Penulis Topik: Fenomena bermaaf-maafan menjelang Ramadhan  (Dibaca 2796 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

aw

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 24
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Fenomena bermaaf-maafan menjelang Ramadhan
« pada: September 30, 2006, 01:32:16 pm »
                Fenomena bermaaf-maafan menjelang Ramadhan
 
Memang secara sharih dan eksplisit tentang perintah atau anjuran untuk saling bermaafan menjelang bulan Ramadhan, sudah pasti tidak ada.

Oleh karena itulah ada sebagian kalangan dari umat ini yang langsung mencap fenomena itu sebagai bid'ah.

Ada baiknya kita pelajari dulu fenomena ini

Anjuran Saling Meminta Maaf dan Memaafkan Secara Umum

Sebenarnya meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain adalah pekerjaan yang sangat dianjurkan dalam agama. Semua ulama sepakat akan hal ini, termasuk yang membid'ahkannya bila dilakukan menjelang Ramadhan atau di hari Raya Fithr.

Allah SWT berfirman:


Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. (QS Al-A'raf: 199)


Maka maafkanlah dengan cara yang baik. (QS Al-Hijr: 85)


Setiap kali mereka hendak ke luar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya, "Rasailah azab yang membakar ini." (QS An-Nuur: 22)


Orang-orang yang menafkahkan, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS Ali Imran: 134)


Tetapi orang yang bersabar dan mema'afkan, sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan. (QS Asy-Syura: 43)

Even untuk Saling Memaafkan

Secara umum saling bermaafan itu dilakukan kapan saja, tidak harus menunggu even Ramadhan atau Idul Fithri. Karena memang tidak ada hadits atau atsar yang menunjukkan ke arah sana.

Namun kalau kita mau telusuri lebih jauh, mengapa sampai muncul trend demikian, salah satu analisanya adalah bahwa bulan Ramadhan itu adalah bulan pencucian dosa. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW tentang hal itu.


Dari Abi Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Siapa yang menegakkan Ramadhan dengan iman dan ihtisab, maka Allah telah mengampuni dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari dan Muslim)

Kalau Allah SWT sudah menjanjikan pengampunan dosa, maka tinggal memikirkan bagaimana meminta maaf kepada sesama manusia. Sebab dosa yang bersifat langsung kepada Allah SWT pasti diampuni sesuai janji Allah SWT, tapi bagaimana dengan dosa kepada sesama manusia?

Jangankan orang yang menjalankan Ramadhan, bahkan mereka yang mati syahid sekalipun, kalau masih ada sangkutan dosa kepada orang lain, tetap belum bisa masuk surga. Oleh karena itu, biar bisa dipastikan semua dosa terampuni, maka selain minta ampun kepada Allah di bulan Ramadhan, juga meminta maaf kepada sesama manusia, agar bisa lebih lengkap. Demikian latar belakangnya.

Maka meski tidak ada dalil khusus yang menunjukkan bahwa Rasulullah SAW melakukan saling bermafaan menjelang Ramadha, tetapi tidak ada salahnya bila setiap orang melakukannya. Memang seharusnya bukan hanya pada momentum Ramadhan saja, sebab meminta maaf itu dilakukan kapan saja dan kepada siapa saja.

Idealnya yang dilakukan bukan sekedar berbasa-basi minta maaf atau memaafkan, tetapi juga menyelesaikan semua urusan. Seperti hutang-hutang dan lainnya. Agar ketika memasuki Ramadhan, kita sudah bersih dari segala sangkutan kepada sesama manusia.

Beramaafan boleh dilakukan kapan saja, menjelang Ramadhan, sesudahnya atau pun di luar bulan itu. Dan rasanya tidak perlu kita sampai mengeluarkan vonis bid'ah bila ada fenomena demikian, hanya lantaran tidak ada dalil yang bersifat eksplisit.

Apakah kegiatan itu dianggap sebagai sebuah penyimpangan esensial dari ajaran Islam? Hanya lantaran dianggap tidak sesuai dengan apa yang terjadi di masa nabi?

Kita umat Islam tetap bisa membedakan mana ibadah mahdhah yang esensial, dan mana yang merupakan kegiatan yang bersifat teknis non formal. Semua yang disebutkan di atas itu hanya semata kegiatan untuk memanfaatkan momentum Ramadhan agar lebih berarti. Sama sekali tidak ada kaitannya dengan niat untuk merusak dan menambahi masalah agama.

Namun kita tetap menghormati kecenderungan saudara-saudara kita yang gigih mempertahankan umat dari ancaman dan bahaya bid'ah. Isnya Allah niat baik mereka baik dan luhur.Amin ya Allah.

