Penulis Topik: tentang peristiwa isra' mi'raj  (Dibaca 77256 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

mia_t

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 19
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Miaw...Miaw...Miaw...
    • Lihat Profil
Re: tentang peristiwa isra' mi'raj
« Jawab #30 pada: Agustus 17, 2008, 05:18:37 am »
Inilah Topik kesukaan Mia fufufufufufu tentang Planet. Dari SD kelas 5 Mia udah tergila2 ma planet2 di tata surya dan mengumpulkan kliping, bela-bela beli Buku pintar pada waktu itu terasa sangat mahal di kantong saya sebagai anak SD(Mia beli buku pintar waktu SD kelas 5 atau enam karena tertarik ada pembahasan tentang planetnya. Cukup lama nabung buat beli buku satu itu. hiks...), ngerengek ma papa minta beli-in cd ensiklopedia waktu SMP (I love that cd^^) ,save-an dari internet pokoknya segala hal mengenai tentang ke-9 planet ini baik dari mithology dan dari ilmu fisika (kecuali hal hitung2annya seperti rumus mengukur massa planet, lingkar tengahnya, rumus jarak planet dll). males liat rumus huhuhuhu ketauan bego matematika^^. Tapi dari banyak yang mia baca, lebih sedikit yang nempel ma otak daripada banyak ingatnya hahahaha
Makanya waktu pluto di nyatakan bukan sebagai planet lagi.... AKU SEDIIIIIIIH padahal pluto adalah salah satu planet favo Mia selain Venus. Kenapa? Karena Mia suka Sailor Pluto dan Sailor Venus. Bagi yang tidak tahu siapa sailor yang Mia bilang, silahkan liat anime Sailormoon hahahaha tapi karena anime itulah Mia jadi suka tentang Planet.

Okeh... daripada postingannya jadi semakin ngaco en mia malah membuat ringkasan film sailormoon, mari kita mulai pembahasan topic ke 3 hari ini. Berikut sekilas Info....^^

3. Mengenai isetiap planet ada kehidupan. Dan adanya manusia di planet lain selain di bumi.

Hmmm... Interesting. Saya tertarik dengan opini anda yang mengatakan:
Dibawah bumi ada 2 planet. kemudian bumi. sesudah itu diatas bumi ada 7 planet yg bisa untuk kehidupan. sementara untuk planet pecah tidak dihitung karena tdk untuk kehidupan.
dan pernyataan ini:

Inti dari semua uraian diatas adalah bahwa samawat adalah planet-planet  disana ada mahkluk berjiwanya, manusianya.

bagaimana dgn pendapat ilmuwan tadi?
1. ilmuwan tadi takut kalau disana ada manusianya maka semua manusia akan mengetahui bahwa Islam benar, dan semua berbondong bondong masuk Islam. Mereka berpendapat bahwa  ALLAH punya anak tunggal yg turun di bumi. Pendapat ini akan terpatahkan dengan sendirinya  kalau di tempat lain ada kehidupan apalagi ada menusianya.


Okeh... mari kita bahas. Bismillah...
A. Pendapat mia, tak ada kehidupan (terutama manusia) selain kehidupan di bumi. Mengapa di bumi ada kehidupan (terutama bagi manusia) dan di planet lain tidak bisa?
Inilah pertamyaan buat diri saya sendiri dan mungkin juga teman2 di sini juga mempertanyakannya dan akan saya jawab sendiri hehehe (kalo ada yang mau menambahi... Monggggooo dengan senang hati untuk melengkapinya ^^)

Mia akan menjawab dari segi ilmu fisika dan astrologi terlebih dahulu. (Sumber data: Buku Fisika SMP, SMU, Buku pintar, beberapa kliping majalah, dari internet dan dari buku Harun Yahya yang banyak berperan di sini)

Sebelumnya, mia akan memaparkan karakteristik dari planet2 yang ada di tata surya kita yang di mulai dari planet paling jauh dari bumi (Walo Pluto udah ga termasuk planet lagi, tapi saudara/i yant_138 pluto adalah sebuah planet menurut pendapatnya. Jadi Pluto akan mia 'seret' dalam pembahasan ini::

Pluto
Pluto adalah planet di lingkaran terluar. Pluto adalah planet terkecil dan terjauh dari matahari. Sangat sulit mengamati planet ini, bahkan teleskop Hubble hanya mampu menunjukkan sekilas permukaannya. Planet ini sungguh merupakan tempat yang dingin. Suhunya sekitar -238°C (-396°F) .Di musim dingin, ketika suhu permukaan bumi sekitar -2 atau -3°C (28 atau 26°F), maka akan membeku. -238°C (-396°F) adalah 100 kali lebih dingin daripada suhu bumi terdingin untuk kita bisa hidup walau sulit. Kedinginan itu akan mengakhiri hidup kita. Dari sisi luar, Pluto nampak seperti bola yang tertutup es.


Neptunus
Mendekati matahari, kita akan menjumpai Neptunus. Planet ini juga sangat dingin; suhu permukaannya sekitar -218°C (-360°F). Atmosfernya mengandung gas yang beracun bagi manusia. Atmosfernya yang terdiri atas gas hidrogen, helium dan metana adalah beracun bagi kehidupan. Kandungan tinggi metana beracun menjadikan atmosfernya berwarna biru. Inilah dunia mematikan yang dipenuhi badai hebat berkecepatan 2000 kilometer per jam (1,250 mil) per jam bertiup di permukaannya

Uranus
Uranus adalah planet terbesar ke-tiga di Tata Surya. Suhunya -214°C (-353°F), berarti planet ini sudah cukup dingin untuk membekukan kita dalam sedetik. Atmosfirnya mengandung gas beracun yang tentunya tidak akan memberikan kehidupan. Planet mati ini sebagian besarnya tersusun atas batu dan es. Perlu waktu 84 tahun bumi bagi Uranus untuk mengelilingi matahari. Atmosfer hidrogen, helium, dan metananya sungguh mematikan bagi kehidupan.

Saturnus
Inilah planet terbesar kedua di Tata Surya. Saturnus dikenal dengan susunan cincin yang mengitarinya. Cincin ini terbuat dari gas, batu-batuan, dan es. Suhu planet ini sekali lagi tidak sesuai bagi kehidupan manusia: -178°C (-288°F). Planetnya sendiri secara keseluruhan tersusun atas gas: 75% hidrogen dan 25% helium. Kerapatan planet ini lebih rendah dari air.
 
Jupiter
Sebagai planet terbesar dalam Tata Surya, Jupiter merupakan planet gas berukuran 318 kali lipat lebih besar dari bumi. Terdapat bintik merah besar pada permukaannya, yang merupakan sebuah badai raksasa yang cukup untuk menelan dua planet Bumi kita. Tak dijumpai daratan pada permukaannya. Suhu Jupiter dingin luar biasa. Terdapat badai besar yang berlangsung ratusan tahun, serta medan magnet yang dapat membinasakan makhluk hidup apa pun. Planet yang mengerikan dan menakutkan ini memiliki bulan yang dipenuhi oleh gunung. Bulan ini dinamakan Io. Io menjadi semacam generator listrik selama bergerak melintasi medan magnet Jupiter, dan mampu membangkitkan tegangan listrik 400.000 volt di antara dua kutubnya.

Mars
Mars adalah planet mati  Tidak ada kehidupan di Mars. Ada beberapa alasan: Pertama, atmosfir Mars merupakan campuran mematikan yang mengandung karbon dioksida pekat. Kedua, tak ada air disana. Ketiga, suhu di Mars sekitar -53oC (-63oF). Terakhir, terdapat angin yang sangat kuat serta badai pasir yang terjadi setiap saat. Mars bersifat racun dengan kandungan karbon dioksida tinggi. Permukaannya penuh dengan kawah akibat tumbukan meteor, serta ngarai sepanjang ratusan kilometer. Mars merupakan bola batu merah yang diliputi angin kencang dan badai pasir yang berlangsung berbulan-bulan.

Venus
Venus merupakan bintang paling terang setelah matahari dan bulan. Karena itulah, manusia telah mengenalnya sejak lama. Meskipun planet-planet yang sama jauhnya dengan Venus juga telah dikenal oleh manusia, Venus memiliki terang yang tak tertandingi baik pada waktu pagi maupun malam. Kebalikan dari planet-planet lain, Venus adalah pemanggang raksasa dengan suhu panas membakar. Suhu permukaannya mencapai 450oC (840oF), cukup untuk meleburkan segala sesuatu. Ciri lain dari Venus adalah ketebalan atmosfirnya yang terdiri atas lapisan karbon dioksida. Selain itu, atmosfir Venus memiliki lapisan asam setebal beberapa kilometer. Tidak ada satupun makhluk hidup yang dapat hidup disana walau sedetik.  Tekanan atmosfer planet ini setara dengan tekanan di Bumi pada kedalaman satu kilometer di bawah laut. Atmosfernya diliputi lapisan-lapisan asam sulfat berketinggian ribuan meter. Karenanya, planet ini selalu diguyur hujan asam mematikan. Tak ada yang dapat hidup dengan atmosfer semacam itu.

Merkurius
Planet ini berada paling dekat dengan matahari. Merkurius berputar amat lambat pada sumbunya. Siang dan malamnya yang amat panjang mengakibatkan belahan yang menghadap matahari menjadi merah membara, sedang belahan yang lain membeku. Lingkungan semacam itu akan mematikan segenap makhluk hidup. Rotasinya sangat lambat karena dekat dengan matahari sehingga planet tersebut hanya membuat tiga putaran penuh selama dua kali berevolusi mengelilingi matahari. Inilah mengapa salah satu sisi Merkurius sangat panas sedangkan sisi lainnya sangat dingin. Perbedaan malam dan siang pada Merkurias sebesar 1,000oC (1,800oF). Tentu saja lingkungan seperti ini tak mendukung adanya kehidupan.

See... Manusia bagaimanakah yang anda maksud untuk dapat tinggal dengan keadaan planet tersebut? Kalo manusia Suparmin eh Superman, Mungkin bisa. lah dia kelemahannya cuma krypton, iyakan * Mulai Out of Topic*.

Dan berikut ini, adalah alasan mia kenapa Bumilah yang dapat menunjang kehidupan makhluk hidup terutama manusia. (aduh... Tangan mia dah mulai keriting ngetik dari postingan pertama *Rebounding jari dulu bentar...*) Tapi berikut ini, mia lebih banyak ngambil bahan dari internet *ngedepak buku smp dan smu *, yang paling banyak mia kutip dari Buku Harun Yahya (Credit to Him a genius one)

BUMI
Para Ilmuwan percaya bahwa Bumi memiliki inti besi dengan suhu 7,500°C (13,500°F). Suhu ini bahkan lebih panas daripada permukaan matahari. Kerak bumi melindungi kita dari panas itu. Allah telah menciptakan kerak bumi yang cukup tebal untuk menjaga dari panas bumi secara langsung. Selain itu, Allah telah menciptakan atmosfer yang nyaman bagi kita. Allah juga memberikan kemampuan tumbuh-tumbuhan untuk memelihara keseimbangan oksigen dan karbon dioksida. Struktur bumi dan kesetimbangan sempurna yang ada padanya membuktikan bahwa bumi ini dirancang secara khusus bagi manusia untuk hidup. Dari atmosfer hingga geografisnya, dari jarak terhadap matahari hingga segala bentuk keseimbangan yang ada, bumi adalah planet khusus yang diciptakan untuk mendukung kehidupan.

