Penulis Topik: HTI  (Dibaca 97011 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

MOCHAMAD FAUZI

  • Pengunjung
HTI
« pada: Mei 18, 2009, 03:04:55 pm »
1. Untuk mengaji ke HTI, cukup menghubungi orang2 hti terdekat dari rumah anti.

2. Fikroh dan thoriqoh.
Misalnya ide islam tentang pornografi & pornoaksi, buat kita tidak bisa ditawar-tawar lagi. Dari pandangan fikroh islam batasnya adalah aurat. Untuk wanita boleh muka, telapak tangan. Untuk pria dari pusat sampai dengkul. Gambar2 yang menampakkan aurat dilarang, tarian2 erotis dilarang.

Metode pelaksanaan untuk menerapkan aturan syariat ttg pornografi itu adalah melalui ditegakkannya institusi khilafah. Tidak bisa melalui institusi demokrasi parlementer atau presidential atau monarchi parlementer, dll.

Kutip
Moderator :
Pemisahan dari thread lain ;)
« Edit Terakhir: Mei 19, 2009, 01:25:02 pm oleh d4vid_r5 »

layla azzahra

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.590
  • Reputasi: 90
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Ijinkan hamba mencintaiMu dengan cara ini
    • Lihat Profil
Re:HTI
« Jawab #1 pada: Mei 18, 2009, 03:26:08 pm »
1. Untuk mengaji ke HTI, cukup menghubungi orang2 hti terdekat dari rumah anti.
Alhamdulillah saya punya teman baik dari kelompok2 islam (HTI, IM, LDII, Muhammadiyah, NU).
Dan Alhamdulillah sampai sekarang saya suka mengikuti kajian2 islam di banyak kajian tanpa melihat "dalang"nya.
Jadi, insyaAlloh saya cukup faham pola pikir dari masing2 kelompok (sejauh yang saya ketahui tentunya).


2. Fikroh dan thoriqoh.
Misalnya ide islam tentang pornografi & pornoaksi, buat kita tidak bisa ditawar-tawar lagi. Dari pandangan fikroh islam batasnya adalah aurat. Untuk wanita boleh muka, telapak tangan. Untuk pria dari pusat sampai dengkul. Gambar2 yang menampakkan aurat dilarang, tarian2 erotis dilarang.
Ok, saya sangat sepakat.

Metode pelaksanaan untuk menerapkan aturan syariat ttg pornografi itu adalah melalui ditegakkannya institusi khilafah. Tidak bisa melalui institusi demokrasi parlementer atau presidential atau monarchi parlementer, dll.
Selalu sampai dikalimat yang saya bold saja pernyataan dari ikhwah HTI, dan itu buka bentuk langkah riil dalam hemat saya.
Semuanya bisa mengatakan hal itu...
TApi apa langsung tepat sasaran dengan kondisi negara yang seperti ini?
Saya sangat ingin khilafah islamiyah tegak dimuka bumi ini...
Tapi saya juga sangat sarkasme menyikapi tulisan yang saya bold, tidak ada penyelesaian dari kaliamt anda itu bila kita ramu dalam permasalahan dan kondisi bangsa sekarang.
Masalahnya bukan pada judul sistem tapi pada otak pelaksana sistem...
KArena bagi saya apapun judulnya, selama otak si pelaksana islami dan langsung diaplikasikan pada seluruh sistem kehidupan, maka tujuan tegaknya khilafah islmiyah akan sangat mungkin terwujud.
Dan apabila sebaliknya, bila semua itu "hanya" sebatas omongan dan tulisan, ke khilafahan masih terlalu jauh untuk digapai....
Tulisan dan omongan, OK!
Dan bila ditunjang dengan action, jadi sangat OK!

