Penulis Topik: Artikel Seputar Bayi dan Permasalahannya  (Dibaca 42759 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

vian

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.062
  • Reputasi: 76
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Artikel Seputar Bayi dan Permasalahannya
« pada: Maret 13, 2009, 04:48:11 pm »
Thread ini khusus memuat artikel, informasi, atau pengetahuan lainnya tentang bayi dan segala permasalahannya.

Saya punya beberapa artikel mengenai bayi yg akan saya posting secara bertahap disini.

Kepada teman-teman yg punya informasi atau artikel tentang bayi, silahkan di post disini, dan bagi yg memerlukan silahkan dicopas utk dibaca.

Jika ada sumbernya, mohon utk mencantumkan link atau sumbernya.
Jika tidak ada, tidak dipaksa.

Kebetulan artikel-artikel yg saya punya gak ada sumbernya :D

Kepada moderator setempat, jika ada thread-thread ttg bayi dan masalah yg berkaitan dengannya di forum ini, mungkin bisa disatukan disini, supaya mudah mencarinya bagi yg membutuhkan.
Lebih bagus lagi kalo thread ini disticky :D

Please....tidak ada tanya jawab & dilarang OOT disini.
Kepada mody, kalo ada yg OOT langsung bantai saja >:)

Semoga bermanfaat :)

vian

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.062
  • Reputasi: 76
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
12 Kejutan pada Bayi Baru
« Jawab #1 pada: Maret 13, 2009, 04:50:07 pm »
Siap-siap ya. Bayi-bayi baru lahir senang sekali memberi ‘kejutan’. Seringkali benar-benar tak terduga lho…

Meski Anda sudah membaca seabrek ulasan tentang seorang bayi, entah mengapa, kehidupan dengan bayi baru selalu saja diwarnai dengan hal-hal yang menakjubkan. Ternyata, ada banyak juga yang bisa dipelajari langsung dari bayi Anda kalau nggak mau repot-repot buka buku atau sharing dengan orang lain.

Berikut berbagai kejutan yang mungkin diberikan oleh si kecil, namun mengkhawatirkan orang tua baru pada hari-hari pertamanya:

“Kok, bayiku jelek?”

Biasanya, Anda bayangkan idealnya bayi itu montok, pipinya kemerah-merahan, dan cute . Jika kepala bayi Anda agak aneh dan bentuknya kerucut pada awalnya, mungkin saja ini karena ia sudah berjam-jam terjepit di panggul. Agar pas melalui jalan lahir, mau tidak mau tengkorak kepala menyesuaikan diri. “Ini untuk melindungi terjadinya retaknya tengkorak atau kerusakan otak selama persalinan via vagina,” kata Anne Hansen, MD, dokter anak di Children’s Hospital Boston, Amerika Serikat.

Masih banyak lagi ‘daftar’ kejelekan si kecil. Misalnya, mata bengkak, wajah dan kepala agak memar jika lahir dengan bantuan forsep (alat untuk menjepit dan menariknya ke luar) atau vakum, dan sebagainya. Bersabarlah, dalam waktu singkat, dia akan berubah jadi malaikat kecil Anda.

“Dia gemetar terus.”

Setelah berbulan-bulan melekuk dalam kantung air di rahim yang cozy, namun sempit, sekarang kaki dan tangan bayi baru Anda bebas bergerak ke sana-sini. Hanya saja, dia belum mengerti bagaimana cara mengendalikan tubuhnya. Makanya, lambaian tangannya agak tersentak-sentak.

Bayi juga lahir dengan refleks Moro. Begitu diangkat dan diturunkan lagi secara tiba-tiba, misalnya, kedua tangan dan kakinya akan merentang, lalu menutup kembali. Jemarinya juga menekuk seolah-olah mencengkeram sesuatu. Jangan takut, refleks ini akan hilang ketika dia berusia 3 bulan.

Lalu, sistem saraf yang sedang berkembang suka mengirim lebih banyak impuls listrik ke otot-otot dari yang diperlukan, sehingga dagu dan kakinya sering gemetar. Setelah beberapa minggu, dia sudah tidak gemetaran lagi.

“Wow, kelaminnya besar sekali!”

Sebelum suami Anda keburu ge-er gara-gara bayi laki-lakinya punya buah zakar yang besar, dia harus tahu bahwa genetik atau hormon laki-laki yang super perkasa sekalipun tidak ada pengaruhnya terhadap ukuran buah zakar. Membesarnya buah zakar terjadi akibat terdesaknya bayi selama kelahiran, seperti kalau cairan terjebak dalam jaringan.

Juga, dalam tubuh semua bayi baru masih mengalir hormon-hormon ibunya. Nah, hormon tersebut membuat buah zakar (bayi laki-laki) atau bibir luar kelamin (bayi perempuan) seolah-olah besar alias bengkak. Biasanya, alat kelamin tersebut akan mengempis beberapa hari kemudian.

“Bayiku lapar terus.”

Pada minggu-minggu pertama, Anda mungkin saja heran. Kok si kecil makan terus? Permintaan bayi yang bertubi-tubi ini adalah cara alami untuk meningkatkan suplai ASI Anda. Melalui trail and error , akhirnya bisa ditemukan takaran yang pas untuk memenuhi selera makannya. Bayi yang menyusu cenderung lebih sering minum, sebab ASI lebih mudah dicerna dan diserap ketimbang susu formula.

Nah, alasan untuk minum ‘gila-gilaan’ ini, tentu saja, karena si kecil harus tumbuh. Jangan heran, kalau berat badannya pada usia 6 bulan jadi 2 kali lipat dari berat lahirnya. “Selama periode percepatan pertumbuhan, jangan kaget kalau bayi Anda jadi super rakus. Nafsu minum yang gila-gilaan ini pertama kali terjadi ketika usianya 4-6 minggu,” kata Glade Curtis, MD , dokter kandungan yang juga pengarang dari “Your Baby’s First Year week by Week”.

