dan membuat kita lebih tenang menghadapi ini, semuanya tidak lagi menjadi hal yg misterius ?


Mungkin diantara anda yg bersikap skeptis buat apa kita menghitung2 pahala itu kan menjadi urusan Allah ?, kalo ini yg diajukan maka saya mempunyai beberapa jawaban :

1. kalau kita tidak peduli pada pahala bagaimana mungkin kita peduli pada dosa,
2. untuk apa Allah memerintahkan kita untuk menghisap diri kita sendiri QS 17:14, kalau pahala dan dosa urusan Allah,
3. dengan menghisap diri kita sendiri kita akan mengetahui apakah kita berada di jalan yg benar.

Salaam,


memang benar Alquran menyatakan 10 kali lipat balasannya untuk yang beramal shaleh...tapi seyogyanya hal ini lebih utama agar kita semangat dalam berbuat baik..bukan dalam hal jumlah hitungannya...

dalam kontek pemahaman Agama..apalagi  terhadap Tuhan..bukanlah seperti ilmu Pasti...
dimana 1 + 1 = 2...tetapi hanya sebuah harapan...mudah2an amal sholeh kita diterima...
contohnya : kita bukan berencana masuk Syurga,..tapi berharap dapat masuk syurga...
kira2 gitu dech broo..menurut gw.



koboy56

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 46
  • Reputasi: -4
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Mari beramal shaleh
« Jawab #16 pada: November 29, 2009, 11:19:27 am »

Saya ingin memberikan contoh tentang puasa yg biasanya dilakukan orang pada hari senin dan kamis ---> apakah amal ini merupakan amal yg shaleh ? alasannya apa ? dan apapula dalil yg mendasari puasa ini disebut amal shaleh ?

Salaam,


kalau soal puasa...gw pernah baca Firman ALLAH SWT : " berpuasalah untuk-KU "
jadi menurut pendapat gw...apapun puasa kita..juga puasa sunnah...atau senen kamis.., adalah diibaratkan kita memberikan kado atau hadiah kepada ALLAH SWT..bukan untuk hal2 yang lain...
pada kenyataannya kita ngk pernah memberi aja kita masih di kasih oleh ALLAH SWT...apalagi kita
memberii...tetapi sekali lagi ini hanya harapan kita kepada ALLAH SWT...
kira2 gitu menurut pendapat gw...mungkin dari yg lain...




yant_138

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 195
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re:Mari beramal shaleh
« Jawab #17 pada: November 29, 2009, 06:48:06 pm »
kalau puasa senin kemis, dgn harapan rejeki didekatkan, alias minta kaya gimana? di tv banyak lho..

koboy56

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 46
  • Reputasi: -4
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Mari beramal shaleh
« Jawab #18 pada: November 30, 2009, 02:15:41 am »
kalau puasa senin kemis, dgn harapan rejeki didekatkan, alias minta kaya gimana? di tv banyak lho..


wah...mungkin saya kurang paham maksud tujuan mereka...
seperti pendapat saya diatas bahwa berpuasa itu hanya untuk ALLAH..bukan untuk naik jabatan atau kekayaan...dll,.., tetapi setelah kita menjalankan puasa trus malamnya kita berdoa memohon kepada ALLAH.. ngk apa2 khan...gmn menurut anda???


Tobil

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 301
  • Reputasi: -2
    • Lihat Profil
Re:Mari beramal shaleh
« Jawab #19 pada: November 30, 2009, 01:53:38 pm »
Kutip dari: koboy56
memang benar Alquran menyatakan 10 kali lipat balasannya untuk yang beramal shaleh...tapi seyogyanya hal ini lebih utama agar kita semangat dalam berbuat baik..bukan dalam hal jumlah hitungannya...
justru amalan yg balasannya balasan 10 x lipat ini adalah amal yg utama makanya disebut amal shaleh, keshalehan dari suatu amal justru terletak di perhitungan balasannya.

itu makanya kita disuruh menghisab QS 17:14 amal yg kita lakukan, ini tentu saja dimaksudkan agar kita beramal lebih efektif. Tidak dikacaukan antara amal baik dan amal biasa.