MOCHAMAD FAUZI

  • Pengunjung
Re:HTI
« Jawab #2 pada: Mei 19, 2009, 12:54:35 pm »
Selalu sampai dikalimat yang saya bold saja pernyataan dari ikhwah HTI, dan itu buka bentuk langkah riil dalam hemat saya.
Semuanya bisa mengatakan hal itu...
TApi apa langsung tepat sasaran dengan kondisi negara yang seperti ini?
Saya sangat ingin khilafah islamiyah tegak dimuka bumi ini...
Tapi saya juga sangat sarkasme menyikapi tulisan yang saya bold, tidak ada penyelesaian dari kaliamt anda itu bila kita ramu dalam permasalahan dan kondisi bangsa sekarang.
Masalahnya bukan pada judul sistem tapi pada otak pelaksana sistem...
KArena bagi saya apapun judulnya, selama otak si pelaksana islami dan langsung diaplikasikan pada seluruh sistem kehidupan, maka tujuan tegaknya khilafah islmiyah akan sangat mungkin terwujud.
Dan apabila sebaliknya, bila semua itu "hanya" sebatas omongan dan tulisan, ke khilafahan masih terlalu jauh untuk digapai....
Tulisan dan omongan, OK!
Dan bila ditunjang dengan action, jadi sangat OK!

[/quote]

Semoga tidak keluar dari tema lebih jauh ( silahkan moderator untuk meng-cut ).

Langkah riil HT ( ini menurut saya ) dalam berdakwah adalah :
mampu memetakan mana yang menjadi lahan garapan individu dan jama'ah dakwah dan mana yang menjadi kewajiban institusi negara ( bukan berarti hendak membeda-bedakan ), agar tidak tumpang tindih.

Misalnya :
kewajiban memberikan sembako yang murah kepada rakyat, itu adalah kewajiban pemerintah bukan kewajiban ormas atau individu. Bila ada ormas yang mengadakan bazar murah, itu baik2 aja dan sangat mulia. Tapi sekali lagi itu bukan kewajiban ormas.
Bila pemerintah tidak memberikan sembako murah maka sebagai individu dan jamaah dakwah harus mengingatkan pemerintah akan kewajibannya, baik melalui buletin, ceramah, mengirim utusan ke pemerintah, maupun masyiroh.

Jadi kegiatan ormas yg mengadakan bazar murah bila tanpa disertai penjelasannya justru akan mengaburkan peran yg seharusnya menjadi kewajiban pemerintah.

Contoh lain :
Ketika terjadi perzinaan, pernah ada ormas yang melakukan hukum syariat yaitu rajam terhadap pelaku. Secara ide ( fikroh ) adalah benar, tapi secara thoriqoh ( metode pelaksanaan ) adalah salah.
Karena yang berkewajiban melaksanakan eksekusi harusnya adalah institusi pemerintah, bukan individu atau ormas.

Jadi.
Sebagai individu yg tergabung di HT saya pikir, tidak usahlah dalam amal riil sosial menyebut2 atau membawa2 nama bahwa kita pernah berinfak sedekah sekian2, saya punya sekolah murah, dll. Saya jamin anda tidak akan pernah menemukan itu, bukan berarti kita tidak ada.

Dan perlu diingat HTI adalah bukan badan sosial, atau lembaga pendidikan.
Jadi tugas jamaah dakwah seharusnya adalah ;
1.melakukan pembinaan thd anggotanya (aqidah, ibadah, ahlak, pemikiran2 islami ).
2.dakwah ke masyarakat, memberikan solusi ( ide islam ) tentang pemasalahan manusia.
3.mengingatkan penguasa tentang kewajibannya yg terabaikan. ( ini langkah riilnya kpd negara, krn pemerintahlah yg paling bertanggung jawab thd urusan rakyat, dialah eksekutifnya, tugas kita sbg rakyat mengingatkan sesuai tuntunan islam agar sang eksekutif tdk terjerumus kedalam kubangan dosa ).

Lebih jelas mungkin kalau ngaji.

izzatuljundi

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 17
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re:HTI
« Jawab #3 pada: Mei 19, 2009, 09:50:23 pm »
“Jadilah seorang kesatria yang kokoh berdiri di atas tanah Namun cita-citanya tinggi menerawang hingga menancap di atas langit”


