Penulis Topik: The Madness Of God  (Dibaca 1808 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

prince_darkness

  • Pengunjung
The Madness Of God
« pada: September 11, 2006, 03:06:10 pm »
Judul   :    The Madness Of God
Penulis    :    Shawni
Penerbit   :   Dastan Books
Harga   :
Jumlah halaman   :    160 halaman

Pengetahuan berjalan tertatih dengan kaki yang patah, tetapi kematian daaing menyeruduk tak kenal ampun. Begitulah sebuah kalimat pembuka dalam buku ini. Shawni meramu karyanya ini dengan gayanya yang khas. Terlepas dari judulnya yang sangat provokatif, Shawni berusaha menyibak sisi Tuhan dan iblis dari sisi lain yang tidak lazim untuk dilihat. Ia menjadikan ketergelinciran iblis dan dakwaannya kepada Tuhan karena telah “menyesatkannya” sebagai landasan bagi pertanyaan-pertanyaan yang muncul mengenai kemutlakan-Nya yang begitu mutlak.
Novel ini menceritakan kegundahan hati pendeta Bukhairah yang terpengaruh oleh kaum Marcionites, sebuah sekte dalam Kristen yang menolak Perjanjian Lama dan sebagian besar Perjanjian Baru, termasuk kemanusiaan dan kematerian Yesus. Dalam kegundahan itu, Bukhairah bertemu dengan Muhammad saw, dan ia dipertemukan dengan iblis. 
Salah satu pernyataan yang mengakibatkan muncul pertanyaan-pertanyaan lain adalah “sumber kebaikan dan kejahatan adalah satu”. Sebuah pernyataan dari sang iblis dalam pembelaannya. Menurutnya Tuhan lah yang telah memberinya peran antagonis di dunia ini. Iblis berkata bahwa ia membangkang kepada Tuhan atas suruhan-Nya, sehingga apa yang disebut drama kehidupan dapat dimulai.
Satu hal yang harus kita ingat dalam membaca novel ini adalah perlu adanya kehati-hatian yang ekstra, dikarenakan novel ini bagaikan pedang yang mempunyai dua mata. Di satu sisi, novel ini dapat meningkatkan keimanan dan pengetahuan kita. Namun di sisi lain, novel ini juga dapat menggoyahkan keimanan dan menjerumuskan kita akan pemikiran bahwa dunia ini hampa …, dunia ini hanyalah permainan-Nya untuk menghibur diri-Nya atau bahkan sebuah bentuk kegilaan-Nya.
Terlepas dari itu semua, seiring dengan bergulirnya cerita, pembaca akan tenggelam dalam keyakinan tentang keesaan, kemahakuasaan, dan keadilan Tuhan. Shawani berusaha menyeleraskan keimanan dengan akalnya, karena Tuhan memberikan akal kepada manusia untuk berpikir. Buku ini sangat cocok dibaca bagi Anda yang berpikir kritis akan agama dan Tuhan. (Prince)