Penulis Topik: HTI  (Dibaca 100950 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

AA-Shift+Del

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 151
  • Reputasi: 4
  • Jenis kelamin: Pria
  • Teteeep...baca ... baca... baca....
    • Lihat Profil
Re:HTI
« Jawab #60 pada: Juni 11, 2009, 05:24:08 pm »
Mananggapi Ini :

banyak konsep yang udah dibaca di thread ini mimpi yang sempurna dari menegakkan khilafah ampe syariat........ saya tanya nih khusus untuk semua jamaah yang ada disini...... mampu g mengajak muslim sholat subuh dimasjid serame shalat jumat ??? ngapain juga mencapai yang tinggi tapi yang sederhana dilupakan ???

Sayah Mah    :great:   se 7 bhangets ama yang di Bold.

Tapi...
Selama Syariat yang utama mengenai Tauhid dan Sunnah belum terpatri kokoh didada setiap muslim maka
Penegakan daulah Khilafah itu berrrat.
Dan untuk orang2 awam (bisa kelas bawah maupun kelas atas) yang ga Ngerti Sunnah Rasul, gimana pada mau mengutamakan shalat Shubuh berjemaah, lha wong Sunnah harian yang paling utama seperti ini (shubuh berjamah)aja belum terpatri dan dipahami dengan benar keutamaannya oleh mayoritas Masyarakat kita. apalagi yang menggandrungi mbah dukun dan kuburan keramat, jauh banget buat memahami Sunnah.

Makanya bagi kita yang InsyaAllah dan alhamdulillah telah dikaruniai pemahaman mengenai agama ini, Hal yang paling utama untuk didakwahkan dan dinasehatkan kepada orang2 awam itu dimana dan kapanpun kesempatannya adalah :
1. makna yang sebenarnya mengenai Tauhid dan aplikasinya dalam keseharian, trus
2. Pengenalan dan Pemahaman Sunnah yang benar yang bisa diterapkan dalam keseharian salah satu nya keutamaan Sunnah nya Shubuh berjemaah (shalat Shubuhnya Wajib, Berjemaahnya adalah Sunnah  yang Utama dan ditekankan).
dan untuk mencapai kedua hal ini Metode yang benar adalah dengan berdasarkan Manhaj Assalafus Shalih (pemahaman para Shalafus Shalih). ( bukan HT ) :D

InsyaAllah kalo udah pada mengerti benar, Shalat Shubuh bakal rame. Karena harapan sayah pun demikian, sebab hal inilah yang sangat sangat ditakuti oleh kaum yahudi dan Nasrani yaitu Banyak nya orang berjemaah shubuh sama banyaknya dengan Shalat Jum'ah.

 ;) ;) ;)
« Edit Terakhir: Juni 11, 2009, 05:33:33 pm oleh AA-Shift+Del »

AA-Shift+Del

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 151
  • Reputasi: 4
  • Jenis kelamin: Pria
  • Teteeep...baca ... baca... baca....
    • Lihat Profil
Re:HTI
« Jawab #61 pada: Juni 11, 2009, 07:45:53 pm »
Bismillah,

Sebelumnya saya mohon maaf ini agak panjang,berhubung ini berkenaan dengan Aqidah.. so penting bhangets gthuu lhooo  :cool:

Menanggapi hal ini :

Bismillah ..

kemarin, aku sempat diskusi dengan seorang teman tentang harakah Islam ...
salah satu diantara harakah yang di kritik oleh si teman adalah HTI ..
katanya, dalam fikrah HTI tidak perrcaya adanya azab kubur ..

aku hanya ingin bertanya untuk meluruskan
Benarkah?

Jawaban dari perwakilan HTI :

Bismillah ..!

masalah akidah hanya ditetapkan dengan dalil qath'i tsubut dan dalalah
( adakah salafus Shalih berpemahaman seperti ini?)

sahaya dan mereka yang tidak menggunakan hadist ahad dalam masalah akidah

tidaklah sok ilmiah
kami tetap mempelajari hadist ahad
misalnya mempelajari riwayat nabi-nabi untuk mengambil hikmah
agar bisa diambil contoh dan menjadi penyemangat dalam kehidupan

misalkan kisah tentang kesabaran para ulul azmi.

namun kami tidak memasukkan hal-hal seperti (azab kubur) ini dalam bab akidah


Saya kutip pernyataan Ulama besar ahli Hadist Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani Rahimahullah, ketika menutup pembahasan mengenai hadis Ahad dan Hizbut Tahrir  : (" ada bagian azab kuburnya Lho " ;))

" Disini saya (albani) ingin mengakhiri pembahasan yang berhubungan dengan hadits ahad ini, dimana Hizbut Tahrir menolak puluhan hadits shahih berdasarkan kaidahnya yang lemah dan tidak memiliki kekuatan sama sekali. yaitu kaidah bahwa hadits -hadit ahad tidak bisa dijadikan landasan aqidah. Maka saya ingin akhiri pembahasan ini dengan poin-poin berikut ini.

