Penulis Topik: Nasib Palestina, Afghanistan dan Lebanon [pic]  (Dibaca 87624 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

arta_amp

  • Pengunjung
Re: Nasib Palestina dan Lebanon
« Jawab #45 pada: September 02, 2006, 03:36:17 pm »
alhamdulilah.... ada penjelasan yg lebih bagus...... emm... makasih kang aswad...

miqu

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 7
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: Nasib Palestina dan Lebanon
« Jawab #46 pada: September 02, 2006, 06:41:53 pm »
akhi miqu, Hizbullah tuh syi'ah bukan?

iya.
kafir secara umum.

Terus?

PernikMuslim

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.033
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Pria
  • Silahkan hubungi saya, saya akan membantu anda :)
    • Lihat Profil
    • PERNIKMUSLIM.com :: Toko Buku Muslim OnLine PENUH KEJUTAN!! :)
Re: Nasib Palestina dan Lebanon
« Jawab #47 pada: September 03, 2006, 01:06:04 am »
ya udah kalo gitu :) sekedar menegaskan  :great: :great: :great: :great:

abul-fawza

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 321
  • Reputasi: 1
  • Jenis kelamin: Pria
  • Belajar tak kenal henti...
    • Lihat Profil
Re: Nasib Palestina dan Lebanon
« Jawab #48 pada: September 07, 2006, 10:38:43 am »
akhi miqu, Hizbullah tuh syi'ah bukan?

iya.
kafir secara umum.

Terus?

Ngomong-ngomong soal Syi'ah, coba baca sedikit tulisan yang saya ambil dari Ustadz Menjawab-nya eramuslim.com, semoga bermanfaat:

Pertanyaan: Islamkah Syi'ah?
Jawaban:
Sebagian dari kelompok Syiah ada yang mengingkari mushaf Al-Quran yang dimiliki umat Islam sedunia. Mereka konon punya jenis mushaf sendiri yang berbeda isinya. Seandainya ada sekelompok orang dari kalangan Syiah atau selain Syiah yang punya i'tikad seperti, maka jelaslah kekafiran mereka.

Sebagian dari kelompok Syiah ekstrem ada yang tidak mengakui kenabian Muhammad SAW. Mereka berkeyakinan bahwa malaikat Jibril salah menurunkan wahyu, seharusnya bukan kepada nabi Muhammad SAW, tetapi seharusnya kepada Ali bin Abi Thalib. Mereka bukan saja mengingkari Abu Bakar, Umar dan Utsman, bahkan sampai mengingkari kenabian Muhammad SAW. Kalau ada sekelompok orang dari kalangan Syiah atau selain Syiah yang sudah sampai kepada keyakinan seperti ini, jelaslah kekafiran mereka.

Dua contoh kasus di atas hanyalah contoh kecil dari bentuk-bentuk penyimpangan aqidah yang sudah tidak bisa ditolelir lagi. Sehingga siapa pun yang berpaham demikian, dianggap telah ingkar kepada esensi paling fudamental dari ajaran Islam. Dan wajar bila termasuk ke dalam kalangan kafir.

Tapi yang jadi pertanyaan di sini adalah: Apakah semua kalangan Syiah berpendapat demikian? Apakah setiap masyarakat yang punya latar belakang paham Syiah, lantas semuanya ingkar kepada Al-Quran dan kenabian Muhammad SAW?

Jawabannya tentu tidak. Lebih banyak di antara mereka yang beriman kepada Al-Quran yang dimiliki oleh umat Islam pada umumnya. Lebih banyak di antara mereka yang tetap mengakui kenabian Muhammad SAW.

Tentunya sebagaimana kalangan kebanyakan masyarakat Sunni, tidak sedikit juga muncul paham-paham ekstrim yang sesungguhnya sudah keluar dari batas-batas paham aqidah Sunni sendiri. Misalnya, paham takfir yang berkeyakinan bahwa semua orang yang tidak ikut berbaiat kepada imam dari kalangan mereka adalah kafir. Paham takfir ini banyak melanda kelompok-kelompok sesat, di mana latar belakang aqidahnya sebenarnya terbilang Sunni.

Oleh karena itu kita tidak bisa main pukul rata dalam menjatuhkan vonis kafir kepada suatu kelompok. Kecuali setelah kita bedah secara mendalam dan dengan kepala dingin. Rupanya, di dalam tubuh Syiah sendiri ada begitu banyak paham dan variasi keyakinan, mulai dari kutub yang paling ekstrim hingga kutub yang paling moderat. Tentu sangat tidak adil untuk menuduh semuanya kafir.