Allah membuat keseimbangan sempurna dan aturan yang membuat hidup di atas bumi menjadi mungkin. Allah berfirman dalam Alqur’an:
Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh, supaya bumi itu tidak goncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan pula di bumi itu jalan-jalan yang luas gar mereka mendapat petunjuk. Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara … (Surat al-Anbiya': 31-32)

Selain itu, ternyataaaaa posisi bumi di tempatkan Allah sebagai planet ketiga dari Matahari bukanlah sebagai hal kebetulan. begitupun mengenai jarak dari Bumi ke Matahari. Bagaimana kalo Bumi ini terletak agak dekat ke matahari, tentu nasib bumi akan sama dengan merkurius dan venus. dan bagaimana posisi bumi terletak agak jauh dari matahari. bumi akan senasib dengan mars dst. Semua itu sudah di perhitungkan oleh Allah (Subhanallah...). Tepatnya posisi bumi di tata surya merupakan bukti kesempurnaan ciptaan Allah.
 Penemuan astronomi paling mutakhir menunjukkan arti penting keberadaan panet-planet bagi bumi. Contohnya, arti penting ukuran dan posisi Jupiter. Sebagai planet terbesar di dalam sistem, Jupiter menjadikan bumi stabil berada di orbitnya. Jika planet dengan ukuran serupa tidak berada di posisi Jupiter, bumi akan menjadi sasaran meteor dan komet yang bertebaran di ruang angkasa. Berarti, Jupiter merupakan tameng pelindung bumi. Jika Jupiter ada di orbit yang lain, bumi kita, dan juga kita tak akan dapat hidup lama.

Selain itu, suhu di bumi juga mendukung untuk kehidupan makhluk hidup. Suhu bumi rata-rata adalah 15°C dan 20°C (60-70)°F. Suhu ini berbeda-beda untuk setiap lapisan atmosfir yang lebih tinggi.Kecepatan rotasi bumi juga membantu menjaga keseimbangan penyebaran suhu. Bumi berotasi penuh sekali setiap 24 jam. Karena itulah, pergantian malam dan siang sangatlah singkat. Karenanya, perbedaan suhu antara siang dan malam menjadi sangat kecil.
Sebagai contoh yang paling jelas dapat dilihat di planet Merkurius, disana siang hari akan berakhir setelah lebih dari setahun waktu bumi sehingga perbedaan suhu siang dan malam hampir 1,000°C (1,800°F). Letak geografis juga membantu penyebaran panas di atas bumi secara merata. Perbedaan suhu antara daerah kutub dengan daerah katulistiwa adalah sekitar 100°C (212°F). Jika perbedaan suhu lebih besar dari itu, akibatnya adalah berhembusnya badai angin topan yang akan menghancurkan segala sesuatu.
Bahkan, bumi dipenuhi oleh penghalang geografis yang menghalangi hembusan udara yang kencang sehingga terjadi perbedaan suhu. Penghalang tersebut adalah deret pegunungan yang terbentang dari timur ke barat, dari Himalaya di China, berlanjut ke pegunungan Taurus di Anatolia dan pegunungan Alpen di Eropa.
Sebagaimana kita tahu, setiap ukuran planet berbeda2. Itu bukanlah suatu kebetulan, tapi sudah di atur oleh Allah. begitupun dengan bumi, Allah telah memberikan ukuran yang pas untuk bumi. kenapa maslah ukuran begitu penting? Ternyata ukuran setiap planet bisa juga menjadi penentu suatu kehidupan di planet itu. Jika bumi sedikit lebih kecil dari ukuran yang sekarang, gravitasi akan melemah, sehingga tidak mampu untuk mengikat atmosfer yang mengelilinginya. Tanpa atmosfer, bumi akan rentan terhadap meteor serta radiasi berbahaya dari angkasa. Terlebih lagi, kekurangan oksigen akan merupakan akhir kehidupan. Jika bumi lebih besar, gaya tarik gravitasi akan meningkat, kemudian mengubah atmosfer menjadi campuran mematikan karena ia akan menyimpan berbagai gas beracun. Berkaitan dengan massanya, interior bumi juga didesain secara khusus. Lapisan-lapisan di dalam intinya bergerak saling mengelilingi satu sama lain, gerakan ini menimbulkan adanya medan magnet yang berperan penting untuk melindungi kehidupan. Medan magnet yang meliputi wilayah yang jauh berada diatas permukaan bumi turut melindungi bumi dari efek radiasi berbahaya dari angkasa luar.

Planet biru tempat kita hidup diciptakan Allah secara khusus. Dalam Alqur’an Allah menggambarkan penciptaan yang mengagumkan ini dalam ayat ke-2 surat Al-Furqon
" … Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya."
Barangkali ini pernyataan yang sederhana untuk mengungkapkan berbagai ayat Alqur’an mengenai alam semesta, bahwa pada planet ini, Allah menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan manusia
« Edit Terakhir: Agustus 17, 2008, 05:22:10 am oleh mia_t »

mia_t

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 19
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Miaw...Miaw...Miaw...
    • Lihat Profil
Re: tentang peristiwa isra' mi'raj
« Jawab #31 pada: Agustus 17, 2008, 07:03:28 am »
Ciri fisik bumi seperti massa, struktur, suhu, dan sebagainya, benar-benar sesuai bagi kehidupan. Namun, ciri semacam itu saja tidak cukup untuk memungkinkan berlangsungnya kehidupan di Bumi. Penentu teramat penting lainnya adalah susunan atmosfer.

Atmosfer terdiri atas 77% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% karbon dioksida, argon, dan gas-gas lainnya. Sekarang kita cermati oksigen terlebih dahulu. Oksigen sangatlah penting bagi kehidupan, selama energi yang diperlukan untuk hidup didapat melalui proses kimiawi yang melibatkan oksigen dalam jumlah tertentu. Jumlah oksigen dalam Atmosfer sangat tepat. Jika jumlahnya menjadi 22% dari yang seharusnya yaitu 21%, satu kilatan petir saja sudah cukup untuk membakar seluruh hutan. Jika jumlahnya menjadi 25%, api yang besar akan membakar bumi, karena oksigen adalah gas yang mudah terbakar.  Hal menarik di sini adalah bahwa kadar oksigen dalam udara yang kita hirup ditentukan dengan sangat tepat. Dalam bukunya Nature’s Destiny: How the Laws of Biology Reveal Purpose in the Universe, profesor mikrobiologi terkenal Michael Denton menulis:
Dapatkah atmosfer Anda mengandung lebih banyak oksigen namun tetap mendukung kehidupan? Tidak! Oksigen adalah unsur yang sangat mudah bereaksi. Bahkan kandungan oksigen di atmosfer yang sekarang, yakni 21%, sangatlah mendekati ambang batas yang aman bagi kehidupan pada suhu lingkungan. Kemungkinan terjadinya kebakaran hutan meningkat sebesar 70% untuk setiap kenaikan 1% kandungan oksigen dalam atmosfer. (Michael Denton, Nature's Destiny: How The Laws of Biology Reveal Purpose in the Universe, The New York: The Free Press, 1998, hal. 121)

Atmosfer sangat penting untuk kehidupan di bumi. Atmosfer sangat banyak manfaatnya, satu diantara adalah arti penting gas yang membentuk Atmosfer bagi kehidupan manusia. Jika Atmosfer tidak ada, makhluk hidup tak akan dapat bernapas, sehingga tak akan ada kehidupan di atas bumi.  pentingnya gas-gas dalam Atmosfer, seperti oksigen, atau sifat Atmosfer yang melindungi bumi. Namun, ternyata bobot Atmosfer juga sangat penting bagi kehidupan manusia. Fungsi Atmosfer yang lain adalah melindungi bumi kita dari serangan yang berasal dari luar angkasa, misalnya meteor. Atmosfer mencegah meteor jatuh menimpa bumi, dan menimbukan bahaya. Atmosfer juga menghalangi radiasi berbahaya dari ruang angkasa. Dengan Atmosfer ini, hanya 7 % radiasi berbahaya yang dapat sampai di bumi. Di sini terdapat satu hal yang layak kita perhatikan: Radiasi yang mampu menyokong kehidupan di muka bumi hanyalah radiasi yang diterima oleh bumi. Dan ingatlah, bahwa jarak bumi dan matahari adalah tepat, tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat.

Atmosfer terbuat dari udara yang ringan. Hal ini tidak berarti bahwa Atmosfer tidak berbobot. Sebenarnya, lapisan-lapisan udara yang tebalnya berkilo-kilo meter di atas kita ini sangatlah berat.Menurut penelitian, Atmosfer menekan setiap orang hingga berton-ton beratnya. Hal ini dinamakan “tekanan udara”. Terus, bagaimana bisa kita tidak terhimpit? Kita tidak terhimpit olehnya karena tubuh kita memiliki kekuatan untuk menahan bobot Atmosfer. Kita tak akan berfungsi bahkan tak akan ada dalam lingkungan yang memiliki tekanan udara lebih rendah. Itulah mengapa, tanpa tekanan ini, darah yang bersirkulasi dengan cepat dalam tubuh kita akan berusaha menekan dengan hebat pembuluh darah kita. Tanpa keseimbangan oleh tekanan atmospheric ini, pembuluh darah kita akan pecah karena tekanan darah yang tinggi. Karena itulah, manusia tidak mungkin hidup di lingkungan seperti yang terdapat di planet Merkurius, yang tak memiliki Atmosfer. Planet Venus memiliki atmosfer. Karena tekanan di atas Venus 90 kali lebih besar daripada tekanan Atmosfer bumi, maka ia tidak akan sesuai untuk kehidupan manusia. Dengan demikian, kita mengerti bahwa tak satu pun kehidupan ada di planet Venus karena dengan tekanan udara yang besar sekali semua makhluk hidup akan musnah.

Suatu sistem yang sempurna telah memelihara kandungan oksigen di Atmosfer. Hal ini dinamakan sistem daur ulang. Binatang dan manusia menggunakan oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Sedangkan tumbuh-tumbuhan, menyerap karbon dioksida serta mengeluarkan oksigen. Mereka memelihara keberlangsungan hidup dengan mengubah kembali karbon dioksida menjadi oksigen. Setiap hari, milyaran ton oksigen dihasilkan oleh tumbuh-tumbuhan dan dilepaskan ke Atmosfer.

Hujan turun ke bumi dalam jumlah tertentu. Jumlah ini hanya diketahui dengan penelitian mutakhir. Perhitungan menyebutkan bahwa 16 juta ton air menguap setiap dua detik. Dalam satu tahun, jumlah ini menjadi 505 trilyun ton. Sekali lagi, setiap tahun, 505 trilyun ton hujan jatuh ke bumi. Karena hujan memiliki siklus, maka jumlah ini selalu sama dari tahun ke tahun. Fakta ini, yang baru saja di temukan oleh ilmuwan, telah dinyatakan dalam Al Qur’an 1,400 abad yang lalu:

Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) (Surat az-Zukhruf: 11)
71% permukaan bumi tertutup oleh air. Bumi adalah satu-satunya planet yang airnya berbentuk cair. Air berkumpul dalam kubangan raksasa membentuk lautan, yang sangat penting bagi kehidupan.Sebagai contoh, air mencegah terjadinya perubahan suhu yang tiba-tiba sehingga membantu makhluk hidup untuk berada dalam suhu yang stabil. Air juga membuat iklim menjadi ramah. Bahkan, laut membentuk pantai melalui erosi dan korosi. Tak satu planet pun memiliki sistem demikian. Terlebih lagi, lautan menawarkan berbagai macam ikan dan makanan bagi kita.

