Penulis Topik: Wanita Berkalung Sorban..  (Dibaca 36753 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

hasanah

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 342
  • Reputasi: 4
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #15 pada: Februari 04, 2009, 07:38:25 pm »
mau komen tp blum nonton semua nya  :(
tapi dari perdebatan itu jelas menambah penasaran jd pengen nonton, ujung2nya  tetap memberi keuntungan pada pihak yg  terlibat dlm pembuatan film
« Edit Terakhir: Februari 04, 2009, 07:40:37 pm oleh hasanah »

Luthi

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.155
  • Reputasi: 30
  • Jenis kelamin: Pria
  • forgiven
    • Lihat Profil
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #16 pada: Februari 05, 2009, 10:15:01 am »
feminisme



<< klik aja
bukan cuma feminisme sepihak tapi banyak jg yg aneh

Dari: Matsumaru Matsumaru <matsumaru_jr@ yahoo.co. id>
Topik: [CyberDakwah] Film Perempuan Berkalung Sorban Dianggap Menyesatkan
Kepada: klabsantri@yahoogro ups.com, cyberdakwah@ yahoogroups. com
Tanggal: Selasa, 3 Februari, 2009, 10:00 PM

Film Perempuan Berkalung Sorban Dianggap Menyesatkan

Tak ada satu pun ayat dalam Alquran dan Hadits yang mengharamkan perempuan untuk keluar rumah.

JAKARTA -- Film ''Perempuan Berkalung Sorban'' besutan Sutradara Hanung Bramantyo yang sedang diputar di bioskop dinilai banyak mengandung muatan agama yang menyesatkan. Film yang diadopsi dari novel karya Abidah Al Khalieqy itu juga dianggap telah melecehkan Alquran dan Hadits, serta telah menjelek-jelekan pesantren.

Salah satu pesan yang dianggap menyesatkan dalam film itu adalah dialog antara Kiai Hanan, ayah Anissa (Joshua Pandelaky) dengan Annisa (Revalina S Temat). Dalam dialog itu, Kiai Hanan berkata, "Jelas Alquran dan Hadits mengharamkan perempuan keluar rumah sendiri tanpa muhrim, meski untuk belajar."

''Yang membuat saya kaget, dialog itu dihadirkan secara berulang dengan adegan yang berbeda,'' cetus staf pengajar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Fitriyani Aminudin kepada Republika, Ahad (1/2). Padahal, kata Fitriyani, tak ada satupun ayat dalam Alquran dan Hadits yang melarang perempuan untuk keluar rumah.

Ia menegaskan, penggunaan kata ''berdasarkan Alquran dan Hadits'' dalam film itu sebagai bentuk pelecehan kitab suci yang amat menyakitkan. Reaksi keras terhadap Film ''Perempuan Berkalung Sorban'' juga dilontarkan Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Ali Mustafa Yakub. Pakar ilmu Hadits itu menyatakan, tak ada satu pun ayat dalam Alquran dan Hadits yang mengharamkan perempuan untuk keluar rumah.

"Yang ada justru hadits yang sebaliknya,' ' tegas Kiai Ali Mustafa. ''Janganlah kamu melarang perempuan-perempuan mu untuk ke masjid (menimba ilmu),'' ucapnya mengutip sebuah hadits. Anggota Komisi Fatwa MUI itu menilai, Film ''Perempuan Berkalung Surban'' telah menyesatkan. "Mereka menggambarkan persepsi yang salah, padahal keadaan yang sebenarnya tidak seperti itu. Itu sangat tidak benar. Menurut saya film itu menyesatkan. "

Kiai Ali juga menyoroti adegan Anissa menunggang kuda. ''Dalam film itu digambarkan bahwa perempuan dilarang menunggang kuda. Padahal pada zaman Nabi banyak perempuan yang sudah menunggang kuda,'' tuturnya. Menurut dia, film tersebut telah menyampaikan ajaran agama yang salah. ''Sebaiknya tidak usah ditonton."