       Ada salah seorang diantara mereka menyebutkan bahwa seorang da'i Hizbut tahrir pergi ke Jepang. ia menyampaikan serentetan ceramah kepada mereka. Diantara ceramah yang disampaikannya adalah tentang jalan iman. Diantara isi ceramahnya, bahwa masalah  aqidah tidak bisa ditetapkan berdasarkan hadits ahad. Ternyata disana , ditengah hadirin ada seorang pemuda yang berakal, cerdik dan pandai. Ia berkata kepada penceramah itu :

" Wahai ustadz,..anda datang sebagai da'i ke Jepang. Sebuah negeri syirik dan kufur. Sebagaimana anda katakan, bahwa anda datang dalam rangka berdakwah agar mereka (masyarakat Jepang) masuk islam. Anda mengatakan kepada mereka bahwa islam menyatakan sesungguhnya aqidah tidak bisa ditetapkan berdasarkan khabar ahad (pemberitaan satu orang). Anda juga berkata kepada kami bahwa termasuk perkara aqidah ialah agar jangan mengambil aqidah dari berita satu orang individu. Anda sekarang menyeru kami agar menerima islam, padahal anda seorang diri. Maka berdasarkan filsafat anda ini, sebaiknya anda pulang saja kenegeri anda, lalu bawalah (kemari) puluhan orang islam seperti anda yang semuanya mengutarakan pernyataan seperti pernyataan anda. dengan demikian khabar(berita) anda menjadi mutawatir!!

Demikianlah pemuda itu menjatuhkan penceramah tersebut. ini hanyalah satu diantara banyak contoh yang membuktikan akibat buruk bagi siapa saja yang menyelisihi manhaj Salafus Shalih.

          Ada sebuah hadist dalam shahih Bukhari dari hadits Abu Hurairah bahwa Nabi shalallahualaihi wassalam bersabda:

"Jika seseorang diantara kamu duduk dalam tasyahud akhir, hendaklah ia berlindung dari 4 hal. (hendaknya) ia mengucapkan doa (artinya): ya, Allah sesungguhnya aku berlindung diri kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam , dari siksa kubur, dari fitnah ketika hidup dan mati, dan dari fitnah al-masih ad-Dajjal. (hadits senada juga diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Nasa'i dengan sanad yang shahih)"


        Hadits diatas termasuk jenis hadist ahad, tetapi ia adalah hadits yang termasuk aneh dan asing menurut filsafatnya Hizbut Tahrir. Sebab dari satu sisi mengandung hukum syar'i . Hukum syar'i menurut mereka (dapat) tertetapkan berdasarkan hadits ahad. Namun, disisi lain mengandung aqidah karena disana ada azab kubur dan ada fitnah Dajjal. Padahal mereka tidak mengimani siksa kubur dan tidak pula mengimani fitnah Dajjal akbar yang kisahnya telah diceritakan oleh Rasulullah dalam banyak hadits. Diantaranya adalah sabda beliau:

"Tidak ada satu fitnahpun sejak diciptaknnya Adam hingga hari kiamat yang lebih berbahaya dari fitnah Dajjal" (riwayat Ahmad, Muslim, dan Al-Hakim)

     Mereka tidak mengimani (bakal munculnya) Dajjal ini, karena menurut anggapan mereka hadits tersebut bukanlah hadits mutawatir. Maka sekarang kita katakan kepada mereka:

"Apa yang bisa kalian lakukan terhadap hadits Abu Hurairah (sebelumnya) yang disatu sisi mengandung hukum syar'i (yaitu disyariatkannya membaca doa tersebut diakhir shalat-red) Dengan demikian kalian harus mengucapkan doa pada akhir shalat :

              "Aku berlindung diri kepada-Mu dari azab kubur"

     Tetapi mungkinkah kalian meminta perlindungan diri dari azab kubur sedangkan kalian tidak mengimani adanya azab kubur ?

     Dua hal yang saling berlawanan tidak mungkin dapat berkumpul. Namun, kemudian mereka datang kepada kita dengan kilah-kilah yang sesungguhnya dilarang Allah. Mereka mengatakan , bahwa kami membenarkan azab kubur tetapi kami tidak mengimaninya?! (ini jelas) filsafat yang aneh sekali. Mengapa mereka jadi begini ? sesungguhnya mereka telah datang membawa filsafat pertama, kemudian mereka terperangkap secara sambung-menyambung kedalam banyak filasafat. akhirnya dengan filsafat-filsafat itu mereka keluar dari jalan lurus yang pernah ditempuh para sahabat Nabi shalallahu'alaihi wassalam. Sementara itu hadits tersebut sebagaimana telah dijelaskan adalah panjang penjelasannya.