Dan lagi semuanya amalan baik dan amalan jahat akan ditimbang dengan tepat pada hari kiamat kelak :

Timbangan pada hari itu ialah kebenaran, maka barangsiapa berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.(QS 7:8)

Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam.(QS 23:103)


amal baik kita inilah yg kelak akan menyelamatkan kita dari panasnya api neraka.

Kutip
dalam kontek pemahaman Agama..apalagi  terhadap Tuhan..bukanlah seperti ilmu Pasti...
ini kesalahan yg paling telak dalam memahami agama. Banyak orang memahami agama spt.nya agama ini hanya permainan untung2an ---> kalo untung masuk syurga kalo buntung yg neraka.

kalo gitu janji Allah untuk memberikan balasan bagi yg berbuat baik cuman gombal doank. ----> ah, ini sih keterlaluan, ini yg disebut dengan mendustakan Allah ---> jadi maksudnya Allah dianggap berdusta.

Jadi justru yg benar agama adalah ilmu pasti, bukan permainan untung2an atau judi.

Kutip
dimana 1 + 1 = 2...tetapi hanya sebuah harapan...mudah2an amal sholeh kita diterima...
agama bukan harapan - > agama adalah kepastian, jika anda beramal shaleh pasti Allah akan memberikan balasannya, dengan ketentuan :

- kita tidak kafir/fasik/musyrik dan apa yg kita kerjakan itu adalah perintah Allah, murni perintahNya,
- bukan perintah si A, si B atau si C meskipun mereka anda berikan gelar ulama.

Anda sampai saat ini ragu2 deh terhadap agama ?

Kutip
contohnya : kita bukan berencana masuk Syurga,..tapi berharap dapat masuk syurga...
kira2 gitu dech broo..menurut gw.
masya Allah, anda seperti layang2 putus terbang tak tentu arah ---> tapi berharap mengarah ke syurga ----ooooooooops.
Agama bukan harapan kang tapi usaha, jadi jangan sia2kan deh ayat ini :

Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya yang ia menghadap kepadanya, maka berlomba-lombalah kamu (berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.(QS 2:148)

kita diperintah utk berlomba-lombalah kamu (berbuat) kebaikan, krn berbuat kebaikan hanya mudah diucapkan tetapi tak banyak orang yg dapat melaksanakan, itu makanya nerakan Allah akan dipenuhi oleh manusia dan jin

Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk (bagi) nya, akan tetapi telah tetaplah perkataan daripadaku; "Sesungguhnya akan aku penuhi neraka jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama.(QS 32:13)

Kutip
kalau soal puasa...gw pernah baca Firman ALLAH SWT : " berpuasalah untuk-KU "
Allah palsu 'kali, coba tolong postkan di QS berapa ?


Kutip
jadi menurut pendapat gw...apapun puasa kita..juga puasa sunnah...atau senen kamis.., adalah diibaratkan kita memberikan kado atau hadiah kepada ALLAH SWT..bukan untuk hal2 yang lain...
pada kenyataannya kita ngk pernah memberi aja kita masih di kasih oleh ALLAH SWT...apalagi kita
memberii...tetapi sekali lagi ini hanya harapan kita kepada ALLAH SWT...
kira2 gitu menurut pendapat gw...mungkin dari yg lain...
apakah Allah yg memerintahkan puasa senin - kamis, kalo anda berpendapat berpahala --> saya katakan ya, tapi pahala itu bukan dari Allah sebab yg memerintahkan bukan Allah.

Yang diperintahkan Allah justru makan dan minum :

Kutip
... "Makanlah yang baik-baik dari apa yang telah Kami rezkikan kepadamu". ..(QS 7:160)

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.(QS 2:168)

Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezkikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.(QS 5:88)

jadi kalau anda patuh kepada Allah pasti anda makan yang halal dan baik seperti diperintahkan Allah, bukannya berpuasa spt. yang diperintahkan selain Allah. aya2 wae.