“Tangan dan kakinya dingin.”

Sebelum Anda buru-buru membungkusnya dengan berlapis-lapis selimut, pegang dulu tubuhnya. Jika tubuhnya hangat dan agak pink, ini berarti ia tidak kedinginan. Sistem peredaran darahnya masih berkembang, sehingga darah bolak-balik ke organ tubuh yang paling membutuhkan. Nah, tangan dan kaki termasuk dalam ‘antrian’ paling akhir mendapat pasokan darah bersih. Butuh waktu sekitar 3 bulan bagi sistem peredaran darah untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan di luar rahim. Jadi, tidak apa-apa kalau jari-jari tangan dan kakinya dingin dan agak pucat.

“Ada darah di popoknya.”

Hormon ibu yang menyebabkan bibir luar kelamin membengkak, juga bertanggung jawab terhadap terjadinya perdarahan pada beberapa bayi baru. Jadi, tenang-tenang sajalah kalau ada setetes darah atau noda di popok si kecil pada minggu-minggu pertama kehidupannya. “Periode haid yang super pendek ini hanya akan berlangsung selama beberapa hari, kata Dr. Curtis. Kadangkala, apa yang kelihatannya seperti darah mungkin saja merupakan urin yang pekat, sehingga agak gelap di lipatan popok.

“ Ada tonjolan kecil di bibirnya.”

Banyak bayi baru yang bibir atasnya ada tonjolan kecil atau lepuhan akibat terlalu bersemangat menghisap susu dari botol maupun ******* ibunya. Akibatnya, si kecil jadi tidak nyaman. Sebenarnya, tonjolan itu akan membuat bibir jadi lebih mudah ‘menangkap’ puting susu. Tonjolan ini akan hilang sendiri dalam beberapa bulan, atau bisa saja berulang kali muncul dan hilang.

“Pupnya cair. Diare nggak ya?”


Kotoran bayi menyusu yang berwarna kuning seperti mustard dan mirip biji-bijian biasanya cair, sementara pup bayi susu formula cenderung berwarna kecokelatan dan kental seperti es krim. Beberapa bayi akan pup beberapa kali dalam sehari, sedangkan yang lainnya pup beberapa kali dalam seminggu. Sepanjang berat badan bayi Anda terus bertambah, serta tidak masalah pada perut atau kembung, berapapun frekuensi pupnya tetap oke kok.

Memang, agak susah untuk membedakan pup biasa dengan pup akibat diare, khususnya pada bayi yang menyusu. Biasanya sih, bayi ASI pup sehabis makan, dan kotorannya lebih cair. Jadi? Mau tidak mau Anda harus belajar mengenali kotoran si kecil. Jika frekuensi, volume, dan kekentalannya berubah secara drastis, segera bawa ke dokter.

“Si kecil bersin terus.”

Bayi baru sering banget bersin. Meski begitu, ini tidak berarti ia pilek atau sakit. Bisa jadi, ia hanya sedang melonggarkan rongga hidung dan saluran napas dari berbagai sumbatan dan partikel-partikel udara. “Ketika menyusu, bayi bisa saja menempel erat-erat pada Anda. Akibatnya, hidungnya jadi gepeng atau salah satu lubang hidungnya tertutup,” kata Dr. Curtis. “Setelah minum, bayi akan menghela napas atau bersin untuk melonggarkan rongga hidungnya lagi.”

“Kulit tangan dan kakinya terkelupas.”


Ketika bayi berenang dalam lautan air ketuban, kulitnya terlindung dari lingkungan yang basah berkat lapisan kulit berwarna putih dan mirip lilin yang disebut vernix . Tapi, sekali si kecil terpapar udara, vernix akan mengering dan mulai mengelupas. Jangan gosok-gosok serpihan kulit sisanya, sebab bisa jadi Anda malah mengelupas kulit yang sebenarnya belum siap untuk rontok. Proses pengelupasan ini akan berlangsung sekitar 1-2 minggu.

“Bayiku nggak napas!”

Bisa jadi Anda beberapa kali agak histeris begitu melihat si kecil tidak bernapas secara teratur ketika terlelap. Ini normal-normal saja. Sesekali, bayi Anda seakan-akan berhenti bernapas sebentar, lalu bernapas lagi dengan cepat. “Sebenarnya, itu adalah bagian dari perkembangan diafragma (sekat rongga badan antara dada dan perut) dan sistem saraf,” kata Dr. Curtis. Pada usia 6 minggu, ia akan memiliki pola napas yang lebih teratur. Hanya saja, jangan lupa telentangkan si kecil, serta singkirkan semua barang dan mainan lembut dari boksnya untuk mencegah terjadinya SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau sindroma kematian bayi secara tiba-tiba.

“Suara tangisannya kok sama?”

Jika Anda belum juga piawai dalam menerjemahkan bahasa pertama bayi Anda, nggak usah terlalu cemas. “Seiring dengan berjalannya waktu, Anda akan mengenali jeritan keras dari tangisannya karena sakit atau rengekan berkepanjangan ketika ia kecapaian,” kata Dr. Hansen. Nah, suara tangisan karena lapar biasanya di antara kedua suara itu. Meski begitu, ada juga sih bayi-bayi yang terdengar agak desperate (dan juga keras) ketika mau makan pada saat itu juga. Namun, pada hari-hari pertama, tidak perlu terlalu panik kalau si kecil mulai menangis. Sebab, bisa saja ia menangis tanpa alasan apapun. Yang penting, Anda harus bereaksi sama, yakni menunjukkan perhatian dan kasih sayang. Habis, itu memang yang diinginkan dan juga dibutuhkan si kecil.

vian

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.062
  • Reputasi: 76
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
6 Kekuatiran Ibu Baru
« Jawab #2 pada: Maret 13, 2009, 06:29:50 pm »
(Tenang... Ini Dia Kiat Jitunya)

Banyak hal kecil ternyata membuat bingung para ibu baru. Anda juga merasakannya?

