Penulis Topik: Wanita Berkalung Sorban..  (Dibaca 37307 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

sai

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.929
  • Reputasi: 68
  • Jenis kelamin: Pria
  • matahari pertama
    • Lihat Profil
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #30 pada: Februari 06, 2009, 03:20:26 pm »
halah-halah lama kubaca ni copasan panjang, isinya sami wae yang dikutip luthi
aku hanya komen komennya RAFLI saja (siapa itu?)

klw menurut ane itu JELAS PENYESATAN dan MENODAI ISI KITAB SUCI AL-QUR'AN
karna adegan dialog itu mengandung makna terbeslit mengajarkan
1. berkata kasar kepada orang tua
2.pembangkaan anak kepada orang tua
3.pembangkangan anak terhadap kitab suci AL-QUR'AN sebagai jalan hidupnya

belum nonton ya? mau kubayari tiketnya?

1 dan 2. saking nurutnya ma orang tua, Anisa rela menikah dengan orang yang tidak dia cintai.orang yang sehari-harinya menyiksanya. bahkan untuk pulang ke rumah orang tuanya saja ia tak diijinkan.

3. yang mana? yang membaca buku lain selain AlQuran? sama aja sama yang tadi.

makanya jawab dulu pertanyaanku. jangan copas panjang-panjang isinya sama kayak yang di kutip luthi
baca bawahnya, jangan atasnya doank.

kutulis ulang

film menceritakan tentang kisah kehidupan sebuah komunitas pesantren yang ortodok. sampe-sampe santinya dilarang baca buku selain AlQuran.  (apakah menurutmu ini sebuah kebenaran? apakah sebuah buku selain AlQuran merupakan kebohongan?)

realitanya memang banyak yang demikian bukan? (mau aku antar kesebuah pesantren kolot di Garut?)

eS_eR

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.027
  • Reputasi: 3
  • Amirah Hasna' Mumtazzah
    • Lihat Profil
    • `fatamorgana`
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #31 pada: Februari 07, 2009, 05:54:14 am »
 :)) balik lagi ke pemikiran ke kiri lagi nih  =D> .. jangan jangan antek kiri banyak nih

kan saya bilang kita melihat apakah film islami yang patut ditonton

*saya saat nonton trial filmnya dan saat wawancara tentang pembuatan film ini. saya sudah tidak berminat lagi, karna salah satu adegannya sang wanita berduaan di sebuah rumah dan sebagainya dengan seseorang ( mungkin orang yang dicintainya )
yang kedua, yaitu feminisme
yang ketiga " saya blom menemukan ayat alquran dan hadits, yang menyatakan wanita haram keluar rumah"


membentak orang tua, apakah adab yang dibenarkan dalam islam?


sai

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.929
  • Reputasi: 68
  • Jenis kelamin: Pria
  • matahari pertama
    • Lihat Profil
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #32 pada: Februari 07, 2009, 08:31:20 am »
:)) balik lagi ke pemikiran ke kiri lagi nih  =D> .. jangan jangan antek kiri banyak nih

kan saya bilang kita melihat apakah film islami yang patut ditonton

*saya saat nonton trial filmnya dan saat wawancara tentang pembuatan film ini. saya sudah tidak berminat lagi, karna salah satu adegannya sang wanita berduaan di sebuah rumah dan sebagainya dengan seseorang ( mungkin orang yang dicintainya )
cuma trial? loseeer :))

Kutip
yang kedua, yaitu feminisme
yang ketiga " saya blom menemukan ayat alquran dan hadits, yang menyatakan wanita haram keluar rumah"
kalo kamu nonton maka itulah yang disampaikan film ini. Anisa berontak karena merasa wanita bukan makhluk untuk 'dikekang dirumah'. makanya nonton.

