Penulis Topik: Puasa sunah dan membayar hutang puasa di gabung  (Dibaca 10080 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

IMUT_4EVER

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 235
  • Reputasi: 4
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
Puasa sunah dan membayar hutang puasa di gabung
« pada: Januari 22, 2009, 07:04:49 pm »
Assalamu'alaikum Wr. Wb

Mohon bantuanya untuk menjelaskan, antara puasa sunah (syawal) dengan membayar hutang puasa wajib (Ramadhan) bisa ga digabungkan dalam melaksanakannya ?

Terima kasih atas responnya...

Wassalamu'alaikum Wr. Wb

د ج ل

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.084
  • Reputasi: 11
  • Jenis kelamin: Pria
  • my personalities
    • Lihat Profil
    • amgidarap kilab kitit
Re:Puasa sunah dan membayar hutang puasa di gabung
« Jawab #1 pada: Januari 23, 2009, 02:01:23 am »
setau saya sih ga boleh.
karena umumnya satu niat untuk satu ibadah
coba deh perhatiin kutipan berikut :
Kutip
Namun demikian Imam Ramli salah seorang ulama besar madzhab Syafii berfatwa ketika ditanyai tentang seseroang yang qadla Ramadhan di bulan Syawal sambil niat puasa enam hari bulan Syawal apakah sah? Beliau menjawab, gugur baginya hutang puasa dan kalau dia berniat juga sunnah syawal maka baginya pahala puasa sunnah tersebut. Imam Ramli mengatakan bahwa itu pendapat beberapa ulama kontemporer.

Akhirnya, bagi yang mampu dan kuat, maka sebaiknya niat itu satu-satu. Artinya kalau mampu, maka puasa qadla dulu baru melakukan sunnah syawal. Atau kalau kurang mampu, maka puasa syawal dulu karena waktunya pendek hanya sebulan, lalu mengqadla Ramadhan di bulan lain karena waktunya fleksibel selama setahun hingga Ramadhan berikutnya. (Kalau terlambat terkena denda fidyah). Kalau merasa kurang mampu juga, maka baru bisa melirik pendapat imam Ramli tadi. Wallahu a'lam bissowab.
Disusun: Ustadz Muhammad Niam, LLM
sumber : http://www.pesantrenvirtual.com/index.php?Itemid=55&catid=13:mozaik-fikih&id=1234:kajian-fiqih-mengkombinasikan-niat&option=com_content&view=article

maaf saya ga nemuin dalil yang menguatkan :)
« Edit Terakhir: Januari 23, 2009, 02:38:34 am oleh د ج ل »

lin_yank

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.479
  • Reputasi: 16
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Love Allah.. ^_^
    • Lihat Profil
Re:Puasa sunah dan membayar hutang puasa di gabung
« Jawab #2 pada: Februari 02, 2009, 10:22:45 am »
setahuku juga g boleh,,, kalo mw puasa niatnya satu aja..
oh y,, tanya sekalian..
mana y yang harus lebih diutamakan antara puasa qodlo ma pusa sunnah....

arif budiman

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.392
  • Reputasi: 71
  • Jenis kelamin: Pria
  • My little angels
    • Lihat Profil
Re:Puasa sunah dan membayar hutang puasa di gabung
« Jawab #3 pada: Februari 02, 2009, 11:49:26 am »
mana y yang harus lebih diutamakan antara puasa qodlo ma pusa sunnah....
yang pernah saya denger ada 2 pendapat
terkait dengan puasa syawal
yang pertama berpegang pada kaidah mendahulukan yang wajib daripada yang sunnah
yang kedua, karena puasa syawal terikat dengan waktu tertentu, jadi boleh didahulukan

kalo puasa sunnah lain yang ga terikat waktu..
ya mendingan didahulukan yang wajib dulu lah..

tapi yang jelas ga boleh kalo niatnya digabung
kalo ibadah boleh digabung, ga perlu ada dong shalat jama' ta'dim/ta'akhir
shalat aja 4 rakaat sambil niat shalat zuhur sekaligus shalat ashar..
atw shalat aja 2 rakaat pas subuh sambil sekalian niat shalat fajar..
got it?

