Penulis Topik: Puasa Dan Permasalahannya  (Dibaca 49608 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

arif budiman

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.392
  • Reputasi: 71
  • Jenis kelamin: Pria
  • My little angels
    • Lihat Profil
Re: Puasa Dan Permasalahannya
« Jawab #30 pada: Oktober 25, 2007, 12:19:12 pm »
Mungkin yang dimaksud TS itu hadist yg ini ya? 'Ammar berkata:barangsiapa berpuasa pada hari yang meragukan(syak),berarti ia telah mendurhakai Abul-Qasim(Rasulullah)shallallahu alaihi wasallam'(HR. Bukhari 4/199 secara mu'allaq,abu dawud  no.2334,tirmidzi no.686,ibnu majah no1645,dan nasa'i dlm al kubraa no.2498.at tirmidzi berkata:hasan shahih.Dishahihkan oleh syaikh al albani dlm shahih Sunan Abi Dawud 2/52).CMIIW..
ada penjelasannya ga mas/mbak Rizki, yang meragukan tu yang kaya apa?
atau mungkin bisa diceritakan asbabul wurud hadits tersebut..
afwan, tapi ini terkait dengan perbedaan 1 syawal kemarin
apa hari jumat, 12 Oktober 2007 kemarin masuk kategori meragukan?
syukron

Rizki Amalia

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.002
  • Reputasi: 29
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
Re: Puasa Dan Permasalahannya
« Jawab #31 pada: Oktober 26, 2007, 09:20:37 am »
Ups, afwan lupa nnulis hadits yang satunya,, ini nih..
"Janganlah seseorang di antara kalian mendahului puasa Ramadlan dengan berpuasa sehari atau dua hari sebelumnya; kecuali bagi yang biasa berpuasa, maka tidaklah mengapa ia berpuasa pada hari itu” (HR. Bukhari no. 1815 dan Muslim no. 1082).
Tapi saya juga kurang tahu lebaran kemaren termasuk meragukan atau ga.. mungkin ada dudunger yg lebih punya ilomu ttg ini??

z 41 n

  • Pengunjung
Re: Puasa Dan Permasalahannya
« Jawab #32 pada: Oktober 26, 2007, 09:06:16 pm »
kalo puasa wajib itu nggak bisa di rapel :)

yang bisa dirapel itu puasa sunnah. misal, biasa puasa senin kamis dan puasa tengah bulan, eh tengah bulannya ternyata hari kamis, jadi puasa 1 hari dapet untuk 2 puasa.

lain kalo puasa wajib, nggak bisa dirapel :)

sama juga kaya solat sunnah kan!!!

seroja

  • Jr. Member
  • **
  • Tulisan: 52
  • Reputasi: -1
  • Jenis kelamin: Pria
  • -@ man arafa nafsahu , faqad arafa rabbahu @-
    • Lihat Profil
SHARE : PUASA 3 HARI = PUASA 40 HARI
« Jawab #33 pada: Februari 24, 2008, 11:30:50 pm »
PUASA 3 HARI NON STOP (= PUASA 40 HARI)


NIAT : Bissmillahirrohmanirrohiim..
TAWAKALTU ILALLAH LA HAWLA QUWATA ILA BILLAHIL ALIYYIL AZHIM
ASTAQFIRULLAHAL AZHIM 3 X, ALAZI LA ILAHA ILALLAH HUWAL HAYYUL QAYUMU WA’ATUBU ILAIH.

YA ALLAH, YA TUHAN KAMI, KAMI MOHON KERIDHAANMU

1. Teguhkanlah keimanan kami atas rahmat dan hidayah-Mu, kiranya ilmu yang telah ada pada kami kiranya kekal pada kami.
2. Atas keridhaan-Mu berikanlah ilmu-Mu, apa-apa yang tidak mudah didapat oleh sesama kami sebagaimana keistimewaan yang telah Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu terdahulu. Dengan permohonan hamba-Mu ini, saya niatkan puasa 3 (tiga) hari untuk mendapatkan keridhaan-Mu tsb.