Kutip
membentak orang tua, apakah adab yang dibenarkan dalam islam?

nah ketahuan anda tipikal ngeyel tak berkesudahan. dunia mengakui... ;))

di film tersebut, anisa begitu nurutnya ma ortu sampe rela dinikahkan sama orang yang tidak dicintai. harus berapa kali aku ngulang scene tersebut? sampe anda nonton sendiri?
PM aku alamatmu, kukirim tiket nonton gratis ;))

eS_eR

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.027
  • Reputasi: 3
  • Amirah Hasna' Mumtazzah
    • Lihat Profil
    • `fatamorgana`
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #33 pada: Februari 07, 2009, 08:39:14 am »
lah klo mau mau nuntun baca atau liat sinopsisnya, ngapain nuntun klo memang ga bagus


yah gini nih klo ada orang kiri masuk dunia islam, segalanya baginya halal =))




*besok2 cari mod yang pemahaman agamanya yg bagus pak :)) jangan  yang kayak gini nih =))

sai

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.929
  • Reputasi: 68
  • Jenis kelamin: Pria
  • matahari pertama
    • Lihat Profil
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #34 pada: Februari 07, 2009, 08:47:49 am »
anda merasa lebih baik? silakan... pada kenyataannya, anda cuma tikus bermuka serigala murung :D

* gini nih kalo orang fanatis berotak kedelai masuk forum. sok suci :))  =))

eS_eR

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.027
  • Reputasi: 3
  • Amirah Hasna' Mumtazzah
    • Lihat Profil
    • `fatamorgana`
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #35 pada: Februari 07, 2009, 08:50:47 am »
yang menilai baik buruk orang bro.

dari awal saya sudah menyampaikan sisi buruk film ini, baik dari segi ke islaman.

silahkan dengan pemikiran anda   =;


*pamit dari thread ini, ga mau terjerumus rayuan .........  
« Edit Terakhir: Februari 07, 2009, 08:52:54 am oleh eS_eR »

sai

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.929
  • Reputasi: 68
  • Jenis kelamin: Pria
  • matahari pertama
    • Lihat Profil
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #36 pada: Februari 07, 2009, 08:54:22 am »
hohoho....

merasa tidak menilai orang nih,... :))

kenapa? mulai merasa terpojok? tertohok?segi keislaman? yang mana ya? sisi 'islam' anda? jangan becanda kawan...

oia, aku lupa, bagaimana mungkin anak se'muda'mu mampu menyerap tontonan sebagus Perempuan Berkalung Sorban, bahkan buku Si Kancil Mencuri Mentimun pun kau butuh 3 hari memahaminya :))


mode hapus aja semua postku. tak penting. urusanku sudah selesai.

Husniyah Azah

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.575
  • Reputasi: 41
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Muhammad Izwan
    • Lihat Profil
    • Catatan Hati Ukhty Tini
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #37 pada: Februari 07, 2009, 12:15:19 pm »
dua orang ini kalo debat, mank paling seru  ;))

 :cool:  :great:
belum nonton nech, nunggu dvd nya aja ah..   :D

nees

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.121
  • Reputasi: 23
  • Jenis kelamin: Wanita
  • just wait and see ^__^
    • Lihat Profil
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #38 pada: Februari 07, 2009, 02:36:50 pm »
eh lagi ada yang debat. :D
wah lama gak OL jadi kuper nih, baru tau kalo difilm ini jadi perdebatan.  #:-S
semalem nonton apa kabar indonesia malam, lagi bahas ini juga nih. Tapi kurang jelas gimana ceritanya soalnya nontonnya gak konsen ;))

calon_akhwat

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 4.737
  • Reputasi: 56
    • Lihat Profil
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #39 pada: Februari 07, 2009, 10:56:43 pm »
yah, namanya juga film
sometimes rada2 keluar dari jalur  :)

antiLIBERAL

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 43
  • Reputasi: -2
    • Lihat Profil
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #40 pada: Februari 08, 2009, 05:09:02 am »
BISMILLAH

ini film sangat berbahaya sekali,lebih berbahaya dari film penodaan agama dari misionaris keju FITNA.

berani sekali menginjak injak syariat islam di indonesia ini yang mayoritas negeri muslim.

ane yakin si HANUNG ini anggota J.I.L atau di bayar orang yahudi untuk membuat film ini supaya memojokan syariat.