Sebagaimana tidak adil bila kita mengatakan semua Sunni itu kafir, hanya lantaran adanya kelompok-kelompok sempalan yang mengerucutkan aqidahnya hingga keluar batas yang benar.

Benarkah Syi'ah Itsna Asy'ariyah Lebih Berbahaya dari Yahudi?

Beredar di kalangan sebagian umat Islam fatwa yang membingungkan. Yaitu haram hukumnya umat Islam membantu perjuangan Hizbullah karena dianggap bukan Islam, bahkan dianggap lebih berbahaya dari Yahudi itu sendiri.

Syeikh Faishal Maulawi, wakil ketua Majelis Kajian dan Fatwa Eropa telah mengeluarkan fatwa yang intisarinya sebagai berikut:

Jumhur ulama di masa lalu dan di masa kini telah menyepakati bahwa Syiah Itsna Asy-'ariyah termasuk orang-orang Islam dan termasuk ahlul qiblah. Sebab mereka mengikrarkan tidak ada tuhan selain Allah dan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan berhaji.

Memang ada sebagian kecil dari ulama yang memandang kelompok ini kafir, lantaran ada sebagian lafadz dari kitab-kitab mereka yang bisa ditafsirkan keluar dari aqidah yang benar. Tetapi tuduhan ini dijawab oleh para ulama lain bahw kita tidak bisa menuduh kafir hanya dengan menafsirkan tulisan mereka. Sebab perkara menjatuhkan vonis kafir tidak bisa hanya berdasarkan penafsiran semata.

Sehingga bila kita lihat ke belakang, sepanjang sejarah Islam tidak pernah ada larangan bagi penganut paham Syiah Itsna Asy'ariyah untuk menunaikan ibadah haji ke baitullah. Seandainya mereka divonis kafir, seharusnya mereka tidak boleh masuk ke tanah haram, lantaran danggap bukan muslim. Sejarah telah membuktikan kepada kita bahwa umat Islam sepanjang masa tidak pernah menganggap mereka kafir.

Syeikh juga membantah anggapan sementara orang bahwa Syiah Itsna Asy'ariyah termasuk paham yanglebih berbahaya dari Yahudi. Menurut beliau tuduhan seperti ini mengada-ada dan keterlaluan. Seorang muslim tidak layak untuk mengatakan hal yang demikian. Sebab tingkat keberbahayaan Yahudi sudah sangat jelas, baik aqidah, manhaj, idealisme, sistem hidup dan semua. Sesuatu yang tidak demikian pada kelompok Syiah ini.

Demikian petikan fatwa beliau yang berisi bantahan atas tuduhan yang kurang tepat atas kelompok Syiah.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Laily Oktar

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.601
  • Reputasi: 24
  • Jenis kelamin: Wanita
  • here and there
    • Lihat Profil
    • Nai elye hiruva...
Re: Nasib Palestina dan Lebanon
« Jawab #49 pada: September 08, 2006, 10:41:56 am »
Apapun yang sedang kalian bicarakan...

Namun
siapakah di antara kalian
atau siapa pun orang terhormat yang kalian hormati

saat Palestina di embargo

saat Palestina diluluhlantakkan Israel

saat PM.Palestina Ismael Haniyeh berteriak,
"Siapa yang akan membela kami?"

saat tidak ada yang menoleh terang2an

SAAT itu <mungkin salah satunya>
HIZBULLAH menjawabnya. Mereka ANGKAT SENJATA bukan hanya ANGKAT BICARA

Bagaimana aku bisa menganggap mereka kafir...walaupun mungkin begitu, masyaallah. Aku hanya tidak dapat membenci orang2 yang telah menolong saudara2ku.
Aku bahkan tidak sanggup sekedar untuk mengatakannya.
« Edit Terakhir: September 08, 2006, 11:20:58 am oleh Laily Oktar »

PernikMuslim

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.033
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Pria
  • Silahkan hubungi saya, saya akan membantu anda :)
    • Lihat Profil
    • PERNIKMUSLIM.com :: Toko Buku Muslim OnLine PENUH KEJUTAN!! :)
Re: Nasib Palestina dan Lebanon
« Jawab #50 pada: September 10, 2006, 12:38:55 pm »
coba baca dulu tentang siapa syiah sebenarnya. kita nggak akan pernah tahu maksud 'kebaikan' hati mereka

