Penulis Topik: Mungkinkah konsep resto seperti ini ada di Jakarta?  (Dibaca 5249 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Arman

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 269
  • Reputasi: 5
    • Lihat Profil
Mungkinkah konsep resto seperti ini ada di Jakarta?
« pada: September 11, 2009, 01:12:15 pm »
Wina - Konsep restoran ‘all you can eat’ atau buffet dengan hanya membayar
harga tertentu, mungkin sudah biasa dimana mana. Tapi resto yang satu ini
unik, karena berani mengambil resiko merugi.

Deewan Resturant, sebuah resto masakan Pakistan di Wina menawarkan konsep ‘makan sepuas Anda, bayar semau Anda’. Bayangkan, Anda makan banyak, tapi hanya bayar sedikit. Wah, apa jadinya restoran seperti itu?

Namun ternyata nasib Deewan tak sejalan dengan logika prinsip ekonomi untuk
memaksimalkan keuntungan. Buktinya, dari tahun ke tahun, Deewan terus beroperasi. Para pelanggannya pun datang, makan, dan membayar dengan harga
lebih dari yang diharapkan.

Berlokasi di Schottentor, resto ini pun menjadi favorit para mahasiswa yang berkuliah di daerah tersebut. Tentu saja, untuk ukuran mahasiswa yang tak mempunyai banyak bujet jajan diluar, resto ini memang menjadi pilihan utama. Tapi diluar mahasiswa, resto ini bahkan menjadi tempat kuliner favorit turis dan backpacker.

Didirikan oleh seorang lulusan filsafat, Natalie Deewan, konsep resto ini
terinspirasi akan nilai nilai kedermawanan manusia baik dari sisi pemberi
maupun penerima.

"Pada minggu-minggu awal kami tak yakin, tapi ternyata pelanggan makin antusias, dan membayar banyak", ujar Natalie.

Lalu berapakah ‘fair fare’ yang masuk akal jika makan di sini? Jika melihat menunya, memang Deewan tak terlalu banyak menyediakan macam-macam masakan. Di meja buffenya, hanya ada 2 pilihan makanan utama.

Pertama, kelompok makanan kari dari bahan ayam, kambing hingga lembu dan kedua, makanan vegetarian saja serupa kebab sandwich. Diluar buffet utama, disediakan makanan pencuci mulut bernama Halla, yaitu sejenis nasi manis yang diolah menggunakan susu dan minyak.

Selain itu, Deewan juga menyuguhkan nasi dan juga kentang. Sementara, untuk
minum, Deewan telah mematok harga tersendiri.

"Saya membayar 5 Euro untuk ini semua", ujar Khan, salah satu pelanggan keturunan Pakistan yang telah beberapa kali datang di Deewan.

Tak hanya warga keturunan Pakistan yang menjadi pelanggan di Deewan, tampak para bule dan orang Asia juga duduk ikut menikmati kuliner Pakistan. Bagaimana dengan rasa dan kualitas?

"Untuk konsep seperti ini (pay as you wish), rasa menjadi nomer dua, yang penting rasa lapar teratasi", kelakar Lena Weiss salah satu warga Austria yang datang ke Deewan jika tak memasak.

Pernahkan Deewan pernah mengalami krisis keuangan selama menjalankan usaha semacam ini?

"Belum, terus terang selama ini para pelanggan cukup tahu diri dengan
banyaknya yang mereka makan," sindir salah satu staff Deewan yang tak mau
disebut namanya.

Mungkinkah konsep resto seperti ini ada di Jakarta? (sal/mad)


ir1

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 341
  • Reputasi: 5
    • Lihat Profil
Re:Mungkinkah konsep resto seperti ini ada di Jakarta?
« Jawab #1 pada: September 11, 2009, 02:10:49 pm »
misalnya g cm d jakarta aja gmn..katakanlah d indonesia,,
prospek restorannya akan laris...
tp yg perlu diperhatikan "konsumen akan membayar berapa" alias kemampuan ekonomi orang indonesia itu kan di bawah pendapatan perkapita standar dunia (really?? katanya di atas rata2...?? Lha iy.. coz g melihat kenyataan di indonesia,,, kenyataan kesenjangan sosial antara si kaya n si miskin amat jauh, jd pendapatan si kaya bisa menutup pendapatan si miskin, jd di atas rata2...g slh,tp apa wajar?).. yah...siap2 aja menampung semua orang yg makan d resto dg membawa uang dikit.

mental orang indonesia pd bagus g ya... maksudnya klo d luar negeri itu (baca: negara2 maju), adl negara yg mempunyai "high trust society" yg mana masyarakatnya percaya satu sama lain. Pernah ada cerita nyata,ada yang tertinggal kameranya di toilet umum, kira2 beberapa waktu dilihat lg d toiletnya,ternyata msh ada di situ alias g da yg ngambil hufff (gmn y klo d indonesia...raib g y..)