hati hati kawan dengan orang2 LIBERAL............semoga ada yang menghalalkan darahnya si hanung :cool:

layla azzahra

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.590
  • Reputasi: 90
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Ijinkan hamba mencintaiMu dengan cara ini
    • Lihat Profil
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #41 pada: Februari 08, 2009, 05:19:31 am »
Buktikan keyakinan anda kalo film tersebut membawa misi feminisme.
Buktikan keyakinan anda kalo darah si sutradara halal adanya?
Buktikan pernyataanmu bung, jangan hanya berbicara berdasarkan asumsi.

antiLIBERAL

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 43
  • Reputasi: -2
    • Lihat Profil
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #42 pada: Februari 08, 2009, 05:46:07 am »
Buktikan keyakinan anda kalo film tersebut membawa misi feminisme.
Buktikan keyakinan anda kalo darah si sutradara halal adanya?
Buktikan pernyataanmu bung, jangan hanya berbicara berdasarkan asumsi.


Jumat, 06/02/2009 11:36 WIB
Imam Besar Istiqlal: Perempuan Berkalung Sorban Fitnah Terhadap Pesantren
Reza Yunanto - detikNews

Jakarta - Imam Besar Masjid Istiqlal Ali Mustafa Yaqub menilai film Perempuan Berkalung Sorban telah menyakiti umat Islam, dan kalangan pesantren. Film yang dibintangi Revalina S Temat ini telah sangat buruk mencitrakan Islam. Tidak hanya itu, film itu juga merupakan fitnah terhadap pesantren.

"Pencitraan tentang pesantren sangat disayangkan sekali, bahkan saya berani mengatakan itu bukan hanya merusak citra saja tapi memfitnah itu," kata Ali Mustafa Yakub kepada detikcom di rumahnya di Pisangan, Ciputat.

Ali Mustofa selain menjadi imam besar masjid Istiqlal juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ia juga menjadi guru besar Ilmu hadist dan mengasuh Pondok Pesantren Daarus Sunnah.

Perempuan Berkalung Sorban menceritakan perlawanan Anissa, seorang santriwati terhadap pengekangan perempuan di pesantren. Dalam film itu, Annisa berkata Islam tidak adil terhadap perempuan. Film menampilkan diskriminasi terhadap perempuan yang dilakukan ulama dengan dalih agama, seperti perempuan tidak boleh jadi pemimpin, perempuan tidak boleh naik kuda, perempuan tidak perlu berpendapat dan perempuan tidak boleh keluar rumah tanpa disertai muhrimnya.

Berikut wawancara detikcom dengan Ali Mustofa Yakub:


Bagaimana tanggapan Bapak terhadap film Perempuan Berkalung Sorban?

Saya belum pernah menonton film itu. Tidak pernah, dan tidak akan pernah. Namun untuk mendapatkan informasi itu tidak harus menonton filmnya. Banyak kawan-kawan yang kredibel telah melihat film itu, dan dia menginformasikan kepada kami banyak hal-hal yang menurut mereka menyakitkan hati.


Apa yang menyakitkan hati?

Pertama, pencitraan Islam yang sangat buruk. Seolah-olah Islam mengajarkan yang tidak sesuai perkembangan zaman, misalnya, seorang perempuan tidak boleh keluar rumah untuk belajar dan sebagainya sesuai dengan mahromnya dan sebagainya itu.

Kedua, yang menyakitkan itu adalah penggambaran tentang pesantren. Pencitraan tentang pesantren sangat disayangkan sekali, bahkan saya berani mengatakan itu bukan hanya merusak citra saja tapi memfitnah itu. Mereka ada yang bilang begitu.

Memang dalam Islam bagaimana?

Islam tidak pernah melarang wanita untuk keluar rumah untuk belajar misalnya. Itu ada dalil hadistnya : Janganlah kamu mencegah perempuan-perempuan untuk pergi ke masjid. Konteksnya pada masa Nabi dahulu, pergi ke masjid itu untuk beribadah dan juga untuk belajar kepada Nabi.

Termasuk wanita tidak boleh naik kuda itu. Padahal istri Nabi, Siti Aisyah, naik onta balapan dengan Nabi, biasa itu. Ini hadist penetapan (takhriri), dan penetapan itu artinya membolehkan. Kalau andai wanita haram menaiki onta, tentu Nabi dahulu sudah pasti melarang. Kalau dalam konteks sekarang, naik onta itu bisa disamakan naik kuda, atau naik kendaraan bermotor.