ARCHER

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.080
  • Reputasi: 5
  • Jenis kelamin: Pria
  • Masjid Kampus UGM
    • Lihat Profil
Re: Nasib Palestina dan Lebanon
« Jawab #51 pada: September 11, 2006, 10:50:41 am »
[quote author=Laily Oktar link=topic=159.msg11223#msg11223 date=115768691
Bagaimana aku bisa menganggap mereka kafir...walaupun mungkin begitu, masyaallah. Aku hanya tidak dapat membenci orang2 yang telah menolong saudara2ku.
Aku bahkan tidak sanggup sekedar untuk mengatakannya.
[/quote]
Gini, ukh.
Studi kasus di Bosnia Herzegovina pada waktu perang Balkan ketika kaum Muslimin Bosnia diperangi oleh orang-orang kafir Serbia, kemudian datang tentara multi nasional untuk menghentikan kekerasan terhadap kaum Muslimin di Bosnia (terdiri dari Amerika dan beberapa negara NATO). Padahal mereka dari negara kafir dan banyak tentaranya yang kafir. Apakah karena menolong Muslimin lantas tidak dikafirkan? Apakah anti juga memuji-muji mereka yang telah "menolong" Muslimin Bosnia padahai ia kafir dikarenakan jasa-jasanya?

Laily Oktar

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.601
  • Reputasi: 24
  • Jenis kelamin: Wanita
  • here and there
    • Lihat Profil
    • Nai elye hiruva...
Re: Nasib Palestina dan Lebanon
« Jawab #52 pada: September 11, 2006, 01:25:58 pm »
[quote author=Laily Oktar link=topic=159.msg11223#msg11223 date=115768691
Bagaimana aku bisa menganggap mereka kafir...walaupun mungkin begitu, masyaallah. Aku hanya tidak dapat membenci orang2 yang telah menolong saudara2ku.
Aku bahkan tidak sanggup sekedar untuk mengatakannya.
Gini, ukh.
Studi kasus di Bosnia Herzegovina pada waktu perang Balkan ketika kaum Muslimin Bosnia diperangi oleh orang-orang kafir Serbia, kemudian datang tentara multi nasional untuk menghentikan kekerasan terhadap kaum Muslimin di Bosnia (terdiri dari Amerika dan beberapa negara NATO). Padahal mereka dari negara kafir dan banyak tentaranya yang kafir. Apakah karena menolong Muslimin lantas tidak dikafirkan? Apakah anti juga memuji-muji mereka yang telah "menolong" Muslimin Bosnia padahai ia kafir dikarenakan jasa-jasanya?

[/quote]

sebelumnya afwan...
ane bisa dibilang "ngeh" banget basalah Bosnia karena buku yang membuat ane sadar adanya usaha untuk menghancurkan umat islam alias buku pertama yang ane baca adalah "JIHAD di BOSNIA"

masalah Bosnia tidak sama dengan Libanon-Palestine.
karena pasukan multinasional and NATO malah membunuhi kaum muslim. See...ingat skandal kasus di Srebernika?
beberapa waktu yang lalu sempat di singgung juga di berita-berita.

Bukankah Syi'ah itu sendiri bertaraf?


entahlah.
dirunut dari pokok sejarah munculnya Syiah pun sangat rumit dan gelap. Penuh kesimpang siuran. Ali ra. jelas pihak yang terdzolimi, walaupun ane sendiri tidak tahu harus memihak kemana karena Ahlul sunnah wal jama'ah tidak memihak siapapun kala itu.


jadi jangan samakan kasus Bosnia dengan Libanon-Palestine, OK?
cari perumpamaan yang lain.
Wallahu'alam.

PernikMuslim

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.033
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Pria
  • Silahkan hubungi saya, saya akan membantu anda :)
    • Lihat Profil
    • PERNIKMUSLIM.com :: Toko Buku Muslim OnLine PENUH KEJUTAN!! :)
Re: Nasib Palestina dan Lebanon
« Jawab #53 pada: September 11, 2006, 01:47:38 pm »
Kutip
Penuh kesimpang siuran. Ali ra. jelas pihak yang terdzolimi, walaupun ane sendiri tidak tahu harus memihak kemana karena Ahlul sunnah wal jama'ah tidak memihak siapapun kala itu.

apakah ini berarti Mu'awiyyah yang salah :-/ menurut anti?

