Penulis Topik: KOLOM HISTORIAN  (Dibaca 11770 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

lyceum_salf

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.581
  • Reputasi: 9
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dimana Engkau Berada TUHAN Selalu Melihatmu
    • Lihat Profil
Re:KOLOM HISTORIAN
« Jawab #15 pada: September 18, 2009, 02:33:36 pm »

LAVI

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.262
  • Reputasi: 23
  • Jenis kelamin: Pria
  • However She is Still an Adolescent Child
    • Lihat Profil
Re:KOLOM HISTORIAN
« Jawab #16 pada: September 22, 2009, 08:43:36 pm »
ini kolom historian atau soal fact or fiction sih??


btw baru aja dapet atlas terbitan Djambatan tahun 1951.....ada banyak perubahan terutama jalur kereta api jogja-solo, dan pembagian administrasi...yang menarik adalah fakta propinsi ke 7 RIS namanya propinsi daerah istimewa jogjakarta dan daerah istimewa surakarta. selain itu ternyata pulau papua terbagi menjadi tiga...yaitu Irian barat (klaim indonesia-papua sekarang) dan papua nugini dibagi dua yaitu irian timur dan papua (faktanya saat itu nama irian adalah akronim dari "Ingin Republik Indonesia anti Nedherland".

lyceum_salf

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.581
  • Reputasi: 9
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dimana Engkau Berada TUHAN Selalu Melihatmu
    • Lihat Profil
Re:KOLOM HISTORIAN
« Jawab #17 pada: September 25, 2009, 01:17:33 pm »
ini kolom historian atau soal fact or fiction sih??


btw baru aja dapet atlas terbitan Djambatan tahun 1951.....ada banyak perubahan terutama jalur kereta api jogja-solo, dan pembagian administrasi...yang menarik adalah fakta propinsi ke 7 RIS namanya propinsi daerah istimewa jogjakarta dan daerah istimewa surakarta. selain itu ternyata pulau papua terbagi menjadi tiga...yaitu Irian barat (klaim indonesia-papua sekarang) dan papua nugini dibagi dua yaitu irian timur dan papua (faktanya saat itu nama irian adalah akronim dari "Ingin Republik Indonesia anti Nedherland".

sekalian aja mas  :D :D :D informasi

ada info tentang sejarah papua nugini g mas ??

LAVI

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.262
  • Reputasi: 23
  • Jenis kelamin: Pria
  • However She is Still an Adolescent Child
    • Lihat Profil
Re:KOLOM HISTORIAN
« Jawab #18 pada: September 27, 2009, 06:11:12 pm »
sebenarnya ada di web historian Belanda www.londoh.com cuma udah lama di hack, dan nggak bisa dibuka...oh ya di atlas terbitan Djambatan itu juga ditulis bahwa Papua adalah wilayah milik Australia (tepatnya pembagiannya begini, Papua Nugini dibagi dua utara dan selatan bagian utara namanya Irian Timur dan bagian selatan namanya Papua batas garis yang tergambar adalah gambar batas untuk pembagian propinsi)

lyceum_salf

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.581
  • Reputasi: 9
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dimana Engkau Berada TUHAN Selalu Melihatmu
    • Lihat Profil
Re:KOLOM HISTORIAN
« Jawab #19 pada: Oktober 01, 2009, 11:36:37 am »
Buka - buka tentang sejarah papua eh g tahunya ketemu nih artikel :

Nama asli pulau Papua masih tetap misterius hingga kini dan itulah sebabnya mengapa orang asing silih berganti memberi nama seenaknya saja. Sudah lebih dari selusin nama untuk pulau ini, khususnya Papua bagian Barat.

Pada sekitar Tahun 200 M , ahli Geography bernama Ptolamy menyebutnya dengan nama LABADIOS. Maksud apa disebut demikian, belum diketahui. Pada akhir tahun 500 M, pengarang Tiongkok bernama Ghau Yu Kua memberi nama TUNGKI, dan pada akhir tahun 600 M, Kerajaan Sriwijaya menyebut nama Papua dengan menggunakan nama JANGGI.

