Penulis Topik: Wanita Berkalung Sorban..  (Dibaca 35331 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

sai

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.929
  • Reputasi: 68
  • Jenis kelamin: Pria
  • matahari pertama
    • Lihat Profil
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #105 pada: Februari 12, 2009, 09:17:40 am »
nonton debat di TVOne

aaah... debat, memang sulit menemukan titik temu jika dua garis bersikap sejajar.

ada yang menggelitik dari pihak kontra. debatnya ngotot banget ya :D

wah penasaran mau nonton debat kontroversi seputar film perempuan berkalung surban di TV ONE niyh...semalem syutingnya..tapi kata pihak TV ONE ntar malam katanya tayang...wah, jadi pengen cepat2 lihat...:) debatnya seru habis...tapi nggak tau deh kalau nantinya diedit disana-sini...menurut perkiraanku begitu...coba live...kan gak bakal diedit2 ya...

pengalaman pertama kalinya ikut debat di TV ONE...pada nonton ya...Ninis hadir loh di debat itu bersama dengan anak2 SALAM UI, kami bersama MUI dari pihak yang kontra ...dan yang pro itu dari UNJ...

semalem Mas Hanung dicecer habis-habisan,, sampai acara debat udah selesai-pun tetap aja dipojok-pojokkan..

dicecer? aku melihatnya sebagai sikap depensif. ya seperti orang kebanyakan yang di suguhi debat kusir..
mungkin anda tau bagaimana dari pihak anda berteriak "diam kamu!"
atau saat mengeluarkan kata-kata provokasi "sebaiknya mas hanung ini belajar dulu agama..."
persis yang ini
Kutip
lebih kurang ... ntar-ntar cari mod yang pemahaman agamanya bagus =))

oot
loh badar masih disini? ntar kita jangkiti virus loh >:)

antiLIBERAL

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 43
  • Reputasi: -2
    • Lihat Profil
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #106 pada: Februari 13, 2009, 06:27:37 am »
Awas, ada propaganda paham liberal yang menyusup dalam dunia perfilman. Demikian ujar sutradara Chaerul Umam mengomentari film Perempuan Berkalung Sorban (PBS)



Hidayatullah.com--Film Perempuan Berkalung Sorban (PBS) tak hanya menuai Chaerul Umamkritik di kalangan ulama dan umat Islam. Tak urung, kalangan sineas sendiri ikut-ikut gerah. Kritik datang langsung dari Chaerul Umam, mengatakan. Fim PBS tidak hanya melecehkan Islam, namun juga mengandung unsur propaganda politik.

"Film tersebut mengandung propaganda politik. Bagaimana tidak, dunia pesantren dicitrakan sangat buruk. Dan secara tidak langsung, seluruh pesantren memiliki kultur demikian," ungkap Chaerul kepada www.hidayatullah.com.

Chaerul menyayangkan, banyak siaran talkshow sebagaimana acara debat yang difasilitasi stasitun TV one baru-baru ini yang menghadirkan Hanung Bramantyo sang sutradara.

Menurutnya, hal itu hanya akan memberikan kesempatan kepadanya untuk ber-hujjah (berpendapat) dan bersilat lidah. Dengan demikian, dia dapat menyakinkan masyarakat. Padahal, dalam dunia seni hal tersebut tidak boleh dilakukan.

"Seharusnya yang membedah kontroversi itu adalah pihak lain, baik yang kontra maupun yang pro. Namun bukan dari pihak Hanung sebab, itu setali tiga uang. Celoteh nya pasti tidak cover both side," tuturnya.

Sebagai seorang sutradara senior, Chaerul mengetahui ketidakseimbangan (unbalance) dalam film tersebut. Bagimana kisah buruk kiyai dan pesantren yang di-blow up secara sepihak. Sedangkan pesantren dan kiyai yang bagus tidak disentuh.

Chaerul tidak hanya setuju dengan keputusan MUI yang menyuruh agar film tersebut ditarik dan direvisi, lebih keras lagi, Chaerul juga beranggapan bahwa film tersebut sudah tidak layak lagi direvisi.

"Untuk apa film PBS ditarik dan direvisi, film tersebut dibuang saja, tidak ada yang perlu direvisi,"tuturnya. Kecuali, jika Hanung mau menampilkan realitas pesantren secara jujur dan equal (setara), maka film tersebut bisa direvisi. "Itupun sangat banyak sebab, terlalu banyak kesalahan," imbuhnya.

