Penulis Topik: Hukum berjenggot  (Dibaca 10630 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

lyceum_salf

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.581
  • Reputasi: 9
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dimana Engkau Berada TUHAN Selalu Melihatmu
    • Lihat Profil
Hukum berjenggot
« pada: Juni 19, 2009, 10:41:55 am »
Assalamu'alaikum

saya mau sharring dengan teman - teman disini apa sih hukum berjenggot ?? karena saya lihat disalah satu blok dengan yakin beserta dalil diblog itu berjenggot dihukumkan wajib.

mohon dikomentari...

arif budiman

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.392
  • Reputasi: 71
  • Jenis kelamin: Pria
  • My little angels
    • Lihat Profil
Re:Hukum berjenggot
« Jawab #1 pada: Juni 19, 2009, 11:06:05 am »
wa'alaikum salam wr wb

kalo wajib
dosa dong semua laki2 yang ga berjenggot
kasihan yang hormon pertumbuhan jenggotnya bermasalah
dosa gara2 ga punya jenggot  :D

mungkin yang pernah saya denger, mencukur jenggot untuk menghabisinya hukumnya makruh, tapi kalo untuk merapikannya boleh.

wallahu a'lam

lyceum_salf

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.581
  • Reputasi: 9
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dimana Engkau Berada TUHAN Selalu Melihatmu
    • Lihat Profil
Re:Hukum berjenggot
« Jawab #2 pada: Juni 19, 2009, 11:25:26 am »
ini blog yang saya maksud

Dalil-Dalil Wajibnya Memelihara Jenggot Dan Memangkas Kumis
Segala puji bagi Allah saja, shalawat dan salam tetap tercurah pada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang tidak ada Nabi lagi setelahnya.Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dalam shahih keduanya dan juga selain mereka :ﻋَﻦْ ﻧَﺎﻓِﻊٍ ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﻋُﻤَﺮَ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﻗَﺎﻝَ : ﺧَﺎﻟِﻔُﻮﺍ ﺍﻟْﻤُﺸْﺮِﻛِﻴْﻦَ ﻭَﻓِّﺮُﻭﺍ ﺍﻟﻠِّﺤَﻰ ﻭَﺃَﺣْﻔُﻮﺍ ﺍﻟﺸَّﻮَﺍﺭِﺏَ. ﴿ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﴾.Dari Nafi’ dan Ibnu Umar radliyallahu 'anhuma berkata : Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam : “Bedakanlah kalian dengan orang-orang musyrik, yaitu banyakkanlah jenggotmu dan pangkaslah kumismu.”ﻭَﻟَﻬُﻤَﺎ ﻋَﻨْﻪُ ﺃَﻳْﻀًﺎ : ﺃَﺣْﻔُﻮﺍ ﺍﻟﺸَّﻮَﺍﺭِﺏَ ﻭَﺃَﻭْﻓُﻮْﺍ ﺍﻟﻠِّﺤَﻰ. ﻭَﻓِﻲْ ﺭِﻭَﺍﻳَﺔٍ : ﺍﻧْﻬَﻜُﻮﺍ ﺍﻟﺸَّﻮَﺍﺭِﺏَ ﻭَﺃَﻋْﻔُﻮﺍ ﺍﻟﻠِّﺤَﻰDiriwayatkan juga oleh keduanya dari Abdullah bin Umar radliyallahu 'anhuma : “Pangkaslah kumis kalian dan biarkan jenggot kalian tumbuh.” Dalam suatu riwayat lain : “Cukurlah kumis kalian dan biarkan tumbuh jenggot kalian.”﴿ ﺍﻟﻠِّﺤَﻰ ﴾ adalah nama rambut yang tumbuh pada kedua pipi dan dagu.Berkata Ibnu Hajar :﴿ ﻭﻓﺮﻭﺍ ﴾ dengan tasydid di fak-nya : ﴿ ﻭَﻓِّﺮُﻭْﺍ ﴾Berasal dari ﴿ ﺍﻟﺘّﻮْﻓِﻴْﺮُ ﴾ : Yaitu membiarkan, maksudnya biarkanlah banyak.Dan ﴿ ﺇِﻋْﻔَﺎﺀُ ﺍﻟﻠِّﺤَﻰ ﴾ : Yaitu biarkanlah sebagaimana adanya..Adapun perintah untuk menyelisihi orang-orang musyrik sebagaimana dijelaskan oleh hadits dari Abi Hurairah radliyallahu 'anhu :“Sesungguhnya orang musyrik itu, mereka membiarkan kumis mereka tumbuh dan mencukur jenggot mereka. Maka bedakanlah dengan mereka yaitu biarkanlah jenggot kalian tumbuh dan cukurlah kumis kalian.” (Diriwayatkan oleh Al Bazzar dengan sanad yang hasan)Dari Abu Hurairah juga diriwayatkan oleh Muslim :Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : “Bedakanlah kalian dengan orang-orang Majusi, karena sesungguhnya mereka (orang-orang Majusi) memendekkan jenggot dan memanjangkan kumisnya.”Ibnu Hibban meriwayatkan dari Ibnu Umar radliyallahu 'anhu, dia berkata :Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah menyebutkan tentang orang-orang Majusi. Beliau bersabda : “Sesungguhnya mereka memanjangkan kumis dan mencukur jenggot maka bedakanlah kalian dengan mereka.” Lalu beliau (Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam) menampakkan pemotongan kumisnya kepadaku (Ibnu Umar).Dari Abi Hurairah radliyallahu 'anhu berkata : Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam : “Termasuk fitrah Islam, memotong kumis dan membiarkan jenggot tumbuh. Sesungguhnya orang-orang Majusi membiarkan kumisnya dan mencukur jenggotnya. Maka bedakanlah dengan mereka, yaitu pangkaslah kumis kalian dan biarkanlah tumbuh jenggot kalian.”Di dalam Shahih Muslim dari Ibnu Umar radliyallahu 'anhuma dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam sesungguhnya beliau bersabda :ﺃُﻣِﺮْﻧَﺎ ﺑِﺈِﺣْﻔَﺎﺀِ ﺍﻟﺸّﻮَﺍﺭِﺏِ ﻭَﺇِﻋْﻔَﺎﺀِ ﺍﻟﻠِّﺤْـﻴَﺔِ.“Kami diperintah untuk memangkas kumis dan membiarkan tumbuh jenggot.”
. Diriwayatkan pula oleh Muslim dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu, bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :ﺟَﺰُّﻭْﺍ ﺍﻟﺸَّﻮَﺍﺭِﺏَ ﻭَﺃَﺭْﺧُﻮﺍ ﺍﻟﻠِّﺤَﻰ.“Potonglah kumis kalian dan panjangkanlah/biarkanlah jenggot kalian.”Makna ﴿ ﺟَﺰُّﻭْﺍ ﴾ dan ﴿ ﻗَﺼُّﻮْﺍ ﴾ adalah potonglah.Dan makna ﴿ ﺃَﺭْﺧُﻮﺍ ﴾ dan ﴿ ﻃَـﻴّﻠُﻮْﺍ ﴾ adalah panjangkanlah atau diartikan juga, biarkanlah.Hadits-hadits yang diriwayatkan dengan lafadh ﴿ pangkaslah = ﻗَﺼُّﻮْﺍ ﴾, maka :Tidak meniadakan ﴿ mencukur = ﺍْﻹِﺣْﻔَﺎﺀُ ﴾.Karena sesungguhnya riwayat ﴿ ﺍْﻹِﺣْﻔَﺎﺀُ ﴾ ada di dalam Bukhari-Muslim dan sama maksudnya.Dalam suatu riwayat :ﺃَﻭْﻓُﻮْﺍ ﺍﻟﻠِّﺤَﻰ“Biarkanlah/banyakkanlah jenggot kalian.”Maksudnya : “Biarkanlah jenggot kalian penuh.”Hukum Memotong, Mencabut, Atau Mencukur JengotBerkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah : “Diharamkan mencukur jenggot.”Berkata Al Qurthubi rahimahullah : “Tidak boleh memotong, mencabut, dan mencukurnya.”Abu Muhammad Ibnu Hazm menceritakan bahwa menurut ijma’, menggunting kumis dan membiarkan jenggot tumbuh adalah fardlu dengan dalil hadits Ibnu Umar radliyallahu 'anhu :“Bedakanlah kalian dengan orang-orang musyrik, cukurlah kumis dan biarkanlah jenggot kalian tumbuh.”Dan dengan hadits Zaid bin Arqam secara marfu’ (sampai kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam) :“Barangsiapa yang tidak memotong kumisnya maka bukan termasuk golongan kami.” (Dishahihkan oleh At Tirmidzi)Dengan dalil yang lain, Tirmidzi berkata di dalam Al Furu’ : “Bentuk kalimat ini menurut shahabat kami (yang sepakat dengan Tirmidzi) menunjukkan keharaman.” Dan berkata pula dalam Al Iqna’ : “Haram mencukur jenggot.”Diriwayatkan oleh Thabrani dari Ibnu Abbas radliyallahu 'anhuma, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :“Barangsiapa membikin seperti rambut maka tidak ada baginya di sisi Allah bagian.”Berkata Zamakhsyari : “Maknanya membikin rambut seperti yang asli (rambut palsu, ed.), yaitu dengan mencabutnya atau mencukurnya dari kedua pipi atau merubahnya dengan menghitamkan.”Berkata pula Zamakhsyari dalam An Nihayah :“﴿ ﻣَـﺜّﻞَ ﺑِﺎﻟﺸّﻌْﺮِ ﴾ : Yaitu mencukurnya dari kedua pipi dan dikatakan mencabutnya atau merubahnya dengan hitam.

Sumber : http://deddy24.blogspot.com/2005/03/biarkan-jenggot-anda-tumbuh.html

arif budiman

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.392
  • Reputasi: 71
  • Jenis kelamin: Pria
  • My little angels
    • Lihat Profil
Re:Hukum berjenggot
« Jawab #3 pada: Juni 19, 2009, 01:23:44 pm »
“Berbedalah kalian dengan orang-orang musyrik, pendekkanlah kumis, dan panjangkanlah jenggot.”

masih relevankah?
personil Limp Bizkit juga berjenggot
bukannya kalo berjenggot kita jadi sama ama mereka?

'illat hukum memelihara jenggot bukannya untuk membedakan diri dengan orang musyrik?
jika dalam kondisi sekarang dimana berjenggot juga jadi 'komoditi' orang musyrik
apa masih bisa dijadikan landasan fiqh? apalagi sampe pada mewajibkannya..

Tobil

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 301
  • Reputasi: -2
    • Lihat Profil
Re:Hukum berjenggot
« Jawab #4 pada: Juni 20, 2009, 07:09:21 am »
Kutip
...“Bedakanlah kalian dengan orang-orang musyrik, yaitu banyakkanlah jenggotmu dan pangkaslah kumismu".
Jadi orang yg tidak berjenggot dan berkumis pasti orang musyrik, kalau tidak bagaimana kita membedakannya yang muslim dengan yg musyrik.
iya.. deh....siiip.



Salaam,

lyceum_salf

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.581
  • Reputasi: 9
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dimana Engkau Berada TUHAN Selalu Melihatmu
    • Lihat Profil
Re:Hukum berjenggot
« Jawab #5 pada: Juni 20, 2009, 11:03:44 am »
nah itu juga yang saya tanyakan di blognya (Pertanyaan pak arif n mas tobil).... bagaimana bisa sampai menyimpulkan berjenggot itu wajib.... setiap hukum kan ada istinbathnya.