“Boleh jadi gunung tinggipun hancur berantakan, namun hati seorang pejuang tiada pernah kan bergeming dan berubah, ‘tuk senantiasa memegang teguh janji setianya”

www.hasmi.org

lyceum_salf

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.581
  • Reputasi: 9
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dimana Engkau Berada TUHAN Selalu Melihatmu
    • Lihat Profil
Re:HTI
« Jawab #4 pada: Mei 19, 2009, 10:04:54 pm »
Misalnya :
kewajiban memberikan sembako yang murah kepada rakyat, itu adalah kewajiban pemerintah bukan kewajiban ormas atau individu. Bila ada ormas yang mengadakan bazar murah, itu baik2 aja dan sangat mulia. Tapi sekali lagi itu bukan kewajiban ormas.
Bila pemerintah tidak memberikan sembako murah maka sebagai individu dan jamaah dakwah harus mengingatkan pemerintah akan kewajibannya, baik melalui buletin, ceramah, mengirim utusan ke pemerintah, maupun masyiroh.

Jadi kegiatan ormas yg mengadakan bazar murah bila tanpa disertai penjelasannya justru akan mengaburkan peran yg seharusnya menjadi kewajiban pemerintah.

Contoh lain :
Ketika terjadi perzinaan, pernah ada ormas yang melakukan hukum syariat yaitu rajam terhadap pelaku. Secara ide ( fikroh ) adalah benar, tapi secara thoriqoh ( metode pelaksanaan ) adalah salah.
Karena yang berkewajiban melaksanakan eksekusi harusnya adalah institusi pemerintah, bukan individu atau ormas.

Jadi.
Sebagai individu yg tergabung di HT saya pikir, tidak usahlah dalam amal riil sosial menyebut2 atau membawa2 nama bahwa kita pernah berinfak sedekah sekian2, saya punya sekolah murah, dll. Saya jamin anda tidak akan pernah menemukan itu, bukan berarti kita tidak ada.

Dan perlu diingat HTI adalah bukan badan sosial, atau lembaga pendidikan.
Jadi tugas jamaah dakwah seharusnya adalah ;
1.melakukan pembinaan thd anggotanya (aqidah, ibadah, ahlak, pemikiran2 islami ).
2.dakwah ke masyarakat, memberikan solusi ( ide islam ) tentang pemasalahan manusia.
3.mengingatkan penguasa tentang kewajibannya yg terabaikan. ( ini langkah riilnya kpd negara, krn pemerintahlah yg paling bertanggung jawab thd urusan rakyat, dialah eksekutifnya, tugas kita sbg rakyat mengingatkan sesuai tuntunan islam agar sang eksekutif tdk terjerumus kedalam kubangan dosa ). (kutip mas fauzi)

jika tidak ada yang memberikan makan pada fakir miskin hal itu malah menjadi kewajiban bagi setiap Muslim. saya kurang begitu paham kajian aqidah dan ibadah dalam HT karena dari selebaran HT yang saya dapatkan di Palembang fokus kajian HT hanya dalam Ekonomi Islam, Pemerintahan Islam dan hal - hal lain yang menyangkut kenegaraan.

yang saya bold adalah urusan individu sedangkan yang ditanyakan adalah secara jamaah.... yang ketiga mungkin dalam thread mas alhikmah dijelaskan alasannya adalah Rasul mengutus utusan kepada raja-raja diwilayah lainnya untuk mengajak mereka kepada Islam. tapi perlu dicatat bahwa hal itu setelah terbentuknya negara madinah dan setelah adanya tentara (Mujahid) yang siap tempur

MOCHAMAD FAUZI

  • Pengunjung
Re:HTI
« Jawab #5 pada: Mei 20, 2009, 12:40:34 pm »

jika tidak ada yang memberikan makan pada fakir miskin hal itu malah menjadi kewajiban bagi setiap Muslim. saya kurang begitu paham kajian aqidah dan ibadah dalam HT karena dari selebaran HT yang saya dapatkan di Palembang fokus kajian HT hanya dalam Ekonomi Islam, Pemerintahan Islam dan hal - hal lain yang menyangkut kenegaraan.

Menurut saya,
hal itu salah satu bentuk solusi islam kepada pemerintah dan masyarakat. Bukan berarti kita tidak pernah menyikapi masalah ibadah ( seperti sholat dwi bahasa, penentuan idul fitri, idul adha, ramadhan ). Buletin2 yg kita tampilkan adalah yg masih berkaitan dg masalah2 yg tengah update di masyarakat pada saat itu dan berdasar skala prioritas menurut ht tentunya.