Selain itu, Fitriyani juga memaparkan banyaknya adegan yang ganjil dalam film itu. Ia mengkritisi sejumlah dialog dan gambar yang mencoba membandingkan Alquran serta Hadits dengan buku Bumi Manusia karya Pramudya Ananta Tur. "Siapapun yang menontonnya, dalam film ini terdapat kesan kuat yang menggambarkan kebodohan kaum santri mengharamkan buku-buku Komunis,'' cetus Fitriyani.

Fitriyani menilai film itu mengedepankan pesan utama kebebasan yang mencoba membandingkannya dengan pesantren. "Ada sebuah kesalahan fatal, karena mereka (pembuat film) tak mendalami lebih dahulu karakter dan tradisi pendidikan pesantren,'' tegasnya. Ia menilai mereka yang terlibat dalam film itu sangat terlihat sekali ketidakpahaman mereka terhadap sejarah, tradisi, karakteristik dan jiwa pesantren.

''Ini merupakan pelecehan dan penghinaan terhadap pesantren," kata wanita yang juga pernah mondok di salah satu pesantren Jawa Timur itu. Menanggapi reaksi keras dari kalangan umat Islam itu, Sutradara Film ''Perempuan Berkalung Sorban'', Hanung Bramantyo membantah adanya dialog haramnya perempuan keluar rumah yang didasarkan pada Alquran dan Hadits. "Tak ada dialog seperti itu, itu hanya pendapat sang Kiai yang notabene pemilik pesantren bukan berdasarkan Alquran dan Hadits,'' kilahnya.

Hanung menambahkan, ia mengadopsi keadaan pesantren dan kegiatannya dari novel karya Abidah Al Khalieqy yang merupakan hasil pengamatan Abidah. c63

sai

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.929
  • Reputasi: 68
  • Jenis kelamin: Pria
  • matahari pertama
    • Lihat Profil
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #17 pada: Februari 05, 2009, 12:14:59 pm »
^^

bukannya film tersebut meluruskan?
udah nonton?
kalo kamu nonton harusnya kamu tahu bahwa di film menceritakan tentang kisah kehidupan sebuah komunitas pesantren yang ortodok. sampe-sampe santinya dilarang baca buku selain AlQuran.

realitanya memang banyak yang demikian bukan?

dan di film itu juga dikisahkan bagaimana Anisa begitu gigih mendapatkan kemerdekaannya. menentang 'kebijakan' pesantren yang ia anggap tidak sesuai. bahkan beberapa adegan menegaskan bahwa dahulu Fatimah pun mengangkat senjata

Luthi

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.155
  • Reputasi: 30
  • Jenis kelamin: Pria
  • forgiven
    • Lihat Profil
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #18 pada: Februari 05, 2009, 12:27:05 pm »
^^

bukannya film tersebut meluruskan?
udah nonton?
kalo kamu nonton harusnya kamu tahu bahwa di film menceritakan tentang kisah kehidupan sebuah komunitas pesantren yang ortodok. sampe-sampe santinya dilarang baca buku selain AlQuran.

realitanya memang banyak yang demikian bukan?

dan di film itu juga dikisahkan bagaimana Anisa begitu gigih mendapatkan kemerdekaannya. menentang 'kebijakan' pesantren yang ia anggap tidak sesuai. bahkan beberapa adegan menegaskan bahwa dahulu Fatimah pun mengangkat senjata
berarti yg aneh pesantren nya ;))

sai

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.929
  • Reputasi: 68
  • Jenis kelamin: Pria
  • matahari pertama
    • Lihat Profil
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #19 pada: Februari 05, 2009, 12:33:07 pm »
yang nulis artikel yang aneh.
hanya bisa lihat kulit kacang sudah berani kritik