Penguapan dan kondensasi dari seluruh jumlah air yang disebutkan di atas, yang dinamakan “siklus air”, memelihara kesinambungan hidup di muka bumi. Perubahan sedikit saja dalam siklus air akan menyebabkan ketidakstabilan di alam dalam waktu singkat, yang berarti akhir dari kehidupan. Bagaimana pun, hal itu tak akan pernah terjadi; permukaan bumi selalu menerima hujan dalam jumlah yang sama. Allah “menurunkan hujan dari langit menurut kadar yang diperlukan …”

Perputaran bumi pada porosnya juga berpengaruh penting terhadap perubahan yang terjadi di Bumi. Perubahan  itu adalah apa yang kita sebut musim.Selama berotasi pada sumbunya, bumi agak miring terhadap orbitnya. Inilah yang menyebabkan terjadinya empat musim: musim semi, panas, gugur, dan musim dingin. Jika Allah berkehendak, bisa saja bumi kita lurus terhadap orbitnya. Dan tak akan ada musim. Suhu udara akan sama di seluruh penjuru bumi. Mulai dari makanan yang kita makan hingga udara yang kita hirup, gaya hidup serta lingkungan kita, semuanya akan berubah

Tidak seperti bumi, Uranus berotasi terhadap sisinya, seolah-olah planet tersebut “terjatuh”. Hal ini menyebabkan planet tersebut “menggelinding” mengelilingi matahari seperti sebuah bejana. Garis Khatulistiwa Uranus kemiringannya mencapai 980 terhadap orbitnya, sehingga kutubnya hampir menghadap ke matahari selama separuh orbitnya. Uranus memerlukan waktu 84 tahun bumi untuk mengitari matahari! Karena itu, selama beberapa tahun pada suatu waktu, tiap kutub terus menerus menerima cahaya matahari atau terus-menerus dalam gelap. Karena itu tidak ada yang bisa hidup di Uranus. Jangankan manusia, tumbuh2an saja tidak bisa bertahan di sana. tumbuh-tumbuhan yang butuh siang dan malam untuk hidup akan hilang dengan segera. Alhasil, hal ini berarti berakhirlah kehidupan.

Begitulah alasan kenapa Bumi adalah satu-satunya planet yang dapat didiami oleh manusia.

Okeh... dari segi Fisika dan astrologi dah mia bahas, sekarang mia bahas dari sisi Agama.

Alasan mia berpendapat, tak ada manusia yang hidup selain di bumi.
1. Di turunkannya Nabi Adam kebumi. Adam adalah, manusia pertama, bapaknya segala manusia. Jika Adam saja merupakan manusia PERTAMA hidup di bumi, jadi bagaimana ada manusia lain ada di planet lain? (Bagi yang ada berpendapat, Adam bukanlah manusia pertama, tapi masih ada manusia sebelum Adam. SIlahkan baca tulisan Mia di thread sebelah, yang berjudul "Qs. Al-Baqoroh ayat 30. Di sana Mia udah menjabarkan alasan mia mengatakan bahwa Adam adalah manusia pertama yang di ciptakan Allah. Dan tak ada manusia yang di ciptakan Allah sebelum beliau)

2. Dengan opini saudari yant_138 yang mengatakan:
Inti dari semua uraian diatas adalah bahwa samawat adalah planet-planet  disana ada mahkluk berjiwanya, manusianya.

bagaimana dgn pendapat ilmuwan tadi?
1. ilmuwan tadi takut kalau disana ada manusianya maka semua manusia akan mengetahui bahwa Islam benar, dan semua berbondong bondong masuk Islam. Mereka berpendapat bahwa  ALLAH punya anak tunggal yg turun di bumi. Pendapat ini akan terpatahkan dengan sendirinya  kalau di tempat lain ada kehidupan apalagi ada menusianya.


Perlu anda ketahui, ada sebagian ilmuwan yang sependapat dengan anda lho. Jadi jangan sembarangan menuduh ilmuwan takut kalau di planet lain ada manusianya akan di ketahui bahwa Islam benar maka semua berbondong2 masuk islam.

HUAAALLLLLLLLLOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO.........................

Apakah anda lupa, banyak Ilmuwan yang sampai sekarang BERUSAHA MEMBUKTIKAN ADANYA KEHIDUPAN DI LUAR PLANET BUMI? apalagi ilmuwan Amerika tuh, yang getol melakukan penelitian dengan alat super canggik mereka untuk membuktikan bahwa adanya kehidupan di planet lain. Hal ini dapat di buktikan dengan 'rajinnya' mereka mengirim pesawat luar angkasa, apollo, roket atau apalah namanya untuk di terbangkan ke planet-planet. Baik pesawat itu di kendarai oleh manusia, monyet(Kalo anda tidak tahu, Amerika pernah mengirim simpanse menjadi astronout mereka. ini mia liat di discovery channel dan dari metro TV yang membahas tentang misi perjalanan ke luar angkasa) bahkan robot. Dengan tujuan apa? selain memahami keadaan planet-planet di luar sana, mereka juga mencari bukti adanya tanda-tanda makhluk hidup baik itu berbentuk alien kek, tumbuh2an kek, atau apapun yang setidaknya sejenis makhluk hidup. bersampel-sampel batu dan tanah mereka bawa ke bumi untuk di teliti untuk harapan itu, menemukan tanda2 kehidupan di luar sana.

Tentu anda familiar dengan nama Alien, UFO, atau sejenisnya. itu adalah sedikit bentuk harapan mereka yang mempercayai makhluk itu hidup di planet luar, dan mereka membangun sebuah alat telekomunikasi seperti radar untuk menangkap sinyal-sinyal atau sewaktu-waktu para makhluk angkasa luar itu mengadakan kontak dengan mereka. Salah satu tempat pusat penelitian berteknologi canggih itu adalah di gurun Nevada.

Jadi atas dasar apa anda mengatakan bahwa para ilmuwan itu 'takut' meneliti tentang kehidupan selain planet bumi? Bahkan kegiatan merekalah yang membuat dunia melirik bahkan banyak orang (Dominannya malahan orang non muslim) mempercayai apa yang di percayai oleh para ilmuwan; adanya kehidupan di luar sana. Bahkan... pernahkah anda mendengar adanya pernyataan dari ilmuwan tersebut bahwa Venus dan mars adalah saudara kembarnya bumi? dan bahkan mereka mempercayai dengan di suplainya oksigen ke planet itu, venus dan bumi akan berpotensi menjadi the next earth in the future. bahkan mereka sudah membuat perencanaan, jika suatu hari umat manusia sudah 'membludak' di bumi, sebagian manusia akan di transfer ke sana. berita ini Mia dapatkan ketika mia masih SMP dulu, dan mia adalah 'salah satu dari sekian banyaknya korban' yang mempercayai pendapat para ilmuwan itu.

Tentu saja, ada juga ilmuwan yang berpikir benar logis, dengan menyanggah bahwa adanya kehidupan di planet lain selain bumi. yaitu dengan dasar pemikiran yang telah mia papar di postingan sebelumnya (tentu saja dengan versi yang lebih detail dan lengkap dari yang udah mia tulis sebelumnya). Malah ilmuwan islam lebih banyak yang menyetujui bahwa planet lain selain bumi tidak mendukung kehidupan untuk makhluk hidup. dan mereka menyanggah fenomena UFO dan alien itu hanya ilusi atau karangan manusia belaka, bahkan UFO yang ilmuwan barat percayai, bagi ilmuwan islam itu adalah penampakan sesosok Jin yang mungkin di sambar oleh petir atau api-api dari langit yang di lempar Malaikat karena para Jin yang berusaha mencuri dengar kabar ghoib dari langit. atau bagi yang penasaran, banyak tuh buku2 islami yang membantah denomena UFO dan alien. salah satunya yang udah mia baca adalah 'Berdialog dengan jin islam" atau buku yang islam yang ada kaitannya dengan Dajjal dan Segitiga bermuda, juga berkaitan tentang pembahasan mengenai UFO dan alien ini. SIlahkan di cari dan di baca^^
 
3. Terakhir. Mia mengambil dari hasil pemikiran baru-baru ini. Baru-baru ini? ya... pemikiran ini muncul saat awal tahun 2008 ini. yang mana sebelumnya mia juga percaya adanya makhluk hidup termasuk manusia selain di planet bumi. kenapa mia berpikir seperti itu? Karena, begitu luasnya jagat raya yang di ciptakan oleh Allah, dengan beribu2 juta galaksi yang mempunyai beribu2 biliun juta planet didalamnya. Masak cuma bumi aja 'hidup' dan yang berpenghuni manusia dan makhluk hidp lainnya? Kalo iya bumi satu2nya, sendirian dong kitanya di antara sekian biliun juta planet2 yang ada di langit ini?

Tapi, kemudian. ga tau darimana, tiba-tiba mia berpikir seperti ini:

Agama apakah yang di RIDAHI ALLAH DI SISINYA?

ISLAM!!!

Siapakah yang MEMBAWA AGAMA ISLAM BAGI UMAT MANUSIA?

NABI MUHAMMAD SAW.

Dimanakah nabi Muhammad SAW DI LAHIRKAN DAN KEMUDIAN MENINGGAL?

DI BUMI!!!

Ya... Bumi!!! Tempat dimana Adam di turunkan, dimana keturunannya berkembang, dan di utusnya para Rasu-rasull dan Nabi-nabi Allah untuk menjadi wakil Allah dalam menyampaikan agama dan wahyu Nya kepada ummat manusia, dan Muhammad adalah Nabi dan Rasul terakhir sebagai penutup yang membawa agama terakhir yang di Ridhoi Allah sampai akhir zaman. Islam.

Jadi, bagaimana mungkinkah ada manusia di planet lain selain bumi? Jikapun ada, apa agama mereka? Jika kita mempunyai nabi dan rasul, tentu saja manusia 'disana' juga mempunyai Nabi dan rasul, yang nantinya agama2 yang berkembang di sana, juga di tutup oleh agama Islam. Tapi seperti yang kita ketahui sebelumnya,  Agama Nasrani atau ada juga yang berpendapat Hanif itu di anugrahkan Tuhan kepada Nabi Ibrahim dan kaumnya dengan kitab Taurat, Nabi Daud di anugrahkan Allah dengan kitabnya Zabur (Agamanya apa ya? ada yang tau? mia lupa. kalo yahudi itu umatnya bukan?), dan Nabi Isa di anugrahkan Allah dengan kitab Injil dengan agama kristen, dan Nabi penutup, nabi Muhammad SAW yang di anugrahi kitab penyempurnaan dari kitab sebelumnya: Al-Quran dan agama yang disempurnakan dari agama sebelumnya: Islam.
Islam hanya di anugrahkan Allah untuk Nabi Muhammad sebagai wakilNya untuk meng-islami manusia di bumi. tak ada nabi lain yang di tunjuk untuk membawa agama Islam kepada manusia selain NAbi Muhammad, seperti halnya agama Kristen hanya di berikan kepada nabi Isa untuk di sampaikan kepada manusia pada ummatnya saat itu, dan begitupun dengan nabi2 lainnya. Dan persamaan nabi-nabi Allah tersebut adalah lahir dan meninggal di bumi (Kecuali nabi Isa yang di angkat kelangit dan kemudian diturunkan kembali ke bumi untuk memerangi dajjal)

Dari dasar pemikiran itulah, mia menarik kesimpulan, AGAMA ISLAM YANG DI BAWA OLEH NABI MUHAMMAD SAW ADALAH UNTUK UMMAT MANUSIA DI BUMI. KENAPA DI BUMI? ya dapat anda baca lagi 3 alasan mia di atas hehehehe...