Tapi, film ini diangkat dari kisah nyata santriwati di pesantren?

Ya mungkin memang ada. Tapi itu mungkin lokal saja. Itu tradisi lokal, bukan mencerminkan tradisi pesantren secara keseluruhan. Bahkan tidak mencerminkan Islam.

Mungkin ada seorang yang melarang anak perempuannya begini begitu, tapi itu sifatnya lokal saja dan kasuistis, tapi dengan dibuat film seperti ini, jadi tergeneralisir seolah-olah pesantren seperti itu.

Kalau memang menyakiti Islam dan pesantren, lalu film ini sebaiknya bagaimana?

Saya malah menganjurkan tidak usah nonton aja. Selesai. Karena memang film ini akan dapat menimbulkan salah paham terhadap islam dan terhadap pesantren.

Tapi sementara sebaiknya ditarik dulu film itu, dan diperbaiki yang salah-salah. Diluruskan hal-hal yang mencitrakan keliru Islam dan pesantren. Tapi perlu ada tim yang melihat secara khusus, yakni orang yang mengerti pesantren dan ahli Islam.

Setelah diperbaiki, ya, terserah produser mau ditayangkan lagi atau tidak. (Rez/iy)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

antiLIBERAL

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 43
  • Reputasi: -2
    • Lihat Profil
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #43 pada: Februari 08, 2009, 05:49:50 am »
Senin, 02 Februari 2009
''Perempuan Berkalung Surban'' Menyesatkan
Ditulis Oleh : Redaksi
Mereka yang terlibat dalam film itu sangat terlihat sekali ketidakpahaman mereka terhadap sejarah, tradisi, karakteristik dan jiwa pesantren., Film ''Perempuan Berkalung Surban'' telah menyesatkan.Mereka menggambarkan persepsi yang salah, padahal keadaan yang sebenarnya tidak seperti itu

Film ''Perempuan Berkalung Sorban'' besutan Sutradara Hanung Bramantyo yang sedang diputar di bioskop dinilai banyak mengandung muatan agama yang menyesatkan. Film yang diadopsi dari novel karya Abidah Al Khalieqy itu juga dianggap telah melecehkan Alquran dan Hadits, serta telah menjelek-jelekan pesantren.

Salah satu pesan yang dianggap menyesatkan dalam film itu adalah dialog antara Kiai Hanan, ayah Anissa (Joshua Pandelaky) dengan Annisa (Revalina S Temat). Dalam dialog itu, Kiai Hanan berkata, "Jelas Alquran dan Hadits mengharamkan perempuan keluar rumah sendiri tanpa muhrim, meski untuk belajar."

''Yang membuat saya kaget, dialog itu dihadirkan secara berulang dengan adegan yang berbeda,'' cetus staf pengajar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Fitriyani Aminudin kepada Republika, Ahad (1/2). Padahal, kata Fitriyani, tak ada satupun ayat dalam Alquran dan Hadits yang melarang perempuan untuk keluar rumah.

Ia menegaskan, penggunaan kata ''berdasarkan Alquran dan Hadits'' dalam film itu sebagai bentuk pelecehan kitab suci yang amat menyakitkan. Reaksi keras terhadap Film ''Perempuan Berkalung Sorban'' juga dilontarkan Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Ali Mustafa Yakub. Pakar ilmu Hadits itu menyatakan, tak ada satu pun ayat dalam Alquran dan Hadits yang mengharamkan perempuan untuk keluar rumah.

"Yang ada justru hadits yang sebaliknya,'' tegas Kiai Ali Mustafa. ''Janganlah kamu melarang perempuan-perempuanmu untuk ke masjid (menimba ilmu),'' ucapnya mengutip sebuah hadits. Anggota Komisi Fatwa MUI itu menilai, Film ''Perempuan Berkalung Surban'' telah menyesatkan. "Mereka menggambarkan persepsi yang salah, padahal keadaan yang sebenarnya tidak seperti itu. Itu sangat tidak benar. Menurut saya film itu menyesatkan."