Laily Oktar

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.601
  • Reputasi: 24
  • Jenis kelamin: Wanita
  • here and there
    • Lihat Profil
    • Nai elye hiruva...
Re: Nasib Palestina dan Lebanon
« Jawab #54 pada: September 11, 2006, 02:18:40 pm »
Kutip
Penuh kesimpang siuran. Ali ra. jelas pihak yang terdzolimi, walaupun ane sendiri tidak tahu harus memihak kemana karena Ahlul sunnah wal jama'ah tidak memihak siapapun kala itu.

apakah ini berarti Mu'awiyyah yang salah :-/ menurut anti?

gimana ya...
stahuku iya.
Amr bin Ash kan yang nyuruh wakil Ali ra. untuk menyerah?

Aduuuuuh.
Bingung.
Kasih tahu cerita lengkap dari versi"mu", please. :-/

ARCHER

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.080
  • Reputasi: 5
  • Jenis kelamin: Pria
  • Masjid Kampus UGM
    • Lihat Profil
Re: Nasib Palestina dan Lebanon
« Jawab #55 pada: September 11, 2006, 05:26:35 pm »
[quote author=Laily Oktar link=topic=159.msg11223#msg11223 date=115768691
Bagaimana aku bisa menganggap mereka kafir...walaupun mungkin begitu, masyaallah. Aku hanya tidak dapat membenci orang2 yang telah menolong saudara2ku.
Aku bahkan tidak sanggup sekedar untuk mengatakannya.
Gini, ukh.
Studi kasus di Bosnia Herzegovina pada waktu perang Balkan ketika kaum Muslimin Bosnia diperangi oleh orang-orang kafir Serbia, kemudian datang tentara multi nasional untuk menghentikan kekerasan terhadap kaum Muslimin di Bosnia (terdiri dari Amerika dan beberapa negara NATO). Padahal mereka dari negara kafir dan banyak tentaranya yang kafir. Apakah karena menolong Muslimin lantas tidak dikafirkan? Apakah anti juga memuji-muji mereka yang telah "menolong" Muslimin Bosnia padahai ia kafir dikarenakan jasa-jasanya?


sebelumnya afwan...
ane bisa dibilang "ngeh" banget basalah Bosnia karena buku yang membuat ane sadar adanya usaha untuk menghancurkan umat islam alias buku pertama yang ane baca adalah "JIHAD di BOSNIA"

masalah Bosnia tidak sama dengan Libanon-Palestine.
karena pasukan multinasional and NATO malah membunuhi kaum muslim. See...ingat skandal kasus di Srebernika?
beberapa waktu yang lalu sempat di singgung juga di berita-berita.

Bukankah Syi'ah itu sendiri bertaraf?


entahlah.
dirunut dari pokok sejarah munculnya Syiah pun sangat rumit dan gelap. Penuh kesimpang siuran. Ali ra. jelas pihak yang terdzolimi, walaupun ane sendiri tidak tahu harus memihak kemana karena Ahlul sunnah wal jama'ah tidak memihak siapapun kala itu.


jadi jangan samakan kasus Bosnia dengan Libanon-Palestine, OK?
cari perumpamaan yang lain.
Wallahu'alam.
[/quote]

sebelumnya afwan...
ane bisa dibilang "ngeh" banget basalah Bosnia karena buku yang membuat ane sadar adanya usaha untuk menghancurkan umat islam alias buku pertama yang ane baca adalah "JIHAD di BOSNIA"

Alhamdulillah, anti sadar bahwa ada upaya untuk menghancurkan umat Islam. Tapi tahukah anti bahwa menghancurkan umat Islam itu tidak hanya dengan kekerasan fisik semata tetapi juga dengan perusakan akhaq/moral dan aqidah. Kalau kita sadar, tentunya kita juga akan menjaga akhaq dan aqidah kita. Samapai di sini anti setuju khan? OK!
Selanjutnya, kita tentu merasa sedih ketika saudara-saudara kita di Palestina didholimi oleh Israel, namun apakah anti juga merasa sedih ketika para shahabat nabi dilecehkan, dihina, direndahkan kehormatannya. Bahkan tidak tanggung-tanggung shahabat pilihan seperti Abu Bakr, Umar, Ustman radhiallahu 'anhum dan umul mu'minin 'Aisyah radhiallahu 'anha dihina dan dilecehkan.
Sedih khan......?
Sebagai upaya untuk menangkal upaya penghancuran Islam, maka kita jaga aqidah kita dengan mengikuti aqidahnya para shahabat. Bukankah para shahabat adalah orang yang paling tahu tentang agama ini. Maka kita membela para shahabat, memuliakan mereka dan membuka kedok orang-orang yang melecehkan para shahabat apalagi sampai mengkafirkannya. Sampai dinisi anti setuju....?
OK!