     Sesungguhnya diantara Dakwah Hizbut tahrir yang selalu mereka kumandangkan adalah bahwa mereka ingin menegakkan hukum Allah dimuka bumi. saya hendak mengingatkan bahwa Hizbut Tahrir tidak sendirian dalam tujuan ini. Semua jama'ah dan kelompok-kelompok islam pada akhirnya adalah bertujuan sama yaitu ingin menegakkan hukum Allah dimuka bumi.

    Tetapi pertanyaannya adalah apakah kelomppok-kelompok islam ini-yang diantaranya adalah Hizbut tahrir- berada pada jalan Allah yang lurus seperti yang pernah ditempuh Nabi dan para sahabatnya ? jawabnya ialah sebagaimana yang selalu kami isyartakan dalam syair:

" Semua mengaku punya hubungan dengan Laila

  Tetapi Laila tidak mengakuinya... "

     Tidak seorangpun dalam jama'ah ini yang mengikatkan pemahamannya terhadap islam dengan pengikat yang kami sebutkan ini, yaitu Pemahaman salafus shalih.Karena itulah mereka jauh dari pertolongan Allah. Sebab Allah hanya akan menolong orang yang menolong agamaNya. jalan pertolongan Allah adalah ittiba'(mengikuti) Kitab Allah, Sunnah Nabi-Nya dan jalannya orang-orang mukmin. Syarat inilah yang dilupakan oleh firqah-firqah terdahulu maupun oleh golongan-golongan (hizb-hizb) modern sekarang ini, termasuk didalamnya Hizbut Tahrir  yang pemikiran-pemikirannya menyimpang dalam aqidah.

      Karenanya kami ulangi lagi apa yang kami kemukakan pada permulaan tulisan ini. yaitu bahwa:Jama'ah manapun yang aqidah serta manhajnya tidak berpijak pada pemahaman salafus Shalih, maka jama'ah itu tidak akan dapat menegakkan islam. Baik itu Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin, atau jama'ah lain manapun. Sebab mereka tidak menegakkan dakwahnya pada pokok-pokok (landasan-landasan) yang tiga yaitu :Kitab Allah, sunnah rasulullah yang shahih dan Manhaj Salafus Shalih....!!!

      Kiranya cukuplah (pembahasan-red) sampai disini saja. dan ini adalah peringatan. mudah-mudahan bermanfaat bagi kaum mukminin.

wallahu'alam bishawwab walhamdulillahirabbil'aalamin. "


ini pernyataan Ulama besar lho... bukan orang cekak kayak Sayah.. ;D
kalo ada yang mo baca artikel lengkapnya ada, 9 halaman... (kl mo request.lewat japri aja)
InsyaAllah

lyceum_salf

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.581
  • Reputasi: 9
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dimana Engkau Berada TUHAN Selalu Melihatmu
    • Lihat Profil
Re:HTI
« Jawab #62 pada: Juni 12, 2009, 10:17:58 am »
Bismillah,

Sebelumnya saya mohon maaf ini agak panjang,berhubung ini berkenaan dengan Aqidah.. so penting bhangets gthuu lhooo  :cool:

Menanggapi hal ini :

Bismillah ..

kemarin, aku sempat diskusi dengan seorang teman tentang harakah Islam ...
salah satu diantara harakah yang di kritik oleh si teman adalah HTI ..
katanya, dalam fikrah HTI tidak perrcaya adanya azab kubur ..

aku hanya ingin bertanya untuk meluruskan
Benarkah?

Jawaban dari perwakilan HTI :

Bismillah ..!

masalah akidah hanya ditetapkan dengan dalil qath'i tsubut dan dalalah
( adakah salafus Shalih berpemahaman seperti ini?)

sahaya dan mereka yang tidak menggunakan hadist ahad dalam masalah akidah

tidaklah sok ilmiah
kami tetap mempelajari hadist ahad
misalnya mempelajari riwayat nabi-nabi untuk mengambil hikmah
agar bisa diambil contoh dan menjadi penyemangat dalam kehidupan

misalkan kisah tentang kesabaran para ulul azmi.

namun kami tidak memasukkan hal-hal seperti (azab kubur) ini dalam bab akidah


Saya kutip pernyataan Ulama besar ahli Hadist Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani Rahimahullah, ketika menutup pembahasan mengenai hadis Ahad dan Hizbut Tahrir  : (" ada bagian azab kuburnya Lho " ;))

" Disini saya (albani) ingin mengakhiri pembahasan yang berhubungan dengan hadits ahad ini, dimana Hizbut Tahrir menolak puluhan hadits shahih berdasarkan kaidahnya yang lemah dan tidak memiliki kekuatan sama sekali. yaitu kaidah bahwa hadits -hadit ahad tidak bisa dijadikan landasan aqidah. Maka saya ingin akhiri pembahasan ini dengan poin-poin berikut ini.