Nama Tungki dan Janggi telah mengundang berbagai pendapat, kemungkinan nama TUNGKI yang sudah berubah dalam sebutannya menjadi Janggi atau sebaliknya. Pada akhir tahun 1300, Majapahit menggunakan dua nama, yakni WANIN dan SRAM. Nama Wanin, tentu tidak lain dari semenanjung Onin di daerah Fak-Fak dan SRAM, ialah pulau Seram di Maluku. Ada kemungkinan, budak yang dibawa dan dipersembahkan kepada Majapahit berasal dari Onin dan yang membawanya ke sana adalah orang Seram dari Maluku, sehingga dua nama ini disebut.

Tidore memberi nama untuk pulau ini dan penduduknya sebagai PAPA-UA yang sudah beruba dalam sebutan menjadi PAPUA. Pada tahun 1545, Inigo Ortiz de Retes memberi nama NUEVA GUINEE dan ada pelaut lain yang memberi nama ISLA DEL ORO yang artinya Pulau Emas.

Nama Nueva Guinee kemudian di-Belanda-kan menjadi NIEUW GUINEA. Pada tahun 1956, Belanda merubah nama Niew Guinea menjadi NEDERLANDS NIEUW GUINEA. Perubahan nama Nieuw Guinea menjadi Nederlands Nieuw Guinea mengandung maksud positif dan maksud negativ.

Positifnya ialah karena nama Nieuw Guinea sering dihubungkan dengan sejarah Hindia Belanda (Nederlands Indie) terutama pihak Indonesia sering menggunakan ini sebagai alasan menuntut Nieuw Guinea dari Belanda.

Negativnya ialah bahwa sebelum Nieuw Guinea dijual, lebih dahulu dijadikan milik Belanda. Hal ini terbukti kemudian bahwa Nederlands Nieuw Guinea bersama Nederlands Onderdaan yang hidup diatasnya dijual kepada Indonesia pada 1962. Belanda merasa berhak berbuat demikian karena sejak 1956, West Papua telah dijadikan miliknya.

Apa yang dilakukan Pemerintah Belanda dimasa itu, paralel dengan tindakan Synode Gereja Hervormd Belanda sebab pada tahun 1956 itu juga, melepaskan tanggung-jawabnya kepada Dewan Gereja-Gereja di Indonesia.

Pada tahun 1961, Komite Nasional Papua yang pertama menetapkan nama PAPUA BARAT. Pada masa Pemerintahan Sementera PBB (UNTEA), menggunakan dua nama, WEST NEW GUINEA/WEST IRIAN.

Pada tanggal 1 Mei 1963, Republik Indonesia menggunakan nama IRIAN BARAT. Setelah Proklamasi kemerdekaan tanggal 1 Juli 1971, Pemerintah Revolusioner sementara Republik West Papua di Markas Victoria, menggunakan nama WEST PAPUA.

Pada tahun 1973, Pemerintah Republik Indonesia di West Papua merubah nama IRIAN BARAT menjadi IRIAN JAYA.

Pada tahun 2000 nama Irian Jaya kembali menjadi Papua hingga kini.

Nama Papua, aslinya Papa-Ua, asal dari bahasa Maluku Utara. Maksud sebenarnya bahwa di pulau ini tidak terdapat seorang raja yang memerintah disini sebagai seorang bapak, itulah sebabnya pulau dan penduduknya disebut demikian.

Papa-Ua artinya anak piatu. Dari sekian nama yang sudah disebut, Komite Nasional Papua pada tahun 1961, memilih dan menetapkan nama PAPUA., karena rakyat disini kelak disebut bangsa Papua dan tanah airnya Papua Barat (West Papua).

Alasan memilih nama Papua, karena sesuai dengan kenyataan bahwa penduduk pulau Papua sejak nenek moyang tidak terdapat dinasti yang memerintah atau raja disini sebagaimana yang ada dibagian bumi yang lain. Orang Papua berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah.

Tidak ada yang dipertuan untuk disembah dan tidak ada yang diperbudak untuk diperhamba. Raja-raja yang tumbuh seperti jamur di Indonesia, adalah akibat pengaruh pedagang bangsa Hindu dan Arab dimasa lampau.