Kaitannya dg resto...konsumen indonesia menilainya gmn y... apakah konsumen membayar dg "menilai secara obyektif" sehingga membayar secara wajar atau apakah hanya mementingkan diri sendiri dg membayar sekehendaknya sesuai slogan resto...(hwaa...bangkrut g y..)

tapi kan di jakarta banyak orang kaya??? yep...banyak juga orang g mampu

syukur2 klo restonya mw d jadiin ladang eh resto sedekah... hmm siiipp deh...

Secara umum bagus tuh kang, bisa ditiru ide kreatifnya

Arman

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 269
  • Reputasi: 5
    • Lihat Profil
Re:Mungkinkah konsep resto seperti ini ada di Jakarta?
« Jawab #2 pada: September 11, 2009, 04:18:39 pm »
Secara umum bagus tuh kang, bisa ditiru ide kreatifnya
Afwan nie om ndak usah pake pujian ky gitu ah jadi :">
Cos dis is not may idea, cuma nampangin berita bwat didikusiin ;D

Secara general en dilihat dari segi ekonomi masyarakat kita, kayanya emang sie
nggak mungkin resto spt itu bisa berdiri di Jkt, tapi kondisi ekonomi sperti
itu bisa saja tidak menjadi salah satu hambatan berdirinya resto yg demikian
jika masyarakat kita memiliki "high personality" yang disertai dengan "good honestly"
pada masing2 individu, cuma kebanyakan masyarakat kita banyak yang masih memelihara
jurus "Aji Mumpung" ;D

Jadi secara garis besarnya ana sependapat ama sampeyan.
Cuma seandainya ana jadi seorang konglomerat, ana mau coba buka resto
kaya gitu dengan pake motto....
Kalo nguntungin.......ya lanjutin aza Bung! ;D
Kalo Ngerugiin........ya langsung tutup aza Brur! :))


« Edit Terakhir: September 11, 2009, 04:38:39 pm oleh Arman »

ir1

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 341
  • Reputasi: 5
    • Lihat Profil
Re:Mungkinkah konsep resto seperti ini ada di Jakarta?
« Jawab #3 pada: September 12, 2009, 12:35:48 pm »
He2, mlh da yg ge er nich? Klarifikasi ah.. Mksdny bgus penemuan ide nya (tp iy aj dh..ntar jd kecewa,he2)
Aq jg sependapat dg anda. Ato mw cb ky konsep 'kantin kejujuran'? Jd bwt nya d kampus2 atw d skul.. Mgkn agak lbh 'terkondisikan' konsumenny

vian

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.062
  • Reputasi: 76
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Mungkinkah konsep resto seperti ini ada di Jakarta?
« Jawab #4 pada: September 12, 2009, 02:45:56 pm »
orang indonesia kan sukanya yg gratisan
atau paling gak sama yg diskon2
jadi, kalo resto macam ini buka disini, tinggal kita tebak :
berapa lama dia sanggup bertahan? :p

lyceum_salf

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.581
  • Reputasi: 9
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dimana Engkau Berada TUHAN Selalu Melihatmu
    • Lihat Profil
Re:Mungkinkah konsep resto seperti ini ada di Jakarta?
« Jawab #5 pada: September 17, 2009, 11:48:28 am »
kantin kejujuran di sma favorit dikotaku aja merugi  :-?? :-??

khaira asyifa

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 951
  • Reputasi: 23
  • Jenis kelamin: Wanita
  • bismillahi tawakkaltu 'alallah
    • Lihat Profil
    • http://www.chefsari.blogspot.com
Re: Mungkinkah konsep resto seperti ini ada di Jakarta?
« Jawab #6 pada: April 25, 2010, 08:18:46 am »
bukannya emang udah banyak resto2 di jakarta model all u can eat...??

kayak di hard chiken buffet, hanamasa, dll

tapi, saya belum pernah mam disana  =))

dinie_bgt

  • Moderator
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.977
  • Reputasi: 56
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
Re: Mungkinkah konsep resto seperti ini ada di Jakarta?
« Jawab #7 pada: Juli 09, 2010, 06:42:15 pm »
bukannya emang udah banyak resto2 di jakarta model all u can eat...??

kayak di hard chiken buffet, hanamasa, dll

tapi, saya belum pernah mam disana  =))

Beda bu...
Klo all u can eat kan makan sepuasnya tapi bayrannya dah ditentukan...
Tp klo dari yg kubaca, resto yg di wina ini makan sepuasnya bayar semaunya, jd ga ditentuin "harga" wajibnya...
Ga pake ++ lg seperti kebanyakan resto all you can eat di Indonesia...  :p

Sahabatsejati

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 5
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: Mungkinkah konsep resto seperti ini ada di Jakarta?
« Jawab #8 pada: Agustus 02, 2010, 08:08:41 am »
untuk jakarta apa sih yang gak ada? walau sedikit mungkin ada kok