Penulis Topik: tentang peristiwa isra' mi'raj  (Dibaca 75295 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Jaya

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 3
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: tentang peristiwa isra' mi'raj
« Jawab #225 pada: Juni 03, 2010, 10:14:08 pm »
Mas-mas sekalian......menurut aku sih mending diskusi ini gak usah dilanjutin deh.....percuma aja mas, berdebat sama orang "bodoh" tapi sok tahu itu gada gunanya, karena pasti gak akan selesai. Kita berdebat pakai ilmu, lha kalo orang "bodoh" mah bedebat pake "dengkul" jadi percuma dikeluarin semua hadist ato ayat Qur'an juga gak bakal nyadar soalnya ke "sok tahu" an itu menutupi hati dan pikira, bikin capek aja  :))


Wassalam

Tobil

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 301
  • Reputasi: -2
    • Lihat Profil
Re: tentang peristiwa isra' mi'raj
« Jawab #226 pada: Juli 09, 2010, 07:45:23 am »
Lho kenapa anda gak ngeluari ilmu anda ----> kalo anda pake ilmu pasti ada sisi logika yg tak terbantahkan. seperti misalnya apa urgensinya nabi mesti berangkat ke langit ke-7 ----> apa Allah jauh dari nabi, nonsens bukan ?. 

Lalu apa Allah gak bisa bicara langsung dengan nabi, ini juga nonsens, krn ada bukti bahwa Allah bisa bicara langsung dengan hamba-Nya, ini ayatnya

Allah berfirman: "Hai Musa sesungguhnya Aku memilih kamu dari manusia yang lain untuk membawa risalah-Ku dan untuk berbicara langsung dengan-Ku, sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur".(QS 7:144)

Maksimal jawaban anda cuma jawaban klasik spt. biasa : WALLAHU'ALAM, itulah ujung ilmu yg biasa dipakai orang spt. anda.





katro

  • Jr. Member
  • **
  • Tulisan: 96
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: tentang peristiwa isra' mi'raj
« Jawab #227 pada: Juli 09, 2010, 09:29:30 am »
Mas-mas sekalian......menurut aku sih mending diskusi ini gak usah dilanjutin deh.....percuma aja mas, berdebat sama orang "bodoh" tapi sok tahu itu gada gunanya, karena pasti gak akan selesai. Kita berdebat pakai ilmu, lha kalo orang "bodoh" mah bedebat pake "dengkul" jadi percuma dikeluarin semua hadist ato ayat Qur'an juga gak bakal nyadar soalnya ke "sok tahu" an itu menutupi hati dan pikira, bikin capek aja  :))


Wassalam

 
Tak apa2, makin panas makin seru, selama masih dijalur yg wajar....
Lanjuuuuut....  :cool:


Lho kenapa anda gak ngeluari ilmu anda ----> kalo anda pake ilmu pasti ada sisi logika yg tak terbantahkan. seperti misalnya apa urgensinya nabi mesti berangkat ke langit ke-7 ----> apa Allah jauh dari nabi, nonsens bukan ?. 





Saya tdk punya banyak ilmu, tapi saya juga ga oon amat sampe nanya pertanyaan sebodoh itu. Urgensi nabi mesti ke langit ke7? Maksud lo?  :Sarcastique:
Utk orang simple macem saya mah jwbnya juga simple. Ya utk menunjukkan "kebesaran Allah SWT" dan memang ga perlu masuk logika manusia yg cuma makhlukNya.



Maksimal jawaban anda cuma jawaban klasik spt. biasa : WALLAHU'ALAM, itulah ujung ilmu yg biasa dipakai orang spt. anda.



Klo bgitu saya jawab itu aja deh, WALLAHU'ALAM

 :go:



Fauzi5994559

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 753
  • Reputasi: 0
  • One God, One Guider, but Why not One Leader ?
    • Lihat Profil
Re: tentang peristiwa isra' mi'raj
« Jawab #228 pada: Juli 09, 2010, 10:29:05 am »
LAnjuT...

