Penulis Topik: Tentang bahasa arab,,,,,!  (Dibaca 13036 kali)

0 Anggota dan 2 Pengunjung sedang melihat topik ini.

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Tentang bahasa arab,,,,,!
« pada: September 05, 2008, 05:56:14 am »
Bahasa arab adalah bahasa islam karena al-qur'an diturunkan dengan bahasa arab. mungkin begitu kata yang sering muncul dari umat islam di dunia. 

sebenarnya bahasa arab tidak ada aturan khusus dalam pengucapannya. bahkan di zaman nabipun tidak ada aturan baku pengucapan bahasa arab.

nah,,baru saat zaman khalifah 'ali bin abi thalib, diadakan standarisasi pengucapan bahasa arab yang baku. konon pengarang aturan baca dan pengucapan tersebut adalah abu aswad al-du'ali atas perintah dari 'ali bin abi thalib. tapi hal inipun masih jadi sengketa diantara ulama dengan dalilnya masing-masing. karena pembahasannya bukan berkisar masalah ini, maka cukuplah kita ikuti pendapat jumhur ulama bahwa pengarang aturan baca dan pengucapan adalah abu aswad al-du'ali tanpa menyebutkan khilaf tentang siapa pembuat aturan tersebut.

standarisasi bahasa arab oleh abu aswad al-du'ali diistilahkan dengan ilmu nahwu. yaitu ilmu yang membahas kedudukan kalimat ( kata ) dalam bahasa arab, apakah itu sebagai subyek/predikat/obyek dengan pertimbangan i'rab dan atau bina.

i'rab adalah perubahan di akhir kalimat ( kata ) yang menjadikan kalimat tersebut berkedudukan sebagai subyek atau predikat atau obyek.

sebelum lebih jauh lagi, saya akan sebutkan beberapa istilah yang nantinya akan sering muncul.
1. kalimat : kalimat adalah istilah bahasa arab yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia bermakna : kata
2. fi'il : fi'il dalam pengertian sederhana bisa berarti kata kerja
3. fa'il : fa'il adalah orang yang melakukan pekerjaan atau subyek.
4. maf'ul : adalah sesuatu yang ditimpa suatu pekerjaan. kalau istilah bahasa indonesia adalah obyek.

jadi kalau ada istilah fi'il, fa'il dan maf'ul, maka arti dalam bahasa indonesianya adalah predikat, subyek dan obyek.

pesan dari saya :

Untuk belajar bahasa arab, tidak akan pernah bisa jika belajar hanya pada satu kesempatan saja. butuh bertahun-tahun untuk bisa menguasainya. saya belajar dari mulai kelas 2 SD dan masih berlangsung sampai sekarang, berarti kalau dihitung sudah 12 tahun saya belajar gramatika bahasa arab. dan dengan 12 tahun tersebut, sayapun kadang masih merasa kesulitan untuk menterjemahkan suatu susunan kata. oleh karena itu tulisan saya nantinya disini akan menghabiskan berlembar-lembar halaman. entah sampai kapan selesai.

dan yang jelas,,,anda tidak akan pernah memahami pembahasan selanjutnya jika pembahasan yang terkait sebelumnya anda masih belum menguasai. andapun tidak akan pernah menguasai pembahasan sebelumnya jika pembahasan yang setelahnya anda tidak menguasai. jadi pembahasan dalam ilmu nahwu seperti mata rantai, yang sebelum/sesudahnya akan selalu membutuhkan pembahasan setelah/sebelumnya.

sekedar bertukar pengalaman tentang bahasa arab, ketika kecil saya dididik oleh keluarga tentang ilmu nahwu dan sharaf. saya tidak tahu saat itu apa gunanya ilmu nahwu dan sharaf. saya tidak habis pikir kenapa orang-orang pesantren sibuk belajar mubtada' khabar atau fi'il fail dan mudhaf atau mudhaf ilaih saat itu. buat apa ? begitulah pertanyaan saya saat itu. dan pertanyaan tersebut baru terjawab sekarang-sekarang ini. saya baru tahu kegunaan nahwu san sharaf tepatnya saat meginjak kelas 1 aliyah.

hanya sekedar bertukar pengalaman ( tanpa bermaksud sombong atau apapun), saya kelas 2 SMP sudah hafal 1000 nadzam alfiah karangan ibnu malik. dan saat itupun saya tidak tahu fungsi nahwu seperti apa. padahal alfiah ibnu malik adalah kitab nahwu untuk kurikulum kelas aliyah pesantren yang pembahasannya sudah lebih hanya sekedar nahwu.