Luthi

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.155
  • Reputasi: 30
  • Jenis kelamin: Pria
  • forgiven
    • Lihat Profil
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #20 pada: Februari 05, 2009, 12:38:07 pm »
yang nulis artikel yang aneh.
hanya bisa lihat kulit kacang sudah berani kritik
maklum,mungkin bukan orang film

sai

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.929
  • Reputasi: 68
  • Jenis kelamin: Pria
  • matahari pertama
    • Lihat Profil
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #21 pada: Februari 05, 2009, 12:45:10 pm »
OOT

maklum,mungkin bukan orang film

orang stress kehabisan tiket :))

lin_yank

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.479
  • Reputasi: 16
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Love Allah.. ^_^
    • Lihat Profil
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #22 pada: Februari 06, 2009, 11:17:47 am »
OOT

maklum,mungkin bukan orang film

orang stress kehabisan tiket :))

kang sai ya yang stresss  :D

kaburrrrr
 :go:


eS_eR

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.027
  • Reputasi: 3
  • Amirah Hasna' Mumtazzah
    • Lihat Profil
    • `fatamorgana`
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #23 pada: Februari 06, 2009, 01:15:37 pm »
yang nulis artikel yang aneh.
hanya bisa lihat kulit kacang sudah berani kritik

aneh bgm? dan pembenaran yang bagaimana menurut kang sai?

sai

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.929
  • Reputasi: 68
  • Jenis kelamin: Pria
  • matahari pertama
    • Lihat Profil
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #24 pada: Februari 06, 2009, 01:26:33 pm »
aneh bgm? dan pembenaran yang bagaimana menurut kang sai?

pembenaran apa ya?

ez_crim_maniez

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 360
  • Reputasi: 7
  • ^_^ Indahnya persahabatan...;-)
    • Lihat Profil
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #25 pada: Februari 06, 2009, 01:31:02 pm »
yang nulis artikel yang aneh.
hanya bisa lihat kulit kacang sudah berani kritik


  :D.. Setuju sama sai

eS_eR

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.027
  • Reputasi: 3
  • Amirah Hasna' Mumtazzah
    • Lihat Profil
    • `fatamorgana`
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #26 pada: Februari 06, 2009, 01:32:55 pm »
^^

bukannya film tersebut meluruskan?


sai

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.929
  • Reputasi: 68
  • Jenis kelamin: Pria
  • matahari pertama
    • Lihat Profil
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #27 pada: Februari 06, 2009, 01:38:26 pm »
baca bawahnya, jangan atasnya doank.

kutulis ulang

film menceritakan tentang kisah kehidupan sebuah komunitas pesantren yang ortodok. sampe-sampe santinya dilarang baca buku selain AlQuran.  (apakah menurutmu ini sebuah kebenaran? apakah sebuah buku selain AlQuran merupakan kebohongan?)

realitanya memang banyak yang demikian bukan? (mau aku antar kesebuah pesantren kolot di Garut?)

dan di film itu juga dikisahkan bagaimana Anisa begitu gigih mendapatkan kemerdekaannya. menentang 'kebijakan' pesantren yang ia anggap tidak sesuai. bahkan beberapa adegan menegaskan bahwa dahulu Fatimah pun mengangkat senjata

eS_eR

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.027
  • Reputasi: 3
  • Amirah Hasna' Mumtazzah
    • Lihat Profil
    • `fatamorgana`
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #28 pada: Februari 06, 2009, 01:50:07 pm »
inilah pemikiran yang modern, bukan secara islamisasi, pesantren itu cb mengislamkan secara kaffah.why not.
cb kita angkat karya novelnya. nih saya ambil dari myquran



Judul buku : Perempuan Berkalung Sorban
Penulis : Abidah El Khalieqy
Penerbit : Arti Bumi Intaran Yogyakarta
Edisi : Cetakan II, Juli 2008
Tebal : 318 Halaman

Pemberontakan...! Kalimat ini pas untuk menggambarkan kisah novel ini. Penulisnya, melalui tokoh Annisa, memberontak penindasan laki-laki atas perempuan dalam ranah fikih. Kemapanan berpikir kaum santri terhadap perempuan di kalangan pesantren, dipertanyakan habis-habisan. Khudhori, tokoh lain, menjadi penjelas atas semua bentuk protes Annisa.