Tobil

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 301
  • Reputasi: -2
    • Lihat Profil
Re: tentang peristiwa isra' mi'raj
« Jawab #229 pada: Juli 10, 2010, 08:13:18 am »
Kutip dari: katro
Saya tdk punya banyak ilmu, tapi saya juga ga oon amat sampe nanya pertanyaan sebodoh itu. Urgensi nabi mesti ke langit ke7? Maksud lo?  Sarcastique
Utk orang simple macem saya mah jwbnya juga simple. Ya utk menunjukkan "kebesaran Allah SWT" dan memang ga perlu masuk logika manusia yg cuma makhlukNya.
lantas kenapa masalah mi'raj tidak dimasukkan saja ke dalam ayat2 AQ, bukankah lebih pantas Allah sendiri yg "bicara".

lagi pula kalo untuk menunjukkan kebesaran Allah, kenapa hanya muhammad, kenapa tidak rasul yg lain, kenapa tidak hamba2 Allah yg lain yang beriman?

kalo anda mau melihat tanda-tanda kebesaran Allah ini dia,

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda bagi kaum yang memikirkan.(QS 2:164)

ini lagi :


Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,(QS 3:190)


ini lagi :

Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.(QS 6:97)

ini juga :

Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda bagi orang-orang yang beriman.(QS 6:99)

Anda lihat lagi disini bagaimana Allah memperlihatkan tanda-tanda kebesarannya kepada Ibrahim tanpa mengangkatnya ke langit,

Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan di langit dan bumi, dan agar Ibrahim itu termasuk orang-orang yang yakin.(QS 6:75)

Jadi kebesaran Allah itu sebenarnya ada disekitar kita, Allah tidak pernah mengatakan tanda-tanda kebesarannya ada dilangit ke-7, syaratnya yg kita harus berfikir donk, bukannya cuma mengandalkan  WALLAHU'ALAM, kata yg sebenarnya tidak perlu disebutkan krn siapapun tahu bahwa ALLAH MAHA TAHU.

ingatlah saja ayat ini :

Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.(QS 10:100)


akal adalah juga anugerah Allah, yang membedakan manusia dengan makhluk Allah yg lain hanya terletak pada akalnya, AQ diturunkan Allah bukan untuk siapa2 tetapi untuk orang yg mengaku dirinya manusia, tetapi ganjilnya orang banyak tidak mau mempergunakan apa yg dianugerahkan Allah, mereka lebih suka mematikan akalnya sendiri dengan lebih mempercayai manusia lainnya, mereka lebih suka menjadi hamba manusia lainnya.

Itu sebabnya Allah sangat murka dengan orang yg tidak mau mempergunakan akalnya.

yant_138

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 195
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: tentang peristiwa isra' mi'raj
« Jawab #230 pada: Juli 21, 2010, 10:18:01 pm »
Kisah tawar menawar "Sholat 50 waktu menjadi Sholat 5 waktu", ada dalam buku "sirah nabawiyah" nya Ibnu Hisyam yg ditulis thn 152H,
( sebelum itu tak ada catatan mengenai kisah TUHAN diajak negoisasi macam itu :)
Banyak sumber2 diantaranya At Thabari dan Al Suyuthi, yangg menyatakan, nabi sudah melakukan solat sejak awal kenabian.
 Allah pasti tahu kekuatan manusia dan tdk akan membebani melebihi yg manusia bisa.
perintah Allah itu pasti
kun maka fayakun.
tawar menawar itu mensiratkan Nabi Musa lebih pintar drpd Nabi Muhammad.


chenchen21621

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 4
  • Reputasi: -1
    • Lihat Profil
Re: tentang peristiwa isra' mi'raj
« Jawab #231 pada: Juli 23, 2010, 03:29:40 pm »
 :great: :great:asslamualaikum. kebetulan pertanyaan qt sama. mengenai pertanyaan pertama,maaf ane jg ga' tau jawabannya. tapi mengenai pertanyaan kedua, menurut ceramah yg ane degar, memang rasululullah naik beserta jasadnya (justru di sini letak yg menguatkan  bahwa peristiwa ini bukan peristiwa biasa, sehingga dalam kecepatan yg seprti itu jasad tidak hancur). lebih dari itu, dalam peristiwa isra mi'ra ini, logika/akal kita tidak akan bisa sampai untuk mengkaji nya, hanya IMAN yg bisa menjawab, apa qt ragu? atau justru iman qt bertambah dengan adanya peristiwa ini.
pertanyaan ke 3 ane jg tidak paham (mohon maaf)
___________________________________________________________________________________________
true religion for men and women/true religion mens jeans/ed hardy shoes/sabo schmuck


Tobil

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 301
  • Reputasi: -2
    • Lihat Profil
Re: tentang peristiwa isra' mi'raj
« Jawab #232 pada: Juli 24, 2010, 08:35:46 am »
Ayatnya sudah saya posting, bahwa perjalanan dari bumi ke lanit memakan waktu 1 hari dan pulangnya juga 1 hari jadi mau tidak mau seluruhnya akan memakan waktu 2 hari.

jadi kalo mi'raj dilakukan hanya 1 malam ----> maka pasti ada kebohongan di dalamnya ---> Allah yg bohong atao pengarang hadist yg bohong ?

silahkan dianalisa sendiri.

