Penulis Topik: Senjata Legendaris, Pusaka Nasional  (Dibaca 14359 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

serunting

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.349
  • Reputasi: 6
  • Jenis kelamin: Pria
  • Secrets makes a ninja NINJA!!!
    • Lihat Profil
    • Suka Sejarah
Senjata Legendaris, Pusaka Nasional
« pada: Oktober 07, 2008, 09:26:27 am »
Karena thread militerisme udah ga diterusin lagi, maka bikin thread baru lagi adjah.

Legendary Weapons, National Threasures.

Pengen ngobrol tentang senjata senjata legendaris, tapi ga ngomongin legendary kalashnikov atau senjata massal lainnya.
Cuma ngobrol senjata2 unik. Tentang senjatanya, pemakainya, pembuatnya, dan cerita yg melatar belakanginya.
Ada banyak, semisal Excalibur milik King Arthur, Kusanagi dari jepang, atau Zulfiqar milik Imam Ali. Tapi ngobrolin senjata nusantara adjah yah.

Ayo silahkan...

BINGUNG !!!

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.384
  • Reputasi: 47
  • Jenis kelamin: Pria
  • 7 Agustus 2009, 06:50 pm
    • Lihat Profil
Re: Senjata Legendaris, Pusaka Nasional
« Jawab #1 pada: Oktober 07, 2008, 01:17:41 pm »
mandau :D khas kaLimantan, tp ga tw sejarah nya :-??

ada yg tw ga?

calon_akhwat

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 4.737
  • Reputasi: 56
    • Lihat Profil
Re: Senjata Legendaris, Pusaka Nasional
« Jawab #2 pada: Oktober 07, 2008, 05:19:37 pm »

hehehe, saya coba angkat dari daerah asal saya nah...  :D

Badik...

1. Asal Usul

Badik adalah senjata tradisional Melayu Makassar, Bugis dan Mandar di Sulawesi Selatan yang berukuran pendek. Senjata ini dikenal pula di daerah Patani, Thailand Selatan, dengan sebutan badek. Bentuknya serupa dengan badik Bugis, sehingga diduga badek Patani ini berasal dari Bugis. Hal ini didasarkan pada tradisi merantau orang Bugis yang diwariskan secara turun temurun. Dengan tradisi itu mereka selalu berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain yang ada di kepulauan nusantara, di antaranya Patani di Thailand Selatan. Perpindahan tersebut berimplikasi pada proses akulturasi budaya yang ditandai dengan persebaran artefak-artefak, di antaranya badik. Akhirnya badik dikenal juga di daerah Patani dengan sebutan badek seperti yang dijelaskan sebelumnya.

2. Jenis-Jenis

Badik yang berasal dari Makassar, Bugis, atau Patani masing-masing memiliki bentuk dan sebutan yang berbeda yang menunjukkan perbedaan jenis badik di setiap daerah tersebut. Di Makassar, badik dikenal dengan nama badik sari yang  memiliki kale (bilah) yang pipih, batang (perut) buncit dan tajam serta cappa’ (ujung) yang runcing. Badik sari ini terdiri dari bagian pangulu (gagang badik), sumpa’ kale (tubuh badik) dan banoang (sarung badik). Sementara itu, badik Bugis disebut kawali, seperti kawali raja (Bone) dan kawali rangkong (Luwu). Kawali Bone terdiri dari bessi (bilah) yang pipih, bagian ujung agak melebar serta runcing. Sedangkan kawali Luwu terdiri dari bessi yang pipih dan berbentuk lurus. Kawali memiliki bagian-bagian: pangulu (ulu), bessi (bilah) dan wanoa (sarung).

Badek Patani terbuat dari bahan besi, baja dan pamor. Panjang bilahnya antara 20-23 cm, belum termasuk ulunya. Senjata ini diberi sarung (warangka) kayu lunak sederhana yang dilapisi lempengan emas atau perak, begitu juga dengan ulunya. Bahkan ada pula ulu senjata ini yang dihiasi dengan permata.

Perbedaan jenis badek Patani dengan badik Makassar atau Bugis adalah, badek Patani lebih banyak kandungan bajanya dan agak kurang bahan pamornya. Selain itu, bilah badek Patani lebih tebal dibandingkan dengan jenis badik yang ada di Sulawesi.

Dalam masyarakat Sulawesi bagian Selatan dan Tenggara dikenal dua jenis badik: badik saroso dan badik pateha. Badik saroso dibuat dengan bahan pamor, diberi kayu berukir serta sarung yang berlapis perak; sementara badik pateha dibuat dengan bentuk yang sederhana, terkadang tidak berpamor dan sarungnya terbuat dari kulit atau kayu biasa.

