Penulis Topik: Tentang Liqo, Holaqah, Mentoring, Murrabi, Mad'u, dll  (Dibaca 38386 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

fairuz.nafiah

  • Jr. Member
  • **
  • Tulisan: 78
  • Reputasi: 2
  • Love & Save PalestinE !!
    • Lihat Profil
Re: Tentang Liqo, Holaqah, Mentoring, Murrabi, Mad'u, dll
« Jawab #15 pada: Desember 12, 2008, 08:56:16 am »
assalamu'alaikum..

saya mau mengajukan pertanyaan nih:
1. Mohon penjelasannya tentang istilah2 diatas dung, maaf saya awam masalah seperti ini
2. Apakah yang dimaksud dengan istilah Aktifis Dakwah? apakah istilah ini hanya dikenakan bagi mereka2 yang tergabung dalam suatu organisasi?? Bukankah tiap diri kita pribadi juga mengemban amanah untuk berdakwah??

Mohon penjelasannya  :D

oki_toink

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.635
  • Reputasi: 47
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Tentang Liqo, Holaqah, Mentoring, Murrabi, Mad'u, dll
« Jawab #16 pada: Desember 13, 2008, 08:40:15 am »
assalamu'alaikum..

saya mau mengajukan pertanyaan nih:
1. Mohon penjelasannya tentang istilah2 diatas dung, maaf saya awam masalah seperti ini
2. Apakah yang dimaksud dengan istilah Aktifis Dakwah? apakah istilah ini hanya dikenakan bagi mereka2 yang tergabung dalam suatu organisasi?? Bukankah tiap diri kita pribadi juga mengemban amanah untuk berdakwah??

Mohon penjelasannya  :D

saya akan jelaskan untuk fairuz sebisa saya dan kalo saya ada yang salah bisa kau2 tambahin yahh..

1. tentang liqo ma holaqoh sebenarnya sama aja artinya yaitu berkumpul nya beberapa orang untuk mempelajari ilmu islam...

kalo mentoring itu biasanya suka dipake untuk program di sekolah atau kampus gitu..

jadi pelajar atau mahasiswa belajar mendalami agama islam..terus ada mentornya juga..

kalo murrabi itu guru ngaji atau pembina..

kalo mad'u itu muridnya

2 untuk aktivis dakwah yah orang yang berdakwah ...

memang sih diindonesia kebanyakan orang yang disebut aktivis da'wah itu yg ikut organisasi, sebenernya ga ikut organisasi juga dia bisa disenut aktivis da'wah. kali aja orang itu da'wahnya via internet kayak blog, group, dll.

iya semua orang mengemban amanah dakwah..

oki_toink

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.635
  • Reputasi: 47
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Tentang Liqo, Holaqah, Mentoring, Murrabi, Mad'u, dll
« Jawab #17 pada: Desember 13, 2008, 08:50:58 am »
tambahan...dari situs http://youngmuslimsindo.multiply.com/journal/item/14/Apa_itu_Halaqah_dan_Liqo_dan_Untuk_Apa_

Assalamu'alaikum wr.wb
Ada beberapa pertanyaan mengenai halaqoh yang ingin saya tanyakan :

1. Apa itu halaqoh/Liqo (pengertiannya)?

2. Seberapa pentingkah untuk ikut halaqoh?

3. Bagaimana kalau saya tidak ikut halaqoh lagi?

4. Seberapa besar peran Murabbi dalam menangani masalah mad'unya.

5. Apakah dalam memilih calon pendamping pun Murabbi yang menentukan?

6. Saya mulai ragu dengan MR saya. Pasalnya setiap kali pertemuan, pembahasan kami tak lain hanya sekedar ngobrol biasa. Dan tidak hanya saya saja yang mengalami teman saya yang lain pun merasa demikian. Karena kami haus sekali akan ilmu tauhid, fiqih, ibadah dan syariah. Untuk itu saya lebih tertarik berguru kepada yang lebih paham akan hal - hal tersebut. Setiap ditanyakan masalah menyangkut aqidah dsb itu jawaban MR menggantung (ragu). Bagaimana seharusnya kualitas Murabbi itu?

jazakillah...
wassalamu'alaikum wr.wb.


oki_toink

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.635
  • Reputasi: 47
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Tentang Liqo, Holaqah, Mentoring, Murrabi, Mad'u, dll
« Jawab #18 pada: Desember 13, 2008, 08:51:21 am »
Jawaban:
http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/11/cn/1777


Assalamu `alaikum Wr. Wb.

