Penulis Topik: bagi para manulafil  (Dibaca 6670 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

82

  • Pengunjung
Re: bagi para manulafil
« Jawab #15 pada: Oktober 03, 2006, 05:17:55 pm »
jangan 100% percaya sama psikologi minded...ada hal yang tidak bisa diselesaikan menurut pemikiran psikologi, tapi bisa diselesaikan dengan pemikiran berdasarkan agama.
yang dibicarakan hanya subjek-objeknya, bukan pemecahan masalah.
kalau dalam pemecahan masalah, semua ilmu dapat digunakan untuk saling mengisi.

yup!
toh teori psikologi mestinya juga ga boleh menyimpang dari Islam kan?
justru psikologi (teori barat termasuk yang diambil akhie 82) itu subyektif, sedangkan Islam itu obyektif.
term "Muhammad melakukan X sehingga X adalah benar"
Subjek dalam hal ini adalah Muhammad dan X adalah objek.

dalam psikologi Variable X benar atau salah tidak tergantung subjek, tetapi dalam Islam,
minimal Islam menurut anda (saya menggunakan contoh dari yang anda tulis) kebenaran X sangat terkait dengan subjek.


coba anda jelaskan pernyataan anda bahwa "psikologi itu subjektif edangkan Islam objektif" dengan menggunakan contoh. Bisa tidak?
kalau tidak bisa berarti anda membuat pernyataan tersebut hanya benar benar 'atas emosi belaka'. dan yg dibawah jadi, "marked + weighed"

Kutip
emosi ?
jelaslah ! muslim mana yang ga emosi kalo Allah dan Rosul-Nya direndahkan ?
direndahkan? pada?

Kutip
menganggap Rosul itu manusia luar biasa bukan berarti syirik ahk,
justru itu adalah ungkapan yang pantas karena beliau adalah manusia teladan
cek dulu arti syirik ya !
Luar biasa tidak sama dengan sempurna.
manusia yang luar biasa tetap adalah manusia yang dapat melakukan kesalahan

Sempurna hanya milik Allah dan bukankan menganggap bahwa ada yang sesempurna Allah termasuk syirik?


"marked"
« Edit Terakhir: Oktober 03, 2006, 08:08:42 pm oleh 82 »

PernikMuslim

  • Moderator
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.033
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Pria
  • Silahkan hubungi saya, saya akan membantu anda :)
    • Lihat Profil
    • PERNIKMUSLIM.com :: Toko Buku Muslim OnLine PENUH KEJUTAN!! :)
Re: bagi para manulafil
« Jawab #16 pada: Oktober 03, 2006, 09:07:17 pm »
term "Muhammad melakukan X sehingga X adalah benar"
Subjek dalam hal ini adalah Muhammad dan X adalah objek.

dalam psikologi Variable X benar atau salah tidak tergantung subjek, tetapi dalam Islam,
minimal Islam menurut anda (saya menggunakan contoh dari yang anda tulis) kebenaran X sangat terkait dengan subjek.

Memang dalam Islam X sangat terkait dengan Subjek, terutama jika subjeknya adalah Allah dan RasulNya.
Sekarang tolong buktikan bahwa variabel X tidak tergantung objek!

contoh: seorang misionaris berdakwah pada agamanya? BENAR atau SALAH ?


Kutip
coba anda jelaskan pernyataan anda bahwa "psikologi itu subjektif edangkan Islam objektif" dengan menggunakan contoh. Bisa tidak?
kalau tidak bisa berarti anda membuat pernyataan tersebut hanya benar benar 'atas emosi belaka'. dan yg dibawah jadi, "marked + weighed"

siapa penemu ilmu psikologi? manusiakah?
siapa yang merumuskan psikologi? manusiakah?

Terserah kalo anta anggap Islam itu Subjektif dan psikology itu objektif.
Tapi Wallahi ana lebih memilih apa yang subjektif menurut Allah dan RasulNya dibandingkan apa yang subjektif menurut manusia. karena seperti yang kita tahu, manusia yang bodoh selalu lebih banyak daripada manusia yang pintar.