Tobil

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 301
  • Reputasi: -2
    • Lihat Profil
Re:Hukum berjenggot
« Jawab #6 pada: Juni 21, 2009, 12:36:17 pm »
Mengherankan sekali orang sedikitpun tidak mau berfikir. Bagaimana mungkin jenggot dijadikan alat utk membedakan yg beriman dengan yg musyrik.

Kalau tidak salah pendeta2 kristen ortodoks di Lebanon juga berjenggot panjang, apakah mereka itu termasuk muslim ? kalau diantara kita ada yg mengatakan ya, mereka pasti juga tidak mau dibilang muslim.

Ada2 saja,



Salaam,


lyceum_salf

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.581
  • Reputasi: 9
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dimana Engkau Berada TUHAN Selalu Melihatmu
    • Lihat Profil
Re:Hukum berjenggot
« Jawab #7 pada: Juni 21, 2009, 03:13:00 pm »
jangankan kristen ortodoks mas tobil, Rabi rabi yahudi juga sekarang panjang jenggotnya....

setidaknya yang saya tangkap inti dasar pesan dari hadist itu adalah larangan menyerupai mereka.....

tapi kalau mereka menyerupai kita ya alhamdulillah :D :D :D


Abi Nizma

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.850
  • Reputasi: 43
  • Jenis kelamin: Pria
  • Aku Mencintai Kedua2nya
    • Lihat Profil
Re:Hukum berjenggot
« Jawab #8 pada: Juni 26, 2009, 10:53:45 am »
Untuk keterangannya... ada diradio stearmingnya

Klik Hukum Berjanggut

RADIO RODJA

Pilih dibagian sebelah kanan dan klik hukum berjanggut, trus juga banyak persoalan yang laen diseputar kita..............


Luthi

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.155
  • Reputasi: 30
  • Jenis kelamin: Pria
  • forgiven
    • Lihat Profil
Re:Hukum berjenggot
« Jawab #9 pada: Juni 26, 2009, 10:58:27 am »
jenggot itu keren  B-)

fie_vie

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.417
  • Reputasi: 4
  • Jenis kelamin: Wanita
  • no body's perfect
    • Lihat Profil
Re:Hukum berjenggot
« Jawab #10 pada: Juni 26, 2009, 12:00:45 pm »
alhamdulillah suami fie berjenggot,,,  :x :-*

AA-Shift+Del

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 151
  • Reputasi: 4
  • Jenis kelamin: Pria
  • Teteeep...baca ... baca... baca....
    • Lihat Profil
Re:Hukum berjenggot
« Jawab #11 pada: Juni 26, 2009, 09:28:25 pm »
Alhamdulillah

Sayah juga berjenggot, maklum hormonnya subur,  :D :D :D

kalo menurut sayah berdasarkan dari beberapa kajian fiqih,

memang sebagai seorang muslim itu disunnahkan (yang ditekankan) untuk berjenggot, tapi bukanlah suatu kewajiban, karena secara umum hormon tiap orang itu berbeda, jadi kalo seorang muslim dianugrahi kelebihan hormon jenggot, ya pelihara dan silahkan dirapikan karena ini Sunnah, tetapi janganlah sampai di cukur habis, tapi bagi muslim yang tidak muncul jenggotnya, ya kalo mo diusahain (kaya pake penumbuh dan penyubur bulu) silahkan, engga pun ga apa-apa dan tidak ada dosa dalam hal ini.

InsyaAllah  :)

Tobil

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 301
  • Reputasi: -2
    • Lihat Profil
Re:Hukum berjenggot
« Jawab #12 pada: Juni 26, 2009, 11:46:27 pm »
Kutip dari: fie_vie
alhamdulillah suami fie berjenggot,,,
mbak fie apa kira2 yang dapat diucapkan orang yg tidak berjenggot. Apa anda percaya orang yg tidak berjenggot adalah orang musyrik.