Kutip dari: yant_138
kalau puasa senin kemis, dgn harapan rejeki didekatkan, alias minta kaya gimana? di tv banyak lho..
siapakah sih dimuka bumi ini yg tidak diberikan rezkinya oleh Allah, kenapa mesti minta diberikan... ah pembohong2 ini pasti merasa rezekinya kurang banyak,  inilah tanda2 orang yg tidak bersyukur  ... maunya rezki yg banyak.

kalo mereka punya kesempatan korupsi mereka pasti tidak akan puasa untuk apa duit sudah didepan mata.



Salaam,






koboy56

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 46
  • Reputasi: -4
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Mari beramal shaleh
« Jawab #20 pada: November 30, 2009, 10:05:06 pm »

justru amalan yg balasannya balasan 10 x lipat ini adalah amal yg utama makanya disebut amal shaleh, keshalehan dari suatu amal justru terletak di perhitungan balasannya.

itu makanya kita disuruh menghisab QS 17:14 amal yg kita lakukan, ini tentu saja dimaksudkan agar kita beramal lebih efektif. Tidak dikacaukan antara amal baik dan amal biasa.

Dan lagi semuanya amalan baik dan amalan jahat akan ditimbang dengan tepat pada hari kiamat kelak :

Timbangan pada hari itu ialah kebenaran, maka barangsiapa berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.(QS 7:8)

Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam.(QS 23:103)


amal baik kita inilah yg kelak akan menyelamatkan kita dari panasnya api neraka.


bung tobil yang anda ungkapkan itu memang betul..saya ngk menyalahkan...tapi saya cuma berpendapat seyogyanya jangan jadi patokan..seperti sebuah rencana jumlah sekian maka akan dapat sekian...khan banyak yg mengatakan misalnya shalat jamaah pahala sekian kali lipat..
trusss...kalau gitu masuk Syurga mesti jumlah nilainya emangnya berapa kali lipat ?? mesti 1 juta kali lipat gitu..
coba dech pahami maksud saya ini...:
rencana ---> EKONOMI...itunga2an...matematika.
harapan --> SOSIAL, BUDAYA, AGAMA


sebagai contoh : bukankah masuk syurga adalah karena rahmat Tuhanmu..belum tentu karena dapet 1 juta kali lipat truss otomatis masuk syurga...
khan ada kisah juga seorang pelacur yang memberi minum anjing yang kehausan kemudian masuk syurga...gmn tuh???...

koboy56

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 46
  • Reputasi: -4
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Mari beramal shaleh
« Jawab #21 pada: November 30, 2009, 10:26:14 pm »

kalo gitu janji Allah untuk memberikan balasan bagi yg berbuat baik cuman gombal doank. ----> ah, ini sih keterlaluan, ini yg disebut dengan mendustakan Allah ---> jadi maksudnya Allah dianggap berdusta.

Jadi justru yg benar agama adalah ilmu pasti, bukan permainan untung2an atau judi.

Kutip
dimana 1 + 1 = 2...tetapi hanya sebuah harapan...mudah2an amal sholeh kita diterima...
agama bukan harapan - > agama adalah kepastian, jika anda beramal shaleh pasti Allah akan memberikan balasannya, dengan ketentuan :

- kita tidak kafir/fasik/musyrik dan apa yg kita kerjakan itu adalah perintah Allah, murni perintahNya,
- bukan perintah si A, si B atau si C meskipun mereka anda berikan gelar ulama.

Anda sampai saat ini ragu2 deh terhadap agama ?