Kutip
direndahkan? pada?

jangan pura pura lupa akh
Kutip
saya sendiri menganggap pedofilia(dan lawannya), poligami, dan berbagai hal lain sebagai tidak pantas.
kalau soal urusan 'Muhammad pun melakukannya'. yaah Nabi / Rasul-pun manusia.

ana rasa anta sudah melewati batas dengan menghina Rasulillah. tobat akh, anta bisa terus berargumen, tapi argumen Allah itu absolut *Mark It!*

Kutip
Luar biasa tidak sama dengan sempurna.
manusia yang luar biasa tetap adalah manusia yang dapat melakukan kesalahan

kan ana sudah jelaskan, Rasulullah melakukan kesalahan, TAPI selalu diingatkan oleh Allah sehingga langsung memperbaiki kesalahan2 tersebut.

dan apakah anta pernah tahu dalam al-Qur'an atau Hadits, ada 'ralat' untuk poligami???

anta boleh berdalih dengan apa yang anta pikir sebagai manusia. TAPI, selama anta nggak membawakan dalil dan hanya berbicara menurut psikologi, hakikat, filsafat, dan whatever yang semacamnya, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Perkasa

Allahua'lam

82

  • Pengunjung
Re: bagi para manulafil
« Jawab #17 pada: Oktober 03, 2006, 10:17:58 pm »
contoh: seorang misionaris berdakwah pada agamanya? BENAR atau SALAH ?
dari sisi agama apa masalah ini dihakimi?
dari sisi agama yang disebarkan oleh missionaris tersebut: benar
dari sisi agama yang tidak disebarkan oleh missionaris tersebut: salah
subjektif kan.

Kutip
siapa penemu ilmu psikologi? manusiakah?
siapa yang merumuskan psikologi? manusiakah?
Ya
Ya

Kutip
Terserah kalo anta anggap Islam itu Subjektif dan psikology itu objektif.
sip

Kutip
Tapi Wallahi ana lebih memilih apa yang subjektif menurut Allah dan RasulNya dibandingkan apa yang subjektif menurut manusia. karena seperti yang kita tahu, manusia yang bodoh selalu lebih banyak daripada manusia yang pintar.
maksudnya anda lebih memilih (apa yang subjektif menurut Allah dan RasulNya)menurut anda.

Kutip
jangan pura pura lupa akh
Kutip
saya sendiri menganggap pedofilia(dan lawannya), poligami, dan berbagai hal lain sebagai tidak pantas.
kalau soal urusan 'Muhammad pun melakukannya'. yaah Nabi / Rasul-pun manusia.
tulisan itu anda anggap menghina?
saya anggap tidak.

Kutip
ana rasa anta sudah melewati batas dengan menghina Rasulillah. tobat akh, anta bisa terus berargumen, tapi argumen Allah itu absolut *Mark It!*
yang anda anggap argumen Allah hanyalah "argumen Allah menurut pemikiran anda". no mark point there.

Kutip
dan apakah anta pernah tahu dalam al-Qur'an atau Hadits, ada 'ralat' untuk poligami???
tidak perlu ada ralat. syarat adil sudah mustahil bagi manusia.
Kutip
anta boleh berdalih dengan apa yang anta pikir sebagai manusia. TAPI, selama anta nggak membawakan dalil dan hanya berbicara menurut psikologi, hakikat, filsafat, dan whatever yang semacamnya, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Perkasa

saya menulis tentunya dari sudut pandang saya, seperti anda menulis dari sudut pandang anda
pada saat tidak ada kesamaan, saya katakan NORMAL karena kita manusia yang berbeda.
« Edit Terakhir: Oktober 03, 2006, 10:28:11 pm oleh 82 »

PernikMuslim

  • Moderator
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.033
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Pria
  • Silahkan hubungi saya, saya akan membantu anda :)
    • Lihat Profil
    • PERNIKMUSLIM.com :: Toko Buku Muslim OnLine PENUH KEJUTAN!! :)
Re: bagi para manulafil
« Jawab #18 pada: Oktober 04, 2006, 03:52:10 am »
So.. akh 82.