Semua orang yakin bahwa Anda dan pasangan saat ini tengah bahagia luar biasa. Namun sebagai ibu baru, kebahagiaan ini tak jarang disertai berbagai kekhawatiran, dari soal kondisi kesehatan sang bayi, ketidaktahuan cara merawatnya, sampai urusan kedekatan hubungan Anda dengan suami.

Tak perlu panik. Anda tidak sendirian, kok. Banyak ibu baru yang senasib dengan Anda. Mungkin seperti berikut inilah persoalan plus kiat mengatasinya.

1. Belum jatuh cinta

Kebutuhan si kecil akan cinta dan ikatan yang erat sejak dini dengan Anda, sang bunda, akan mempengaruhi keterampilan sosialnya dengan orang lain di kemudian hari. Sayangnya, kedekatan hubungan ibu dan bayinya yang baru lahir ini adakalanya tidak spontan terjadi.

Tak perlu kecil hati kalau Anda belum “jatuh cinta” pada si kecil kala pertama kali melihatnya. Kehadirannya memang mengubah ritme kehidupan Anda. Jadi Anda perlu waktu untuk menyesuaikan diri, bahkan perlu waktu untuk “belajar jatuh cinta” pada bayi Anda sendiri. Selain itu, proses persalinan yang sulit, kelelahan setelah persalinan, atau kondisi bayi yang menangis terus-menerus, bisa membuat Anda berdua stres.

Bagaimana jalan keluarnya? Cobalah berbagi dengan saudara atau teman. Biasanya dengan berbagi pengalaman, Anda akan lebih mudah menjalani saat-saat seperti ini.

Tips:

* Bonding dapat dimulai dengan menyusui bayi Anda sesegera mungkin setelah ia lahir. Kontak fisik dan kontak mata pertama dengan buah hati Anda merupakan cara utama untuk menghidupkan ikatan batin Anda dengan si kecil.
* Usahakan sering berdekatan dengan si kecil, hanya berdua! Cobalah memeluk, mengajaknya bermain, atau menyusui tanpa diganggu orang lain, sekalipun itu anggota keluarga Anda sendiri.
* Ingatkan pada diri sendiri “prestasi” Anda, yaitu melahirkan si buah hati dengan selamat.

2. Kok, tidur terus?

Pola tidur bayi baru lahir kadang-kadang memang agak aneh. Ia bisa tidur seharian di siang hari dan bolak-balik bangun di malam hari. Atau, siang malam maunya tidur terus, hanya benar-benar bangun saat ia lapar. Mengapa bisa demikian?

Ketika di dalam rahim, bayi tak pernah tahu perbedaan siang atau malam, dan biasanya hal ini terbawa sampai lahir. Anda tak perlu khawatir dengan hal ini, karena bayi memang akan tidur sesuai dengan kebutuhannya. Biasanya, lama-kelamaan ia akan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Tetapi, jika sudah lebih dari dua jam bayi Anda belum juga bangun, sebaiknya dibangunkan untuk diberi ASI.

Tips:

* Saat tidur di siang hari, Anda dapat meletakkan bayi di kereta dorong atau ayunan. Malam hari baru ditaruh kembali di boks-nya.
* Beri ASI menjelang bayi tidur malam. Ini akan membantunya terlelap tidur.
* Matikan lampu di malam hari, agar dia mengenal perbedaan siang dan malam.

3. Belum pandai menyusui

Jangan khawatir kalau ini yang terjadi. Sekalipun menyusui adalah proses alami, tak semua ibu (juga bayinya) langsung bisa lancar menjalani proses ini. Hari-hari pertama kelahiran bayi merupakan waktu penyesuaian dalam menyusui, baik bagi Anda maupun si kecil. Beberapa masalah seperti pxxxxxxa bengkak, sedikit luka di puting akibat bayi belum bisa mengisap dengan baik, merupakan sebagian dari hal-hal yang mungkin akan Anda hadapi. Tak hanya soal kondisi pxxxxxxa, banyak juga ibu baru yang khawatir bayinya tak dapat cukup ASI karena merasa ASI-nya terlalu sedikit. Padahal, setiap bayi berbeda. Pola minumnya tidak sama, begitu juga kebutuhannya.

Anda ingin tahu bayi Anda cukup mendapat ASI atau tidak? Bawa saja ke dokter dan timbanglah badannya. Kalau umur lima hari bobotnya terus turun barulah bisa dikatakan kemungkinan ia kekurangan minum.

Tips:

· Kondisi Anda yang tenang, relaks, dan sabar, sangat disukai bayi saat ia ingin menyusu. Jadi, inilah kunci utama menyusui. Asal tahu saja, bayi bisa merasakan hal ini. Jadi, agar menyusui berjalan lancar, tepis segala senewen dan gelisah.

· Berikan ASI sesuai kebutuhan bayi. Bila bayi Anda menangis karena kehausan, tak usah menunggu sampai tiga jam, segera saja susui dia.

4. Duh, tangisannya!

Menangis adalah satu-satunya cara bayi baru lahir berkomunikasi. Tetapi Anda bisa dibuat kalut juga mendengarnya, apalagi kalau belum bisa memahami penyebab tangisannya. Bayi biasa menangis karena:

* Rasa lapar. Begitu sudah disusui ia akan segera tenang atau tertidur kembali.
* Perut kembung. Mengatasinya, cobalah gosokkan minyak telon di punggung atau di telapak kakinya.
* Tak suka “rasa” ASI. Kalau ia menangis setelah Anda susui, cobalah ingat-ingat, makanan apa yang baru Anda konsumsi. Bisa jadi “rasa” makanan itu tidak disukainya atau membuatnya merasa kembung.
* Popoknya kotor. Kebanyakan bayi tidak suka popoknya basah atau kotor karena tinja.
* Merasa sendirian. Bukankah selama 9 bulan dalam rahim, selain mendengar suara-suara dari dalam tubuh Anda, ia juga merasakan kehangatan? Itu sebabnya, ada bayi yang baru merasa aman dan tenang jika ada orang di dekatnya.