Pada umumnya, badik digunakan untuk membela diri dalam mempertahankan harga diri seseorang atau keluarga. Hal ini didasarkan pada budaya sirri’ dengan makna untuk mempertahankan martabat suatu keluarga. Konsep sirri ini sudah menyatu dalam tingkah laku, sistem sosial budaya dan cara berpikir masyarakat Bugis, Makassar dan Mandar di Sulawesi Selatan. Selain itu, ada pula badik yang berfungsi sebagai benda pusaka, seperti badik saroso, yang memiliki nilai sejarah. Ada juga sebagian orang yang meyakini bahwa badik berguna sebagai azimat yang berpengaruh pada nilai baik dan buruk. (JN/bdy/98/7-07).

sumber : http://melayuonline.com/culture/?a=cW1SL29QTS9VenVwRnRCb20%3D=&l=badik

calon_akhwat

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 4.737
  • Reputasi: 56
    • Lihat Profil
Re: Senjata Legendaris, Pusaka Nasional
« Jawab #3 pada: Oktober 07, 2008, 05:20:24 pm »
mandau :D khas kaLimantan, tp ga tw sejarah nya :-??

ada yg tw ga?
Mandau

1. Asal usul

Mandau adalah senjata tradisional masyarakat Melayu Dayak yang hidup di Kalimantan Timur, terutama di daerah  Barito. Menurut cerita rakyat, sebutan lengkap senjata ini adalah mandau ambang birang bitang pojo ayun kayau. Pada zaman dahulu senjata mandau selalu dikaitkan dengan tradisi mengayau di kalangan orang Dayak, yakni memenggal kepala musuh, baik dalam peperangan atau lainnya. Tradisi ini akhirnya menjadi suatu kepercayaan masyarakat Dayak bahwa mandau yang sering digunakan untuk mengayau dianggap semakin keramat, sementara pemiliknya dianggap semakin sakti dan status sosialnya semakin tinggi. Namun saat ini, dengan semakin hilangnya tradisi mengayau sejak awal abad ke-20 M, mandau tidak sekeramat dahulu. Mandau sudah menjadi senjata biasa yang tidak hanya difungsikan untuk mengayau, tetapi juga untuk berburu, menebang pohon, menebas dahan dan menggali umbi-umbian.

Sejarah mencatat bahwa mandau yang asli dibuat dari batu gunung yang dilebur secara khusus oleh orang yang ahli, dengan diberi hiasan emas, perak atau tembaga. Senjata ini mirip dengan parang, perbedaannya hanya terletak pada ukiran yang dibuat di bagian bilah yang tumpul. Selain itu, pada bilah ini dibuat pula lubang-lubang yang ditutupi dengan kuningan guna memperindah bilah tersebut. Di sisi lain, kedudukan Mandau hampir sama dengan keris bagi masyarakat Jawa, atau rencong bagi masyarakat Nanggroe Aceh Darussalam.

2. Jenis-jenis

Biasanya mandau terdiri dari ulu (pegangan), sarung dan bilah. Ulu terbuat dari kayu pilihan dan diberi hiasan, di antaranya berupa jumbai-jumbai rambut manusia yang diambil dari kepala orang yang sudah dikayau, berfungsi sebagai penambah keangkeran dan keampuhannya. Sementara itu, sarungnya terbuat dari kayu yang juga dihias dengan beragam hiasan, di antaranya manik-manik dan bulu burung. Pada sarung ini diselipkan anak mandau berupa pisau pengerat kecil yang bertangkai panjang. Sedangkan bilah mandau berukuran panjang sekitar 70 cm, ujungnya runcing dengan lebar yang berbeda dari bagian pangkalnya. Lebar di bagian ujungnya sekitar 6, 5 cm, sementara di bagian pangkalnya kira-kira 3,5 cm. Sisi tajamnya terletak di bagian depan, sementara sisi majal (tumpul)nya di bagian punggung. Pada bagian punggung ini terdapat bentuk ukiran bergerigi yang diperindah pula dengan logam lain selain besi, misalnya tembaga atau kuningan.

Pada dasarnya, jenis-jenis mandau pada semua suku Dayak memiliki bentuk yang sama. Tetapi ada sedikit perbedaannya jika dilihat dari segi kelengkungan bilahnya: yakni ada bilah yang agak melengkung, lurus, ada pula yang agak condong ke belakang. Ciri-ciri tersebut membedakan jenis-jenis mandau seperti jenis mandau ilang yang hampir lurus; mandau langgi tinggang yang melengkung ke belakang; mandau naibor atau naibur yang memakai semacam pengait, hampir mirip dengan kembang kacang pada keris di dekat pangkalnya. Selain itu, ada pula jenis mandau pakagan dan mandau bayou yang masing-masing memiliki variasi bentuk tersendiri. Dari perbedaan jenis dan bentuk hiasan yang ada pada mandau, akan diketahui bahwa mandau dengan ciri-ciri tertentu adalah milik orang Dayak Maayan, Dayak Mbalan, Dayak Bahau, Dayak Ngaju, atau sub suku Dayak lainnya. Namun, belum ditemukan penjelasan yang lebih jauh mengenai suku Dayak yang memiliki jenis-jenis mandau tersebut.