Kiai Ali juga menyoroti adegan Anissa menunggang kuda. ''Dalam film itu digambarkan bahwa perempuan dilarang menunggang kuda. Padahal pada zaman Nabi banyak perempuan yang sudah menunggang kuda,'' tuturnya. Menurut dia, film tersebut telah menyampaikan ajaran agama yang salah. ''Sebaiknya tidak usah ditonton."

Selain itu, Fitriyani juga memaparkan banyaknya adegan yang ganjil dalam film itu. Ia mengkritisi sejumlah dialog dan gambar yang mencoba membandingkan Alquran serta Hadits dengan buku Bumi Manusia karya Pramudya Ananta Tur. "Siapapun yang menontonnya, dalam film ini terdapat kesan kuat yang menggambarkan kebodohan kaum santri mengharamkan buku-buku Komunis,'' cetus Fitriyani.

Fitriyani menilai film itu mengedepankan pesan utama kebebasan yang mencoba membandingkannya dengan pesantren. "Ada sebuah kesalahan fatal, karena mereka (pembuat film) tak mendalami lebih dahulu karakter dan tradisi pendidikan pesantren,'' tegasnya. Ia menilai mereka yang terlibat dalam film itu sangat terlihat sekali ketidakpahaman mereka terhadap sejarah, tradisi, karakteristik dan jiwa pesantren.

''Ini merupakan pelecehan dan penghinaan terhadap pesantren," kata wanita yang juga pernah mondok di salah satu pesantren Jawa Timur itu. Menanggapi reaksi keras dari kalangan umat Islam itu, Sutradara Film ''Perempuan Berkalung Sorban'', Hanung Bramantyo membantah adanya dialog haramnya perempuan keluar rumah yang didasarkan pada Alquran dan Hadits. "Tak ada dialog seperti itu, itu hanya pendapat sang Kiai yang notabene pemilik pesantren bukan berdasarkan Alquran dan Hadits,'' kilahnya.

Hanung menambahkan, ia mengadopsi keadaan pesantren dan kegiatannya dari novel karya Abidah Al Khalieqy yang merupakan hasil pengamatan Abidah.

www.republika.co.id


antiLIBERAL

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 43
  • Reputasi: -2
    • Lihat Profil
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #44 pada: Februari 08, 2009, 05:55:55 am »
Perempuan berkalung sorban : sebuah film yang sangat memojokkan wanita dan Islam ???
Ditulis pada 6 Februari 2009 oleh Agung Suparjono

Pada hari jum’at pukul 21.00 WIB, tak sengaja terdengar perbincangan di TV one tentang sebuah film yang sudah tayang di bioskop yakni Perempuan berkalung sorban. Dengan pembicara sang sutradara yaitu Hanung dan Imam Masjid Istiqlal yakni Ust. Ali Mustafa Yaqub dipandu oleh tina talisa. (tidak menonton tapi mendengar)

Terdengar perdebatan yang seru antara Hanung dan Ust Ali, dimana Hanung memprotes tentang boikot filmnya serta Ust Ali memprotes tentang kondisi Pesantren. Tapi sayang Apabila ketika kita berdiskusi tapi tidak didasari oleh Ilmu. Sesuai petunjuk Rasulullah janganlah kitaberdebat. Alasan-alasan yang dikemukakan dan bantahan-bantahan yang terlontar tidak berdasarkan dalil (Al-Qur’an & Hadits ) walaupun dilontarkan oleh Seorang Ust, apalagi sutradaranya yakni Hanung.

Gimana sech sinopsisnya :begini ceritanya :

Secara garis besar sinopsis film bersetting era 80-an hingga 90-an ini pada awal cerita berusia 10 tahun diperankan oleh Nasya Abigail hanya ingin belajar naik kuda seperti kedua saudara laki-lakinya. Tapi dia dilarang oleh kedua orang tuanya. Kenapa? Karena dia seorang perempuan.

