Penulis Topik: apa yg menghalangi berjilbaba?  (Dibaca 1683 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

qieyyah

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 337
  • Reputasi: 3
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
apa yg menghalangi berjilbaba?
« pada: Maret 29, 2009, 05:05:36 pm »

MUQADDIMAHrn
''Dan demi jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan rnkepada jiwa itu (jalan) kefasikan
dan ketakwannnya. '' (Asy Syams: 7-8 ) rn
Manusia diciptakan oleh Allah dengan sarana untuk meniti jalan kebaikan atau rnjalan kejahatan. Allah memerintahkan
agar kita saling berwasiat untuk mentaati rnkebenaran, saling memberi nasihat di antara kita dan menjadikannya di
antara rnsifat-sifat orang yang terhindar dari kerugian. rn
Sebagaimana disebutkan dalam surat Al 'Ashr, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi rnWasallam menjelaskan bahwa kewajiban
kita terhadap sesama adalah saling rnmenasihati. rn
Beliau bersabda:''Orang mukmin adalah cermin bagi orang mukmin lainnya '' rn(Diriwayatkan oleh Thabrani dalam ''Al
Autsah'' dan dishahihkan oleh Al Albani rndalam Shah Jami'ush Shaghir, hadits no. 6531) rn
Dengan kata lain, seorang mukmin bisa menyaksikan dan mengetahui rnkekurangannya dari mukmin yang lain.
Sehingga ia laksana cermin bagi dirinya. rnTetapi cermin ini tidak memantulkan gambar secara fisik melainkan
memantulkan rngambar secara akhlak dan perilaku. Islam juga --sebagaimana dalam banyak rnhaditsmenganjurkan dan
mengajak pemeluknya agar sebagian mereka mencintai rnsebagian yang lain. Di antara pilar utama dari kecintaan ini,
hendaknya engkau rnberharap agar saudaramu masukSurga dan dijauhkan dari Neraka. Tak sebatas rnberharap,
namun engkau harus berupaya keras dan maksimal urituk menyediakan rnberbagai sarana yang menjauhkan
saudaramu dari hal-hal yang membahayakan dan rnmerugikannya, di dunia maupun di akhirat. rn
Hal-hal di atas itulah yang melatar belakangi buku sederhana ini kami rnhadirkan. Selain itu, kecintaan dan rasa kasih
sayang kami kepada segenap remaja rnputeri di seluruh dunia Islam. Tentu,juga keinginan kami untuk menjauhkan
mereka rndari bahaya dan kerugian di dunia maupun di akhirat. rn
Lebih khusus, buku ini kami hadirkan untuk segolongan kaum muslimah yang rnbelum mentaati perintah berhijab ('Hijab:
Maksudnya, busana wanita muslimah yang rnmenutupi seluruh bagian tubuhnya dari kepala hingga telapak kaki, hijab
tersebut rnmempunyai syarat-syarat tertentu. (lihat him.66 ) rn
seperti yang diperintahkan syariat. Baik karena belum mengetahui bahwa hijab rnadalah wajib, karena tidak mampu
melawan tipu daya dan pesona dunia, karena rntakluk di hadapan nafsu yang senantiasa memerintahkan keburukan
atau tunduk oleh rnbisikan setan, karena pengaruh teman yang tidak suka kepada kebaikan bagi sesama rnjenisnya
atau karena alasan-alasan lain. rn
Kami memohon kepada Allah semoga uraian dalam buku sederhana ini menjadi rnpembuka hati yang terkunci,
menggetarkan perasaan yang tertidur, sehingga bisa rnmengembalikan segenap akhawat yang belum mentaati perintah
ber-hijab, kepada rnfitrah yang telah diperintahkan Allah Subhanahu Wata'ala. rn
SYUBHAT DAN SYAHWAT rn
Setan bisa masuk kepada manusia melalui dua pintu utama, yaitu syubhat dan rnsyahwat. Seseorang tidak melakukan
suatu tindak maksiat kecuali dari dua pintu rntersebut. Dua perkara itu merupakan penghalang sehingga seorang muslim
tidak rnmendapatkan keridhaan Allah, masuk Surga dan jauh dari Neraka. Di bawah ini akan rnkita uraikan sebab-sebab
utama dari syubhat dan syahwat. rn
A. SYUBHAT PERTAMA : MENAHAN GEJOLAK SEKSUAL rn
Syubhat ini menyatakan, gejolak nafsu seksual pada setiap manusia adalah rnsangat besar dan membahayakan.