Oleh karena itu, penguasaan nahwu bukan pada sering atau tidaknya pelajaran tersebut diulang. tapi pada praktek sehingga pelajaran step by step akan dimengerti dengan sendirinya. anda akan benar-benar mengerti pembahasan A, jika pembahasan B,C,D dan E sudah terlalui.

nah..selanjutnya, saya akan mengkhususkan dulu pada pembahasan diatas.

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: Tentang bahasa arab,,,,,!
« Jawab #1 pada: September 05, 2008, 06:00:45 am »
Kutip
i'rab adalah perubahan di akhir kalimat ( kata ) yang menjadikan kalimat tersebut berkedudukan sebagai subyek atau predikat atau obyek.

kalimat ( untuk selanjutnya setiap saya menyebut kalimat dalam bahasa indonesia bisa diartikan kata ), pasti tidak akan lepas dari empat harakat berikut ini :

1. dhomah
2. fathah
3. kasrah
4. sukun

dalam ilmu nahwu, keempat harakat diatas dapat diistilahkan dengan :
1. rafa' ( رفع ) untuk harakat dhomah
2. nasob ( نصب) untuk harakat fathah
3. jer ( جر ) untuk harakat kasrah
4. jazm ( جزم ) untuk harakat sukun.

selesai sampai sini. lalu apa fungsinya mengetahui hal ini ? nah, fungsi kita mengetahu hal diatas tentu tidak akan lepas dari pembahasan berikutnya.

kalimah dalam ilmu nahwu menurut maknanya ada tiga :
1. kalimat isim ( اسم ),yaitu istilah untuk kata benda
2. kalimat fi'il ( فعل ), yaitu istilah untuk kata kerja
3. kalimat huruf ( حرف ), yaitu istilah untuk kata penghubung

kalimat isim jika tanpa embel-embel apapun, maka dia pasti rafa' ( dibaca dhomah ).

seperti jika tiba-tiba dijumpai lafadz كتاب, maka pasti dibaca dhomah, sehingga bunyinya kitabun. atau lafadz أخت, maka pasti dibaca ukhtun.

adapun pembacaan harakat fathah dan kasrah jika terdapat faktor yang menyebabkan dibacanya suatu kalimat dengan harakat fathah atau kasrah, atau dalam istilah nahwu jika suatu lafadz dimasuki 'amil nasib dan 'amil jazim ( faktor-faktor yang membuatnya nasob dan jazm ).insyaallah pembahasaan ini akan saya sambung di hari berikutnya.

ingatlah hal ini :
Oleh karena itu, penguasaan nahwu bukan pada sering atau tidaknya pelajaran tersebut diulang. tapi pada praktek sehingga pelajaran step by step akan dimengerti dengan sendirinya. anda akan benar-benar mengerti pembahasan A, jika pembahasan B,C,D dan E sudah terlalui.

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: Tentang bahasa arab,,,,,!
« Jawab #2 pada: September 05, 2008, 06:22:05 am »
seperti jika tiba-tiba dijumpai lafadz كتاب, maka pasti dibaca dhomah, sehingga bunyinya kitabun. atau lafadz أخت, maka pasti dibaca ukhtun.

harakat dhomahnya kalimah isim pasti dibaca tanwin, seperti dalam lafadz kitabun. dan hanya dibaca dhomah ( tanpa tanwin ), jika kalimah tersebut dimasuki "al". sehingga lafadznya akan seperti ini : الكتاب. dan bacaannya al-kitabu ( tanpa tanwin ).

"al" inilah yang dinamakan "al" ta'rif. yaitu "al" yang berfungsi untuk membuatnya ma'rifat. maka pembahasannya pun akan menjauh, apakah yang dinamakan ma'rifat ?

ma'rifat adalah istilah ilmu nahwu untuk menunjukkan kalimah yang mempunyai makna khusus. antonim dari ma'rifah adalah nakiroh. sehingga ma'rifat adalah kalimat yang mempunyai makna khusus, dan nakiroh adalah kalimah yang menunjukkan makna umum.

contoh : زيد ( nama orang ) = zaid. zaid adalah ma'rifat karena maknanya khusus.  berbeda dengan رجل ( laki-laki ). laki-laki bisa zaid, umar, muhamad atau selainnya. sehingga zaid tadi dinamakan ma'rifat dan rajul dinamakan nakiroh.

nah, istilah ma'rifat dan nakiroh hanya untuk kalimah isim. dan salah satu alat untuk mema'rifatkan suatu kalimah adalah dengan "al" ta'rif. yaitu "al" yang berfungsi mema'rifatkan.

sehingga ketika lafadz kitabun diberi " al " yang bacaannya menjadi al-kitabu, maka otomatis dia berubah yang statusnya tadinya nakiroh menjadi ma'rifat. lalu apakah fungsi di rubahnya kata kitabun menjadi ma'rifat ? nanti insyaallah ada saatnya untuk pembahasan ini.  :)