3. Cara Membuat

(Dalam Proses Pengumpulan Data)

4. Nilai simbolis

Mandau merupakan salah satu senjata yang dikeramatkan oleh orang Dayak. Sebagai senjata keramat, mandau ini selalu disimpan di tempat khusus untuk penghormatan. Masyarakat Dayak meyakini bahwa mandau yang paling keramat adalah mandau yang dibuat Panglima Sempung dan Bungai, berikut keturunan mereka. Keturunan dari kedua Panglima ini sangat dihormati oleh masyarakat Dayak pada umumnya.

Di sisi lain, kekeramatan mandau dapat pula dilihat dari bentuk hiasan dan ukiran. Dari bentuk hiasan, seperti hiasan rambut yang diikatkan pada mandau diyakini bahwa roh orang yang dikayau akan tetap menyatu dengan mandau tersebut. Selain itu, semakin banyak bekas yang dihias pada ulu mandau menandakan bahwa banyak pula manusia yang mati karena senjata mandau tersebut. Sedangkan dari bentuk ukiran, seperti ukiran dari timah, perak atau logam lainnya bisa menjadi pelindung dari pengaruh-pengaruh jahat yang dapat mencelakakan si pemilik mandau tersebut. (JN/bdy/97/7-07)

Sumber :
…, Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid X, PT Cita Adi Pustaka, Jakarta, 1994
Bambang Harsrinuksmo, Ensiklopedi Keris, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2004
http://tioalexander.blog.com/1750489/
http://www.indomedia.com/bpost/pudak/batara/lambang.

calon_akhwat

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 4.737
  • Reputasi: 56
    • Lihat Profil
Re: Senjata Legendaris, Pusaka Nasional
« Jawab #4 pada: Oktober 07, 2008, 05:32:09 pm »
Masyarakat Dayak meyakini bahwa mandau yang paling keramat adalah mandau yang dibuat Panglima Sempung dan Bungai, berikut keturunan mereka.

 :-O :-O bungai? tambun bungai? :-O :-O
ada apa dengan bungai?bingung keturunannya ya?

BINGUNG !!!

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.384
  • Reputasi: 47
  • Jenis kelamin: Pria
  • 7 Agustus 2009, 06:50 pm
    • Lihat Profil
Re: Senjata Legendaris, Pusaka Nasional
« Jawab #5 pada: Oktober 07, 2008, 06:23:14 pm »
cm nanya ajah :D

LAVI

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.262
  • Reputasi: 23
  • Jenis kelamin: Pria
  • However She is Still an Adolescent Child
    • Lihat Profil
Re: Senjata Legendaris, Pusaka Nasional
« Jawab #6 pada: Oktober 07, 2008, 06:38:12 pm »
Keris Kanjeng Kyai Setan Kober
senjata yang diduga dalam pembuatannya mendapat bantuan jin dan jadi pusaka utama Arya Penangsang (Bupati Jipang Panolan), akan tetapi senjata ini pernah dihina oleh Sultan Hadiwijaya (Raja Pajang) karena gagal menembus ilmu kebal sang Sultan dan kesaktiannya dianggap masih dibawah keris Kanjeng Kyai Kopek yang jadi pegangan Sultan Hadiwijaya.
Kyai Setan Kober sendiri yang nantinya mencabut nyawa pemiliknya Arya penangsang saat perang tanding melawan Danang Sutawijaya di pinggir Bengawan Solo

LAVI

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.262
  • Reputasi: 23
  • Jenis kelamin: Pria
  • However She is Still an Adolescent Child
    • Lihat Profil
Re: Senjata Legendaris, Pusaka Nasional
« Jawab #7 pada: Oktober 07, 2008, 06:40:50 pm »
Tombak Kyai Plered
tombak sepanjang 3.5 meter ini merupakan senjata pusaka milik Kraton Ngayugyakarta Hadiningrat (Yogyakarta) dijamasi setiap setahun sekali saat bulan Syura. senjata ini merupakan pegangan Raja Mataram Pertama yang bernama Panembahan Senapati (Nama Asli: Danang Sutawijaya) dan digunakan untuk mengalahkan Bupati Jipang Arya Penangsang dalam perang tanding di pinggir Bengawan Solo.