Salaam,



bung tobil..saya tidak mengatakan ALLAH itu gombal atau dusta khan...
memang jelas bahwa janji ALLAH ITU pasti...tetapi kita harus memahami apakah kita harus menunutut karena kita sudah berbuat amal shaleh sekian ribu kali lipat atau sekian juta kali lipat..maka kita harus dapet sekian gitu..kok kita jadi menuntut ALLAH...gmn nih????...

koboy56

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 46
  • Reputasi: -4
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Mari beramal shaleh
« Jawab #22 pada: November 30, 2009, 10:35:24 pm »

anda sampai saat ini ragu2 deh terhadap agama ?

Kutip
contohnya : kita bukan berencana masuk Syurga,..tapi berharap dapat masuk syurga...
kira2 gitu dech broo..menurut gw.
masya Allah, anda seperti layang2 putus terbang tak tentu arah ---> tapi berharap mengarah ke syurga ----ooooooooops.
Agama bukan harapan kang tapi usaha, jadi jangan sia2kan deh ayat ini :


Salaam,



bung tobil itu hak anda untuk mengatakan saya ragu2 dalam beragama...
 

 

koboy56

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 46
  • Reputasi: -4
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Mari beramal shaleh
« Jawab #23 pada: November 30, 2009, 10:53:55 pm »

apakah Allah yg memerintahkan puasa senin - kamis, kalo anda berpendapat berpahala --> saya katakan ya, tapi pahala itu bukan dari Allah sebab yg memerintahkan bukan Allah.

bung tobil...
agar tidak terlalu melebar dari judulnya...hal puasa ini mestinya dibahas lain waktu...
mungkin itu saran dari saya...thanks....


Tobil

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 301
  • Reputasi: -2
    • Lihat Profil
Re:Mari beramal shaleh
« Jawab #24 pada: Desember 01, 2009, 09:07:52 am »
Kutip
bung tobil yang anda ungkapkan itu memang betul..saya ngk menyalahkan...tapi saya cuma berpendapat seyogyanya jangan jadi patokan..seperti sebuah rencana jumlah sekian maka akan dapat sekian...khan banyak yg mengatakan misalnya shalat jamaah pahala sekian kali lipat..
trusss...kalau gitu masuk Syurga mesti jumlah nilainya emangnya berapa kali lipat ?? mesti 1 juta kali lipat gitu..
oh gak gitu,

saya umpamakan begini aja deh :
apa yg terlintas di dalam hati anda kalau anda melihat ada orang yg memancing di kolam renang.?

dia memang berbuat sesuatu, ttp. apa yg dilakukannya sama sekali tidak bermanfaat, ... ini semangat yg harus kita tangkap ketika kita menghisap diri kita, jadi jangan sampai apa yang kita melakukan hal2 yg sia2.

lagi pula kita juga gak perlu menghitung atau mengkalkulasi atau menjumlah amal baik yg sudah kita lakukan. Inikan perkerjaan malaikat yg nantinya akan diperlihatkan kepada kita.

Kutip
sebagai contoh : bukankah masuk syurga adalah karena rahmat Tuhanmu..
benar masuk syurga adalah krn petunjuknya dan masuk neraka juga Allah yg menyesatkan, tapi itu tidak bisa kita telan mentah2 begitu. Faktor kehendak manusia untuk mendapatkan petunjuk atau menghendaki kesesatan sangat menentukan. Tidak adil kalo kalau Allah memberikan petunjuk kepada orang yg ingin kesesatan dan sebaliknya tidak adil juga kalo kalau Allah menyesatkan  orang yg ingin petunjuk.

Jadi hakikinya surga dan neraka adalah kehendak kita masing2, orang yg ingin petunjuk diberikan petunjuk dan sebaliknya.

Kutip
belum tentu karena dapet 1 juta kali lipat truss otomatis masuk syurga...
benar kalau timbangan dosanya lebih dari 1 juta, tapi kalau timbangan dosanya kurang dari 1 juta, trus anda katakan belum tentu masuk surga itu namanya anda meragukan janji Allah. Betul tidak ?