Tips:

* Membedong bayi di bulan-bulan pertamanya akan membuat si kecil merasa hangat dan aman.
* Jika ingin menggendong sementara Anda perlu melakukan kegiatan di rumah, gunakan alat gendong, sehingga tangan Anda bebas melakukan berbagai kegiatan.
* Seandainya bayi terus-menerus menangis, konsultasikanlah ke dokter. Dikhawatirkan si kecil mengalami kolik atau gangguan lain dan perlu segera dapat penanganan dokter.

5. Mengapa begitu?

Sebagai ibu baru, secara alami Anda tentu ingin bayi Anda tampak “sempurna”. Tak heran kalau beberapa hal berikut ini membuat Anda khawatir.

    * Ada semacam jerawat kecil di wajah bayi .
    * Muncul kerak kepala (cradle cap), yakni semacam lemak yang menempel tebal seperti kotoran di rambut bayi.
    * Kulitnya keriput seperti orang tua.
    * Kulit ari di jari-jarinya dan di bibirnya mengelupas.

Jika Anda menemui hal-hal tersebut, tak perlu khawatir. Itu biasa terjadi pada bayi baru lahir. Tak perlu dilakukan hal khusus untuk mengatasinya, karena kebanyakan akan hilang sendiri.

Tips:

    * Meski tak perlu khawatir dengan kondisi di atas, namun bila sangat mengganggu Anda, konsultasikan saja ke dokter agar tahu cara penanganannya yang tepat.
    * Untuk kerak kepala, bisa Anda oleskan baby oil di kulit kepala bayi agar mudah terkelupas ketika dimandikan.

6. Tak terampil merawat

Anda belum terampil memandikan bayi, memakaikan baju, membersihkan kotoran atau mengganti popoknya? Tenang... Anda tak sendirian. Keterampilan seperti ini memang memerlukan latihan berulang-ulang. Makanya, sebelum pulang dari rumah sakit, mintalah bantuan pada perawat untuk mengajari Anda, apa yang perlu dilakukan sehubungan dengan merawat bayi baru lahir.

Setelah itu, cobalah Anda lakukan sendiri di rumah, dengan panduan atau dampingan perawat, bidan, atau mereka yang berpengalaman seperti ibu atau mertua Anda. Percayalah, dalam beberapa kali saja, pasti Anda sudah piawai melakukannya sendiri.

Tips:

· Cari referensi. Baca buku (Seri Ayahbunda dan beberapa rubrik di Ayahbunda banyak mengulas hal ini), browsing internet, dan jangan ragu bertanya pada orang yang lebih berpengalaman dalam urusan merawat bayi. Biasanya Anda akan menemukan banyak trik simpel yang memudahkan Anda dalam hal ini.

* Agar mudah dikenakan, pilihkan saja si kecil baju yang berkancing depan.
* Pastikan kepala bayi tersangga dengan baik ketika dimandikan atau dipakaikan bajunya.
« Edit Terakhir: Maret 13, 2009, 06:52:15 pm oleh vian »

vian

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.062
  • Reputasi: 76
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
9 Kesalahan Merawat Bayi & Menghindarinya
« Jawab #3 pada: Maret 13, 2009, 06:54:37 pm »
Walaupun orang tua sudah berusaha merawat bayinya sebaik mungkin dan sarat dengan
teori-teori yang dibaca dari buku-buku mengenai cara merawat bayi/anak, ibu dan ayah yang baru memiliki bayi masih sering melakukan kesalahan. Mulai dari bayi yang tidak berhenti menangis sampai ke harus ruang gawat darurat sebuah rumah sakit. Berikut kesalahan yang kerap dilakukan dan cara mengatasinya.

1. Menengok bayi yang baru lahir
Bayi berusia di bawah enam bulan memerlukan waktu untuk membentuk sistem ketahanan tubuh yang kuat. Oleh sebab itu, Anda tidak boleh sungkan-sungkan meminta teman dan kerabat yang datang untuk mencuci tangan sebelum memegang bayi Anda dan minta kepada mereka untuk tidak berada terlalu dekat dengan bayi, terutama bila mereka sedang batuk atau flu.

Selain itu, hindari keramaian. Bila harus membawa si kecil keluar rumah, gendong anak dan hadapkan mukanya ke wajah Anda untuk menghindari orang yang tak dikenal berada dekat-dekat dengannya,

2. Pakaian
Bayi yang baru lahir sangat mudah kepanasan. Jadi, sebaiknya pakaikan baju yang tidak terlalu tertutup. Kenakan baju bayi sesuai cuaca sehingga dia tidak merasa terlalu kepanasan atau terlalu kedinginan.

3. Kunci sebagai pengganti mainan

Membiarkan anak Anda bermain dengan kunci sebagai pengganti mainan akan berisiko kunci tersebut dimasukkan ke dalam mulutnya. Bila gigi si kecil mulai tumbuh, simpan kunci-kunci karena kunci biasanya mengandung timah. Walaupun kadarnya rendah, tetap merupakan salah satu faktor penyebab penurunan IQ. Kadar timah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan otak.

4. Tidur tengkurap
Penelitian menunjukkan, bayi yang tidur tengkurap di atas selimut yang lembut berisiko 21 kali lipat terserang SIDS (sudden infant death syndrome/sindroma kematian bayi mendadak) dibanding bayi yang tidur telentang di atas selimut yang tak terlalu lembut atau mudah bergeser.