wallahu a'lam

lin_yank

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.479
  • Reputasi: 16
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Love Allah.. ^_^
    • Lihat Profil
Re:Puasa sunah dan membayar hutang puasa di gabung
« Jawab #4 pada: Februari 02, 2009, 05:01:01 pm »
jazakillah y akhi...  :)

د ج ل

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.084
  • Reputasi: 11
  • Jenis kelamin: Pria
  • my personalities
    • Lihat Profil
    • amgidarap kilab kitit
Re:Puasa sunah dan membayar hutang puasa di gabung
« Jawab #5 pada: Februari 02, 2009, 05:05:06 pm »
@pak arif
tapi ada beberapa ualama yang menyatakan bahwa ada beberapa ibadah yang niatnya dapat digabung dalam satu pelaksanaan :)

coba baca lagi deh artikel dari link yang saya kasih
tapi ini berhubung hanya berasal dari sumber (meskipun dikutip oleh beberapa situs) so.. mohon bahan pembandingnya

arif budiman

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.392
  • Reputasi: 71
  • Jenis kelamin: Pria
  • My little angels
    • Lihat Profil
Re:Puasa sunah dan membayar hutang puasa di gabung
« Jawab #6 pada: Februari 02, 2009, 05:37:42 pm »
@pak arif
tapi ada beberapa ualama yang menyatakan bahwa ada beberapa ibadah yang niatnya dapat digabung dalam satu pelaksanaan :)

coba baca lagi deh artikel dari link yang saya kasih
tapi ini berhubung hanya berasal dari sumber (meskipun dikutip oleh beberapa situs) so.. mohon bahan pembandingnya
iya ya..betul..
makasih banyak kang..
referensinya tadi emang belum saya klik..
jadi masukan buat saya  :great:

bahan pembanding dari saya malah ga ada
saya dengerin pembahasannya di radio dakta (lagi males browsing..  :p )
tapi memang waktu itu yang dibahas masalah menggabungkan niat puasa sunnah & wajib

arif budiman

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.392
  • Reputasi: 71
  • Jenis kelamin: Pria
  • My little angels
    • Lihat Profil
Re:Puasa sunah dan membayar hutang puasa di gabung
« Jawab #7 pada: Februari 02, 2009, 05:44:19 pm »
dapet nih tambahan referensi dari syariahonline

menggabungkan dua niat dengan satu amal, yaitu berpuasa di bulan Syawwal dengan niat puasa sunnah sekaligus membayar qadha‘, bukanlah pilihan yang dibenarkan oleh kebanyakan ulama. Karena masing-masing memiliki dasar hukum dan landasan yang berbeda.

http://www.syariahonline.com/kajian.php?lihat=detil&kajian_id=734

د ج ل

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.084
  • Reputasi: 11
  • Jenis kelamin: Pria
  • my personalities
    • Lihat Profil
    • amgidarap kilab kitit
Re:Puasa sunah dan membayar hutang puasa di gabung
« Jawab #8 pada: Februari 02, 2009, 05:58:57 pm »
adakah hadist yang bisa dijadikan dasar pendapat?(untuk kedua jnis pendapat tentang masalah ini)
maaf nih masih belom puas

arif budiman

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.392
  • Reputasi: 71
  • Jenis kelamin: Pria
  • My little angels
    • Lihat Profil
Re:Puasa sunah dan membayar hutang puasa di gabung
« Jawab #9 pada: Februari 02, 2009, 07:53:42 pm »
adakah hadist yang bisa dijadikan dasar pendapat?(untuk kedua jnis pendapat tentang masalah ini)
maaf nih masih belom puas
kalo gitu harus manggil mas fahmie nih  ;D

د ج ل

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.084
  • Reputasi: 11
  • Jenis kelamin: Pria
  • my personalities
    • Lihat Profil
    • amgidarap kilab kitit
Re:Puasa sunah dan membayar hutang puasa di gabung
« Jawab #10 pada: Februari 03, 2009, 05:44:39 pm »
iyah... dari kemaren ditungguin... kayaknya masih sibuk ujian :D

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re:Puasa sunah dan membayar hutang puasa di gabung
« Jawab #11 pada: Februari 09, 2009, 02:36:27 am »
Assalamu'alaikum Wr. Wb

Mohon bantuanya untuk menjelaskan, antara puasa sunah (syawal) dengan membayar hutang puasa wajib (Ramadhan) bisa ga digabungkan dalam melaksanakannya ?