Untuk kajian,
ya tentu ada kitabnya yg diadakan secara intensif dg jadwal dan materi kitab yg sudah diurutkan demikian-demikian seperti kita sekolah, ada pembimbing ada murid. Jadi menilai materi kajiannya bukan dari selebaran meskipun memang hal itu berhubungan.

Misalnya :
kita mengkaji bab penentuan ramadhan di bulan mei ini. Bukan berarti kita keluarkan buletin / selebaran ke masyarakat masalah ramadhan, tentu agak gak nyambung.
Tetapi kita keluarkan buletin masalah pilpres misalnya, tentunya  menurut pandangan islam yg kita adob, kan saat ini lagi hangat. Jadi tujuan lainnya adalah untuk mengimbangi media2 sekuler yg berporos ke amrik biasanya.

yang saya bold adalah urusan individu sedangkan yang ditanyakan adalah secara jamaah.... yang ketiga mungkin dalam thread mas alhikmah dijelaskan alasannya adalah Rasul mengutus utusan kepada raja-raja diwilayah lainnya untuk mengajak mereka kepada Islam. tapi perlu dicatat bahwa hal itu setelah terbentuknya negara madinah dan setelah adanya tentara (Mujahid) yang siap tempur

Anda benar.

Perlu ditelaah kembali, bagaimana Rosul bisa berkuasa di Madinah? padahal Rosul berasal dari Makkah yg jaraknya sekitar 400 ~ 600 km. Dan perlu diingat makka dan yatsrib saat itu masih negeri terpisah, dg penguasa yg berbeda.


MOCHAMAD FAUZI

  • Pengunjung
HT UZBEKISTAN
« Jawab #6 pada: Mei 22, 2009, 12:44:20 pm »
Hudoyberdiyev Aktivis Hizbut Tahrir Akhirnya Syahid Ditangan Rezim Bengis Uzbekistan Karimov ; Sang Istri, Musharraf, kembali ditinggal oleh suami yang syahid, setelah sebelumnya - Usmanov suami pertamanya - juga syahid karena kekejaman Yahudi Karimov.

Setelah dipenjara dan mengalami penyiksaan yang sangat keji oleh rezim bengis Uzbekistan Karimov, seorang anggota Hizbut Tahrir yang bernama Ismat Hudoyberdiyev, 52, akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir di Penjara Zarafshon No. 64/48. Lembaga Aktivis Hak Asasi Manusia Uzbekistan juga melaporkan hal yang sama seperti yang dinyatakan media Uzbekistan. Kematian Ismat Hudoyberdiyev itu telah menambah bilangan syuhada pejuang Khilafah di Uzbekistan seperti Farhad Usmanov yang telah syahid sebelumnya.