5. Kekurangan cairan pada bayi yang tidak rewel
Ada bayi yang tenang dan tidak rewel dan orang tua mengira bayinya tidak lapar. Hal ini ternyata keliru. Beri makanan pada bayi secara teratur dan perhatikan apakah ia sudah cukup makan atau belum. Tanda-tanda seorang bayi cukup makan adalah bila bayi mengompol paling tidak 6 kali dalam sehari pada usia satu minggu pertama sesudah kelahirannya. Bila Anda tidak melihat tanda-tanda ini, konsultasikan ke dokter.

6. Antibiotik
Banyak orang tua yang meminta dokter untuk memberikan antibiotik pada buah hatinya yang sedang sakit. Antibiotik tidak baik untuk penyakit yang disebabkan oleh virus yang umum seperti flu, muntah-muntah, diare, dan sakit tenggorokan (kecuali bila infeksi yang disebabkan oleh bakteri streptokokus). Selain itu, kebiasaan mengonsumsi antibiotik menyebabkan bayi menjadi kebal dan pada saat yang diperlukan antibiotik menjadi tidak berfungsi.

7. Dosis tepat
Beri obat pada si kecil sesuai dengan dosis yang disarankan. Dosis untuk bayi dan pada anak yang usianya lebih tua tidaklah sama. Untuk menghindari pemberian dosis yang berlebihan, ikuti saran yang diberikan dokter.

8. Benda-benda berbahaya
"Suatu hari saya menemukan kapur barus di dalam hidung anak saya", cerita seorang ibu yang mempunyai balita berusia 1,5 tahun. Begitu si kecil dapat merangkak, periksa seluruh sudut rumah Anda, perhatikan hal-hal yang berbahaya yang dapat dijangkau oleh anak Anda. Pindahkan stop kontak yang berada di bawah, singkirkan vas, pajangan-pajangan lain yang terbuat dari pecah-belah, ujung furnitur yang runcing, dan simpan obat-obatan dari tempat yang terjangkau oleh anak.

9. Anggapan bahwa alami berarti aman
Jangan menganggap bahwa produk alami aman bagi bayi sampai Anda mendapatkan kepastiannya dari dokter Anda. Hal yang sama berlaku bagi obat-obatan yang dapat Anda temukan di internet. Cetak informasi tersebut dan konsultasikan pada dokter anak Anda.

TIPS PENTING

* Kotoran bayi
Anda tidak perlu khawatir. Kadang kotoran bayi anda tampak aneh. Ada bayi yang kotorannya tidak keras, ada pula yang agak keras.

* Menggendong bayi
Pada usia 6 bulan sejak kelahirannya, sebaiknya Anda jangan terlalu sering menggendong si kecil.

* Demam
Pada bayi usia 6 minggu, Anda tidak perlu khawatir bila panas badannya mencapai 37°C sejauh dia tampak aktif dan gembira. Anda tidak perlu melarikannya ke rumah sakit, cukup menelepon dokter anak Anda. 

drai

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.604
  • Reputasi: 7
  • "masih selalu bahagia"
    • Lihat Profil
Re:Artikel Seputar Bayi dan Permasalahannya
« Jawab #4 pada: Juli 01, 2009, 09:24:30 pm »
Selama masih 'nenen' jangan khawatir...
perhatikan menu makan ibunya...

Abi Nizma

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.850
  • Reputasi: 43
  • Jenis kelamin: Pria
  • Aku Mencintai Kedua2nya
    • Lihat Profil
Re:Artikel Seputar Bayi dan Permasalahannya
« Jawab #5 pada: Juli 02, 2009, 11:35:03 am »
Jangan pernah menggoncangkan bayi anda

Dari sebelah nih..

Important: Never ever shake a baby
(Penting: Jangan Pernah Menggoncang Bayi )





4 Desember 2007, Jessica Sherwood terpaksa harus melakukan apa yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang ibu.


Pada pukul 2:29 pm Jessica membuat sebuah keputusan yang tepat meskipun sangat sulit yaitu mencopot alat pendukung kehidupan dari tubuh bayi perempuannya yang baru berumur 3 bulan.
Untuk mengenang London Marie yang mungil, saya ingin memulai sedikit cerita untuk diteruskan …
Jessica memiliki sebuah pesan yang saya ingin setiap orang bisa mengetahuinya …

Ini yang dikatakan Jessica:

"Jika Anda memiliki anak-anak, pastikan Anda memperhatikan mereka setiap waktu. Jangan mempercayakan mereka kepada orang yang tidak jelas. Percayalah, saya pikir saya bisa mempercayai Josh…. Tetapi sekarang, yaitu tanggal 4 Desembar 2007 pukul 2:29 AM, bayiku telah pergi…. Bayiku satu-satunya yang sangat kusayangi…. Josh akan membayar hal ini SEUMUR HIDUPNYA, meskipun dia bisa keluar dari penjara, dia pasti akan mati, dan kepada semua temanku yang mengenal London, Saya sangat marah dan kecewa bisa kehilangan bayi perempuanku yang sangat kusayangi. Dia meninggal pada hari ulangtahunnya yang ke tiga bulan.

London mengalami patah/retak pada enam tulang rusuknya, kedua kakinya patah, dan otaknya begitu rusak sehingga meskipun dia bisa selamat, dia akan sama seperti sayuran (keadaan seperti mati, vegetative state).
Oleh karena itu, saya melakukan apa yang tepat dan apa yang terbaik bagi bayiku, … mencabut alat pendukung kehidupannya

Apa yang terjadi pada bayiku adalah apa yang disebut Shaken Baby Sydrome [SBS]"

Bagi Anda yang tidak mengetahui apa itu Shaken Baby Syndrome perhatikan fakta-fakta mengenai hal ini ;

-Mengguncang, menyentak, dan menggoyang bisa menyebabkan pembuluh darah di kepala sobek atau bocor.