       Ada salah seorang diantara mereka menyebutkan bahwa seorang da'i Hizbut tahrir pergi ke Jepang. ia menyampaikan serentetan ceramah kepada mereka. Diantara ceramah yang disampaikannya adalah tentang jalan iman. Diantara isi ceramahnya, bahwa masalah  aqidah tidak bisa ditetapkan berdasarkan hadits ahad. Ternyata disana , ditengah hadirin ada seorang pemuda yang berakal, cerdik dan pandai. Ia berkata kepada penceramah itu :

" Wahai ustadz,..anda datang sebagai da'i ke Jepang. Sebuah negeri syirik dan kufur. Sebagaimana anda katakan, bahwa anda datang dalam rangka berdakwah agar mereka (masyarakat Jepang) masuk islam. Anda mengatakan kepada mereka bahwa islam menyatakan sesungguhnya aqidah tidak bisa ditetapkan berdasarkan khabar ahad (pemberitaan satu orang). Anda juga berkata kepada kami bahwa termasuk perkara aqidah ialah agar jangan mengambil aqidah dari berita satu orang individu. Anda sekarang menyeru kami agar menerima islam, padahal anda seorang diri. Maka berdasarkan filsafat anda ini, sebaiknya anda pulang saja kenegeri anda, lalu bawalah (kemari) puluhan orang islam seperti anda yang semuanya mengutarakan pernyataan seperti pernyataan anda. dengan demikian khabar(berita) anda menjadi mutawatir!!

Demikianlah pemuda itu menjatuhkan penceramah tersebut. ini hanyalah satu diantara banyak contoh yang membuktikan akibat buruk bagi siapa saja yang menyelisihi manhaj Salafus Shalih.

          Ada sebuah hadist dalam shahih Bukhari dari hadits Abu Hurairah bahwa Nabi shalallahualaihi wassalam bersabda:

"Jika seseorang diantara kamu duduk dalam tasyahud akhir, hendaklah ia berlindung dari 4 hal. (hendaknya) ia mengucapkan doa (artinya): ya, Allah sesungguhnya aku berlindung diri kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam , dari siksa kubur, dari fitnah ketika hidup dan mati, dan dari fitnah al-masih ad-Dajjal. (hadits senada juga diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Nasa'i dengan sanad yang shahih)"


        Hadits diatas termasuk jenis hadist ahad, tetapi ia adalah hadits yang termasuk aneh dan asing menurut filsafatnya Hizbut Tahrir. Sebab dari satu sisi mengandung hukum syar'i . Hukum syar'i menurut mereka (dapat) tertetapkan berdasarkan hadits ahad. Namun, disisi lain mengandung aqidah karena disana ada azab kubur dan ada fitnah Dajjal. Padahal mereka tidak mengimani siksa kubur dan tidak pula mengimani fitnah Dajjal akbar yang kisahnya telah diceritakan oleh Rasulullah dalam banyak hadits. Diantaranya adalah sabda beliau:

"Tidak ada satu fitnahpun sejak diciptaknnya Adam hingga hari kiamat yang lebih berbahaya dari fitnah Dajjal" (riwayat Ahmad, Muslim, dan Al-Hakim)

     Mereka tidak mengimani (bakal munculnya) Dajjal ini, karena menurut anggapan mereka hadits tersebut bukanlah hadits mutawatir. Maka sekarang kita katakan kepada mereka:

"Apa yang bisa kalian lakukan terhadap hadits Abu Hurairah (sebelumnya) yang disatu sisi mengandung hukum syar'i (yaitu disyariatkannya membaca doa tersebut diakhir shalat-red) Dengan demikian kalian harus mengucapkan doa pada akhir shalat :

              "Aku berlindung diri kepada-Mu dari azab kubur"

     Tetapi mungkinkah kalian meminta perlindungan diri dari azab kubur sedangkan kalian tidak mengimani adanya azab kubur ?