Novel ini mengisahkan tokoh Annisa. Ia lahir di keluarga pesantren. Ayahnya seorang kiai. Dua saudaranya laki-laki. Di rumah, Annisa mendapatkan perlakuan diskriminatif terkait posisinya sebagai perempuan. Tak boleh belajar hingga ke perguruan tinggi, tak boleh belajar naik kuda, meski ia sangat menyukainya. Tugasnya memasak. Dua saudara memperoleh kebebasan lebih, hanya karena dia laki-laki.

Sebagaimana kehidupan di pesantren, Annisa wajib mengaji kitab. Sayang, dalam proses belajar ia sering mendapati penafsiran para kiai dinilai yang biasa gender. Tak menguntungkan posisi perempuan. Misalnya, istri harus selalu melayani kebutuhan biologis suami. Kalau menolak, istri akan dikutuk malaikat. Annisa protes. Namun, ia tidak mendapatkan jawaban memuaskan.

Dalam umur relatif muda, Annisa dipaksa nikah dengan Samsudin. Anak seorang kiai ternama kawan ayahnya. Annisa baru mengenal lelaki itu satu jam sebelum ijab kabul. Ia lelaki poligam. Selama menjadi istri Samsudin, ia tak pernah merasakan kebahagiaan. Apalagi cinta dan kasih sayang. Ia diperlakukan tak lebih dari wanita pemuas nafsu.

Sejak kecil, Annisa mengagumi Khudhori, lelaki yang selama ini sudah dianggap keluarga. Ia memanggilnya Lek Khudori. Khudhori menjadi ”pembela” Annisa di keluarga. Khudhori pula yang mengajari Annisa naik kuda, secara sembunyi-bunyi. Ia lelaki yang berpengetahuan luas. Menguasai kitab kuning, berpikir moderat dan rasional. Ia selalu menafsirkan agama dari sudut pandang substansi. Bukan formalisme agama.

Kepada Khudhori semua bentuk pergolakan Annisa memperoleh jawaban cerdas. Hubungan dekat Annisa-Khudhori harus berpisah. Khudhori melanjutkan studi ke Berlin Jerman. Selama ia di luar negeri, Annisa terus berada di cengkeraman Samsudin. Kebahagiaan Annisa memuncak setelah ia bercerai dan menikah dengan Khudhori.
kebahagiaan Annisa-Khudhori tak bertahan lama. Setelah si kecil yang sangat ditunggu-tunggu lahir, tak berapa lama, Annisa kehilangan lelaki segalanya. Khudhori meninggal kecelakaan.

Dari alur cerita, tak ada yang istimewa. Tak beda dengan cerita-cerita di sinetron TV. Seorang anak lahir di keluarga ”agamis”, dikekang, dipaksa nikah, tidak bahagia, cerai, nikah lagi dengan lelaki pujaan, melahirkan, meraih puncak kebagiaan, suami kecelakaan dan meninggal. Penulisnya ”tak kreatif” dalam menyusun alur cerita. Kekuatan novel ini justru pada dialog-dialognya, khususnya antara Annisa-Khudhori.

Banyak cakrawala baru yang bisa kita peroleh. Wacana yang membongkar sorban tradisi pesantren dalam memandang wanita. Pendekatan-pendekatan fikih klasik didekonstruksi sedemikan rupa. Menawarkan paradigma baru yang lebih substansial guna melihat posisi perempuan dalam ranah domistik maupun publik berdasarkan prinsip-prinsip keadilan dan kesetaraan. Melalui karya ini menunjukkan komitmen kuat penulisnya, Abidah El Khalieqy, dalam membela kaumnya yang ditindas kultur pesantren yang ”kolot”.