Shaken Baby Syndrome adalah mengguncang seorang bayi atau anak kecil pada tangan, kaki atau pundak dengan atau tanpa pengaruh langsung pada kepala.

Trauma ini (SBS) bisa menghasilkan pendarahan dan cedera pada otak tanpa kelihatan tanda-tandanya

Seringkali orang yang kesal ketika menjaga bayi atau anak kecil mengguncang mereka untuk bisa menghentikan tangisan mereka. Mereka merasa hal tersebut tidak berbahaya. Namun, otak dan pembuluh darah seorang bayi amat sangat rapuh terhadap gerakan seperti mengguncang, menyentak, dan menggoyang.



Otot leher dari seorang bayi atau anak kecil sangatlah lemah, kepala bayi relatif berat dan leher tidak bisa mensuport tekanan atau tegangan akibat goncangan atau goyangan


-Mengguncang seorang anak yang masih sangat kecil, dengan atau tanpa pengaruh langsung pada kepala, bisa menyebabkan kerusakan otak, kebutaan, kelumpuhan syaraf, kehilangan pendengaran, cedera tulang belakang, kejang, hambatan dalam belajar, dan bahkan kematian.


Sangatlah tragis ketika bayi-bayi yang sehat dan normal menderita hal-hal yang telah disebutkan diatas hanya karena hal sederhana, yaitu orang yang menjaga mereka tidak tahu tentang bahaya yang berkaitan dengan Shaken Baby Syndrome


Diperkirakan 1,200 sampai 1,400 kasus Shaken Baby Syndrome (SBS) terjadi setiap tahun di Amerika Serikat.



Hanya 1 dari 4 bayi mati akibat Shaken Baby Syndrome

NAMUN, tiga bayi lainnya memerlukan perhatian medis secara terus menerus selama hidup mereka yang pendek.

London di Rumah Sakit




Rest in Peace London Marie Sherwood
September 4th, 2007-December 4th, 2007

Moga bermanfaat

Herera

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.701
  • Reputasi: 7
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
Re:Artikel Seputar Bayi dan Permasalahannya
« Jawab #6 pada: Oktober 28, 2009, 09:42:13 am »
Mau tanya niy, Bayiku kok jarang BAB ya, terakhir ampe 5 hari ga BAB, kata temen2ku yang udah punya anak 3, dan kata dukun bayi ku siy katanya ga apa2, wajar, bayi emang pencernaanya blm stabil, justru katanya penyerapan Asi nya baik, jadi cepet jadi daging. apa bener? perlukah dibawa ke dokter? tapi selain BAB nya kurang lancar, ga ada masalah lainya. mimik nya kuat, gerakannya aktif, kencingnya lancar, kentutnya juga sering  :p kadang bau banget lagi  :D

arif budiman

  • Moderator
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.392
  • Reputasi: 71
  • Jenis kelamin: Pria
  • My little angels
    • Lihat Profil
Re:Artikel Seputar Bayi dan Permasalahannya
« Jawab #7 pada: Oktober 28, 2009, 10:43:30 am »
Mau tanya niy, Bayiku kok jarang BAB ya, terakhir ampe 5 hari ga BAB, kata temen2ku yang udah punya anak 3, dan kata dukun bayi ku siy katanya ga apa2, wajar, bayi emang pencernaanya blm stabil, justru katanya penyerapan Asi nya baik, jadi cepet jadi daging. apa bener? perlukah dibawa ke dokter? tapi selain BAB nya kurang lancar, ga ada masalah lainya. mimik nya kuat, gerakannya aktif, kencingnya lancar, kentutnya juga sering  :p kadang bau banget lagi  :D
sepanjang bayinya tetap aktif dan ga rewel
insya Allah gpp..
biasa.. anak pertama.. gampang khawatir  ;D

herman

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 398
  • Reputasi: 4
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Artikel Seputar Bayi dan Permasalahannya
« Jawab #8 pada: November 03, 2009, 10:29:14 am »
Assalaamu'alaikum WrWb,

@atasku salam silaturahim semuanya ya :)

BTW Mbak Hera sudah jadi ibu ya ? Selamet yah!

Mau tanya niy, Bayiku kok jarang BAB ya, terakhir ampe 5 hari ga BAB, kata temen2ku yang udah punya anak 3, dan kata dukun bayi ku siy katanya ga apa2, wajar, bayi emang pencernaanya blm stabil, justru katanya penyerapan Asi nya baik, jadi cepet jadi daging. apa bener? perlukah dibawa ke dokter? tapi selain BAB nya kurang lancar, ga ada masalah lainya. mimik nya kuat, gerakannya aktif, kencingnya lancar, kentutnya juga sering  :p kadang bau banget lagi  :D

Sepengetahuan saya bayi kurang lancar BAB memang banyak penyebabnya diantaranya seperti yang diutarakan sama teman2 mbak itu,
namun bayi susah BAB bisa juga diakibatkan oleh pola makan ibunya yg tidak sehat atau juga susu formula yg banyak mengandung
unsur gula, lebih jelasnya adanya ketidak cocokan susu formula tsb bagi si bayi.

Pola makan Ibu yang tidak menjaga kualitas asi bisa menyebabkan bayi mengalami panas dalam seperti halnya apabila seorang
ibu selalu makan makanan yang pedas2, hal ini bisa mengakibatkan si bayi mengalami panas dalam, begitu juga apabila seorang
ibu makan makanan yang kurang baik, misalnya makan jengkol atau pete hal ini juga bisa mengakibatkan si bayi jadi kurang
bernafsu untuk minum asi, dikarenakan asinya berasa tidak enak.