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: Tentang bahasa arab,,,,,!
« Jawab #3 pada: September 05, 2008, 06:48:17 am »
2. fi'il : fi'il dalam pengertian sederhana bisa berarti kata kerja

fi'il adalah kata kerja. suatu fi'il pasti mempunyai isytiqaq ( asal muasalnya ). ulama ahli nahwu berbeda pendapat tentang isytiqaq ini. ada yang menyebutnya dari masdar, dan seterusnya. apakah yang dinamakan masdar?

perhatikan susunan di bawah ini :

ضرب (1) يضرب(2) ضرب(3) مضرب(4) ضارب(5) مضروب (6) اضرب(7) لا تضرب(8) مضرب(9) مضرب (10) مضرب (11)

1. dibaca dhoroba, dalam shorof dinamakan fi'il madhi. yang artinya "sudah". karena dhoroba artinya memukul maka artinya, sudah memukul.
2. dibaca yadhribu, dalam shorof dinamakan fi'il mudhari' yang artinya sedang atau akan. karena dhoroba artinya memukul maka diartikan, sedang memukul atau bisa juga akan memukul
3. dibaca dhorbun, dalam shorof diartikan isim masdar ( atau cuma disebut masdar saja ). karena masdar bukan fi'il dan termasuk isim, maka cuma di artikan pukulan.
4. masdar mim, yaitu isim masdar yang cuma ditambah huruf "mim" didepannya. dibaca madhrabun.
5. dibaca dhoribun. yaitu isim yang fa'il ( orang yang melakukan pukulan = subyek ).
6. dibaca madhrubun, yaitu isim maf'ul  ( orang yang dipukul =obyek )
7. dibaca idhrib, yaitu fi'il amar ( perintah ), sehingga diartikan ayo pukul!
8. dibaca la tadhrib, yaitu istilah untuk amar nahyi, atau perintah larangan. sehingga artinya janganlah engkau memukul
9 dan 10. dibaca madhribun, dalam sharaf diistilahkan dengan isim zaman dan isim makan. sehingga lafadz madhrabun ini bisa diartikan : waktu memukul atau tempat memukul
11. dibaca midhrabun, yaitu isim alat. sehingga diartikan alat untuk memukul

nah, nomor 1, 2 dan 7 itulah yang dinamakan fi'il. jadi fi'il ada tiga :
1. madhi, yaitu fi'il yang menunjukkan masa lampau
2. mudhari', yaitu fi'il yang menunjukkan masa sekarang atau akan datang
3. fi'il amar yaitu fi'il yang menunjukkan makna perintah.

amar nahyi ( nomor 8 ) masih termasuk amar, sehingga klasifikasinya dicukupkan dengan amar saja.
« Edit Terakhir: September 09, 2008, 01:48:12 am oleh fahmie ahmad »

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: Tentang bahasa arab,,,,,!
« Jawab #4 pada: September 05, 2008, 07:16:56 am »
ضرب (1) يضرب(2) ضرب(3) مضرب(4) ضارب(5) مضروب (6) اضرب(7) لا تضرب(8) مضرب(9) مضرب (10) مضرب (11)


dalam pesantren, inilah yang dinamakan tashrifan. dari fi'il madhi menjadi fi'il mudhari', menjadi masdar dan seterusnya,,,,,,

tidak sebatas pada dharaba saja yang bisa ditashrif,,semua fi'il itu bisa ditashrif ( terkecuali fi'il jamid, fi'il jamid ini nanti akan ada pembahasannya tersendiri ). seperti nasoro ( نصر ), yang mempunyai arti menolong. tashrifannya agak sedikit berbeda. sekarang bagaimanakah perbedaanya ?

lafadz doroba, terdiri dari tiga huruf :
ض, ر, ب
huruf pertama dinamakan fa fi'il ( فاء فعل )
huruf kedua dinamakan 'ain fi'il ( عين فعل )
huruf ketiga dinamakan lam fi'il ( لام فعل )

yang sejatinya fi'il pasti berasal dari lafadz fa'ala, sehingga fa', 'ain dan lam tentu asalnya diambil dari lafadz فعل

sekrang perhatikan kombinasi antara madhi dan mudhari' berikut ini:
1. fa'ala yaf'ulu
2. fa'ala yaf'ilu
3. fa'ala yaf'alu
4. fa'ula yaf'ulu
5. fa'ila yaf'ilu

nah,doroba yadhribu adalah susunan fi'il yang masuk pada kombinasi fa'ala yaf'ilu ( doroba yadhribu ). pehatikan harakat fa' fi'il, 'ain fi'il dan lam fi'ilnya pasti sama.