Hufff.... akhirnya selesai juga. Istirahat ahhhhh.....

Di tunggu bagi siapa yang ingin melengkapi yang di anggap perlu guna menambah ilmu kita, dan membetulkan kalo Mia ada kesalahan. Okay....^^

Assalammualaikum wbr...................................................................................................

 

Akhina Ifa

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.247
  • Reputasi: 30
  • Jenis kelamin: Pria
  • The Frame of My Deepest Heart...
    • Lihat Profil
    • Uhibbuka Fillah | Aku Mencintaimu Karena Allah
Re: tentang peristiwa isra' mi'raj
« Jawab #32 pada: Agustus 17, 2008, 07:22:12 am »
Kutip
Bagaimana bisa anda mengatakan bahwa merkurius dan venus adalah plnet di'bawah' bumi? dan mars sampe pluto (apakah muntaha harus mia sertakan?) adalah para planet di atas bumi? biasanya hal yang dapat dikatan sebagai atas dan bawah karena adanya kedudukan yang vertikal. Apakah anda dapat memastikan letak para planet ini membentuk garis vertikal dengan posisi matahari terletak paling bawah kemudian di ikuti jajaran para planet yang membentuk garis vertikal keatas. Bagaimana jika mataharilah yang terletak di tempat yang teratas dengan di ikuti para planet membentuk garis vertikal kebawah. Bukankah jadinya ada 2 planet berada di atas bumi, dan enam (atau tujuh, KALAU saya menyertakan 'planet muntaha') berada di bawah bumi? Bukankah definisi langit anda adalah sesuatu yang berada di atas? dengan keadaan seperti itu tentu 'planet muntaha' anda berada di bawah, bukan di atas.
Subhanallah, analogi yang Great.. :D
Bener tuh, "pembalikan" fakta yang fatal :D
Makasih ya ka ;)

Kutip
Yah... Gerakan satelit yang mengelilingi planet sebagai pusatnya, gerakan planet yang mengelilingi Matahari sebagai pusatnya (coba teman-teman amati, arah pergerakan orang thawaf mengelilingi ka'bah, searah dengan gerakan Planet mengelilingi Matahari). pertanyaannya, jika Satelit mengelilingi planet dan planet mengelilingi matahari, lalu matahari mengelilingi apa?
Galaksi :D dan yang jelas galaksi akan mengitari suatu massa yang lebih besar lagi.(Accentris) dan ujung2xnya langit, dan setelah langit barulah disitu urusan Allah(karena saya ngak tahu konsepnya :D ) dalam menentukan Langit untuk mengitari Baithul Makmur :)

baru deh ini ;;)
Kutip
Maka jelaslah tiada lain seluruh alam semesta ini pun harus thawaf juga (mengelilingi Arsy Allah), sebagai rasa tunduk dan mengagungkan KEMAHA PERKASAAN ALLAH. Dengan demikian titik sentral alam semesta ini pastilah Arsy Allah yang Maha Luas itu. Untuk itu lihatlah ayat Al Quran di bawah ini:

“Sesungguhnya Allah, Tuhan kamu telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari. Kemudian Dia berkuasa di atas Singsana, ditutup-Nya malam dengan siang, yg mengikutinya dengan cepat. Begitu juga Tuhan menciptakan matahari, bulan dan bintang-bintang yang masing-masing menjalankan KEWAJIBANNYA dengan perintah Tuhan. Ingatlah, MENCIPTA dan MEMERINTAH itu Hak Tuhan, Maha Berkat Tuhan, PEMIMPIN SEMESTA ALAM (QS Al Al A’raaf:54)

Kutip
Kalau bulan mengelilingi bumi selama 30 hari, dan bumi dan bulan secara bersama mengelilingi matahari (Heliosentris) selama lebih kurang lebih 365 hari (1 tahun). Dan kalau kita ketahui diperkirakan ukuran matahari 1.000.000 juta kali bumi, berapakah diameter orbit matahari? 364 hari X 1.000.000 = 1 juta tahun (ini paling sedikit? sebab mia ga tahu diameter orbit matahari pastinya)
Ups Afwan ka, hal itu tergantung pada perbandingan masa matahari dan massa bumi... kita ngak bisa dengan serta merta mengalikan dengan cara demikian, apalagi "teknik" revolusi matahari pada galaksi itu semakin lama semakin mendekat(berbeda dengan revolusi bumi terhadap matahari dan bulan mengitari matahari yang cenderung menjauh (lantaran adanya gaya Sentrifugal.(berbeda halnya dengan matahari yang mendekati pusat galaksi(yang dikarenakan) dipusat galaksi tersebut terdapat black hole-nya)).

Kutip
Dengan penjelasan ini, terbantahlah teori anda bahwa SIDARATUL MUNTAHA ADALAH PLANET KE 7 YANG BERADA DI ATAS BUMI. Jika planet ke 7 yang anda klaim sebagai Muntaha atau Surga, maka seharusnya seluruh PLANET, BINTANG, MATAHARI DAN SELURUH ISI LANGIT INI BERPUTAR MENGELILINGI PLANET MUNTAHA YANG ANDA SEBUTKAN ITU. Bukankah Allah berada di Arasy, yang kedudukannya di atas surga atau muntaha?
ummmm :)

mia_t

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 19
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Miaw...Miaw...Miaw...
    • Lihat Profil
Re: tentang peristiwa isra' mi'raj
« Jawab #33 pada: Agustus 17, 2008, 09:18:55 am »
Kutip
Bagaimana bisa anda mengatakan bahwa merkurius dan venus adalah plnet di'bawah' bumi? dan mars sampe pluto (apakah muntaha harus mia sertakan?) adalah para planet di atas bumi? biasanya hal yang dapat dikatan sebagai atas dan bawah karena adanya kedudukan yang vertikal. Apakah anda dapat memastikan letak para planet ini membentuk garis vertikal dengan posisi matahari terletak paling bawah kemudian di ikuti jajaran para planet yang membentuk garis vertikal keatas. Bagaimana jika mataharilah yang terletak di tempat yang teratas dengan di ikuti para planet membentuk garis vertikal kebawah. Bukankah jadinya ada 2 planet berada di atas bumi, dan enam (atau tujuh, KALAU saya menyertakan 'planet muntaha') berada di bawah bumi? Bukankah definisi langit anda adalah sesuatu yang berada di atas? dengan keadaan seperti itu tentu 'planet muntaha' anda berada di bawah, bukan di atas.
Subhanallah, analogi yang Great.. :D
Bener tuh, "pembalikan" fakta yang fatal :D
Makasih ya ka ;)

Kutip
Yah... Gerakan satelit yang mengelilingi planet sebagai pusatnya, gerakan planet yang mengelilingi Matahari sebagai pusatnya (coba teman-teman amati, arah pergerakan orang thawaf mengelilingi ka'bah, searah dengan gerakan Planet mengelilingi Matahari). pertanyaannya, jika Satelit mengelilingi planet dan planet mengelilingi matahari, lalu matahari mengelilingi apa?
Galaksi :D dan yang jelas galaksi akan mengitari suatu massa yang lebih besar lagi.(Accentris) dan ujung2xnya langit, dan setelah langit barulah disitu urusan Allah(karena saya ngak tahu konsepnya :D ) dalam menentukan Langit untuk mengitari Baithul Makmur :)

baru deh ini ;;)
Kutip
Maka jelaslah tiada lain seluruh alam semesta ini pun harus thawaf juga (mengelilingi Arsy Allah), sebagai rasa tunduk dan mengagungkan KEMAHA PERKASAAN ALLAH. Dengan demikian titik sentral alam semesta ini pastilah Arsy Allah yang Maha Luas itu. Untuk itu lihatlah ayat Al Quran di bawah ini:

“Sesungguhnya Allah, Tuhan kamu telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari. Kemudian Dia berkuasa di atas Singsana, ditutup-Nya malam dengan siang, yg mengikutinya dengan cepat. Begitu juga Tuhan menciptakan matahari, bulan dan bintang-bintang yang masing-masing menjalankan KEWAJIBANNYA dengan perintah Tuhan. Ingatlah, MENCIPTA dan MEMERINTAH itu Hak Tuhan, Maha Berkat Tuhan, PEMIMPIN SEMESTA ALAM (QS Al Al A’raaf:54)

Kutip
Kalau bulan mengelilingi bumi selama 30 hari, dan bumi dan bulan secara bersama mengelilingi matahari (Heliosentris) selama lebih kurang lebih 365 hari (1 tahun). Dan kalau kita ketahui diperkirakan ukuran matahari 1.000.000 juta kali bumi, berapakah diameter orbit matahari? 364 hari X 1.000.000 = 1 juta tahun (ini paling sedikit? sebab mia ga tahu diameter orbit matahari pastinya)
Ups Afwan ka, hal itu tergantung pada perbandingan masa matahari dan massa bumi... kita ngak bisa dengan serta merta mengalikan dengan cara demikian, apalagi "teknik" revolusi matahari pada galaksi itu semakin lama semakin mendekat(berbeda dengan revolusi bumi terhadap matahari dan bulan mengitari matahari yang cenderung menjauh (lantaran adanya gaya Sentrifugal.(berbeda halnya dengan matahari yang mendekati pusat galaksi(yang dikarenakan) dipusat galaksi tersebut terdapat black hole-nya)).

Kutip
Dengan penjelasan ini, terbantahlah teori anda bahwa SIDARATUL MUNTAHA ADALAH PLANET KE 7 YANG BERADA DI ATAS BUMI. Jika planet ke 7 yang anda klaim sebagai Muntaha atau Surga, maka seharusnya seluruh PLANET, BINTANG, MATAHARI DAN SELURUH ISI LANGIT INI BERPUTAR MENGELILINGI PLANET MUNTAHA YANG ANDA SEBUTKAN ITU. Bukankah Allah berada di Arasy, yang kedudukannya di atas surga atau muntaha?
ummmm :)


Mengenai keterangan Akhina Ifa Matahari mengelilingi galaksi, sebenarnya saya setuju (ini pendapat mia^^) soalnya mia dulu pernah membaca buku apa gitu... lupa buku yang mana, bahwa satelit mengelilingi planet, planet mengelilingi matahari, matahari mengelilingi galaksi, galaksi mengelilingi inti galaksi dan seterusnya.

intinya... pasti peputaran alam semesta berpusat ke satu titik, yaitu Arasy. kenapa Arasy? Karena semua alam semesta ini berthawaf kepada Allah (contoh kecilnya adalah thawaf manusia di bumi pada ka'bah yang menjadi rumah Allah di bumi) dan menjadi rumah Allah di langit adalah Arasy.

en kenapa sebelumnya mia ga menjelaskan matahari mengelilingi galaksi? karena masih adanya kesimpangsiuran tentang hal ini (hal matahari mengelilingi galaksi) walau pribadi mia berpendapat matahari mengelilingi galaksi (berdasarkan dari buku yang mia baca) tapi karena masih simpang siur dan mia pun baru baca dari satu buku tentang matahari mengelilingi galaksi, jadi mia batasi saja sampai Matahari, dengan di sertai oleh dalil2 yang udah mia sebutkan di atas, yaitu: Matahari, bulan dan bintang-bintang beredar sesuai dengan orbitnya dan tunduk dengan perintah-Nya.

dengan di dalil ini ga ada menyebutkan galaksi, jadi mia ga berani 'memaksakan' pendapat mia matahari mengelilingi galaksi. tapi toh intinya tetap sama, bahwa segala yang ada di semesta ini berthawaf (mengelilingi) Arasy Allah.

