Penulis Topik: tragedi situ gintung  (Dibaca 5457 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

oki_toink

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.635
  • Reputasi: 47
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:tragedi situ gintung
« Jawab #15 pada: Maret 31, 2009, 02:42:26 pm »
ya saya setuju aja...sep2  :great:

د ج ل

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.084
  • Reputasi: 11
  • Jenis kelamin: Pria
  • my personalities
    • Lihat Profil
    • amgidarap kilab kitit
Re:tragedi situ gintung
« Jawab #16 pada: Maret 31, 2009, 03:28:24 pm »
ayo... yang deket... siap2 jadi panitia :-"

nees

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.121
  • Reputasi: 23
  • Jenis kelamin: Wanita
  • just wait and see ^__^
    • Lihat Profil
Re:tragedi situ gintung
« Jawab #17 pada: April 01, 2009, 02:37:29 pm »
siapa nih pj nya??

kapan kah mau dimulai??? :D

Orchid

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 731
  • Reputasi: -32
  • Jenis kelamin: Wanita
  • -nothing-
    • Lihat Profil
Re:tragedi situ gintung
« Jawab #18 pada: April 01, 2009, 05:04:20 pm »
baru mau usul
dudungers jakarta pade kemana?
nees hayu pimpin temen - temen di jakrta
biasanya pada nurut tuh sama nisa

faritz

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.805
  • Reputasi: 28
  • Jenis kelamin: Pria
  • It's Not Just Black & White...
    • Lihat Profil
Re:tragedi situ gintung
« Jawab #19 pada: April 01, 2009, 05:05:20 pm »
‘Tragedi Situ Gintung’ Bukti Kelalaian Penguasa

Berita sedih sekaligus perih tiba-tiba kembali menyayat hati kita. Untuk ke sekian kali, suasana duka-lara menyelimuti bangsa ini. Setelah rentetan musibah dan bencana beberapa waktu lalu yang mulai mereda, kita kembali dikagetkan oleh sebuah bencana yang menebarkan kengiluan dan kepiluan yang sama: ‘Tragedi Situ Gintung’.

Ledakan besar menandai ambrolnya tanggul sisi timur Situ Gintung Ciputat, Jumat subuh 27 Maret lalu; menggelentorkan 200 juta meter kubik air danau ke tiga kampung dan perumahan warga di bawahnya. Menurut catatan Depkes, sampai Sabtu malam (28/3), ‘tsunami kecil’ itu telah menewaskan sedikitnya 91 orang, 107 lainnya hilang, 183 rumah hancur lebur dan lima unit mobil rusak parah. “Ini bencana,” tandas Wapres Jusuf Kalla, tatkala meninjau lokasi musibah pada hari kejadian.

Ya. Seperti dikemukakan Ridwan Saidi, penulis buku Bencana Bersama SBY yang diluncurkan pada 11 Maret 2009 di Jakarta, dalam periode kekuasaan SBY-JK yang hampir genap 5 tahun telah terjadi paling tidak 400 bencana alam. Yang terbesar adalah musibah tsunami NAD-Sumut pada 26 Desember 2004, dan gempa DIY-Jateng 27 Mei 2006.

Dalam bukunya Ridwan Saidi menuturkan, rentetan bencana alam yang mengakrabi Indonesia merupakan peringatan dari Allah SWT terhadap bangsa ini yang membiarkan semakin terjadinya kerusakan dan kemaksiatan.

Memang, seperti dikemukakan Presiden SBY, secara alamiah Indonesia adalah negeri yang sangat rawan bencana. Merujuk pada perhitungan Walhi (Wahana Lingkungan Hidup), secara natural 83% wilayah Indonesia berpotensi bencana. Misalnya, gempa bumi dan letusan gunung berapi. Kondisi ini ditambah dengan kenyataan bahwa 2/3 wilayah Indonesia adalah lautan, yang memungkinkan rawan gempa dibarengi intaian tsunami. Sejarah membukukan, sejak 1820 Nusantara sudah diguncang gempa dan tsunami.

Namun, lanjut Walhi, selain karena faktor alamiah, bencana lebih banyak lantaran ulah manusia. Dalam berbagai bencana, faktor alam hanyalah salah satu penyebab dengan proporsi yang kecil. Faktor terbesar justru datang dari ketidakmampuan penguasa dalam mengurus alam serta meremehkan ancaman bencana. Kondisi lingkungan hidup yang semakin rusak menambah percepatan terjadinya bencana.