Untuk pembahasan selanjutnya, insyaallah saya akan membahas tashrif fi'il. pembahasan fi'il ini hanya sebagai muqadimah tashrif fi'il nantinya.


fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: Tentang bahasa arab,,,,,!
« Jawab #5 pada: September 07, 2008, 02:09:26 am »
Kutip
sekrang perhatikan kombinasi antara madhi dan mudhari' berikut ini:
1. fa'ala yaf'ulu
2. fa'ala yaf'ilu
3. fa'ala yaf'alu
4. fa'ula yaf'ulu
5. fa'ila yaf'ilu
6. fa'ila yaf'alu

keenam kombinasi madhi dan mudhari' ini dinamakan wazan ( وزن ). dan keenam wazan ini, harakatnya sudah ditentukan dan masing-masing akan memberi makna tersendiri yang berbeda antara satu dengan yang lain.

contoh lafadznya :

1. nasoro yanshuru ( menolong ),,wazannya adalah kombinasi nomor 1 diatas
2. doroba yadhribu ( memukul ),,,wazannya adalah kombinasi nomor 2
3. fataha yaftahu ( membuka ),,,wazannya adalah kombinasi nomor 3
4. hasuna yahsunu ( bagus ),,,,wazannya adalah kombinasi nmor 4
5. hasiba yahsibu ( menghitung ),,,wazannya adalah kombinasi nomor 5
6. 'amila ya'malu ( mengerjakan )..wazannya mengikuti nomor 6

semua fi'il, pasti wazannya akan mengikuti keenam harakat diatas. dan tentunya harakatnya pun tidak akan lepas dari keenam kombinasi madhi' mudhari tersebut

jadi ketika ditanya, apakah fungsi mengetahui wazan-wazan diatas ? jawaban sederhananya adalah untuk mengetahui harakat suatu fi'il, baik dalam bentuk madhi atau mudhari' masdar ataupun amar dqan seterusnya.

contoh : ketika anda menemukan lafadz عمل  dalam bahasa arab. kalau anda cari dikamus pasti berharakat : 'amila ( dibaca kasrah 'ain fi'ilnya). nah, kamus pastinya sudah menyediakan ikut manakah harakat 'ain fi'il dari fi'il mudhari' lafadz 'amila.  karena lafadz 'amila ikut wazan fa'ila, fi'il madhi yang berwazan fa'ila  mempunyai dua kemungkinan mudhari' ( lihat nomor 5 dan 6 ) :
1. yaf'ilu
2. yaf'alu

maka lafadz 'amila, kalau mudhari'nya tidak ya'milu berarti ya'malu. kamus arab-indonesia lah yang akan menjawab hal tersebut.( silahkan buka kamus untuk mengetahui wazasn dari fi'il mudhari lafadz ya'malu )

demikian untuk mengetahui harakat dari fi'il madhi' dan mudhari' ( untuk masdar, masdar mim dan seterusnya, insyaallah nanti ada pembahasannya tersndiri )

keenam wazaan fi'il diatas yang dalam ilmu sharaf dinamakan fi'il tsulasti mujarrad   (fi'il yang hanya berjumlah tiga huruf=untuk madhi ).

BINGUNG !!!

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.384
  • Reputasi: 47
  • Jenis kelamin: Pria
  • 7 Agustus 2009, 06:50 pm
    • Lihat Profil
Re: Tentang bahasa arab,,,,,!
« Jawab #6 pada: September 08, 2008, 06:47:56 pm »
boLeh nanya ga? beberapa hari yg LaLu sya dpat emaiL dari org ga dikenaL :-?? yg isi nya :