Inilah sebabnya maka rakyat Papua anti kolonialisme, imperialisme dan neo-kolonialisme. Nenek moyang mereka tidak pernah menyembah-nyembah kepada orang lain, baik dalam lingkungan sendiri. Mereka lahir dan tumbuh diatas tanah airnya sendiri sebagai orang merdeka.

Nama Irian adalah satu nama yang mengandung arti politik. Frans Kaisiepo, almahrum, orang yang pertama mengumumkan nama ini pada konperensi di Malino-Ujung Pandang pada tahun 1945, antara lain berkata: “Perubahan nama Papua menjadi Irian, kecuali mempunyai arti historis, juga mengandung semangat perjuangan: IRIAN artinya Ikut Republik Indonesia Anti Nederland”. (Buku PEPERA 1969 terbitan tahun 1972, hal. 107-108).

Nama Irian diciptakan oleh seorang Indonesia asal Jawa bernama Soegoro, bekas buangan Digul-Atas tetapi dibebaskan sehabis Perang Dunia kedua dan pernah menjabat Direktur Sekolah Pendidikan administrasi pemerintahan di Hollandia antara tahun 1945-1946.

Perubahan nama Irian Barat menjadi Irian Jaya, terjadi pada tahun 1973, juga mengandung arti politik. Regiem Militer Indonesia tidak menginginkan adanya pembagian Pulau Papua menjadi dua dan berambisi guna menguasai seluruhnya. Pendirian ini berdasarkan pengalaman tetang adanya dua Vietnam-Selatan dan Utara, tentang adanya dua Jerman-Barat dan Timur, dan tentang adanya dua Korea-Selatan dan Utara. Irian Jaya, Irian yang dimenangkan. Jaya, victoria atau kemenangan. Jika huruf “Y” dipotong kakinya, maka akan terbaca Irian Java alias Irian Jawa. (sumber : http://digoel.wordpress.com/2008/01/06/tentang-nama-papua/)

lyceum_salf

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.581
  • Reputasi: 9
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dimana Engkau Berada TUHAN Selalu Melihatmu
    • Lihat Profil
Re:KOLOM HISTORIAN
« Jawab #20 pada: Oktober 08, 2009, 05:25:57 pm »
ada yang bisa berikan kisah spesifik tentang Tragedi lapangan bubad antara patih gajahmada dengan kerajaan pajajaran ? ceritanya raja Hayam wuruk ingin menikahi Dyah pitaloka putri raja pajajaran sehingga sunda masuk dalm wilayah majapahit namun gajahmada ingin menjadikan Dyah pitaloka hanya sebagai selir dan pajajaran harus menyerahkan upeti pada majapahit.... sehingga terjadi peristiwa bubad.... sampai saat ini kayaknya urang sunda g ngeh dengan gajah mada begitu juga dengan jatim terhadap dyah pitaloka dan pajajaran

LAVI

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.262
  • Reputasi: 23
  • Jenis kelamin: Pria
  • However She is Still an Adolescent Child
    • Lihat Profil
Re:KOLOM HISTORIAN
« Jawab #21 pada: Oktober 09, 2009, 07:11:23 pm »
dari beberapa buku yang kubaca, perang Bubat terjadi saat rombongan Sri Baduga Maharaja hendak mengantarkan putrinya (Dyah Pitaloka) ke Majapahit untuk dinikahkan dengan Raja Hayam Wuruk...sementara di Majapahit saat itu Raja Hayam Wuruk memerintahkan Gadjah Mada dan beberapa pasukan kerajaan untuk menjemput dan mengantarkan rombongan dari Sunda itu ke Keaton Majapahit...saat kedua rombongan bertemu di wilayah Bubat, terjadi percekcokan karena Gadjah Mada ngotot agar keatangan Dyah Pitaloka dijadikan sebagai "persembahan upeti" sebagai wujud pernyataan takluk kepada Majapahit...tentu saja pihak kerajaan Sunda tidak mau, akhirnya terjadi perang  dan semua anggota rombongan Sri Baduga Maharaja tewas, dan Dyah Pitaloka melakukan bunuh diri.

