Penulis Topik: Seputar Kanker Serviks...  (Dibaca 6509 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

viscomica3

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 23
  • Reputasi: -3
    • Lihat Profil
Seputar Kanker Serviks...
« pada: Juli 13, 2009, 01:32:08 pm »
1. Apa itu kanker serviks?
Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah jenis penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahim. Yaitu, bagian rahim yang terletak di bawah, yang membuka ke arah liang vagina. Berawal dari leher rahim, apabila telah memasuki tahap lanjut, kanker ini bisa menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh.

2. Seberapa berbahaya penyakit ini?
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, saat ini penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks, dan kira-kira sebanyak 8000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang tertinggi di dunia. Mengapa bisa begitu berbahaya? Pasalnya, kanker serviks muncul seperti musuh dalam selimut. Sulit sekali dideteksi hingga penyakit telah mencapai stadium lanjut.

3. Apa penyebabnya?
Kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe, di mana sebagian besar di antaranya tidak berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya. Jenis virus HPV yang menyebabkan kanker serviks dan paling fatal akibatnya adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Namun, selain disebabkan oleh virus HPV, sel-sel abnormal pada leher rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.

4. Bagaimana penularannya?
Penularan virus HPV bisa terjadi melalui hubungan seksual, terutama yang dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Penularan virus ini dapat terjadi baik dengan cara transmisi melalui organ genital ke organ genital, oral ke genital, maupun secara manual ke genital. Karenanya, penggunaan kondom saat melakukan hubungan intim tidak terlalu berpengaruh mencegah penularan virus HPV. Sebab, tak hanya menular melalui cairan, virus ini bisa berpindah melalui sentuhan kulit.

5. Apa saja gejalanya?
Pada tahap awal, penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang mudah diamati. Itu sebabnya, Anda yang sudah aktif secara seksual amat dianjurkan untuk melakukan tes pap smear setiap dua tahun sekali. Gejala fisik serangan penyakit ini pada umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut. Yaitu, munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding), keputihan yang berlebihan dan tidak normal, perdarahan di luar siklus menstruasi, serta penurunan berat badan drastis. Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung, hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.

Solusi kanker: www.cancertherapy2.tk
« Edit Terakhir: Juli 13, 2009, 01:38:16 pm oleh viscomica3 »

calon_akhwat

  • Moderator
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 4.737
  • Reputasi: 56
    • Lihat Profil
Re:Seputar Kanker Serviks...
« Jawab #1 pada: Juli 13, 2009, 03:38:31 pm »
terimakasih informasinya

hayo untuk perempuan, wajib dibaca nih

ukh_put

  • Jr. Member
  • **
  • Tulisan: 72
  • Reputasi: 1
  • Jenis kelamin: Wanita
  • hijauu
    • Lihat Profil
Re: Seputar Kanker Serviks...
« Jawab #2 pada: Maret 25, 2010, 03:52:08 pm »
nice info kak

aku nyari gambarnya di google serem-serem  :((

geraeldo

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 9
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: Seputar Kanker Serviks...
« Jawab #3 pada: Maret 25, 2010, 04:29:11 pm »
serem deh... gak mau ah kena itu :-O

wa

  • Pengunjung
Re: Seputar Kanker Serviks...
« Jawab #4 pada: April 02, 2010, 10:07:24 pm »
afwan.....sedikit nambahin