==================================================================

الادعية الرمضانية

ارتبط الشهر الكريم بمجموعة من الأدعية الخاصة منها
اَللّهُمَّ اجْعَلْ صِيامي فيهِ صِيامَ الصّائِمينَ وَ قِيامي فيِهِ قِيامَ القائِمينَ ، وَ نَبِّهْني فيهِ عَن نَوْمَةِ الغافِلينَ ، وَهَبْ لي جُرمي فيهِ يا اِلهَ العالمينَ ، وَاعْفُ عَنّي يا عافِياً عَنِ المُجرِمينَ
اَللّهُمَّ ارْزُقني فيهِ الذِّهنَ وَالتَّنْبيهِ ، وَ باعِدْني فيهِ مِنَ السَّفاهَةِ وَالتَّمْويهِ ، وَ اجْعَل لي نَصيباً مِن كُلِّ خَيْرٍ تُنْزِلُ فيهِ ، بِجودِكَ يا اَجوَدَ الأجْوَدينَ
اَللّهُمَّ قَوِّني فيهِ عَلى اِقامَةِ اَمرِكَ ، وَ اَذِقني فيهِ حَلاوَةِ ذِكْرِكَ ، وَ اَوْزِعْني فيهِ لِأداءِ شُكْرِكَ بِكَرَمِكَ ، وَ احْفَظْني فيهِ بِحِفظِكَ و َسَتْرِكَ يا اَبصَرَ النّاظِرينَ
أللّهُمَّ ارْزُقني فيهِ فَضْلَ لَيلَةِ القَدرِ ، وَ صَيِّرْ اُمُوري فيهِ مِنَ العُسرِ إلى اليُسرِ ، وَ اقبَلْ مَعاذيري وَ حُطَّ عَنِّي الذَّنب وَ الوِزْرَ ، يا رَؤُفاً بِعِبادِهِ الصّالحين
أللّهُمَّ اجْعَلْ صِيامي فيهِ بالشُّكرِ وَ القَبولِ عَلى ما تَرضاهُ وَ يَرضاهُ الرَّسولُ مُحكَمَةً فُرُوعُهُ بِالأُصُولِ ، بِحَقِّ سَيِّدِنا مُحَمَّدٍ وَآلهِ الطّاهِرينَ ، وَ الحَمدُ للهِ رَبِّ العالمينَ
==================================================================

artinya apa ya? sekaLian sambiL menerapkan teori2 yg diberikan kang Fahmie (jgn ngebut2 kang, satu baris satu baris ajah...ntar sya jd mumet) :D

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: Tentang bahasa arab,,,,,!
« Jawab #7 pada: September 09, 2008, 01:04:30 am »
boLeh nanya ga? beberapa hari yg LaLu sya dpat emaiL dari org ga dikenaL :-?? yg isi nya :

==================================================================




اَللّهُمَّ اجْعَلْ


sebetulnya kalau membahas ini, penjelasan saya diatas belum sampai pada ini mas naruse. jadi, saya bahas pada pembahasan yang sudah sampe aja ya mas naruse...nanti takutnya malah semakin membingungkan.

Nah..diatas khan lafadznya ij'al. itu fi'il amar namanya. yang mempunyai makna "jadikanlah". sekarang untuk lebih jelasnya, setiap fi'il khan mempunyai tiga unsur :
1. fa' fi'il
2. 'ain fi'il
3. lam fi'il

dalam lafadz ij'al, ketiga unsur tersebut ada pada :
1. jim
2. 'ain
3. lam

sehingga lafadznya menjadi ja'ala.

sekarang mas naruse harus memegang kamus al-munawir. dan cari lafadz جعل . kenapa lafadz ja'ala ? padahal khan ada hamzahnya...( catatan : setiap lafadz yang dicari dalam kamus harus dicari menggunakan bentuk madhinya ). karena ij'al adalah bentuk dari fi'il amar, maka ketika dicari fi'il madhinya menjadi ja'ala.

dan saat mas naruse membuka kamus al-munawir, maka akan menemukan bentuk mudhari' dari  ( fi'il ) madhi ja'ala, yaitu lafadz yaj'alu. dan wazan madhi mudhari' dari lafadz ja'ala, berarti masuk pada wazan yang nomor 3 :

Kutip
3. fa'ala yaf'alu

dan sekarang, saya akan berikan satu kaidah tashrif dari wazan fa'ala yaf'alu ( wazan nomor 3 ), yaitu :

فعل يفعل فعلا و مفعلا فاعل مفعول افعل لا تفعل مفعل مفعل مفعل

dibaca : fa'ala yaf'alu fa'lan  wa maf'alan fa'ilun maf'ulun if'al la taf'al maf'alun maf'alun mif'alun. ( untuk spesifikasi dari artinya, lihatlah satu sample pada contoh ini :
fi'il adalah kata kerja. suatu fi'il pasti mempunyai isytiqaq ( asal muasalnya ). ulama ahli nahwu berbeda pendapat tentang isytiqaq ini. ada yang menyebutnya dari masdar, dan seterusnya. apakah yang dinamakan masdar?

perhatikan susunan di bawah ini :

ضرب (1) يضرب(2) ضرب(3) مضرب(4) ضارب(5) مضروب (6) اضرب(7) لا تضرب(8) مضرب(9) مضرب (10) مضرب (11)