lyceum_salf

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.581
  • Reputasi: 9
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dimana Engkau Berada TUHAN Selalu Melihatmu
    • Lihat Profil
Re:KOLOM HISTORIAN
« Jawab #22 pada: Oktober 10, 2009, 11:52:38 am »
@ mas lavi

karena daku g tinggal dipulau jawa aku mau tanya nih bener g masyarakat sunda masih g "ngeh" dg gajah mada dan masyarakat jatim juga agak gimana gitu dengan pajajaran dan dyah pitaloka... daku pernah baca disalah satu cerpen di salah satu majalah kayaknya "perseteruan" masa lalu yang terbawa pada masa kini.......

lalu bagaimana hubungan hayam wuruk dengan gajah mada setelah itu ? dari beberapa sumber yang kudengar hubungan hayam wuruk dengan gajah mada agak retak.....

daku lagi baca Nusantaranya Bernard HM Vlake...... tapi dia g nulisin bagaimana kelanjutan kisah hubungan si Raja ama patihnya

d4vid_r5

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 4.926
  • Reputasi: 40
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dreaming...
    • Lihat Profil
Re:KOLOM HISTORIAN
« Jawab #23 pada: Oktober 10, 2009, 03:53:24 pm »
karena daku g tinggal dipulau jawa aku mau tanya nih bener g masyarakat sunda masih g "ngeh" dg gajah mada dan masyarakat jatim juga agak gimana gitu dengan pajajaran dan dyah pitaloka...
kalo soal sunda, coba tanya si sai
kalo yang jatim, (saya jatim) emang gimana gimana maksudnya? :-?

LAVI

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.262
  • Reputasi: 23
  • Jenis kelamin: Pria
  • However She is Still an Adolescent Child
    • Lihat Profil
Re:KOLOM HISTORIAN
« Jawab #24 pada: Oktober 11, 2009, 11:27:10 am »
@ mas lavi

karena daku g tinggal dipulau jawa aku mau tanya nih bener g masyarakat sunda masih g "ngeh" dg gajah mada dan masyarakat jatim juga agak gimana gitu dengan pajajaran dan dyah pitaloka... daku pernah baca disalah satu cerpen di salah satu majalah kayaknya "perseteruan" masa lalu yang terbawa pada masa kini.......

lalu bagaimana hubungan hayam wuruk dengan gajah mada setelah itu ? dari beberapa sumber yang kudengar hubungan hayam wuruk dengan gajah mada agak retak.....

daku lagi baca Nusantaranya Bernard HM Vlake...... tapi dia g nulisin bagaimana kelanjutan kisah hubungan si Raja ama patihnya
(Coba baca SNI jilid II) yang jelas setelah peristiwa itu hubungan keduanya menjadi buruk...tidak ada lagi komunikasi harmonis antara Raja dan Patih, hubungan keduanya hanya tinggal sebatas seremonial kerajaan...dan tak seberapa lama setelah itu Patih Gadjah Mada mengundurkan diri dan meletakkan jabatannya sebagai patih kerajaan dan untuk kemudian melanjutkan hidupnya menjadi pertapa di sebuah hutan di Jawa Timur...soal hubungan buruk Jatim-Jabar, mungkin ada hubungannya dengan mitos di masyarakat yang bilang, kalo cari Istri jangan cari wanita orang Sunda soalnya bisa.....(sensor!! gue g brani ngomong disini)

lyceum_salf

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.581
  • Reputasi: 9
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dimana Engkau Berada TUHAN Selalu Melihatmu
    • Lihat Profil
Re:KOLOM HISTORIAN
« Jawab #25 pada: Oktober 11, 2009, 10:11:45 pm »
karena daku g tinggal dipulau jawa aku mau tanya nih bener g masyarakat sunda masih g "ngeh" dg gajah mada dan masyarakat jatim juga agak gimana gitu dengan pajajaran dan dyah pitaloka...
kalo soal sunda, coba tanya si sai
kalo yang jatim, (saya jatim) emang gimana gimana maksudnya? :-?

dendam lama yang terbawa sampai saat ini......