Lembaga Hak Asasi Manusia menerima informasi yang menyatakan Ismat Hudoyberdiyev yang berasal dari Daerah Surhandarya telah menjalani hukuman itu sejak tahun 2002, dan akhirnya meninggal dunia akibat daripada penyiksaan yang dilakukan terhadapnya .
Bagi isterinya, Musharraf, ini adalah kali kedua dia kehilangan suami yang sama-sama syahid di jalan dakwah untuk memperjuangkan Khilafah. Musharraf sebelumnya menikah dengan Farhad Usmanov yang kemudian syahid akibat kezoliman Karimov. Usmanov, anak seorang imam besar Uzbekistan ,mempunyai enam orang anak. Dia ditangkap ketika berusia 42 tahun pada musim panas tahun 1999, di atas tuduhan menjadi anggota Hizbut Tahrir. Setelah ditangkap dia dipenjaran kementerian Dalam Negeri di Tashkent. As Syahid Usmanov disiksa hingga syahid pada hari ke-11.
Pada tahun 2002, Musharraf (janda Usmanov) menikah dengan Ismat Hudoyberdiyev. Dia juga ditangkap pada tahun yang sama. Setelah beberapa bulan menunggu, Musharraf telah meminta bantuan Lembagah Hak Asasi Manusia karena merasa kawatir keselamatan suami keduanya yang kemungkinan disiksa dan dibunuh, sebagaimana Farhad Usmanov.
Ia mengatakan kepada organisasi tersebut, bahwa dia tidak dapat menghubungi suaminya selama enam bulan . Pihak penjara mengatakan kepadanya Hudoyberdiyev telah dimasukkan ke dalam penjara.
“Dia berkata, dia telah menyadari pegawai penjara telah menyiksa suaminya secara sistematis , dan dia membuat laporan kepada jaksa umum dan direktur criminal Kementerian Dalam Negeri Uzbekistan, namun dia tidak menerima informasi sedikitpun,” kata Lembaga Hak Asasi Manusia .
Kini, tanggungjawab mengasuh dan membesarkan sembilan orang anaknya yang masih di bawah umur terletak di bahu Musharraf . Insya Allah dia termasuk ke dalam kelompok para isteri solehah yang terus berjuang setelah kehilangan suami untuk selama-lamanya akibat perbuatan zalim Islam Karimov. Sesungguhnya ganjaran yang menanti para wanita sholeh adalah syurga Allah.
Demikianlah betapa beratnya ujian yang dihadapi oleh para pengemban dakwah di bumi kelahiran Imam Bukhari. Para penyebar risalah dakwah yang ikhlas telah dibunuh dengan kejam tanpa perikemanusiaan oleh rejim penguasa yang korup. Masalah ini sudah semestinya menjadi agenda utama umat Islam seluruh dunia saat ini .Sebab, orang-orang mukmin itu adalah bersaudara di antara satu dengan lainnya. Kaum muslim wajib membebaskan saudara mereka dari kezaliman penguasa yang jahat.
Ujian dakwah seperti ini bukanlah sesuatu yang baru di dalam perjuangan dakwah. Setiap perjuangan dakwah akan pasti diuji oleh Allah SWT dengan pelbagai rintangan sebagaimana juga dakwah Rasulullah SAW dan para sahabat ketika mereka berada di Mekah. Pada saat itulah kemenangan dakwah semakin jelas dan hampir. InsyaAllah, hal yang sama akan terjadi pada zaman ini.
Islam tidak akan dapat dilenyapkan walaupun para pejuangnya dibunuh. Justeru, para mukhlisin (orang-orang yang ikhlas) yang memperjuangkan penegakkan Daulah Khilafah akan dapat melihat dengan nyata bahwa pertolongan Allah semakin dekat. Sehingga tibalah masanya, Khilafah Rasyidah kali kedua kembali didirikan dan memancarkan cahaya Islam ke seluruh alam. Insya Allah (www.mykhilafah.com)

http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/hudoyberdiyev-aktivis-hizbut-tahrir-akhirnya-syahid/

lyceum_salf

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.581
  • Reputasi: 9
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dimana Engkau Berada TUHAN Selalu Melihatmu
    • Lihat Profil
Re:HTI
« Jawab #7 pada: Mei 24, 2009, 03:08:18 pm »
Perlu ditelaah kembali, bagaimana Rosul bisa berkuasa di Madinah? padahal Rosul berasal dari Makkah yg jaraknya sekitar 400 ~ 600 km. Dan perlu diingat makka dan yatsrib saat itu masih negeri terpisah, dg penguasa yg berbeda. (kutip mas fauzi)

Dan hasil telaah antum bagaimana ???

MOCHAMAD FAUZI

  • Pengunjung
Re:HTI
« Jawab #8 pada: Mei 25, 2009, 12:08:21 pm »
Perlu ditelaah kembali, bagaimana Rosul bisa berkuasa di Madinah? padahal Rosul berasal dari Makkah yg jaraknya sekitar 400 ~ 600 km. Dan perlu diingat makka dan yatsrib saat itu masih negeri terpisah, dg penguasa yg berbeda. (kutip mas fauzi)

Dan hasil telaah antum bagaimana ???


tanpa peperangan.

drai

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.604
  • Reputasi: 7
  • "masih selalu bahagia"
    • Lihat Profil
Re:HTI
« Jawab #9 pada: Mei 25, 2009, 12:52:29 pm »
kemane aja bang? masih yang dulu kekeh dengan HTI...
 :)) :)) ;;)