1. dibaca dhoroba, dalam shorof dinamakan fi'il madhi. yang artinya "sudah". karena dhoroba artinya memukul maka artinya, sudah memukul.
2. dibaca yadhribu, dalam shorof dinamakan fi'il mudhari' yang artinya sedang atau akan. karena dhoroba artinya memukul maka diartikan, sedang memukul atau bisa juga akan memukul
3. dibaca dhorbun, dalam shorof diartikan isim masdar ( atau cuma disebut masdar saja ). karena masdar bukan fi'il dan termasuk isim, maka cuma di artikan pukulan.
4. masdar mim, yaitu isim masdar yang cuma ditambah huruf "mim" didepannya. dibaca madhrabun.
5. dibaca dhoribun. yaitu isim yang fa'il ( orang yang melakukan pukulan = subyek ).
6. dibaca madhrubun, yaitu isim maf'ul  ( orang yang dipukul =obyek )
7. dibaca idhrib, yaitu fi'il amar ( perintah ), sehingga diartikan ayo pukul!
8. dibaca la tadhrib, yaitu istilah untuk amar nahyi, atau perintah larangan. sehingga artinya janganlah engkau memukul
9 dan 10. dibaca madhrabun, dalam sharaf diistilahkan dengan isim zaman dan isim makan. sehingga lafadz madhrabun ini bisa diartikan : waktu memukul atau tempat memukul
11. dibaca midhrabun, yaitu isim alat. sehingga diartikan alat untuk memukul

nah, nomor 1, 2 dan 7 itulah yang dinamakan fi'il. jadi fi'il ada tiga :
1. madhi, yaitu fi'il yang menunjukkan masa lampau
2. mudhari', yaitu fi'il yang menunjukkan masa sekarang atau akan datang
3. fi'il amar yaitu fi'il yang menunjukkan makna perintah.

amar nahyi ( nomor 8 ) masih termasuk amar, sehingga klasifikasinya dicukupkan dengan amar saja.

diatas adalah contoh fa'ala yaf'ilu. nah, yang kita bahas adalah fa'ala yaf'alu.

sehingga untuk lafadz ja'ala di tashrif akan seperti ini :

ja'ala yaj'alu ja'lan wa maj'alan ja'ilun maj'ulun...maka akan sampai pada amar yaitu : ij'al. susunan madhi mudhari' isim fa'il dan seterusnya, sama persis dg wazan fa'ala yaf'ilu diatas.

maka untuk lafadz ini :


اَللّهُمَّ اجْعَلْ

mempunyai arti, ya allah jadikanlah. kalau ditanya, kalimah apa ? maka jawabannya kalimah fi'il. f'il apa ? jawabannya fi'il amar. bacaannya apa ? jawabannya : allahumma ij'al. kenapa ij'al ? karena itu merupakan bentuk amar dari fi'il madhi ja'ala yaj'alu ( dan seterusnya).

semoga tidak membingungkan,,,,

NB : karena kalimatnya lumayan sederhana, nantinya yang akan saya jadikan sampel adalah susunan kalimat dari mas naruse diatas.


fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: Tentang bahasa arab,,,,,!
« Jawab #8 pada: September 09, 2008, 01:45:51 am »
kaidah tashrif untuk keenam wazan dari fi'il tsulatsi mujarrad :

Kutip
1. fa'ala yaf'ulu

fa'ala yaf'ulu fa'lan maf'alan fa'ilun maf'ulun uf'ul ta fa'ul maf'alun maf'alum mif'alun

contoh lafadz ; nasoro yanshuru nasran mansoron naasirun mansurun unsur la tansur mansarun mansarun minsarun

Kutip
2. fa'ala yaf'ilu

fa'ala yaf'ilu fa'lan maf'alan fa'ilun maf'ulun if'al la taf'al maf'ilun maf'ilun mif'alun

contoh lafadz : seperti lafadz doroba diatas

Kutip
3. fa'ala yaf'alu

fa'ala yaf'alu fa'lan maf'alan fa'ilun maf'ulun if'al la taf'al maf'alun mif'alun

contoh : fataha yaftahu fathun maftahun miftahun iftah la taftah maftahun maftahun miftahun

Kutip
4. fa'ula yaf'ulu

fa'ula yaf'ulu fu'lan maf'alan fa'alun uf'ul la taf'ul maf'alun maf'alun

contoh lafadz : hasuna yahsunu husnun mahsanun hasanun uhsun la tahsun mahsanun mahsanun

Kutip
5. fa'ila yaf'ilu

fa'ila yaf'ilu fu'lanan maf'alan fa'ilun maf'ulun if'il la taf'il maf'ilun maf'ilun

contoh lafadz ; hasiba yahsibu husbanan mahsabun hasibun mahsubun ihsib la tahsib mahsibun mahsibun

Kutip
6. fa'ila yaf'alu

fa'ila yaf'alu fi'lan maf'alan fa'ilun maf'ulun if'al la taf'al maf'alun maf'alun

contoh lafadz : 'alima ya'lamu 'ilman wa ma'laman 'alimun ma'lumun i'lam la ta'lam ma'lamun ma'lamun

praktek penerapan kaidah ini, insyaallah saya akan bahas di hari yang akan datang..


fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: Tentang bahasa arab,,,,,!
« Jawab #9 pada: September 11, 2008, 03:03:59 am »
Untuk kaidah pertama terlebih dahulu :

Kutip
fa'ala yaf'ulu fa'lan maf'alan fa'ilun maf'ulun uf'ul ta fa'ul maf'alun maf'alum mif'alun

lafadz dalam bahasa arab adalah :

فعل يفعل فعلا مفعلا فاعل مفعول أفعل لا تفعل مفعل مفعل مفعل

ini namanya wazan. jadi setiap fi'il yang berwazan fa'ala yaf'ulu, pasti harakatnya akan sama dengan wazan diatas. nah, mauzunnya semua lafadz yang ikut wazan fa'ala yaf'ulu. contoh salah satu mauzunnya lafadz ini :

Kutip
nasoro yanshuru nasran mansoron naasirun mansurun unsur la tansur mansarun mansarun minsarun

نصر ينصر نصرا منصرا ناصر منصور أنصر لا تنصر منصر منصر منصر

antara wazan dan mauzun, pasti sama, dari segi huruf maupun harakat. taruhlah saya ambil contoh fi'il madhi dari wazan diatas yaitu فعل , dan saya ambil contoh mauzunnya dari fi'il madhi juga yaitu نصر. maka dari fa fi'il, 'ain fi'il dan lam fi'il pasti sama.


ف---ع---ل
ن---ص---ر

yang atas dibaca fa 'a la, maka mauzunnya pun mengikuti nasara. begitupun fi'il mudhari' masdar dan seterusnya. pasti harakat ataupun huruf mengikuti wazan.

sekarang saya akan beri contoh, fi'il yang mempunyai wazan fa'ala yaf'ulu.

contoh lafadz : غفل yang mempunyai arti " lupa ". jika tiba-tiba ada lafadz : غفل زيد. maka anda tinggal cari dikamus, dg standar fi'il madhinya.  yaitu غ ( sebagai fa' fi'il ), ف ( sebagai 'ain fi'il ) dan ل ( sebagai lam fi'il ). dalam kamus akan ditemui harakat : ghofala ( fi'il madhi ), dan fi'il mudhari'nya yaghfulu. maka secara otomatis dia pasti mengikuti wazan fa'ala yaf'ulu, karena susunan madhi mudhari'nya nya ghofala yaghfulu. maka huruf tadi berharakat : ghofala zaidun. zaid melupakan ( .... )

jadi kalau di tashrif :

غفل    : ghofala, sebagai fi'il madhi. mempunyai arti sudah lupa
يغفل    : yaghfulu, sebagai fi'il mudhari' mempunyai arti sedang lupa
غفل     : ghoflun, sebagai mashdar mempunyai arti lupa
مغفل    : maghfalun, sebagai masdar mim mempunyai arti lupa
غافل    : ghafilun, sebagai isim fa'il mempunyai arti orang yang lupa
مغفول  : maghfulun, sebagai isim maf'ul mempunyai arti yang dilupakan
أغفل    : ughful, sebagai fi'il amar mempunyai arti lupakanlah
لا تغفل : la taghful, sebagai amar nahyi mempunyai arti jangan lupakan
مغفل   : maghfalun, sebagai isim makan/zaman : mmpunyai arti tempat untuk melupakan atau waktu untuk melupakan
مغفل   : mighfalun, sebagai isim alat, mempunyai arti sesuatu yang digunakan untuk melupakan

jadi jika ingin mengucapkan : "lupakanlah dia", dalam bahasa arab menggunakan : Ughful!!!...atau jika ingin mengucapkan "jangan lupakan" dalam bahsa arab, La taghful!!!!

begitun lafadz-lafadz lain. pasti berharakat sama. dg catatan, wazannya mengikuti fa'ala yaf'ulu.

contoh lain yang mengikuti wazan fa'ala yaf'ulu : نظر , artinya melihat. karena mengikuti wazan fa'ala yaf'ulu, maka fi'il madinya nadzoro, dan mudhari'nya yandzuru.

jika ingin mengucapkan "jangan melihat", maka dg amar nahyi dari nadzara yandzuru yaitu : la tandzur !!!!...jika ingin mengucapkan "lihatlah " maka dg bentuk amar dari nadzara yandzuru yaitu : undzur !!!!

bandingkan : ughful( lupakanlah ) , unshur ( tolonglah ),undzur ( lihatlah ). harakatnya sama.
begitupun : la taghful ( jangan lupakan ), la tanshur ( jangan tolong ), la tandzur ( jangan lihat ), harakatnya pun sama. 

lihatlah yang saya bold. semuanya berharakat sama. ingat, tashrifan fi'il, yang diubah-ubah adalah 'ain fi'ilnya.

bentuk-bentuk lainpun pasti berharakat sama, dan bisa diubah-ubah dg mengikuti wazan.