Menurutnya, banyak adegan yang cukup menyulut kemarahan masyarakat dalam film tersebut. Dalam film itu banyak adegan yang jahili. Bahkan mengadopsi gaya-gaya Kristiani. Seperti, Annisa tokoh utama (PBS) yang mengajak Khudori bekas pacarnya untuk berzina di kandang kuda. Belum sempat kejadian itu terlaksana karena Khudori menolak sudah keburu ketangkap basah. Kemudian ditangkap dan disuruh dirajam. Hanya dengan bukti jilbab yang dicopot rajam pun dilakukan.

"Di adegan ini, secara fiqhiyah saja sudah salah. Namun, rajam tetap dilakukan," tutur Chaerul. Tidak hanya itu, ibu Annisa menghalang-halangi. Dia membolehkan, asal si pelempar bersih tidak memiliki dosa. Bukankah ini cerita Kristen seperti Makdalena yang yang mau dirajam. Tiba-tiba datang Yesus yang kemudian membolehkan rajam asal si perajam tidak berdosa?.

Dari bukti-bukti inilah, menurut Chaerul, sebenarnya film PBS termasuk dalam pelecehan agama. Dan bisa dibawa ke pengadilan dengan dalih *******taan agama.

Menurutnya, dalam hal ini, MUI harus menjadi mediator ke pengadilan. Sebab, jika pencegahan tersebut tidak cepat dilakukan, maka ditakutkan respon masyarakat akan bergerak.

Selain pembuat film, menurut Chaerul, yang paling bertanggung jawab adalah LSF. Sebab, lembaga ini telah meloloskan PBS.

Propaganda paham Liberal

Ketika ditanya bagaimana caranya agar insan perfileman tetap kreatif tanpa harus tergelincir masalah sensitif, seperti masalah SARA. Menurutnya, sebenarnya, hal itu tidak akan terjadi jika para sineas jujur dalam membuat film tanpa ada propaganda terselubung. Dan hal itu tidak akan mematikan insan film dalam berkreasi. Menurut Chaerul, tolok ukurnya cukup sederhana, yakni bisa mengangkat masalah apa saja asal solusinya baik.

"Yang jelas, adegan dan solusinya Islami. Jangan adegannya islami namun solusi jahili, kemudian dikatakan film religi, " jelasnya.

Seperti adegan perzinahan dan kemesraan diadegankan secara vulgar. Padahal hal tersebut sangat berbahaya.

"Masalah sentuhan saja sudah dipermasalahkan dalam masyarakat, apalagi pemerkosaan," katanya. Secara sepintas ia menilai, Hanung sengaja ingin meniru-niru Barat dalam membuat film.

Padahal masyarakar sekuler beda dengan Indonesia yang agamis. "Di Barat, agama adalah agama, sedangkan film adalah film," tegas Chaerul.

Chaerul beranggapan bahwa virus liberalisme, terutama dalam hal bisnis yang menghalalkan segala cara telah memasuki dunia perfilman nasional sekarang ini. Untuk mendapat banyak simpati dan untung tinggi, mereka melakukan beragam cara. Salah satunya liberalisasi film.

Chaerul Umam menyarankan, agar pembuat film harus membawa penasihat. Setidaknya, sebelum proses dan ketika proses ataupun hasilnya harus dikonsultasikan dengan penasihat ahli.

Sebagaimana diketahui, Chaerul Umam mulai dicatat sebagai sutradara yang baik lewat film "Al Kautsar", tahun 1977, produksi PT Sippang Jaya Film, dan "Titian Serambut Dibelah Tujuh". [ans/hidayatullah.com]

Foto: cinemart.com

d4vid_r5

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 4.926
  • Reputasi: 40
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dreaming...
    • Lihat Profil
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #107 pada: Februari 17, 2009, 01:48:32 am »

eS_eR

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.027
  • Reputasi: 3
  • Amirah Hasna' Mumtazzah
    • Lihat Profil
    • `fatamorgana`
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #108 pada: Februari 17, 2009, 11:34:49 am »
Saya sdh nnton film ini
selain kontroversi di atas,
saya juga menemukan sesuatu yang hampir tak pernah saya dengar dalam Islam,
sebaliknya populer dalam agama nasrani, diangkat menjadi sebuah dialog yg membuat saya jengkel