Bismillahirrahmanirrahiem. Alhamdulillahi Rabbil `Alamin. Wash-shalatu Was-Salamu `alaa Sayyidil Mursalin. Wa ba`d,


1. Makna Halaqah dan Liqo`

Secara bahasa halaqah artinya lingkaran dan liqo` artinya pertemuan. Secara istilah halaqah berarti pengajian dimana orang-orang yang ikut dalam pengajian itu duduk melingkar. Dalam bahasa lain bisa juga disebut majelis taklim, atau forum yang bersifat ilmiyah.

Istilah halaqah ini sangat umum di timur tengah dan biasa dilakukan di banyak masjid. Materinya bisa berkaitan dengan kitab tertentu seperti aqidah, fikih, hadits, sirah dan seterusnya. Contoh yang paling mudah bisa kita dapati di dua masjid Al-Haram, Mekkah dan Madinah. Setiap hari selalu dipenuhi dengan halaqah yang diisi oleh para masyaikh / ustaz yang merupakan pakar di bidangnya.

Sedangkan isitlah liqo` lebih umum dari halaqah, karena isinya bisa saja bukan merupakan kajian ilmiyah, tetapi bisa diisi dengan rapat, pertemuan, musyawarah dan seterusnya.

Istilah halaqah dan liqo di Indonesia umumnya sering dikaitkan dengan pengajian dalam format kelompok kecil antar 5 s/d 10 orang, dimana ada satu orang yang bertindak sebagai nara sumber yang sering diistilahkan dengan murabbi / pembina. Secara umum, format halaqah dengan jumlah terbatas ini memiliki kelebihan dan kekurangannya. Kelebihannya adalah bahwa anggota dari halaqah itu biasanya adalah orang-orang yang sudah terpilih melalui semacam seleksi. Sehingga lebih mudah untuk penangannya ketimbang bila jumlahnya terlalu banyak. Sehingga kontroling dari murabbi bisa lebih sempurna.

Kekurangannya adalah apabila kemampuan sang murabbi ini terbatas baik dari sisi waktu, ilmu dan kemampuan dalam membina, sehingga menimbulkan kebosanan dan kejenuhan. Dari sisi ilmu dan wawasan, halaqah kecil ini akan sangat tergantung dari wawasan sang murabbi. Bila kemampuannya baik, maka umumnya anggotanya pun punya wawasan yang baik.

Sehingga meski pada beberapa sisi ada kelebihannya, tapi halaqah kecil ini perlu juga dilengkapi dengan penambahan ilmu-ilmu ke-islaman secara lebih lanjut dan lebih luas, bila ingin mencetak orang-orang yang ahli dalam bidang syariah Islam. Sekedar ikut halaqah yang jam pertemuannya hanya 2-3 jam sepekan tentu sangat kurang bila tujuannya adalah mendalami ilmu-ilmu keislaman. Apalagi bila sang murabbi terbatas ilmu dan kemampuan bahasa arabnya.

Tapi umumnya, halaqah yang banyak diselenggarakan itu memang tidak bertujuan mencetak ahli syariah, tetapi lebih kepada membentuk wawasan dan kepribadian yang Islami. Untuk bisa menelurkan ahli syariah, yang dibuthkan adalah kuliah di fakultas syariah. Dan untuk melahirkan aktifis yang memiliki wawaan fikrah Islam serta memiliki kepribadian yang islami, sarana halaqah umumnya lumayan bermanfaat.

Namun semua itu tidak lain hanyalah wasilah (sarana) yang bisa dimanfaatkan dalam rangka dakwah kepada Allah dan melahirkan generasi yang islami.