MOCHAMAD FAUZI

  • Pengunjung
KETAKUTAN KAUM KAFIR.
« Jawab #10 pada: Mei 25, 2009, 12:54:41 pm »
Baru-baru ini Australian Strategic Policy Institute (ASPI) mengeluarkan laporan khusus bagaimana mengkonter radikalisasi internet di Asia Tenggara. Dalam salah satu bagian dari laporan yang berjudul Countering internet radicalisation in Southeast Asia (edisi March 2009 — Issue 22) menyoroti website HTI. Salah satu saran dari lembaga kajian ini adalah menindak tegas pengelola website yang dituding radikal.

Mengingat pentingnya internet dalam menyebarkan paham ekstrimis, artikel ini menyarankan tiga macam strategi, yaitu strategi keras, strategi lunak, dan strategi berbasis intelijen. Strategi keras berarti toleransi nol yang menindak website dan adminnya secara tegas. Strategi lunak menggunakan counter website yang mempromosikan islam yang lebih toleran dan inklusif. Strategi terakhir adalah berbasis intelijen yang bertugas memonitor, penyidikan, penghentian kegiatan hingga penahanan. Tiga strategi ini diharapkan bisa dilakukan secara bersamaan.
Bagi umat Islam, saran-saran seperti ini tentunya tidaklah mengherankan. Kesadaran umat tentang penting menegakkan syariah dan khilafah telah membuat takut negara-negara imperialis termasuk Australia. Sebab tegaknya syariah dan Khilafah akan menghentikan penjajahan mereka atas dunia Islam. Untuk terkesan objektif , biasanya laporan dibuat seolah-olah lembaga kajian yang netral dan ilmiah. Namun, bukan rahasia umum, kalau banyak lembaga kajian yang dimanfaatkan untuk kepentingan politik negara imperialis.
Lembaga kajian seperti ini sering mempersoalkan dakwah lewat internet yang dilakukan kelompok Islam dengan tudingan teroris dan ekstrimis. Tapi tidak mempersoalan media masa Barat yang juga menjadi alat propaganda liberalisme yang jauh lebih massif dan sistematis untuk mendukung kebijakan penjajahan negara Barat. Yang jelas , bagi umat Islam, bagaimanapun sikap negara-negara imperialis tersebut perjuangan untuk menegakkan syariah Islam lewat berbagai media terus berjalan dan tidak boleh berhenti. Karya-karya besar tetap dinantikan umat.

lyceum_salf

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.581
  • Reputasi: 9
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dimana Engkau Berada TUHAN Selalu Melihatmu
    • Lihat Profil
Re:HTI
« Jawab #11 pada: Mei 25, 2009, 02:12:39 pm »
Perlu ditelaah kembali, bagaimana Rosul bisa berkuasa di Madinah? padahal Rosul berasal dari Makkah yg jaraknya sekitar 400 ~ 600 km. Dan perlu diingat makka dan yatsrib saat itu masih negeri terpisah, dg penguasa yg berbeda. (kutip mas fauzi)

Dan hasil telaah antum bagaimana ???


tanpa peperangan.

saya udah beri jawaban pada mas al-hikmah..... saya kurang ngeh kalau dakwah dibagi dalam periode makkah dan madinah karena jika kita sepakat periode makkah yang saat ini kita jalankan, apalagi dengan mengQiyaskan dengan periode sumayah dan amr bin yasir yang disiksa, maka syariat sholat lima waktu belum di bebankan.... jika mengqiyaskan dengan perjuangan nabi maka seharusnya anda juga berhijrah... anggap indonesia sebagai makkah pada waktu itu. galang kekuatan dinegeri luar kemudian taklukkan indonesia kalau mas fauzi konsisten dengan apa yang mas fauzi yakini.... yang harus ditekankan adalah sifat dakwah nabi dan titik tekan perjuangan nabi yaitu la illahailallah (Tauhid) / akidah. jika mengacu pada kategori dakwah nabi, saya rasa juga anda membalik periode dakwah nabi. karena titik tekannya yang utama adalah akidah, ibadah baru fase terakhir pembentukan khilafah.