HARI PUASANYA = SELASA – RABU – KAMIS
KLIWON LEGI PAHING
11 + 12 + 17 = 40 = JUMLAH HARUS 40

SELASA – RABU -KAMIS
PON WAGE KLIWON
11 + 12 + 17 =40


SEAKAN-AKAN KITA BERPUASA 40 HARI KARENA HITUNGAN BULAN MASEHI (NON ISLAM) + BULAN ARAB (BULAN JAWA) DIGABUNG, PERHITUNGAN WAKTU DI DUNIA HANYALAH KE 2 BULAN TSB DIATAS. ALLAH MENJADIKAN SERBA DUA DI ALAM INI DAN JADIKANLAH SATU SAJA, BULAN ARAB SAMA DENGAN BULAN JAWA, DGN PERHITUNGAN KE DUA BULAN TSB DIATAS, TERDAPATLAH 40 HARI, HAL INI SAMA DENGAN KITA BERPUASA SELAMA 40 HARI DIDALAM I’TIKAD.

Wirid : LA ILAHA ILALLAH ( tak terbatas / semampunya )

d4vid_r5

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 4.926
  • Reputasi: 40
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dreaming...
    • Lihat Profil
Re: Puasa Dan Permasalahannya
« Jawab #34 pada: Februari 25, 2008, 12:23:22 am »
wah bos.....dapat info darimana neh kalau puasa 3 hari nonstop = puasa 40 hari
RosululLoh Muhammad SAW aja berbuka tuh...kok ini malah 3 hari nonstop puasanya? :-/

d4vid_r5

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 4.926
  • Reputasi: 40
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dreaming...
    • Lihat Profil
Re: Puasa Dan Permasalahannya
« Jawab #35 pada: Februari 25, 2008, 12:48:32 am »
jadi ingat suatu pernyataan...kalo
3 = 1
tapi
1 ≠ 3 :))

1+1+1=1 :))

arif budiman

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.392
  • Reputasi: 71
  • Jenis kelamin: Pria
  • My little angels
    • Lihat Profil
Re: SHARE : PUASA 3 HARI = PUASA 40 HARI
« Jawab #36 pada: Februari 25, 2008, 12:20:15 pm »
PUASA 3 HARI NON STOP (= PUASA 40 HARI)


NIAT : Bissmillahirrohmanirrohiim..
TAWAKALTU ILALLAH LA HAWLA QUWATA ILA BILLAHIL ALIYYIL AZHIM
ASTAQFIRULLAHAL AZHIM 3 X, ALAZI LA ILAHA ILALLAH HUWAL HAYYUL QAYUMU WA’ATUBU ILAIH.

YA ALLAH, YA TUHAN KAMI, KAMI MOHON KERIDHAANMU

1. Teguhkanlah keimanan kami atas rahmat dan hidayah-Mu, kiranya ilmu yang telah ada pada kami kiranya kekal pada kami.
2. Atas keridhaan-Mu berikanlah ilmu-Mu, apa-apa yang tidak mudah didapat oleh sesama kami sebagaimana keistimewaan yang telah Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu terdahulu. Dengan permohonan hamba-Mu ini, saya niatkan puasa 3 (tiga) hari untuk mendapatkan keridhaan-Mu tsb.


HARI PUASANYA = SELASA – RABU – KAMIS
KLIWON LEGI PAHING
11 + 12 + 17 = 40 = JUMLAH HARUS 40

SELASA – RABU -KAMIS
PON WAGE KLIWON
11 + 12 + 17 =40


SEAKAN-AKAN KITA BERPUASA 40 HARI KARENA HITUNGAN BULAN MASEHI (NON ISLAM) + BULAN ARAB (BULAN JAWA) DIGABUNG, PERHITUNGAN WAKTU DI DUNIA HANYALAH KE 2 BULAN TSB DIATAS. ALLAH MENJADIKAN SERBA DUA DI ALAM INI DAN JADIKANLAH SATU SAJA, BULAN ARAB SAMA DENGAN BULAN JAWA, DGN PERHITUNGAN KE DUA BULAN TSB DIATAS, TERDAPATLAH 40 HARI, HAL INI SAMA DENGAN KITA BERPUASA SELAMA 40 HARI DIDALAM I’TIKAD.