Latar dialognya adalah ketika Annisa dan Khudori yang dituduh berzina hendak dirajam (dilempari batu) oleh masyarakat/santri.
ketika itu umi Annisa mencoba membela Annisa. Ia memegang batu dan mulai memandangi satu per satu orang2 yg akan merajam, kemudian berkata kira2 begini :

Siapa yang merasa tidak berdosa, silahkan melemparkan batu

Masyarakat/santri kebanyakan diam dan bengong mendengar ucapan umi Annisa itu dan klo tdk salah Masyarakat/santri pun membubarkan diri

Mendengar dialog ini saya langsung jengkel
karena saya tahu persis bahwa dialog ini sama persis dengan dialog Yesus yg terdapat dalam kitab suci Nasrani

Tepatnya pada Injil Yohanes pasal 8 ayat 2 s.d. 11.
dialog diatas terdapat pada ayat 7 pasal itu
ceritanya tentang Yesus yang sedang dicobai sama rabi dan masyarakat Yahudi kala itu
mereka menghadapkan kpd Yesus seorang perempuan yg tertangkap basah sedang berzina
untuk diadili oleh Yesus
Yesus kemudian berkata kepada kerumunan masa, spt yg terdapat pd ayat 7, yakni

"Barangsiapa di antara kamu yang tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melempar batu pada perempuan ini

mendengar perkataan Yesus ini, bubarlah satu per satu kerumunan massa itu

kemiripan dialog umi Annisa dan latarnya dgn ucapan Yesus membuat saya jengkel dan bertanya-tanya
apa ini disengaja?

terlebih ucapan Yesus ini cukup populer di kalangan nasrani

setahu saya, Alquran & sunnah tidak pernah memberikan keterangan bahwa orang yg tidak berdosa sajalah yg dpt melaksanakan hukum Allah
malah Allah mengingatkan kita untuk tidak merasa kasihan kepada pezina2 ketika kita menghukum mereka  ssi printah Allah
lagian, mana ada kita yg tidak berdosa sih
klo iya,siapa yg mau jalankan hukum Tuhan

saya melihat ada kritik tersembunyi terhadap hukum rajam dlm Islam dengan membandingkannya dengan ajaran Nasrari

wallahualam
siul

sai

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.929
  • Reputasi: 68
  • Jenis kelamin: Pria
  • matahari pertama
    • Lihat Profil
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #109 pada: Februari 17, 2009, 11:47:55 am »
komen om dedy sih

komentar 'orang tua' :p

si om memandang justru dari 'rasa' filmnya. bahwa film harus 'rasa' kasih sayang, bukan kebencian. (meski aku sendiri masih bingung di bagian mana yang menyebar kebencian?)
kecuali jika, ya yang kemaren2, film adalah cara pandang.

oia, masih inget debat di TVOne?
alasan kenapa mereka kontra? karena objeknya adalah pesantren
gimana kalo gereja?

Fareast

  • Pengunjung
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #110 pada: April 11, 2009, 11:23:30 pm »
video/ movie sepatutnya melalui saringan/ tapisan sebelum di siar..

Fareast

  • Pengunjung
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #111 pada: April 11, 2009, 11:26:17 pm »
bahaya bukan jika udah disiarkan.. akan mengudang haru biru keadaan yang aman.  :(

d4vid_r5

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 4.926
  • Reputasi: 40
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dreaming...
    • Lihat Profil
Re:Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #112 pada: Mei 14, 2009, 07:45:46 am »
abis nonton film ini.keren kok...
ngapain di kontroversiin ;))

eh beneran islam kek gitu?ga ngebolehin wanita baca buku?


*yang ngomong iya silahkan bakar bukunya selain qur'an dan sahih arbain :whistle:

ukh_put

  • Jr. Member
  • **
  • Tulisan: 72
  • Reputasi: 1
  • Jenis kelamin: Wanita
  • hijauu
    • Lihat Profil
Re: Wanita Berkalung Sorban..
« Jawab #113 pada: April 02, 2010, 06:56:54 am »
aku malah mau nanya.
perempuan jadi pemimpin gimana?????