2. Urgensi Ikut Liqo`

Sebagaimana yang kami jelaskan, liqo atau halaqah hanyalah sebuah format metode pembinaan yang selama ini cukup efektif untuk melahirkan kader-kader yang dibutuhkan. Tetapi esensinya adalah membina dan melahirkan afrad (individu) yang memiliki kriteria tertentu seperti berqidah yang shahih dan syamil, beribadah yang berkualitas, akhlaq yang mulia, produktif dalam beramal dan seterusnya.

Biasanya sarana yang digunakan tidak berhenti pada pertemuan mingguan saja, tapi ada juga yang bersifat rekreatif, ilmiyah, hiburan dan seterusnya. Namun semua itu dalam rangka menghiduap sistem kehidupan yang islami.


3. Tidak ikut Liqo`

Tidak ikut liqo` bukan suatu dosa yang akan membawa seseorang masuk neraka. Namun liqo` dalam makna istilah seperti yang kami sebutkan di atas selama ini sudah memiliki peran dalam rangka membentuk unsur-unsur kebaikan dalam tubuh umat Islam. Paling tidak merupakan sebuah gerakan alternatif dalam rangka menghidupkan Islam sebagai manhaj / sistem kehidupan. Dan arahnya adalah menuju kepada lahirnya generasi islami, rumah tangga islami, masyarakat islami bahkan hingga negara dan khilafah islamiyah.

Sehingga seyogyanya setiap generasi muda Islam ini ikut aktif dan mengambil peranan dalam setiap jenis usaha untuk mensukseskan kebangkitan Islam.


4. Peran Murabbi dalam menangani masalah mad`u-nya

Murabbi sebenarnya memiliki peran yang sangat signifikan dalam membina dan membentuk binaannya. Secara umum, sosok murabbi yang ideal adalah yang bisa menjadi sosok seorang ayah yang mengayomi, seorang guru yang mengajarkan ilmu, seorang sahabat sejati dan juga seorang pimpinan yang menunjuki.

Berbeda dengan guru atau dosen yang tugasnya melemparkan materi dan pergi, murabbi justru bertugas untuk menemani dan hidup bersama dengan para binaannya, memberi teladan langsung dan juga menjadi sosok panutan.

Karena itu tugas seorang murabbi sungguh sangat berat dan sukar. Karena harus merangkap sekian banyak peran dan tugas. Tapi hadirnya seorang murabbi ideal memang sebuah keharusan meski jalan menuju kesana penuh onak dan duri.


5. Apakah dalam memilih calon pendamping pun Murabbi yang menentukan?

Bila hubungan antara murabbi dan mad`unya berlangsung dengan harmonis dan ideal, maka sebenarnya yang ada bukan perintah dan sekian banyak aturan-aturan yang kaku. Justru yang seharusnya ditumbuhkan adalah suasana mesra, harmonis, akrab, terbuka dan kasih. Sehingga bila suasana itu tercapai, wajarlah bila ada seorang mad`u yang merasa tenang dan tentram bila ber-curhat pada murabbinya.

Sebaliknya bila hubungannya kurang harmonis, kaku, jauh, dingin dan angker, maka memaksakan mad`u untuk terbuka dan ber-curhat ria dengan murabbi merupakan ilusi. Alih-alih melahirkan rasa tsiqah, yang ada justru rasa tertekan dan terkekang. Washasil, akhirnya bisa saja seroang ma`du berkesimpulan,�Buat apa ikut-ikut liqa` segala, kalau isinya hanya tidak boleh ini dan tidak boleh itu, harus begini dan harus begitu�.

Bila sudah sampai titik ini, maka sesungguhnya suasana sudah tidak sehat lagi. Sayangnya, yang sering terjadi adalah anggapan yang bersifat menggeralisir bahwa semua liqa / halaqah pastilah seperti itu. Padahal berapa banyak halaqah lainnya yang sangat mesra dan akrab.


6. Keraguan pada Murabbi

Kalau anda melihat spesifikasi seorang murabbi ideal, maka memang untuk mencapai itu sangat sulit dan berat. Rasanya tidak semua orang mampu menjadi murabbi. Dalam kenyataan seperti itu, sebagai seorang mad`u, kita pun perlu memaklumi dan memahami realita yang ada. Bila sebuah liqa` tidak bisa sampai taraf ideal, tidak berarti kita berhak untuk meruntuhkannya atau meninggalkannya begitu saja.