6. Apa yang harus anda lakukan untuk menghindari kanker leher rahim ?
Yang pertama, jika anda pernah melakukan hubungan seksual anda harus melakukan Pap smear test secara teratur setiap dua tahun dan ini dilakukan sampai anda berusia 70 tahun. Pada beberapa kasus mungkin dokter menyarankan untuk melakukan Pap smear test lebih sering.
Hal yang ke dua adalah melaporkan adanya gejala-gejala yang tidak normal seperti adanya perdarahan, terutama setelah coitus (senggama).
Hal yang ke tiga adalah tidak merokok. Data statistik melaporkan bahwa resiko terserang kanker leher rahim akan menjadi lebih tinggi jika wanita merokok.
Dengan melakukan beberapa tindakan yang dapat memperkecil resiko tersebut, mudah-mudahan kita dijauhkan dari kejadian kanker leher rahim ini. Semoga.
Dapatkah anda membayangkan, bagaimanakah perasaan anda jika mengetahui hasil pemeriksaan 'Pap Smear' anda memberikan hasil abnormal? Tentulah anda akan merasa kuatir dan cemas, manakala anda mendapati bahwa hasil pemeriksaan 'Pap Smear' anda abnormal. Tetapi janganlah terlalu cemas dahulu, karena tidak semua penampakan sel-sel yang abnormal tersebut berarti kanker. Memang 'Pap Smear' dapat mendeteksi kelainan-kelainan perubahan sel-sel leher rahim secara dini. Paradigma yang harus diingat adalah semakin awal ditemukannya kelainan-kelainan pada pemeriksaan 'Pap Smear', maka akan semakin mudah pula diatasi masalahnya.
Apakah artinya jika 'Pap Smear' anda abnormal.
Hasil 'Pap Smear' dikatakan abnormal jika sel-sel yang berasal dari leher rahim anda ketika diperiksa di bawah mikroskop akan memberikan penampakan yang berbeda dengan sel normal. Kejadian ini biasanya terjadi 1 dari 10 pemeriksaan 'Pap Smear'. Beberapa faktor yang dapat memberikan indikasi diketemukannya penampakan 'Pap Smear' yang abnormal adalah:

   1. Unsatisfactory 'Pap Smear'
      Pada kasus ini, berarti pegawai di Lab tersebut tidak bisa melihat sel-sel leher rahims anda dengan detail sehingga gagal untuk membuat suatu laporan yang komprehensive kepada dokter anda. Jika kasus ini menimpa anda sebaiknya anda datang lagi untuk pemeriksaan 'Pap Smear' pada waktu yang akan ditentukan oleh dokter anda.
   2. Jika ada infeksi atau inflamasi
      Kadang-kadang pada pemeriksaan 'Pap Smear' memberikan penampakan terjadinya inflamasi. Ini berarti bahwa sel-sel di dalam leher rahims mengalami suatu iritasi yang ringan sifatnya. Memang kadang-kadang inflamasi dapat kita deteksi melalui pemeriksaan 'Pap Smear', biarpun kita tidak merasakan keluhan-keluhan karena tidak terasanya gejala klinis yang ditimbulkannya. Sebabnya bermacam-macam. Mungkin telah terjadi infeksi yang dikarenakan oleh bakteri, atau karena jamur'. Konsultasikan dengan dokter anda mengenai masalah ini beserta pengobatannya jika diperlukan. Tanyakan kapan anda harus menjalani 'Pap Smear' lagi.
   3. Atypia atau Minor Atypia
      Yang dimaksud dengan keadaan ini adalah jika pada pemeriksaan 'Pap Smear' terdeteksi perubahan-perubahan sel-sel leher rahims, tetapi sangat minor dan penyebabnya tidak jelas. Pada kasus ini, biasanya hasilnya dilaporkan sebagai 'atypia'. Biasanya terjadinya perubahan penampakan sel-sel tersebut dikarenakan adanya peradangan, tetapi tidak jarang pula karena infeksi virus. Karena untuk membuat suatu diagnosa yang definitif tidak memungkinkan pada tahap ini, dokter anda mungkin akan merekomendasikan anda untuk menjalani pemeriksaan lagi dalam waktu enam bulan. Pada umumnya, sel-sel tersebut akan kembali menjadi normal lagi. Jadi, adalah sangat penting bagi anda untuk melakukan 'Pap Smear' lagi untuk memastikan bahwa kelainan-kelainan yang tampak pada pemeriksaan pertama tersebut adalah gangguan yang tidak serius. Jika hasil pemeriksaan menghasilkan hasil yang sama maka anda mungkin disarankan untuk menjalani kolposkopi.

Apakah kolposkopi itu?
Kolposkopi adalah suatu prosedur pemeriksaan vagina dan leher rahims oleh seorang dokter yang berpengalaman dalam bidang tersebut. Dengan memeriksa permukaan leher rahims, dokter akan menentukan penyebab abnormalitas dari sel-sel leher rahims seperti yang dinyatakan dalam pemeriksaan 'Pap Smear'. Cara pemeriksaan kolposkopi adalah sebagai berikut: dokter akan memasukkan suatu cairan kedalam vagina dan memberi warna saluran leher rahims dengan suatu cairan yang membuat permukaan leher rahims yang mengandung sel-sel yang abnormal terwarnai.. Kemudian dokter akan melihat kedalam saluran leher rahims melalui sebuah alat yang disebut kolposkop. Kolposkop adalah suatu alat semacam mikroskop binocular yang mempergunakan sinar yang kuat dengan pembesaran yang tinggi.
Jika area yang abnormal sudah terlokalisasi, dokter akan mengambil sampel pada jaringan tersebut (melakukan biopsi) untuk kemudian dikirim ke lab guna pemeriksaan yang mendetail dan akurat. Pengobatan akan sangat tergantung sekali pada hasil pemeriksaan kolposkopi anda.

