Penulis Topik: tentang telinga.....  (Dibaca 3730 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

wa

  • Pengunjung
tentang telinga.....
« pada: Juni 18, 2009, 09:35:16 am »
Dari lorong gelap telinga terpancarlah seberkas cahaya. Nur itu menghidupkan nurani yang kemudian bertasbih mengagungkan Sang Pencipta.

Mendengar namanya saja orang mungkin tidak berminat membincangkannya. Bahkan tak jarang orang menghabiskan waktu berjam-jam membersihkan telinga dari kotoran dekil itu, tanpa sedikit pun terlintas di benaknya akan makna agung di balik “kotoran telinga”.

Sosoknya kecil, basah, lengket, dan licin. Asal-usulnya dari lorong gelap nan sempit. Semua ini hanya membuat orang jijik, bahkan nyaris melupakannya sama sekali. Seolah satu tanda-tanda kekuasaan Allah yang mahadahsyat ini tiada berguna, kosong makna, atau tanpa tujuan, sehingga wajarlah jika tercampakkan begitu saja.

Padahal, Allah mengingatkan manusia agar tidak berpaling dari tanda-tanda kekuasaan-Nya, meski sekecil dan seremeh “kotoran telinga”. Allah menyuruh manusia agar tidak mencontoh perilaku semacam itu: “Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling daripadanya”. (QS. Yusuf, 12:105)

Manusia perlu berprasangka baik terhadap Allah dan meluangkan waktu sejenak guna merenungkan penciptaan “kotoran telinga”. Dengan hati yang bersih dan terbuka, maka akan tersingkaplah tanda-tanda kebesaran Allah pada ciptaan-Nya yang satu itu.

“Kotoran telinga” sejatinya bukanlah zat pengotor. Sebaliknya, justru “kotoran telinga” itulah bukti keberadaan perangkat pembersih telinga. Perangkat ini secara otomatis bekerja membersihkan telinga setiap detik, tanpa kita sadari.

Dalam bahasa ilmiah, si kecil lengket ini dinamakan cerumen (ear wax, lilin telinga). Wujudnya cair kental dan menyerupai lilin berwarna kekuningan. Lilin ini dikeluarkan oleh kelenjar tertentu yang melapisi saluran telinga bagian luar.

Allah menciptakan sekecil apa pun benda di alam ini dengan maksud dan tujuan yang benar, penuh manfaat dan kebaikan, tak terkecuali lilin telinga. Setidaknya ada tiga manfaat lilin telinga yang berhasil diungkap ilmuwan: (1). pembersih, (2). pelembab, dan (3). pembunuh kuman berbahaya.

Ketiga manfaat itu diciptakan Allah dalam rangka memelihara telinga manusia agar manusia dapat mendengar dengan sempurna selama hidupnya. Ini adalah sebentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang lemah, yang sudah sepatutnya bersyukur atas pemberian telinga berikut lilinnya itu. Hal ini sebagaimana yang Allah perintahkan: “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (QS. An Nahl, 16:78)

Allah Maha Tahu bahwa para hamba-Nya tidak bakal sanggup untuk setiap detik memelihara kebersihan saluran telinganya sendiri, meskipun hanya dua buah. Oleh karena itu, dengan kasih sayang-Nya, Allah mengaruniai manusia sistem pembersihan telinga.

Nikmat besar pemberian Allah ini nyaris tidak pernah kita sadari. Bahkan sedikit sekali manusia bersyukur atas nikmat tak terkira berupa pendengaran ini, sebagaimana penegasan-Nya dalam Al Qur’an: “Katakanlah: Dia-lah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.” (QS. Al Mulk, 67:23)

Allah menciptakan perangkat luar biasa yang mampu mengeluarkan lilin telinga ini secara otomatis dari lubang telinga. Lilin telinga berpindah dari bagian dalam menuju ke luar saluran telinga. Perpindahan ini diakibatkan oleh perpindahan sel-sel kulit pada permukaan saluran telinga.

Sel-sel ini ibarat ban atau tangga berjalan yang senantiasa bergerak mengangkut gumpalan lilin telinga di atasnya. Sembari terangkut dan terbawa menuju bagian luar telinga, lilin ini menangkap kotoran, debu, dan butir-butir pengotor yang ada di saluran telinga itu untuk dibuang keluar. Proses ini dibantu oleh gerakan rahang, misalnya saat orang mengunyah.

Lilin juga berfungsi melumasi, melembabkan dan melembutkan kulit saluran telinga. Hal ini mencegah kulit dari kekeringan dan rasa gatal, sehingga manusia dapat mendengar dengan nyaman.