     Dua hal yang saling berlawanan tidak mungkin dapat berkumpul. Namun, kemudian mereka datang kepada kita dengan kilah-kilah yang sesungguhnya dilarang Allah. Mereka mengatakan , bahwa kami membenarkan azab kubur tetapi kami tidak mengimaninya?! (ini jelas) filsafat yang aneh sekali. Mengapa mereka jadi begini ? sesungguhnya mereka telah datang membawa filsafat pertama, kemudian mereka terperangkap secara sambung-menyambung kedalam banyak filasafat. akhirnya dengan filsafat-filsafat itu mereka keluar dari jalan lurus yang pernah ditempuh para sahabat Nabi shalallahu'alaihi wassalam. Sementara itu hadits tersebut sebagaimana telah dijelaskan adalah panjang penjelasannya.

     Sesungguhnya diantara Dakwah Hizbut tahrir yang selalu mereka kumandangkan adalah bahwa mereka ingin menegakkan hukum Allah dimuka bumi. saya hendak mengingatkan bahwa Hizbut Tahrir tidak sendirian dalam tujuan ini. Semua jama'ah dan kelompok-kelompok islam pada akhirnya adalah bertujuan sama yaitu ingin menegakkan hukum Allah dimuka bumi.

    Tetapi pertanyaannya adalah apakah kelomppok-kelompok islam ini-yang diantaranya adalah Hizbut tahrir- berada pada jalan Allah yang lurus seperti yang pernah ditempuh Nabi dan para sahabatnya ? jawabnya ialah sebagaimana yang selalu kami isyartakan dalam syair:

" Semua mengaku punya hubungan dengan Laila

  Tetapi Laila tidak mengakuinya... "

     Tidak seorangpun dalam jama'ah ini yang mengikatkan pemahamannya terhadap islam dengan pengikat yang kami sebutkan ini, yaitu Pemahaman salafus shalih.Karena itulah mereka jauh dari pertolongan Allah. Sebab Allah hanya akan menolong orang yang menolong agamaNya. jalan pertolongan Allah adalah ittiba'(mengikuti) Kitab Allah, Sunnah Nabi-Nya dan jalannya orang-orang mukmin. Syarat inilah yang dilupakan oleh firqah-firqah terdahulu maupun oleh golongan-golongan (hizb-hizb) modern sekarang ini, termasuk didalamnya Hizbut Tahrir  yang pemikiran-pemikirannya menyimpang dalam aqidah.

      Karenanya kami ulangi lagi apa yang kami kemukakan pada permulaan tulisan ini. yaitu bahwa:Jama'ah manapun yang aqidah serta manhajnya tidak berpijak pada pemahaman salafus Shalih, maka jama'ah itu tidak akan dapat menegakkan islam. Baik itu Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin, atau jama'ah lain manapun. Sebab mereka tidak menegakkan dakwahnya pada pokok-pokok (landasan-landasan) yang tiga yaitu :Kitab Allah, sunnah rasulullah yang shahih dan Manhaj Salafus Shalih....!!!

      Kiranya cukuplah (pembahasan-red) sampai disini saja. dan ini adalah peringatan. mudah-mudahan bermanfaat bagi kaum mukminin.

wallahu'alam bishawwab walhamdulillahirabbil'aalamin. "


ini pernyataan Ulama besar lho... bukan orang cekak kayak Sayah.. ;D
kalo ada yang mo baca artikel lengkapnya ada, 9 halaman... (kl mo request.lewat japri aja)
InsyaAllah

+1 dech untuk AA.Shift + del n. ucapan jenius dari ahli hdist syaikh Nashirudin Al-Albani dengan logika yang jernih, tajam dan sesuai dengan ilmu hadist tentunya. mudah2an Allah memberkatinya... Amiin..... AA Del pertanyaannya adalah sholat apa yang ditakuti oleh Yahudi sesuai dengan hadist yang AA sampaikan. tentunya bukan sholat orang - orang Munafik ataupun Syirik atau bid'ah yang tidak sesuai dengan syariat agama ini.... ya khan ??? :D :D

MOCHAMAD FAUZI

  • Pengunjung
Re:HTI
« Jawab #63 pada: Juni 12, 2009, 12:45:56 pm »
@FAUZI
cara ganti nya?
kenapa harus pakai sistem konsep HT?bukankah harus jumhur ulama

Cara gantinya ?
salah satunya melalui dakwah kepada seluruh kalangan baik orang awam maupun elit dan penguasa.

Kenapa harus konsep HT ?
Kalau bukan dari konsep islam yg diadop oleh HT, terus konsep siapa dong ? adakah yang lebih lengkap dari konsep islam yg telah dirunut oleh HT, dari membangun aqidah sampai membangun daulah ?

Kenapa bukan jumhur ulama ?
Apakah konsep islam yg diadop HT berlawanan dg jumhur ulama ?
atau malah banyak ulama dunia yang bergabung ke HT ?
atau apakah berarti ulama2 yg sudah bergabung ke HT disebut bukan ulama lagi ?