Dalam situasi seperti itu, tulis Walhi, penguasa tidak melakukan upaya sungguh-sungguh membangun suatu sistem kesiap-siagaan dalam menghadapi bencana. Negara gagal membangun sistem pendidikan yang memasukkan perspektif kerentanan bencana dalam kurikulum; gagal melakukan sosialisasi terhadap ancaman bencana; gagal melindungi lingkungan dari laju kerusakan; dan gagal dalam melakukan fungsi pengawasan terhadap kegiatan yang potensial menimbulkan bencana ekologis, seperti dalam tragedi ‘Lumpur Lapindo’ di Sidoarjo, Jawa Timur.

Ketidakseriusan Pemerintah dalam mengelola politik dalam negeri, membuat 98% rakyat Indonesia berada pada posisi rentan terhadap ancaman bencana. Lantaran terbodohkan dan termiskinkan, jutaan rakyat hidup melata di pinggiran sungai, lereng gunung, perbukitan, kolong jembatan, pinggir rel kereta api, seputar tempat pembuangan sampah dan berbagai tempat berbahaya lainnya. Mereka berebut tempat dengan kecoa, kelabang, ular, buaya, macan atau gajah yang merupakan pribumi habitat tersebut.

Dalam keadaan seperti itu, sedikit saja terjadi gejala alam seperti gempa atau longsor, ancaman akan berubah menjadi petaka yang merenggut korban jiwa dan harta rakyat.

Tragedi Situ Gintung ini bukti yang ke sekian kalinya. Bendungan yang dibangun Belanda pada 1932 ini, kerusakannya sudah dikeluhkan dan dilaporkan warga sejak 2 tahun lalu kepada Dinas Perairan setempat. Namun, menurut Marwanto, warga Kampung Cirendeu, laporan tak ditanggapi. Bahkan pada November 2008, luberan air Situ pernah terjadi dan segera pula dilaporkan masyarakat, tetapi tetap dianggap sepele saja oleh pemda setempat.

Di sisi lain, lahan hijau penopang keliling Situ terus saja berubah menjadi permukiman dan areal bisnis, sementara kondisi tanggul kian membahayakan lantaran hanya berupa tanah tanpa beton. Hal ini diakui Departemen PU pada 2007, bahwa telah terjadi alih fungsi kawasan Situ se-Jadebotabek; dari total luas 193 situ di Jabodetabek sekitar 2.337,10 hektar, hanya tinggal 1.462,78 hektar saja. Hanya 19 situ yang kondisinya masih baik.

Direktur Eksekutif Nasional Walhi, Berry Nahdian Forqan, juga mengkritik lemahnya koordinasi antar-Pemda di wilayah Jabodetabek untuk memulihkan kawasan hulu dan wilayah tangkapan air, khususnya untuk kawasan DAS Ciliwung dan Cisadane.

Bahkan dalam tragedi Situ Gintung, terkesan penguasa Banten dan DKI saling lempar tanggung jawab. Penelantaran wilayah perbatasan antar-propinsi seperti kawasan Ciputat ini memang khas Indonesia.

Akhirnya, tidak aneh jika Andre Victhek, novelis dan senior fellow di Oakland Institute Amerika Serikat, dalam tulisannya di The International Herald Tribune dan The Financial Times edisi 12 Februari 2007, menyatakan bahwa bencana beruntun yang menewaskan ribuan orang Indonesia lebih merupakan ‘pembunuhan massal’ ketimbang tragedi bencana alam.

part of Al-Islam bulletin, edition 449

.::senyum chandra::.

  • from djogdja with love...
  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.610
  • Reputasi: 11
  • Jenis kelamin: Wanita
  • wong djogdja ^^
    • Lihat Profil
Re:tragedi situ gintung
« Jawab #20 pada: April 03, 2009, 07:27:41 am »
kabar terbaru di 7 harinya tragedi situ gintung...
1. pemerintah masih saling lempar tanggung jawab krn letak situ gintung yg berada di perbatasan DKI Jakarta dan Banten.
2. banyak warga yg tinggal di area sangat dekat dengan situ gintung yang ternyata tidak mempunyai IMB namun setiap tahunnya selalu diwajibkan membayar pajak bumi dan bangunan.
3. data terakhir korban menyebutkan ada 100 warga yg meninggal.