Mengenai jumlah diameter orbit bumi, ini cuma perkiraan aja. tapi memang benar kata anda, selain memperhitungkan dari segi revolusi bumi dan mengalikannya, juga harus memperhitungkan massa saja. dengan segala kerendahan hati, mia menyerahkan ini kepada ahlinya yang paham soal hitung berhitung ini hahahahahaha nyerah deh soal angka2. makasih ya Akhina Ifa atas masukkan pertimbangan massanya. Mia jadi 'tersadar' kekurangan perhitungan mengenai diameter orbit matahari ini^^
« Edit Terakhir: Agustus 17, 2008, 09:26:33 am oleh mia_t »

Akhina Ifa

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.247
  • Reputasi: 30
  • Jenis kelamin: Pria
  • The Frame of My Deepest Heart...
    • Lihat Profil
    • Uhibbuka Fillah | Aku Mencintaimu Karena Allah
Re: tentang peristiwa isra' mi'raj
« Jawab #34 pada: Agustus 17, 2008, 01:58:51 pm »
Bismillah...
Afwan, cuma mo menaggapi:
Kutip
(1)dengan di dalil ini ga ada menyebutkan galaksi, jadi mia ga berani (2)'memaksakan' pendapat mia matahari mengelilingi galaksi. tapi toh intinya tetap sama, bahwa segala yang ada di semesta ini berthawaf (mengelilingi) Arasy Allah.

Ummm...
Afwan, nih ka mia, yakin nih klo ngak ada dalil tentang, galaksi ;;) bagimana dengan yang ini:

Demi langit yang mempunyai gugusan bintang, (AlBuruuj:85)

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang (nya),(Al Hijr: 16)

Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya. (AlFurqan:61)

:) Waktu dulu ketika pertama kali belajar Al-Quran, aku belum terlalu “tertarik” dengan makna gugusan bintang ini, lantaran aku menghayalkan bahwa yang disebut dengan gugusan bintang disini adalah Rasi(Formasi relatif bintang yang terlihat dari bumi) atau Constellations. Namun setelah aku mengkhilangkan khilafku tersebut, aku terkaget ternyata yang dimaksud dengan gugusan bintang tersebut adalah kumpulan atau kelompok bintang-bintang. Subhanallah, jika penjelasannya adalah berkelompok berarti yang dimaksud itu adalah(kemungkinan besar(aku takut jika ada sesuatu kumpulan yang lebih extrim lagi(selain supercluster(kumpulan galaksi2x)) dan belum pernah terungkap oleh ilmu pengetahuan kita)) adalah galaksi. Mengapa? Karena sifat galaksi adalah memiliki bintang yang berkelompok. Dan suatu hal yang luar biasa(bagiku) adalah ketika aku mengetahui bahwa kata yang ditaruh pada ayat tersebut dalam menjelaskan tentang galaksi tersebut adalah kata “gugusan” dan bukan kalimat lain, misal bintang yang mengelilingi(saja). Mengapa aku terkagum oleh kata “gugusan” daripada “mengelilingi” tapi karena bintang2x pembentuk galaksi tersebut tidaklah hanya mengelilingi secara konstan(orbit “itu-itu” aja(yang khususnya hampir sama dengan suatu objek yang mengitari objek yang massanya lebih besar(misal bumi mengitari matahari dan bulan yang mengelilingi bumi))), melainkan putaran bintang2x tersebut bergerak semakin lama semakin mendekati ke titik pusat, hal ini dikarenakan pada pusat galaksi tersebut terdapat Black Hole(lubang hitam) yang menarik bintang2x tersebut dengan kekuatan grafitasinya yang kuat(sedemikian kuatnya maka dapat menarik milyaran bintang pada lingkungan grafitasi yang bernilai nol) Dan dari gambaran ini bukankah ini adalah gambaran tentang sesuatu yang “berkumpul” itu?... Subhanallah :) Lalu bagaimana dengan matahari?. Bukankah matahari adalah bintang? :)  Dan jika bintang maka bisa jadi matahari kita juga membentuk suatu kumpulan(yang kita sebut dengan galaksi Bimasakti), dan ternyata memang benar, bahwa matahari pun “melakukan” pengumpulan tersebut terhadap pusat galaksi kita.. Galaksi Bimasakti. Subhanallah... :)

(2) Subhanallah...

(3) Klo ngak salah yang menjadikan malaikat bertawaf itu lantaran pernah malaikat melakukan "kesalahan" ketika mempertanyakan mengapa yang dijadikan khilafah itu adalah manusia, apa begitu ka? (tolong koreksi yha ;) )

Kutip
Mengenai jumlah diameter orbit bumi, ini cuma perkiraan aja. tapi memang benar kata anda, selain memperhitungkan dari segi revolusi bumi dan mengalikannya, juga harus memperhitungkan massa saja. dengan segala kerendahan hati, mia menyerahkan ini kepada ahlinya yang paham soal hitung berhitung ini hahahahahaha nyerah deh soal angka2. makasih ya Akhina Ifa atas masukkan pertimbangan massanya. Mia jadi 'tersadar' kekurangan perhitungan mengenai diameter orbit matahari ini^^
Terima kasihlah kepada Allah yang telah menciptakan buku Semesta Alam(pustaka alam). Youtube.com. www.solarviews.com :D dll

Ka mia.. Postingan tentang planetnya sepertinya di sudahkan yha.. karena di takutkan nantinya thread ini akan out of topic(OOT) :)

CMIIW :->- tolong koreksi :)
« Edit Terakhir: Agustus 17, 2008, 02:14:19 pm oleh Akhina Ifa »

yant_138

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 195
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: tentang peristiwa isra' mi'raj
« Jawab #35 pada: Agustus 17, 2008, 10:28:54 pm »
sudah dijelaskan ttg syarat-syarat kehidupan, alhamdulillah, makasih.

karena samawat ada daabah / mahkluk hidup maka yg ditanyakan ternyata bukan samawat.
maaf salah kira.
trus , 7 langit yg mana?

kalau dunia paralel sampai 7 spt tulisan akhina sebelumnya ( makasih ) saya tdk mudeng .
dulu pengertian saya dunia paralel adlah dunia 1 waktu berbeda sisi / atau jauh.
kalau dunia ghaib, atau abstrak saya juga tdk mudeng juga takut . gimana nih?
termasuk nabi yg sudah meninggal kok menghuni langit, padahal blm terompet 1, kok dibangkitkannya sebelum terompet 2.

dari kak mia yg begitu panjang, mana yg langit sih?
galaksi bukan karena terlalu banyak.
komet belum diterangkan jadi blm tahu apa yg ini.
mengenai planet thawaf saya setuju, sangat setuju. seperti thawaf kita .
sekalian donk planet sai diterangkan?
kalau Muhammad rasul dan nabi terakhir ( kebalik kak tulisannya ) jangan ditulis ini donk....
Kecuali nabi Isa yang di angkat kelangit dan kemudian diturunkan kembali ke bumi untuk .............
nanti jadinya bukan nabi terakhir donk deh.

kalau keluar angkasa dan tdk ada mata angin, kenapa ya istilahnya miraj?
 

mia_t

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 19
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Miaw...Miaw...Miaw...
    • Lihat Profil
Re: tentang peristiwa isra' mi'raj
« Jawab #36 pada: Agustus 18, 2008, 01:50:06 am »
Hmm.. Menafsirkan gugusan bintang=galaksi sungguh menarik. Mungkin d situlah letak kekurangan pemahaman mia.setelah akhina ifa jelaskan,mia setuju dg penjelasannya. Gugusan bintang=galaksi.bukankah galaksi itu kumpulan dr bintang? Great analysis :)
Makasih buat penjelasannya

Mengenai yg menjd malaikat berthawaf krn kesalahannya bertanya ttg rencana Tuhan menciptakan manusia... Mia kurang tahu juga. Tapi mia mempunyai pendapat. Bolehkan?

Dr ilmu yg msh sedikit mia pelajari.sejauh ini dr cerita,hanya ada dua malaikat yg dihukum krn kesalahannya.yaitu harut dan marut. Dan sejauh ini(maaf kl salah.kl ada yg lbh tau,mhn sharing ilmunya)yg mia ketahui,ga ada malaikat yg di hukum oleh Allah slain dua malaikat tsb.
Jd berkelilingnya beribu2 malaikat berthawaf mengelilingi arasy Allah,mgkn mereka diciptakan memang utk memuja Allah. Spt yg kita ketahui,stiap malaikat yg diciptakan Allah mempunyai kewajiban dan tugas masing2. Dan malaikat yg berthawaf mengelilingi arasy(bahkan ada yg sampai seumur hidupnya)diciptakan memang utk memuja dan mengagungkan Allah. Begitu pendapat mia. Kalo ada yg lbh tau,dg di sertai dalil atau hadist,bisa memberikan penjelasannya.

Menurut mia arti langit yaitu yg membungkus isi alam semesta. yang didalamnya terdapat galaksi2 dan seisinya, yaitu bintang2, planet, satelit, meteorit, asteorit dll.

Allah berfirman, ada 7 lapis langit. di sebelumnya mia udah menyampaikan pendapat mia, bahwa kita tinggal di bawah lapisan langit pertama. pada langit pertama aja imu kita aja ga nyampe sampai di mana batasnya (ini menunjukkan betapa luasnya langit itu), dari ilmu manusia yang masuh terbatas dan keciiiiil sekali di bandingkan dengan ilmu Allah, kita ga akan tahu di amna batas langit ini. padahal baru lapisan pertama. apa lagi yang kedua dst, pada lapisan pertama aja akal kita ga mampu menalaah keseluruhan isinya apakagi mencari batasnya dan mencari lapisan kedua dst dan mungkin saja (Wallahualam) lapisan langit pertama adalah merupakan lapisan langit dunia (yang di buat Allah untuk manusia/ sesuatu yang konkrit) lapisan kedua dan seterusnya adalah lapisan yang ghoin, yang hanya di ketahui Allah dan makhluk yang atas seizinNya 

Tentang lapisan2 langit ini sepenuhnya hanyalah Allah yang tahu dan ini merupakan hal ghoib Allah.  Tentu kita mengetahui apa beda yang konkrit dan ghoib. Konkrit yang dapat di rasakan oleh pancaindera baik itu mata, hidung, mulut dst dan bisa di telaah dengan akal. sedangkan yang ghoib adalah sesuatu yang tidak bisa di rasakan dengan panca indera, di telaah oleh akal tapi dapat dirasakan di yakini oleh hati dan qalbu.