Wirid : LA ILAHA ILALLAH ( tak terbatas / semampunya )
ga takut masuk kategori penyebar bid'ah mas?
cantumkan dalilnya kalo memang itu ajaran rasulullah.

ORANG AWAM

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.448
  • Reputasi: 25
  • ???
    • Lihat Profil
Re: Puasa Dan Permasalahannya
« Jawab #37 pada: Februari 25, 2008, 12:27:49 pm »
baru pernah denger...
ada dalilnya gak yah...???


nees

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.121
  • Reputasi: 23
  • Jenis kelamin: Wanita
  • just wait and see ^__^
    • Lihat Profil
Re: Puasa Dan Permasalahannya
« Jawab #38 pada: Februari 25, 2008, 12:48:29 pm »
baru pernah denger...
ada dalilnya gak yah...???

daku juga baru denger...
setau aq sih,,,
yang ad itu
puasa senen kamis,,,
puasa nabi daud....(sehari puasa sehari enggak)
trus puasa tanggal 13,14,15 ditiap bulan tahun hijriah,,,

CMIIW... ;)

seroja

  • Jr. Member
  • **
  • Tulisan: 52
  • Reputasi: -1
  • Jenis kelamin: Pria
  • -@ man arafa nafsahu , faqad arafa rabbahu @-
    • Lihat Profil
Re: Puasa Dan Permasalahannya
« Jawab #39 pada: Februari 27, 2008, 05:34:38 pm »
sorry bos telat Reply  :great:

kenapa saya posting PUASA 3 HARI NON STOP (= PUASA 40 HARI)

Menurut pendapat saya pribadi,masalah ini lumayan pelik dan rumit.
Didalam agama islam ada rambu2 yg mengatur semua bentuk peribadatan,yg telah di tentukan,tidak di kurangin dan tidak boleh di tambahain,kalo tidak nanti kita akan terkena pasal bid'ah...
Dan kalo tujuan beribadatnya melenceng dr sang Khaliq, takutnya akan kena pasal Syirik besar maupun syirik kecil....

Namun demikian,menurut pendapat saya pribadi,semuanya kita kembalikan kepada NIAT awal,dalam sebuah prosesi yg diluar ajaran agama kita,kalo niatnya tidak melenceng dan tidak menyekutukan Allah sbg penguasa tunggal, tentulah Allah maha Tahu dan semuanya tentu berpulang kpd kehendakNya...

karena saya lahir di keluarga Kejawen, Maka dr itu sampai saat ini saya menyukai hal2 yg berbau supranatural (kejawen,sedulur papat ing kalimo pancer dst). niatan awalnya tentulah utk memperteguh keimanan kita kpd Yg Maha Kuasa, bukan utk mencari kekuatan di luar kekuatan dr Ilahi....

Kekuatan kita berada pada kalimat2 yg selalu kita ulang:
"Sesungguhnya shalatku,ibadahku,hidupku dan matiku hanyalah semata2 krn Allah sahaja,dan saya tidak menyekutukan Allah dg sesuatu apapun..."

Mari kita renungkan implikasi dr kalimat taawud ini dalam kehidupan kita sehari2.
Alangkah kuat dan tajamnya kalimat pengakuan ini kita ucapkan 5kali sehari dg tegar,dg tenang,dg mantap kita lafazkan,yg akan kita harapkan akan menjadi penuntun dan panutan kita dalam melangkahi kehidupan duniawi...bhw Allah lah tujuan kita.

sebagai dasar landasan utama pengenalan kepada Allah SWT, sebagai bahan masukan bagi teman – teman disini, bukan untuk membenarkan keyakinan saya dan menyalahkan yang lain atau sebaliknya, tapi sebagai tambahan ilmu, kalau dianggap baik, silahkan diambil, kalau tidak silahkan ditinggalkan, tidak ada paksaan, tidak ada judgment dan vonis.