Ma'af saya kurang mengerti tentang ilmu kedokteran apakah ada kaitannya atau tidak, makanan tsb terhadap asi, namun selama
masa menyusui isteri saya selalu berusaha menghindari makanan tsb untuk tidak memakannya, walaupun terkadang isteri saya
nggak tahan kalau makan ngak pake sambal atau yang pedas2. :D

Dan menurut saya bayi mbak kurang lancar BAB bisa dikarenakan mengalami panas dalam, sehingga ma'af 'ee' nya pun jadi keras.
Gejala yang diderita bayi mbak sama dengan gejala anak saya waktu masih berumur 2 s/d 8 bulan (kalau ga salah),
terkadang si bayi nangis kesakitan ketika mau ngeluarin 'ee' tsb.

Jika bayi mengalami hal demikian, istri saya suka mengambil tindakan dari pengalaman ibunya, yaitu dengan memasukan
sedikit sabun mandi kedalam lubang anus si bayi dan dibiarkan selama kira2  +/- 3 s/d 10 menit, hal semacam ini bertujuan
untuk merangsang si bayi agar bisa cepet2 ngeluarin 'ee' nya. Dan sabun mandi tsb bisa memperlancar keluarnya 'ee' tsb,
karena sudah jelas 'ee' si bayi tsb besar dan keras.

Dan memang benar ternyata nggak lama kemudian si bayi bisa ngeluarin "ee' nya dengan cepat. Namun terkadang jika 'ee' nya
keras banget dan susah banget keluarnya, isteri saya suka membantunya memencet2 'ee'nya di sekitar lubang anus biar 'ee' nya
jadi penyek dan mudah untuk dikeluarin atau 'ee' nya di ancurin pake jepitan.

Dan Alhamdulillah sejauh ini cara semacam ini sangat efektif dan tidak menimbulkan efek samping yg buruk terhadap anak2 saya,
karena dari anak pertama sampai anak keduapun jika mereka mengalami hal semacam itu ketika masih bayi, isteri saya suka
melakukannya dengan cara tsb di atas.

Ma'af cuma itu yang bisa saya jelaskan mbak!, Boleh percaya boleh tidak atau mau dilaksanakan mau nggak tapi itulah pengalaman saya
saat merawat bayi dengan isteri saya. :)

BTW...'ee' nya udah keluar ya?  ma'af penjelasannya terlambat :D

NB : sabun mandi di pletekin, terus di penyek2 dibikin lonjong panjangnya sktr 1.2 s/2 2cm
      baru dimasukin ke dalam lubang anus, setelah masuk siramin air sedikit pake tangan
      biar jadi agak licin.

Wassalaam,
« Edit Terakhir: November 03, 2009, 11:08:11 am oleh herman »

nida annisa al-hammasah

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 872
  • Reputasi: 23
  • Jenis kelamin: Wanita
  • mujahid cilik ku
    • Lihat Profil
Re:Artikel Seputar Bayi dan Permasalahannya
« Jawab #9 pada: Desember 12, 2009, 01:11:44 pm »
bolehkah bertanya dsini?????????

vian

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.062
  • Reputasi: 76
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Artikel Seputar Bayi dan Permasalahannya
« Jawab #10 pada: Desember 12, 2009, 01:28:44 pm »
bolehkah bertanya dsini?????????

silahkan, jika pertanyaannya masih seputar ttg bayi (jangan nanya ttg ayahnya ya...)

Bagi yg punya jawaban silahkan dishare.

nida annisa al-hammasah

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 872
  • Reputasi: 23
  • Jenis kelamin: Wanita
  • mujahid cilik ku
    • Lihat Profil
Re:Artikel Seputar Bayi dan Permasalahannya
« Jawab #11 pada: Desember 16, 2009, 03:14:20 pm »
yaiyalah pak, masa nanya ttg ayahnya...  :D

gini lho,

1. anak saya baru usia 33 hari. tp sejak awal lahir kok muntah mulu..
kalo kata orng betawi mah 'gumoh' kalo sunda mah 'olab',,knp yah??
pdhal abis nete suka d tepok2, biar tahag gitu, tp ttep aja ntarnya muntah..
kdang muntahnya air, kdang ASI nya yg kentel gitu kluar lg..

2. kalo normalnya BAB anak bayi brp X shari??
anak saya mencret mulu, air gitu, dikit lg..

syukron sbelumnya........


vian

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.062
  • Reputasi: 76
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Artikel Seputar Bayi dan Permasalahannya
« Jawab #12 pada: Desember 17, 2009, 07:45:59 am »
hmm...yg saya tau (karena saya bukan dokter) bayi gumoh karena kebanyakan minum (ASI), salah satu caranya ya itu, pungungnya ditepuk2 perlahan sampai dia bersendawa, yg berarti si ASI udah masuk ke saluran pencernaannya. kalo belum, kemungkinan ASI masih mandeg di saluran pencernaan atas & sewaktu2 bisa keluar lagi, yaitu disebut gumoh tadi.

emang nida yg ditepok2 apanya? kalo pipinya mah percuma aja... :D

rasanya sih kalo cuma gumoh wajar aja, karena seluruh organ tubuhnya masih dalam tahap penyesuaian. umurnya baru sebulan toh...?

kalo bayi usia sebulan ee'nya air alias mencret ya wajar, karena yg masuk ketubuhnya baru ASI, bukan makanan padat. jadi ya keluarnya pasti juga cair. kalo keluarnya bola2 padat, nah itu baru deh ada yg ga beres. berapa kali...? ya seberapa banyak dia ng-ASI. logikanya, banyak masuk juga banyak yg keluar kan...?

btw, bayinya ASI aja atw campur susu formula...?
dari yg pernah saya baca, susu formula malah cenderung membuat bayi lebih susah BAB ketimbang ASI, dan itu pun terjadi pada anak saya dulu (udah aku post belum ya artikelnya?  :-?

anyway, itu cuma yg aku tau, kalo ada dudunger yg lebih expert - sambil ngelirik yg anaknya 3 :D - silahkan dishare.
Kalo mo lebih meyakinkan sih tanya aja ke dokter pas lagi kontrol. Atau jangan2 bayinya juga ga dikasih imunisasi ya...?
« Edit Terakhir: Desember 17, 2009, 07:47:53 am oleh vian »

dinie_bgt

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.977
  • Reputasi: 56
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
Re:Artikel Seputar Bayi dan Permasalahannya
« Jawab #13 pada: Desember 18, 2009, 11:22:33 am »


2. kalo normalnya BAB anak bayi brp X shari??
anak saya mencret mulu, air gitu, dikit lg..

syukron sbelumnya........