Luthi

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.155
  • Reputasi: 30
  • Jenis kelamin: Pria
  • forgiven
    • Lihat Profil
Re:HTI
« Jawab #64 pada: Juni 12, 2009, 01:26:25 pm »
@FAUZI
cara ganti nya?
kenapa harus pakai sistem konsep HT?bukankah harus jumhur ulama

Cara gantinya ?
salah satunya melalui dakwah kepada seluruh kalangan baik orang awam maupun elit dan penguasa.


Kenapa harus konsep HT ?
Kalau bukan dari konsep islam yg diadop oleh HT, terus konsep siapa dong ? adakah yang lebih lengkap dari konsep islam yg telah dirunut oleh HT, dari membangun aqidah sampai membangun daulah ?

Kenapa bukan jumhur ulama ?
Apakah konsep islam yg diadop HT berlawanan dg jumhur ulama ?
atau malah banyak ulama dunia yang bergabung ke HT ?
atau apakah berarti ulama2 yg sudah bergabung ke HT disebut bukan ulama lagi ?

dakwah ke kalangan elit?bagaimana melakukan nya,misal HT dilarang?

bukan konsep Islam nya,tapi lebih ke konsep fiqih nya terutama hal2 politik,hubungan international,dll apa sudah kesepakatan ulama??konsep dari aqidah ke daulah mah sudah mapan dari jaman Rasul,jangan ngclaim itu dari HT lah..
tapi daulah bukan tujuan tapi alat untuk dakwah jg,tujuan nya ya Islam ideal

AA-Shift+Del

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 151
  • Reputasi: 4
  • Jenis kelamin: Pria
  • Teteeep...baca ... baca... baca....
    • Lihat Profil
Re:HTI
« Jawab #65 pada: Juni 12, 2009, 02:21:15 pm »

+1 dech untuk AA.Shift + del n. ucapan jenius dari ahli hdist syaikh Nashirudin Al-Albani dengan logika yang jernih, tajam dan sesuai dengan ilmu hadist tentunya. mudah2an Allah memberkatinya... Amiin..... AA Del pertanyaannya adalah sholat apa yang ditakuti oleh Yahudi sesuai dengan hadist yang AA sampaikan. tentunya bukan sholat orang - orang Munafik ataupun Syirik atau bid'ah yang tidak sesuai dengan syariat agama ini.... ya khan ??? :D :D

 ^:)^ ^:)^ ^:)^ makasih.... makasih... Om Mood Cateeet... (yang di bold) :D

kan ada pepatah bahwasanya "Shalat yang paling berat buat orang munafik itu Shubuh ama Isya...
jadi otmatis yang munafik itu bakal berrrat kalo buat shalat shubuh berjemaah mah..." 
Yang jelas Yahudi dan NAsrani akan merasa terancam dan takut terhadap kaum muslimin kalo Shalat Shubuh itu bisa sebanyak shalat Jum'ah... karena kalo "kita pake Logika aja" , kalo Shubuhnya aja bisa sebanyak Shalat Jum'ah berarti Umat islam ini sudah mengerti benar keutamaan Sunnah dalam kesehariannya, dan termasuk dalam Sunnah nabi itu membenci kaum Yahudi dan nasrani (tolong koreksi kalo salah ...maklum ini logika sayah  ;) ...) coba kalo terjadi perang... kita udah berjemaah merapatkan barisan (shalat shubuh dulu)... Mereka masiiih kerek bin molor  I-| , lha wong mereka baru bangun harian aja jam 9 an pagi,   :D :D :D

alhikmah99

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 741
  • Reputasi: -38
  • ada yang punya free
    • Lihat Profil
Re:HTI
« Jawab #66 pada: Juni 12, 2009, 02:40:03 pm »
Bismillah ..!

Kutip
+1 dech untuk AA.Shift + del n. ucapan jenius dari ahli hdist syaikh Nashirudin Al-Albani dengan logika yang jernih, tajam dan sesuai dengan ilmu hadist tentunya. mudah2an Allah memberkatinya... Amiin.....