Ironinya, bahaya itu timbul ketika nafsu tersebut rnditahan dan dibelenggu. Jika terus menerus ditekan, ia bisa
mengakibatkan rnledakan dahsyat. rn
Hijab wanita akan menyembunyikan kecantikannya, sehingga para pemuda tetap rnberada dalam gejolak nafsu seksual
yang tertahan, dan hampir meledak, bahkan rnterkadang tak tertahankan sehingga ia lampiaskan dalam bentuk tindak
perkosaan rnatau pelecehan seksual lainnya. rn
Sebagai pemecahan masalah tersebut, satu-satunya cara adalah membebaskan rnwanita dari mengenakan hijab, agar
para pemuda mendapatkan sedikit nafas bagi rnpelampiasan nafsu mereka yang senantiasa bergolak di dalam. Dengan
demikian, rnhasrat mereka sedikit bisa terpenuhi. Suasana itu lalu akan mengurangi bahaya rnledakan gejolak nafsu
yang sebelumnya tertahan dan tertekan. rn
http://www.jilbab.or.id - Jilbab Online - Portal Muslimah Indonesia Powered by Mambo Open Source Generated: 20 June, 2005, 10:29
1. Bantahan rn
Sepintas, syubhat di atas secara lahiriah nampak logis dan argumentatif. rnKelihatannya, sejak awal, pihak yang
melemparkan jalan pemecahan tersebut ingin rnmencari kemaslahatan bagi masyarakat dan menghindarkan mereka
dari kehancuran. rnPadahal kenyataannya, mereka justru menyebabkan bahaya yang jauh lebih besar rnbagi
masyarakat, yaitu menyebabkan tercerai-berainya masyarakat, kehancurannya, rnbahkan berputar sampai seratus
delapan puluh derajat pada kebinasaan. rn
Seandainya jalan pemecahan yang mereka ajukan itu benar, tentu Amerika dan rnNegara-negara Eropa serta Negaranegara
yang berkiblat kepada mereka akan rnmenjadi negara yang paling kecil kasus perkosaan dan kekerasannya
terhadap kaum rnwanita di dunia, juga dalam kasus-kasus kejahatan yang lain. rn
Amerika dan negara-negara Eropa amat memperhatikan masalah ini, dengan alasan rnkebebasan individual. rn
Di sana, dengan mudah anda akan mendapatkan berbagai majalah porno dijual di rnsembarang tempat. Acara-acara
televisi, khususnya setelah pukul dua belas malam, rnmenayangkan berbagai adegan tak senonoh, yang
membangkitkan hasrat seksual. Bila rnmusim panas tiba, banyak wanita di sana membuka pakaiannya dan hanya
mengenakan rnpakaian bikini. Dengan keadaan seperti itu, mereka berjemur di pinggir pantai rnatau kota-kota pesisir
lainnya. Bahkan di sebagian besar pantai dan pesisir, rnmereka boleh ber******* dada dan hanya memakai penutup
ala kadarnya. rnTerminal-terminal video rental bertebaran di seluruh pelosok Amerika dengan rnsemboyan ''Adults Only''
(khusus untuk orang dewasa). Di terminal-terminal ini, rnanak-anak cepat tumbuh matang dalam hal seksual sebelum
waktunya. Siapa saja rndengan mudah bisa menyewa kaset-kaset video lalu memutarnya di rumah atau rnlangsung
menontonnya di tempat penyewaan. rn
Rumah-rumah bordil bertaburan di mana-mana. Bahkan di sebagian negara, rnmemajang para wanita tuna susila
(pelacur) di etalase sehingga bisa dilihat oleh rnpeminatnya dari luar. rn
Apa kesudahan dari hidup yang serba boleh (permisif) itu? Apakah kasus rnperkosaan semakin berkurang? Apakah
kepuasan mereka terpenuhi, sebagaimana yang rnramai mereka bicarakan? Apakah para wanita terpelihara dari bahaya
besar ini? rnrn
2. Data Statistik Amerika rn
Dalam sebuah buku berjudul ''Crime in U.S.A'' terbitan Pemerintah Federal di rnAmerika --yang ini berarti data
statistiknya bisa dipertanggungjawabkan karena rnia dikeluarkan oleh pihak pemerintah, tidak oleh paguyuban sensus--
di halaman 6 rndari buku ini ditulis: ''Setiap kasus perkosaan yang ada selalu dilakukan dengan rncaua kekerasnlz dan rn
iru terjadi di Amerika setiap enam menit sekali. '' Data ini adalah yang rntejadi pada tahun 1988 , yang dimaksud dengan
kekerasan di sini adalah dengan rnmenggunakan senjata tajam. rn
Dalam buku yang sama juga disebutkan: rn
1. Pada tahun 1978 di Amerika tejadi sebanyak 147,389 kasus perkosaan. 2. rnPada tahun 1979 di Amerika tejadi
sebanyak 168,134 kasus perkosaan. 3. Pada rntahun 1981 di Amerika tejadi sebanyak 189.045 kasus perkosaan. 4.