Kutip
contoh : ilmu "Weruh sakdurunge winarah"

Bismillahirrahmanirrahim

 Ya Bathin Ya Latif Ya Khobir Ya 'Alimul Ghoiby Wassyahadah

syarat laku puasanya :

 3 hari mutih

 usahakan tiap malam melakukan shalat hajat, tahajud, dan taubat

 bacalah wirid 1000X

Insyaallah dengan pasrah dan mengharap ridhonya pasti akan berhasil (ingat jangan niat berpuasa karena amalan ini tapi berpuasalah mengharap ridhoNya)




Sekian semoga memberi sedikit pencerahan.


*Allahuma sholi wasalim asrofa solati wa tasliima. 'ala sayidina wa nabiyyina Muhammadiniroufirrohiim.

d4vid_r5

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 4.926
  • Reputasi: 40
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dreaming...
    • Lihat Profil
Re: Puasa Dan Permasalahannya
« Jawab #40 pada: Februari 27, 2008, 06:02:25 pm »
[OOT]
Kutip dari: seroja
semuanya kita kembalikan kepada NIAT awal,

kalau gitu,misal saya minum khamr, dengan niat agar saya kuat melaut(banyak nelayan sebelum cari ikan itu minum khamr agar kuat saat mencari ikan)itu gimana?boleh tidak?bukankah niatnya baik?atau...bunuh diri dengan niat agar kehidupanku tidak menjadi beban kepada orang lain.boleh ga? ;;)


sebelum permasalah ini dilanjutkan,saya mau tahu.menurut pemahaman om seroja tentang bid'ah itu apa?silahkan dijawab. kalau perlu pakai dalil yang shahih :)

arif budiman

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.392
  • Reputasi: 71
  • Jenis kelamin: Pria
  • My little angels
    • Lihat Profil
Re: Puasa Dan Permasalahannya
« Jawab #41 pada: Februari 27, 2008, 07:05:19 pm »
Namun demikian,menurut pendapat saya pribadi,semuanya kita kembalikan kepada NIAT awal,dalam sebuah prosesi yg diluar ajaran agama kita,kalo niatnya tidak melenceng dan tidak menyekutukan Allah sbg penguasa tunggal, tentulah Allah maha Tahu dan semuanya tentu berpulang kpd kehendakNya...
bukan cuma niat mas seroja.. niat itu terkait dengan amalan batin..
tapi CARA beribadah yang merupakan amalan dzahir juga harus sesuai tuntunan rasul SAW
contoh,
seseorang punya niat untuk memaksimalkan seluruh waktunya untuk shalat, puasa, dzikir demi karena Allah, sampai tidak tersisa waktu untuk bekerja, jadi kurang tidur.. bahkan menolak untuk menikah karena dianggap mengurangi waktunya untuk beribadah pada Allah..

niatnya ga salah khan.. tapi karena dia berbuat tidak sesuai dengan tuntunan rasul SAW.. maka ibadahnya tertolak
"Siapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak di atas perintah kami maka amalannya itu tertolak". [HR Muslim]