kalau dibilang logika yang jernih saya nggak sepenuhnya sepakat

saya sepakat dengan ungkapan ini

Kutip
Belajar kapanpun, dimanapun dan dari siapapun

makanya saya juga membaca beliau dan mengadopsi pendapat beliau
dalam bidang fiqh dan ibadah
misalnya tentang pernikahan, dll
misalnya saya mengadopsi pendapat beliau tentang kebolehan aqiqah ddiri sendiri
bagi orang yang sudah dewasa

mengapa kalau dibilang jernih saya nggak sepakat

contoh satu kelemahan beliau adalah
beliau mendhaifkan hadist shahih muslim yang masyhur
karrena ada beberapa jalur periwayatannya
(seandainya satu jalur lemahpun masih ada jalur lainnya)
yaitu hadist yang mafhumnya
"jika dibaiat dua orang khalifah maka bunuhhlah yang kedua" (bukan yang lebih jahil, penj)

hadist ini maknanya
adalah kesatuan kepemimpinan bagi seluruh muslim di seluruh dunia
maka kalau diakui shahih
maka kerajaan arab saudi (kalau menganggap dirinya sah)
mempunyai kewajban memerangi pemimpin-2 di negara-2 lainnya

AA-Shift+Del

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 151
  • Reputasi: 4
  • Jenis kelamin: Pria
  • Teteeep...baca ... baca... baca....
    • Lihat Profil
Re:HTI
« Jawab #67 pada: Juni 12, 2009, 03:23:07 pm »
Bismillah,

" Belajar kapanpun, dimanapun dan dari siapapun "

 :-?  tapi kelihatannya anda malah taklid ama pemahaman golongan Anda  :-?

kalopun anda mengambil fiqih dari beliau, kenapa Aqidahnya ga sekalian di ambil juga, padahal Syeikh bin baz, Syeikh Utsaimin dan Syeikh Albani pun sama sama memvonis pemahaman Aqidah Golongan Anda :
" Mereka (HT) mengatakan , bahwa kami membenarkan azab kubur tetapi kami tidak mengimaninya?! (ini jelas) filsafat yang aneh sekali. Mengapa mereka jadi begini ? sesungguhnya mereka telah datang membawa filsafat pertama, kemudian mereka terperangkap secara sambung-menyambung kedalam banyak filasafat. akhirnya dengan filsafat-filsafat itu mereka keluar dari jalan lurus yang pernah ditempuh para sahabat Nabi shalallahu'alaihi wassalam. "


contoh satu kelemahan beliau adalah
beliau mendhaifkan hadist shahih muslim yang masyhur
karrena ada beberapa jalur periwayatannya
(seandainya satu jalur lemahpun masih ada jalur lainnya)
yaitu hadist yang mafhumnya

"jika dibaiat dua orang khalifah maka bunuhhlah yang kedua" (bukan yang lebih jahil, penj)

hadist ini maknanya
adalah kesatuan kepemimpinan bagi seluruh muslim di seluruh dunia
maka kalau diakui shahih
maka kerajaan arab saudi (kalau menganggap dirinya sah)
mempunyai kewajban memerangi pemimpin-2 di negara-2 lainnya


Ulama itu bukanlah Ahlul Hawa , yang mengedapankan Nafsu...(beda ama kyai), Sayah hanyalah orang yang cekak yang tidak bisa menimbang dan menala'ah Hadist berdasarkan pemahaman sendiri, makanya saya ambil ilmu dari ulama yang telah terakui keilmuannya dalam masalah hadist, kalopun orang lain menilai itu suatu kelmahan Beliu, saya ingin tanya yang melemahkan itu taraf pemahaman, keilmuan ama keshalihannya apakah setara dengan beliau? setidaknya dalam ilmu hadist ? ato cuma mengedapankan LOGIKA ?

for red color:
mungkin ini pengertian berdasarkan logika Anda aj... (sukanya perang ama berontak aja siih... :p )

saya jawab pake logika saya lagi aja yah   :D
hadist yang anda contohkan diatas adalah termasuk bab FIQIH, (kalopun ini benar dilemahkan oleh beliau).
tapi tidak ada ato mungkin belum ada satu ulama lainnyapun yang menyatakan
beliau melemahkan hadist hadist Shohih yang berkaitan dengan bab AQIDAH.

(ato saya belum menemukannya kali  :), cariin ya kalo ada  ;))  :">  >:D< )
« Edit Terakhir: Juni 12, 2009, 03:28:43 pm oleh AA-Shift+Del »

lyceum_salf

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.581
  • Reputasi: 9
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dimana Engkau Berada TUHAN Selalu Melihatmu
    • Lihat Profil
Re:HTI
« Jawab #68 pada: Juni 12, 2009, 03:25:54 pm »
walau bagaimanapun tak ada manusia yang sempurna dia juga pasti memiliki alasan tersendiri... bukankah ada satu hadist yang terkadang didhaifkan oleh ulama ahli hadist satu tapi dishahihkan oleh ulama yang lainnya...