Wallahu a'lam bishshawab,


husni

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 249
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • wanna be a professional
    • Lihat Profil
    • vbBASE
Re: Fenomena bermaaf-maafan menjelang Ramadhan
« Jawab #1 pada: September 30, 2006, 06:22:13 pm »
Niat dari dalam qolbu itu penting banget :)

PernikMuslim

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.033
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Pria
  • Silahkan hubungi saya, saya akan membantu anda :)
    • Lihat Profil
    • PERNIKMUSLIM.com :: Toko Buku Muslim OnLine PENUH KEJUTAN!! :)
Re: Fenomena bermaaf-maafan menjelang Ramadhan
« Jawab #2 pada: Oktober 01, 2006, 01:46:38 am »
betul :)

makanya, karena ada beberapa orang yang menggunakan dalil yang gak jelas sebagai hujjah untuk saling bermaafan di bulan ramadhan, maka perlu dijelaskan sebenarnya seperti apa posisinya dalam islam.

akan menjadi bid'ah kalo orang2 menganggap hal itu harus dilakukan, atau minimal islam menganjurkan melakukannya, padahal mengatakan sesuatu dari Islam itu butuh dalil.

secara umum nggak ada larangan untuk meminta maaf kapanpun, termasuk menjelang bulan Ramadhan. yang aneh, kok PAS menjelang bulan Ramadhan AJA minta maafnya ;))

psycho_avatar

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 720
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • Psycho Avatar
Re: Fenomena bermaaf-maafan menjelang Ramadhan
« Jawab #3 pada: Oktober 01, 2006, 09:51:10 pm »
Yup, saya jga sebetulnya merasa nggak nyaman.  Makanya, ramadhan kali ini, saya gk terlalu berminat untuk menjawab atau pun melakukan hal tersebut...bukan tidak ingin, hanya saja saya pikir tidak ada hubungannya antara Ramadhan dan maaf2an..:)

Di sisi lain, saya merasa 'ritual' tersebut kok maknanya menjadi kurang...;)

wa

  • Pengunjung
Re: Fenomena bermaaf-maafan menjelang Ramadhan
« Jawab #4 pada: Oktober 03, 2006, 01:09:33 pm »
yap..
memang lebih baik klo bkn cmn ramadhan aj, minta maaf kpn aj bila kt ngelakuin kesalahan.  tp gk slh kan kalau kita ingin lebih tenang and khusuk saat menjalani ramadhan?

aw

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 24
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Fenomena bermaaf-maafan menjelang Ramadhan
« Jawab #5 pada: Oktober 05, 2006, 03:31:24 pm »
bacanya sampai habis,kurang tepat kalau dibilang tidak ada korelasinya Ramadhan dengan saling maaf memaafkan.

drai

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.604
  • Reputasi: 7
  • "masih selalu bahagia"
    • Lihat Profil
Re: Fenomena bermaaf-maafan menjelang Ramadhan
« Jawab #6 pada: Oktober 05, 2006, 05:06:17 pm »
betul :)

makanya, karena ada beberapa orang yang menggunakan dalil yang gak jelas sebagai hujjah untuk saling bermaafan di bulan ramadhan, maka perlu dijelaskan sebenarnya seperti apa posisinya dalam islam.

akan menjadi bid'ah kalo orang2 menganggap hal itu harus dilakukan, atau minimal islam menganjurkan melakukannya, padahal mengatakan sesuatu dari Islam itu butuh dalil.

secara umum nggak ada larangan untuk meminta maaf kapanpun, termasuk menjelang bulan Ramadhan. yang aneh, kok PAS menjelang bulan Ramadhan AJA minta maafnya ;))

lebih jelasnya baca di forum fiqih judulnya"adakah syariat Islam tentang bermaafan menjelang bulan ramadhan"

husni

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 249
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • wanna be a professional
    • Lihat Profil
    • vbBASE
Re: Fenomena bermaaf-maafan menjelang Ramadhan
« Jawab #7 pada: Oktober 05, 2006, 11:16:49 pm »
maksud mas drai gimana? :-?

aw

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 24
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Fenomena bermaaf-maafan menjelang Ramadhan
« Jawab #8 pada: Oktober 07, 2006, 12:56:13 pm »
Bagi yang punya pandangan lain silahkan saja jangan kita saling mengadakan konfrontasi? karna ana termasuk orang yg tidak terlalu cepat mengklaim sesuatu yang baru itu Bid'ah sebelum mengerti benar permasalahan itu,dan selama itu bukan Syariat yang sudah baku dan mapan.

percayalah sesuatu yang ada pada masa dulu itu,tadinya sesuatu yang baru yang kini disebut lama.


dajal007

  • Moderator
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.017
  • Reputasi: 32
  • Jenis kelamin: Pria
  • di atas bumiNya lah kita semua berpijak
    • Lihat Profil
    • amgidarap kilab kitit
Re: Fenomena bermaaf-maafan menjelang Ramadhan
« Jawab #9 pada: Oktober 08, 2006, 06:36:10 am »
bid'ah yang dilarang kan adalah bid'ah dalam hal ibadah mahdloh saja. sedangkan bidah dalam hal ibadah ghairu mahdloh tidak masalah.

nah, yang jadi catatan disini adalah, apakah bermaafan sebelum memasuki romadlon itu termasuk ibadah mahdloh atau ghairu mahdloh?

kalo dianggap sebagai ibadah mahdloh... silakan tinggalkan (jangan bermaafan sebelum masuk romadlon)
tapi kalo dianggap sebagai ibadah ghairu mahdloh... silakan aja dilanjutin

PernikMuslim

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.033
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Pria
  • Silahkan hubungi saya, saya akan membantu anda :)
    • Lihat Profil
    • PERNIKMUSLIM.com :: Toko Buku Muslim OnLine PENUH KEJUTAN!! :)
Re: Fenomena bermaaf-maafan menjelang Ramadhan
« Jawab #10 pada: Oktober 08, 2006, 07:46:10 pm »
kalo dianggap sebagai ibadah mahdloh... silakan tinggalkan (jangan bermaafan sebelum masuk romadlon)
tapi kalo dianggap sebagai ibadah ghairu mahdloh... silakan aja dilanjutin

yang di atas fatwa ya?