Pada tahun rn1978 di Amerika tejadi sebanyak 211.691 kasus perkosaan. 5. Pada tahun 1978 rndi Amerika tejadi
sebanyak 211.764 kasus perkosaan. rn
Data statistik ini, juga data-data sejenis lainnya  yang dinukil dari rnsumber-sumber berita yang dapat
dipertanggungjawabkan-- menunjukkan semakin rnmelonjaknya tingkat pelecehan seksual di negara-negara tersebut.
Tidak lain, rnkenyataan ini merupakan penafsiran empiris (secara nyata dan dalam praktik rnkehidupan sehari-hari) dari
firman Allah: rn
''Hai Nabi, katakanIah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan rnisteri-isteri orang mukmin, 'Hendaklah
mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh rntubuh mereka'. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk
dikenal, karena rnitu mereka tidak diganggu .....''(Al Ahzab: 59 ) rn
Sebab turunnya ayat ini, --sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Qurthubi rndalam tafsirnyakarena para wanita biasa
melakukan buang air besar di padang rnrn
terbuka sebelum dikenalnya kakus (tempat buang air khusus dan tertutup). Di rnantara mereka itu dapat dibedakan
antara budak dengan wanita merdeka. Perbedaan rnitu bisa dikenali yakni kalau wanita-wanita merdeka mereka
menggunakan hijab. rnDengan begitu, para pemuda enggan mengganggunya. rn
Sebelum turunnya ayat ini, wanita-wanita muslimah juga melakukan buang hajat rndi padang terbuka tersebut. Sebagian
http://www.jilbab.or.id - Jilbab Online - Portal Muslimah Indonesia Powered by Mambo Open Source Generated: 20 June, 2005, 10:29
orang-orang dujana mengira kalau dia adalah rnbudak, ketika diganggu, wanita muslimah itu berteriak sehingga laki-laki
itu pun rnkabur. Kemudian mereka mengadukan peristiwa tersebut kepada Nabi shallallahu rn'alaihi wasallam , sehingga
turunlah ayat ini. rn
Hal ini menegaskan, wanita yang memamerkan auratnya, mempertontonkan rnkecantikan dan kemolekan tubuhnya
kepada setiap orang yang lain lalang, lebih rnberpotensi untuk diganggu. Sebab dengan begitu, ia telah membangkitkan
nafsu rnseksual yang terpendam. rn
Adapun wanita yang ber-hijab maka dia senantiasa menyembunyikan kecantikan rndan perhiasannya. Tidak ada yang
kelihatan daripadanya selain telapak tangan dan rnwajah menurut suatu pendapat. Dan pendapat lain mengatakan, tidak
boleh terlihat rndari diri wanita tersebut selain matanya saja. rn
Syahwat apa saja yang bisa dibangkitkan oleh wanita ber-hijab itu? Instink rnseksual apa yang bisa digerakkan oleh
seorang wanita yang menutup rapat seluruh rntubuhnya itu? rn
Allah mensyari'atkan hijab agar menjadi benteng bagi wanita dari gangguan rnorang lain. Sebab Allah Subhanahu
Wata'ala mengetahui, pamer aurat akan rnmengakibatkan semakin bertambahnya kasus pelecehan seksual, karena
perbuatan rntersebut membangkitkan nafsu seksual yang sebelumnya tenang. rn
Kepada orang yang masih mempertahankan dan meyakini kebenaran syubhat rntersebut, kita bisa menelanjangi
kesalahan mereka melalui empat hakikat: rn
Pertama, berbagai data statistik telah mendustakan cara pemecahan yang mereka rntawarkan. rn
Kedua, hasrat seksual terdapat pada masing-masing pria dan wanita. Ini rnmerupakan rahasia Ilahi yang dititipkan Allah
pada keduanya untuk hikmah yang rnamat banyak, diantaranya demi kelangsungan keturunan. jika boleh berandaiandai,
rnandaikata hasrat seksual itu tidak ada, apakah keturunan manusia masih bisa rndipertahankan? Tak seorang
pun memungkiri keberadaan hasrat dan naluri ini. rnTetapi, dengan tidak mempertimbangkan adanya naluri seksual
tersebut tiba-tiba rnsebagian laki-laki diminta berlaku wajar di tengah pemandangan yang serba rnterbuka dan *******.