LAVI

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.262
  • Reputasi: 23
  • Jenis kelamin: Pria
  • However She is Still an Adolescent Child
    • Lihat Profil
Re: Senjata Legendaris, Pusaka Nasional
« Jawab #8 pada: Oktober 07, 2008, 06:44:44 pm »
Tombak Kanjeng Kyai Baru Klinting
menurut legenda merupakan titisan dari Naga Baru Klinting yang dihukum ayahnya (Ki Ageng MAngir Wanabaya) karena gagal melingkari gunung merapi.
aslinya senjata berujud tombak ini sebelumnya adalah pusaka milik Ki Ageng Mangir Wanabaya yang memberontak kepada panembahan Senopati. karena keampuhan senjata ini, panembahan Senapati terpaksa mengutus Putrinya Nyi Ageng Pembayun untuk mengelabuhi Ki Ageng Mangir. saat ini tombak ini tersimpan di Kraton Ngayugyakarta Hadiningrat (Yogyakarta) sebagai senjata pusaka pendamping tombK Kanjeng Kyai Plered.

serunting

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.349
  • Reputasi: 6
  • Jenis kelamin: Pria
  • Secrets makes a ninja NINJA!!!
    • Lihat Profil
    • Suka Sejarah
Re: Senjata Legendaris, Pusaka Nasional
« Jawab #9 pada: Oktober 08, 2008, 09:44:43 am »
Keris Kanjeng Kyai Setan Kober
senjata yang diduga dalam pembuatannya mendapat bantuan jin dan jadi pusaka utama Arya Penangsang (Bupati Jipang Panolan), akan tetapi senjata ini pernah dihina oleh Sultan Hadiwijaya (Raja Pajang) karena gagal menembus ilmu kebal sang Sultan dan kesaktiannya dianggap masih dibawah keris Kanjeng Kyai Kopek yang jadi pegangan Sultan Hadiwijaya.
Kyai Setan Kober sendiri yang nantinya mencabut nyawa pemiliknya Arya penangsang saat perang tanding melawan Danang Sutawijaya di pinggir Bengawan Solo
nambahin ah...
Keris Setan Kober pernah diberikan oleh Arya Penangsang kepada utusannya untuk membunuh Sultan Hadiwijaya, tapi utusannya kalah dan terbunuh. Keris Setan Kober tersebut dikembalikan sendiri oleh Sultan Hadiwijaya kepada Arya Penangsang.

Awal pertarungan Arya Penangsang melawang Sutawijaya, Perutnya robek oleh Tombak Kyai Plered, ususnya terurai tetapi masih bisa bertarung. Kiai Setan kober yang masih dalam warangka dililitkan pada ususnya Arya Penangsang, dia masih terus bertarung. Bahkan bisa mendesak Sutawijaya. Ketika akan mengakhiri pertarungan, Arya Penangsang mencabut kerisnya, dan ususnya terpotong. Senjata Makan Tuan.

Sutawijaya terkesan menyaksikan betapa gagahnya Arya Penangsang dengan usus terburai yang menyangkut pada hulu kerisnya. Ia lalu memerintahkan agar anak laki-lakinya, kalau kelak menikah meniru Arya Penangsang, dan menggantikan buraian usus dengan rangkaian atau ronce bunga melati, dengan begitu maka pengantin pria akan tampak lebih gagah, dan tradisi tersebut tetap digunakan hingga saat ini.
(dari id.wikipedia.org)

Kesultanan yang berhasil membendung kebesaran Majapahit, punya armada perang melawang portugis di malaka dengan kapal perangnya yang lebih besar daripada kapal milik portugis. Menjadi pendukung Kesultanan Cirebon. Berakhirnya kesultanan demak, akan selalu terkait dengan keris ini. Kiai Setan Kober.
« Edit Terakhir: Oktober 08, 2008, 10:44:33 am oleh serunting »

LAVI

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.262
  • Reputasi: 23
  • Jenis kelamin: Pria
  • However She is Still an Adolescent Child
    • Lihat Profil
Re: Senjata Legendaris, Pusaka Nasional
« Jawab #10 pada: Oktober 09, 2008, 06:45:39 pm »
sedikit koreksi
Kutip
Kesultanan yang berhasil membendung kebesaran Majapahit, punya armada perang melawang portugis di malaka dengan kapal perangnya yang lebih besar daripada kapal milik portugis. Menjadi pendukung Kesultanan Cirebon. Berakhirnya kesultanan demak, akan selalu terkait dengan keris ini. Kiai Setan Kober.
satu2nya kerajaan yang berhasil membendung kekuasaan Majapahit adalah Sunda Pajajaran, kerajaan Hindu ini satu2nya kerajaan di Nusantara yang gagal dikuasai baik politik atau militer oleh Majapahit.

armada yang berani menyerang Malaka adalah Kerajaan Islam demak sebanyak dua kali, dan Aceh akan tetapi kedua-duanya kalah. Aceh kalah karena diadu domba dengan Johor. sementara Demak kalah karena kapal perang mereka kecil dan lemah persenjataannya selain itu tentara Demak juga mengalami kelelahan karena jarah perjalanan yang jauh