Bagaimanakah dengan aktifitas seksual anda?
Pada tahap ini, anda tidak perlu kuatir dengan aktifitas seksual anda. Anda tidak perlu absen melakukan aktifitas seksual hanya karena pemeriksaan 'Pap Smear' anda positip, karena keadaan kanker atau pre-kanker yang anda derita tidak mungkin ditularkan kepada suami anda. Tetapi jika sedang dalam pengobatan penyembuhan, sebaiknya tanyakanlah kepada dokter anda kapan anda dapat melakukan hubungan sanggama lagi dan seberapa seringnya hubungan tersebut.

Perlukah dilakukan pemeriksaan lanjutan sesudah selesainya pengobatan?
Pemeriksaan lanjutan sesudah selesainya masa pengobatan adalah mutlak diperlukan untuk mendapatkan kepastian bahwa area yang telah diobati telah sembuh sama sekali. Biarpun metode pengobatan yang anda dapatkan sangat efektif, sel-sel yang abnormal kadang-kadang dapat kambuh lagi, bahkan dapat berkembang dengan derajat keparahan yang lebih tinggi. Jadi deteksi dini adalah hal yang sangat esensial sekali. Selama dua tahun pertama masa pengobatan anda, anda disarankan untuk menjalani pemeriksaan 'Pap Smear' setiap tiga bulan atau enam bulan sekali. Jika setelah tiga kali pemeriksaan berturut-turut hasil 'Pap Smear' anda normal, ini berarti anda telah dapat dinyatakan sembuh, dan anda dapat melakukan pemeriksaan 'Pap Smear' tersebut setiap tahun sekali secara kontinyu.

Australia, 21 Desember 1999
Yohanes Riono
http://dokter.indo.net.id/serviks.html

IMUT_4EVER

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 235
  • Reputasi: 4
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
Re: Seputar Kanker Serviks...
« Jawab #5 pada: April 03, 2010, 04:48:17 pm »
Sebagai info tambahan mengenai pencegahankanker seviks uteri..
1. Usahakan tidur tidak pake CD
2. Sebaiknya abis buang air kecil atau pipis keringan dengan tissu atau sapu tangan
3. Ganti CD minimal 2x sehari
4. Ganti pembalut minimal 2x sehari
5. Hindari makan buah-buahan yang dapat meningkatkan produksi lendir seperti :nanas, kol , timun dsb.
6. Jgn memegang vagina dengan tangan dan kuku yang kotor
7. Jgn biarkan CD basah, apabila basah segera ganti.
8. Kalau bisa lakukan pemeriksaan USG/Screening Uterus secara rutin

Demikian info yang saya dapat dari IDI, semoga bermanfaat untuk kita kaum perempuan..:)

.::senyum chandra::.

  • from djogdja with love...
  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.610
  • Reputasi: 11
  • Jenis kelamin: Wanita
  • wong djogdja ^^
    • Lihat Profil
Re: Seputar Kanker Serviks...
« Jawab #6 pada: April 11, 2010, 07:17:21 am »
nambahin sedikit deh...

gejala :
mual2, lemas, nyeri punggung, nyeri abdomen, konstipasi, susah buang air kecil
tanda :
1. hasil CA 125
2. ada penambahan massa abdomen yg bisa diraba (mengeras)
3. kenaikan berat badan signifikan
4. positif memiliki gen BRCA1 (gen pembawa kanker) setelah diadakan tes genetik.
5. lymphadenopathy (pembengkakan kelenjar getah bening)

stadium :
1 A : satu ovary, tidak ada ascites (penumpukan cairan pd bagian perut/peritoneal), kapsul ovarium utuh
1 B : ovary keduanya, tidak ada ascites, kapsul ovarium utuh
1 C : kapsul ovarium meluruh, ada ascites.
2 A : penyebaran ke uterus atau tuba fallopi
2 B : penyebaran ke organ pelvic lain (rektum, vagina, kandung kemih)
2 C : penyebaran ke organ pelvic lain ditambah tanda pd stadium 1 C
3 A : penyebaran ke luar organ pelvic
3 B : menyebar ke abdomen atas & kelenjar limfa, pertumbuhan kurang dr 2 cm
3 C : menyebar ke abdomen atas & kelenjar limfa, pertumbuhan lebih dr 2 cm
4 : penyebaran ke organ jauh, termasuk ke liver, dan rongga paru.