Kutip
khan ada kisah juga seorang pelacur yang memberi minum anjing yang kehausan kemudian masuk syurga...gmn tuh???...
setahu saya ampunan Allah diberikan bagi orang yg bertaubat, disusul dengan beriman dan beramal shaleh, kalau ada yg lain I don't no.

Sulit saya memberikan komentar, apakah seorang pelacur bisa digolongkan sbg orang yg beriman, apakah memberi minum seekor binatang yg kehausan termasuk amal shaleh ataukah amalan biasa ?

Bagaimana dengan anda sendiri terhadap hadist diatas ?

sementara surga sendiri diperuntukkan bagi orang yg beriman dan beramal shaleh :

Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.(QS 2:82)

jadi beriman dan beramal shaleh mestinya menjadi satu kesatuan, beriman ttp tidak beramal shaleh atau beramal shaleh tetapi tidak beriman -- no way.

nabi pasti tahu ketentuan ini, maka saya sulit mengomentari hadis diatas.

Kutip
bung tobil..saya tidak mengatakan ALLAH itu gombal atau dusta khan...
gaklah... saya juga tidak menuduh siapapun.

Kutip
memang jelas bahwa janji ALLAH ITU pasti...tetapi kita harus memahami apakah kita harus menunutut karena kita sudah berbuat amal shaleh sekian ribu kali lipat atau sekian juta kali lipat..maka kita harus dapet sekian gitu..kok kita jadi menuntut ALLAH...gmn nih????...
tak perlu dituntut Allah pasti memenuhi janjinya kok ... dan Allah pasti bukan zalim memasukkan orang seenaknya ke surga/neraka.

lagi pula kita tidak perlu mesti beramal shaleh sekian ribu atau juta kali supaya masuk syurga --- kagak ada ketentuannya semacam itu.

ekstremenya saya katakan cukup amal shaleh yg kita lakukan seumur hidup sekali saja dan 9x melakukan dosa itu saja membuat timbangan kita ke kanan kok. jadi kagak ribet bukan ?

Kutip
bung tobil itu hak anda untuk mengatakan saya ragu2 dalam beragama...
apakah anda merasa spt. itu ?

Kutip
bung tobil...
agar tidak terlalu melebar dari judulnya...hal puasa ini mestinya dibahas lain waktu...
mungkin itu saran dari saya...thanks....
ini kebetulan hanya contoh saja.


Salaam,

koboy56

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 46
  • Reputasi: -4
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Mari beramal shaleh
« Jawab #25 pada: Desember 01, 2009, 09:28:29 pm »
bung tobill...
yang saya maksudkan adalah saya yakin dan percaya amal shaleh ganjarannya 10x lipat...oleh karena itu saya setuju kita hendaknya mengukur dan menghitung diri kita untuk semangat melakukan amal shaleh..
tetapi bukan berarti kita hitung2 yg sudah kita amalkan...masa sama ALLAH  kita itung2an..padahal kalau ALLAH berhitung juga..maka kita tidak akan sangup..walaupun jumlah amal shaleh kita segunung atau sebanyak jumlah air yg ada dilautan..
( nah ini yg saya maksud jgn melihat dengan kacamata ekonomi atau ilmu pasti ada itungannya..tapi hanya sebuah harapan..mudah2an..diterima amal ibadah kita..)
atau kita gunakan kalkulator lalu kita hitung misalnya :

* kita sudah melakukan 30x amal shaleh...maka kita dapet 300 pahala...gitu maksud anda yah???
* trus kita melakukan keburukan 20x..maka kita minus 20...jadiii... kita masih punya 280 pahala..
  gitu maksudnya juga yah....truss dalam hati kita berkata..lumayan saya udh dapat point..maka saya
  siap menghadapnya..bukankah ini terkesan sombong...( nah ini yg saya maksud..kok seperti itu..) apa anda memang selalu menghitung seperti ini???