Amat ironi memang. rn
Ketiga, yang membangkitkan nafsu seksual laki-laki adalah tatkala ia melihat rnkecantikan wanita, baik wajah, atau
anggota tubuh lain yang mengundang syahwat. rnSeseorang tidak mungkin melawan fitrah yang diciptakan Allah
(kecuali mereka rnyang dirahmati Allah), sehingga bisa memadamkan gejolak syahwat-nya tatkala rnmelihat sesuatu
yang membangkitkannya. rn
Keempat, orang yang mengaku bisa mendiagnosa nafsu seksual yang tertekan rndengan mengumbar pandangan mata
kepada wanita cantik dan ******* sehingga rnnafsunya akan terpuaskan (dan dengan demikian tidak menjurus pada
perbuatan yang rnlebih jauh, misalnya pemerkosaan atau pelecehan seksual lainnya), maka yang ada rnhanya dua
kemungkinan: rn
Pertama, orang itu adalah laki-laki yang tidak bisa terbangkitkan nafsu rnseksualnya meski oleh godaan syahwat yang
bagaimana pun (bentuk dan jenisnya), rnia termasuk kelompok orang yang dikebiri kelaminnya sehingga dengan cara
apa pun rnmereka tidak akan merasakan keberadaan nafsunya. rn
Kedua, laki-laki yang lemah syahwat atau impoten. Aurat yang dipamerkan itu rntak akan mempengaruhi dirinya. rn
Apakah orang-orang yang membenarkan syubhat tersebut (sehingga dijadikannya rnjalan pemecahan) hendak
memasukkan kaum laki-laki dari umat kita ke dalam salah rnsatu dari dua golongan manusia lemah di atas?
Na'udzubillah min dzalikrn
B. SYUBHAT KEDUA : BELUM MANTAPrn
Hal ini lebih tepat digolongkan kepada syahwat dan menuruti hawa nafsu rndaripada disebut syubhat. Jika salah
seorang ukhti yang belum mentaati perintah rnberhijab ditanya, mengapa ia tidak mengenakan hijab? Di antaranya ada
yang rnmenjawab: ''Demi Allah, saya belum mantap dengan berhijab. Jika saya telah merasa rnmantap dengannya saya
akan berhijab, insya Allah.''rn
Ukhti yang berdalih dengan syubhat ini hendaknya bisa membedakan antara dua rnhal. Yakni antara perintah Tuhan
dengan perintah manusia. Jika perintah itu rndatangnya dari manusia maka manusia bisa salah dan bisa benar. Imam
Malik rnberkata: ''Dan setiap orang bisa diterima ucapannnya dan juga bisa ditolak, rnkecuali (perkataan) orang yang
ada di dalam kuburan ini.'' Yang dimaksudkan rnadalah Rasulullah Shallallahu 'Alnihi Wasallam.rn
Selagi masih dalam bingkai perkataan manusia, maka seseorang tidak bisa rndipaksa untuk menerima. Karenanya,
dalam hal ini, setiap orang bisa berucap rn''belum mantap'', dan ia tidak bisa dihukum karenanya.Adapun jika perintah itu
http://www.jilbab.or.id - Jilbab Online - Portal Muslimah Indonesia Powered by Mambo Open Source Generated: 20 June, 2005, 10:29
rnsalah satu dari perintah-perintah Allah, dengan kata lain Allah yang rnmemerintahkan di dalam kitabNya, atau
memerintahkan hal tersebut melalui NabiNya rnagar disampaikan kepada umatnya, maka tidak ada alasan bagi manusia
untuk rnmengatakan ''saya belum mantap''.Bila ia masih mengatakan hal itu dengan penuh rnkeyakinan, padahal ia
mengetahui perintah tersebut ada di dalam kitab Allah Tn rn'aln, maka hal tersebut bisa menyeretnya pada bahaya yang
sangat besar, yakni rnkeluar dari agama Allah, sementara dia tidak menyadarinya. Sebab dengan begitu rnberarti ia
tidak percaya dan meragukan kebenaran perintah tersebut. Karena itu, rnia adalah ungkapan yang sangat
berbahaya.Seandainya ia berkata: ''Aku wanita rnkotor'',''aku tak kuat melawan nafsuku'', ''jiwaku rapuh'' atau ''hasratku
untuk itu rnsangat lemah'' tentu ungkapan-ungkapan ini dan yang sejenisnya tidak bisa rndisejajarkan dengan ucapan:rn
''Aku belum mantap.'' Sebab ungkapan-ungkapan tersebut pengakuan atas rnkelemahan, kesalahan dan kemaksiatan
dirinya. Ia tidak menghukumi dengan salah rnatau benar terhadap perintah-perintah Allah secara semaunya. Juga tidak