Kandungan zat-zat seperti asam lemak jenuh dan enzim lisozim pada lilin telinga sungguh ampuh membunuh mikroba. Termasuk di antaranya adalah bakteri penyebab penyakit yang sangat berbahaya seperti Haemophilus influenzae dan Staphylococcus aureus.

Itulah segores kisah tentang lilin telinga (bukan kotoran telinga), yang sedari kecil kita tidak pernah meminta kepada Allah agar diberi. Namun keberadaanya itulah bukti hamparan cinta dan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Dialah Allah, yang memberi tanpa diminta, dan tanpa meminta imbalan.

Allah tidak sekedar Pencipta dan Pemberi telinga, namun juga Pemelihara telinga. Ketiga Sifat Allah itu menjadikan manusia dapat mendengar suara setiap saat dengan sempurna, aman dan nyaman.

Sekali lagi, lilin telinga sejatinya bukanlah kotoran telinga! Lilin telinga hanyalah secuil bukti mungil kebesaran Allah dalam mencipta dan memelihara ciptaan-Nya. Dialah Allah, Sang Maha Pencipta, Maha Pemelihara:

Dia pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu. (Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Rabb kamu; tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu. (QS. Al An’aam, 6:102)

ani

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.580
  • Reputasi: 26
  • "Ya Allah kukuhx persaudaraan ini smp kejannahMu"
    • Lihat Profil
Re:
« Jawab #1 pada: Juni 18, 2009, 09:50:19 am »
Subhanallah Allah menciptax sst walau skecil apapun pasti ada manfaatx, tp kt jg bkn berarti tdk perlu membersihx telinga kan?menurut sy kt ttp membersihx kotorn yg menempel pd lapisan lilin shg fungsi lapisn lilin tsbt msh ttp terjaga, krn klo kt tdk membersihx maka kotorn2 yg menempl pd lilin tsbt smkn byk n menumpuk membentk sprt kerak n kemungkn bs menutp rongga telinga, afwan

apriliya

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.607
  • Reputasi: 34
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Sudah kutemukan dia...........
    • Lihat Profil
Re:tentang telinga.....
« Jawab #2 pada: Juni 18, 2009, 10:06:29 am »
 =D> =D>
thanks om artikelnya  ;)

Abi Nizma

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.850
  • Reputasi: 43
  • Jenis kelamin: Pria
  • Aku Mencintai Kedua2nya
    • Lihat Profil
Re:tentang telinga dan fungsi lain dari anggota tubuh serta pelengkapnya
« Jawab #3 pada: Juni 19, 2009, 07:57:04 am »
wah mantab + 1 4U

Kalo ada lagi om wa boleh dipoting atau temen2 yang laen... agar kita bisa mengetahui kebesaran Alloh SWT yang terkandung yang tersirat..

hanyta

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.384
  • Reputasi: 14
  • Jenis kelamin: Wanita
  • smile ^_^
    • Lihat Profil
Re:tentang telinga.....
« Jawab #4 pada: Juli 30, 2009, 07:59:46 am »
thanks wa :)
berita hari ini nih ....

LONDON - Banyak orang yang masih mengabaikan nasihat untuk tidak mengorek telinga terlalu dalam. Padahal, kegiatan itu rentan terkena risiko menyebabkan ketulian.

Berdasarkan keterangan dr Peter Roland dari University of Texas, menggunakan cotton bud ketika mengorek telinga bisa mengakibatkan gendang telinga berlubang, menyebabkan perdarahan dan hilangnya pendengaran yang bersifat sementara.

Meski dengan menambahkan pelembab bisa melunakkan lapisan lilin pada telinga, Anda disarankan lebih baik mengunjungi dokter THT (Telinga Hidung Tengggorokan) untuk mengatasi masalah telinga Anda.

Lapisan lilin ini dalam telinga berfungsi untuk mencegah masuknya kotoran, sel-sel kulit mati dan rambut ke dalam telinga. Kelebihan lilin secara alami akan dikeluarkan melalui saluran telinga, dibantu oleh gerakan mengunyah dari rahang. Lilin ini juga berfungsi dalam mekanisme pembersihan serta mengandung antibakteri dan pelumas.

"Kapas pada cotton bud yang terlalu dalam menyodok ke dalam telinga bisa merusak pembentukan alami lilin sehingga menyebabkan lilin menjadi padat, menjadi penghambat dan memicu infeksi," kata Crystal Rolfe dari Royal National Institute for Deaf People, seperti dikutip dari Telegraph, Kamis (30/7/2009).