Kutip dari: AA-Shift+Del
memang sebagai seorang muslim itu disunnahkan (yang ditekankan) untuk berjenggot, tapi bukanlah suatu kewajiban, karena secara umum hormon tiap orang itu berbeda, jadi kalo seorang muslim dianugrahi kelebihan hormon jenggot, ya pelihara dan silahkan dirapikan karena ini Sunnah, tetapi janganlah sampai di cukur habis, tapi bagi muslim yang tidak muncul jenggotnya, ya kalo mo diusahain (kaya pake penumbuh dan penyubur bulu) silahkan, engga pun ga apa-apa dan tidak ada dosa dalam hal ini.
Bagaimana kalau orang tidak menyukai jenggot dan dia tidak mau memasang jenggotnya, apa dia akan dimasukkan ke dalam neraka ?



Salaam,

 

AA-Shift+Del

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 151
  • Reputasi: 4
  • Jenis kelamin: Pria
  • Teteeep...baca ... baca... baca....
    • Lihat Profil
Re:Hukum berjenggot
« Jawab #13 pada: Juni 28, 2009, 02:03:44 pm »

Kutip dari: AA-Shift+Del
memang sebagai seorang muslim itu disunnahkan (yang ditekankan) untuk berjenggot, tapi bukanlah suatu kewajiban, karena secara umum hormon tiap orang itu berbeda, jadi kalo seorang muslim dianugrahi kelebihan hormon jenggot, ya pelihara dan silahkan dirapikan karena ini Sunnah, tetapi janganlah sampai di cukur habis, tapi bagi muslim yang tidak muncul jenggotnya, ya kalo mo diusahain (kaya pake penumbuh dan penyubur bulu) silahkan, engga pun ga apa-apa dan tidak ada dosa dalam hal ini.
Bagaimana kalau orang tidak menyukai jenggot dan dia tidak mau memasang jenggotnya, apa dia akan dimasukkan ke dalam neraka ?



Salaam,

 

ya kita balik lagi aja ke pengertian yang paling sederhana dari Sunnah

" di kerjakan ber pahala... tidak dikerjakan ya ga apa-apa....(ga berdosa) "

Simpel aja khan... ;D ;D ;D
« Edit Terakhir: Juni 28, 2009, 02:05:18 pm oleh AA-Shift+Del »

lyceum_salf

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.581
  • Reputasi: 9
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dimana Engkau Berada TUHAN Selalu Melihatmu
    • Lihat Profil
Re:Hukum berjenggot
« Jawab #14 pada: Juni 29, 2009, 10:45:38 am »

Kutip dari: AA-Shift+Del
memang sebagai seorang muslim itu disunnahkan (yang ditekankan) untuk berjenggot, tapi bukanlah suatu kewajiban, karena secara umum hormon tiap orang itu berbeda, jadi kalo seorang muslim dianugrahi kelebihan hormon jenggot, ya pelihara dan silahkan dirapikan karena ini Sunnah, tetapi janganlah sampai di cukur habis, tapi bagi muslim yang tidak muncul jenggotnya, ya kalo mo diusahain (kaya pake penumbuh dan penyubur bulu) silahkan, engga pun ga apa-apa dan tidak ada dosa dalam hal ini.
Bagaimana kalau orang tidak menyukai jenggot dan dia tidak mau memasang jenggotnya, apa dia akan dimasukkan ke dalam neraka ?



Salaam,

 

ya kita balik lagi aja ke pengertian yang paling sederhana dari Sunnah

" di kerjakan ber pahala... tidak dikerjakan ya ga apa-apa....(ga berdosa) "

Simpel aja khan... ;D ;D ;D

setahuku ada 3 definisi sunnah mas shift :

1.jika sunnah ditarik kedalam pengertian tindakan Nabi artinya Fi'il, Qawli dan Taqrir (Perbuatan, ucapan dan kesepakatan Rasul)

2. jika sunnah ditarik kedalam hukum ya maknanya dikerjakan berpahala ditinggalkan g apa- apa

3. jika sunnah dimaksudkan untuk menyebut suatu jamaah maka maknanya ahlussunnah waljamaah