Anom

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 14
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:tentang peristiwa isra' mi'raj
« Jawab #233 pada: Februari 03, 2011, 11:30:14 am »
banak haL yg ingin sya tanyakan, d antara na :

1. maksud dari "naik k Langit k 7" d sini apa? apakah Langit emg bnar2 7 Lapis ato gmna?
2. menurut jumhur uLama, rasuLuLLah d isra' kan beserta jasad na, tdak hanya ruh na saja...tyuz mengendarai buroq yg konon kcepatan na sperti kcpatan cahaya, bahkan kata na mLebihi kcpatan cahaya...yg jd pertanaan, apa bisa suatu materi (jasad) bergerak sperti / mLebihi kcptan cahaya tanpa ada Lecet sdkit pun? spengetahuan sya, suatu benda jika bergerak sperti kcpatan cahaya, maka benda tsb akan hancur.
3. derajat hadis ini apa, "jika bukan karenamu wahai muhammad, maka ALLAH tidak akan menciptakan aLam smesta ini" ?

Isra' Mi'raj adalah peristiwa ghaib... yg tidak bisa dicerap dengan indera & akal logika manusia. 7 Lapis Langit itu tidak bisa dimaknai seperti kue lapis yg bersusun dari atas ke bawah... apalagi sampai dikaitkan dengan angkasa luar, planet, galaksi, dsb. Deskripsi yg tertulis dalam Qur'an & hadits itu adalah untuk kemudahan memahami secara sederhana, sebab makna hakikatnya unthinkable.

Alam semesta yg sangat luas ini, termasuk bumi yg kita diami, berikut planet, bintang, galaksi, & benda-benda angkasa lainnya, adalah makhluk Allah yg berada pada Alam Kebendaan (Alam Ajsam). Sedangkan surga, neraka, 7 lapis langit, arwah para nabi & orang shaleh, serta para malaikat berada pada Alam Malakut. Sidratul Muntaha ada di atasnya lagi... bahkan di atasnya Alam Arwah. Itu sebabnya Jibril as hanya mengantarkan Nabi Muhammad SAW sampai ke "pintu" Sidratul Muntaha, tapi tidak bisa ikut menemani beliau memasukinya.

Setiap alam tsb memiliki Karakteristik Dimensi yg berbeda. Ketika kita bicara soal atas-bawah, jauh-dekat, kecepatan, cahaya, ruang, & waktu... semua itu sudah terikat dengan hukum-hukum pada Alam Kebendaan. Atau dengan kata lain, semua itu sudah terikat oleh terminologi yg dikenal akal (logic) manusia.

- Atas-bawah merupakan definisi arah atau vektor pada Koordinat Cartesius xyz.
- Jauh-dekat adalah definisi dari jarak. Dalam Fisika simbolnya ditulis dengan S; dimensinya ditulis dengan [L].
- Kecepatan adalah jarak per satuan waktu (S/t). Simbolnya ditulis v (velocity); dimensinya [L][T]^-1
- Cahaya merupakan gelombang energi yg memiliki sifat sebagai partikel. Diukur intensitasnya (I); dimensinya [ I ].
- Ruang adalah bangun 3 dimensi dari garis. Simbolnya V (Volume); dimensinya [L]^3.
- Waktu disimbolkan dengan t (time), dimensinya [T].

Malaikat diciptakan dari cahaya... lalu, apakah cahaya yg dimaksud = cahaya yg kita ketahui?
Jawabnya: tidak! Cahaya yg kita kenal, yg dapat diindera oleh mata, adalah cahaya pada Alam Kebendaan. Cahaya pada Alam Malakut berbeda karakteristik dimensinya. Kalau karakter dimensinya sama maka sudah pasti mata kita akan bisa melihat malaikat. Itu sebabnya, kecepatan cahaya yg digambarkan pada peristiwa Isra' Mi'raj berbeda Karakteristik Dimensinya dengan kecepatan cahaya yg kita kenal di alam kebendaan.