tanpa kekerasan saya sepakat karena
"serulah mereka ke jalan Tuhanmu dengan Hikmah dan mauizhatil hasanah"
« Edit Terakhir: Mei 25, 2009, 02:14:14 pm oleh lyceum_salf »

MOCHAMAD FAUZI

  • Pengunjung
Re:HTI
« Jawab #12 pada: Mei 26, 2009, 12:44:27 pm »
Perlu ditelaah kembali, bagaimana Rosul bisa berkuasa di Madinah? padahal Rosul berasal dari Makkah yg jaraknya sekitar 400 ~ 600 km. Dan perlu diingat makka dan yatsrib saat itu masih negeri terpisah, dg penguasa yg berbeda. (kutip mas fauzi)

Dan hasil telaah antum bagaimana ???


tanpa peperangan.

saya udah beri jawaban pada mas al-hikmah..... saya kurang ngeh kalau dakwah dibagi dalam periode makkah dan madinah karena jika kita sepakat periode makkah yang saat ini kita jalankan, apalagi dengan mengQiyaskan dengan periode sumayah dan amr bin yasir yang disiksa, maka syariat sholat lima waktu belum di bebankan.... jika mengqiyaskan dengan perjuangan nabi maka seharusnya anda juga berhijrah... anggap indonesia sebagai makkah pada waktu itu. galang kekuatan dinegeri luar kemudian taklukkan indonesia kalau mas fauzi konsisten dengan apa yang mas fauzi yakini.... yang harus ditekankan adalah sifat dakwah nabi dan titik tekan perjuangan nabi yaitu la illahailallah (Tauhid) / akidah. jika mengacu pada kategori dakwah nabi, saya rasa juga anda membalik periode dakwah nabi. karena titik tekannya yang utama adalah akidah, ibadah baru fase terakhir pembentukan khilafah.

tanpa kekerasan saya sepakat karena
"serulah mereka ke jalan Tuhanmu dengan Hikmah dan mauizhatil hasanah"


Saudaraku.
Benar saya setuju. Dengan akidah dan ibadah. Karena kebetulan dalam kajian awal yg saya ikuti juga masalah itu.

Mengenai perbedaan periode mekah jaman nabi dan saat ini,
 bedanya ( secara singkat ) adalah bahwa saat ini islam sudah turun kaffah. Itulah tantangan kita. Sehingga benturannya lebih banyak. Kalau periode mekah jaman nabi, mungkin tantangannya lebih banyak ke aqidah. Sekarang ya aqidah, ya pornografi, ya privatisasi bumn, ya kriminal, ya demokrasi...dll yg semuanya tdk dihukumi dg hukum islam, padahal semua hukum sdh diturunkan dari langit.

Itulah sebabnya kita / kami sebisa mungkin menjawab semua pemasalahan masyarakat, dimana masalahnya bukan hanya sebatas aqidah dan ibadah ( meskipun muaranya pada aqidah ), seperti hukum nikah siri, hukum atas penghinaan kpd nabi, hukum para koruptor.

Adapun kesamaannya pada periode mekkah jaman nabi dg saat ini,
kita melakukan tanpa kekerasan / peperangan. Sekalipun banyak para pendakwah harus gugur / syahid. Kita tdk membalasnya. Seperti yg pernah dialami oleh keluarga yasir, bilal, dll. Demikian pula spt yg menimpa saudara kami farhad usmanov di uzbek, dll.

Insyallah. Mohon doanya.

MOCHAMAD FAUZI

  • Pengunjung
Re:HTI
« Jawab #13 pada: Mei 26, 2009, 12:52:58 pm »
kemane aja bang? masih yang dulu kekeh dengan HTI...
 :)) :)) ;;)

Insyallah, masih gabung dg HTI dalam memperjuangkan syariat islam.

Antum baik2 aja saudaraku?

lyceum_salf

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.581
  • Reputasi: 9
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dimana Engkau Berada TUHAN Selalu Melihatmu
    • Lihat Profil
Re:HTI
« Jawab #14 pada: Mei 26, 2009, 03:27:29 pm »
insya Allah di doakan kita ber "Fastabiqul khairat"