Sayangnya, Abidah terlalu bersemangat melukiskan adegan percintaan Annisa-Khudhori. Ibarat masakan, adegan percintaan adalah bumbu. Jika bumbu over dosis, justru membuat masakan tak karuan rasanya. Ini yang melemahkan novel ini. Ketidakcermatan editor dalam mengedit tulisan menjadi kerikil yang sangat mengganggu. Kesalahan kecil, salah ketik, jika terus berulang bisa berubah kesalahan besar. Patut disayangkan hal ini terjadi. Kesalahan ini bisa dihindari jika editor lebih teliti.

Novel yang kini difilmkan ini tetap layak untuk dibaca, terutama bagi mereka yang merindukan kemerdekaan. Perempuan-perempuan yang masih bingung oleh konstruksi (tafsir) agama yang menindas mereka.

Solo, 05 Januari 2009

sumber: http://sholahuddinmz.multiply.com/reviews


kita bahas permasalahannya

wah udah ada thread tentang film ini nih, saya udah terlanjur ngepost di multimedia :(

saya copy kesini deh.. :

http://myquran.org/forum/index.php/topic,49337.0.html


sedikit cuplikan dari koran republika

http://ng.republika.co.id/koran/0/29016/Film_Perempuan_Berkalung_Sorban_Dianggap_Menyesatkan

Senin, 02 Februari 2009 pukul 08:23:00
Film Perempuan Berkalung Sorban Dianggap Menyesatkan


Tak ada satu pun ayat dalam Alquran dan Hadits yang mengharamkan perempuan untuk keluar rumah.

JAKARTA -- Film ''Perempuan Berkalung Sorban'' besutan Sutradara Hanung Bramantyo yang sedang diputar di bioskop dinilai banyak mengandung muatan agama yang menyesatkan. Film yang diadopsi dari novel karya Abidah Al Khalieqy itu juga dianggap telah melecehkan Alquran dan Hadits, serta telah menjelek-jelekan pesantren.

Salah satu pesan yang dianggap menyesatkan dalam film itu adalah dialog antara Kiai Hanan, ayah Anissa (Joshua Pandelaky) dengan Annisa (Revalina S Temat). Dalam dialog itu, Kiai Hanan berkata, "Jelas Alquran dan Hadits mengharamkan perempuan keluar rumah sendiri tanpa muhrim, meski untuk belajar."

''Yang membuat saya kaget, dialog itu dihadirkan secara berulang dengan adegan yang berbeda,'' cetus staf pengajar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Fitriyani Aminudin kepada Republika, Ahad (1/2). Padahal, kata Fitriyani, tak ada satupun ayat dalam Alquran dan Hadits yang melarang perempuan untuk keluar rumah.

Ia menegaskan, penggunaan kata ''berdasarkan Alquran dan Hadits'' dalam film itu sebagai bentuk pelecehan kitab suci yang amat menyakitkan. Reaksi keras terhadap Film ''Perempuan Berkalung Sorban'' juga dilontarkan Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Ali Mustafa Yakub. Pakar ilmu Hadits itu menyatakan, tak ada satu pun ayat dalam Alquran dan Hadits yang mengharamkan perempuan untuk keluar rumah.

"Yang ada justru hadits yang sebaliknya,'' tegas Kiai Ali Mustafa. ''Janganlah kamu melarang perempuan-perempuanmu untuk ke masjid (menimba ilmu),'' ucapnya mengutip sebuah hadits. Anggota Komisi Fatwa MUI itu menilai, Film ''Perempuan Berkalung Surban'' telah menyesatkan. "Mereka menggambarkan persepsi yang salah, padahal keadaan yang sebenarnya tidak seperti itu. Itu sangat tidak benar. Menurut saya film itu menyesatkan."

