Penulis Topik: Takut Diklaim,NTB Ogah Kirim Sapi ke Malaysia  (Dibaca 926 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

sai

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.929
  • Reputasi: 68
  • Jenis kelamin: Pria
  • matahari pertama
    • Lihat Profil
Takut Diklaim,NTB Ogah Kirim Sapi ke Malaysia
« pada: Oktober 21, 2009, 01:41:22 pm »


VIVAnews - Khawatir diklaim Malaysia, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dikenal sebagai daerah penghasil sapi berkualitas baik, bertekad tidak akan mengirimkan bibitnya Ke Malaysia.
 
Mereka khawatir, jika Malaysia meneliti produksi sapi Indonesia dan mengklaimnya, tentunya akan dikembangkan.

"Kalau sudah terjadi, mereka (Malaysia) bisa memperoleh ekonomi yang lebih dan merknya bisa diklaim," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB Abdul Samad, di Mataram Rabu 21 Oktober 2009.

Menurutnya, Malaysia memiliki teknologi bagus kalau tidak di proteksi, produksi sapi Indonesia tidak akan bisa berkembang.

Tidak hanya teknologi, Malaysia juga didukung dana yang besar sehingga memudahkan mereka untuk mencontoh bibit sapi Indonesia terutama yang berada di Lombok.

Seperti diketahui sapi NTB memiliki potensi untuk dikembangkan terutama didaerah Malaysia. Keinginan Malaysia untuk mengembangkan sapi didorong oleh potensi alam yang dimilikinya.

Selain sebagai daerah pengembang kelapa sawit, Malaysia juga memiliki potensi alam yang ideal untuk mengembangkan sapi. Meski demikian Abdul Samad mengaku hingga saat ini belum ada peneliti dari Malaysia yang masuk ke NTB.

Saat ini jumlah sapi NTB mencapai 546.114 ekor sapi dengan tingkat konsumsi masyarakat mencapai 5 kilogram per tahun. Sementara jumlah sapi betina produktif mencapai 37 % atau 189 ribu ekor sapi.

Untuk mencapai 1 juta sapi pemerintah NTB berharap sapi tersebut mampu melairkan 1 ekor anak per tahun. "Kami sedang mengembangkan bibit unggul dan bibit komersial," ujarnya.

==============================================================================
malaysia udah jadi phobia sendiri buat warga Indonesia rupanya,
pernah saya ngobrol ma temen yang kerja di perusahaan malaysia di indonesia, dia diminta ke malaysia nerusin kerjaannya.
dia malah jawab, gw resign aja deh takut diklaim malaysia :))