Sesungguhnya masih banyak cara untuk memperbaiki suasana dalam sebuah rumah tangga per-liqo-an, bila memang semua pihak sama-sama menyadari kelebihan dan kekurangannya.
Masalah anda ingin belajar ilmu-ilmu syariat, seperti kami katakan, tidak semua murabbi memiliki kemampuan syar`i. Untuk itu silahkan anda mendaftarkan diri ke LIPIA atau universitas /ma`had Islam lainnya dalam rangka mendapatkan kafa`ah syar`iyah. Kalau perlu, ajaklah murabbi anda untuk mendaftar bersama??? Tapi, apakah ini termasuk berdakwah kepada murabbi ? jawabnya Wallahu A`lam Bish-Showab,

Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

Akhina Ifa

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.245
  • Reputasi: 30
  • Jenis kelamin: Pria
  • The Frame of My Deepest Heart...
    • Lihat Profil
    • Uhibbuka Fillah | Aku Mencintaimu Karena Allah
Re: Tentang Liqo, Holaqah, Mentoring, Murrabi, Mad'u, dll
« Jawab #19 pada: Desember 13, 2008, 10:17:34 pm »
liqo? menyenangkan (bagi saya). :D
sangat menyenangkan  :D
na'am, sangat menyenagkan...
Menambah wawasan dan "penginderaan" kepada Allah...
Ilmu + Spiritual :)
itu yang aku dapet :)
« Edit Terakhir: Desember 14, 2008, 07:15:38 am oleh Akhina Ifa »

calon_akhwat

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 4.737
  • Reputasi: 56
    • Lihat Profil
Re: Tentang Liqo, Holaqah, Mentoring, Murrabi, Mad'u, dll
« Jawab #20 pada: Desember 14, 2008, 06:18:23 am »
mumpung ada bahasan tentang mentoring, sekalian mau tanya, kira2 materi yg menyenangkan u/ dibahas, u/ anak2 SMP apa ya?yg menarik, gitu

BINGUNG !!!

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.384
  • Reputasi: 47
  • Jenis kelamin: Pria
  • 7 Agustus 2009, 06:50 pm
    • Lihat Profil
Re: Tentang Liqo, Holaqah, Mentoring, Murrabi, Mad'u, dll
« Jawab #21 pada: Desember 14, 2008, 06:40:29 am »
ttg pacaran :D

Akhina Ifa

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.245
  • Reputasi: 30
  • Jenis kelamin: Pria
  • The Frame of My Deepest Heart...
    • Lihat Profil
    • Uhibbuka Fillah | Aku Mencintaimu Karena Allah
Re: Tentang Liqo, Holaqah, Mentoring, Murrabi, Mad'u, dll
« Jawab #22 pada: Desember 14, 2008, 07:17:10 am »
Materi sepanjang masa... Mahabatullah :D :) :x

subzero

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.268
  • Reputasi: 15
  • Jenis kelamin: Pria
  • - kaki kita -
    • Lihat Profil
Re: Tentang Liqo, Holaqah, Mentoring, Murrabi, Mad'u, dll
« Jawab #23 pada: Desember 14, 2008, 03:10:39 pm »
jujur ajah..apa siy yang kalian dapat dari liqo?
n kenapa tetep ikut
pengen tau aja siy..jawaban tiap orang

but kalo bisa jangan jawaban yang normatif y  :)

Akhina Ifa

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.245
  • Reputasi: 30
  • Jenis kelamin: Pria
  • The Frame of My Deepest Heart...
    • Lihat Profil
    • Uhibbuka Fillah | Aku Mencintaimu Karena Allah
Re: Tentang Liqo, Holaqah, Mentoring, Murrabi, Mad'u, dll
« Jawab #24 pada: Desember 14, 2008, 03:30:20 pm »
banyak....
Mulai Pola Fikir, Gaya Hidup, Pemahaman, Wawasan, Persaudaraan, Bisa Ngaji, Nambah Hafalan, Mkin berani dlam mengatakan kebenaran, Rindu Syahid, Pengenalan Jati Diri, Pengenalan diri sendiri, manajemen kehidupan yang lebih prospek, sifat, semua terlihat berbeda sebelum halaqoh.
« Edit Terakhir: Desember 14, 2008, 03:32:30 pm oleh Akhina Ifa »

