History of ParkourOlahraga ini sendiri aslinya bernama Parkour dan diciptakan oleh David Belle, seorang warga negara perancis pada tahun 1987. Olah raga ini merupakan perpaduan antara bela diri, gymnastic, dan sedikit nuansa militer. David Belle sendiri merupakan bagian dari sekelompok anak muda yang merasa bingung dengan kehidupan yang monoton sepulang sekolah. Sehingga David Belle dan salah seorang temannya mulai mencari sebuah permainan baru yang sensaional, dan akhirnya mereka membuat atraksi yang menarik perhatian. Kaki pun menginjak segala permukaan mulai dari dinding, pagar, jalan, jembatan, dan di mana saja tanpa peduli dengan keadaan yang ada disekitar mereka. Akhirnya terciptalah free running atau parkour, sedangkan yang memainkannya dinamakan parkourer.
Setelah melewati proses yang cukup panjang selama 10 tahun, akhirnya para parkourer ini membentuk sebuah organisasi yang bernama Yamakasi, yang akhirnya dijadikan sebuah judul film. Yamakasi nampaknya tidak berumur lama. Berbagai macam masalah dalam menciptakan gaya-gaya baru nampaknya menjadi sebuah pemicu pecahnya kelompok ini. Selain itu, masing-masing dari mereka juga mulai mencari uang dengan mengikuti sirkus dan para pemilik sirkus ini sendiri juga sangat tertarik dengan gaya yang ditawarkan oleh para parkourer ini. Akhirnya mereka berinisiatif untuk membubarkan Yamakasi sebagai perkumpulan, namun tetap setia dengan parkour.
Meski parkour tampak liar karena gayanya yang cukup ugal-ugalan, mereka tetap memiliki aturan-aturan yang tidak pernah sedikit pun mereka langgar, salah satunya adalah melompat ke atas mobil. Selain itu mereka juga tidak akan memecahkan kaca-kaca rumah atau bangunan dengan gaya mereka yang ekstrim tersebut dan mereka secara serius menuliskannya ke dalam situs mereka sendiri. Karena keliaran dan bahaya yang cukup tinggi yang siap mengancam mereka, maka banyak yang mengelompokan oleh raga ini termasuk salah satu jenis olah raga extreme, namun sebenarnya mereka agak keberatan dengan pengelompokan tersebut karena menurut mereka sendiri olah raga yang mereka mainkan tersebut belum extreme. Mereka lebih senang jika orang-orang mengelompokan olah raga ini ke dalam urban sport.

For The Love of ArtParkour menggunakan skill yang unik dalam menjelajahi kota. Sambil berjalan-jalan mereka akan mencari lahan yang baru dan menantang untuk melampiaskan gaya-gaya mereka yang unik dan fantastis. Para parkourer tersebut juga menamakan kegiatan tersebut adalah bagian dari sebuah seni yang sangat lembut karena dalam menciptakan gaya-gaya baru biasanya mereka berimajinasi terlebih dahulu. Imajinasi inilah yang akhirnya menjadi sebuah seni yang jauh lebih menarik dari seni-seni yang lainnya, jika biasanya sebuah seni menciptakan sesuatu yang manis, maka seni pada parkour lebih terlihat sedikit kasar dan menantang namun tetap lentur seperti seorang balerina.
The Rules Of ParkourKarena olah raga ini tercipta dari inspirasi mereka akan kebebasan, maka tidak ada satu pun yang dapat menghalangi mereka dalam beraksi. Bahkan terkadang pihak berwajib pun sudah angkat tangan oleh ulah para parkourer ini, namun masyarakat lainnya banyak yang tertarik dengan gaya-gaya mereka, namun tidak sedikit pun yang terganggu dengan ulah mereka. Meski terkesan seperti main-main dan senang-senang, olah raga ini benar-benar membutuhkan konsentrasi tinggi dan kedisiplinan dalam berlatih, sedikit saja mereka melakukan kesalahan maka resiko fatal akan mengancam mereka. Olahraga ini sendiri jika Anda lakukan secara serius dapat dengan otomatis membentuk tubuh Anda terlihat lebih berotot dan proposional. Di luar negeri sendiri pun olah raga ini juga menjadi celah bagi para movie maker untuk mencari stuntman.
Movie From ParkourSebenarnya tidak hanya Yamakasi saja film yang menunjukan kepiawaian para parkourer tersebut. Jump London merupakan salah satu film dokumenter yang wajib Anda lihat jika Anda pensaran dengan olah raga ini. Jump London dibuat oleh sutradara Inggris, Mike Chrstie. Ia tidak hanya mengambil setting gedung-gedung atau bangunan-bangunan di kota saja. Hutan beton di London pun menjadi salah satu tempat yang menarik bagi Mike, shingga para parkourer tersebut harus melakukan gaya-gaya andalannya dalam memanjat pohon dan pindah dari pohon satu ke pohon yang lainnya. Film ini menggunakan tokoh sejati parkour Sebastien Foucan dan Johann Vigroux yang juga merupakan salah satu tokoh pencipta parkour. Sayangnya Anda tidak akan menemukan David Belle dalam film ini karena Belle sendiri lebih memfokuskan kepada film-film yang bukan dokumenter dan lebih senang melatih para pemula dari olah raga parkour ini. Mungkin jika Anda senang dengan olah raga yang menantang maka Anda harus mencobanya. Namun perlu diingat, keselamatan harus tetap Anda perhatikan. Siapa tahu Anda akan menjadi David Belle nya Indonesia. (ng) [STH
sumber:berbagai sumber