sebagai dasar landasan utama pengenalan kepada Allah SWT, sebagai bahan masukan bagi teman – teman disini, bukan untuk membenarkan keyakinan saya dan menyalahkan yang lain atau sebaliknya, tapi sebagai tambahan ilmu, kalau dianggap baik, silahkan diambil, kalau tidak silahkan ditinggalkan, tidak ada paksaan, tidak ada judgment dan vonis.
yang jadi persoalan adalah.. mas seroja menyebarkan hal2 menyangkut ibadah yang tidak diajarkan oleh rasul SAW
landasan yang mas seroja gunakan hanyalah atas dasar niat karena Allah dan latar belakang mas seroja yang kejawen..
"Berhati-hatilah kalian dari perkara-perkara baru, karena sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan, dan setiap perkara yang diada-adakan itu bid`ah dan setiap bid`ah itu adalah kesesatan". [HR. Ibnu Abi Ashim dalam As Sunnah no. 25 dan hadits ini shahih sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Albani rahimahullah]
gimana tu..
resiko menyebarkan hal-hal baru dalam ibadah (bid'ah) adalah sama dengan mengajak orang lain pada kesesatan..
sebaiknya mas seroja belajar Islam lebih dalam pada orang-orang yang benar-benar paham masalah fiqh dan juga hanif
karena tidak semua ibadah2 yang kejawen asalnya dari ajaran rasul SAW.

Wallahu a'lam

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: Puasa Dan Permasalahannya
« Jawab #42 pada: Februari 27, 2008, 09:56:14 pm »
Kutip
Namun demikian,menurut pendapat saya pribadi,semuanya kita kembalikan kepada NIAT awal,dalam sebuah prosesi yg diluar ajaran agama kita,kalo niatnya tidak melenceng dan tidak menyekutukan Allah sbg penguasa tunggal, tentulah Allah maha Tahu dan semuanya tentu berpulang kpd kehendakNya...

ya..betul sekali mas seroja..semuanya kembali pada niat...semua amal tergantung niatnya,,ini saya sepakat dg mas seroja.

Masing-masing punya ajaran yang diyakini. kalau memang niat mas seroja tidak menyekutukan allah/ mas seroja tidak meyakini bid'ah, ya monggo lakukan sesuai dengan kepercayaan mas seroja.

Kutip
karena saya lahir di keluarga Kejawen, Maka dr itu sampai saat ini saya menyukai hal2 yg berbau supranatural (kejawen,sedulur papat ing kalimo pancer dst). niatan awalnya tentulah utk memperteguh keimanan kita kpd Yg Maha Kuasa, bukan utk mencari kekuatan di luar kekuatan dr Ilahi....

Nah disinilah perbedaan kita. saya ga tahu apa2 soal kejawen.. jadi saya g bisa memvonis mas seroja salah atau bid'ah atau apalah...

Kalaupun toh mas seroja meyakini, ya silahkan, tapi jangan anggap yang lain salah dg tidak meyakini.

Tapi mas seroja...Ibadah itu ada 2 :
1.mahdoh
2.ghairu mahdah

LAlu yang puasa mutih ini menurut mas seroja ikut ibadah mana ? mahdohkah ? ghairu mahdohkah ?
Saya ga butuh hadis, karena saya yakin mas seroja g punya hadisnya tentang ini.

Mari kita diskusi tentang masalah ini, kaitannya dg puasa mutih itu baik atau tidak. Kalau mas seroja meyakini baik, baiknya dari sisi puasanya, maka kenapa harus mutih ?

Kalau mas seroja meyakini kliwon atau pon atau apalah itu hari baik, itu terserah mas seroja...tapi apa iya baik ? dari sisi mananya baik ?

Sebelumnya agar diskusi ini nyambung..jangan gunakan prinsip kejawennya mas seroja tentang apa itu kliwon, pon, atau pahing. karena kita bukan orang kejawen. Tapi karena kita sama2 islam..agamanya sama, dan pembahasan ini kaitannya dengan prinsip dasar islam yaitu puasa..maka alangkah baiknya kita dalam diskusi gunakan alur dalam wacana islam...Bukan alur kejawen.

