Penulis Topik: Kelompok Anak Tani Kreatif - Sebuah Harapan Anak Bangsa  (Dibaca 1605 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

vian

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.062
  • Reputasi: 76
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Kelompok Anak Tani Kreatif - Sebuah Harapan Anak Bangsa
« pada: Mei 31, 2008, 11:36:46 am »
Kelompok Anak Tani Kreatif (KATAK)

KATAK  diinisisasi oleh  seorang perempuan yang menjadi pendamping petani bernama Nana yang berasal dari  lembaga non pemerintah yang selama ini mendampingi Forum Perjuangan Petani Batang (FPPB) di Kabupaten Batang Jawa Tengah. Kabupaten Batang terletak di jalur Pantai Utara (Pantura sekitar 84 km sebelah Barat Kota Semarang.
Di salah satu kecamatannya yakni kecamatan Bandar terdapat satu dukuh yang bernama dukuh Cepoko yang bersampingan dengan dukuh Wonomerto dan Kambangan. Ketiga dukuh umumnya ditinggal oleh penduduk dengan mata pencarian sebagai petani penggarap lahan milik orang lain. Selebihnya mengisi sektor informal di kota  Pekalongan seperti  buruh pada industri  garmen.
Rata-rata pendapatan  keluarga  kurang dari Rp 500 ribu/bln.
Dengan penghasilan sedemikian,  tidak banyak keluarga yang mampu menyekolahkan anak  ke jenjang yang lebih tinggi yakni sekolah menengah. Umumnya hanya  menamatkan sekolah dasar. Setelah tamat sekolah dasar, anak  terpaksa harus tinggal dirumah membantu pekerjaan  rumah tangga atau  mencari kerja keluar desa sebagai pembantu rumah tangga bagi anak perempuan, pelayan toko  dan beberapa orang memilih menjadi buruh migran. Struktur bangunan tempat tinggal bervariasi dari semi permanen hingga non-permanen (kombinasi gedek dengan batako).
Ditengah upaya  petani untuk mendapatkan hak atas  lahan garapan, masa depan anak-anak petani  perlu mendapatkan perhatian.  Hal ini agar anak-anak tersebut bisa hidup lebih layak  nantinya.
Salah satu wujud perhatian adalah  melalui media  berkumpul  yang  oleh anak-anak sendiri dinamai KATAK. Tujuan pendiriannya adalah untuk memberikan ruang yang lebih leluasa untuk mengembangkan kreativitas, mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan mengasah kepekaan sosial bagi anak.  Ada 3 (tiga)  fokus kegiatan yang direncanakan oleh KATAK:
1.   bidang kesenian dan budaya lokal. Anak-anak   belajar kesenian lokal seperti kuda lumping dan kuntulan.
2.   bidang lingkungan hidup dan perbaikan gizi melalui kegiatan bertanam sayuran bersama dan belahjar beternak unggas.
3.   Taman  baca.
Sementara ini kegiatan diselenggarakan dengan sumber daya lokal yang sangat terbatas.  Tidak ada ruang khusus yang digunakan. Hanya memanfaatkan sepetak halaman kosong yang   dimana semua kegiatan dilakukan disana. Hanya saja,   taman bacaan yang diimpikan belum bisa terwujud karena tidak ada bahan bacaan yang bisa diusahakan sendiri. Buku masih menjadi barang mewah bagi mereka. Padahal jelas sekali antusiasme anak-anak untuk bisa memiliki  taman baca.
Secara rutin di sore hari, ada sekitar 50 anak yang berkumpul. Beberapa anak yang  usianya lebih tua  disiapkan untuk menjadi pembimbing yang membantu memandu kegiatan. Namun dalam kesempatan-kesempatan tertentu,  jumlah anak  bisa mencapai  200 orang yang datang dari dukuh sekitar misalnya pada saat kegiatan perkemahan.
Pendidikan  adalah hak dasar yang wajib dipenuhi. Dan buku adalah salah satu media yang vital. Adalah kewajiban kita semua untuk melakukan sesuatu. Sekecil apapun yang kita bisa. Katena bermakna besar bagi anak-anak ini
--
[Initiate, launch & manage a fund raising effort for a pediatric care patient in Yogyakarta - www.siscagafri.multiply.com]

Note :
Utk lebih jelasnya silahkan download file terlampir.