Allah telah menyediakan alam yang kongkrit ini untuk kita pelajari dengan ilmu kita sampai batas kemampuan manusia itu sendiri. Tapi hal ghoib itu adalah menjadi perkara Allah dan tak satu makhlukpun mengetahuinya kecuali atas izinNya. cukup untuk kita percayai dan terima. Krn hal ghaibnya Allah tdk bs ditelaah dg akal pikiran.

dan anda pun pernah menyetujuinya. saya kutip perkataan anda:

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" (Al An'am: 59)

jadi nabi sendiri tidak tahu yg ghaib. 6/59, 27/65, 11/49, 6/50, 7/188, 2/33, 34/14
malaikat juga tdk tahu yg ghaib, demikian juga dgn jin. Apakah Nabi melihat dzat ALLAH?
jawabnya tidak krn ALLAH selalu dlm keadaan ghaib.


Jika Surga (muntaha), neraka, Malaikat, jin dan lapisan  sendiri adalah sesuatau yang ghoib

Kalo kita memakai teori anda yang mengatakan muntaha berada di planet ke tujuh di atas bumi, bukankah itu sama aja anda menganggap ilmu Allah yang ghoib itu 'sangat dekat' dan bisa di telaah dan diketahui secara pasti oleh manusia. (dengan mengatakan muntaha adalah planet terjauh dari matahari kita, besarnya minimal 415 x bumi. sejauh 45 au.(3)di muntaha ada kehidupan konkrit seperti di bumi disanalah dulunya tempat tinggal Adam dan istrinya, sebelum turun ke bumi. ) Dengan mengatakan seperti itu  anda sudah begitu bisa memastikan hal ghoib Allah, dengan menyebutkan jarakanya, besarnya muntaha, dan mempunyai kehidupan konkrit seperti bumi. Jika muntaha itu adalah surga (karena Adam dulu tinggal di surga) maka bukankah surga itu adalah perkara Ghoib Allah saja? Hal itu anda seudah bertolak belakang dengan pernyataan anda yang meyakini bahwa tak ada satupun makhluk Allah yang mengetahui hal-hal ghoib selain Allah sendiri.

Sidharatul Muntaha, Surga dan neraka adalah salah satu tanda kekuasaan Allah yang Ghoib. Kekuasaan Allah yang Ghoib ini tidak akan bisa di jelaskan semudah itu dengan akal pikiran manusia yang sempit. Jangankan mengenai hal Ghoib Allah yang berada di langitNya, hal Ghoib yang berada di bumi aja, kita ga bisa menelaah dengan akal pikiran manusia kita. ambil contoh makhluk Ghoib Allah yang ada di bumi, Jin dan malaikat yang berada di bumi. Jangankan itu, hal ghoib yang berhubungan dengan diri kita sendiri aja kita ga bisa menganalisanya dengan akal, yaitu Ruh."Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". )

Tetapi melalui Al-Quran, kita di berikan sedikiiiiiiiiiiiiiiiiiit informasi mengenai hal2 Ghoib Allah (betapa Maha Pemurahnya Allah)
“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat.”(Qs42:11)

Inilah informasi hal paling ghoib, yaitu informasi mengenai rupa Allah. Dia tidak menyerupai segala sesuatu dan tidak ada sesuatu pun menyerupai-Nya.

informasi hal ghoib lainnya, mia yakin akhwan2 pasti lebih tahu di bandingkan saya, yaitu mengenai jin dan malaikat, surga dan neraka serta ruh dimana ALlah memberikan sedikiiiiiiiiiiiit informasi kepada manusia tentang ilmu ghoibnya yang maha luas dan sepenuhnya hanya di ketahui oleh Allah. Wallahualam.

Nabi Muhammad SAW bertemu dengan setiap masing2 nabi di setiap lapisan berbeda dan di tunjukkan padanya surga dan neraka.  Di langit pertama - tujuh berturut-turut bertemu (1) Nabi Adam, (2) Nabi Isa dan Nabi Yahya, (3) Nabi Yusuf, (4) Nabi Idris, (5) Nabi Harun, (6) Nabi Musa, dan (7) Nabi Ibrahim. Mengenai kenapa para nabi yang terdahulu berada di langit, padahal para nabi belum di bangkitkan setelah ditiupnya terompet israfil? Jawabannya, para nabi yang di temui oleh nabi Muhammad di sini adalah berbentuk Ruh. Bukankah hal ghoib telah di bukakan Allah kepada nabi muhammad. Beliau dengan langsung bisa melihat Malaikat dengan wujud aslinya, berada di alam ghoib Allah (tujuh lapis langit, sidharatul muntaha, surga dan neraka) dan tentu saja bertemu dengan Ruh para nabi (kecuali isa, karena beliau diangkat Allah langsung kelangit. Wallahualam)

Mengenai hari kebangkitan, Ajaran  Islam sangat jelas tentang masalah ini. Manusia akan dibangkitkan  kembali  hidup  pada  Hari Pengadilan baik fisiknya ataupun rohaninya. Manusia tidak hanya rohani. Penciptaan   kembali   manusia  memerlukan  kedua-dua  badan(fisik) dan jiwa (ruh); kalau tidak,  dia  namanya  malaikat dan bukan manusia.
 
Mengenai penulisan,mia mang terbalik menulisnya. Hehehe ga nyadar ada yg kebalik. kekhilafan manusia. Di sini akan mia koreksi kesalahan penulisannya. Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir.

Makasih atas koreksinya. Very appreciate :)
« Edit Terakhir: Agustus 18, 2008, 04:28:04 am oleh mia_t »

mia_t

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 19
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Miaw...Miaw...Miaw...
    • Lihat Profil
Re: tentang peristiwa isra' mi'raj
« Jawab #37 pada: Agustus 18, 2008, 03:52:53 am »
Oh ya... ini pendapat oleh T. Djamaluddin tentang Hakikat Tujuh Langit. di tunggu diskusi dari teman-teman semuanya mengenai pendapat dari si penulis ini.
Semoga bisa bermanfaat:

Hakikat Tujuh Langit
     Peristiwa isra' mi'raj yang menyebut-nyebut tujuh langit mau tak mau mengusik keingintahuan kita akan hakikat langit, khususnya berkaitan dengan tujuh langit yang juga sering disebut-sebut dalam Al-Qur'an. Bila kita dengar kata langit, yang terbayang adalah kubah biru yang melingkupi bumi kita. Benarkah yang dimaksud langit itu lapisan biru di atas sana dan berlapis-lapis sebanyak tujuh lapisan? Warna biru hanyalah semu, yang dihasilkan dari hamburan cahaya biru dari matahari oleh partikel-partikel atmosfer. Langit (samaa' atau samawat) berarti segala yang ada di atas kita, yang berarti pula angkasa luar, yang berisi galaksi, bintang, planet, batuan, debu dan gas yang bertebaran. Dan lapisan-lapisan yang melukiskan tempat kedudukan benda-benda langit sama sekali tidak ada.
     Bilangan 'tujuh' sendiri dalam beberapa hal di Al-Qur'an  tidak  selalu menyatakan  hitungan  eksak  dalam  sistem desimal. Di dalam Al-Qur'an ungkapan 'tujuh' atau 'tujuh  puluh' sering mengacu  pada jumlah yang tak terhitung. Misalnya, di dalam Q.S. Al-Baqarah:261) Allah menjanjikan: "Siapa  yang  menafkahkan  hartanya di  jalan  Allah  ibarat menanam  sebiji benih yang menumbuhkan TUJUH  tangkai  yang  masing-masingnya     berbuah    seratus    butir. Allah  MELIPATGANDAKAN pahala orang-orang yang dikehendakinya...." Juga di dalam Q.S. Luqman:27: "Jika seandainya semua pohon di bumi dijadikan sebagai  pena  dan  lautan  menjadi tintanya dan  ditambahkan TUJUH lautan lagi, maka tak akan habis Kalimat Allah...." Jadi  'tujuh langit' lebih mengena bila  difahamkan  sebagai  tatanan  benda-benda langit yang tak terhitung banyaknya, bukan sebagai lapisan-lapisan langit.
     Lalu, apa hakikatnya langit dunia, langit ke dua, langit ke tiga, ... sampai langit ke tujuh dalam kisah isra' mi'raj?  Mungkin ada orang mengada-ada penafsiran, mengaitkan dengan astronomi. Para penafsir dulu ada yang berpendapat bulan di langit pertama, matahari di langit ke empat, dan planet-planet lain di lapisan lainnya.Kini ada sembilan planet (catatan: Pluto telah dikeluarkan sebagai planet, dimasukkan sebagai planet kerdil) yang sudah diketahui, lebih dari tujuh. Tetapi, mungkin masih ada orang yang ingin mereka-reka. Kebetulan, dari jumlah planet yang sampai saat ini kita ketahui, dua planet dekat matahari (Merkurius dan Venus), tujuh lainnya --termasuk bumi-- mengorbit jauh dari matahari. Nah, orang mungkin akan berfikir langit dunia itulah orbit bumi, langit ke dua orbit Mars, ke tiga orbit Jupiter, ke empat orbit Saturnus, ke lima Uranus, ke enam Neptunus, dan ke tujuh Pluto. Kok, klop ya. Kalau begitu, Masjidil Aqsha yang berarti masjid terjauh dalam QS. 17:1, ada di planet Pluto. Dan Sidratul Muntaha adalah planet ke sepuluh yang tak mungkin terlampaui. Jadilah, isra' mi'raj dibayangkan seperti kisah Science Fiction, perjalanan antar planet dalam satu malam. Na'udzu billah mindzalik.
     Saya berpendapat, pengertian langit dalam kisah isra' mi'raj bukanlah pengertian langit secara fisik. Karena, fenomena yang diceritakan Nabi pun bukan fenomena fisik, seperti perjumpaan dengan ruh para Nabi. Langit dan Sidratul Muntaha dalam kisah isra' mi'raj adalah alam ghaib yang tak bisa kita ketahui hakikatnya dengan keterbatasan ilmu manusia. Hanya Rasulullah SAW yang berkesempatan mengetahuinya. Isra' mi'raj adalah mu'jizat yang hanya diberikan Allah kepada Nabi Muhammad SAW.

Lihat selengkapnya di:
(sumber http://t-djamaluddin.spaces.live.com/blog/ )
« Edit Terakhir: Agustus 18, 2008, 04:25:55 am oleh mia_t »

mia_t

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 19
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Miaw...Miaw...Miaw...
    • Lihat Profil
Re: tentang peristiwa isra' mi'raj
« Jawab #38 pada: Agustus 18, 2008, 04:25:13 am »
Mengenai definis langit bisa di lihat dari sini

MEMAHAMI LANGIT

Banyak di antara kita yang memiliki persepsi berbeda tentang langit. Ada yang berpendapat bahwa langit adalah sebuah 'atap' alias bidang pembatas ruang angkasa. Artinya, mereka mengira bahwa ruang di atas kita ada pembatasnya, semacam atap. Kelompok pertama ini, biasanya adalah mereka yang awam tentang ilmu Astronomi.

Kelompok kedua adalah mereka yang mengikuti berbagai macam informasi tentang angkasa luar dari berbagai film-film fiksi ilmiah, ataupun berbagai macam media massa. Pada umumnya mereka mengerti bahwa yang dimaksud langit adalah sebuah ruang raksasa yang berisi triliunan benda-benda langit, seperti matahari, planet-planet (termasuk Bumi), bulan, bintang, galaksi, dan lain sebagainya. Mereka memperoleh pemahaman yang lebih baik bahwa langit bukanlah sebuah bidang batas, melainkan seluruh ruang angkasa di atas kita.