Ini cermin sikap objektif saya dalam belajar dari siapapun ...... terkadang seseorang hanya bisa menerima pendapat dari ulama jamaahnya saja... Al-Albani "identik dengan" jamaah salafi tapi saya bukan orang salagf.... saya juga sering membaca pemikiran HT mengenai kapitalisme dan saya setuju.... saya juga bukan jamaah tarbiyah tapi nasihat dan tausiyah dari golongan mereka juga saya dengarkan.... so what gitu lohh ??? ;D ;D

alhikmah99

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 741
  • Reputasi: -38
  • ada yang punya free
    • Lihat Profil
Re:HTI
« Jawab #69 pada: Juni 12, 2009, 03:33:20 pm »
Bismillah ..!

Kutip
(sukanya perang ama berontak aja siih...  )

hati-2 kalau nulis, jangan sembarangan  :(
entaar jadi fitnah
bukankah sudah saya tulis beberapa kali
kalau kami tidak mengadopsi kekerasan dalam dakwah dan jama'ah  :-j

alhikmah99

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 741
  • Reputasi: -38
  • ada yang punya free
    • Lihat Profil
Re:HTI
« Jawab #70 pada: Juni 12, 2009, 03:35:51 pm »
Bismillah ..!

Kutip
" Mereka (HT) mengatakan , bahwa kami membenarkan azab kubur tetapi kami tidak mengimaninya?! (ini jelas) filsafat yang aneh sekali. Mengapa mereka jadi begini ? sesungguhnya mereka telah datang membawa filsafat pertama, kemudian mereka terperangkap secara sambung-menyambung kedalam banyak filasafat. akhirnya dengan filsafat-filsafat itu mereka keluar dari jalan lurus yang pernah ditempuh para sahabat Nabi shalallahu'alaihi wassalam. "

yang ini juga sembarangan  :(

alhikmah99

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 741
  • Reputasi: -38
  • ada yang punya free
    • Lihat Profil
Re:HTI
« Jawab #71 pada: Juni 12, 2009, 03:39:48 pm »
Bismillah ..!

nggak perlu saya kutip semuanya kan
yang pasti tuduhan al-bhani itu ngawur
mungkin karena beliau tidak pernah bertemu struktur
atau ada titah dari sang raja
saya tak tahu apa

yang pasti saya mengamalkan yang ini
Kutip
"Jika seseorang diantara kamu duduk dalam tasyahud akhir, hendaklah ia berlindung dari 4 hal. (hendaknya) ia mengucapkan doa (artinya): ya, Allah sesungguhnya aku berlindung diri kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam , dari siksa kubur, dari fitnah ketika hidup dan mati, dan dari fitnah al-masih ad-Dajjal. (hadits senada juga diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Nasa'i dengan sanad yang shahih)"

lyceum_salf

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.581
  • Reputasi: 9
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dimana Engkau Berada TUHAN Selalu Melihatmu
    • Lihat Profil
Re:HTI
« Jawab #72 pada: Juni 12, 2009, 03:49:12 pm »
yang saya puji bukan pada bagian itunya yang disebut mas al-hikmah..... CATET.

lyceum_salf

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.581
  • Reputasi: 9
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dimana Engkau Berada TUHAN Selalu Melihatmu
    • Lihat Profil
Re:HTI
« Jawab #73 pada: Juni 12, 2009, 03:59:26 pm »
HTI katanya mengikuti jejak Rasul dalam berdakwah dan mendirikan negara. tapi kalau kita baca sirah Nabi, Nabi pernah hijrah ke Madinah mendirikan negara dan pasukan disana dan kemudian "Memfathu makkah" kota makkah dengan damai. jika analisis ini diterapkan bukankah sebaiknya jika ingin mendirikan khilafah harus keluar dari RI (Anggap kota makkah) lalu membuat khilafah atau negara diluar dan memfathu indonesia.... ini yang jadi pertanyaan saya dari dulu

AA-Shift+Del

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 151
  • Reputasi: 4
  • Jenis kelamin: Pria
  • Teteeep...baca ... baca... baca....
    • Lihat Profil
Re:HTI
« Jawab #74 pada: Juni 12, 2009, 04:00:11 pm »
Bismillah ..!

Kutip
" Mereka (HT) mengatakan , bahwa kami membenarkan azab kubur tetapi kami tidak mengimaninya?! (ini jelas) filsafat yang aneh sekali. Mengapa mereka jadi begini ? sesungguhnya mereka telah datang membawa filsafat pertama, kemudian mereka terperangkap secara sambung-menyambung kedalam banyak filasafat. akhirnya dengan filsafat-filsafat itu mereka keluar dari jalan lurus yang pernah ditempuh para sahabat Nabi shalallahu'alaihi wassalam. "

yang ini juga sembarangan  :(


Wah ada Fitnah nih ... "Ulama Ngomong Sembarangan...."  :-?