Kutip dari: Laily Oktar link=topic159.msg11898#msg11898 date=1157955958
masalah Bosnia tidak sama dengan Libanon-Palestine.
karena pasukan multinasional and NATO malah membunuhi kaum muslim. See...ingat skandal kasusus di Srebernika?
beberapa waktu yang lalu sempat di singgung juga di berita-berita.

Sedikt koreksi ukh, setahu ana yang melakukan pembunuhan pada peristiwa Srebrenica (11 Juli 1995) adalah tentara Serbia dibawah komando Jend. Ratko Mladic, masalahnya apakah tentara multinasional mengetahui namun tidak berdaya dan membiarkan peristiwa itu terjadi?
Yang ingin ana jadikan analogi adalah pasukan NATO pada saat ini juga berusaha mencari penjahat perang yang telah membantai Muslimin itu. Namun hal ini tentulah tidak membuat kita lastas berlebih-lebihan dan mengganggap mereka pahlawan bagi Muslimin. Sampai di sini anti setuju....? OK!
Jujur ana sangat sedih dan marah ketika Muslimin dibantai, namun ana juga lebih sedih dan marah ketika para shahabat dihujat dan direndahkan. Sekarang ana bertanya kepada anti, apakah anti juga sedih ketika para shahabat dihina dan dihujat?
Kalau demikian, apakah anti masih memuji orang-orang yang merendahkan para shahabat nabi sedang mereka para shahabat adalah orang-orang yang mulia?

Kutip dari: Laily Oktar link=topic159.msg11898#msg11898 date=1157955958
entahlah.
dirunut dari pokok sejarah munculnya Syiah pun sangat rumit dan gelap. Penuh kesimpang siuran. Ali ra. jelas pihak yang terdzolimi, walaupun ane sendiri tidak tahu karena Ahlul sunnah wal jama'ah tidak memihak siapapun kala itu.

Adapun mengenai perselisihan yang terjadi diantara para shahabat, kita bersikap diam terhadap perselisihan itu seraya berdoa,
"wahai rabb, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dan janganlah engkau jadikan di hati kami perasaan benci kepada orang-orang yang beriman".
Lebih jelasnya, anti baca KITAB TAUHID 3 karya Syaikh DR. Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan* hafidhohullah tentang sikap Ahlussunnah wal jama'ah terhadap perselisihan yang terjadi diantara para shahabat. Alhamdulillah ana punya buku tersebut!

wallahu a'lam
__________________
*Beliau adalah anggota Haiah kibarul 'ulama (ulama senior)



Muhsin

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 10
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Maybe?
« Jawab #56 pada: September 11, 2006, 05:56:50 pm »
Assalaamu'alaikum wr.wb
ana rang baru nih...afwan
ana hanya mo ikut nimrung dan nambahin bahwa:
Sekalipun yang nolong kita tuh...orang yang sudah tidak dapat dipercaya (dengan ctt:bukan kita yang minta tolong, tapi ditolong) atau bahkan kafir atau orang pengkhianat namun jika semua itu demi Islam dan kebaikannya, kenapa harus ditolak??
dengan catatan KE-WAS-PA-DA-AN.... :-?
itu aja...
Wassalam

PernikMuslim

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.033
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Pria
  • Silahkan hubungi saya, saya akan membantu anda :)
    • Lihat Profil
    • PERNIKMUSLIM.com :: Toko Buku Muslim OnLine PENUH KEJUTAN!! :)
Re: Nasib Palestina dan Lebanon
« Jawab #57 pada: September 11, 2006, 10:17:01 pm »
Aduuuuuh.
Bingung.
Kasih tahu cerita lengkap dari versi"mu", please. :-/

nah :) ini yang biasanya salah kaprah. ana dulu juga pendapatnya gitu. namun ternyata ini salah

penjelasannya sudah dijelaskan oleh akh ARCHER, lengkapnya ntar yah, ana buru2 soalnya

Laily Oktar

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.601
  • Reputasi: 24
  • Jenis kelamin: Wanita
  • here and there
    • Lihat Profil
    • Nai elye hiruva...
Re: Nasib Palestina dan Lebanon
« Jawab #58 pada: September 12, 2006, 04:09:26 pm »
for ARCHER:
OK. OK.
I got the point.
I agree w/ u.
Sayangnya aku gak punya bukunya and budget bulan ini dah abis bwat buku kuliah. So, maybe...later. Sayang sekali.

forPrnkMslim:
better4u to explain me as detail as u can.
I beg...