Terima kasih atas responnya...

Wassalamu'alaikum Wr. Wb

dalam pelaksanaannya, ulama terbagi dalam dua pendapat ;
 1. tidak boleh sama sekali menggabungkan puasa ramadhan dan puasa sunnah di bulan syawal dengan satu niat. pendapat ini dimotori oleh Abu Yusuf dari kalangan hanafiyah, dan sebagian ulama syafi'iah.
2. boleh tasyirk al-niyyat ( menggabungkan niat ) qadla bulan ramadhan dan puasa syawal. pendapat ini dimotori - dari kalangan syafi'iyah - oleh al-Ramli, serta sebgian ulama malikiyah, dan kelompok hanafiyah ; Muhamad bin al-Hasan al-Syaibani.

kelompok pertama, berhujjah dengan ;

1. hadis riwayat abi hurairah ;

من صام تطوعاً وعليه من رمضان شيء لم يقضه؛ فإنه لا يُتقبل منه حتى يصومه

barang siapa berpuasa sunnat, padahal ia mempunyai tanggungan puasa bulan ramadhan, maka puasa sunnatnya tidak diterima sampai ia mengqadla' puasa ramadhan yang tertinggal.

2. atas dasar kaidah ;

لا يُترك الواجب إلاّ لواجب

suatu perkara wajib tidak boleh ditinggalkan terkecuali dengan adanya kewajiban lain

sedang kebolehan menggabungkan niat, ulama berhujjah bahwa kedua ibadah tersebut tidak mutanaqidlah ( tdk bertentangan ). maka, jika kedua ibadah tersebut mutadakhilah (tidak bertentangan ) boleh dilakukan. Contoh, mandi di hari jum'at sunah, namun di hari yg sama orang tersebut junub. maka boleh menggabungkan niat mandi janabah dan niat mandi sunah di hari jum'at. begitu juga bolehnya menggabungkan shalat fardlu dengan shalat tahiyyat al-masjid. sedang untuk kaidah, tidak termasuk dalam masalah. karena yg dimaksud disini menjama', bukan melaksanakan puasa sunnah terlebih dahulu.

juga kebolehan ini mempunyai maksud memberi kemudahan pada umat muslim yang mempunyai masyaqat ketika melaksanakan puasa yang terpisah-pisah. disini lain puasa syawal terbatas waktunya, sedang qadla ramadlan wajib muwassa' ( waktu qadlanya masih luas ).

sebagaimana tidak ada hadis yang membolehkan tasyrik, hadis yg melarang tasyrik al-niyyatpun tidak ada. hadis yang diriwaytkan oleh abu hurairah diatas ( yang mengharuskan menqadla' puasa ramadlan terlebih dahulu ) - sebagaimana disebutkan Ibnu Qudamah dalam al-mughninya - termasuk hadis matruk, karena ada Ibnu Luhai'ah didalamnya. dan hadis tersebutpun masih umum, karena mencakup yg udzur maupun yang tidak.

'ala kulli hal, ulama yang menganjurkan menqadla terlebih dahulu lebih baik. namun jika keadaan menimbulkan masyaqat, boleh menjama' keduanya.


lin_yank

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.479
  • Reputasi: 16
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Love Allah.. ^_^
    • Lihat Profil
Re:Puasa sunah dan membayar hutang puasa di gabung
« Jawab #12 pada: Februari 10, 2009, 02:57:45 pm »
yang ditunggu dah dateng...
akhirnya ms fahmi nongol juga... :D

syukron y mas fahmi atas jawabannya...  :)

akhwat_fighter

  • Pengunjung
Re:Puasa sunah dan membayar hutang puasa di gabung
« Jawab #13 pada: April 12, 2009, 11:11:27 am »
dapet nih tambahan referensi dari syariahonline

menggabungkan dua niat dengan satu amal, yaitu berpuasa di bulan Syawwal dengan niat puasa sunnah sekaligus membayar qadha‘, bukanlah pilihan yang dibenarkan oleh kebanyakan ulama. Karena masing-masing memiliki dasar hukum dan landasan yang berbeda.

http://www.syariahonline.com/kajian.php?lihat=detil&kajian_id=734

oo gitu ?
jzk