Kelompok yang ketiga adalah mereka yang mempelajari informasi Astronomi lebih banyak dan lebih detil. Lebih jauh, mereka mencoba memahami berbagai hal yang berkait dengan struktur langit lewat berbagai teori-teori Astronomi. Mereka terus-menerus mengikuti berbagai informasi dan mencoba melakukan rekonstruksi terhadap struktur langit, yang secara umum dipahami sebagai alam semesta atau Universe.

Nah, dari ketiga kelompok pemahaman itu saya ingin mengambil kesimpulan yang bersifat global saja, sebagai pijakan awal pemahaman kiia tentang langit. Bahwa yang disebut langit sebenarnya bukanlah sebuah bidang batas di angkasa sana, melainkan sebuah ruang tak berhingga besar yang memuat triliunan benda-benda angkasa. Mulai dari batuan angkasa yang berukuran kecil, satelit semacam bulan, planet-planet, matahari dan bintang, galaksi hingga superkluster.

Karena itu, jika kita bergerak ke langit naik pesawat angkasa luar, misalnya, maka kita akan bergerak menuju ruang angkasa yang tidak pernah ada batasnya. Sehari, seminggu, sebulan, setahun dan seterusnya kita bergerak ke angkasa, maka yang kita temui hanya ruang angkasa gelap yang berisi berbagai benda langit saja. Sampai mati pun, kita tidak akan pernah menemukan pembatasnya. Ya, langit adalah ruang angkasa yang luar biasa besarnya. Bahkan, tidak diketahui dimana tepinya.

Nah, pemahaman tentang langit ini penting untuk menyamakan persepsi kita tentang perjalanan Mi'raj Rasulullah saw. Sebab, dalam pemahaman tradisional selama ini, kita memperoleh kesan betapa langit itu digambarkan sebagai atap alias 'langit-langit'. Bahkan digambarkan pula sebagai atap yang ada pintu-pintunya, yang kemudian mesti dibuka sebagaimana pintu rumah, ketika Rasulullah saw mau memasuki langit yang lebih tinggi.

Istilah langit dalam bahasa Inggris, barangkali memberikan gambaran yang lebih jelas: Sky. Dalam bahasa Indonesia lebih pas disebut sebagai 'Angkasa'. Istilah lainnya adalah space. Sehingga, angkasa di luar Bumi disebut sebagai Outer Space. Jadi langit adalah Ruang Angkasa.

Pemahaman tentang langit adalah pemahaman yang cukup rumit. Apalagi jika dikaitkan dengan struktur langit yang tujuh. Untuk langit pertama saja, tidaklah mudah. Bahkan sampai sekarang ilmu Astronomi masih menemui berbagai kendala yang agak rumit dalam mempersepsi struktur alam tersebut. Akan tetapi, Insya Allah semuanya berangsur-angsur bisa dijelaskan.

Di dalam Al-Qur'an, Allah secara jelas dan berulangkali menginformasikan bahwa langit yang Dia ciptakan itu memang bukan hanya satu, melainkan 7 lapis, sebagaimana diinformasikan dalam ayat berikut ini.

QS. At Thalaq (65): 12
"Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula Bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmu Nya benar-benar meliputi segala sesuatu."

QS. Al Mulk (67): 3
"Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?"

Dan masih ada beberapa ayat lagi yang bercerita tentang langit yang tujuh. Cuma, kita mesti mencermati penggunaan kata langit (assamaa' dan assamaawaat - tunggal dan jamak). Kata-kata ini ternyata digunakan oleh Allah untuk menggambarkan ruang di atas Bumi, baik yang berarti atmosfer, maupun yang berarti angkasa luar.

Penggunaan kata langit yang bermaksud untuk angkasa luar, misalnya adalah yang terdapat dalam ayat-ayat di atas. Dan juga ayat berikut ini.

QS Fushilat (41): 12
"Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui."

Di ayat tersebut tergambar jelas sekali bahwa Allah menggunakan kata as samaawaat untuk menggambarkan angkasa luar. Kenapa ada kesimpulan begitu? Karena Dia menggambarkan bahwa langit yang dekat dihiasi dengan bintang-bintang. Dan kita tahu semua bahwa bintang-bintang itu bukan terdapat di atmosfer, melainkan di ruang angkasa.

Maka, ketika Allah bercerita tentang langit yang tujuh di ayat tersebut, langit yang dimaksudkan adalah langit alam semesta yang jumlahnya 7 tingkat.

Akan tetapi, di ayat-ayat yang lain Allah menggunakan kata-kata assamaa' dan assamawaat untuk menggambarkan atmosfer Bumi. Hal itu, misalnya, terdapat pada ayat-ayat berikut ini.

QS. Al Baqarah (2): 29
"Dia lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di Bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu."

Di situ digambarkan betapa Allah menciptakan segala, sesuatu di Bumi untuk manusia. Kemudian Dia memproses langit yang tujuh. Di ayat ini Allah menggunakan kata 'langit', untuk atmosfer. Kenapa demikian, karena langit tersebut ternyata diproses setelah Bumi terbentuk.

Jika yang dimaksudkan adalah langit alam semesta, hal itu menjadi tidak cocok. Karena sesungguhnya proses terbentuknya langit semesta lebih dulu dibandingkan dengan Bumi. Planet Bumi adalah bagian dari langit semesta, disamping miliaran matahari dan triliunan planet yang ada.

Ayat lain yang menunjukkan 'langit' sebagai atmosfer terdapat pada ayat-ayat berikut ini.

QS. Ruum (30): 48
"Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan ke luar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba Nya yang dikehendaki Nya tiba-tiba mereka menjadi gembira."

Karena 'langit' di sini dikaitkan dengan hujan, kita lantas bisa mendapatkan gambaran bahwa yang dimaksudkan adalah atmosfer. Maka, ketika Allah menyebutkan bahwa langit tersebut ada tujuh, orientasi pemahaman kita menuju kepada lapisan-lapisan atmosfer yang memang ada tujuh lapis, yaitu: Troposfer, stratosfer, ozonosfer, mesosfer, ionosfer, eksosfer, dan magnetosfer.

Pemakaian kata 'langit' untuk dua hal yang berbeda ini seringkali membingungkan mereka yang kurang akrab dengan masalah astronomi. Mereka rancu menyamakan antara atmosfer dengan langit ruang angkasa.

Hal itu, misalnya, terlihat dari pemahaman mereka terhadap ayat ayat berikut ini.

QS. Al Baqarah (2): 22
Dialah Yang menjadikan Bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui."

QS. Al anbiyaa (21): 32
"Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya."

Ayat-ayat di atas menceritakan bahwa langit berfungsi sebagai atap. Hal ini memang cocok dengan fungsi atmosfer sebagai pelindung Bumi. Keberadaan atmosfer telah melindungi Bumi dari 'serangan' batu-batu langit yang setiap hari berjatuhan ke arah Bumi. Batu-batu yang masuk ke atmosfer Bumi telah dihadang olehnya, untuk kemudian dibakar oleh gesekan udara yang memiliki kecepatan putar lebih dari 1600 km per jam. Jadi dalam hal ini, atmosfer telah berfungsi sebagai atap yang melindungi Bumi.

Persoalannya menjadi lain ketika kita berbicara tentang langit yang bukan atmosfer. Karena langit angkasa luar tersebut berupa ruang yang sangat besar, berisi triliunan benda langit. Bukan berupa lapisan-lapisan udara seperti yang terdapat dalam atmosfer kita.

Maka, ketika Allah menyebutnya sebagai berlapis tujuh, cara pemahamannya berbeda dengan memahami atmosfer Bumi. Disinilah banyak yang terjebak pada pemahaman yang rancu antara keduanya.

Kerancuan itu, misalnya, terlihat dari pemahaman langit sebagai atap. Banyak beredar pemahaman di kalangan umat Islam, katanya, langit alam semesta ini berbentuk atap, sebagaimana dijelaskan pada ayat-ayat di atas. Padahal penjelasan itu terkait ke langit atmosfer. Bukan langit semesta.

Sehingga, tafsir yang muncul terhadap langit berlapis tujuh itu menjadi begitu sederhana dan naif. Bahwa, langit alam semesta dipersepsi bertumpuk-tumpuk seperti kue lapis. Lapis pertama adalah langit pertama, lapis kedua adalah langit kedua dan seterusnya sampai langit yang ke tujuh.

Hal ini tentu saja tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Dan bisa menjadi bahan olok-olok yang tidak mengenakkan hati dari orang-orang yang tidak suka kepada Islam. Tentu, kita harus memberikan penafsiran yang lebih proporsional, sesuai kenyataan ilmiah.......

Dan masih ada lanjutannya, lanjutannya bisa di lihat di:

(sumber http://www.dudung.net/artikel-islami/menuju-sidratul-muntaha.html )


arif budiman

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.392
  • Reputasi: 71
  • Jenis kelamin: Pria
  • My little angels
    • Lihat Profil
Re: tentang peristiwa isra' mi'raj
« Jawab #39 pada: Agustus 18, 2008, 09:25:10 am »
pengetahuannya mbak mia tentang tata surya mantap  :great:
sekarang kalo mo nanya yang berkaitan dengan langit dan seisinya udah tau deh nanya ke siapa  ;D
syukron ya dah mau berbagi ilmunya  ;)

itulah makanya saya agak heran dengan penjelasannya saudara/i iyant
yang menerjemahkan lapisan langit sama dengan urutan planet..
so, nanti akan ada orang yang bilang..
"Ooo.. berarti Allah bersemayam di deket pluto ya"
itu khan hal yang absurd..

yant_138

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 195
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: tentang peristiwa isra' mi'raj
« Jawab #40 pada: Agustus 18, 2008, 03:02:52 pm »
sangat bisa dipahami. makasih kak, tapi...
gimana nih kak, saya jadi yg paling bodoh?

saya kira samawat tdk identik dgn langit, kok masih samawat lagi.

bumi tidak satu thok, ia ada temannya
39/67
Dan mereka tidak ..... padahal bumi jamiian dalam .....

karena bumi tidak satu thok maka ia ada beberapa, dan didalamnya ada mahkluk hidup

ada yg serupa dgn bumi
17/99
....... Allah yang menciptakan samawat dan bumi adalah kuasa (pula) menciptakan yang serupa dengan mereka,.........

ALLAH kuasa menciptakan yg serupa dgn samawat dan bumi. ada samawat lain ada bumi lain.

samawat dan bumi ada isinya
55/29
Semua yang ada di samawat dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.

yg selalu meminta adalah jin dan manusia. kalau malaikat namanya tasbih kaan..

di samawat dan bumi ada orangnya
21/30
Tidak ada seorang pun di samawat dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba.

padahal syarat untuk mahkluk hidup  itu sebegitu banyaknya, terutama harus ada air, tanah, udara, api.
berarti samawat yg saya sebut diatas tdk bisa diartikan langit, sky, space.
kalau bukan langit terus dinamakan apa enaknya....?

samawat dan bumi berotasi.
silih bergantinya malam dan siang, berarti berotasi.
39/5
Dia menciptakan samawat dan bumi ....; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. .....
27/ 54
Sesungguhnya Tuhan .......... samawat dan bumi ............. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya    dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang ..........

samawat diatas punya waktu siang dan malam........dgn cepaaaat..
entah kalau langit itu siang terus apa malam terus   ?