bukankah percontohan kisah Malaikat Azazil yg menjadi penghulu para malaikat..dan juga paling taat kepda ALLAH..yg juga mendapat banyk gelar kehormatan..yg paling terkabul doanya..dsb..,cuma karena tidak mau sujud kepada Nabi Adam..dia Protes dan menuntut karena merasa paling mulia..paling taat..yg paling banyak pengabdiannya..kemudian dilaknat ALLAH...


kalau dalam hal istilah sejuta kali khan umpamanya..karena menurut anda pake hitungan..berarti khan menurut anda masuk syurga ada nilainya atau pointnya... jumlahnya berapa..???



saya juga yakin bahwa janji ALLAH itu pasti...
yg saya maksudkan memandang agama bukan seperti ilmu pasti adalah...contoh :

* siapa didunia ini..baik muslim maupun non muslim atau orang negara manapun..yg berani mengatakan
  bahwa 1 + 1 = 2  adalah salah...pasti semua orang akan mengatakan benar...

* tetapi begitu kita bicara soal keyakinan kita atau agama kita..jangankan dengan agama lain..dengan
  sesama muslim aja terkadang ada beda pandangan..dimana kepastiannya ??
  kepastiannya adalah setelah kita kembali kepadanya..siapa yg paling benar dan siapa yg salah..
  dan tentunya secara pribadi kita masing2 tentu berharap dan harus yakin bahwa kitalah yg paling
  benar.. tetapi didunia ini kita khan ngk bisa memaksain keyakinan kita ke orang lain...
     
  dengan segala hormat bung tobill..ini pendapat dan pandangan saya...kalaupun ada kesalahan semata
  mata karena kebodohan dan kesalahan saya sebagai manusia..yang paling benar hanya ALLAH SWT..

  Wassalam...










 

yant_138

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 195
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re:Mari beramal shaleh
« Jawab #26 pada: Desember 01, 2009, 10:48:07 pm »
walaupun kita merasa beramal shaleh, ganjarannya itu bisa
1. minus, bila kita sombong,,,riya.
2.  2x ayat.... 29/45
3. 10x
4. 700x
5. takterhingga.

makanya nggak usah dihitung, cukup kita berusaha beramal shaleh,
hati kita selalu dilihat ALLAH.




Tobil

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 301
  • Reputasi: -2
    • Lihat Profil
Re:Mari beramal shaleh
« Jawab #27 pada: Desember 03, 2009, 06:18:32 am »
Kutip dari: koboy56
yang saya maksudkan adalah saya yakin dan percaya amal shaleh ganjarannya 10x lipat...oleh karena itu saya setuju kita hendaknya mengukur dan menghitung diri kita untuk semangat melakukan amal shaleh..
tetapi bukan berarti kita hitung2 yg sudah kita amalkan...masa sama ALLAH  kita itung2an..padahal kalau ALLAH berhitung juga..maka kita tidak akan sangup..walaupun jumlah amal shaleh kita segunung atau sebanyak jumlah air yg ada dilautan..
( nah ini yg saya maksud jgn melihat dengan kacamata ekonomi atau ilmu pasti ada itungannya..tapi hanya sebuah harapan..mudah2an..diterima amal ibadah kita..)
atau kita gunakan kalkulator lalu kita hitung misalnya :

* kita sudah melakukan 30x amal shaleh...maka kita dapet 300 pahala...gitu maksud anda yah???
* trus kita melakukan keburukan 20x..maka kita minus 20...jadiii... kita masih punya 280 pahala..
  gitu maksudnya juga yah....truss dalam hati kita berkata..lumayan saya udh dapat point..maka saya
  siap menghadapnya..bukankah ini terkesan sombong...( nah ini yg saya maksud..kok seperti itu..) apa anda memang selalu menghitung seperti ini???
maksudnya tentu saja bukan hitung2an yg dimunculkan apalagi dengan menggunakan kalkulator, spt. anda sampaikan diatas, tetapi agar kita bisa beramal lebih efektif ---> balasan 10x tentu saja merupakan pembeda mana yg disebut amal biasa dan mana yg disebut amal shaleh.