terapi :
disesuaikan dgn stadium
stadium 1 A & 1 B : pengangkatan sel kanker.
stadium 1 C sampai 2 C : pengangkatan sel kanker + kemoterapi 3 siklus (3x pemberian)
stadium 3 & 4 : pengangkatan sel kanker + kemoterapi 6 siklus (6x pemberian)
regimen : alcylating agent & turunan taxan
contoh : carboplatin, siklofosfamid, klorambuzil, paclitaxel, docetaxel.
utk Ca. ovarium dipilih : paclitaxel + carboplatin.
interval siklus : 21 hari.
obat diberikan di hari ke 1 dan ke 22. sampai 3 atau 6 siklus...

setelah pengangkatan, akan tertinggal sisa sel kanker (residual) dgn batas 2 cm.
residual ini dipakai utk menilai respon pasien terhadap kemoterapi dan potensi terjadinya kekambuhan.

efek samping obat :
1. gangguan fungsi ginjal, fungsi hati
2. reaksi hematologi (penurunan jumlah sel darah merah, sel darah putih & trombosit)
3. emesis (muntah), sebelum kemoterapi diberikan antimuntah.
4. reaksi alergi (hipersensitivitas)
5. iritasi lambung
6. krn antikanker fungsinya adalah mematikan perkembangan sel2 kanker, maka dia jg akan mematikan perkembangan sel2 normal lainnya. misal rambut, sehingga terjadi kerontokan rambut.

semoga kita terhindar dari penyakit ini....  :) :)

Abi Nizma

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.850
  • Reputasi: 43
  • Jenis kelamin: Pria
  • Aku Mencintai Kedua2nya
    • Lihat Profil
Re: Seputar Kanker Serviks...
« Jawab #7 pada: Mei 20, 2010, 07:20:03 am »
Bagus2 yah tipsnya....

 :cool:

dhani

  • Jr. Member
  • **
  • Tulisan: 76
  • Reputasi: 1
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • www.mustdhani.blogspot.com
Re:Seputar Kanker Serviks...
« Jawab #8 pada: Oktober 15, 2010, 08:30:17 pm »
untuk deteksi dini sseorang wanita terkena HPV atau tidak segera lakukan pemeriksaan Pap Smear di instansi kesehatan terdekat. jagan lupa jaga personal higiene. okeee???? :great: :great: :great:

kiki1505

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 3
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
    • Perawatan Kesehatan, Kecantikan dan Spa
Re:Seputar Kanker Serviks...
« Jawab #9 pada: Maret 16, 2011, 01:12:19 am »
MENGAPA WANITA SAAT INI SERING MENGALAMI MASALAH KEWANITAAN...??? KEPUTIHAN, BAU TAK SEDAP, KEKUNINGAN, MERASA GERAH & GATAL, INFEKSI VAGINA & KANDUNG KEMIH YANG DISEBABKAN OLEH BAKTERI.
 
Hal ini dikarenakan :

    * Banyak wanita tidak paham terhadap organ kewanitaannya sehingga secara khusus tidak melakukan perawatan terhadap organ kewanitaannya.
    * Perasaan bahwa tidak ada masalah terhadap organ kewanitaannya, membuata para wanita kurang memperhatikan kesehatan organ kewanitaan mereka.
    * Wanita lebih suka merawat wajah daripada organ kewanitaannya.
    * Kurangnya informasi mengenai penyakit yang bisa timbul akibat tidak merawat organ kewanitaannya.

 
Efek Yang Ditimbulkan:

    * Aktifitas terganggu
    * Percaya diri hilang & minder
    * Mengganggu suasana
    * Pergaulan terbatas
    * Bisa menghabiskan biaya sampai ratusan juta
    * Hidup selamanya diatas tempat tidur/kursi
    * Mengganggu keharmonisan rumah tangga
    * Rahim diangkat (tidak dapat punya anak/mandul)
    * Terkena penyakit kanker yang bisa merenggut nyawa