14/32
Allah-lah yang telah menciptakan samawat dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit/ atmosfer.,
mmg benar ayat ini,.... samawat ternyata ada hujannya.


gimana  nih samawat yg di situ apaan donk?
entar kena ini donk " Mungkin ada orang mengada-ada penafsiran, mengaitkan dengan astronomi. "

mungkinkah samawat=atmosfer ditempat lain samawat=langit/space dan ditempat lain,  lain lagi
samawat=bukan atmosfer bukan langit.

alhamdulillah dan terimakasih semuanya.



yant_138

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 195
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: tentang peristiwa isra' mi'raj
« Jawab #41 pada: Agustus 19, 2008, 11:04:57 pm »
Bismillah
Jika muntaha itu adalah surga (karena Adam dulu tinggal di surga) maka bukankah surga itu adalah perkara Ghoib Allah saja?
Hal itu anda seudah bertolak belakang dengan pernyataan anda yang meyakini bahwa tak ada satupun makhluk Allah yang mengetahui hal-hal ghoib selain Allah sendiri.

Maaf kak mia , sepertinya saya tdk menulis seperti itu.
di muntaha ada jannah, yg artinya kebun / taman.
nyata ,  seperti jannah spt yg pernah diberikan pada ratu saba di zaman sulaiman,
malah terdapat banyak di muka bumi ini. 13/4, 34/15, 26/134, 26/147

berbeda dgn jannah yg berarti surga yaitu nanti ( blm ada ) , selaku balasan orang-orang mutaqin., beriman dan beramal sholeh. Jannah di ayat  2/25, 2/82 ,2/111, 39/74 ,98/8

perbedaannya saya mengartikan jannah di ayat itu  53/15  bukan surga tetapi taman / kebun subur.
Karena  ayat berikutnya 53/16  ketika Sidratil muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya..
kata sesuatu yg meliputinya bisa diartikan atmosfer.
Disitu tdk ada kata jibril,  ayat-ayat sebelumnya jg tdk ada kata jibril,  nggak tahu kenapa?

Diatas kata jannah, sekarang kata langit.
Kata langit memang rancu, kalau dirinci antara lain sbb:
Samaau  = atmosfer di ayat .   2/22, 2/59, 2/144, 5/112, 6/35
Samaau  = semesta=universe   10/61, 21/104, 22/70,67/5
Samaau = tatasurya=solar system 2/29, 16/79, 25/25, 29/22
Samaawaat= ………. (isi sendiri ) seperti contoh di tulisan sebelumnya.

Untuk yg ini besok deh,,,, Agamanya apa ya?

Begitu kak, skr sdh malam tak tidur dulu yaaa.
Alhamdulillah. Makasih.

mia_t

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 19
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Miaw...Miaw...Miaw...
    • Lihat Profil
Re: tentang peristiwa isra' mi'raj
« Jawab #42 pada: Agustus 20, 2008, 12:33:59 pm »
Mmm... Mungkin bisa jadi mia salah menafsirkan maksud dari yant_138 tentang keberadaan nabi adam. baiknya mia jelaskan maksud mia. kalo ada kesalahpahaman mohon di maafkan ya akhwan..

kutipan dari postingan yant_138

jadi pada waktu miraj, nabi menuju tempat yg nyata/konkrit, yaitu muntaha.apaan muntaha?
muntaha adalah planet terjauh dari matahari kita, besarnya minimal 415 x bumi. sejauh 45 au.
di muntaha ada kehidupan konkrit seperti di bumi, disanalah dulunya tempat tinggal Adam dan istrinya, sebelum turun ke bumi. disitu ada jannah tetapi artinya taman atau kebun.

Disana juga ada kabah seperti di bumi, kabahnya dilingkungan masjidil aqsha, inilah yang dikunjungi nabi, selain diperlihatkan ayat-ayat tentang susunan tatasurya yg rapi dgn ukuran yg sesuai. Nabi betul betul kesana dengan jasad dan ruhnya, tanpa kematian. karena mati itu cuma 2x dan hidup juga 2x.



Nah dari kata2 yang di bold itu mia berpikir seperti ini

Dengan mengatakan seperti itu  anda sudah begitu bisa memastikan hal ghoib Allah, dengan menyebutkan jarakanya, besarnya muntaha, dan mempunyai kehidupan konkrit seperti bumi. Jika muntaha itu adalah surga (karena Adam dulu tinggal di surga) maka bukankah surga itu adalah perkara Ghoib Allah saja? Hal itu anda seudah bertolak belakang dengan pernyataan anda yang meyakini bahwa tak ada satupun makhluk Allah yang mengetahui hal-hal ghoib selain Allah sendiri.

dari sini mia berpikir, dengan penjelasan yant_138 bahwa dengan pandangan muntaha(surga) itu terletak di atas pluto dan mempunyai dan jarak ukuran seperti yang disebutkan dan mempunyai kehidupan konkrit seperti di bumi dan Adam pernah tinggal disana.
Maksud anda Adam pernah tinggal di muntaha/ di surga yang di sini anda anggap bahwa muntaha itu di planet di atas pluto kan?

karena itu mia beropini, bahwa Adam memang sebelum di turunkan ke bumi ia tinggal di surga bersama hawa. dan menurut mia surga itu adalah salah satu hal ghoib Allah, oleh karena itu dengan pernyataan anda, sepertinya anda mengetahui jarak dan ukuran muntaha yang pernah di tinggali Adam tersebut. padahal tak adalah manusia mengetahui perkara ghoin melainkan sangat sedikit atas izin Allah. dan muntaha yang anda jelaskan itu menurut mia bersifat konkrit bukan ghoib, dengan pertimbangan ilmu Allah terhadap hal ghoib itu sangaaaaaaaaat luas sehingga sulit di jelaskan dengan akal pikiran.

Tapi jika pikiran mia itu ga sesuai dengan apa yang anda maksud , mia mohon maaf kalo salah penafsiran terhadap pernytaan anda tersebut. namanya juga manusia, berbeda pemikiran. Ok^^   :cool: :cool: :cool:
« Edit Terakhir: Agustus 20, 2008, 12:38:26 pm oleh mia_t »

Akhina Ifa

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.247
  • Reputasi: 30
  • Jenis kelamin: Pria
  • The Frame of My Deepest Heart...
    • Lihat Profil
    • Uhibbuka Fillah | Aku Mencintaimu Karena Allah
Re: tentang peristiwa isra' mi'raj
« Jawab #43 pada: Agustus 20, 2008, 06:29:43 pm »
Kutip
kalau dunia paralel sampai 7 spt tulisan akhina sebelumnya ( makasih ) saya tdk mudeng .
dulu pengertian saya dunia paralel adlah dunia 1 waktu berbeda sisi / atau jauh.

Jawab:
Mengenai pararel.. memang seharusnya bukan kapasitas kita untuk menjelaskannya, bahkan para ahli saja(baca: wikipedia) menganggap bahwa alam semesta pararel tersebut adalah sesuatu yang fiksi. Bisa di lihat di sini.
Nah mengenai pengertian paralel universe ini adalah alam yang ada di lain alam kita namun keberadaannya ada pada waktu yang sama(Bisa di lihat lagi dari pengertian tentang paralel universe tadi). Namun sepertinya bakal ngak jelas jika harus menjelaskan pengertian pararel dalam kasus seperti ini(karena konteks paralel universe ini diperuntukkan bagi “mesin waktu”). Bagimana jika saya harus menjelaskan dengan multiple Universe(Alam semesta yang banyak(dalam konteks alam semesta yang terpisah))?. Gambarannya begini, jika langit beserta apa yang ada di dalamnya diibaratkan sebuah telur maka bisa berkemungkinan jika ada telur lain di sekitarnya.(jadi ada alam semesta yang lain yang Allah ciptakan selain di Alam semesta kita) Bagi saya sendiri hal ini bukanlah hal yang aneh lantaran saya meyakininya dari Firman Allah yang berbunyi: Segala Puji bagi Allah Tuhan Seluruh(Semesta) alam. Dengan adanya kata “seluruh” maka hal ini bisa di jadikan patokan dimana bahwa tidak hanya ada satu alam yang Allah Ciptakan saja. Nah mengenai lapisan langit, bisa pula langit kita ini di “bungkus” oleh langit langit yang lebih besar dan seterusnya. Bisa dimengerti?

Kutip
kalau dunia ghaib, atau abstrak saya juga tdk mudeng juga takut . gimana nih?
Untuk membuat mengerti bagaimana jika pengertian tersebut terpaut tentang alam malaikat dan alam jin, alam yang tidak terlihat namun “mereka” ada di sekirat kita.

Kutip
termasuk nabi yg sudah meninggal kok menghuni langit, padahal blm terompet 1, kok dibangkitkannya sebelum terompet 2.

Udah di jawab sama kk mia(udah tahu :D)
Kutip
Nabi Muhammad SAW bertemu dengan setiap masing2 nabi di setiap lapisan berbeda dan di tunjukkan padanya surga dan neraka.  Di langit pertama - tujuh berturut-turut bertemu (1) Nabi Adam, (2) Nabi Isa dan Nabi Yahya, (3) Nabi Yusuf, (4) Nabi Idris, (5) Nabi Harun, (6) Nabi Musa, dan (7) Nabi Ibrahim. Mengenai kenapa para nabi yang terdahulu berada di langit, padahal para nabi belum di bangkitkan setelah ditiupnya terompet israfil? Jawabannya, para nabi yang di temui oleh nabi Muhammad di sini adalah berbentuk Ruh. Bukankah hal ghoib telah di bukakan Allah kepada nabi muhammad. Beliau dengan langsung bisa melihat Malaikat dengan wujud aslinya, berada di alam ghoib Allah (tujuh lapis langit, sidharatul muntaha, surga dan neraka) dan tentu saja bertemu dengan Ruh para nabi (kecuali isa, karena beliau diangkat Allah langsung kelangit. Wallahualam)

Kutip
kalau keluar angkasa dan tdk ada mata angin, kenapa ya istilahnya miraj?
Khan kemaren dah dibilang klo khilaf [-( lagian emg bener ko. Di alam semseta itu ngak ada perhitungan dengan dasar mata angin ;)) yang jadi binun dari kata “naik” itu adalah arah pergerakan yang bergerak secara horizontal ke arah planet pluto, datar(meskipun ada yang menganggap bahwa vertikal)... nah dari situ yang membuat saya jadi binun tentang arti naik itu sendiri.. :)
« Edit Terakhir: Agustus 20, 2008, 07:09:07 pm oleh Akhina Ifa »

Akhina Ifa

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.247
  • Reputasi: 30
  • Jenis kelamin: Pria
  • The Frame of My Deepest Heart...
    • Lihat Profil
    • Uhibbuka Fillah | Aku Mencintaimu Karena Allah
Re: tentang peristiwa isra' mi'raj
« Jawab #44 pada: Agustus 20, 2008, 06:52:05 pm »
Kutip
Jika yang dimaksudkan adalah langit alam semesta, hal itu menjadi tidak cocok. Karena sesungguhnya proses terbentuknya langit semesta lebih dulu dibandingkan dengan Bumi. Planet Bumi adalah bagian dari langit semesta, disamping miliaran matahari dan triliunan planet yang ada.


Bagi saya, bisa bertentangan dengan yang ini nih:

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?
(Al-Ambiya: 30)

Untuk lebih jelasnya mungkin ini bisa memberi gambaran. :)