Keluarga Anissa memang bukan keluarga biasa. Ayahnya adalah Kyai Hanan (Joshua Pandelaky), pemimpin pesantren salaf Al-Huda yang keras hati. Pesantren salaf adalah pesantren tradisional yang menjalankan ajaran agama Islam berdasarkan kepada bagaimana para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjalankan ajaran agama ini. Karena merekalah generasi yang langsung bertemu dengan Rasul, menyaksikan langsung peristiwa turunnya firman Allah Subhanahu Wata’ala dan mendapat didikan langsung dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Sedangkan ibu Anissa, Nyai Muthmainnah (Widyawati), adalah seorang istri yang sangat patuh pada suaminya serta sangat mengabdi kepada keluarga.

Anissa tak pernah merasa nyaman dengan lingkungan keluarga. Dia selalu merasa disisihkan karena dia adalah perempuan. Untungnya ada satu orang yang sangat mengerti kegelisahan Anissa yang keras kepala. Mau mendengarkan keluh kesah Anissa dan mau mengajari Anissa naik kuda. Namanya Khudori (Oka Antara yang pada awal ceritera berusia 18 tahun diperankan oleh Aditya). Dia adalah seorang lelaki cerdas, berpikiran terbuka dan kebetulan adalah keponakan dari Nyai Muthmainnah. Namun perlindungan Khudori tak berlangsung lama. Khudori pergi ke Al-Azhar Kairo untuk melanjutkan kuliahnya di sana. Meninggalkan Anissa sendirian.

Tujuh tahun kemudian, Anissa yang berusia 17 tahun tak tahan lagi dengan kehidupannya yang mengikat dan tak adil kepada perempuan. Dia memutuskan untuk melamar beasiswa di sebuah universitas Islam di Jogja. Anissa memutuskan untuk memperjuangkan kebebasannya. Tapi garis hidup membawa Anissa ke dunia yang lain. Dunia pernikahan. Dunia yang dia harap dapat membawa kebebasan tapi sebaliknya bersama Samsudin (Reza Rahadian) yang ada hanya kekerasan dan penekanan atas keberadaannya sebagai perempuan.

Sementara itu ternyata Khudori kembali datang untuk Anissa. Tapi kali ini bukan dia yang bisa menolong Anissa. Tapi Anissa sendiri. Perjuangan Anissa ternyata tak semudah yang dia kira. Untuk mendapatkan kebebasannya dia tak hanya harus melawan keadaan tapi juga melawan dirinya sendiri.
dikutip dari : http://izoruhai.wordpress.com

Bagaimana sech pandangan ulama salaf :berikut kami petikan  tulisan  tentang

WANITA PENGHUNI  NERAKA

Saudariku Muslimah … .

Suatu hal yang pasti bahwa surga dan neraka adalah dua makhluk yang Allah Subhanahu wa Ta’ala ciptakan. Surga diciptakan-Nya sebagai tempat tinggal yang abadi bagi kaum Mukminin dan neraka sebagai tempat tinggal bagi kaum musyrikin dan pelaku dosa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah melarang darinya.

Setiap Muslimin yang mengerti keadaan Surga dan neraka tentunya sangat berharap untuk dapat menjadi penghuni Surga dan terhindar jauh dari neraka, inilah fitrah.

Pada Kajian kali ini, kami akan membahas tentang neraka dan penduduknya, yang mana mayoritas penduduknya adalah wanita dikarenakan sebab-sebab yang akan dibahas nanti.

Sebelum kita mengenal wanita-wanita penghuni neraka alangkah baiknya jika kita menoleh kepada peringatan-peringatan Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Al Qur’an tentang neraka dan adzab yang tersedia di dalamnya dan perintah untuk menjaga diri daripadanya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At Tahrim : 6)

Imam Ath Thabari rahimahullah menyatakan di dalam tafsirnya : “Ajarkanlah kepada keluargamu amalan ketaatan yang dapat menjaga diri mereka dari neraka.”

Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhu juga mengomentari ayat ini : “Beramallah kalian dengan ketaatan kepada Allah, takutlah kalian untuk bermaksiat kepada-Nya dan perintahkan keluarga kalian untuk berdzikir, niscaya Allah menyelamatkan kalian dari neraka.” Dan masih banyak tafsir para shahabat dan ulama lainnya yang menganjurkan kita untuk menjaga diri dan keluarga dari neraka dengan mengerjakan amalan shalih dan menjauhi maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Di dalam surat lainnya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :“Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (Al Baqarah : 24)

Begitu pula dengan ayat-ayat lainnya yang juga menjelaskan keadaan neraka dan perintah untuk menjaga diri daripadanya.