Kalau saya kembali ke ayat 17:14 dengan satu pertanyaan : bagaimana anda menghisab diri anda untuk melaksanakan perintah diayat itu ? apakah hanya asal2an yang penting beramal tak peduli apakah itu amal biasa atau amal shaleh ?

Kutip
bukankah percontohan kisah Malaikat Azazil yg menjadi penghulu para malaikat..dan juga paling taat kepda ALLAH..yg juga mendapat banyk gelar kehormatan..yg paling terkabul doanya..dsb..,cuma karena tidak mau sujud kepada Nabi Adam..dia Protes dan menuntut karena merasa paling mulia..paling taat..yg paling banyak pengabdiannya..kemudian dilaknat ALLAH...
kalo ini saya mohon maaf saya berani mengomentari apa yang saya tidak tahu.

Kutip
kalau dalam hal istilah sejuta kali khan umpamanya..karena menurut anda pake hitungan..berarti khan menurut anda masuk syurga ada nilainya atau pointnya... jumlahnya berapa..???
jangan pernah melupakan landasan bagi semuanya adalah iman, tanpa iman semuanya spt. fatamorgana.

Kutip
saya juga yakin bahwa janji ALLAH itu pasti...
yg saya maksudkan memandang agama bukan seperti ilmu pasti adalah...contoh :

* siapa didunia ini..baik muslim maupun non muslim atau orang negara manapun..yg berani mengatakan
  bahwa 1 + 1 = 2  adalah salah...pasti semua orang akan mengatakan benar...

* tetapi begitu kita bicara soal keyakinan kita atau agama kita..jangankan dengan agama lain..dengan
  sesama muslim aja terkadang ada beda pandangan..dimana kepastiannya ??
  kepastiannya adalah setelah kita kembali kepadanya..siapa yg paling benar dan siapa yg salah..
  dan tentunya secara pribadi kita masing2 tentu berharap dan harus yakin bahwa kitalah yg paling
  benar.. tetapi didunia ini kita khan ngk bisa memaksain keyakinan kita ke orang lain...
     
  dengan segala hormat bung tobill..ini pendapat dan pandangan saya...kalaupun ada kesalahan semata
  mata karena kebodohan dan kesalahan saya sebagai manusia..yang paling benar hanya ALLAH SWT..
tidak ada yang salah, sejak dr awal saya hanya mengajak beramal shaleh, burukkah ajakan itu dimata anda ? tidak bukan ?
Soal hitung menghitung itu urusan malaikat yg mencatat apa yg kita lakukan, sementara yg kita lakukan hanya melaksanakan amalan2 yg bernilai baik dimata Allah.

Kutip dari: yant_138
...makanya nggak usah dihitung, cukup kita berusaha beramal shaleh,
hati kita selalu dilihat ALLAH.
Lho, ini kan perintah Allah, ini ayatnya lho kang,

Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu.(QS 17:14)

Saya tidak yakin anda2 tahu apa yg dimaksud Allah dengan amal shaleh, apa kriterianya suatu amal disebut dengan shaleh, berikan juga beberepa contohnya sekalian ?

Silahkan kang, jangan malu2 ...


Salaam,

masud hasim

  • Jr. Member
  • **
  • Tulisan: 66
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Mari beramal shaleh
« Jawab #28 pada: Desember 03, 2009, 10:26:57 am »
Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu.(QS 17:14)

Saya tidak yakin anda2 tahu apa yg dimaksud Allah dengan amal shaleh, apa kriterianya suatu amal disebut dengan shaleh, berikan juga beberepa contohnya sekalian ?

Silahkan kang, jangan malu2 ...


Salaam,

[/quote]

maf kalo gitu tolong mas tobil jelasin apa yang dimaksud dengan amal shaleh dan kriterianya suatu amal disebut dengan shaleh dan tolong kasi contohya,biar saya yang bodoh ini dan lemah hafalan dapat mengetahui apa itu amal shaleh?