NB : maaf saya tidak bisa memberi harakat. jadi saya tulis menggunakan huruf latin. soalnya saya tidak hafal mengetik harakat menggunakan komputer.

catatan : wazan itu semacam kaidah. dan mauzun itu contoh lafadz yang diterapkan menggunakan kaidah tersebut.


BINGUNG !!!

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.384
  • Reputasi: 47
  • Jenis kelamin: Pria
  • 7 Agustus 2009, 06:50 pm
    • Lihat Profil
Re: Tentang bahasa arab,,,,,!
« Jawab #10 pada: September 11, 2008, 05:39:03 am »
bandingkan : ughful( lupakanlah ) , unshur ( tolonglah ),undzur ( lihatlah ). harakatnya sama.
begitupun : la taghful ( jangan lupakan ), la tanshur ( jangan tolong ), la tandzur ( jangan lihat ), harakatnya pun sama. 

lihatlah yang saya bold. semuanya berharakat sama. ingat, tashrifan fi'il, yang diubah-ubah adalah 'ain fi'ilnya.

jd maksudnya, kLu kata "jangan..." pasti harakatnya 'U'?
Kutip
la taghful ( jangan lupakan ), la tanshur ( jangan tolong ), la tandzur ( jangan lihat ), harakatnya pun sama.
kLu La Tahzan gmna? :-/

Rizki Amalia

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.002
  • Reputasi: 29
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
Re: Tentang bahasa arab,,,,,!
« Jawab #11 pada: September 11, 2008, 06:24:40 am »
la tahzan.. Itu trmasuk fi'il bukan?

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: Tentang bahasa arab,,,,,!
« Jawab #12 pada: September 12, 2008, 12:28:24 am »

jd maksudnya, kLu kata "jangan..." pasti harakatnya 'U'?

Coba deh mas naruse baca lagi kalimat saya yang ini :

1. fa'ala yaf'ulu
2. fa'ala yaf'ilu
3. fa'ala yaf'alu
4. fa'ula yaf'ulu
5. fa'ila yaf'ilu
6. fa'ila yaf'alu

Nah...Yang saya jelaskan diatas, baru kaidah yang nomor 1. kalau lafadz "La tahzan", ya tinggal ikut kaidah nomor berapa. sekarang coba mas naruse buka kamus, fi'il madhinya berharakat "hazina" = حزن. dan fi'il mudhari'nya pun sudah disebutkan dikamus, yaitu lafadz "yahzanu" = يحزن.

Nah, karena hazina yahzanu cocok dengan fa'ila yaf'alu ( lihat kaidah nomor 6 diatas), maka tashrifannya pun mengikuti wazan yang nomor 6. hal inipun sudah saya tulis. coba mas naruse lihat tulisan saya yang ini :


Kutip
6. fa'ila yaf'alu

fa'ila yaf'alu fi'lan maf'alan fa'ilun maf'ulun if'al la taf'al maf'alun maf'alun

contoh lafadz : 'alima ya'lamu 'ilman wa ma'laman 'alimun ma'lumun i'lam la ta'lam ma'lamun ma'lamun

mari kita samakan untuk fi'il madhinya :

fa---'i---la =  ف--ع--ل
ha--zi---na = ح--ز--ن

begitupun fi'il mudhari'nya :

yaf---'a---Lu = يفعل 
Yah--Za--Nu =  يحزن

Sama bukan?

Nah, sekarang kita lihat amar nahyi dari kaidah fa'ila yaf'alu ( silahkan lihat yang saya perbesar diatas ) : lafadznya adalah La taf'al.

Oleh karena itu, lafadz hazina ( sedih ), jika di jadikan amar nahyi yang mempunyai makna " jangan", harus dg lafadz : La tahzan. kenapa ? karena  wazannya adalah lafadz " la taf'al". sedangkan wazan dan mauzun harus sama.

La tahzan
La taf'al

sama bukan?

la tahzan.. Itu trmasuk fi'il bukan?

sekarang, dg penjelasan diatas sudah tahu khan mba rizki bahwa "la tahzan" itu fi'il amar, tapi amarnya adalah amar nahyi. :)


rosad

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 5
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • Perubahan
    • Lihat Profil
    • PERUBAHAN
Re: Tentang bahasa arab,,,,,!
« Jawab #13 pada: Oktober 24, 2008, 03:57:18 am »
nimbrung ah, boleh ya? Laa Tahzan ya. itu fiil (kata kerja) tapi, kalo kata tahzannya di sukunkan menjadi fiil nahyi (kata kerja larangan) artinya jangan bersedih (kau). Cuman kalau disunkukan (Laa tahzanu), maka artinya tidak bersedih.