**bagaimana dengan usulan pengumpulan dana dudunger utk korban situ gintung?? jangan sampai jadi pahlawan kesiangan  ;D

subzero

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.268
  • Reputasi: 15
  • Jenis kelamin: Pria
  • - kaki kita -
    • Lihat Profil
Re:tragedi situ gintung
« Jawab #21 pada: April 03, 2009, 07:42:21 am »
kq di dudung masih sepi2 aja
temen2 di tetangga sebelah udah mulai bergerak tuh untuk pengumpulan donasi
mari tunjukan kepedulian kita juga yuk...apalagi buat yang punya kenangan di sana  :)

Orchid

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 731
  • Reputasi: -32
  • Jenis kelamin: Wanita
  • -nothing-
    • Lihat Profil
Re:tragedi situ gintung
« Jawab #22 pada: April 03, 2009, 07:43:22 am »
Kt y bntuan makan n pakaian dah melimpah mpe lbh.lbh guna uang x y.bwt trauma healing jg dah ada.ky'y bntuan laen yg lbh brdaya guna

subzero

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.268
  • Reputasi: 15
  • Jenis kelamin: Pria
  • - kaki kita -
    • Lihat Profil
Re:tragedi situ gintung
« Jawab #23 pada: April 03, 2009, 07:51:06 am »
yupz..mang kalo bisa uang

kalo temen2 di sebelah rencananya mo kerjasama ma lembaga lain juga yang memang membuka posko buat tragedi situ

Qudama

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 327
  • Reputasi: 7
    • Lihat Profil
Re:tragedi situ gintung
« Jawab #24 pada: April 03, 2009, 07:52:02 am »

2. banyak warga yg tinggal di area sangat dekat dengan situ gintung yang ternyata tidak mempunyai IMB namun setiap tahunnya selalu diwajibkan membayar pajak bumi dan bangunan.


kalo yg ini koyo'e tdk salah mb, krn warga mmg yg memanfaatkan tanah tsb . pembyran pbb melalui blanko SPPT nya kan bukan bukti kepemilikan hak, biar dia cuma nyewa,ngontrak,nebeng doang. tetep terdata sbg Wajib Pajek.
Ei, org pajek bener kaga neh ??  ;D

Areyou

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 708
  • Reputasi: 13
  • Jenis kelamin: Pria
  • Lihat Mata Saya.....BERUBAH..!!!
    • Lihat Profil
Re:tragedi situ gintung
« Jawab #25 pada: April 03, 2009, 11:11:53 am »
^
^
^
MBetul Mbetul......

PBB itu dikenakan kepada orang yg menguasai tanah dan bangunan tersebut.....

calon_akhwat

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 4.737
  • Reputasi: 56
    • Lihat Profil
Re:tragedi situ gintung
« Jawab #26 pada: April 03, 2009, 11:57:58 am »
eh gimana kalo dudunger ngumpuin dana buat korban disana? ;;)
ayo, siap. kapan mau berjalan nih program baksos untuk situ gintung?

.::senyum chandra::.

  • from djogdja with love...
  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.610
  • Reputasi: 11
  • Jenis kelamin: Wanita
  • wong djogdja ^^
    • Lihat Profil
Re:tragedi situ gintung
« Jawab #27 pada: April 03, 2009, 09:10:44 pm »
mudah2an minggu depan aku bisa ke sana bareng temen2 kampus

nyebelin deh..kata seniorku yg udah ke sana

ada satu posko dari suatu organisasi pemuda (ga mau kusebutin namanya)..
..trus sok2 ngusir2in posko org. kesannya menguasai lahan gitu.....

wah tindak aja mi, tunjukkan ke-ami-an mu...

ya kalau memang susah untuk mengorganisir dudunger yg akhirnya malah saling menanti dan melempar tanggung jawab (sama tuh kaya pemerintahnya  ;D ) lebih baik disalurkan saja perorangan melalui dompet2 yg sudah disediakan baik oleh pemerintah ataupun swasta...

4RTY

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 232
  • Reputasi: 10
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
Re:tragedi situ gintung
« Jawab #28 pada: April 06, 2009, 09:46:15 am »
dah ktemu mba tread nya hehe,,,,

menanti & melempar (boleh masuk team football) jd 'enak' nich yg deket   :">
gimana? mo himpun dana u dudungers atau mo langsung masukin dompet2 yg dah tersedia temens?

Jodi-Muslim

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.046
  • Reputasi: 16
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hadapi dengan senyuman
    • Lihat Profil
Re:tragedi situ gintung
« Jawab #29 pada: April 09, 2009, 04:03:11 pm »
OOT dikit,

Terakhir gw tilawah, sampe dengan QS: Saba'
di ayat 16 gw baca artinya ternyata berbunyi,

"Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar [disebabkan runtuhnya bendungan Ma'rib] dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr"

Begitu baca ayat itu gw langsung teringat ama Situ Gintung...
Wallahua'alam, semoga korban disana diberi ketabahan & kesabaran