Kedahsyatan dan kengerian neraka juga dinyatakan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam di dalam hadits yang shahih dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu bahwasanya beliau bersabda : “Api kalian yang dinyalakan oleh anak cucu Adam ini hanyalah satu bagian dari 70 bagian neraka Jahanam.” (Shahihul Jami’ 661 8)

Jikalau api dunia saja dapat menghanguskan tubuh kita, bagaimana dengan api neraka yang panasnya 69 kali lipat dibanding panas api dunia? Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan kita dari neraka. Amin.

Wanita Penghuni Neraka

Tentang hal ini, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda :“Aku melihat ke dalam Surga maka aku melihat kebanyakan penduduknya adalah fuqara (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penduduknya adalah wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas dan Imran serta selain keduanya)

Hadits ini menjelaskan kepada kita apa yang disaksikan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam tentang penduduk Surga yang mayoritasnya adalah fuqara (para fakir miskin) dan neraka yang mayoritas penduduknya adalah wanita. Tetapi hadits ini tidak menjelaskan sebab-sebab yang mengantarkan mereka ke dalam neraka dan menjadi mayoritas penduduknya, namun disebutkan dalam hadits lainnya.

Di dalam kisah gerhana matahari yang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya melakukan shalat gerhana padanya dengan shalat yang panjang , beliau Shalallahu ‘alaihi wassalam melihat Surga dan neraka.
Ketika beliau melihat neraka beliau bersabda kepada para shahabatnya radliyallahu ‘anhum : “ … dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Shahabat pun bertanya : “Mengapa (demikian) wahai Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam?” Beliau Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab : “Karena kekufuran mereka.” Kemudian ditanya lagi : “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab : “Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata : ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma)

Dalam hadits lainnya, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menjelaskan tentang wanita penduduk neraka, beliau bersabda :“ … dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya mereka *******, melenggak-lenggokkan kepala mereka karena sombong dan berpaling dari ketaatan kepada Allah dan suaminya, kepala mereka seakan-akan seperti punuk onta. Mereka tidak masuk Surga dan tidak mendapatkan wanginya Surga padahal wanginya bisa didapati dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu)

Dari Imran bin Husain dia berkata, Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Sesungguhnya penduduk surga yang paling sedikit adalah wanita.” (HR. Muslim dan Ahmad)

Imam Qurthubi rahimahullah mengomentari hadits di atas dengan pernyataannya : “Penyebab sedikitnya kaum wanita yang masuk Surga adalah hawa nafsu yang mendominasi pada diri mereka, kecondongan mereka kepada kesenangan-kesenangan dunia, dan berpaling dari akhirat karena kurangnya akal mereka dan mudahnya mereka untuk tertipu dengan kesenangan-kesenangan dunia yang menyebabkan mereka lemah untuk beramal.
Kemudian mereka juga sebab yang paling kuat untuk memalingkan kaum pria dari akhirat dikarenakan adanya hawa nafsu dalam diri mereka, kebanyakan dari mereka memalingkan diri-diri mereka dan selain mereka dari akhirat, cepat tertipu jika diajak kepada penyelewengan terhadap agama dan sulit menerima jika diajak kepada akhirat.” (Jahannam Ahwaluha wa Ahluha halaman 29-30 dan At Tadzkirah halaman 369)

Saudariku Muslimah … .

Jika kita melihat keterangan dan hadits di atas dengan seksama, niscaya kita akan dapati beberapa sebab yang menjerumuskan kaum wanita ke dalam neraka bahkan menjadi mayoritas penduduknya dan yang menyebabkan mereka menjadi golongan minoritas dari penghuni Surga.

Saudariku Muslimah … . Hindarilah sebab-sebab ini semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan kita dari neraka. Amin.