« Edit Terakhir: Februari 27, 2008, 10:03:01 pm oleh fahmie ahmad »

seroja

  • Jr. Member
  • **
  • Tulisan: 52
  • Reputasi: -1
  • Jenis kelamin: Pria
  • -@ man arafa nafsahu , faqad arafa rabbahu @-
    • Lihat Profil
Re: Puasa Dan Permasalahannya
« Jawab #43 pada: Februari 28, 2008, 11:10:56 am »
@arif budiman
Kutip
resiko menyebarkan hal-hal baru dalam ibadah (bid'ah) adalah sama dengan mengajak orang lain pada kesesatan..
sebaiknya mas seroja belajar Islam lebih dalam pada orang-orang yang benar-benar paham masalah fiqh dan juga hanif
karena tidak semua ibadah2 yang kejawen asalnya dari ajaran rasul SAW.
Kutip

menurut anda saya menyebarkan ajaran" baru dalam ibadah?
bukanya masalah puasa kejawen ato sudah lama ada dan menjadi lelaku di sebagian masyarakat Jawa? saya tidak mengajak ke arah SESAT. dan saya juga belajar Islam menurut keyakinan saya.
dan maaf kalo tidak sefaham dengan mas @arif budiman


@fahmie ahmad

ini hanya masalah khilafiyah saja,
menurut saya puasa mutih termasuk puasa sunat biasa saja, karena yg dinamakan sunat itu ga ada batasan, hal hal yg baik itu juga termasuk sunat, misalnya lg, situ mau shalat sunat 1000 rakaat juga ga ada batasan

puasa mutih itu adalah lelaku, dalam artian tasawuf untuk menghilangkan unsur api/amarah yg datang dari makanan yg bernyawa, tasawuf mengenal lelaku dgn ilmu yg luas,

kami berkeyakinan ada hari2 baik, karena dlm Islam juga ada hari2 baik, kenapa dlm islam juga ada bulan istimewa misalnya ramadhan, hari jumat hari yg istimewa, dll



@fahmie ahmad pak UstadZ, kalo ada waktu dan umur panjang sebaik nya kita ngobrol kopdar aja. tambah asyik dan meluas..





**saya disini, bukan untuk membenarkan keyakinan saya dan menyalahkan yang lain atau sebaliknya, tapi sebagai tambahan ilmu, kalau dianggap baik, silahkan diambil, kalau tidak silahkan ditinggalkan, tidak ada paksaan, tidak ada judgment dan vonis.



-@ Allahuma sholi wasalim asrofa solati wa tasliima. 'ala sayidina wa nabiyyina Muhammadiniroufirrohiim. @-

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: Puasa Dan Permasalahannya
« Jawab #44 pada: Februari 28, 2008, 05:55:10 pm »
Betul mas seroja...

saya tidak menganggap bid'ah. Bukan itu yang saya maksud. Sebaiknya mas seroja jangan salah paham dulu,Tapi puasa mutih baikkah itu ?

Kutip
ni hanya masalah khilafiyah saja,
menurut saya puasa mutih termasuk puasa sunat biasa saja, karena yg dinamakan sunat itu ga ada batasan, hal hal yg baik itu juga termasuk sunat, misalnya lg, situ mau shalat sunat 1000 rakaat juga ga ada batasan

Kalau mas seroja bilang puasa mutih itu sunat, dasarnya apa ? karena itu masuk kategori puasakah ?
Iya saya sepakat bahwa sunat itu g terbatas..tapi ketidak terbatasan itu ADA DALAM SUATU KETERBATASAN. ketidakterbatasan sholat sunat 1000rakhaat, terbatas dalam sholat sunatnya. Tapi jika sholat fardhu ditambah jadi 1000rakhaat, ini bukan sunat kan. Artinya ketidak terbatasan suatu kesunatan itu, terbatas pada pada sunat yang sudah ditentukan. sampeyan mau puasa senin kamis seumur hidup, ya monggo. mau puasa setiap hari sampai mati, ya monggo. tapi kadar ketidakterbatasan itu, terbatas pada apa yang sudah disyariatkan oleh islam.

sebaiknya selesaikan masalh ini dg kepala dingin mas seroja..