Klo kata dr.nya fakhri, selama ga berbentuk AIR ga masalah brp kali jg... Apalagi klo ASI lebih sering BAB (dulu fakhri pernah sampe 5 ato 6 kali sehari)... Yg penting masih berbentuk pasta, atau klo yg baru lahir masih ada "biji cabe"-nya...

Arman

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 269
  • Reputasi: 5
    • Lihat Profil
Re:Artikel Seputar Bayi dan Permasalahannya
« Jawab #14 pada: Desember 23, 2009, 02:45:19 pm »
Rabu, 23 Desember 2009 | 11:26 WIB

KOMPAS.com - Jika bayi bisa lahir secara alami, mengapa harus disesar? Ternyata, bayi lahir sesar lebih beresiko mengalami berbagai gangguan kesehatan dibandingkan bayi lahir normal. Apa saja gangguan itu? Dr.Erick Fransisco Kan, M.Med, Sp.A dari Siloam Hospital Karawaci membeberkannya.

1. Gangguan pernapasan
TTNB (Transient Tachypnea of the New Born) adalah gangguan pernapasan yang paling sering dikhawatirkan terjadi pada bayi sesar. Gangguan ini terjadi akibat cairan yang memenuhi paru-paru janin selama berada dalam rahim tidak terkompresi mengingat bayi sesar tinggal "terima jadi". Padahal, proses persalinan per vaginam melewati jalan lahir inilah yang memungkinkan cairan yang memenuhi paru-paru semasa janin berada dalam rahim dipompa habis keluar.

Selain itu, proses kompresi juga terjadi berkat kontraksi rahim ibu secara berkala. Kontraksi yang lama-kelamaan semakin kuat ini akan menekan tubuh bayi, sehingga otomatis cairan dalam paru-parunya ikut keluar. Nah, pada bayi sesar, kedua proses kompresi tadi tidak terjadi dengan sempurna.

2. Rendahnya sistem kekebalan tubuh
Data berdasarkan evidance base memang belum ada. Namun pada proses persalinan normal, bayi berpindah dari rahim yang nyaris steril ke lingkungan luar melalui proses yang berlangsung lama dan melibatkan kontraksi selama berjam-jam. Saat lahir pun, mulut bayi tidak tertutup sehingga banyak kuman yang masuk ke dalam mulut, bahkan sampai ke pencernaan. Imbasnya, bayi mengalami kontak alami dengan mikroba floral dalam jalan lahir ibunya yang kemudian berkoloni di ususnya. Hal ini sangat berpengaruh pada perkembangan dan pematangan sistem kekebalan tubuhnya.

3. Rentan alergi
Baik dari kondisi "kotor" di jalan lahir yang tidak dilalui si bayi yang dilahirkan secara sesar, maupun tertundanya pemberian ASI sesegera mungkin, membuat risiko alergi pada bayi jadi lebih tinggi. Belum lagi paparan antibiotik yang biasanya diberikan kepada bayi sesar sebagai langkah berjaga-jaga dari kemungkinan infeksi, juga meningkatkan risiko alergi.

4. Emosi cenderung rapuh
Meski belum terbukti melalui penelitian ilmiah, kondisi psikologis bayi sesar diduga cenderung lebih rapuh dibanding bayi yang dilahirkan secara normal. Faktanya, bayi yang lahir normal memang dihadapkan pada kondisi tidak nyaman dimana ia harus melewati jalan lahir yang sempit dan berliku disertai tekanan hebat akibat kontraksi rahim. Perjuangan inilah yang diyakini dapat melatih mental si kecil sejak dini. Boleh jadi faktor ini memberi kontribusi tersendiri terhadap kepribadian si anak kelak.

Akan tetapi pola asuh yang diberikan orangtua dan bagaimana pengaruh lingkungan terbukti lebih ikut memberi warna apakah seseorang lebih tahan banting atau tidak ketika menghadapi stres kehidupan.

5. Terpengaruh anestesi
Kondisi ini mungkin saja terjadi. Karenanya, tim dokter yang terdiri dari dokter kebidanan dan kandungan, dokter anak, dan dokter anestesi harus berhitung secermat mungkin agar pembiusan pada bayi berpengaruh seminim mungkin. Untuk itu, umumnya anestesi yang digunakan adalah anestesi spinal yang berdosis rendah. Penggunaan bius total membuat bayi terlihat agak ngantuk karena dikeluarkan saat masih di bawah pengaruh anestesi.

6. Minim peluang IMD
Bayi sesar kurang mendapatkan kesempatan untuk menjalani IMD alias inisiasi menyusu dini. Ini karena kondisi bayi sesar berbeda dari kondisi bayi lahir normal yang bisa langsung ditempelkan di dada ibunya dengan refleks yang cukup kuat untuk mencapai ******* ibu. Sementara pada persalinan sesar, hal yang tak bisa segera dilakukan mengingat bayi biasanya langsung dipasangi infus dan selang oksigen guna membantu pernapasannya. Si ibu pun umumnya masih dalam keadaan "teler" akibat pengaruh obat anestesi. (Nakita/Theresia)



Editor: Anna