Apalagi kalau kita baca ayat bahwa Allah adalah cahaya langit & bumi... maka makna cahaya di sini beda lagi. Itu adalah bahasa ungkapan yg diformat ke dalam bahasa manusia (tajalli). Dzat Allah yg sesungguhnya tidak bisa dinalar oleh manusia. Sebab Dia berbeda dengan makhluknya.

Soal jasad Nabi SAW, lagi-lagi ini sesungguhnya adalah soal peristiwa perpindahan ke alam lain. Jangan dibayangkan beliau terbang ke langit di atas awan, dst. Di alam kebendaan ini saja, kita bisa memperhatikan fenomena perubahan wujud air yg bisa berubah wujud dalam 3 bentuk (cair, padat, uap), tergantung treatment-nya... dalam hal ini temperatur. Beda lagi jika perubahan itu sudah pada karakter dimensi.

Alam Al-Jin itu berada diantara Alam Ajsam dan Alam Malakut. Jin tidak kelihatan oleh mata manusia & tidak bisa diikat dengan hukum-hukum kebendaan (logika). Bagaimana bisa kita mendefinisikan jasad jin dengan hukum Fisika? Zatnya terdiri atas unsur apa, dst.

Adanya jin yg menampakkan diri itu juga merupakan peristiwa perpindahan ke alam lain, yakni ke alam kebendaan. Bisa jadi ia mengubah karakteristik jasadnya ke alam kebendaan, atau "ruh"-nya saja yg berpindah dan menggunakan materi di alam kebendaan sebagai avatar. Avatarnya bisa binatang, manusia, dll.

Gampangnya, kita bisa menggunakan istilah Parallel Universe untuk keberadaan semua alam tsb. Jadi sesungguhnya semua makhluk ghaib itu dekat sekali dengan kita-manusia. Hanya beda alam... dipisahkan oleh hijab.

Berdasarkan sebuah hadis Nabi SAW:
"Seandainya hati anak Adam itu tidak dikelilingi syaitan, pasti mereka mampu melihat rahasia langit."

saya juga akan cari2 referensi lagi.. kenapa isra mi'raj selalu dikaitkan dengan perintah shalat 5 waktu, padahal dalam periode awal kerasulan pun sudah ada ayat2 tentang shalat?
ada yang bisa bantu menjelaskan?

Benar bahwa perintah sholat 5 waktu itu diberikan pada Nabi SAW pada saat Isra' Mi'raj. Sebelumnya, Nabi memang telah melaksanakan sholat... diantaranya adalah sholat tahajjud.

Btw, maaf saya tidak mencantumkan dalil-dalilnya biar postingannya tidak terlalu panjang, kecuali 1 hadits saja di atas. Saya percaya Anda semua sudah pada pinter buat mencari sendiri. :)

Anom

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 14
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:tentang peristiwa isra' mi'raj
« Jawab #234 pada: Februari 03, 2011, 11:48:00 am »
Sebaiknya jangan terlalu mengedepankan akal logika dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an, termasuk peristiwa Isra' Mi'raj. Akal itu hanyalah instrument yg serba memiliki keterbatasan. Kalau menggunakan logika maka akan melahirkan interpretasi yg beraneka ragam dan rawan keliru.

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُوحِي إِلَيْهِمْ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

"Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka, Maka bertanyalah kepada AHLI DZIKIR jika kamu tidak mengetahui." (QS. An-Nahl: 43)

Perhatikan baik-baik ayat tsb, bahwa:
1. Jika tidak tahu maka kita diperintahkan untuk bertanya. Bukan dipikir-pikir sendiri!
2. Tempat bertanya yg dimaksud adalah kepada Ahladz-Dzikri.

Nah, kenapa redaksinya bukan kepada Ahlul 'Ilmi atau Ahlul Kitab... tapi Ahli Dzikir?? :)
« Edit Terakhir: Februari 04, 2011, 12:41:17 am oleh Anom »

antesa

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 4
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • google
Re:tentang peristiwa isra' mi'raj
« Jawab #235 pada: November 16, 2011, 03:18:03 am »
kisah mikraj kaga ada dalam AQ, hanya khabar burung yang tiada pasti.