1. Kufur Terhadap Suami dan Kebaikan-Kebaikannya

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menjelaskan hal ini pada sabda beliau di atas tadi. Kekufuran model ini terlalu banyak kita dapati di tengah keluarga kaum Muslimin, yakni seorang istri yagn mengingkari kebaikan-kebaikan suaminya selama sekian waktu yang panjang hanya dengan sikap suami yang tidak cocok dengan kehendak sang istri sebagaimana kata pepatah, panas setahun dihapus oleh hujan sehari.
Padahal yang harus dilakukan oleh seorang istri ialah bersyukur terhadap apa yang diberikan suaminya, janganlah ia mengkufuri kebaikan-kebaikan sang suami karena Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan melihat istri model begini sebagaimana dijelaskan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam : “Allah tidak akan melihat kepada wanita yang tidak mensyukuri apa yang ada pada suaminya dan tidak merasa cukup dengannya.” (HR. Nasa’i di dalam Al Kubra dari Abdullah bin ‘Amr. Lihat Al Insyirah fi Adabin Nikah halaman 76)

Hadits di atas adalah peringatan keras bagi para wanita Mukminah yang menginginkan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Surga-Nya. Maka tidak sepantasnya bagi wanita yang mengharapkan akhirat untuk mengkufuri kebaikan-kebaikan suaminya dan nikmat-nikmat yang diberikannya atau meminta dan banyak mengadukan hal-hal sepele yang tidak pantas untuk dibesar-besarkan.

Jika demikian keadaannya maka sungguh sangat cocok sekali jika wanita yang kufur terhadap suaminya serta kebaikan-kebaikannya dikatakan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam sebagai mayoritas kaum yang masuk ke dalam neraka walaupun mereka tidak kekal di dalamnya.

Cukup kiranya istri-istri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabiyah sebagai suri tauladan bagi istri-istri kaum Mukminin dalam mensyukuri kebaikan-kebaikan yang diberikan suaminya kepadanya.

2. Durhaka Terhadap Suami

Kedurhakaan yang dilakukan seorang istri terhadap suaminya pada umumnya berupa tiga bentuk kedurhakaan yang sering kita jumpai pada kehidupan masyarakat kaum Muslimin. Tiga bentuk kedurhakaan itu adalah :
1. Durhaka dengan ucapan.
2. Durhaka dengan perbuatan.
3. Durhaka dengan ucapan dan perbuatan.

Bentuk pertama ialah seorang istri yang biasanya berucap dan bersikap baik kepada suaminya serta segera memenuhi panggilannya, tiba-tiba berubah sikap dengan berbicara kasar dan tidak segera memenuhi panggilan suaminya. Atau ia memenuhinya tetapi dengan wajah yang menunjukkan rasa tidak senang atau lambat mendatangi suaminya. Kedurhakaan seperti ini sering dilakukan seorang istri ketika ia lupa atau memang sengaja melupakan ancaman-ancaman Allah terhadap sikap ini.

Termasuk bentuk kedurhakaan ini ialah apabila seorang istri membicarakan perbuatan suami yang tidak ia sukai kepada teman-teman atau keluarganya tanpa sebab yang diperbolehkan syar’i. Atau ia menuduh suaminya dengan tuduhan-tuduhan dengan maksud untuk menjelekkannya dan merusak kehormatannya sehingga nama suaminya jelek di mata orang lain. Bentuk serupa adalah apabila seorang istri meminta di thalaq atau di khulu’ (dicerai) tanpa sebab syar’i. Atau ia mengaku-aku telah dianiaya atau didhalimi suaminya atau yang semisal dengan itu.

Permintaan cerai biasanya diawali dengan pertengkaran antara suami dan istri karena ketidakpuasan sang istri terhadap kebaikan dan usaha sang suami. Atau yang lebih menyedihkan lagi bila hal itu dilakukannya karena suaminya berusaha mengamalkan syari’at-syari’at Allah Subhanahu wa Ta’ala dan sunnah-sunnah Rasul-Nya Shalallahu ‘alaihi wassalam. Sungguh jelek apa yang dilakukan istri seperti ini terhadap suaminya. Ingatlah sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam :“Wanita mana saja yang meminta cerai pada suaminya tanpa sebab (yang syar’i, pent.) maka haram baginya wangi Surga.” (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi serta selain keduanya. Lihat Al Insyirah fi Adabin Nikah halaman 85)