Penulis Topik: Artikel Seputar Bayi dan Permasalahannya  (Dibaca 42758 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

vian

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.062
  • Reputasi: 76
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Artikel Seputar Bayi dan Permasalahannya
« Jawab #15 pada: Desember 28, 2009, 12:17:26 pm »
Rabu, 23 Desember 2009 | 11:26 WIB

KOMPAS.com - Jika bayi bisa lahir secara alami, mengapa harus disesar? Ternyata, bayi lahir sesar lebih beresiko mengalami berbagai gangguan kesehatan dibandingkan bayi lahir normal. Apa saja gangguan itu? Dr.Erick Fransisco Kan, M.Med, Sp.A dari Siloam Hospital Karawaci membeberkannya.

1. Gangguan pernapasan
TTNB (Transient Tachypnea of the New Born) adalah gangguan pernapasan yang paling sering dikhawatirkan terjadi pada bayi sesar. Gangguan ini terjadi akibat cairan yang memenuhi paru-paru janin selama berada dalam rahim tidak terkompresi mengingat bayi sesar tinggal "terima jadi". Padahal, proses persalinan per vaginam melewati jalan lahir inilah yang memungkinkan cairan yang memenuhi paru-paru semasa janin berada dalam rahim dipompa habis keluar.

Selain itu, proses kompresi juga terjadi berkat kontraksi rahim ibu secara berkala. Kontraksi yang lama-kelamaan semakin kuat ini akan menekan tubuh bayi, sehingga otomatis cairan dalam paru-parunya ikut keluar. Nah, pada bayi sesar, kedua proses kompresi tadi tidak terjadi dengan sempurna.

2. Rendahnya sistem kekebalan tubuh
Data berdasarkan evidance base memang belum ada. Namun pada proses persalinan normal, bayi berpindah dari rahim yang nyaris steril ke lingkungan luar melalui proses yang berlangsung lama dan melibatkan kontraksi selama berjam-jam. Saat lahir pun, mulut bayi tidak tertutup sehingga banyak kuman yang masuk ke dalam mulut, bahkan sampai ke pencernaan. Imbasnya, bayi mengalami kontak alami dengan mikroba floral dalam jalan lahir ibunya yang kemudian berkoloni di ususnya. Hal ini sangat berpengaruh pada perkembangan dan pematangan sistem kekebalan tubuhnya.

3. Rentan alergi
Baik dari kondisi "kotor" di jalan lahir yang tidak dilalui si bayi yang dilahirkan secara sesar, maupun tertundanya pemberian ASI sesegera mungkin, membuat risiko alergi pada bayi jadi lebih tinggi. Belum lagi paparan antibiotik yang biasanya diberikan kepada bayi sesar sebagai langkah berjaga-jaga dari kemungkinan infeksi, juga meningkatkan risiko alergi.

4. Emosi cenderung rapuh
Meski belum terbukti melalui penelitian ilmiah, kondisi psikologis bayi sesar diduga cenderung lebih rapuh dibanding bayi yang dilahirkan secara normal. Faktanya, bayi yang lahir normal memang dihadapkan pada kondisi tidak nyaman dimana ia harus melewati jalan lahir yang sempit dan berliku disertai tekanan hebat akibat kontraksi rahim. Perjuangan inilah yang diyakini dapat melatih mental si kecil sejak dini. Boleh jadi faktor ini memberi kontribusi tersendiri terhadap kepribadian si anak kelak.

Akan tetapi pola asuh yang diberikan orangtua dan bagaimana pengaruh lingkungan terbukti lebih ikut memberi warna apakah seseorang lebih tahan banting atau tidak ketika menghadapi stres kehidupan.

5. Terpengaruh anestesi
Kondisi ini mungkin saja terjadi. Karenanya, tim dokter yang terdiri dari dokter kebidanan dan kandungan, dokter anak, dan dokter anestesi harus berhitung secermat mungkin agar pembiusan pada bayi berpengaruh seminim mungkin. Untuk itu, umumnya anestesi yang digunakan adalah anestesi spinal yang berdosis rendah. Penggunaan bius total membuat bayi terlihat agak ngantuk karena dikeluarkan saat masih di bawah pengaruh anestesi.