termasuk rnyang mengambil sebagian perintah Allah dan mencampakkan yang lain.Allah rnberfirman.Artinya:rn
''Dan ridaklah patut bagi laki-laki mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan rnmukminah, apabila Allah dan RasulNya
telah menerapkan suatu ketetapan, akan ada rnbagi mereka piIihan (yang lain) tentang trrusan mereka. Dan
barangsiapa rnmendurhakai AIlah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang rnnyata. '' (Al-Ahzab:
36)rn
1. Sikap Yang Dituntutrn
Ketika seorang hamba mengaku beriman kepada Allah, percaya bahwa Allah lebih rnbijaksana dan lebih mengetahui
dalam penetapan hukum daripada dirinya -sementara rndia sangat miskin dan sangat lemah-- maka jika telah datang
perintah dari Allah, rntidak ada pilihan lain baginya kecuali mentaati perintah tersebut. Ketika rnmendengar perintah
Allah, sebagai seorang mukmin atau mukminah, mereka wajib rnmengatakan sebagaimana yang dikatakan orang-orang
beriman:rn
Artinya:''... Kami dengar dan kami taat''. (Mereka berdo'a), 'Ampunilah rnkami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah
tempat kembali.' (Al Baqarah: 285)rn
Ketika Allah memerintahkan kita dengan suatu perintah, Dia Maha Mengetahui rnbahwa perintah itu untuk kebaikan kita,
dan salah satu sebah bagi tercapainya rnkebahagiaan kita. Demikian pula ha!nya dengan ketika memerintah wanita
rnber-hijab, Dia Maha Mengetahui bahwa ia adalah salah satu sebab tercapainya rnkebahagiaan, kemuliaan dan
keagungan wanita.rn
Allah Subhanahu Wata 'ala Maha Mengetahui, ilmuNya meliputi segala sesuatu, rnmengetahui sejak sebelum manusia
diciptakan, juga mengetahui apa yang akan rntejadi di masa mendatang dengan tanpa batas, mengetahui apa yang
tidak akan rntejadi dari berbagai peristiwa, juga Dia mengetahui andaikata peristiwa tersebut rntejadi, apa yang bakal
terjadi selanjutnya. rn
Dengan kepercayaan seperti ini, yang merupakan keyakinan umat Islam, apakah rnpatut dan masuk akal kita menolak
perintah Allah Yang Maha Luas ilmuNya, rnselanjutnya kita menerima perkataan manusia yang memiliki banyak
kekurangan, dan rnilmunya sangat terbatas?rn
2. Contoh dari Kenyataan Sehari-hariSebagai contoh, dapat kita kemukakan rndari kenyataan hidup sehari-hari. Bila kita
membeli satu unit komputer sementara rnorang yang merakitnya ada di dekat kita, dia mengerti betul bagaimana cara
rnmengoperasikannya, memahami dari A hingga Z seluk beluk alat canggih tersebut, rnmaka logiskah jika kita
memanggil tukang cuci mobil untuk mengajari kita cara rnpengoperasian komputer?rn
Tentu sangat tidak logis. Akal kita akan mengatakan, kita mesti memanggil rnahli komputer untuk mengajari bagaimana
cara penggunaan alat tersebut, berikut rncara memperbaikinya jika tejadi kerusakan. Kita meyakini, yang menciptakan
rnmanusia dan membentuknya adalah Tuhan manusia, yaitu Allah. Karena itu, sangat rnwajar jika Allah yang lebih
mengetahui tentang apa yang membahayakan dan memberi rnmanfaat manusia.rn
Dan jelaslah, bertahkim, patuh dan menyerah kepada selain Allah adalah cermin rnketidak warasan, kebodohan dan
kedunguan. Kedunguan itu disebabkan karena kita rnpatuh kepada seseorang yang tidak mengetahui. Barangsiapa
yang mengambil nasihat rnorang bodoh berarti dia menggelincirkan dirinya pada kebinasaan.Ironinya, rninilah yang
tejadi pada kita kaum muslimin, betapa banyak kaum muslimin yang rnmenuntut jawaban dari orang yang tidak
mengetahuinya. Sebagaimana betapa banyak rndari kalangan kita yang tidak memahami bahwa yang dimaksud kata
''Islam'' adalah rnmenyerah, patuh dan tunduk secara total kepada perintah-perintah Allah dan rnlaranganlaranganNya.