Penulis Topik: Harta Gono GINI DALAM ISLAM, Adakah ???  (Dibaca 3511 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

lyceum_salf

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.581
  • Reputasi: 9
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dimana Engkau Berada TUHAN Selalu Melihatmu
    • Lihat Profil
Harta Gono GINI DALAM ISLAM, Adakah ???
« pada: Agustus 24, 2009, 04:39:40 pm »
Saat ini banyak perceraian (Terutama artis) di kalangan masyarakat... nah ketika telah bercerai mereka (istri) biasanya menuntut harta gono - gini. saya minta bantuan sahabat untuk menjawab apa yang sedang saya pikirkan. jangan lupa dalil dan istibat hukumnya juga kalau memungkinkan.

Jazakumullah atas jawaban sahabat dudung sekalian

angela

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 447
  • Reputasi: 3
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
Re:Harta Gono GINI DALAM ISLAM, Adakah ???
« Jawab #1 pada: Agustus 24, 2009, 07:37:55 pm »
kalau saya cerai, jujur aja, saya lebih bangga harta gue semua untuk dia,, saya gak mau mengambilnya barang sepeser pun,,,
itu lebih membuat diri saya puas,,,
maaf saya juga kurang tahu masalah ini :D :D :D
saya hanya ingin bilang kalau bisa jangan cerai dong,,,, ;;)
ntar nyesel syukurin lho,,,

Tobil

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 301
  • Reputasi: -2
    • Lihat Profil
Re:Harta Gono GINI DALAM ISLAM, Adakah ???
« Jawab #2 pada: November 12, 2009, 01:26:42 pm »
Kutip
Saat ini banyak perceraian (Terutama artis) di kalangan masyarakat... nah ketika telah bercerai mereka (istri) biasanya menuntut harta gono - gini. saya minta bantuan sahabat untuk menjawab apa yang sedang saya pikirkan. jangan lupa dalil dan istibat hukumnya juga kalau memungkinkan.
Sebelum saya menjawab pertanyaan anda saya ingin mengingatkan bahwa hukum kekeluargaan (nikah, talak, rujuk, warisan dan wasiat) adalah bagian dari ayat2 yang muhkamat 3:7, artinya merupakan pokok/inti AQ, ayatnya jelas dan sanksinya berat bagi yang melanggarnya.

anda bisa lihat ayat  berikut :

Apabila kamu mentalak isteri-isterimu, lalu mereka mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan cara yang makruf, atau ceraikanlah mereka dengan cara yang makruf (pula). Janganlah kamu rujuki mereka untuk memberi kemudharatan, karena dengan demikian kamu menganiaya mereka. Barangsiapa berbuat demikian, maka sungguh ia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah sebagai permainan. Dan ingatlah nikmat Allah padamu, dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu yaitu Al Kitab dan Al Hikmah. Allah memberi pengajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu. Dan bertakwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasanya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(QS 2:231)

Prinsip uang mahar yang diberikan oleh calon suami kepada calon isteri fungsinya sebagai "pembelian". Dengan adanya pembelian ini maka isteri adalah milik suami, jadi harta apapun yang dihasilkan selama berumah tangga adalah milik suami meskipun itu sumbernya dr penghasilan isteri.

Demikian juga anak2 yang lahir dr perkawinan ini selalu menggunakan bin/binti fulan bukan fulanah, krn dianggap anak fulan.

Ayat berikut menunjukkan indikasi kearah itu :

Kepada wanita-wanita yang diceraikan (hendaklah diberikan oleh suaminya) mut'ah menurut yang ma'ruf, sebagai suatu kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa. (QS 2:241)

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu menikahi perempuan-perempuan yang beriman, kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu mencampurinya maka sekali-kali tidak wajib atas mereka iddah bagimu yang kamu minta menyempurnakannya, Maka berilah mereka mut'ah dan lepaskanlah mereka itu dengan cara yang sebaik-baiknya.(QS 33:49)

anda bisa lihat beban mut'ah ada pada suami bukan pada isteri, sebab harta yang diperoleh dalam masa perkawinan adalah milik suami.

Jadi Hukum Allah sama sekali tidak mengenal adanya harta gono gini, harta ini hanya ada pada orang yang mengaku islam. Mudah2 an bermanfaat utk anda.


Salaam,