6. Minim peluang IMD
Bayi sesar kurang mendapatkan kesempatan untuk menjalani IMD alias inisiasi menyusu dini. Ini karena kondisi bayi sesar berbeda dari kondisi bayi lahir normal yang bisa langsung ditempelkan di dada ibunya dengan refleks yang cukup kuat untuk mencapai ******* ibu. Sementara pada persalinan sesar, hal yang tak bisa segera dilakukan mengingat bayi biasanya langsung dipasangi infus dan selang oksigen guna membantu pernapasannya. Si ibu pun umumnya masih dalam keadaan "teler" akibat pengaruh obat anestesi. (Nakita/Theresia)



Editor: Anna



Note :

Kondisi diatas jangan dijadikan patokan, karena kesemua itu tergantung banyak faktor & bukan karena faktor cesar semata. Misal IMD, jika si dokter tanggap, maka segera setelah bayi dikeluarkan ia akan diarahkan ke ASI ibunya, sama halnya dg bayi lahir normal. Pemasangan selang & infus hanya dilakukan jika si bayi mengalami gangguan serius. Kalau baik2 saja, ya gak perlu.
Gangguan2 kesehatan lain bisa terjadi karena faktor keturunan, yg artinya memang sudah menjadi bawaan lahir, misal alergi (lha, saya lahir normal tapi dari kecil udah alergian :D )
Kenapa cesar...? Banyak faktor yg membuat bayi terpaksa lahir cesar, meskipun berbagai usaha sudah dilakukan agar bayi lahir normal.
Secara umum, kelahiran cesar lebih banyak membawa dampak kepada si ibu, yang menjadi memiliki berbagai keterbatasan utk kelahiran bayi berikutnya.

Sumber : personal experience & berbagai sumber
« Edit Terakhir: Desember 28, 2009, 12:21:21 pm oleh vian »

angela

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 447
  • Reputasi: 3
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
Re: Artikel Seputar Bayi dan Permasalahannya
« Jawab #16 pada: April 27, 2010, 10:24:03 am »
Mau tanya nie,,,
Keponakan angela baru umur 3hari, nga-asi nya kuat banget, tapi rewel terus, oleh neneknya itu bayi dikasih pisang, ee ternyata diam aja, pules bgt tidurnya, gak rewel. Sampai usia 13 hari juga klu gk d kasih pisang ni anak rewel, dan di usia 13 hari gerakanya lincah banget, miring-miring begitu, kadang karna polahnya si bayi ampe melorot total dari kasurnya, pupup na normal, pertanyaanya, bahaya enggak ya bayi seusia itu makan pisang.

arif budiman

  • Moderator
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.392
  • Reputasi: 71
  • Jenis kelamin: Pria
  • My little angels
    • Lihat Profil
Re: Artikel Seputar Bayi dan Permasalahannya
« Jawab #17 pada: April 27, 2010, 01:26:57 pm »
Mau tanya nie,,,
Keponakan angela baru umur 3hari, nga-asi nya kuat banget, tapi rewel terus, oleh neneknya itu bayi dikasih pisang, ee ternyata diam aja, pules bgt tidurnya, gak rewel. Sampai usia 13 hari juga klu gk d kasih pisang ni anak rewel, dan di usia 13 hari gerakanya lincah banget, miring-miring begitu, kadang karna polahnya si bayi ampe melorot total dari kasurnya, pupup na normal, pertanyaanya, bahaya enggak ya bayi seusia itu makan pisang.
kalo gitu gpp

tetangga rumah katanya juga cerita anaknya dikasih pisang pas baru lahir
si bayi rewel karena masih laper.. ASI-nya ga cukup memuaskan lapernya

dinie_bgt

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.977
  • Reputasi: 56
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
Nanya donk... Bgmn cara menyapih bayi...
« Jawab #18 pada: Juli 09, 2010, 10:13:14 pm »
Ada yang tau ga ya gmn caranya untuk "nyapih" bayi... Dan solusinya untuk bayi yg ga mau minum susu formula...
Soale bentar lagi fakhri mau disapih dan belakangan ini lagi nyoba ngasih susu formula tapi dengan sukses dimuntahkan lagi...  :-&
Padahal dah pake mug bayi yg ada sedotannya...  :-/
Paling fakhri maunya minum susu ultra...   :p

Klo ada gitu yg punya artikelnya atau punya pengalaman pribadi.. Thx before...  ;)

arif budiman

  • Moderator
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.392
  • Reputasi: 71
  • Jenis kelamin: Pria
  • My little angels
    • Lihat Profil
Re: Artikel Seputar Bayi dan Permasalahannya
« Jawab #19 pada: Juli 13, 2010, 10:16:56 am »
kalo pengalaman thifal, yang juga ga pernah minum susu formula, bagian yang paling susah ditinggalkan itu nenen saat mau tidur, bukan karena haus/lapar, tapi karena kebiasaan..

tapi kebetulan pas udah saatnya disapih, istri saya ada acara di bali dan harus nginep 2 malem
jadi ya anaknya udah ga punya pilihan lain selain harus tidur ga pake nenen atau pas siang hari ya kepaksanya makan/minum susu yang ada..

ayahnya juga mesti terlibat nyelimur dan ngebujuk anaknya supaya ga nyari2 bundanya