subzero

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.268
  • Reputasi: 15
  • Jenis kelamin: Pria
  • - kaki kita -
    • Lihat Profil
Re: Tentang Liqo, Holaqah, Mentoring, Murrabi, Mad'u, dll
« Jawab #25 pada: Desember 14, 2008, 03:52:09 pm »
hehe.. ternyata lebih lengkap
kalo jawaban daku siy cuman satu waktu ditanyain ntu
rasa nyaman..n nyaman karna banyak hal siy, karan persaudaraan, ilmu, disiplin, dll
nyang pasti paling nyaman di tarbiyah, even banyak jamaah2 nyang lain

perna vakum liqo setaun...kering banget
alhmd uda ketemu lagih ma temen2 sefikroh
mulai menata diri lagi, even masih tertatih2

oki_toink

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.635
  • Reputasi: 47
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Tentang Liqo, Holaqah, Mentoring, Murrabi, Mad'u, dll
« Jawab #26 pada: Desember 14, 2008, 05:26:15 pm »
Ketika liqo kita lagi charge ruhiyah ..


Hm seribu harokah tapi tetep satu akidah lha..

Akhina Ifa

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.245
  • Reputasi: 30
  • Jenis kelamin: Pria
  • The Frame of My Deepest Heart...
    • Lihat Profil
    • Uhibbuka Fillah | Aku Mencintaimu Karena Allah
Re: Tentang Liqo, Holaqah, Mentoring, Murrabi, Mad'u, dll
« Jawab #27 pada: Desember 14, 2008, 05:33:13 pm »
Sebenarnya, mau liqo kek, halaqoh kek, ngaji biasa kek, atau apaan kek, yang jelas ngaji, ada yang ngajar, terus dalam pengajarannya itu dapat dipercaya dan amanah serta yang jelas setiap individu harus bertekad untuk mau merubah diri sendiri menjadi baik...

Masalah ngaji, halaqoh dll, itu hanyalah metode, tergantung siapa yang suka dengan metode tersebut. Klo emg lebih suka dan nyaman dengan ngaji yang berjamaah silahkan, klo suka dengan metode halaqoh juga silahkan, ngak ada salahnya, yang penting NGAJI... :D :D :D

Dan kita ngak perlu memaksakan kepada org lain untuk harus mengikuti methode yang kita sukai lantaran masalah rasa dan kenyamanan setiap individu itu berbeda2x :)
Afwan :->-

Ngak Ngaji Ngak Gaul :D
Makanya, Ngaji, Biar Gaul :D
Hidup Ngajiii :D
« Edit Terakhir: Desember 14, 2008, 05:39:49 pm oleh Akhina Ifa »

subzero

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.268
  • Reputasi: 15
  • Jenis kelamin: Pria
  • - kaki kita -
    • Lihat Profil
Re: Tentang Liqo, Holaqah, Mentoring, Murrabi, Mad'u, dll
« Jawab #28 pada: Desember 15, 2008, 05:38:34 am »
yupz...pan rasa tiap orang ntu beda2
metode yang sama belum tentu cocok diterapkan pada semua orang
selain pola pikir yang berbeda..keadaan yang dialami juga berbeda
but nyang pasti mah...kita g bisa berjalan sendiri di muka bumi ini, sekuat apapun dirimu
butuh pegangan..butuh kawan2 seperjuangan

Akhina Ifa

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.245
  • Reputasi: 30
  • Jenis kelamin: Pria
  • The Frame of My Deepest Heart...
    • Lihat Profil
    • Uhibbuka Fillah | Aku Mencintaimu Karena Allah
Re: Tentang Liqo, Holaqah, Mentoring, Murrabi, Mad'u, dll
« Jawab #29 pada: Desember 15, 2008, 07:23:02 am »
^ Na'am, ya Akhi... :)
Butuh sahabat yang satu rasa... :)

Yang Penting Ngaji...
Hidup NGAJIII !!! :D