PernikMuslim

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.033
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Pria
  • Silahkan hubungi saya, saya akan membantu anda :)
    • Lihat Profil
    • PERNIKMUSLIM.com :: Toko Buku Muslim OnLine PENUH KEJUTAN!! :)
Re: Nasib Palestina dan Lebanon
« Jawab #59 pada: September 12, 2006, 06:17:26 pm »
gini ukh :)

pertama, ini ana dapatkan waktu ikut taklim. jadi ana gak punya referensi kecuali dari ingatan ana :)

kejadiannya, kenapa kok Mu'awiyyah yang disalahkan? beserta 'Aisyah dan Sahabat besar lainnya? karena ketimpangan informasi yang kita dapatkan dari pelajaran agama di sekolah. karena kurikulum pendidikan agama banyak cacatnya.

nah, dulu, yang ana pahami itu, kalau Mu'awiyyah itu iri, atau tidak suka dengan kepemimpinan Ali radhiallahuanhu, makanya Beliau memberontak. Tapi bukan seperti ini kejadian sebenarnya. sebenarnya Mu'awiyyah adalah salah seorang Sahabat yang dipuji oleh Rasulullah.

waktu itu, seingat ana (inget waktu dengerin) karena adab dan cara menasehati penguasa adalah dengan mendatanginya langsung, dan menyampaikan didepan penguasa (bukan dengan demo), maka para Sahabat dipimpin oleh 'Aisyah radhiallahu'anha berangkat berombongan ke tempat Ali. nah, para pengikut Ali menganggap bahwa itu sebuah tantangan perang (sekali lagi seingat ana), sehingga tanpa mempedulikan perkataan Ali supaya memberikan mereka jalan dengan selamat sampai ke hadapannya, mereka menghadang para Sahabat tadi, dan hasilnya, sebagian besar Sahabat besar terbunuh. kalau saja bukan karena rahmat Allah, sudah habislah para Sahabat, karena mereka bukan berangkat untuk berperang, melainkan untuk menasehati penguasa, sehingga tidak membawa perbekalan untuk berperang.

kenapa 'Aisyah yang memimpin? karena 'Aisyah adalah Ummul Mukminin, dan nasihat yang paling baik adalah yang diberikan oleh seorang Ibu kepada anaknya.

(berdasarkan ingatan ana, mohon dikoreksi kalo salah) Ali pernah ditanya, kenapa terjadi fitnah yang besar (perpecahan) semasa ia menjadi khalifah, dan fitnah itu tidak terjadi pada masa Abu Bakr dan Umar. beliau menjawab, karena orang2 yang dipimpin oleh Abu Bakr dan Umar adalah Sahabat2 besar, yang mendapat gemblengan langsung dari Rasulullah. tapi yang dipimpin Ali saat itu, kebanyakan adalah generasi-generasi setelahnya, yang akhlaknya jauh berbeda dengan akhlak para Sahabat besar. begitu jawab beliau (mohon dikoreksi kalo salah).

nah dari sini kita bisa tarik kesimpulan yang banyak sekali.
1. Para Sahabat itu diridhoi Alloh. jika ada yang membicarakan tentang keburukan mereka, maka diamlah.
2. negara/kekhilafahan yang baik itu didapat dari masyarakat yang baik pula. masyarakat yang lurus agamanya, paham ilmu agama, dan jauh dari syirik, bid'ah dan khurafat serta taat pada penguasa. jadi perbaiki dulu masyarakatnya sebelum memperbaiki pemerintahannya.


jika ada yang salah dari tulisan ana diatas, maka ana mohon ampun sebesar2nya, karena sebenarnya bukan hak ana menulis tanpa ilmu. tulisan ana hanyalah untuk membela nama Sahabat yang tercemar di mata manusia ini. Allahua'lam