Arman

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 269
  • Reputasi: 5
    • Lihat Profil
Re:Mari beramal shaleh
« Jawab #29 pada: Desember 08, 2009, 04:03:36 pm »
Wahai anda2 yang berjilbab, berjenggot dan bercelana cingkrang, jangan pernah berfikir bahwa jilbab, jenggot dan celana cingkrang adalah lambang islami, ketiganya tidak akan pernah membuat anda masuk surga, juga sorban2 yang melingkar2 diatas kepala tidak akan sanggup menyelamatkan seseorang dari siksaan api neraka.

Memang segala sesuatu yang memakai simbol islami tidak bisa dijamin masuk syurga, tapi apakah salah jika seseorang
mengenakan simbol Islami tsb sebagai kontrol diri dari keimanan mereka?
Seberapa yakin anda mengatakan ketiganya tidak akan membuatnya masuk surga?
Apakah anda sendiri yg tidak mengenakan simbol Islami yakin akan masuk Syurga?

so....ana pikir betul juga apa kata Mas Arif,

Kutip
seharusnya tidak perlu anda ucapkan
jika anda memahami bahwa mereka melakukannya sebagai tanda keyakinan/iman mereka atas ajaran Islam
sebagaimana yakinnya anda bahwa hanya amal shaleh yang bisa membawa orang masuk surga
seorang teman saya yg pedagang di senen baru saja menceritakan, sekarang di senen banyak pencopet perempuan yg memakai jilbab utk memudahkan operasinya. apa komentar anda, manifestasi keimanankah ?

Dapatkah disamaratakan kejahatan di negara Islam, negara yahudi ataupun demokrasi ?

- jika ada kejahatan di negara Islam, sudah tentu sebagian besar penjahatnya adalah yg beragama Islam,
- Jika ada kejahatan di negara yahudi, tentunya sebagian besar penjahatnya oang yahudi,
  kalau penjahatnya orang Islam pasti dikatagorikan teroris.
- Apalagi di negara kita yg demokrasi ini terdiri dari berbagai macam suku, bahasa dan agama,
  ana pikir pencopet perempuan yg berjilbab itu hanyalah salah satu bentuk penyalah gunaan
  bagi wanita berjilbab dalam rangka menjalankan aksinya saja.

Afwan Mas Tobil, ana yg awam masalah ilmu agama, jika memang perkataan ana tidak mendasar
tolong diluruskan kembali.

Afwan, mau tanya Mas, seberapa yakin anda tahu kalau jilbab itu bukan sesuatu yang wajib ?

Sepengetahuan ana, untuk mendefinisikan kata dalam ayat Al-qur'an itu tidak bisa sembarangan, kalau ga salah
harus mengerti pula ilmu Nahwu Shorof, kalau anda mengerti, bisa anda jelaskan kepada kami, termasuk dalam
kategori apa perintah berjilbab itu dalam ilmu Nahwu Shorof? Yg didalamnya terdapat kitab Jurumiyah,
yg di dalamnya dipelajari masalah kalau ga salah Pi'il Madi, Mudore dan Amr yg bisa mengkatagorikan
perintah itu wajib, Sunnah, mubah dsb. ....Afwan zidan nich Om jika pertanyaan ana ngaco.


Ma'af satu lagi...

Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu.(QS 17:14)

Saya tidak yakin anda2 tahu apa yg dimaksud Allah dengan amal shaleh, apa kriterianya suatu amal disebut dengan shaleh, berikan juga beberepa contohnya sekalian ?

Silahkan kang, jangan malu2 ...


Salaam,


maf kalo gitu tolong mas tobil jelasin apa yang dimaksud dengan amal shaleh dan kriterianya suatu amal disebut dengan shaleh dan tolong kasi contohya,biar saya yang bodoh ini dan lemah hafalan dapat mengetahui apa itu amal shaleh?
[/quote]
Yup.. ditunggu...penjelasannya Mas tobil.!


« Edit Terakhir: Desember 08, 2009, 04:11:15 pm oleh Arman »