Ingat! dalam forum dudung ini sudah sepantasnyalah kita berdiskusi mengacu pada Islam. dan pemahaman yang anta bawa, seperti anta akui sendiri, bukan dari Islam. alangkah baiknya kalo anta berdiskusi urusan ini di forum lain ajah ;)

abu abidar

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 7
  • Reputasi: 1
    • Lihat Profil
Re: bagi para manulafil
« Jawab #19 pada: Oktober 04, 2006, 10:04:43 am »
Hati hati Akhi? 82........Liberal..!!! Gak usah dilayani nguras energi?

MAKA DEMI TUHANMU, MEREKA PADA HAKEKATNYA TIDAK BERIMAN HINGGA MEREKA MENJADIKAN KAMU (MUHAMMAD) HAKIM DALAM PERKARA YANG MEREKA PERSELISIHKAN, KEMUDIAN MEREKA TIDAK MERASA KEBERATAN DALAM HATI MEREKA TERHADAP PUTUSAN YANG KAMU BERIKAN DAN MEREKA MENERIMA DENGAN SEPENUHNYA. (4:65)

82

  • Pengunjung
Re: bagi para manulafil
« Jawab #20 pada: Oktober 04, 2006, 12:42:53 pm »
So.. akh 82.
Ingat! dalam forum dudung ini sudah sepantasnyalah kita berdiskusi mengacu pada Islam. dan pemahaman yang anta bawa, seperti anta akui sendiri, bukan dari Islam. alangkah baiknya kalo anta berdiskusi urusan ini di forum lain ajah ;)

no problem. dan bagi mod, silakan close thread ini.

Hati hati Akhi? 82........Liberal..!!! Gak usah dilayani nguras energi?

heheh satu lagi orang close minded.
ada benarnya yang dikatakan seorang kawan saya.
"hampir tidak mungkin ada orang religius fundamentalis yang mampu berpikir dari berbagai sisi"
haha

"marked"
"weighed"
« Edit Terakhir: Oktober 04, 2006, 12:45:30 pm oleh 82 »

dewidee

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 212
  • Reputasi: 3
  • Jenis kelamin: Wanita
  • ..wardatiy; asyuuqu ilaik..
    • Lihat Profil
Re: bagi para manulafil
« Jawab #21 pada: Oktober 06, 2006, 10:17:07 am »
bismillahirrahmanirrahim
insyaAllah akan lebih baik kalo saya menarik diri dari diskusi ini. bukan karena saya merasa tidak bisa menjawab pertanyaan akhie sebelumnya, tapi saya khawatir akan menjurus ke arah debat kusir yang justru malah menjauhkan kita dari kebenaran, menguras pikiran, waktu, dan tenaga karena sesungguhnya sejak awal yang jadi dasar pijakan kita berbeda. kalo saya, kang pernik, abu abidar, dll berpikir dalam konteks hukum syara', tapi ternyata akhie lebih suka berpegang teguh pada teori-teori psikologi akhie.

pesan saya (terserah akhie mo nerima atau tidak) :
1. hati-hatilah ketika bertindak dan berbicara. kalo cuma menyinggung manusia, maka sesungguhnya manusia cuma bisa membalas dengan tindakan dan ucapan di dunia. tapi kalo menyinggung Allah dan Rosul-Nya, insyaAllah akhie tidak akan pernah bisa tahan dengan adzab Allah di akhirat kelak. nau'dzubillah
2. syariat Allah itu sempurna, sehingga tidak ada yang tidak pantas ketika Allah telah mensyariatkannya, terlepas dari persepsi manusia apakah syariat Allah itu menguntungkan atau tidak
3. berargumenlah dengan dalil. ada banyak ayat dalam al Quran dan hadits Rosul yang bisa akhie jadikan hujjah. karena sesungguhnya syariat Islam diterapkan berdasarkan dalil, bukan teori-teori buatan manusia, psikologi, logika mantiq/filsafat, ide-ide liberalisme dll

semoga Allah berkenan membukakan hati kita yang tertutup dari kebenaran. semoga Allah berkenan mempertemukan kita dalam topik diskusi lain yang lebih bermanfaat dan memang ditujukan untuk memperoleh kebenaran.

wallahu a'lam bishshowab
jazakumullah khoir