Kiai Ali juga menyoroti adegan Anissa menunggang kuda. ''Dalam film itu digambarkan bahwa perempuan dilarang menunggang kuda. Padahal pada zaman Nabi banyak perempuan yang sudah menunggang kuda,'' tuturnya. Menurut dia, film tersebut telah menyampaikan ajaran agama yang salah. ''Sebaiknya tidak usah ditonton."

Selain itu, Fitriyani juga memaparkan banyaknya adegan yang ganjil dalam film itu. Ia mengkritisi sejumlah dialog dan gambar yang mencoba membandingkan Alquran serta Hadits dengan buku Bumi Manusia karya Pramudya Ananta Tur. "Siapapun yang menontonnya, dalam film ini terdapat kesan kuat yang menggambarkan kebodohan kaum santri mengharamkan buku-buku Komunis,'' cetus Fitriyani.

Fitriyani menilai film itu mengedepankan pesan utama kebebasan yang mencoba membandingkannya dengan pesantren. "Ada sebuah kesalahan fatal, karena mereka (pembuat film) tak mendalami lebih dahulu karakter dan tradisi pendidikan pesantren,'' tegasnya. Ia menilai mereka yang terlibat dalam film itu sangat terlihat sekali ketidakpahaman mereka terhadap sejarah, tradisi, karakteristik dan jiwa pesantren.

''Ini merupakan pelecehan dan penghinaan terhadap pesantren," kata wanita yang juga pernah mondok di salah satu pesantren Jawa Timur itu. Menanggapi reaksi keras dari kalangan umat Islam itu, Sutradara Film ''Perempuan Berkalung Sorban'', Hanung Bramantyo membantah adanya dialog haramnya perempuan keluar rumah yang didasarkan pada Alquran dan Hadits. "Tak ada dialog seperti itu, itu hanya pendapat sang Kiai yang notabene pemilik pesantren bukan berdasarkan Alquran dan Hadits,'' kilahnya.

Hanung menambahkan, ia mengadopsi keadaan pesantren dan kegiatannya dari novel karya Abidah Al Khalieqy yang merupakan hasil pengamatan Abidah. c63



gimana menurut pendapat anda?

semalam ane nonton bukan 4 mata di tivi7

eeh tentang filem perempuan berkalung sorban
narasumbernya hanum sebagai sutradara

lalu si tukul nanyaain tentang kontraversi pilem tersebut yang katanya ada penyesatan
lalu si hanum menepisnya katanya itu hanya dialog perbedaan pemahaman antara anak dan bapaknya
katanya bapaknya itu sok tau jalan hidup anaknya dengan memakai AL-QUR'AN sebagai dALIL
lalu penonton pada tepuk tangan........hore...hore...

klw menurut ane itu JELAS PENYESATAN dan MENODAI ISI KITAB SUCI AL-QUR'AN
karna adegan dialog itu mengandung makna terbeslit mengajarkan
1. berkata kasar kepada orang tua
2.pembangkaan anak kepada orang tua
3.pembangkangan anak terhadap kitab suci AL-QUR'AN sebagai jalan hidupnya


itu menurut ane
                           
              jadi ga pantas sekali klw pilem "PEREMPUAN BEKALUNG SORBAN "sebagai pilem ISLAMI
yang di haruskan/pantas keluarga MUSLIM untuk menontonnya


jelas ini film membalut penyimpangan dalam konteks film islam, apalagi sedang boomingnya novel2 islam
« Edit Terakhir: Februari 06, 2009, 01:54:22 pm oleh eS_eR »

Luthi

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.155
  • Reputasi: 30
  • Jenis kelamin: Pria
  • forgiven
    • Lihat Profil
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #29 pada: Februari 06, 2009, 02:50:56 pm »
namanya jg jualan
'kedok dakwah'
booming tapi tidak konstruktif