lyceum_salf

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.581
  • Reputasi: 9
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dimana Engkau Berada TUHAN Selalu Melihatmu
    • Lihat Profil
Re:KOLOM HISTORIAN
« Jawab #26 pada: Oktober 11, 2009, 10:18:55 pm »
ada analisis menarik dari vlakke yang menyatakan bahwa mengapa masyarakat Islam jawa berbondong2 masuk islam, tapi disisi lain begitu bersahabat dengan tradisi lokal (sinkretis). raja - raja jawa masuk Islam bukan karena mereka suka dengan agama itu tetapi lebih jauh karena pada masa itu kekuatan besar ada dua demak dengan Islamnya dan portugis dengan katholiknya...... pilihan yang sulit apakah harus bekerjasama dengan Demak atau portugis...

sejak masa lalu agama Hindu dan Budha sendiri masuk ke Indonesia tidak sama seperti yang asli dibawa dari India.... karena masyarakat jawa lebih tertarik pada sinkretisme..... sehingga dalam hindu (masih menurut vlakke) ada unsur animisme sedangkan penganut budha juga ternyata mengawinkan konsep Hindu dan Budha

lyceum_salf

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.581
  • Reputasi: 9
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dimana Engkau Berada TUHAN Selalu Melihatmu
    • Lihat Profil
Re:KOLOM HISTORIAN
« Jawab #27 pada: Oktober 12, 2009, 02:32:22 pm »
daku mau kasih rep +1 dulu untuk mas lavi yang udah berbagi informasi......
ayo yang lain kemana ??

LAVI

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.262
  • Reputasi: 23
  • Jenis kelamin: Pria
  • However She is Still an Adolescent Child
    • Lihat Profil
Re:KOLOM HISTORIAN
« Jawab #28 pada: Oktober 16, 2009, 06:31:26 pm »
ada analisis menarik dari vlakke yang menyatakan bahwa mengapa masyarakat Islam jawa berbondong2 masuk islam, tapi disisi lain begitu bersahabat dengan tradisi lokal (sinkretis). raja - raja jawa masuk Islam bukan karena mereka suka dengan agama itu tetapi lebih jauh karena pada masa itu kekuatan besar ada dua demak dengan Islamnya dan portugis dengan katholiknya...... pilihan yang sulit apakah harus bekerjasama dengan Demak atau portugis...

sejak masa lalu agama Hindu dan Budha sendiri masuk ke Indonesia tidak sama seperti yang asli dibawa dari India.... karena masyarakat jawa lebih tertarik pada sinkretisme..... sehingga dalam hindu (masih menurut vlakke) ada unsur animisme sedangkan penganut budha juga ternyata mengawinkan konsep Hindu dan Budha
analisis vlekke terlalu sederhana dan agak dipaksakan apalagi dengan tambahan analisis soal portugis dengan Katholiknya...karena faktanya Islam udah ada di Jawa sebelum Portugis menguasai Malakka, selain itu ada fakta bahwa kultus pemimpin sebagai jelmaan/titisan Tuhan dsb di masyarakat Jawa sangat kuat karena itu periode awal perkembangan agama (Islam, Hindu dan Budha) di Jawa cenderung diwarnai dengan sinkretisme karena untuk mencegah konflik terbuka dengan masyarakat lokal, itupun juga tidak merata di seluruh Jawa karena di kawasan pesisir terutama Pantura masyarakatnya cenderung lebih terbuka teradap perubahan dan penyebaran agama ... agama Nsrani lebih sedikit terkontaminasi sinkretisme karena agama ini di Nusantara masknya belakangan dan masyarakat sudah lebih paham dan terbuka pada perubahan..itupn juga tidak kesemuanya, karena di masyarakat Nasrani yang tradisional, ada tradisi Aqiqah...tradisinya Umat Islam.

layla azzahra

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.590
  • Reputasi: 90
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Ijinkan hamba mencintaiMu dengan cara ini
    • Lihat Profil
Re:KOLOM HISTORIAN
« Jawab #29 pada: Oktober 26, 2009, 12:56:54 pm »
Mas Lavi bisa sharing tentang benua Atlantis dari sudut pandang sejarah ga?
Penasaran banget soale, diartikel majalah, internet trus kemaren nonton di national geographic sepertinya banyak yang percaya kalo benua atlantis itu memang ada, tapi kok sampai sekarang belum bisa dibuktikan dimana keberadaannya sesungguhnya.
Syukron...