Pernyataan Rolfe tidak main-main. Dia mengumpulkan data bahwa setiap tahunnya ribuan orang di Inggris kehilangan pendengaran mereka atau mengalami infeksi akibat mereka mengorek telinga terlalu dalam menggunakan cotton bud. (srn)
sumber okezone

baru kusadari :D

Abi Nizma

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.850
  • Reputasi: 43
  • Jenis kelamin: Pria
  • Aku Mencintai Kedua2nya
    • Lihat Profil
Re:Mengapa Air Telinga Pahit Rasanya? Mengapa Air Mata Asin Rasanya?
« Jawab #5 pada: Juli 31, 2009, 05:03:11 pm »
Satu Lagi nih om

Sudah merupakan ketentuan Allah Subhaanahu Wata’aala bahwasannya air telinga itu pahit rasanya. Fungsinya adalah agar hewan-hewan kecil tidak mudah masuk ke dalam rongga telinga. Setiap kali ada hewan kecil yang berusaha masuk ke dalamnya, pastilah ia akan segera berbalik mencari jalan keluar.

Allah menciptakan air mata rasanya asin, tujuannya agar dapat menjaga kesehatan mata, sebab lemak yang ada pada mata mudah sekali rusak, maka air matapun diciptakan asin untuk memelihara keduanya.

Dan Allah menciptakan air liur itu rasanya tawar agar dapat mencicipi berbagai jenis rasa sesuai dengan rasa aslinya. Sebab, bila rasanya tidak tawar, tentunya setiap rasa akan berubah. Misalnya orang yang air liurnya menjadi pahit karena penyakit, maka segala sesuatu yang dicicipinya menjadi pahit, padahal sebenarnya tidak pahit.

Seorang penyair berkata :
Siapa saja yang air liurnya pahit karena sakit
Maka air tawar akan terasa pahit baginya

Abi Nizma

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.850
  • Reputasi: 43
  • Jenis kelamin: Pria
  • Aku Mencintai Kedua2nya
    • Lihat Profil
Re:Mengapa ada bagian putih di daerah pangkal kuku jari ?
« Jawab #6 pada: Juli 31, 2009, 05:08:31 pm »
Tambah

Kalo kita perhatiin, di pangkal kuku jari kita ada bagian yg berwarna putih berbentuk bulan sabit. Biasanya, bulan sabit ini jelas kliatan di kuku jari jempol. Trus sebenernya kenapa ada bagian putih itu di pangkal kuku kita? Mari kita cek dengan seksama.... 


Yaap..ternyata bagian putih yg ada di daerah pangkal kuku jari kita itu namanya adalah lunula (lunule). Kata lunula itu sendiri berhubungan dengan bentuk bulan sabit atau half-moon. Lunula merupakan udara terperangkap yg tidak bisa naik ke bagian atas kuku karena perlekatan yg kuat antara kuku dan kulit di bagian bawahnya di luar lunula.



Lunula dapat menggambarkan kondisi kesehatan dan penyakit yg ada di dalam tubuh kita, seperti penyakit ginjal, paru, liver, gangguan jantung, dll. Perbedaan dan perubahan warna serta bentuk yg terjadi pd lunula dapat mengindikasikan penyakit atau gangguan kesehatan tertentu. Menurut beberapa sumber, beberapa hubungan tanda2 pd lunula dengan kesehatan manusia adalah :
Pada ibu jari
- amati: bulan sabit pada pangkal kuku ibu jari
- pertanda: semakin banyak putihnya semakin subur orang tersebut (khusus wanita )
- pada pria menandakan kerja ginjal, semakin banyak bulan sabitnya, semakin keras kerja ginjal (tergantung letaknya dikanan atau dikiri)
Pada jari yg lain
- amati: bulan sabit pada pangkal kuku selain ibu jari
- pertanda: semakin banyak putihnya semakin lemah libido seseorang




Sedot dari tetangga


ukhti_cool

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 964
  • Reputasi: 6
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Secret makes a woman woman
    • Lihat Profil
    • simple blog
Re:tentang telinga.....
« Jawab #7 pada: Agustus 03, 2009, 08:01:21 am »
Kutip
Allah menciptakan sekecil apa pun benda di alam ini dengan maksud dan tujuan yang benar, penuh manfaat dan kebaikan, tak terkecuali lilin telinga. Setidaknya ada tiga manfaat lilin telinga yang berhasil diungkap ilmuwan: (1). pembersih, (2). pelembab, dan (3). pembunuh kuman berbahaya.

Pantes...kata kolot baheula...
Mun aya bisul, digecek we make tai ceuli (kalo ada bisul, digosok aja pake kotoran telinga)
Ternyata pembunuh kuman berbahaya.

ck ck ck...  :cool: